Anda di halaman 1dari 6

JOBSHEET PRAKTIK

PROGRAM KOMPETENSI JUDUL JOB / KELAS /


KEAHLIAN JAM SEMESTER
TEKNIK PDTO PENGGUNAAN 1 / 5 x 45 X/1
KENDARAAN ALAT UKUR
RINGAN MEKANIK

I. DASAR TEORI
Jangka sorong adalah alat ukur linier yang digunakan untuk mengukur
dimensi panjang yaitu : diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman. Hasil
pengukuran pada jangka sorong dapat dibaca secara langsung maka disebut
pengukuran langsung. Nama lain dari jangka sorong mistar geser, mistar ingsut,
sketmat, sigmat, atau vernier caliper Bagian-bagian jangka sorong yaitu :

Jangka sorong memiliki satuan matriks(mm) dan inchi. Jangka sorong


memiliki ketelitian 0,1-0,05-0,02 mm. Contoh cara pembacaan jangka sorong,
misalkan dengan ketelitian 0,02 mm, jika vernier digeser sehingga tampilannya
seperti gambar berikut maka cara pembacaannya adalah :

Pembacaan : pada skala utama : = 10 mm


Pada skala vernier: 20 x 0,02 = 0,40 mm
---------------------------- +
10,40 mm

II. TUJUAN
Setelah selesai praktek pengukuran jangka sorong diharapkan siswa dapat :
1. Menggunakan jangka sorong dengan tepat dan benar.
2. Melakukan pembacaan skala dengan teliti dan benar.
3. Melakukan perawatan jangka sorong.
III. ALAT DAN BAHAN
1. Jangka sorong ketelitian (0,1)(0,05)(0,02)
2. Poros nok
3. Piston dan pena piston
4. Katup dan pegas katup
5. Batang piston
6. Kanvas kopling
7. Majun
8. Buku catatan
IV. KESELAMATAN KERJA
1. Bersihkan alat ukur dan komponen yang diukur dengan majun sebelum anda
melakukan pengukuran.
2. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar
kerja.
V. LANGKAH KERJA
1. Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan seefisien mungkin!
2. Bersihkan peralatan dan bahan yang akan diukur menggunakan majun.
3. Pelajari penggunaan jangka sorong pada table di bawah ini
No Benar Salah /tidak disarankan

4. Lakukan pengukuran diameter jurnal poros nok!

5. Lakukan pengukuran tinggi angkat nok!


6. Lakukan pengukuran diameter batang katup, kepala katup, dan panjang pegas
katup!
7. Lakukan pengukuran diameter piston dan pena piston!
8. Lakukan pengukuran diameter ujung besar (big end) dan ujung kecil (small
end) batang torak!
9. Ukur kedalaman paku keeling pada kampas kopling.

10. Lakukan pengukuran di atas menggunakan jangka sorong dengan ketelitian


yang berbeda.
11. Buatlah catatan hasil pengukuran dan catatan-catatan penting kegiatan praktik
secara ringkas!
12. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan
seperti keadaan semula
VI. TUGAS
Buatlah laporan praktek yang berisi hasil pengukuran, dan gambar penjelasan
pengukurannya.
JOBSHEET PRAKTIK
PROGRAM KOMPETENSI JUDUL JOB / KELAS /
KEAHLIAN JAM SEMESTER
TEKNIK PDTO PENGGUNAAN 1 / 5 x 45 X / 1
KENDARAAN ALAT UKUR
RINGAN MEKANIK
I. DASAR TEORI
Micrometer merupakan alat ukur linier langsung yang memiliki ketelitian 0,01
mm. micrometer ada 3 jenis yaitu micrometer dalam, luar, dan kedalaman. Bagian-
bagian dari micrometer yaitu :

Micrometer luar Micrometer dalam


Cara membaca pengukuran dengan micrometer adalah :
Jarak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm, dan jarak tiap
strip di bawah garis adalah 0,5 mm. Pada skala thimble tiap strip nilainya 0,01 mm.
Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala
tersebut.

II. TUJUAN
Setelah selesai praktek pengukuran jangka sorong diharapkan siswa dapat :
1. Menggunakan Micrometer dengan tepat dan benar.
2. Melakukan pembacaan skala dengan teliti dan benar.
3. Melakukan kalibrasi Micrometer dengan benar
4. Melakukan perawatan Micrometer
III. ALAT DAN BAHAN
1. Micrometer luar dan dalam
2. Poros nok
3. Piston dan pena piston
4. Katup
5. Plunger dan barel
6. Majun
7. Buku catatan

IV. KESELAMATAN KERJA


1. Bersihkan alat ukur dan komponen yang diukur dengan majun sebelum anda
melakukan pengukuran.
2. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar
kerja.
V. LANGKAH KERJA
1. Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan seefisien mungkin!
2. Bersihkan peralatan dan bahan yang akan diukur menggunakan majun.
3. Periksa tanda “0” pada micrometer. Lakukan kalibrasi jika angka 0 pada timble
tidak lurus dengan garis horizontal, caranya :
a. Apabila kesalahannya kurang dari 0,02 mm :
1) Kuncilah spindle dengan lock clamp
2) Putar outer sleeve dengan kunci penyetel sampai tanda “0“ pada thimble
lurus dengan garis horisontal pada outer sleeve.
3) Periksa kembali tanda “0“ setelah selesai penyetelan.

Penyetelan kurang dari 0,02 Penyetelan lebih dari 0,02

b. Apabila kesalahannya lebih dari 0,02 mm :


1) Kuncilah spindle dengan lock clamp
2) Kendorkan ratchet stoper sampai thimble bebas.
3) Luruskan tanda “0“ thimble dengan garis pada outer sleeve dan
kencangkan kembali dengan ratchet stoper.
4) Periksa kembali tanda “0“ setelah selesai penyetelan.
4. Lakukan pengukuran diameter jurnal poros nok!

5. Lakukan pengukuran tinggi angkat nok!

6. Lakukan pengukuran diameter piston


7. Lakukan pengukuran diameter batang katup dan kepala katup.

8. Lakukan pengukuran diameter plunger dan barel


9. Buatlah catatan hasil pengukuran dan catatan-catatan penting kegiatan praktik
secara ringkas!
10. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan
seperti keadaan semula
VI. TUGAS
Buatlah laporan praktek yang berisi hasil pengukuran, dan gambar penjelasan
pengukurannya.

Anda mungkin juga menyukai