Anda di halaman 1dari 52

Alat-Alat Industri Kimia

SMK Putra Indonesia Malang

Grinding dan Sizing


Grinding adalah proses pengurangan ukuran partikel bahan olahan dari bentuk
besar/kasar di ubah menjadi ukuran yang lebih kecil. Untuk itu yg namanya grinding
adalah proses pemecahan atau penggilingan. Sizing adalah proses penyamarataan
ukuran dalam ayakan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki sehingga ukuran partikel
menjadi homogen.

Proses grinding dan sizing banyak digunakan dalam industri diantaranya proses
penghancuran batu-batuan, bijih, pembuatan tepung, pembuatan obat-obatan dll.

A. Pemeriksaan Bahan Olahan


Bentuk penanganan bahan olahan yaitu pengecilan ukuran bahan olahan yang dapat
dilakukan dengan proses basah dan kering

Macam Karakteristik Bahan Olahan :


1. Tingkat kekerasan bahan olahan (tekstur bahan), dalam hal ini yang digunakan istilah :
tekstur lembut, tekstur sedang dan tekstur keras.
2. Tingkat frioble bahan (tingkat kemudahan pecah) dari bahan olahan.
Kondisi bahan dilihat dari stuktur pembentuk (stuktur kristal) bahan.
1) Tingkat kandungan serat dan golongan serat dalam bahan, kondisi ini ditunjukan dengan
golongan serat dalam bahan misalnya seratnya mudah sobek, seratnya mudah patah/putus
atau seratnya kenyal.
2) Kadar cairan bahan

Proses pemecahan/penggilingan ada 4 cara yaitu

1. Potongan ( cutting ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda


tajam.

2. Pukulan ( impact ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tumpul.

3. Tekanan ( compression ), bahan olahan di grinding dgn di tekan arah tegak lurus
dr landasan.

4. Gesekan ( attrition ), bahan olahan di grinding dgn di gesek arah sejajar dr


landasan.

Alat grinding atau grinder dalam proses pemecahan/penggilingan bisa dilakukan


lebih dari satu cara.

B. Pemeriksaan Kondisi Peralatan Grinding dan Sizing

Berdasarkan bahan olahan, grinding di bagi menjadi 3 golongan yaitu :


1. Pemecah kasar.

Pemecah kasar pada umumnya bahan olahan untuk di pecah langsung dari alam
mengambil langsung dari alam.

Untuk pemecah kasar meliputi :

a. Pemecah rahang / Jaw crusher.

Animasi cara kerja pemecah rahang

Alat pemecah rahang ini terutama dipakai untuk memecah bahan olahan berupa
bijih-bijih atau batu-batu. Bahan olahan ini ini dipecah diantara dua rahang besi atau
baja.

Konstruksinya mempunyai sepasang rahang yang satu diam dan yang satunya
bergerak maju mundur ( bolak-balik ). Proses pemecahan bahan olahan dari
pemecah rahang ini berlangsung berkala dengan cara tekanan & potongan.

Pemecah rahang mempunyai 2 sistem :

1. “Sistem Blake” dgn ciri-ciri titik engsel di atas, bagian bawah bergerak mundur
maju.

Gbr. 1 Pemecah rahang sistem blake ( The blake jaw crusher )

2. “Sistem Dodge” dgn ciri-ciri titik engsel di bawah, bagian atas bergerak mundur maju.
Gbr. 2 Pemecah rahang sistem Dodge ( The dodge jaw crusher )

Kebaikan pemecah menurut sistem Dodge ialah pada titik engselnya terletak dibagian bawah.
Pada waktu pemecahan berlangsung lubang pembuang hanya sedikit terbuka (seolah-olah
tetap). Oleh karena itu hasil olahannya akan lebih rata. Keburukannya ialah lubang pembuang
itu mudah tersumbat.

Pemecah menurut sistem Blake paling banyak di pakai karena tidak mempunyai keburukan
seperti Dodge. Keburukan sistem Blake hasil olahan kurang rata.

Supaya mulut kedua rahang itu tidak mudah rusak, biasanya dilapis dengan plat baja yg
dikeraskan dan mudah diganti. Pada bidang penekan dari plat baja itu di bentuk rusuk-rusuk
bergerigi untuk mempercepat proses pemecahannya.

Untuk mendapatkan usaha penekanan yg besar & pergerakan yg teratur, dipasang roda
penerus. Biasanya di buata dari besi tuang pejal. Untuk mempercepat membukanya kembali
rahang bagian bawah digunakan sebuah pegas sekrup.

Yang mungkin terjadinya ialah bahwa selama alat pemecah tersebut bekerja ada suatu bahan
olahan yg keras dan hampir tidak dapa dipecahkan masuk diantara kedua rahang/mulut
rahang sehingga mengakibatkan kerusakan-kerusakan yg besar pada mesin ini. Maka untuk
memperkecil kerusakan-kerusakan itu, diusahakan supaya bagian yg rusak itu harganya
murah dan mudah di pasang. Dalam pemecah rahang itu terdapatlah apa yg dinamakan “Baut
Pecah”. Pada baut ini akan terjadi gaya geser yg besar bila ada benda yg besar masuk ke
dalam mulut rahang dan mengakibatkan patahnya baut pecah tersebut, sedangkan pada
bagian lain tidak akan terdapat kerusakan lagi.
Animasi cara kerja pemecah rahang sistem blake >> klik kiri 2 kali agar bisa gerak.

Animasi pemecah rahang lebih detail silahkan klik ini SISTEM BLAKE

Detail cara kerja pemecah rahang silahkan klik “PIM terdepan dalam pilihan”
Gbr pemecah rahang sebenarnya

- Sistem dogde dgn ciri-ciri engsel di bawah.

b. Pemecah kerucut / Cone crusher

Konstruksinya mempunyai sepasang kerucut yang satu diam dan yang satunya berputar.
Proses pemecahan bahan olahan dari pemecah rahang ini berlangsung continue dengan cara
gesekan & potongan.

Akan tetapi pada pemecah kerucut ini cara memecahnya tidak berkala seperti pemecah
rahang, melainkan terus-menerus. Pada animasi di bawah ini memperlihatkan proses
pemecahannya.

Animasi cara kerja pemecah rahang / Cone crusher >> klik kiri 2 kali agar bisa gerak.

Pada waktu pemecah kerucut ini bekerja, ujung sumbu ata kerucut berfungsi sebagai engsel,
sedangkan ujung bagian bawah berkeliling hingga gerakan kerucut berayun mengelilingi
bagian bawah dalam selubung yang tetap. Akibat ayunan kerucut ini jark antara kerucut
dengan selubung berubah-ubah. Pada waktu ruang itu sedang mengecil terjadi pemecahab
dan pada waktu ruang membesar bahan olhan yang sudah di giling akan turun. Pekerjaan ini
berlangsung sepanjang keliling kerucut dan terus-menerus.

Konstruksi sebuah pemecah kerucut yang diputarkan dengan perantaraan sebuah rod sabuk
dengan roda gigi konis (roda gigi tirus). Dalam pesawat ini sumbu utam bagian bawah
dimasukkan kedalam uatu tabung eksenterik. Bila tabung tersebut di putar makanya
sumbunya akan berayun.

Kadang-kadang bidang penekan kerucut dan tabung kerucut membentuk rusuk-rusuk dan bias
diganti bilamana sudah tipis atau aus.

Detail cara kerja pemecah kerucut silahkan klik ” PIM terdepan dalam pilihan“

2. Pemecah menengah

Pemecah menengah pada umumnya bahan olahan untuk di pecah berasal dr hasil olahan
pemecah kasar.

Untuk pemecah menengah meliputi :

a. Pemecah putar

Cara pengerjaan pemecahan pd pemecah putar berdasarkan tekanan dan gesekan. Bahan
olahan dilewatkan diantara dua buah roda yg berputar dgn arah yg berlawanan. Biasanya
pemasangan salah satu dari kedua roda itu tetap, sedangkan yg satun yalagi dpt bergerak
maju mundur karena ditahan oleh pegas sekerup baja.

Bila kecepatan putar kedua roda itu sama, maka bahan olahan hanya dilinyak atau
dipecahkan. Sedangkan bila kecepatan putar kedua roda itu tdk sama, bahan olahan selain
dipecahkan juga dipuntir. Penggunaan pegas ulir ialah untuk menjaga supaya roda putar dpt
kembali, bilamana sewaktu-waktu mundur atau merenggang dari roda putar yg lain. Hal ini
dpt terjadi bilamana ada bahan olahan yg keras dan tdk dpt dipecahkan masuk diantara kedua
roda putar. Sehingga tdk terjadi kerusakan pd bagian-bagian mesin pemecah tsb.

Roda putar biasanya dibuat dari besi tuang yg dikeraskan atau keliling dari roda itu dilapisa
dgn ban baja yg dikeraskan.Bila ini sudah tipis atau rusak ban dpt ditukar atau diganti.

Gambar di bawah ini, menunjukkan sebuah pemecah putar yg hanya terdiri dari dua roda
putar. Biasanya pemecahan dari mesin semacam ini tdk dpt mencapai hasil yg diinginkan bila
penggilingan hanya satu kali,sehingga pemecahan dikerjakan berkali-kali.

Gbr pemecah putar


Gbr. Pemecah putar bertingkat dua

Gbr. Pemecah putar

Animasi cara kerja pemecah putar >> klik kiri


2 kali agar bisa gerak.

Untuk memudahkan dan mempercepat pekerjaan pemecahan, mesin pemecah ini kemudian
dibuat mesin pemecah putar yg bertingkat. Yaitu terdiri dari beberapa roda putar dan jarak
antara roda-roda putar itu tdk sama (makin kecil ),hingga hasil akhir dari pemecah semacam
ini dpt mencapai besar butir yg diinginkan. Pemecahan putar semacam ini sering kali dipakai
untuk memecah hasil dari pemecah kasar.
Gbr salah satu pemecah putar sebenarnya ( Roll crusher )

b. Pemecah keping

Pemecah keping dilengkapi dgn plat-plat keping bulat atau disebut juga cakram yg dpt
berputar dgn perantaraan sumbu (as). Letak sumbu biasanya horizontal atau vertical. Mesin
pemecah semacam ini ada yg bekerja bertingkat satu dan ada yg bekerja bertingkat lebih dari
satu. Mesin bertingkat satu dilengkapi dgn dua buah cakram. Cakram yg satu diputarkan dgn
sumbu dan yg satu lagi tinggal diam(tdk berputar). Letak kedua cakram ini berhadapan satu
sama lain(berpasangan).

Mesin yg bertingkat lebih dari satu mempunyai beberapa pasang cakram (keping). Cara
bekerjanya adalah sbg berikut: Bahan olahan masuk dari pasangan keping kesatu kemudian
diteruskan ke pasangan keping kedua dan seterusnya sehingga hasil akhir mencapai ukuran
butir-butir yg diinginkan.

