Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN LAB STL

Praktikum PROTEKSI

OCR DAN GFR


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Lab STL

Oleh: Kelompok 2

 Abdul Rozaq (D4 SKL 3A/ 01)


 Asda Pungky P (D4 SKL 3A/ 06)
 Bintang Surya (D4 SKL 3A/ 07)
 Fitria Martin R (D4 SKL 3A/ 11)
 Guntur Mayhendra (D4 SKL 3A/ 12)
 Mega Juliastuti (D4 SKL 3A/ 16)
 Novant Kukuh A (D4 SKL 3A/ 19)

SISTEM KELISTRIKAN
TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari rangkaian peralatan yang sangat
memungkinkan untuk mengalami gangguan, baik sebagai akibat dari faktor luar
maupun dari kerusakan peralatan itu sendiri. Untuk itulah diperlukan sistem proteksi
yang pada prinsipnya bertugas sebagai berikut :

1. Mendeteksi gangguan yang terjadi dengan cara mengenali gejala gangguan yang
dapat berupa perubahan besaran tegangan, arus, sudut fasa maupun frekuensi.
2. Membebaskan (memisahkan) bagian sistem yang terganggu dari sistem yang tidak
terganggu.

Sistem proteksi tidak bisa menghilangkan datangnya gangguan, namun dengan


adanya sistem proteksi yang bekerja dengan baik maka beberapa kerugian dan
kemungkinan timbulnya bahaya atau kerusakan dapat dihindarkan.

1.2 Tujuan

Setelah menyusun laporan ini, diharapkan mahasiswa dapat:

1. Mengetahui cara pengujian Rele Arus Lebih merk ABB, tipe SPAJ 120.
2. Mengetahui pengujian Pick Up dan Drop Off.
3. Mengetahui pengujian Definite Time Relay.
4. Mengetahui pengujian Inverse Relay.
5. Mengetahui pengujian Instantaneous Relay.
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR)
a. Prinsip Kerja Over Current Relay (OCR) & Ground Fault Relay (GFR)

Relai arus lebih merupakan Relai Proteksi yang bekerja karena


adanya besaran arus dan terpasang pada Jaringan Tegangan tinggi,
Tegangan menengah juga pada proteksi Transformator tenaga. Jika relai
dilewati arus yang melebihi nilai pengamanan tertentu (arus setting/ setelan
waktu tertentu), maka relai akan mulai bekerja. OCR bekerja berdasarkan
kenaikan arus yang terdeteksi oleh relai.

Relai ini berfungsi untuk mengamankan peralatan listrik akibat


adanya gangguan fasa-fasa. Relai Hubung tanah merupakan Relai Proteksi
yang bekerja karena adanya besaran arus dan terpasang pada jaringan
Tegangan Tinggi,Tegangan menengah juga pada proteksi Transformator
tenaga.

b. Fungsi dan Penggunaan

Relai arus lebih tak berarah dan Relai Hubung Tanah Tak
berarah atau cukup disebut relai arus lebih dan relai hubung tanah.
Relai ini berfungsi sebagai proteksi terhadap gangguan arus hubung
singkat fasa-fasa maupun fasa tanah dan dapat digunakan sebagai:

 Proteksi utama penyulang (jaringan tegangan menengah)


 Proteksi cadangan pada trafo, generator dan transmisi.
 Proteksi utama untuk sistemtenaga listrik yang kecil dan radial.
 Proteksi utama motor listrik yang kecil.
2.2 Karakteristik Relai Arus Lebih
Berdasarkan karakteristik waktu kerja relai arus lebih diklasifikasikan sbb:

2.2.1. Relai Arus Lebih Seketika/ Moment/ Instant


Jangka waktu relai mulai pick-up sampai selesainya kerja relai tanpa
penundaan waktu, kerjanya sangat cepat / waktunya pendek (20–100 milli
detik).

2.2.2. Relai Arus Lebih dengan Tunda Waktu (Time Delay)


Jangka waktu relai mulai pick-up sampai selesai kerja relai diperpanjang
dengan nilai waktu tertentu dan tidak tergantung dari besarnya arus yang
menggerakkannya.

2.2.2.1.Relai Arus Lebih Inverse

Jangka waktu relai mulai pick-up sampai selesai kerja relai diperpanjang
dengan nilai waktu tertentu dan tergantung dari besarnya arus yang
menggerakkannya. Semakin besar arus yang lewat rele, maka semakin cepat
rele bekerja,dan sebaliknya. Karakteristik OCR Inverse ada 4 macam:

 Normal Inverse
 Very Inverse
 Extremelly Inverse
 Long Time Inverse

2.2.2.2. