Anda di halaman 1dari 2

KASUS 1

Seorang anak perempuan usia 1 tahun datang ke rumah sakit jam 16.00 dengan keluhan diare
8x cair, anak nampak lemes di gendongan ibunya, anak nampak kehausan, bibir kering dan
anak rewel. Orang tua mengatakan anak juga demam sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit,
di rumah diberikan paracetamol tapi demam tidak turun-turun. Saat pemeriksaan kulit teraba
hangat, diperoleh hasil nadi 165x/menit, teraba lemah, RR: 30x/menit, suhu 38,5, SpO2: 97%.
Orang tua mengatakan saat usia 6 bulan anak pernah kejang. Imunisasi yang usia 9 bulan belum
diberikan karena anak sering demam. Riwayat tumbuh kembang anak optimal, anak terakhir
BAK saat di rumah sekitar jam 10.00, urin yang keluar sedikit. dari hasil pemeriksaan darah
diperoleh hematokrit 48%, Hb: 12,7 g/dl. Dari hasil pemeriksaan feses terdapat amoeba positif,
nilai leukosit 50, telur cacing negatif, darah negatif, lendir positif.

KASUS 2

Tn. S 57 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas yang semakin berat sejak 1
hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak dirasakan terus menerus, semakin meningkat saat
beraktivitas, dan berkurang saat duduk. Ada riwayat sesak dan batuk kurang lebih 2 tahun yang
lalu dan membaik setelah minum obat. Saat ini pasien batuk sejak 2 minggu yang lalu,
berdahak warna putih kehijauan, pasien mengatakan demam sejak 2 minggu yang lalu, demam
dirasakan naik turun, tidak menggigil dan berkeringat saat malam hari. Pasien juga mengeluh
nyeri ulu hati, tampak memegangi perutnya, nyeri bertambah saat bergerak dan perut kosong
rasanya seperti di tusuk-tusuk dan menjalar sampai ke punggung, skala 2-3 (menggunakan
numeric scale), hilang-timbul. Tidak ada mual dan tidk ada muntah. Pasien mengatakan
seorang supir, pasien merokok sejak umur 17 tahun dan berhenti merokok saat usia 52 tahun,
pasien merokok kurang lebih bungkus sehari. Pasien nampak menahan sakit, kesadaran
composmentis. Hasil pemeriksaan vital sign 150/80, HR: 92x/menit, RR: 26x/menit, suhu 37,8
celcius, SpO2 92%, terpasang oksigen nasal kanul 2 lpm, dan terapi nebulizer, saat auskultasi
terdengar suara ronchi di paru kanan dan kiri, ekspirasi memanjang, nampak retraksi dada,
hasil pemeriksaan darah angka leukosit 14.000/mm3. Hasil rontgen thorax terdapat infiltrat di
paru kiri.
KASUS 3

Seorang anak laki-laki usia 12 tahun dibawa kerumah sakit karena demam sudah 3 hari yang
lalu. Pasien mengatakan lemas, sakit kepala, mual muntah sesekali dan nyeri perut terutama
di ulu hati. Pasien mengatakan tidak nafsu makan dan minum, karena setiap makan mual.
Orang tua mengatakan saat di rumah sempat mimisan 1 kali. Dari hasil pemeriksaan perawat
di peroleh TD 92/60mmHg, HR: 132x/menit, RR: 26x/menit, SpO2: 99%, dan suhu 38,7, kulit
teraba panas, kulit nampak kemerahan, dan bibir nampak kering. Pasien mengatakan sudah
BAK tapi sedikit dan berwarna kuning pekat. Saat dilakukan, pemeriksaa darah diperoleh NS
1 positif, tubex TF negatif, trombosit 58.000 /ul, hematokrit 49%, Hb: 12,8 g/dl, leukosit
9.500/ul.