Kedua keping itu dpt mengatur jarak sendiri. Jadi bila ada bahan olahan yg keras dan tak dpt
dipecahkan masuk diantara kedua keping itu atau salah satu pasangan dari keping, maka
keping satu akan mundur sehingga jarak antara pasangan keping itu akan melebar. Bilamana
bahan olahan yg keras tadi lewat, maka jarak keping-keping itu akan kembali spt semula. Hal
ini dilakukan untuk menghindari kerusakan-

keping diameter 6 – 14 inch

Gbr Pemecah keping 1


Gbr. Pemecah Keping 2

d. Pemecah palu

Cara kerja pemecah palu ini berdasarkan pukulan. Tangkai palu-palu ini ditempatkan
berengsel pada leher poros. Bila poros itu berputar maka palu-palu akan membanting dan
letaknya hampir tegak lurus terhadap sumbu (akibat gaya sentrifugal dari poros). Palu-palu
akan memukul bahan giling yang ditahan oleh pelat-pelat pemecah. Bahan giling akan
dipukul berkali-kali sampai menjadi kecil.dibagian bawah pemecah ditempatkan kisi-kisi
yang merupakan ayakan dan bahan giling yang sudah kecil akan jatuh melalui kisi-kisi
tersebut. Kemungkinan bahwa kisi-kisi tersumbat. Untuk mencegahnya pada waktu mesin
sedang tidak menggiling (berhenti) pelat pemecaha dapat dibuka kemudian kisi dapat
dibersihkan.

Kebaikan alat pemecah ini ialah ukuran butir hasil gilingannya rata. Pesawat semacam ini
banyak dipakai untuk memecah arang batu, rumah tiram, pupuk buatan dan sebagainya.

Gbr pemecah palu


Animasi cara kerja pemecah palu >> klik kiri 2 kali agar bisa gerak.

c. Desintegrator / Dismembrator

Alat ini disebut disintegrator karena alat dapat mendesintegrasi/ merobek bahan-bahan
berserat yang tidak terlalu keras.

Desintegrator mempunyai dua keping tersebut dipasang pisau atau pasak tumpul dalam
lingkaran yang sepusat dan bergerak berlawananan sehingga masing-masing pisau bergerak
dan bergesekan.

Prinsip: pukulan dan robekan/ gesekkan(dengan gaya sentrifugal)

Cara kerja: bahan masuk diantara dua rangkaian keping pisau/ pasak tumpul dalam lingkaran
yang sepusat dan bergerak berlawanan sehingga masing-masing pisau bergerak dan
bergesekkan merobek bahan.

Kelebihan: kerjanya kontinyu, cepat, jaraknya bisa diatur

Kekurangan: hasilnya tidak rata, jika ada bahan keras masuk alat harus diberhentikan

Ada juga desintegrator yang salah satu kepingnya diam tidak bergerak, sedang yang satu lagi
tetap berputar. Desintegrator jenis ini disebut dismembrator.

Desintegrator dan dismembrator banyak digunakan untuk memperkecil bahan yang agak
lunak dan mudah hancur seperti kopra, lapuk tumbuhan, batu bara, batu kapur dan bahan-
bahan yang berserat.

Ketentuan pada mesin desintegrator:

Garis tengah Jumlah lingkaran Kec. Putar tiap menit Kapasitas(kg/jam)


lingkaran berpasak yang berpasak
yang terluar
45 4 2000 1500
75 4 1250 3000
105 6 750 6000
120 6 550 8000

Gbr Dismembrator

Gbr Desintegrator

3. Penggiling

a. Penggiling Fuller

Dalam penggiling pusingan ini sebuah peluru atau lebih yang bergerak bebas dalam rumah-
rumah atau lintasan giling akan bergerak berkeliling dalam sebuah lintasan akibat pergerakan
dari tangan-tangan yang diputarkan oleh suatu sumbu. Bila tangan-tangan ini berputar
semakin cepat, maka semakin besar pula gaya sentrifugal yang terjadi pada peluru terhadap
lintasan gilingnya. Biasanya hasil giling dari penggiling semacam ini sangat halus, sehingga
pengeluaran hasil gilingnya ditiup oleh udara dari lintasan giling dan ditangkap oleh sebuah
penampung. Penggiling ini sering dipakai untuk membuat arang bubuk dan semen.

b. Penggiling Raymond

Pada penggiling Raymond terdapat tiga sampai enam buah sumbu yang digantungkan
berengsel pada tangan-tangan. Pada ujung-ujung sumbu itu dipasang roda-roda penggiling.
Bila poros utama berputar, maka tangan akam membawa tanga-tangan yang menggantung itu
akan berputar berkeliling. Roda-roda penggiling akan menekan pada cincin penggiling atau
lintasan giling hingga bahan giling akan digilas sampai halus.

Pemasukan bahan giling diatur dengan menggunakan sebuah roda sudu yang berputar dengan
kecepatan yang tetap.

Dibagian bawah roda penggiling dipasang sudu-sudu atau kipas-kipas angin yang turut
berputar bila sumbu utama berputar. Sudu-sudu ini akan menghembus keatas hingga bahan
giling yang sudah halus akan tertiup dan ditangkap, kemudian dipisahkan oleh sebuah
pemisah zat yang disebut pesawat topan.

Sebagai pengganti sudu-sudu atau kipas angin, kadang-kadang dipakai juga sebuah baling-
baling. Penggunaan baling-baling ini selain untuk meniup bahan giling yang sudah halus,
juga untuk menjaga bilamana ada bahan giling yang jatuh ke bawah ruang giling. Oleh sebab
itu bahan giling itu akan kembali diantara roda penggiling dan lintasan giling.

Penggiling Raymond sering dipakai untuk menggiling fosfat, batu kapur, arang bubuk, dan
sebagainya pada mesin dengan ukuran sedang, kapasitas giling sampai kira-kira 5000 kg
arang batu tiap jam dengan ukuran butir yang dihasilkan kira-kira 0,07 mm.

Video Penggiling Raymond


Gbr. Penggiling Raymond

c. Penggiling Peluru

Penggiling peluru terdiri dari sebuah tromol yang pada bagian dalamnya diisi peluru-peluru
yang dibuat dari baja atau batu. Peluru-peluru itu berada diatas tembereng-tembereng yang
disusun pada keliling dagian dalam teromol. Tembereng-tembereng ini mempunyai lubang-
lubang sedangkan diluar dari keliling tembereng ini dipasang pula sebuah teromol yang
merupakan ayakan.

Cara kerja dari penggiling peluru ini adalah sebagai berikut. Bila teromol penggiling
berputar, tembereng-tembereng dan ayakannya akan ikut berputar bersama-sama menurut
sumbu mendatar. Bahan giling dimasukkan dari bagian atas sehingga bercampur dengan
peluru-peluru. Bahan giling yang sudah halus akan keluar dari lubang yang pengeluaran
setelah melewati tembereng-tembereng dan ayakan yang berbentuk teromol.

Bentuk hasil giling dari penggiling peluru ini tidak pernah bersudut tapi berbentuk bola, yang
kadang-kadang sangat penting bagi suatu industri. Penggilingan peluru ini dapat berjalan
terus-menerus.

Pada mesin sedang bekerja, peluru-peluru ini tidak boleh jatuh diatas ayakan, karena dapat
mengakibatkan ayakan menjadi cepat rusak.

Kadang-kadang pengeluaran hasil giling yang sudah halus pada mesin ini bersama-sama
dengan air yang diisikan kedalam teromol penggiling. Pengerjaan secara demikian ini disebut
penggilingan basah.

Sebuah peluru penggiling yang teromolnya sangat panjang (kalau dibandingkan dengan garis
tengahnya) disebut pipa penggiling.

Karena bahan giling yang dimasukkan atau dikerjakan dalam sebuah pipa penggiling harus
menjalani seluruh panjang dari teromol itu, maka hasil giling akan sangat halus karena lebih
lam menjalani proses penggilingan bila dibandingkan dengan hasil dari penggiling peluru
biasa (yang teromolnya lebih pendek). Sebuah pipa penggiling dapat dipakai untuk
penggilingan kering ataupun penggilingan basah.

Penggiling peluru biasanya dipakai untuk menggiling tanah liat, tepung Thomas, tulang,
arang kayu, bahan cat, pelapis kaca, email, kwarsa, dan sebagainya. Ukuran butir bahan
giling diantara 20-50 mm, dan ukuran butir hasil giling kira-kira 0,25 mm.
Ketentuan-ketentuan penggilingan basah untuk menggiling peluru dan pipa penggiling
tercantum dalam daftar dibawah ini.

Ketentuan penggilingan basah untuk penggiling peluru.

Daftar 3.1

Garis tengah teromol Panjang teromol (cm) Kecepatan Kapasitas menggiling


(cm) (putar/menit) (ton/jam)
250500 200250 2525 3060

Ketentuan Pipa Penggiling untuk Glingan Basah.

Daftar 3.2

Garis tengah Panjang teromol Kecepatan Kapasitas Jumlah berat


teromol (cm) (cm) (putaran/menit) (ton/jam) peluru-peluru
(kg)
100125

150400500

8003535

35816

431100017000

32000

Animasi Penggiling Peluru


Gbr. Salah satu penggiling peluru sebenarnya

d. Penggiling Buhrstone

Penggiling buhrstone terdiri dari dua buah penggiling yang tersusun bertingkat. Pada waktu
mesin bekerja, salah satu dari batu tersebut berputar atau yang disebut dengan batu jalan,
sedangkan batu yang tidak berputar disebut batu baring.

Batu giling yang berputar bisa batu bagian atas, dengan batu giling bawah yang diam atau
bisa juga sebaliknya. letak dari dua batu giling tersebut tidak saling menekan, melainkan
mempunyai jarak yang mudah diatur sesuai dengan kebutuhan.

Batu giling bagian atas bisa dinaik-turunkan dengan cara mengatur bautnya, sedangkan batu
giling bagian bawah dapat diturun-naikkan dengan cara pengaturan roda tangan.

Batu giling bagian atas dan bagian bawah mempunyai alur-alur yang berlawanan, sehingga
bila batu giling berhadapan akan membentuk sudut lancip yang berupa tepi alur tajam yang
membantu memotong bahan giling dan menggeser bahan kearah keliling bidang giling.

Cara kerja :

Bahan giling masuk dari bagian atas dan masuk ke bagian ruang tengah penggiling. batu
giling bawah berputar menggiling bahan dan hasil gilingan keluar dari bagian bawah dengan
ukuran bulir 0,07 mm.

Penggiling buhrstone dapat bekerja terus menerus dan banyak dipakai untuk menggiling
rempah-rempah, pigmen, dll.
Animasi cara kerja penggiling burhstone >>
klik kiri 2 kali agar bisa gerak.

e. Penggiling Ultra

Bahan olahan, masuk dari atas ke dalam ruang penggilingan, ini dicapai dengan
menggunakan udara terkompresi, ditiup dalam melalui titik injeksi berpusat. Proses
penggilingan dicapai dengan dampak dan penggilingan partikel satu sama lain.
Pengelompokan terpadu memilih partikel dari ukuran yang dibutuhkan dan mengembalikan
ukuran partikel yang tidak diinginkan kembali ke proses penggilingan sampai ukuran yang
dibutuhkan tercapai.

Penggiling Ultra

Gbr Penggiling Ultra


Gbr. Micronizer

C. Pengoperasian Peralatan Grinding dan Sizing


Sesudah di tentukan persiapan bahan yang akan di olah sesuai dengan karakteristik alat dan
produk yang diharapkan maka masuk pada proses operasional peralatan grinding dan sizing.

