Anda di halaman 1dari 12

BAB I

TINJAUAN TEORI

1.1 Tinjauan Medis


1.1.1 Pengertian Pola Tidur

Gangguan pola tidur adalah suatu keadaan diamana individu mangalami atau mempunyai
resiko mengalamai perubahan dalam jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan
ketidaknyamanan/mengganggu gaya hidup yang diinginkan. ( Roper, 2008 ).
Istirahat adalah suatu keadaan dimana kegiatan jasmaniah menurun yang berakibat badan
menjadi lebih segar (Wartonah, 2008).
Tidur adalah suatu keadaan relatif tanpa sadar yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang
merupakan urutan siklus yang berulang – ulang dan masing – masing menyatakan fase
kegiatan otak dan badaniah yang berbeda (Wartonah, 2010).
Gangguan pola tidur merupakan keadaan ketika individu mengalami atau beresiko
mengalami suatu perubahan dalam kuantitas atau kualitas pola istirahatnya yang
menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu gaya hidup yang diingininya (Carpenito,
2009).

1.1.2 Etiologi
Ganguan tidur

1. Insomnia
Adalah ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas dan kuantitas tidur. Tiga
macam insomnia,yaitu : insomnia inisial adalah tidak adanya ketidakmampuan untuk
tidur,insomnia intermiten merupakan ketidakmampuan untuk tetap mempertahankan
tidur karena sering terbangun dan insomnia terminal adalah bagun lebih awal tetapi
tidak pernah tertidur kembali.penyebab insomnia adalah ketidakmampuan
fisik,kecemasan,dan kebiasaan minum alkoholdalam jumlah banyak
2. Hipersomnia
Berlebihan jam tidur pada malam hari,lebih dari 9 jam,biasanya disebabkan oleh
depresi,kerusakan saraf tepi,beberapa penyakit ginjal,liver,dan metabolisme.
3. Parasomnia
Merupakan sekumpulan penyakit yang menggangu tidur anak seperti
samnohebalisme(tidur sambil berjalan)
4. Narkolepsi
Suatu keadaan atau suatu kondisi yang ditandai oleh keinginan yang tidak terkendali
untuk tidur.gelombang otak penderita pada saat tidur sama dengan orang yang sedang
tidur normal,juga tidak terdapat gas darah atau endokrin.
5. Apnea atau tidur yang mendengkur
Mendengkur bukan dianggap sebagai gangguan tidur,namun bila disertai apnea maka
bisa menjadi masalah. Mendengkur disebabkan oleh adanya rintangan pengeluaran
udara dihidung dan mulut,misalnya amandel,adenoid,otot-otot dibelakang mulut
mengendor dan bergetar.periode apnea berlangsung selama 10 detik sampai 3 menit.
6. Mengigau
Hampir semua orang pernah mengigau,hal itu terjadi sebelum tidur REM.

1.1.3 Fisiologis
Fisiologis tidur dapat dituangkan melalui gambaran aktivitas sel otak selama tidur.
Aktivitas tersebut dapat direkam dengan alat EEG ( Electro Enchepalo Grafi )
Dengan menggunakan alat EEG didapatkan 4 jenis gelombang :
1. Gelombang Alfa ( frekuensi 8-12 Hz , amplitudu 10-15 mu ) pada keadaan ini
mata tertutup dan rileks dan gelombang ini akan muncul dan menghilang sesaat
membuka mata.
2. Gelombang Beta ( frekuensi 14 Hz/lebih, amplitudu ± 25 mu ) gelombang ini
merupakan gelombang dominan pada keadaan jaga ( mata terbuka )
3. Gelombang Teta ( frekuensi 4-7 Hz, amplitudo rendah ) pada keadaan normal
orang dewasa , gelombang teta muncul pada keadaan tidur
4. Gelombang Delta ( frekuensi 0-3 Hz, amplitudo bervariasi ) gelombang ini
muncul pada keadaan tidur

1.1.4 Klasifikasi
Pola tidur berdasarkan tingkat usia

1. BBL
a. Tidur 14-18 jam/hari
b. Pernafasan teratur, gerak tubuh sedikit
c. 50% tidur N REM
d. Siklus tidur 45-60 menit
2. Bayi
a. Tidur 12-14 jam/hari
b. 20-30% tidur REM
c. Mungkin tidur sepanjang malam
3. Umur 1-3 tahun
a. Tidur 11-12 jam
b. 25% tidur REM
c. Tidur sepanjang malam dan tidur siang
4. Akil balik
a. Tidur 7-8,5 jam/hari
b. 20% tidur REM
5. Dewasa Muda
a. Tidur 7-8 jam/hari
b. 20-25% tidur REM
6. Dewasa pertengahan
a. Tidur 7-8 jam/hari
b. 20% tidur REM
7. Diatas 60 tahun
a. Tidur sekitar 6 jam /hari
b. 20-25% tidur REM

