Anda di halaman 1dari 11

PAPER KOMPARASI MATERI STRATEGI HARGA

Dari bukunya Philip Kotler dan Gerry Amstrong Tahun 2018


Dan
Bukunya Philip Kotler dan Gerry Amstrong Tahun 2006

RIEDEL PAULUS JACOBIS

180820101028

1.1. Strategi Harga

Dalam menentukan strategi harga tentunya perusahaan harus memperhatikan Mutu atau
kualitas dari Produk yang hendak di jual, saat produk yang dihasilkan memiliki mutu yang baik
dan terjamin maka konsumen rela mengeluarkan biaya yang besar untuk memperoleh barang
tersebut atau menggunakan cara yang lain perusahaan mendesain produk sesuai dengan
kebutuhan pasar yang telah teridentifikasi sebelumnya sehingga produk yang akan dibuat akan
menyesuaikan dengan segmentasi pasar dan itu akan mempengaruhi Biaya produksi sehingga
akan mempengaruhi harga jual dari produk yang dihasilkan.

Misalnya dicontohkan Merek Hand Phon Apple. Dari tahun ke tahun kita ketahui bahwa
handphone Apple terkenal dengan harga yang sangat mahal melebihi produk handphone sejenis
yang lainnya. Tetapi dengan harga yang relatif lebih mahal penjualan produk Apple setiap
tahunnya selalu mengalami penaikan yang signifikan. Itu artinya bahwa kosumen atau pelanggan
tidak terlalu memperhatikan Harganya tetapi yang jadi Fokus adalah Mutu atau kualitas dari
produk Apple itu sendiri. Artinya dari sisih kecanggihan Apple mampu mengungguli produk-
produk handphone yang lainnya, serta itu produk Apple bisa mempermudah pelanggannya karna
lewat handphone teresebut konsumen bisa menyelesaikan segala jenis pekerjaan yang
menggunakan Pc atau laptop, itu karna Apple menyediakan produk yang tidak di sediakan
pesaingnya. Selain itu pelanggan Apple juga terus memberikan Feedback terhadap perusahaan
untuk terus memperbaharui produknya agan semakin canggih dan semakin membantu konsumen
dalam menyelesaikan Tugas Kantor maupun Bisnis, sehingga sekalipun harga dari Handphone
Apple sangat mahal tapi sangat laris di kalangan menengah keatas itu disebabkan kualitas dan
kecanggihan dari produk itu sendiri.
Selain itu selama beberapa dekade produk Apple berhasil membangun Image yang positif
terhadap pelanggannya dan menambah nilai status sosial seseorang ketika menggunakan produk
dari Apple. Nah Prosuk dari Apple bukan saja Handphone atau Iphone tetapi Apple juga
memproduksi Laptop dan Tab, yang semua produknya dilengkapi dengan kecanggihan teknologi
yang memumpuni serta fitur-fitur yang mempermudah pemakai mengoperasikannya. Konsumen
Apple juga percaya kalau nilai yang mereka terima ketika menggunakan produk Apple sangat
berharga dibandingkan dengan biaya yang harus mereka korbanankan.

Selain produk yang dihasilkan dalam bentuk handphone, tab dan Laptop ternyata Appkle
juga meluncurkan Apple Watch. Di kala itu pesaing menjual 6,8 juta jam pintar dengan harga rata-
rata $ 189. tetapi Apple meluncurkan sendiri smart watch dalam tiga versi. Versi paling murah,
Apple Watch Sport dasar, dijual seharga $ 349, hampir dua kali lipat harga industri rata-rata. Pada
ekstrem lainnya adalah Apple Watch ultra-premium Edisi, terbuat dari emas 18 karat padat dengan
kaca kristal safir. Penuh, dijual seharga $ 17.000. Harga tinggi seperti itu tidak membuat takut
pembeli. Dengan satu perkiraan, Apple akan menjual Diperkirakan 21 juta Apple Watches setahun
dan sekarang memegang 74 persen saham yang sangat luas di pasar smart watch.
Secara keseluruhan, hanya dalam empat tahun terakhir, penjualan Apple memiliki
kenaikan sebanyak dua kali lipat menjadi $ 234 miliar, menempatkan perusahaan ini ada di
posisi nomor 5 perusahaan industri Raksasa di dunia. Dengan demikian ada perusahaan yang
meneliti bahwa Apple adalah Merek yang paling berharaga di dunia.
Bahkan dengan semua kesuksesan ini, bagaimanapun juga
strategi penetapan harga Apple memang menghadirkan beberapa risiko. Misalnya, di
beberapa negara penjualannya berkembang pesat tapi di negara lain pejualan rendah karna harga
yang terlalu mahal, seperti negara cina, Apple sekarang menempati posisi ke tiga dalam pasar
smartPhone di cina setelah Xiaomi dan Huawei. Karna harga dari keddua produk tersebut jauh
lebih murah dan sesuai dengan kondisi konsumen cina