Berikut ini contoh Standard Operasional prosedur untuk penggunaan Alat Hammer Mill :
1. Hammer mill harus ditangani minimal dua orang dan harus menggunakan pelindung mata
dan telinga sebaiknya juga menggunakan masker pelindung dari debu. Operator harus
melapor kpd pimpinan jika akan menggunakan hammer mill.
2. Sebelum digunakan, periksa oli dan pendingin pada motor diesel, periksa secara visual
semua bagian tetap terikat kuat pada kerangka dan sabuk juga kencang/tegang.
3. Bawa peralatan jauh dari saluran udara masuk. Mengatur kastor dengan chocks roda. Ingat
bahwa mill akan bergerak sedikit pada kastor ketika dijalankan.
4. Ikat kantong penampung ke tabung output dan tutuplah bagian input atas dengan tas lain
untuk meminimalkan kerugian dari bahan yang halus. Gunakan tas pakan jala anyaman
sebagai tas penampung.

5. Hubungkan Listrik dan jalankan motor. Throttle harus tetap dalam posisi ½ terbuka.
6. Lepaskan baterai ketika peralatan bergerak dan pastikan kabel baterai tidak rusak.
7. Dengan hati-hati masukkan umpan ukuran tangan penuh bahan ke dalam hopper. Semua
bahan harus kering, bahan yang lembab akan menyumbat penyaring.
8. Jauhkan jari dan lengan jauh dari hopper.
9. Memasukkan umpan hanya pada kecepatan yg alat dapat memproses material.
10. Jika mesin tampaknya tidak dapat beroperasi seperti biasanya, matikan mesin dan
laporkan masalah itu kepada pemimpin proyek.
11. Seorang pekerja harus memonitor isi dari tas penampung bahwa material tertampung ke
dalamnya. Ketika mengetahui bahwa tas akan penuh dengan material, Dia harus memberitahu
operator yang memasukkan umpan untuk berhenti. Operator di saluran output segera
mengganti tas yang penuh dan mengganti dg mengikat tas baru, lalu menginformasikan
operator lain bahwa dia dapat melanjutkan memberi umpan. Saat mengganti tas, cobalah
untuk menjaga hilangnya bahan halus seminimum mungkin.
12. Setelah menyelesaikan sesi pekerjaan, matikan motor, membersihkan tempat kerja,
mendinginkan motor dan membawa roll mill kembali ke lokasi penyimpanan.
13. Masukkan lama penggunaan pada kertas log peralatan.
14. Olesi semua alat kelengkapan dengan pelumas, periksa tingkat elektrolit baterai, mengisi
ulang baterai dengan pengisi daya menetes, dan menerapkan dressing sabuk sesuai
kebutuhan.
D. Pengendalian Pengoperasian Peralatan Grinding dan Sizing
Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menggunakan Rolling Mill adalah sebagai
berikut.
1. Deskripsi Proses Umum, Peralatan ini harus digunakan dengan adanya 2 orang keduanya
harus sudah dilatih dengan baik pada bagian tertentu dari peralatan. Peralatan ini mengurangi
ketebalan spesimen logam dengan melewatkan spesimen di antara dua gulungan; tekanan
diterapkan pada spesimen, sehingga mengurangi ketebalannya. Semua pekerjaan yang
diuraikan dalam SOP ini harus dijalankan.
2. Bahaya Rolling Mill / Kelas Bahaya Risiko utama dari peralatan ini adalah daerah penjepit
diantara gulungan.
3. Alat Pelindung Diri (APD), Peralatan ini HARUS digunakan oleh 2 orang yang telah
terlatih untuk menggunakan Rolling Mill. Sebelum menggunakan rolling mill, pastikan
bahwa Anda setidaknya telah memenuhi persyaratan pelindung sebagai berikut: (a) Perisai
wajah, (b) Closed-toe sepatu dengan kaus kaki, (c) Celana panjang (tidak ada celana
pendek!), (d) Jas lab., (e) Tidak ada bagian yg lepas dari pakaian, kemeja lengan panjang
harus digulung, (f) Rambut panjang harus diikat ke belakang, (g) Dorong Bar, dan
TongSebelum melanjutkan, Anda harus telah membaca dan akrab dengan cara pengoperasian
yang aman dari Rolling Mill.
4. Rekayasa / Ventilasi Kontrol, Tidak berlaku untuk peralatan ini.

5. Prosedur Penanganan Khusus dan Persyaratan Penyimpanan, Pastikan saat memasukkan


spesimen ke dalam rol, Anda menggunakan bar push (yang harus 50% lebih tebal dari
spesimen yang digulung) dan Tidak dengan Tangan Anda. Ketika mengambil spesimen dari
rol gunakan penjepit dan Tidak dengan Tangan Anda.

KESELAMATAN KERJA

(1) Proses grinding menghasilkan debu yang beterbangan, praktikan harus menggunakan alat
pelindung diri berupa masker debu dan kacamata.

(2) Mesin grinding pada saat dioperasikan mengalami pergerakan mekanik, saat dioperasikan
tidak boleh dipegang/disentuh kecuali

setelah peralatan tersebut benar-benar berhenti.

RANGKUMAN
Proses grinding dan sizing dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik bahan yang
akan diproses. Dengan demikian dapat dipilih alat yang sesuai. Untuk mengoperasikan mesin
grinding dan sizing harus ditentukan dahulu tujuan pengecilan bahan karakteristik bahan
input dan output sehingga dapat tepat sasaran.

TUGAS
1. Identifikasi peralatan grinding dan sizing di industry di sekitar rumah anda.
2. Sebutkan karakter bahan input dan output pada proses grinding di industri cat.
3. Deskripsikan prosedur operasional Hammer Mill dengan bahasamu sendiri.
4. Deskripsikan dengan kata-katamu sendiri cara menggunakan Rolling Mill.

Soal-soal grinding & sizing


1. jelaskan apa yang dimaksud dengan grinding!
2. jelaskan perbedaan pemecah rahang sistem blake dan sistem dodge? serta sebutkan
kelebihan dan kekurangannya!
3. mengapa pada pemecah rahang, rahang geraknya bisa bergerak maju mundur?
4. jelaskan fungsi dari baut pecah pada pemecah rahang!
5. mengapa pada pemecah rahang digolongkan pemecah kasar?
6. jelaskan cara kerja pemecah putar!
7. pada pemecah putar proses pemecahannya dengan cara apa?jelaskan!
8. jelaskan fungsi roda gigi konis / tirus!
9. sebutkan kelemahan dan kelebihan dari pemecah putar!
10. mengapa pada pemecah putar kecepatan putar ke dua roda sama dan berputar secara
berlawanan?
11. jelaskan cara kerja pemecah keping!
12. pada pemecah keping, proses pemecahannya dengan cara apa? Jelaskan!
13. sebutkan kelebihan pada pemecah keping!
14. berdasarkan proses pemecahannya ada 4 cara pada grinding.sebutkan masing-masing!
15. berdasarkan bahan pecah atau bahan olahan grinding dibagi menjadi tiga golongan.
Sebutkan masing-masing!
16. apa fungsi dari roda gigi?
17. sebutkan jenis pemecah kasar!
18. sebutkan jenis pemecah menengah!
19. sebutkan jenis-jenis penggiling!
20. bagaimana sistem kerja pada pemecah rahang?
21. bagaimana rangkaian bentuk dari desintegrator?
22. apa saja jenis dari penggiling?
23. jelaskan cara kerja penggiling fuller!
24. apa fungsi dari roda gigi konis?
25. apa kelebihan dan kekurangan dari penggiling fuller?
26. bagaimana bentuk dari penggiling burstone?
27. sebutkan cara-cara membersihkan alat!
28. Jelaskan cara kerja pemecah kerucut?

REFERENSI
Austin, GT, 1984, Shreve’s Chemical Process Industries 4th edition, McGrawHill Book Co.
Cobe Mc and Smith, 1956. Unit Operation of Chemical Engineering, Inc. Toronto, London,
New York.
Darsam 1970, Pembuatan tahu rakyat di daerah Banyumas, Skripsi Tk.vSarjana Fak.
Pertanian Unsoed, Purwokereto.
Praktek Alat dan Mesin Pengolahan Hasil Pertanian, Dikmenjur- Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan 1979.
Erwan S.,Wisnuwati, 2010, Bahan Ajar Mengoperasikan Peralatan Absorbsi dan Adsorbsi,
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependiodikan Pertanian,
Dirjen PMPTK.
Wisnuwati, Sahirman, Santa, Dian Nurdiani, Anan Herliani, 2011, Bahan ajar Bidang Kimia
Industri, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan tenaga Kependidikan
Pertanian, Dirjen PMPTK
Sumber referensi : profmachinery.com, crusher.co.za
About these ads

Like this:

November 28, 2010 iwanmaliq


Categories: Uncategorized

71 responses to “Grinding dan Sizing”

ricka
December 10th, 2010 at 12:24

diperbanyak lagi ea pak koleksi gambar alat-alatnya…

Reply

ZeRoTrIdAsA XG/39(chemistry 107)


February 24th, 2011 at 11:59

bantuin a rick cek pakiwan gk berat”

Reply

ricka/10b/23
February 28th, 2011 at 12:51

oke oke…
di usahakann…

siti rochmah
December 10th, 2010 at 12:26
saya lebih suka belajar seperti ini…
karena saya jdy lebih mngerti plajaran aik…
thanks pak iwan…

Reply

Fittrotus Ardya (XC)


December 11th, 2010 at 05:25

Blog.nya keren pa’, dan lebih mudah di mengerti daripada di jelaskan seperti
biasannya yang tanpa pakai gambar animasi…

two thumbs up ae wes……

Reply

Syarifah Z.H (XC)


December 11th, 2010 at 05:33

setuju sama yang di atas,soalnya lebih jelas dan terinci apa yang di maksud,,

lanjutkan,,, aku slalu mendukungmu pak

cayoooooooooo………..

four thumbs up

Reply

Hanik atul Masruro { XC}


December 11th, 2010 at 05:38

saya lebih mengerti kalau caranya seperti ini pak,,,,

dan semoga semua yang saya pelajari dari blog ini dapat membantu saya dalam
mengerjakan soal UAS nanti nya,,

thank you very much…………………


Reply

Ayu Rozenda Xc
December 22nd, 2010 at 08:10

seperti ini pak yg saya tunggu. jadi bisa mengerti maksutnya tntng AIK, klo cuma d
bahas, tapi gg tau gambarnya ya percuma pak bljr, soalx gag mengerti maksut yg
dbicarakan pak. iwan

Reply

adit
January 11th, 2011 at 11:25

wahhhhhh………………sekarang saya sudah paham pakkkk tentang grinding

Reply

merrie margaretha
January 17th, 2011 at 03:19

paK tHankzz yy q0e daGht ngertii peLajaran AIK,q0e akAn belAjar lbh giat Lge,,,

Reply

euniqqe X-G
January 18th, 2011 at 03:07

waduucch’ pakk…………..
. blog’na bguuzz……………
. mkaciii yaa pak’…………
. inii sngatt mmbntu’ ……………………..

Reply

Novi 10 E
January 18th, 2011 at 10:56

1. apa yang dimaksud dengan Desintegrator dan Dismembrator ? dan bagaimana cara
kerja kedua alat tersebut ?
buat jawabannya trims ya pak……

Reply

tiara 10a/29
January 18th, 2011 at 11:29

trim pak dngan adanya ini…saya bisa lebih mudah memahami mata diktat “aik”..
tapi apa setiap maow belajar aik harus bka blog pak????
kan kasian yang ghag punya laptop,komputer,or modem…masak harus ke warnet,
itu kalo adha uang,,kalow ghag adha uang gmna pak,,,
dngan cra apa lagi qta blajarnya,,,
apa lagi kalau spt saya,,,rumah saya jauh warnet pak…

mhon maaf pak ni hax skedar keluhan darii saya…


mohon solusi pak…

Reply

tiara 10a/29
January 18th, 2011 at 11:31

terima kasih sebelumnya…

Reply

arlinda novia Xg
January 18th, 2011 at 11:58

saya sudah paham n sudah mengetahui gambar2nya ..


Reply

iqbal/10a/21
January 18th, 2011 at 15:25

saya stuju akan keluhan tiara tadi pak..


mohon di pertimbangkan dan di diskusikan kembali..

Reply

11/xa
January 19th, 2011 at 09:26

saya jga zetujhu ataz komen nya tiara pagk

Reply

moch salim (yabuniah) xg


January 19th, 2011 at 15:57

pak yang sistem blake kok gak ada animasi nya pak……..?

Reply

junita f 10e
January 20th, 2011 at 00:31

pak saya sudah mengerti tentang grinding thanks pak

Reply


alfi 10e
January 21st, 2011 at 11:54

bagus pak blog nya ya walaupun blm lngkp


tp nnt sm bpk d lngkp kan pak???????????

Reply

sintia dewi Xe
January 24th, 2011 at 02:59

pak blognya bagus.., tapi di lengkapin lagi ya pak…?


saya juga sudah mempelajari tentang grinding pak, dan sudah lumayan mengerti..

Reply

devi/xe
January 25th, 2011 at 03:32

.blognya sudah lebih bagus dari sebelumnya !


.
.makasih. . . .

Reply

elly/xe
January 25th, 2011 at 03:35

saya sudah mengertii grinding paakkk……

lbeih bagus blognya di lengkapi lagii paakkk…..

Reply


Raras Novitasari/25/10a
January 25th, 2011 at 09:33

mksh pak sya ckarang sdh paham….

Reply

ucik putri/10a/32
January 25th, 2011 at 09:34

.makasih pak….

Reply

trisnandani/10a/31
January 25th, 2011 at 09:36

tengs pak

Reply

anisa faza/10a/05
January 25th, 2011 at 09:38

sipppppppppppppppppppppppppp pak…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Reply

anisa faza/10a/05
January 25th, 2011 at 09:41

pak tmbah ya informasinya….:)

Reply

steffany yulia s/10a/28


January 26th, 2011 at 07:59

saya sudah paham dengan adanya ini ..


tapi kpan-kpan trangkan lgi pak ya ??

Reply

ivanny, yunny dan eliza (10-G)


January 26th, 2011 at 12:26

siip pak………
kalo biza Lbih lngkap Lagi spya kita lebih paham………….
makaciiii……………

Reply

dentonia (xb)
January 30th, 2011 at 12:13

terima ksih pak…………


atas ini smua skarang saya bsa mmpelajari bab ini dngan lbih mndetail……..

Reply

palupi, indah, chyntia X G


February 1st, 2011 at 04:04

Pak,,uezt apik2 tok,,,,,,,,,,,,

Reply


Eka Diana Sari/X-C
February 2nd, 2011 at 10:31

ppakkk .. bagusz uddahan

Reply

claresta X_bhe
February 4th, 2011 at 03:28

trima kasih pak.iwan..


dengan ini saya lebih bsa blajar secara mendetail,,
dan klo bsa d tambh lg iya pak alat” nya…
dan juga animasi nya,,,
mksih….:D

Reply

alfi 10 e
February 5th, 2011 at 09:51

blog nya makin lengkap ja pak


tp yg jls tambah T.O.P.
deh……….

Reply

alfi ,10 e
February 15th, 2011 at 02:51

pak saya gak ngerti dr tabel yg ada d materi dismembrator


maksutx gmn ya pak????????????

Reply

o
iwanmaliq
February 15th, 2011 at 12:49

Alfi, materi kita memang belum sampai pada tabel dismembrator….ntar saya
jelaskan di kelas aja ya……..
Salam

Reply

Anggi 10f
February 15th, 2011 at 03:47

enak-n belajar d-blog_e pak Iwan aja,


tapi d_tmbah lagi yow pak

Reply

fani
February 22nd, 2011 at 05:05

1)jelaskan proses/cara kerja pemecah kerucut!!!


2)apa yang dimaksud fungsi roda gigi yang dapat mengubah putaran lurus menjadi
tegak pada pemecah kerucut???

Reply

Novita XG
February 22nd, 2011 at 12:32

sangat mudah di pahami


makasiih pakK

good job !

Reply


nawierah b.f xc
February 22nd, 2011 at 15:34

la ini ktemu mulai dulu saya nyarik ini pak akhirnya ktemu juga
saya suka pak ini dapat membantu anag2 bljar bagus pak….:D i like it

Reply

pu-3 fenny/XC /31


February 25th, 2011 at 15:49

pak kurang pengertiannya dan kurang bayak penjelasannya (untuk semua bab aik)

Reply

Yhenni/XD/38
February 26th, 2011 at 09:37

.pak yang pemecah keping gambarnya di tambah ..


.masih gag ngerti soalnya ..

Reply

Deka X-D/20
February 27th, 2011 at 11:26

pak.iwan saya tunggu animasi aik yang baru ,

Reply

Deka X-D/20
February 27th, 2011 at 11:28

pak .iwan saya tunggu animasi aik bab grinding yang baru.
Reply

ahmad fauzan xd
March 2nd, 2011 at 12:36

pak menurut saya bloknya pak iwan sudah lengkap akan lebih baik lagi apa bila cara
kerja dari grinding ini dibuat berurutan dari pemasangan motor penggerak sampai
cara kerja, kelemahannya dan kelebihannya.
dengan cara tersebut insyaallah teman-teman bisa lebih mudah memahami cara kerja
grinding.

Reply

miner
March 5th, 2011 at 10:43

Thx very much ser…

Reply

adit
March 7th, 2011 at 14:00

wahhh……pak battle class -nya masih berlaku gx pakkk/??????soale aq jg kepengen


ikutan…………..!!!!!!!!!!!!!!

Reply

masyhur muse
March 10th, 2011 at 07:08

ada yg tau kelemahan dan kelebihan alat buhrstone ga? apa kelebihan dan
kekurangannya?

Reply

rindhy Xd/33
March 21st, 2011 at 06:20

pak iwan saya tunggu animasi yang lain .

Reply

rya Xd/33
March 21st, 2011 at 06:22

pak iwan saya tnggu animasi ” aik yang lain

Reply

alfi khoirotur r/10 E


April 26th, 2011 at 10:48

pak saya masih gak mudeng masalah pengiling ratmond:gak mudenya itu tentang gmn
sih dan apa fungsi dari sekrup2 yg trdpt d setiap btng /tgn dr penggiling raymond.dan
pernting kah itu.dan cr krj nya itu jg masih gak bgt jls?????????

Reply

Ericha/ A 12
April 27th, 2011 at 15:46

trims pak..
setelah mendengar penjelasan dari bapak dikelas lumayan mengerti n setelah baca
blog jadi tambah agak mengerti. hhe

Reply


alfi/10 e
May 4th, 2011 at 04:24

semua nya cukup bisa dimengerti ketika itu terlihat secara nya ta,
bukan hanya dengan beragaan saja
makasi pak

Reply

zhafira
November 15th, 2011 at 14:51

benar” sangat membantu nie blog… semoga bisa punya ide yg lebih good
lagi…kereen

Reply

Debora Septania Purba


May 20th, 2012 at 16:01

kren bnget blognya…

Reply

arifwahyuwidodo
July 23rd, 2012 at 09:37

pak sya arif wahyu widodo


kls10e/05
tlh bca blog http iwanaik.wordpress.com
bcanya mdh gmpng di mengrti
thanks pak iwan

Reply


miftakhul jannah
July 28th, 2012 at 08:29

keren.keren.keren

Reply

jimmy ardianto
July 29th, 2012 at 12:31

pak saya jimmy ardianto


kelas 10e/18
saya telah melihat blog http://iwanaik.wordpress.com
blognya sgt keren dan mdah d pahami
trimakasih pak..

Reply

Rizky febrianti
July 29th, 2012 at 12:47

saya Rizky Febrianti kls XE/29


saya sudah melihat blog pak

Reply

Aulia Wildan Syafitri


July 29th, 2012 at 12:50

saya Aulia Wildan Syafitri kls XE/7


saya sudah melihat blog pak

Reply

o
Aulia Wildan Syafitri
July 29th, 2012 at 12:53

saya Aulia Wildan Syafitri kls XE/6


saya sudah melihat blog

Reply

panca adi pamungkas


July 29th, 2012 at 12:55

saya Panca Adi Pamungkas kelas X-E no absen 26


sampun ndeleng blog panjenengan pak
JOSSS#39

Reply

Bianca Putri Sausan


July 29th, 2012 at 12:55

saya Bianca Putri Sausan kls XE/7


saya sudah melihat blog pak

Reply

elva tri andayani


July 29th, 2012 at 14:38

saya elva tri andayani kelas X-E absen 12


saya sudah lihat blognya pak iwan

Reply

maulana
August 6th, 2012 at 08:44
pak saya maulana tantung nugraha klas xe sudah melihat blogh bpak
maaf pak baru absen tpie saya sudah melihat blogh bpk sejak bpak pertama menyuruh

Reply

maulana
August 6th, 2012 at 08:46

saya maulana tanjung nugraha


maaf pak saya baru absen tapi saya sudah melihat blogh bapak sejak bapak
pertama menyuruh untuk melihat blogh bapak

Reply

Septianto Fumiko
August 6th, 2012 at 11:48

Pak saya sudah melihat blog anda saya miko dari kls 10 e absen 32 mksi pak

Reply

ageng
September 11th, 2012 at 16:27

Betul2 pak Guru nich..Bisa langsung hubungi?minta no telepon/hp..


Thanks

Reply

Amin
October 3rd, 2012 at 11:12

mkcih ea………….??? dg nie insyaallah aq bza lbih ng’ti

Reply

Yogga Adhitya
November 10th, 2012 at 12:34

waaah sangat membantu saya sebagai mahasiswa, teriam kasih ya atas penegtahuan
yang diberikan, semoga anda semakin sukses dan terus berdedikasi untuk bangsa ini.
amin

Reply

Leave a Reply
7544d1567a /2010/11/28/grind guest

Enter your comment here... Enter your comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:


(required)(Address never made
public)(required)( Log Out / Change )( Log Out / Change )( Log Out / Change )( Log O
1389823760
ut / Change )
« Motor Penggerak
Sizing »

 Artikel
o pompa
o Sizing
o Grinding dan Sizing
o Motor Penggerak


 Time
November 2010
M T W T F S S

1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

 SMK PI Malang
 Battle Of Class
o A Rules Of Class
o Class X a
o Class X b
o Class X c
o Class X d
o Class X e
o Class X f
o Class X g
o Pasang Iklan
o Tugas ke 2…Battle of Student

Blog at WordPress.com. | The Dark Wood Theme.

<div style="display: none;"><img src="//pixel.quantserve.com/pixel/p-18-


mFEk4J448M.gif?labels=language.en%2Ctype.wpcom%2Cas" height="1" width="1" alt=""
/></div>
Follow

Follow “Alat-Alat Industri Kimia”

Get every new post delivered to your Inbox.

subscribe 18024352 http://iw anaik.w o loggedout-follow 986ef8b2a2 /2010/11/28/grind

Sign me up

Powered by WordPress.com
%d bloggers like this:
<img src="http://stats.wordpress.com/b.gif?v=noscript"
style="height:0px;width:0px;overflow:hidden" alt="" />
 LABORATORIUM SATUAN OPERASISEMESTER GENAP TAHUN AJARAN
2012/2013MODUL : GRINDING AND SIZINGPEMBIMBING : Dianty Rosirda,
MTOleh :Kelompok : V (lima)Nama : Agi Iqbal Velayas NIM.111411032Iffa
Ma’rifatunnisa NIM.111411046Kelas : 2BPROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNIK KIMIAJURUSAN TEKNIK KIMIAPOLITEKNIK NEGERI
BANDUNG2013Praktikum : 2 Mei 2013Penyerahan : 9 Mei
2013(Laporan)LABORATORIUM SATUAN OPERASISEMESTER GENAP
TAHUN AJARAN 2012/2013MODUL : GRINDING AND SIZINGPEMBIMBING :
Dianty Rosirda, MTOleh :Kelompok : V (lima)Nama : Agi Iqbal Velayas
NIM.111411032Iffa Ma’rifatunnisa NIM.111411046Kelas : 2BPROGRAM STUDI
DIPLOMA III TEKNIK KIMIAJURUSAN TEKNIK KIMIAPOLITEKNIK NEGERI
BANDUNG2013Praktikum : 2 Mei 2013Penyerahan : 9 Mei
2013(Laporan)LABORATORIUM SATUAN OPERASISEMESTER GENAP
TAHUN AJARAN 2012/2013MODUL : GRINDING AND SIZINGPEMBIMBING :
Dianty Rosirda, MTOleh :Kelompok : V (lima)Nama : Agi Iqbal Velayas
NIM.111411032Iffa Ma’rifatunnisa NIM.111411046Kelas : 2BPROGRAM STUDI
DIPLOMA III TEKNIK KIMIAJURUSAN TEKNIK KIMIAPOLITEKNIK NEGERI
BANDUNG2013Praktikum : 2 Mei 2013Penyerahan : 9 Mei 2013(Laporan)
 2. GRINDING AND SIZINGI. TUJUAN PRAKTIKUMa) Menentukan ukuran
(diameter) partikel umpan (feed) yang berbentuk padatan danproduk grinding dengan
menggunakan analisis ayakan.b) Menghitung energi kominusi yang dibutuhkan untuk
mereduksi ukuran diameterumpan (Dp awal) menjadi produk (Dp akhir)c)
Menghitung Dp rata-ratad) Menentukan efisiensi ayakanII. LANDASAN
TEORIGrinding adalah istilah pemecahan dan penghalusan atau penghancuran
(sizereduction) meliputi semua metode yang digunakan untuk mengolah zat padat
menjadiukuran yang lebih kecil. Di dalam industri pengolahan, zat padat diperkecil
denganberbagai cara sesuai dengan tujuan yang berbeda-beda. Bongkah-bongkah biji
mentahdihancurkan menjadi ukuran yang mudah ditangani, bahan kimia sintesis
digilingmenjadi tepung, lembaran-lembaran plastik dipotong-potong menjadi kubus
atauketupat-ketupat kecil.Produk-produk komersial biasanya harus memenuhi
spesifikasi yang sangatketat dalam hal ukuran maupun bentuk partikel-partikelnya
yang menyebabkanreaktifitas zat padat itu meningkat. Pemecahan itu juga
memungkinkan pemisahankomponen yang tak dikehendaki dengan cara-cara
mekanik, system ini juga dapatdigunakan memperkecil bahan-bahan berserat guna
memudahkan prosespenanganannya.Pengayakan terutaman ditujukan untuk
pemisahan campuran padat-padat.Sistem pemisahan ini berdasar atas perbedaan
ukuran. Ukuran besar lubang ayak (ataulubang kasa) dari medium ayak dipilih
sedemikian rupa sehingga bagian yang kasartertinggal di atas ayakan dan bagian-
bagian yang lebih halus jatuh melalui lubang.Diusahakan untuk dapat melakukan
pemisahan yang diinginkan secepat mungkin.Untuk mencapai hal ini, bahan yang
diayak digerakkan terhadap permukaan ayakan.Pada umumnya, gerakan diperoleh
dengan gerakan berputar, bolak-balik, atau turunnaik.
 ))Dpawal : Diameter rata-rata sebelum grinding 80% kumulatif lolos (m3. 2.1
GrindingZat padat dapat diperkecil dengan berbagai cara, namun hanya ada
empatmetode yang lazim digunakan untuk pengecilan ukuran. Metode itu adalah :(1)
Pengempaan (compression)(2) Penumbukan (impact)(3) Penggerusan (attrition)(4)
Pemotongan (cutting)Contohnya, kompressi digunakan untuk pemecahan kasar zat
padat keras,dengan menghasilkan relatif sedikit halusan, pukulan menghasilkan hasil
yangberukuran kasar, sedang, dan halus. Atrisi menghasilkan hasil yang sangat halus
daribahan yang lunak dan tak abrasif, pemotongan memberikan hasil yang
ukurannyapasti, dan kadang-kadang dengan sedikit atau sama sekali tidak ada halusan
padabentuknya.2.2 KominusiKominusi (comminution) adalah istilah umum yang
digunakan untuk operasipenghancuran. Contoh peralatan kominusi adalah mesin
penghancur (crusher) danmesin penggiling (grinder). Penghancuran yang ideal
hendaknya :(1) memiliki kapasitas besar(2) memerlukan masukan daya yang rendah
per satuan produk(3) menghasilkan produk dengan distribusi ukuran seseragam
mungkin atau dengandistribusi ukuran tertentu sesuai dengan yang
dikehendakiMenghitung energi kominusi biasanya dihitung dengan
menggunakanpersamaan Bond :Rumus : W = −W : Energi grinding kWh/tonWi :
Work indexDpakhir : Diameter rata-rata setelah grinding 80% kumulatif lolos (m
 4. 2.3 Pengayakan (Sizing/Screening)Pengayakan merupakan salah satu metode
pemisahan partikel sesuai denganukuran yang dikehendaki. Metode ini dimaksudkan
untuk memisahkan fraksi-fraksitertentu sesuai dengan keperluan dari suatu material
yang baru mengalami grinding.Ukuran yang lolos melalui saringan biasanya diesbut
sebagai undersizedan partikelyang tertahan disebut ovesrsize.Beberapa jenis ayakan
yang sering digunakan antara lain:a) Grizzly, merupakan jenis ayakan statis, dimana
material yang akan diayakmengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu.b)
Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miringdigerakan
pada frekuensi 1000 sampai 700 Hz. Ayakan jenis ini mempunyaikapasitas tinggi,
dengan efisiensi permisahan yang baik,yang digunakan untukrange yang luas dari
ukuran partikelc) Oscillating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah
darivibrating screen (100-400 Hz) dengan waktu yang lebih lamad) Reciprocating
screen, ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang. Pukulanyang panjang (20-200
Hz). Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahanukuran.e) Shifting screen,
ayakan dinamis dioperasikan dengan gerak memutar dalambidang permukaan ayakan.
Gerakan actual dapat berupa putaran, atau getaranmemutar. Dugunakan untuk
pengayakan material basah atau kering.f) Revolving screen, ayakan dinamis dnegna
posisi miring, berotasi padakecepatan rendah (10-20 rpm). Digunakan untuk
pengayakan basah darimaterial-material yang relatif kasar, tetapi memiliki
pemindahan yang besardengan vibrating screen.Pemutar ayak dapat terdirdi atas
berbagai macam bahan, yaitu ;a) Batang bajaBatang-batang baja berjarak sedikit satu
sama lain. Batang ini digunakanuntuk mengayak bahan kasar seperti: batu, batu bara,
dllb) Pelat berlubangGaris tengah lubang biasanya 1 cm atau lebih. Ukuran tebal pelat
meningkatsesuai dengan bertambah besarnya garis tengah lubang
 5. c) Anyaman KawatBiasa dipakai kawat baja, karena kuat.d) Sutera TenunBahan ini
digunakan untuk mengayak zat yang sangat halus, seperti bunga dantepung.e) Rol
BerputarPermukaan ayak semacam ini terdiri atas sejumlah rol berusuk yang
disusunberdampingandan digerakkan dengan kecepatan berlainan. Pengayakan
padapermukaan ayak semacam ini adalah sangat efektif.Untuk semua instalasi ayak
berlaku bahawa, bahan ayak harus tersebarmerata di atas permukaan ayak.
Selanjutnya, penting pula untuk mengaturkecepatan takar sesuai dengan kapasitas
ayakan. Dengan cara demikian dapatdicegah pembebanan lebih atau kurang.Instalasi
ayak yang paling banyak dipakaidapat dibagi menjadi empat kelompok utama yaitu:a)
Ayakan statisb) Ayakan tromolc) Ayakan kocokd) Ayakan getar.2.4 Ayakan
PenelitiAyakan ini tersusun atas beberapa jenis ukuran lubang ayaka yang
teliti.Ayakan ini ditempatkan dalam sebuah aparat getar secara bersusun ke atas.
Makin keatas lubang ayak semakin besar. Di samping diberi getaran, ayakan ini
sering jugadiberi ayunan. Denagn cara demikian, diperoleh fraksi-fraksi. Dari fraksi
ayak dapatdisimpulkan ukuran bagian-bagian halus suatu produk tertentu dalam batas
yangditetapkan dan memenuhi spesifikasi. Faktor-faktor yang
menentukanPemilihanAyakan, yaitu :a) Jumlahb) Ukuranc) Penyebaran ukurand)
Bentuke) Massa jenis (menentukan kekuatan ayakan)f) Kekerasan (menentukan
kecepatan aus)
 6. g) Jenis zat (lembab, lengket, dll).2.5 Efektivitas AyakanPengayakan adalah satu
metode yang mudah dan cepat untuk penentuanukuran partikel dan pemisahan.
Meskipun demikian, metode ini tidak dapat disebutsebagai metode sangat akurat.
Sebab, pada bentuk partikel tak beratruran, kemudahanlolos dari lubang ayakan
tergantung pada arah gerakan partikel. Efektivitas (Ec)ayakan menunjukkan seberapa
banyak partikel yang memiliki ukuran yangdiinginkan.Ec = (Recovey)(Rejection)Jika
yF fraksi massa material dengan ukuran yang diinginkan dalam umpan,yP dalam
produk (biasanya undersize), dan yR dalam aliran buang (reject
biasanyaoversize).Recovery =Rejection =Sehingga;Ec = −( )( )Rasio dalam
persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk fraksi massa sehinggaberbentuk,Ec
=( )( )−( )( )
 7. III. PERCOBAAN3.1 Alat dan Bahana) Bahan padatan : zeolit, pasir kuarsa, beras,
dsb. Masing-masing 250 gramb) Ayakan getarc) Ball milld) Bola baja/keramike)
Motor penggerak ballmil dan perlengkapannya (berupa dua silinder)Gambar 3 Ball
MillGambar 1 Alat Grinding (pengayakan) Gambar 2Alat SizingIII.
PERCOBAAN3.1 Alat dan Bahana) Bahan padatan : zeolit, pasir kuarsa, beras, dsb.
Masing-masing 250 gramb) Ayakan getarc) Ball milld) Bola baja/keramike) Motor
penggerak ballmil dan perlengkapannya (berupa dua silinder)Gambar 3 Ball
MillGambar 1 Alat Grinding (pengayakan) Gambar 2Alat SizingIII.
PERCOBAAN3.1 Alat dan Bahana) Bahan padatan : zeolit, pasir kuarsa, beras, dsb.
Masing-masing 250 gramb) Ayakan getarc) Ball milld) Bola baja/keramike) Motor
penggerak ballmil dan perlengkapannya (berupa dua silinder)Gambar 3 Ball
MillGambar 1 Alat Grinding (pengayakan) Gambar 2Alat Sizing
 8. 3.2 Prosedur PercobaanPenentuan energi kominusi dengan hukum bondLetakkan
ball mill diatas sikinder, setting kecepatan putaran motor. Lakukan selama 30
menitBuka tutup ball mill dan masukkan material bersama bola keramikPenentuan Dp
awal dari kurva dengan menarik 80% kumulatif lolosAnalisa ayak dan kurva
hubungan % kumulatif lolos dengan ukuranPenimbangan masing-masing fraksi dalam
ayakan sesuai ukuranPengayakan material dengan ayakan getar ( 15
menit)Penimbangan material berupa zeolit 250 gram3.2 Prosedur
PercobaanPenentuan energi kominusi dengan hukum bondPenentuan ukuran produk
ayakanPenimbangan produk ayakanPengayakan kembali selama 20
menitPenimbangan produk ayakanPengayakan kembali selama 15 menitLetakkan ball
mill diatas sikinder, setting kecepatan putaran motor. Lakukan selama 30 menitBuka
tutup ball mill dan masukkan material bersama bola keramikPenentuan Dp awal dari
kurva dengan menarik 80% kumulatif lolosAnalisa ayak dan kurva hubungan %
kumulatif lolos dengan ukuranPenimbangan masing-masing fraksi dalam ayakan
sesuai ukuranPengayakan material dengan ayakan getar ( 15 menit)Penimbangan
material berupa zeolit 250 gram3.2 Prosedur PercobaanLetakkan ball mill diatas
sikinder, setting kecepatan putaran motor. Lakukan selama 30 menitPenentuan Dp
awal dari kurva dengan menarik 80% kumulatif lolosAnalisa ayak dan kurva
hubungan % kumulatif lolos dengan ukuran
 9. IV. DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA4.1 Sizing dan
Grinding tahap IKondisi Sizing IKecepatan : 30 rpmWaktu : 15 menitSize
BeratAyakanKosongBeratAyakan+ IsiBeratLolos (gr)%Fraksi %Kumulatif+2 344,2
450,7 106,5 42,70 100,00-2/+1,4 297,3 331 33,7 13,51 57,30-1,4/+1 296,1 320,5 24,4
9,78 43,79-1/+0,2 211 255,8 44,8 17,96 34,00-0,2/+0,112 198,4 215,5 17,1 6,86
16,04-0,112/+0,05 196,1 215,7 19,6 7,86 9,18-0,05/ +0 185,4 188,7 3,3 1,32
9,54Total 249,4Perhitungan :y = 41,07x + 9,432R² =
0,9200,0020,0040,0060,0080,00100,00120,000 0,5 1 1,5 2 2,5%KumulatifSize
(mm)% Kumulatif vs SizeSeries1Linear (Series1)Berat lolos = (Berat ayakan + Isi) –
(Berat ayakan kosong)% Fraksi =Kondisi GrindingWaktu : 30 menit
 10. Pada grafik dapat di ketahui nilai DP 80% pada kondisi operasi I yaituY = 41,07x
+ 9,43280 = 41,07x + 9,432X =,,= 1,72 mm = 1720 µmDp awal pada pengayakan
pertama adalah 1720 µm4.2 Sizing IIKecepatan : 30 rpmWaktu : 15 menitSize
BeratAyakanKosongBeratAyakan+ IsiBerat (gr) Fraksi(%)Kumulatif(%)+2 344,2
436,7 92,5 37,22 100,00-2/+1,4 297,3 320,2 22,9 9,22 62,78-1,4/+1 296,1 313,7 17,6
7,08 53,56-1/+0,2 211 242,3 31,3 12,60 46,48-0,2/+0,112 198,4 239,2 40,8 16,42
33,88-0,112/+0,05 196,1 234,5 38,4 15,45 17,46-0,05/ +0 185,4 190,4 5 2,01
0,25Total 248,5Perhitungan :Berat lolos = (Berat ayakan + Isi) – (Berat ayakan
kosong)% Fraksi =
 1720115801)46,16(10= 0,1720 KW/ton jamy =
50,66x0,0020,0040,0060,0080,00100,00120,000 0,5 1 1,5 2 2,5%KumulatifSize
(mm)%kumulatif vs
Size%kumulatifLinear(%kumulatif)awalakhiriDpDpWW111011.
Pada grafik dapat di ketahui nilai DP 80% pada kondisi sizing II yaituY = 50,66x80 =
50,66xX =,= 1,58 mm = 1580µmDp akhir sizing II selama 15 menit
adalah1580µmMenghitung energi grinding dengan 20 butir bola baja pada :Asumsi:
Wi = 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
 12. 4.3 Sizing IIIKecepatan : 30 rpmWaktu : 20 menitSize
BeratAyakanKosong(gram)BeratAyakan +Isi (gram)BeratLolos(gram)%Fraksi
%Kumulatif+2 344,2 436,4 92,2 38,23 100,00-2/+1,4 297,3 320,1 22,8 9,45 61,77-
1,4/+1 296,1 313,2 17,1 7,09 52,32-1/+0,2 211 233,8 22,8 9,45 45,23-0,2/+0,112
198,4 237,4 39 16,17 35,78-0,112/+0,05 196,1 234,5 38,4 15,92 19,61-0,05/ +0 185,4
194,3 8,9 3,69 3,69Total 241,2Perhitungan :Pada grafik dapat di ketahui nilai DP 80%
pada Sizing II yaituY = 50,29x80 = 50,29xy =
50,29x0,0020,0040,0060,0080,00100,00120,000 0,5 1 1,5 2 2,5%KumulatifSize
(mm)% Kumulatif vs SizeSeries1Log. (Series1)Berat lolos = (Berat ayakan + Isi) –
(Berat ayakan kosong)% Fraksi =
 13. X =,= 1,59 mm = 1590 µmDp akh1720115901)46,16(10= 0,159 KW/ton
jamMenghitung nilai Dp (ukuran partikel rata-rata) :− =+Dp rata-rata pada 80% ==
1585 μMenghitung efektivitas/efisiensi ayakan pengayakan zeolit setelah
grindingUkuran Lama Pengayakan Akhir10 menit 20 menit+2 92,5 92,2-2/+1,4 22,9
22,8-1,4/+1 17,6 17,1-1/+0,2 31,3 22,8-0,2/+ 0,112 40,8 39-0,112/+0,05 38,4 38,4-
0,05/0 5 8,9Total 248,5 241,2awalakhiriDpDpWW1110ir setelah
pengayakan selama 20 menit adalah 1590 µmMenghitung energi grinding dengan 20
butir bola baja pada :Asumsi: Wi = 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
 Sizing III (80% yang lolos ayakan)η =,x 100%= 61,9 % Sizing II (80% yang lolos
ayakan)η =,x 100%= 62,8 % Sizing I (80% yang lolos ayakan)η =,,x 100%= 57,3
%14. Efisiensi Ayakan :
 15. V. PEMBAHASANPada praktikum kali ini, praktikan melakukan percobaan
untuk menseleksisuatu partikel berdasarkan diameter partikel yang lolos dari ayakan
yang memilikilubang ayakan yang bervariasi. Praktikum ini adalah Grinding dan
Sizing. Partikelyang digunakan yaitu Zeolit. Bahan baku tersebut telah tersedia di
tempat praktikumtetapi partikel tersebut sisa praktikum dari kelompok yang sudah
praktikumsebelumnya.Tahapan yang dikerjakan yaitu menimbang ayakan kosong
secara keseluruhandan menimbang berat ayakan satu persatu. Setelah itu bahan baku
dimasukan kedalam ayakan lalu praktikum dijalankan. Pada proses sizing pertama,
waktu yangdigunakan yaitu 15 menit dengan kecepatan 30 rpm.Setelah proses
berhenti, lakukan penimbangan pada setiap ayakan. Dari datatersebut, kami
memperoleh untuk sizing I (pertama) yaitu diameter partikel (Dp)awal senilai 1720
µm dan efisiensi ayakan sebesar 57,3%. Produk tersebut di-Grinding selama 30 menit
menggunakan 20 butir bola baja di dalam tabung ball-mill. Hasil dari proses tersebut
diayak kembali selama 15 menit dengan kecepatan 30rpm. Hasil yang produk tersebut
praktikan memperoleh diameter partikel (Dp)produk senilai 1580 µm dan efisiensi
ayakan sebesar 62,8 %. Proses terakhir yangdilakukan yaitu pengayakan kembali
tanpa proses grinding tetapi menggunakanwaktu proses pengayakan yang berbeda,
yaitu 20 menit dengan kecepatan 30 rpm.Hasil yang produk tersebut praktikum
memperoleh diameter partikel (Dp) senilai1590µm dan efisiensi ayakan sebesar 61,9
%. Selanjutnya praktikan menghitungnilai diameter partikel rata-rata dimana nilai
tersebut diambil dari diameter partikelpada sizing II dan sizing III. Nilai tersebut yaitu
1585 μ .Jumlah bahan baku yang digunakan dari sizing pertama hingga sizing
terakhirtidak stabil sehingga berbeda-beda jumlahnya. Jumlah bahan baku yang
digunakanmengalami penurunan jumlah. Faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu
zeolittersangkut pada tabung ball-mill, tersangkut pada ayakan.
 Semakin besar ukuran dari partikel yang akan dihancurkan maka semakin besar
pulaenergi yang dikeluarkan untuk membuat partikel tersebut untuk mempunyai
ukuranyang lebih kecil. Suatu zat padat mempunyai energi regangan, semakin kecil
energi regangan yangtersimpan di dalam suatu zat padat maka zat padat tersebut
terholong keras, sehinggaenergi (kerja) yang dibutuhkan untuk menghaluskan dan
memecahkannya sangatbesar. Kondisi ayakan yang bersih dari sumbatan akan
mempermudah proses ayakan. Semakin lama waktu yang diperlukan diharapkan
semakin jelas pula jumlah yangtersaring pada masing – masing ayakan dengan ukuran
yang berbeda. Semakin besar frekuensi dari alat maka semakin besar pula getaran
yang dihasilkansehingga diharapkan semakin selektif pula partikel tersebut tersaring.
Efisiensi ayakan yang dihasilkan pada sizing I= 57,3%, sizing II= 62,8 dan padasizing
III=61,9%16. VI. KESIMPULAN
 17. DAFTAR PUSTAKAJobsheet Praktikum Lab. Teknik Kimia, Ekstraksi, PEDC,
Bandung.Robert E. Treybal, Mass Transfer Operations, Mc. Graw Hill
BookCompany, 1981.Robert H Perry, Chemical Engineering Handbook, Mc. Graw
Hill USA, 4thEdition, 1998.Warren L. Mc. Cabe, Unit Operation of Chemical
Engineering, Mc. GrawHill Book Company, 1985.
Pustaka Tambang
Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat"

type your s

Senin, 22 Oktober 2012 pengolahan bahan galian

Ball mill
setelah membahas crhrusing pada artikel sebelumnya , sekarang saya lanjutkan ke proses pengolahan
bahan galian selanjutnya yaitu grinding , sekarang saya mencoba berbagi tentang mesin grinding
yaitu ball mill

ball mill

Ball Mill adalah alat penting untuk grinding setelah bahan dilumatkan. Ini mesin penggiling adalah
alat yang efisien untuk grinding berbagai bahan menjadi serbuk.

Penerapan Mesin penggiling: Ball mill


Ball Mill secara luas diterapkan dalam industri semen, industri kimia, bahan bangunan baru, bahan
tahan api, pupuk, porselen dan kaca dll industri Pabrik Ball memiliki dua cara penggilingan:
proses kering dan proses basah

Prinsip Kerja dari ‘Ball mill


Mesin Grinder, jenis horizontal dan berjalan tubular, memiliki dua nasgian. Mesin Grinder berjalan
sepanjang gigi luar. Bahan spiral dan merata masukkan gudang pertama sepanjang sumbu input
kosong oleh perangkat input. Di gudang, ada skala tangga papan atau papan skala riak. bola Baja
spesifikasi yang berbeda telah terinstal di papan skala pabrik Ball. Ketika tubuh barel berputar,
gaya sentrifugal yang dihasilkan. Pada saat yang sama, dilakukan bola baja ke ketinggian tertentu
dan kemudian jatuh ke menggiling dan menyerang materi. Setelah dihaluskan kasar di gudang
pertama, bahan kemudian masuk ke dalam gudang kedua pabrik Ball untuk regrinding. Pada
akhirnya, bubuk yang dihasilkan oleh pabrik Ball dibuang oleh pengurus output material.

Ball Mill Struktur:


Dibandingkan dengan mesin penggiling lainnya, terutama pabrik vertikal , Mill Grinder terdiri dari
makan bagian, pemakaian bagian, bagian pilin, bagian transmisi (peredam, gigi transmisi kecil,
motor, dan pengendali listrik) dan sebagainya.
Sumbu berongga dari ‘pabrik Ball mengadopsi baja tuang, dan lapisan yang dapat diganti. Gigi
berputar besar adalah palsu dari roda gigi cor bergulir.
Tubuh laras Ball mill ini dihiasi dengan piring dpt dipakai.
Pabrik Ball berjalan mantap dan efisien.

Fitur & Manfaat Mill Mesin Grinder Ball


Pabrik Ball terdiri dari makan bagian, pemakaian bagian, bagian pilin, bagian transmisi (peredam,
gigi transmisi kecil, motor, dan kontroler listrik) dan sebagainya.
Sumbu berongga dari pabrik Ball mengadopsi baja tuang, dan lapisan yang dapat diganti. Gigi
berputar besar adalah palsu dari roda gigi cor bergulir.
Tubuh laras pabrik Ball dihiasi dengan piring dpt dipakai.
Pabrik Ball berjalan mantap dan efisien.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : http://sumberdaya.web.id/2011/struktur-dan-prinsip-kerja-ball-mill/

Diposkan oleh Fhardi Suganda di 18.55

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Thanks buat semua yang sudah kasih komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

 Follow Us on Twitter!
 "Join Us on Facebook!
 RSS

Contact

Temukan Artikel
Memuat...

Pages
 Pertambangan
 CONTACT

Lencana Facebook
Fhardi Suganda

Buat Lencana Anda

Daftar Isi
Perbedaan Reducing dan Grinding
Sabtu, 09 Maret 2013

Menganalisis Perbedaan Metode


REDUCING dan GRINDING
A. Pengertian, Tujuan dan Metode Grinding

Grinding adalah proses pengurangan ukuran partikel bahan dari bentuk kasar menjadi ukuran yang
lebih halus untuk menyempurnakan proses mixing yaitu hasil pencampuran yang merata dan menghindari
segregasi partikel-partikel bahan. Untuk itu yang namanya grinding adalah proses pemecahan atau
penggilingan.

Tujuan utama dari proses Grinding adalah :


1. Meningkatkan luas permukaan partikel bahan terhadap sistem pencernaan sehingga meningkatkan daya cerna
bahan
2. Memperbaiki cara penanganan terhadap bahan baku.
3. Memperbaiki karakteristik mixing dari setiap bahan baku sehingga bisa diperoleh hasil mixing yang lebih
homogen.
4. Meningkatkan efisiensi pelleting dan kualitas pellet karena persentase tepung bisa dikurangi dan mengurangi
pekerjaan ulang dari proses pelleting akibat banyaknya tepung yang kembali ke sistem pellet.
5. Memuaskan selera konsumen dalam hal ini peternak karena tampilan pakan menjadi lebih baik.

Pemeriksaan Bahan Olahan


Bentuk penanganan bahan olahan yaitu pengecilan ukuran bahan olahan yang dapat dilakukan dengan proses
grinding basah dan kering

Macam Karakteristik Bahan Olahan :


1. Tingkat kekerasan bahan olahan (tekstur bahan), dalam hal ini yang digunakan istilah : tekstur lembut,
tekstur sedang dan tekstur keras.
2. Tingkat frioble bahan (tingkat kemudahan pecah) dari bahan olahan. Kondisi bahan dilihat dari stuktur
pembentuk (stuktur kristal) bahan.
3. Tingkat kandungan serat dan golongan serat dalam bahan, kondisi ini ditunjukan dengan golongan serat dalam
bahan misalnya seratnya mudah sobek, seratnya mudah patah/putus atau seratnya kenyal.
4. Kadar cairan bahan

Proses pemecahan/penggilingan ada 4 cara yaitu


1. Potongan ( cutting ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tajam.
2. Pukulan ( impact ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tumpul.
3. Tekanan ( compression ), bahan olahan di grinding dgn di tekan arah tegak lurus dari landasan.
4. Gesekan ( attrition ), bahan olahan di grinding dgn di gesek arah sejajar dari landasan.
Alat grinding atau grinder dalam proses pemecahan/penggilingan bisa dilakukan lebih dari satu cara.
Grinding menggunakan hammermill ataupun rollermill yang dibedakan sebagai berikut :
1. Pemecah kasar.
Pemecah kasar pada umumnya bahan olahan untuk di pecah langsung dari alam mengambil langsung dari alam.
2. Pemecah menengah
Pemecah menengah pada umumnya bahan olahan untuk di pecah berasal dari hasil olahan pemecah kasar.

Contoh bahan yang menggunakan proses grinding : jagung, sorghum, cassava chips, groundnut meal, rape seed
meal, linseed meal, soyabean meal, copra meal, dll.
Kebanyakan sumber protein asal hewani sudah dalam bentuk halus sehingga tidak perlu digiling. Sistem feedmill
mengadopsi teknik grinding dengan 2 pendekatan yaitu sistem pre grinding dan post grinding. Pada sistem pre
grinding, semua bahan baku kasar yang harus dihaluskan akan masing-masing menjalani proses grinding untuk
kemudian ke tahap mixing.
Sistem ini cocok untuk pakan tepung khususnya ayam petelur dan memungkinkan mengatur komposisi ukuran
partikel hasil grinding sehingga tidak semua ukuran partikel akhir menjadi seragam menyebabkan tampilan
pakan lebih menarik misalnya ukuran jagung yang lebih besar sehingga terlihat lebih kuning. Pada sistem post
grinding, hasil mixing akan disalurkan ke hammer mill untuk proses grinding yang kedua kalinya.
Dengan cara ini akan diperoleh hasil pakan yang sangat halus dan kualitas pellet yang jauh lebih baik. Sistem post
grinding cocok untuk feedmill dimana persentase pakan pellet atau butiran sangat dominan.

Mengingat beban mesin dan getaran yang ditimbulkan, proses grinding dilakukan di lantai satu. Peran grinding
sangat penting karena hampir 75 % komponen bahan baku yang digunakan harus menjalani proses grinding
sebelumnya. Feedmill berkapasitas mulai 20 tph sebaiknya mempunyai minimal 2 unit hammermill yang bisa
dioperasikan sekaligus atau sebagai cadangan apabila salah satu mesin sedang menjalani perbaikan atau
perawatan. Proses grinding berkaitan dengan ukuran partikel bahan karena ukuran partikel yang bisa dihasilkan
sangat dipengaruhi oleh ukuran diameter saringan yang digunakan dan kecepatan putaran pisau.
Diameter saringan 3 mm pada kecepatan putaran tinggi cukup untuk menghasilkan partikel-partikel berdiameter < 2
mm yang sudah cukup halus untuk menjaga kualitas pellet. Ukuran diameter saringan yang lebih besar
digunakan untuk bahan yang sedikit kekasaran bentuknya masih diperlukan dalam pakan. Jagung bisa
menggunakan 2 tipe diameter saringan besar (4 - 5 mm) dan kecil (3 mm) dan hasil gilingan disimpan dalam bin
terpisah untuk digunakan dalam persentase berbeda sewaktu proses batching. Kombinasi ini biasanya
digunakan untuk produksi pakan tepung pada ayam petelur.

Karakteristik bahan menentukan efisiensi grinding. Bahan dengan kadar air tinggi akan mempersulit
grinding karena bahan cenderung lengket dan sulit keluar dari lubang saringan. Bahan kering cenderung cepat
keluar dari ruang grinding tetapi menimbulkan lebih banyak debu. Benturan pisau hammermill dengan partikel
bahan akan menimbulkan panas terlebih apabila partikel bahan tidak cepat keluar dan cenderung berputar-
putar dalam ruang grinding. Oleh karena itu hammer mill telah diperlengkapi dengan alat bantu penyedot debu
sehingga partikel bahan cepat keluar dari ruang grinding.

B. Pengertian dan Tujuan Metode Reducing

Reducing berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga
berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris
tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Maka yang disebut Reduce berarti
mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.

Perkembangan dan laju pertumbuhan manusia semakin meningkat. Akibatnya kebutuhan manusia yang
cenderung bersifat antroposentris telah memuci tumbuhnya berbagai jenis industri yang semata-mata hanya
menopang kebutuhan manusia.

Pertumbuhan industri yang semakin subur ini terus memacu jumlah pencemaran lingkungan yang disebakan
oleh limbah yang dihasilkan oleh setiap industri. Mulai dari industri yang bersifat manufaktur hingga pertanian.
Indonesia sebagai salah satu negara agraris sebenarnya bergantung pada kesuburan lahan yang akan di jadikan
sebagai bidang tanam untuk para petani. Apa yang terjadi jika tanah yang akan di tanam tercemar?