1.1.5 Manifestasi Klinis


Beberapa gangguan tidur yang perlu diperhatikan adalah :

1. Perubahan kepribadian dan perilaku, seperti depresi, menarik diri


2. Rasa capek meningkat
3. Halusinasi pandangan dan pendengaran
4. Bingung dan disorientasi terhadap ruang dan waktu
5. Ganggaun persepsi
6. Koordinasi menurun
7. Bicara tak jelas
1.1.6 Penatalaksanaan
a. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi masalah tidur faktor yang
menyebabkan gangguan tidur bermacam- macam biasanya pasien dapat
mengidentifikasi penyebab masalah gangguan tidur seperti nyeri
akut,kecemasan,dll.
b. Mengurangi distraksi lingkungan
Distraksi lingkungan adalah masalah utama pasien rawat inap.cara untuk
mengatasinya antara lain:
1. Tutup pintu kamar pasien
2. Pasang kelambu
3. Matikan pesawat telepon
4. Redupkan atau matikan lampu
c. Membuat pasien untuk memacu tidur
1. Anjurkan pasien untuk mandi
2. Anjurkan pasien untuk minum susu hangat
3. Anjurkan pasien untuk baca buku
1.2 Tinjauan Asuhan Keperawatan
1.2.1 pengkajian
1.2.1.1 Anamnesa

1) Sejak kapan pasien susah tidur ?


2) Apa yang menyebabkan klien susah tidur ?
3) Kapan anda mengalami susah tidur ? ( malam/siang hari )
4) Apa yang dirasakan klien susah tidur?
5) Mengapa klien sulit untuk tidur ?
1.1.1.1 Pemeriksaan Fisik

Tubuh Tanda-tanda abnormal Tanda-tanda normal

Rambut Kering, kusam, lambat Mengkilat, tidak kering


tumbuh

Kulit Sangat berminyak, pecah- Lembut, sedikit lembab,


pecah, kering turgor baik

Mata Kering, kemerahan Berbinar-binar

Lidah Merah, bercak-bercak, Merah muda, lembab


bengkak

Membran mukosa Kemerah-merahan, Merah muda, lembut


mudah pecah, bercak-
bercak kering

Kardiovaskuler Detak jantung naik, Detak jantung normal,


tekanan darah naik, irama TD normal, irama
jantung tidak teratur jantung teratur
Otot Tidak berkenbang, tonus Firm ( lembut, lunak,
lembek dapat berkembang )

Neurologi Reflek menurun, irritable, Perhatian baik, emosi


in attentive ( kurang stabil
perhatian, bingung, emosi
labil )

Vitality Energi kurang, lebih Gesit, energik, mampu


apathetic, kurang tidur untuk tidur dengan baik

1.1.2 Rencana Asuhan Keperawatan


1.1.2.1 Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola tidur berhubungan dengan pusing

1.1.2.2 Batasan Karakteristik


Dewasa

Mayor

1) Kesulitan jatuh/tetap tidur


Minor

1) Lelah pada saat bangun/sepanjang hari


2) Agitasi
3) Perubahan akan perasaan
4) Mengantuk sepanjang hari
Anak-anak

Gangguan tidur pada anak biasanya berhubungan dengan rasa takut,


enuresi, atau respon yang tidak konsisten dari orang tua terhadap
permintaan perubahan peraturan tidur seperti permintaan untuk lambat
pergi tidur

1.1.2.3 Tujuan
1) Mengurangi perasaan depresi
2) Mengurangi rasa nyeri
1.1.2.4 Kriteria Hasil
1) Menggambarkan faktor yang mencegah/menghambat tidur
2) Mengidentifikasi teknik untuk menginduksi tidur
3) Melaporkan keseimbangan optimal dari istirahat dan aktivitas
1.1.2.5 Implementasi dan Rasional
1) Kurangi kebisingan dan matikan lampu
R : memberikan situasi yang kondutif untuk tidur

2) Anjurkan perawatan Hygiene sebelum tidur ( menggosok gigi dan


membasuh muka )
R : perawatan hygiene merupakan cara aman unuk menolong tidur
pasien

3) Berikan support agar pasien tidak cemas


R : cemas akan mengeluarkan non epineprin yang bekerja pada
respirasi yang menyebabkan sering terbangun.

