Anda di halaman 1dari 8

KRITERIA PASIEN MASUK & KELUAR PERAWATAN

INTENSIVE CARE UNIT ( ICU )

RSUD
Embung Fatimah Nomor Dokumen Nomor Revisi Jumlah Halaman
01 Hal :
Ditetapkan,
Tanggal Ditetapkan
Direktur RSUD Embung Fatimah
Kota Batam
SPO ………………

Drg. ANI DEWIYANA


NIP. 19620427 198803 2 003
Suatu proses penerimaan atau tranfer pasien dari unit pelayanan
PENGERTIAN ICU yang ditentuksn dengsn kriteria yang sudah di tentukan

Agar pasien tetap mendapatkan pelayanan sesuai dengan


TUJUAN kebutuhan perawatan pelayanan sesuai dengan kebutuhan
perawatan dan tindakan lanjutan sesuai dengan prosedur yang
ada
SK direktur tentang pedoman pelayanan ICU
KEBIJAKAN

INDIKASI MASUK

Diagnosa penyakit :

A. sistem Kardiovaskuler

1. infark miocard akut dengan komplikasi

PROSEDUR 2. kardiogenik shock

3. aritmia komplek yang memerlukan monitor ketat dan


intervensi

4. Gagal jantung akut dan gagal nafas dan atau memerlukan


bantuan hemodinamik

5. Hipertensi Emergensi
6. Angina yang tidak stabil khususnya dengan distritmia, ketidak
stabilan hemodinamik atau nyeri dada persisten

7. tamponade jantung atau kontriksi dengan hemodinamik yang


tidak satabil

8. bedah aneurisma aorta

9. blok jantung komplit

B. Sistem Pernafasan

1. Gagal nafas akut memerlukan bantuan ventilator

2. Emboli paru dg hemodinamik tidak stabil

3. Pasien HCU yang tampak memburuk

4. Membutuhkan perawatan / respiratory care yang tidak tersedia


di ruang HCU

5. Hemoptisis masif

6. Gagal nafas dengan kemungkinan membutuhkan intubasi

C. Gangguan persayarafan

1.stroke akut dengan gangguan status mental

2. Koma : metabolik, racun atau toxik

3. Perdarahan dengan intracranial dengan potensial herniasi

4. perdarahan subarachoid akut

5. Meningitis dg status mental atau gangguan pernafasan

6. Gangguan sisten syaraf pusat atau neoromuskuler dengan


perburukan neorogik
7. Brain dead atau pasie berpotensi brain dead yang sedang di
kelola secara agresif sementara menentukan kondisi sebagai
donor organ

8. Vaspspam

D. Overdosis Obat obatan

1. Hemodinamik tidak stabil

2. Gangguan kesadaran dengan gangguan poteksi jalan nafas

3. Kejang kejang setelah makan obat

E. Gangguan Saluran Cerna

1. Perdarahan Gastrointestinal yang mengancam nyawa, hipotensi,


angina, perdarahan terus atau dengan penyakit penyerta

2. Gagal Hepar Fulminant

4. Pangkreatitis berat

5. Muntah yang bermakna atau abdominal distention reguiring


NPO status with fliud administration

F. sistem Endokrin

1. Ketoasidosis diabetik dengan komplikasi Hemodinamik tidak


stabil, gangguan kesadaran, infusiensin pernafasan , atau asidosis
berat

2. Thyroid storm atau koma myxedema dengan hemodinamik


btidak stabil

3. kondisi hiperosmolar dengan koma dan atau hemodinamik tidak


stabil

4. Hypercalcemia berat dengan gangguan mental memerlukan


monitor hemodinamik

5. hipo atau hipernatremia dengan kejangnkejang gangguan


mental

7. Hipo atau hipernatremia dengan gangguan hemodinamik atau


distritmia

8. Hipo atau hiperkalemia yang distritmia atau kelemahan otot

9. Hipofosfatemia dengan kelemahan otot

G. Pembedahan

1. Pasien post operasi besar yang membutuhkan monitoring


hemodinamik atau perawatan yang ketat

H. Miscellaneus

1. Septik shock dengan hemodinamik tidak stabil

2. monitoring hemodinamik

3. Kondisi klinik memerlukan nursing care setaraf ICU

4. Cedera lingkungan ( Near drowning, hipo/hipernatremia)

5. Terapi baru / eksperimental dengan potensial timbul komplikasi


komplikasi

I. Fisiologis

1. Tanda Vital

a. pulse < 50 atau > 150 breath/minute

b. systolik arterial presure < 80mmhg atau 40 mmhg dibawah


tekanan pasien biasa

c. Mean arterial pressure < 60 mmhg


d. Diastolik arterial pressure > 120 mmhg

e. Respiratory rate > 35 atau < 10 breat / minute

2. Hasil Laboratorium

a. Natrium serum < 120 mEq atau 170 mEq/L

b. Kalium serum < 2.5 mEq/L atau 6.0 mEq/L

c. Pa02 < 50 mmhg

d. Ph < 7.1 atau 7.7

e. Kalsium serum > 15

f. Glukosa serum > 200 mg/dl atau < 60

g. BUN > 30 mg/dl atau > 2.8 mEq/L, creatinin > 1.5 mg/dl atau >
atau > 32.6 UMOL/L

h. Magnesium serum < 1.6 mEq/L, atau > 2.8 mEq/L, <0.66
MMol/L atau 1.15 MMOL/L

i. Hgb < 8 g atau > 21g

k. ht < 24 % atau 63% WBC < 5000/Cu.MM atau > 30.000


granulosit Cu.MM ( neutrofil ) < 1500/Cu.MMI/T, rasio neutrofil total
dewasa > 0.27 I/M rasio neutrofil belum dewasa > 0.35 patelets <
150.000/Cu.MM fibrinogen< 150 mg/dl atau 373 mg / dl

i. <1.50 g/dl atau 3.73 g/l waktu tromboplastin parsial parsial ( PTT
) < 27.5 detik atau > 79.4 detik < 10.6ndetik atau > 16.2 detik

3. Hasil Radiologi imaging

a. perdarahan paskular otak, kontusi atau perdarahan subarachoid


dengan status mental berubah atau tanda tanda neurologi fokal
b.Ruptur visera, kandung kemih, hati, varises esophagus atau
uterus dengan ketidak stabilan hemodinamik

c. bedah aneurisma aorta

4. Elektrokardiogram

a. infark miocard dengan aritmia dengan aritmia kompleks,


ketidakstabilan hemodinamik atau gagal jantung kongestif

b. ventrikel takikardi berkelanjutan atau fibrilasi ventrikel

c. blok jantung lenkap dengan ketidakstabilam hemodinamik

5. Pemeriksaan Fisik

a. pupil yang tidak sam pada pasien yang tidak sadar

b. luka bakar > 10% BSA

c. Anuria

d. Obstruksi jalan nafas

e. Kama

f. Kejang terus menerus

g. Sianosis

h. Tamponade jantung

KRITERIA SELEKSI

1. Prioritas I

Penyakit/gangguan akut pada sistem organ organ vital yang


memerlukan tindakan terapi yang intensif dan agresif yaitu :

a. Gangguan atau gagal nafas akut


b. Gangguan atau gagal sirkulasi

c. Gangguan atau gagal SSP

2. Prioritas II

Pemantauan atau obsevasi intensif secara atau non invasif atas


keadaan yang dapat menimbulkan ancaman gangguan pada
ssistem organ vital:

a. obsevasi intensif pasca bedah ekstensif

b. Observasi intensif pasca henti jantung dalam keadaan stabil

c. Observasi intensif pasca bedah jantung

3. Prioritas III

Pasien yang dalam keadaan sakit krisis dan tidak stabil yang
mempunyai harapan kecil untuk disembuhkan / manfaat yang di
dapat dari tindakan tindakan di ICU kecil pasien ini hanya
memerlukan terapi intensif pada penyakit akutnya tetapi tidak
dilakukan inkubasi atau RKP

KRITERIA KELUAR

1. penyakit/keadaan pasien telah membaik dan cukup stabil


sehingga tidak memerlukan terapi atau pemantaun intensif lebih
lanjut

2. terapi atau pemantauan intensif tidak bermamfaat atau tidak


memberi hasil pada pasien, sedangkan pasien tidak menggunakan
bantuan mekanisme khusus ( seperti ventilator ) misalnya:

a. Pasien mengalami MBO

b. Penyakit mencapai stadium akhir ( ARDS stadium akhir )


3. Dalam hal ini pengeluaran pasien ICU di lakukan setelah
pemberitahuan dan disetujui oleh keluarga terdekat pasien

4. Pasien atau keluarga menolak untuk dirawat lebih lanjut di ICU (


keluar paksa )

5. Pasian hanya memerluka observasi intensif saja, sedangkan


ada pasien yang lebih membutuhkan observasi intensif saja,
sedangjan ada pasien yang lebih membutuhkan terapi dan
observasi intensif ( pasien ini hendaknya di usahakan pindah ke
intermediet care )
1. Instalasi Gawat Darurat ( IGD )
2. Instalasi Rawat Inap ( IRNA )
UNIT TERKAIT 3. Instalasi Bedah Sentral (IBS )
4. Kamar Bersalin
5. Intensif care unit (ICU )