seperti yang kita pelajari di bab sebelumnya, keputusan penetapan harga tunduk pada susunan
kompleks perusahaan, lingkungan, dan kompetitor.
Untuk membuat hal-hal menjadi lebih kompleks, sebuah perusahaan tidak menetapkan harganya
sendiri melainkan struktur harga harus juga mempertimbangkan faktor-faktor yang lainnya seperti
lingkungan, kebutuhan konsumen dan kompetitor. Struktur harga ini selalu berubah seiring waktu
terhantung perubahan faktor-faktor tadi. Perusahaan menyesuaikan harga untuk mencerminkan
perubahan dalam biaya dan permintaan dan untuk memperhitungkan variasi pembeli dan situasi.
Seiring perubahan lingkungan yang kompetitif, perusahaan mempertimbangkan kapan untuk
melakukan perubahan harga dan kapan menanggapi persaingan dari kompetitor. materi ini
mengkaji pendekatan harga tambahan yang digunakan dalam situasi harga khusus atau untuk
menyesuaikan harga untuk menghadapi situasi yang berubah.

Ada beberapa jenis Strategi harga


1. Strategi Harga Produk Baru

Strategi penetapan harga biasanya berubah ketika produk melewati siklus hidupnya. Perusahaan
yang membawa produk baru menghadapinya tantangan pengaturan harga untuk pertama kalinya.
Mereka dapat memilih di antara dua strategi luas: harga pelun dan harga peluncuran pasar dan
harga penetrasi pasar.

2. Penetapan Harga Pasar

Banyak perusahaan yang menciptakan produk baru menetapkan harga awal yang tinggi untuk
mengurangi pendapatan oleh lapisan dari pasar. Apple sering menggunakan strategi ini, yang
disebut market-skimming (atau penggelembungan harga). Dengan setiap generasi baru Apple
iPhone, iPad, atau Mac komputer, model baru mulai dengan harga tinggi kemudian bekerja
dengan cara mereka sebagai model yang lebih baru diperkenalkan. Dengan cara ini, Apple
mendapat hasil yang maksimum dan menguasai segmen pasar.

3. Penentuan Harga Penetrasi Pasar

Dari pada menetapkan harga awal yang tinggi untuk mengurangi segmen pasar yang kecil tetapi
menguntungkan, beberapa perusahaan menggunakan harga penetrasi pasar. Perusahaan
menetapkan harga awal yang rendah untuk menembus pasar dengan cepat dan mendalam - untuk
menarik sejumlah besar pembeli dengan cepat dan memenangkan pangsa pasar yang besar.
Volume penjualan yang tinggi menghasilkan penurunan biaya, memungkinkan perusahaan untuk
memotong harga mereka lebih jauh. Sebagai contoh, AGIT Global menggunakan harga penetrasi
untuk segera membangun permintaan untuk papan surfing Wavestorm

4. Strategi Penetapan Harga Produk


Strategi untuk menetapkan harga produk sering harus diubah ketika produk tersebut sama dengan
produk yang dihasilkan perusahaan kompetitor. Dalam hal ini, perusahaan mencari serangkaian
harga yang memaksimalkan laba dari total bauran produk. Penetapan harga sulit karena berbagai
produk miliki permintaan dan biaya terkait dan menghadapi berbagai tingkat persaingan.
Ada beberapa pendekatan penetapan harga campuran produk
a. Harga Tersegmentasi