4) Anjurkan minum susu hangat sebelum tidur


R : susu mengandung asam amino triptopan yang dapat membantu
pasien untuk tidur

5) Batasi masukan minuman yang mengandung kafein


R : minuman yang mengandung kafein akan membuat pasien
susah tidur

6) Berikan makanan kecil sore hari, susu hangat, mandi dan massase
punggung
R : meningkatkan relaksasi dengan perasaan mengantuk.
7) Turunkan jumlah minum sore hari. Lakukan berkemih sore hari.
R : menurunkan kebutuhan akan bangun untuk pergi ke kamar
mandi/berkemih saat malam hari.
8) Berikan obat sesuai advis dokter : Antidepresi
R : meningkatkan kemampuan untuk tidur.

9) Konseling
R : konseling akan membantu pasien untuk mengurangi stress
psikologis
Diagnosa keperawatan
Intervensi keperawatan
NANDA (000198)
GANGGUAN POLA TIDUR
Definisi: interupsi jumlah waktu dan kualitas tidur akibat faktor eksternal
Batasan karakteristik Faktor yang berhubungan
 Kesulitan jatuh tertidur  Gangguan karena pasangan tidur
 Ketidakpuasan tidur  Halangan lingkungan (mis., bising,
 Menyatakan tidak merasa cukup pajanan cahaya/gelap,
istirahat suhu,/kelembapan, lingkungan yang
 Penurunan kemampuan berfungsi tidak dikenal)
 Perubahan pola tidur normal  Imobilisasi
 Sering terjaga tanpa jelas  Kurang privasi
penyebabnya  Pola tidur tidak menyehatkan (mis.,
karena tanggung jawab menjadi
pengasuh, menjadi orang tua,
pasangan tidur)

NOC
Status pola tidur: tidur (0004)
Definisi: periode alami mengistirahatkan kesadaran dalam memulihkan tubuh
Skala target outcome: dipertahankan........... ditingkatkan ke...........
Sangat Banyak Cukup Sedikit Tidak
tergangg tergangg tergangg tergang tergangg
u u u gu u
Skala 1 2 3 4 5
outcome
keseluruha
n
INDIKAT NA
OR
000401 Jam tidur 1 2 3 4 5 NA
000402 Jam tidur yang 1 2 3 4 5 NA
diobservasi
000403 Pola tidur 1 2 3 4 5 NA
000404 Kualitas tidur 1 2 3 4 5 NA
000405 Efisiensi tidur 1 2 3 4 5 NA
000407 Tidur rutin 1 2 3 4 5 NA
000418 Tidur dari awal 1 2 3 4 5 NA
sampai habis
dimalam hari
secara
konsisten
000408 Perasaan segar 1 2 3 4 5 NA
setelah tidur
000410 Mudah bangun 1 2 3 4 5 NA
pada saat yang
tepat
000419 Tempat tidur 1 2 3 4 5 NA
yang nyaman
000420 Suhu ruangan 1 2 3 4 5 NA
yang nyaman
000411 Hasil 1 2 3 4 5 NA
electroencephal
ogram
000412 Hasil 1 2 3 4 5 NA
electromyogra
m
000413 Hasil electro- 1 2 3 4 5 NA
oculogram
berat Cukup sedang Ringan Tidak
berat ada
000421 Kesulitan 1 2 3 4 5 NA
memulai tidur
000406 Tidur yang 1 2 3 4 5 NA
terputus
000409 Tidur yang 1 2 3 4 5 NA
tidak tepat
000416 Apnea saat 1 2 3 4 5 NA
tidur
000417 Ketergantungan 1 2 3 4 5 NA
pada bantuan
tidur
000422 Mimpi buruk 1 2 3 4 5 NA
000423 Buang air kecil 1 2 3 4 5 NA
dimalam hari
000424 Mengorok 1 2 3 4 5 NA
000425 Nyeri 1 2 3 4 5 NA

