Anda di halaman 1dari 8

CRITICAL JOURNAL REVIEW

PENGUJIAN MATERIAL

OLEH :
NAMA : EGO PRANATA
NIM : 5183122027
KELAS : PTO 1

DOSEN PENGAMPU :

Drs.Pudin Saragih,M.Pd

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIMED
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas makalah critical journal mengenai
MATERIAL OTOMOTIF .Dan tidak lupa pula, saya ucapkan terimakasih kepada Bapak
dosen yang bersangkutan yang telah bersedia membimbing saya dalam menyelesaikan
makalah ini.

Penulis menyadari, bahwa masih banya kekurangan yang terdapar pada pembuatan
makalah ini.Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 28 April 2019

Ego pranata
Identifikasi Jurnal

Judul : Perbandingan Pemakaian Pasir Lematang dan Muara Enim Terhadap


Kuat Tekan Beton K-225

Jurnal : Jurnal Desiminasi Teknologi

Download
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=415580&val=7190&title=Perbandingan%2
0Pemakaian%20Pasir%20Lematang%20dan%20Muara%20Enim%20Terhadap%20Kuat%20Te
kan%20Beton%20K-225

Volume dan Halaman : Volume 1, No. 2,

Tahun : 2013

Penulis : Indra Syahrul Fuad, Bahder Djohan, Aguansyah

Reviewer : Ego pranata

Tanggal : 28 April 2019

Abstrak Penelitian :

a. Tujuan Penelitian

Penelitian pada Jurnal ini dilakukan untuk mengetahui besarnya kekuatan tekan pada
beton yang memenuhi standar (K-225) jika menggunakan pasir Lematang dan di bandingkan
menggunakan pasir Tanjung Raman di Kabupaten Muara Enim terhadap kuat tekan pada beton.
Apabila hasil pengujian berhasil dan memenuhi standar kuat tekan beton maka pasir ini pun
dapat dijadikan sebagai bahan pengganti pasir Tanjung Raman Kabupaten Muara Enim dalam
pembuatan beton untuk bangunan gedung di Kota Pagar Alam

b. Subjek Penelitian: Pasir Lematang (dekat dengan Kota Pagar alam), pasir Tanjung
Raman Kabupaten Muara Enim, Kuat Tekan Beton.
c. Assessment Data : Data yang di paparkan lengkap dan benar berdasarkan pengujian yang
telah dilakukan di laboratorium dan di lapangan.

d. Kata Kunci : pasir Lematang, pasir Muara Enim, Kuat Tekan Beton.

Pendahuluan :

a. Latar belakang dan Teori

Latar belakang :
Pasir merupakan material yang sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat mortar ataupun
beton, sehingga pemilihan pasir menjadi suatu bagian penting. Dilihat dari karakteristiknya pasir
lematang memiliki ciri butir agak kasar dan mempunyai warna yang kehitaman,
kehijauan,keputihan sehingga termasuk jenis pasir sungai,. Akan tetapi pasir ini jarang
dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pembangunan. Hal ini di sebabkan belum adanya
pengujian kuat tekan beton baik pemerintah maupun swasta sehingga masyarakat masih ragu
akan kekuatan pasir tersebut untuk bangunan biasa.
Sehingga di dapatlah sebuah gagasan untuk menguji kekuatan pasir lematang dengan uji
kuat tekan beton, dan hasilnya akan dibandingkan dengan hasil pengujian yang menggunakan
pasir Tanjung Raman Kabupaten Muara Enim yang biasa digunakan untuk pembangunan di kota
Prambulih, Muara Enim, Lahat dan Sekitarnya. Jika hasil pengujiannya nanti cukup kuat maka
pasir ini pun dapat dijadikan sebagai omset untuk daerah kota Pagar Alam.

Teori:
Edwar G. Nawy, (1990) menyebutkan Karakteristik Beton yang baik adalah yang
memiliki : 1)Kepadatan , 2)Kekuatan, 3)Faktor Air Semen, dan 4.)Tekstur. Sedangkan Bahan
pembentuk beton yaitu semen, air, dan agregat kasar dengan perbandingan yang baik.
Semen terbagi 2 yaitu: semen non hidrolis (tidak dapat mengeras dan tidak stabil dalam
air), semen hidroliseton(dapat mengeras bila dicampur dengan air). Agregat adalah bahan
pengisi dalam campuran beton yang menempati kira-kira 75 % dari volume beton dan dapat
mempengaruhi sifat-sifat beton. Air diperlukan untuk reaksi kimiawi dengan semen, air yang
digunakan dalam pembuatan beton harus bebas dari asam alkali, minyak atau bahan kimia
lainnya untuk menghindari penurunan kekuatan beton itu sendiri.