Sudah pasti sebuah pencemaran yang pada akhirnya menjadi permasalahan lingkungan hidup. Di Indonesia
masalah lingkungan hidup berawal keinginan untuk melakukan pembangunan dengan dalil untuk pertumbuhan
ekonomi akan tetapi mengabaikan faktor lingkungan. Ironisnya masalah lingkungan terkadang dijadikan
penghambat pembangunan.

Apapun itu dan apa masalahnya, langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah dengan
cara “Reduce” dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi.

Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan
recycle (daur ulang). Contoh yang sering dikenal menggunakan sistem ini adalah Municipality Solid Waste (MSW)
atau sampah perkotaan.

Prinsip reduksi ini memberikan tujuan dan manfaat besar dalam upaya:
· Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana
tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah. Contohnya sampah plastik, bisa ratusan
tahun sampah ini terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam
tanah.
· Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau
menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah. Contohnya dengan mengurangi
pestisida dalam mengatasi masalah hama pada tumbuhan. Saat ini banyak sekali tanaman organik yang tidak
menggunakan pestisida, tetapi memanfaatkan predator serangga dan diversifikasi tanaman pada satu wilayah.
· Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada
artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan
overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan
bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.

Contoh kegiatan reduce sehari-hari:

1. Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.


2. Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
3. Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).
4. Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
5. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
6. Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
7. Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.

Diposkan oleh Savira Frisda di 22.53


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar
Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Arsip Blog
 ▼ 2013 (1)
o ▼ Maret (1)
 Menganalisis Perbedaan Metode REDUCING dan GRINDIN...

Mengenai Saya

Savira Frisda
Lihat profil lengkapku

Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.


Perbedaan Reducing dan Grinding
Sabtu, 09 Maret 2013

Menganalisis Perbedaan Metode


REDUCING dan GRINDING
A. Pengertian, Tujuan dan Metode Grinding

Grinding adalah proses pengurangan ukuran partikel bahan dari bentuk kasar menjadi ukuran yang
lebih halus untuk menyempurnakan proses mixing yaitu hasil pencampuran yang merata dan menghindari
segregasi partikel-partikel bahan. Untuk itu yang namanya grinding adalah proses pemecahan atau
penggilingan.

Tujuan utama dari proses Grinding adalah :


1. Meningkatkan luas permukaan partikel bahan terhadap sistem pencernaan sehingga meningkatkan daya cerna
bahan
2. Memperbaiki cara penanganan terhadap bahan baku.
3. Memperbaiki karakteristik mixing dari setiap bahan baku sehingga bisa diperoleh hasil mixing yang lebih
homogen.
4. Meningkatkan efisiensi pelleting dan kualitas pellet karena persentase tepung bisa dikurangi dan mengurangi
pekerjaan ulang dari proses pelleting akibat banyaknya tepung yang kembali ke sistem pellet.
5. Memuaskan selera konsumen dalam hal ini peternak karena tampilan pakan menjadi lebih baik.

Pemeriksaan Bahan Olahan


Bentuk penanganan bahan olahan yaitu pengecilan ukuran bahan olahan yang dapat dilakukan dengan proses
grinding basah dan kering

Macam Karakteristik Bahan Olahan :


1. Tingkat kekerasan bahan olahan (tekstur bahan), dalam hal ini yang digunakan istilah : tekstur lembut,
tekstur sedang dan tekstur keras.
2. Tingkat frioble bahan (tingkat kemudahan pecah) dari bahan olahan. Kondisi bahan dilihat dari stuktur
pembentuk (stuktur kristal) bahan.
3. Tingkat kandungan serat dan golongan serat dalam bahan, kondisi ini ditunjukan dengan golongan serat dalam
bahan misalnya seratnya mudah sobek, seratnya mudah patah/putus atau seratnya kenyal.
4. Kadar cairan bahan

Proses pemecahan/penggilingan ada 4 cara yaitu


1. Potongan ( cutting ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tajam.
2. Pukulan ( impact ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tumpul.
3. Tekanan ( compression ), bahan olahan di grinding dgn di tekan arah tegak lurus dari landasan.
4. Gesekan ( attrition ), bahan olahan di grinding dgn di gesek arah sejajar dari landasan.
Alat grinding atau grinder dalam proses pemecahan/penggilingan bisa dilakukan lebih dari satu cara.
Grinding menggunakan hammermill ataupun rollermill yang dibedakan sebagai berikut :
1. Pemecah kasar.
Pemecah kasar pada umumnya bahan olahan untuk di pecah langsung dari alam mengambil langsung dari alam.
2. Pemecah menengah
Pemecah menengah pada umumnya bahan olahan untuk di pecah berasal dari hasil olahan pemecah kasar.

Contoh bahan yang menggunakan proses grinding : jagung, sorghum, cassava chips, groundnut meal, rape seed
meal, linseed meal, soyabean meal, copra meal, dll.
Kebanyakan sumber protein asal hewani sudah dalam bentuk halus sehingga tidak perlu digiling. Sistem feedmill
mengadopsi teknik grinding dengan 2 pendekatan yaitu sistem pre grinding dan post grinding. Pada sistem pre
grinding, semua bahan baku kasar yang harus dihaluskan akan masing-masing menjalani proses grinding untuk
kemudian ke tahap mixing.
Sistem ini cocok untuk pakan tepung khususnya ayam petelur dan memungkinkan mengatur komposisi ukuran
partikel hasil grinding sehingga tidak semua ukuran partikel akhir menjadi seragam menyebabkan tampilan
pakan lebih menarik misalnya ukuran jagung yang lebih besar sehingga terlihat lebih kuning. Pada sistem post
grinding, hasil mixing akan disalurkan ke hammer mill untuk proses grinding yang kedua kalinya.
Dengan cara ini akan diperoleh hasil pakan yang sangat halus dan kualitas pellet yang jauh lebih baik. Sistem post
grinding cocok untuk feedmill dimana persentase pakan pellet atau butiran sangat dominan.

Mengingat beban mesin dan getaran yang ditimbulkan, proses grinding dilakukan di lantai satu. Peran grinding
sangat penting karena hampir 75 % komponen bahan baku yang digunakan harus menjalani proses grinding
sebelumnya. Feedmill berkapasitas mulai 20 tph sebaiknya mempunyai minimal 2 unit hammermill yang bisa
dioperasikan sekaligus atau sebagai cadangan apabila salah satu mesin sedang menjalani perbaikan atau
perawatan. Proses grinding berkaitan dengan ukuran partikel bahan karena ukuran partikel yang bisa dihasilkan
sangat dipengaruhi oleh ukuran diameter saringan yang digunakan dan kecepatan putaran pisau.
Diameter saringan 3 mm pada kecepatan putaran tinggi cukup untuk menghasilkan partikel-partikel berdiameter < 2
mm yang sudah cukup halus untuk menjaga kualitas pellet. Ukuran diameter saringan yang lebih besar
digunakan untuk bahan yang sedikit kekasaran bentuknya masih diperlukan dalam pakan. Jagung bisa
menggunakan 2 tipe diameter saringan besar (4 - 5 mm) dan kecil (3 mm) dan hasil gilingan disimpan dalam bin
terpisah untuk digunakan dalam persentase berbeda sewaktu proses batching. Kombinasi ini biasanya
digunakan untuk produksi pakan tepung pada ayam petelur.

Karakteristik bahan menentukan efisiensi grinding. Bahan dengan kadar air tinggi akan mempersulit
grinding karena bahan cenderung lengket dan sulit keluar dari lubang saringan. Bahan kering cenderung cepat
keluar dari ruang grinding tetapi menimbulkan lebih banyak debu. Benturan pisau hammermill dengan partikel
bahan akan menimbulkan panas terlebih apabila partikel bahan tidak cepat keluar dan cenderung berputar-
putar dalam ruang grinding. Oleh karena itu hammer mill telah diperlengkapi dengan alat bantu penyedot debu
sehingga partikel bahan cepat keluar dari ruang grinding.

B. Pengertian dan Tujuan Metode Reducing

Reducing berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga
berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris
tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Maka yang disebut Reduce berarti
mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.

Perkembangan dan laju pertumbuhan manusia semakin meningkat. Akibatnya kebutuhan manusia yang
cenderung bersifat antroposentris telah memuci tumbuhnya berbagai jenis industri yang semata-mata hanya
menopang kebutuhan manusia.

Pertumbuhan industri yang semakin subur ini terus memacu jumlah pencemaran lingkungan yang disebakan
oleh limbah yang dihasilkan oleh setiap industri. Mulai dari industri yang bersifat manufaktur hingga pertanian.
Indonesia sebagai salah satu negara agraris sebenarnya bergantung pada kesuburan lahan yang akan di jadikan
sebagai bidang tanam untuk para petani. Apa yang terjadi jika tanah yang akan di tanam tercemar?

Sudah pasti sebuah pencemaran yang pada akhirnya menjadi permasalahan lingkungan hidup. Di Indonesia
masalah lingkungan hidup berawal keinginan untuk melakukan pembangunan dengan dalil untuk pertumbuhan
ekonomi akan tetapi mengabaikan faktor lingkungan. Ironisnya masalah lingkungan terkadang dijadikan
penghambat pembangunan.

Apapun itu dan apa masalahnya, langkah awal untuk bisa mengatasi kerusakan lingkungan akibat limbah dengan
cara “Reduce” dalam arti mengurangi atau mereduksi limbah yang di keluarkan akibat sebuah proses produksi.

Reduce adalah sebuah tindakan mengurangi limbah dengan cara reuse (guna ulang) atau bisa dengan
recycle (daur ulang). Contoh yang sering dikenal menggunakan sistem ini adalah Municipality Solid Waste (MSW)
atau sampah perkotaan.

Prinsip reduksi ini memberikan tujuan dan manfaat besar dalam upaya:
· Penyelamatan Sumber Daya Alam, limbah yang masuk ke alam memiliki sebuah daur hidup (life cycle) dimana
tidak semua bahan dapat terdegradasi di alam terutama dalam tanah. Contohnya sampah plastik, bisa ratusan
tahun sampah ini terurai dalam tanah. Berbeda sekali dengan sampah organik yang bisa cepat terurai dalam
tanah.
· Mengurangi Limbah Beracun, hal ini sangat penting artinya, sebuah tindakan dimana memilih atau
menggunakan zat tidak beracun atau memiliki kadar racun yang rendah. Contohnya dengan mengurangi
pestisida dalam mengatasi masalah hama pada tumbuhan. Saat ini banyak sekali tanaman organik yang tidak
menggunakan pestisida, tetapi memanfaatkan predator serangga dan diversifikasi tanaman pada satu wilayah.
· Mengurangi Biaya, dari semua tindakan reduksi harus bisa berdampak kepada pengurangan biaya. Tidak ada
artinya melakukan reduksi limbah tetapi disisi lain ongkos produksi semakin mahal bahkan menyebabkan
overhead yang semakin besar. Reduksi limbah setidaknya harus berdampak pada efisiensi ekonomis, kegiatan
bisnis, sekolah, dan yang terpenting adalah konsumen.

Contoh kegiatan reduce sehari-hari:

1. Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.


2. Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
3. Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).
4. Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
5. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
6. Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
7. Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.

Diposkan oleh Savira Frisda di 22.53


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar
Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Arsip Blog
 ▼ 2013 (1)
o ▼ Maret (1)
 Menganalisis Perbedaan Metode REDUCING dan GRINDIN...

Mengenai Saya

Savira Frisda
Lihat profil lengkapku

Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.