Perusahaan akan sering menyesuaikan harga dasar mereka untuk memungkinkan produk
bisa sesuai dengan pelanggan dan lokasi. penetapan harga tersegmentasi mengambil
beberapa bentuk. Di bawah harga segmen pelanggan, pelanggan yang berbeda membayar
harga yang berbeda untuk produk atau layanan yang sama. Misalnya, museum, bioskop,
dan toko ritel dapat mengenakan harga lebih rendah untuk siswa dan mahasiswa
menawarkan diskon 5 persen setiap hari Rabu kepada "pelanggan berusia 60 atau
menawarkan penurunan harga 20 persen. Selanjutnya Menggunakan penetapan harga
berbasis lokasi, perusahaan mengenakan harga berbeda untuk lokasi yang berbeda,
meskipun biaya untuk menawarkan setiap lokasi adalah sama. Misalnya,
.

b. Harga Psikologis
Harga bisa memberikan nilai terhadap suatu produk. Misalnya, banyak konsumen
menggunakan harga untuk menilai kualitas. Botol parfum seharga $ 100 mungkin hanya
mengandung aroma senilai 3, tetapi beberapa orang bersedia membayar $ 100 karena harga
ini menunjukkan sesuatu yang istimewa.Dalam menggunakan harga psikologis, penjual
mempertimbangkan psikologi harga, bukan hanya ekonomi. Misalnya, konsumen biasanya
menganggap produk dengan harga lebih tinggi memiliki kualitas yang lebih tinggi.

c. Penetapan Harga Promosi

Dengan harga promosi, perusahaan sementara menciptakan harga produk mereka di bawah
daftar harga yang semestinya dengan tujuan untuk menciptakan kegembiraan dan
ketertarikan pembeli. Penetapan harga promosi dilakukan dalam beberapa bentuk. Seorang
penjual hanya dapat menawarkan diskon dari harga normal untuk meningkatkan penjualan
dan mengurangi persediaan. Penjual juga menggunakan harga khusus di musim-musim
tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan. Jadi untuk pembelian TV dan bahan
elektronik lainnya produsen memberikan harga promosi pada bulan November dan
Desember untuk menarik pembeli datang ke toko-toko diwaktu liburan dan waktu
Penawaran terbatas.

d. Harga Geografis

Perusahaan juga harus memutuskan bagaimana menetapkan harga produknya untuk


pelanggan yang berlokasi di bagian negara yang berbeda dari Amerika Serikat.
Perusahaan harus memperimbangkan harga besera dengan ongkos pengirimannya dan lain
sebagainya.

1.2.Harga Dinamis dan Online


Sepanjang sejarah Kebijakan yang dipakai perusahaan adalah menetapkan harga Tetap.
menetapkan harga tetap adalah gagasan yang relatif modern yang muncul dengan perkembangan
bisnis ritel skala besar pada akhir abad kesembilan belas. sebagian besar harga diatur dengan cara
ini. Namun, banyak perusahaan sekarang membalikkan tren penetapan harga tetap. Mereka
menggunakan harga penyesuaian harga dinamis secara terus-menerus untuk memenuhi
karakteristik dan kebutuhan pelanggan dan situasi individual.mereka membuat harga ditentukan
melalui negosiasi antara pembeli dan penjual.

Penentuan harga dinamis menawarkan banyak keuntungan untuk marketeis. Misalnya, penjual
online seperti Amazon, L.LBean, atau Apple dapat menambang database mereka untuk mengukur
pembeli tertentu bersarkan keinginan, mengukur cara mereka membeli suatu produk, memeriksa
harga pesaing, dan menyesuaikan penawaran secara instan agar sesuai dengan situasi pembelian
dan harga perilaku pembeli yang sesuai.
Layanan mulai dari pengecer, maskapai penerbangan, dan hotel hingga tim olahraga mengubah
harga sesuai dengan perubahan permintaan, biaya, atau penetapan harga pesaing, menyesuaikan
apa yang mereka lakukan harga dapat membantu penjual untuk mengoptimalkan penjualan dan
melayani pelanggan dengan lebih baik. Namun itu dapat memicu perang harga marjinal dan
merusak hubungan pelanggan dan kepercayaan. Perusahaan harus berhati-hati agar tidak melewati
batas penetapan harga dinamis supaya tidak merusak hubungan dengan pelanggan.

1.3.Harga Internasional
Perusahaan yang memasarkan produknya secara internasional harus memutuskan berapa harga
yang akan dikenakan ketika memasarkan produknya dinegara yang berbeda
Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat menetapkan harga yang seragam di seluruh dunia. Untuk
Sebagai contoh, Boeing menjual pesawat jet dengan harga yang sama di mana-mana, baik itu
pembeli berada di Amerika Serikat, Eropa, atau negara dunia ketiga. Namun, sebagian besar
perusahaan Mereka menyesuaikan harga mereka untuk mencerminkan kondisi pasar lokal dan
pertimbangan biaya.

Harga yang harus dibebankan perusahaan di negara tertentu tergantung pada banyak faktor,
termasuk kondisi ekonomi, situasi kompetitif, hukum dan peraturan dan sifat sistem grosir dan
eceran. Persepsi konsumen preferensi juga dapat bervariasi dari satu negara ke negara,
menyerukan harga yang berbeda. Atau perusahaan mungkin memiliki tujuan pemasaran yang
berbeda di berbagai pasar dunia, yang memerlukan perubahan dalam strategi penetapan harga
Misalnya, Apple menggunakan strategi penetapan harga premium.

1.4.Perbandingan Bukunya Philip Kotler dan Garry Amstrong 2006

Menurut Bukunya Philip Kotler dan Garry Amstrong 2006 bahwa dalam menentukan strategi
harga pada produk ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti
1. Keadaan Perekonomian
Keadaan perekonomian sangat mempengaruh tingkat harga yang berlaku. Pada periode resesi
misalnya, merupakan suatu periode dimana harga berada pada suatu tingkat yang lebih rendah.

2. Penawaran dan Permintaan


Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli oleh pembeli pada tingkat harga tertentu. Pada
umumnya tingkat harga yang lebih rendah akan mengakibatkan jumlah yang diminta lebih besar.
Sedangkan penawaran merupakan kebalikan dari permintaan, yaitu suatu jumlah yang ditawarkan
oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu. Pada umumnya, harga yang lebih tinggi mendorong
jumlah yang ditawarkan lebih besar.

3. Elastisitas Permintaan
Sifat permintaan pasar tidak hanya mempengaruhi penentuan harganya tetapi juga mempengaruhi
volume yang dapat dijual. Untuk beberapa barang, harga dan volume penjualan ini berbanding
terbalik, artinya jika terjadi kenaikan harga maka penjualan akan menurun dan sebaliknya.

4. Persaingan
Harga jual beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada. Dalam
persaingan, penjual yang berjumlah banyak aktif menghadapi pembeli yang banyak pula.
Banyaknya penjual dan pembeli akan mempersulit penjual perseorangan untuk menjual dengan
harga lebih tinggi kepada pembeli yang lain.

5. Biaya
Biaya merupakan dasar dalam penentuan harga, sebab suatu tingkat harga yang tidak dapat
menutup akan mengakibatkan kerugian. Sebaliknya, apabila suatu tingkat harga melebihi semua
biaya akan menghasilkan keuntungan.

6. Tujuan manajer
Penetapan harga suatu barang sering dikaitkan dengan tujuan yang akan dicapai. Setiap
perusahaan tidak selalu mempunyai tujuan yang sama dengan perusahaan lainnya.

7. Pengawasan Pemerintah
Pengawasan pemerintah juga merupakan faktor penting dalam penentuan harga. Pengawasan
pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penentuan harga maksimum dan minimum,
diskriminasi harga, serta praktekpraktek lain yang mendorong atau mencegah usaha kearah
monopoli.

Selanjutnya Menurut Kotler Dan G. Amstrong bahwa harga yang diajukan perusahaan
akan gagal apabila berada terlalu tinggi untuk dapat menghasilkan permintaan dan bila terlalu
rendah untuk menghasilkan keuntungan. Bila pelanggan menganggap bahwa harga lebih besar
dari nilai produk, mereka tidak akan membeli produk tersebut.
CONTOH PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN STRATEGI HARGA
PERUSAHAAN MASKAPAI PENERBANGAN AIR ASIA

: Air Asia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri penerbangan yang telah
menerapkan strategi penerapan harga murah (low cost carier / LCC) dibandingkan dengan
kompetitornya. Strategi ini dipilih karena sesuai dengan target pasar yang dipilih oleh Air Asia
yaitu konsumen penerbangan yang sangat awareterhadap harga dan hanya membutuhkan manfaat
utama dari produk dan pelayanan industri penerbangan yaitu transportasi yang memindahkan
konsumen dari satu tempat ke tempat lain. Masuknya Air Asia ke segmen pasar ini didasari oleh
pertimbangan bahwa masih banyaknya penduduk Asia khususnya Asia Tenggara yang
membutuhkan transportasi yang cepat melalui udara baik antar negara maupun antar daerah tetapi
terkendala oleh besarnya biaya penerbangan yang saat itu ada. Potensi segmen ini bertambah
semakin besar seiring dengan terjadinya switchingkonsumen penerbangan premium atau biasa
yang menginginkan harga yang lebih rendah. Swtichingini banyak dipengaruhi oleh turunnya daya
beli konsumen penerbangan secara keseluruhan sebagai akibat krisis yang melanda Asia. Berikut
ini adalah strategi AirAsia dalam menekan biaya sehingga harga tiket Air Asia dapat dibuat
serendah mungkin:
1. AirAsia meniadakan makanan dan minuman di dalam pesawat. Penumpang yang
membutuhkan makanan dan minuman tetap dapat memesannya di dalam pesawat.
2. Rute perjalanan Air Asia pada umumnya butuh waktu antara 3 –3,5 jam. Hal ini membuat
Air Asia dapat menggunakan awak kabin yang sama untuk penerbangan balik dari tujuan
kedatangan kembali ke tujuan pemberangkatan sambil membawa penumpang baru dengan
demikian biaya gaji awak kabin dapat dikurangi.
3. Tidak ada biaya yang diperlukan untuk akomodasi awak kabin di tujuan kedatangan karena
mereka kembali ke rumah pada hari yang sama, setelah 8-10 jam. Waktu tersebut sama
dengan waktu normal orang kantoran biasa bekerja.
4. Pelanggan didorong untuk membeli tiket lewat internet sehingga Air Asia dapat
menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa tempat penjualan tiket beserta
stafnya. Penghematan lainnya adalah tidak ada tiket yang dicetak. Pelanggan cukup
mencetak sendiri kode penerbangan beserta rinciannya.
5. Air Asia mencari landasan udara termurah. Sebagai contoh Air Asia lebih memilih
landasan udara Macau yang lebih murah dibandingkan Hongkong. Dari Macau penumpang
dapat menaiki hovercraftke Hongkong. Jika dalam sebuah negara tidak terdapat pilihan
landasan udara murah, maka Air Asia memilih untuk tidak menggunakan semua fasilitas
dalam bandara tersebut semisal jembatan layang yang menghubungkan ruang tunggu
dengan pesawat. Penumpang dapat berjalan kaki langsung menuju pesawat.
6. AirAsia hanya menggunakan 1 jenis pesawat saja yaitu Air Bus 320. Hal ini dapat
menghemat biaya pelatihan awak kabin karena mereka hanya perlu mempelajari 1 jenis
pesawat saja.

REVIEW JURNAL PRICE STRATEGI

Judul A Meta-Analysis of Job Analysis Reliability


Jurnal Journal of Applied Psychology
Volume Vol. 88, No. 4, 2003
Halaman 635–646
Penulis Erich C. Dierdorff and Mark A. Wilson
Reviewer Riedel P. Jacobis
Tanggal 19 Oktober 2018

Pendahuluan Penulis menjelaskan bahwa betapa pentingnya memperoleh data dan


penilaian analisis pekerjaan untuk membuat organisasi semakin
berkembang. Selanjutnya, data analisis pekerjaan sangat diperlukan
dalam rangka peningkatan kualitas. Peneliti juga menjelaskan bahwa
dalam menganalisis jabatan ada beberapa kendala yag harus
dipertimbangkan seperti implikasi utilitas, masalah hukum dan biaya
organisasi. Itu mejadi bagian yang sangat penting bagi yang akan
menggunakan data ini sebagai pengambilan keputusan. Dua bentuk
estimasi keandalan yang paling umum digunakan adalah keandalan
interrater dan intrarater (Viswesvaran, Ones, & Schmidt, 1996). Dalam
konteks praktik analisis pekerjaan, reliabilitas interrater tampaknya
menjadi lebih umum dari dua teknik. Interrater keandalan adalah
mengidentifikasi tingkat dimana penilai yang berbeda (yaitu, petahana)
setuju pada komponen dari peran atau pekerjaan target pekerjaan.
Estimasi keandalan Interrater pada dasarnya adalah indeks penilai
kovariasi. Jenis perkiraan ini dapat menggambarkan tingkat keseluruhan
konsistensi di antara penilai sampel yang terlibat dalam analisis
pekerjaan.
Metode metode yang digunakan memakai metode Database, karena biasanya
Penelitian penelitian yang tidak menggunakan database mengakibatkan estimasi
reliabilitas yang tidak realistis tinggi. Selain itu banyak juga study empiris
tentang analisis pekerjaan yang hanya melaporkan estimasi keandalan
cadangan dan bukan yang utama sehingga membuat lebih sulit untuk
menemukan sumber data keandalan. Tapi dengan menggunakan teknik
yang canggih yang menggunakan sistem komputer sehingga data-datanya
tersistem secara otomatis dan data bisa terakomodir. Yang kedua adalah
teknik analisa. Teknik ini diperlukan penelitian atau observasi terlebih
dahulu untuk menilai keandalan data pekerjaan

Hasil dan menurut penulis Pendekatan klasik mungkin lebih cocok untuk riset
Pembahasan analisis pekerjaan seperti pendekatan psikologis dan kebutuhan
karyawan. Pertama, melalui analisis dan desain pekerjaan akan
memudahkan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan cara
meningkatkan kinerja organisasi melalui memberikan kompensasi,
seleksi, pelatihan dan sebagainya) Di lain sisi, peran pekerjaan umumnya
memiliki parameter yang dapat diidentifikasi, sejauh mana tanggung
jawab atau hasil kerja yang diinginkan perusahaan bisa terwujud melalui
karyawan trsebut. Selanjutnya akan sangat tidak mungkin mengharapkan
bahwa individu hanya didorong ke pekerjaan tanpa penggambaran apapun
mengenai tujuan yang diharapkan perusahaan. Kedua, pekerjaan tidak
selalu sesuai dengan gagasan tentang konstruk psikologis seperti halnya
kinerja karyawan (misalnya,kewarganegaraan dan kinerja tugas). Sebuah
analogi psikometri bahwa karyawan perlu untuk mengerjakan tugas yang
spesifik sesuai dengan bidangnya agar karyawan akan lebih produktif.
Selain itu juga analisis ini harus terbukti bermanfaat bagi karyawan
sebagai abjek untuk ditingkatkan kinerjanya. Selain itu juga lewat analisis
pekerjaan ini akan membantu para pengambil keputusan untuk
memutuskan desain pekerjaan selanjutnya
Kesimpulan Akhirnya penulis menyimpulkan bahwa untuk membuat organisasi
mempunyai kinerja yang produktif harus melihat kebutuhan akan
organisasi itu sendiri seperti menganalisis pekerjaan sehingga bisa
membuat keputusan untuk mendesain pekerjaan selanjutnya.
Komentar  Pendekatan penelitian hanya menggunakan pendekatan klasik yang
/Review menyebabkan kadang tidak relavan lagi di masa sekarang.
 Penelitian ini hanya membahas analisis dan desai pekerjaan dengan
dasar kendala saja. Perlu untuk membahas dari sumber masalah yang
beda seperti karyawan yang bekerja bukan ditempat yang tepat dan
sebagainya
DAFTAR PUSTAKA

Philip Kotler & G.Terry. 2018, Pricing Strategies


Philip Kotler & G.Terry. 2006, Prinsip-prinsip Pemasaran, Erlangg, Jakarta
Swastha, Basu dan Irawan. 2005, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta.
Muhamad Damyati,2018, Strategi pemasaran, Mitra Wacana Media, Jakarta
https://www.coursehero.com/file/pvpd4u/Contoh-Perusahaan-yang-menerapkan-strategi-biaya-
rendah-Air-Asia-merupakan/