NIC
PENINGKATAN TIDUR (1850)
Definisi: memfasilitasi tidur/ siklus bangun teratur
Aktivitas-aktivitas  Anjurkan pasien untuk memantau
 Tentukan pola tidur/aktivitas pasien pola tidur
 Perkiraan tidur/siklus bangun pasien  Monitor partisipasi dalam kegiatan
didalam perawatan perencanaan yang melelahkan selama terjaga
 Jelaskan pentingnya tidur yang untuk mencegah penat yang
cukup selama kehamilan, penyakit, berlebihan
tekanan psikososial, dan lain-lain  Sesuaikan lingkungan (misalnya,
 Tentukan efek dari obat [yang cahaya, kebisingan, suhu, kasur, dan
dikomsumsi] pasien terhap pola tidur tempat tidur) untuk meningkatkan
 Monitor/catat pola tidur pasien dan tidur
jumlah jam tidur  Dorong pasien untuk menetapkan
 Monitor pola tidur pasien dan catat rutinitas tidur untuk memfasilitasi
kondisi fisik (misalnya, apnea tidur, perpindahan dari terjaga menuju
sumbatan jalan nafas, nyeri/ tidur
ketidaknyamanan dan frekuensi  Fasilitasi untuk mempertahankan
buang air kecil) dan/atau psikologis rutinitas waktu tidur pasien yang
(misalnya, ketakutan atau biasa, tanda-tanda sebelum tidur/alat
kecemasan) keadaan yang peraga, dan benda-benda yang lazim
menggangu tidur digunakan (misalnya, untuk anak-
dapatmemfasilitasi/mengganggu anak, selimut/ mainan favorit,
tidur ayunan, dot atau cerita; untuk orang
 Anjurkan pasien untuk menghindari dewasa, buku untuk dibaca dan lain-
makanan sebelum tidur dan lain), yang sesuai
minuman yang mengganggu tidur  Bantu untuk menghilangkan situasi
 Bantu pasien untuk membatasi tidur stress sebelum tidur
siang dengan menyediakan aktivitas  Monitor makanan sebelum tidur dan
yang meningkatkan kondisi terjaga, intake minuman yang dapat
dengan tepat memfasilitasi/mengganggu tidur
 Ajarkan pasien bagaimana  Atur rangsangan lingkungan untuk
melakukan relaksasi otot autogenik mempertahankan siklus siang-
atau bentuk non-farmakologi lainnya malam yang normal
untuk memancing tidur  Diskusikan dengan pasien dan
 Mulai/ terapkan langkah-langkah keluarga mengenai teknik untuk
kenyamanan seperti pijat, atau meningkatkan tidur
pemberian posisi dan sentuhan  Berikan pamflet dengan informasi
afektif mengenai teknik untuk
 Bantu meningkatkan jumlah jam meningkatkan tidur.
tidur, jika diperlukan
 Anjurkan untuk tidur disiang hari,
jika diindikasikan, untuk memenuhi
kebutuhan tidur
 Kelompokkan kegiatan perawatan
untuk meminimalkan jumlah [jam]
terbagun; memungkinkan untuk
siklus tidur minimal 90 menit
 Sesuaikan jadwal pemberian obat
untuk mendukung tidur/siklus
bangun pasien
 Ajarkan pasien dan orang terdekat
mengenai faktor yang berkontribusi
terjadinya gangguan pola tidur
(misalnya, fisiologis, psikologis,
pola hidup, perubahan shift kerja
yang sering, perubahan zona waktu
yang cepat, jam kerja yang panjang
dan berlebihan dan faktor lingkungan
lainnya)
 Identifikasi obat tidur yang
dikomsumsi pasien
 Dorong penggunaan obat tidur yang
tidak mengandung [zat] penekan
tidur yang tidak mengandung [zat]
penekanan tidur REM

1.2.3 Evaluasi

1. Pemberian rasa nyaman pada pasien yang sedang tidur


2. Menciptakan suasana yang tenang pada saat pasien tidur
3. Menganjurkan untuk hygiene sebelum tidur
DAFTAR PUSTAKA

1. Wartonah, dan Tarwoto.2011.Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses


Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika.
2. Hidayat, A.Aziz Alimul.2013.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Buku
2.Jakarta:Salemba Medika.
3. Mubarak, Wahid Iqbal.2007.Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori & Aplikasi
dalam Praktik.Jakarta : EGC
4. Bulechek, Gloria dkk.2013.Nursing Interventions Classification (NIC).
5. Herdman, T.Heater.2015.Nanda International Inc. Diagnosis keperawatan: definisi &
klasifikasi 2015-2017.Jakarta : EGC.
6. Moorhead, Sue dkk.2013.Nursing Outcomes Classification (NOC).