Sifat-sifat Beton : Kemampuan di kerjakan (Workability), Sifat tahan lama (Durability),


Sifat kedap air, dan Sifat kuat tekan yang tinggi. Sedangkan Faktor Yang Mempengaruhi Kuat
Tekan Beton: Faktor air semen, Semen (klasifikasi dan komposisi semen), Sifat Agregat
(Gradasi, Jenis dan Bentuk Partikel/ Tekstur Permukaan Agregat), dan Umur beton.

Metode Penelitian :
a. Langkah Penelitian

1. Penelitian dilakukan lebih kurang 3 bulan di Laboratorium PU Bina Marga Provinsi


Sumatera Selatan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: agregat halus berasal
dari Lematang dan Muara Enim, Agregat kasar berasal dari Lahat, semen yang digunakan
semen batu raja tipe I. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk pengujian bahan agregat
halus dan kasar adalah, alat uji berat jenis, penyerapan air, analisa saringan, berat isi,
abrasi/keausan agregat kasar, gelas ukur, panci, timbangan, oven, cetakan benda uji, slump
test, alat uji kuat tekan beton.
2. Perancangan campuran benda uji di lakukan berdasarkan mutu beton K-225, maka
dilakukan rancang campur bahan agregat kasar, agregat halus, semen, dan air, dengan
komposisi yang sesuai dengan hasil pemeriksaan bahan.
3. Selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton berdasarkan perbandingan umur beton
yang telah direncanakan yaitu pada umur 3 hari,7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari.
4. Setelah hasilnya didapat dilakukan penghitungan hasil dari kuat tekan beton tersebut.

b. Hasil Penelitian
Dari Hasil Penelitian di peroleh nilai kuat tekan beton yang berbeda-beda, tetapi kuat
tekan beton dari umur yang sama tidak memiliki perbedaan yang terlalu besar. Berdasarkan hasil
ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya umur beton, maka bertambah juga kuat tekan
yang dihasilkan oleh masing-masing benda uji.

Berdasarkan dari hasil tabel dan grafik dapat dilihat bahwa kuat tekan beton pada pasir
Lematang lebih rendah dalam berbagai umur di bandingkan dengan pemakaian pasir dari Muara
Enim. Sedangkan pada pengujian kadar lumpur masing-masing benda uji kadar lumpur untuk
pasir Lematang di dapat sebesar 0,73, Sedangkan kadar lumpur untuk pasir dari Muara Enim di
peroleh sebesar 1,45.

c. Diskusi Penelitian

Adanya perbedaan kadar Lumpur pada kedua benda uji tersebut sesuai dengan kutipan
buku Teknologi Beton Karangan Dr. Wuryati Samekto, M.pd dan Candra Rahmadiyanto, ST.
menyatakan bahwa lempung Lumpur dan debu atau butiran –butiran lainya, misalnya silf atau
debu pecahanbatu yang mungkin terdapat atau menempelpada permukan agregat dapat
menggangu ikatan antara agregat dengan pasta semen apalagi debu tersebut sangat minim
kandungan silikanya (sio2) sehingga abu tersebut tidak dapat bereaksi dengan semen. Karena
ikatan ini sangat penting dalam adukan akan dapat berpengaruh terhadap kekuatan dan daya
tahan beton.

Analisis Jurnal :

A. Kekuatan Penelitian

Metode penelitian dan pengujian cukup aman sehingga data yang di dapat lengkap dan benar
berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu Penulis memaparkan dengan bahasa yang
sederhana sehingga pembaca mudah memahami maksud yang disampaikan penulis

B. Kelemahan Penelitian

Metode yang digunakan bukan hal baru dan juga proses penelitian membutuhkan waktu yang
lama.
Kesimpulan :

Setelah dilakukan pengujian dapat disimpulkan mutu beton yang penggunaan pasir
lematang itu lebih rendah (253,80 kg/cm²) dibandingkan penggunaan pasir muara enim (277,20
kg/cm²). Akan tetapi dalam standar mutu beton rencana, penggunaan pasir lematang tersebut
layak digunakan sebagai campuran beton mutu K-225.

Saran :

Penulis sebaiknya melakukan pengujian lebih lanjut mengenai penelitian sejenis.


.Daftar Pustaka

Anonim, Peraturan Beton Indonesia (PBI),


Direktur Jenderal Cipta Karya,
Departemen Pekerjaan Umum, 1971.

Anonim, Tata Cara Pembuatan Rencanan


Campuran Beton Normal, SK. SNI T-
15-1990-03, Yayasan LPMB, Bandung,
1991.

Tjokrodimulyo, K., Teknologi Beton,


Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,
1992.

Samekto, W., Rahmadiyanto, C., Teknologi


Beton, Yogyakarta, Kanisius, 2001.

Mulyono, T., Teknologi Beton, Andi Offset,


Yogyakarta, 2004
Nugraha, P., Antoni, Teknologi Beton (dari
material, pembuatan, ke beton kinerja
tinggi), Andi Offset, Yogyakarta, 2007.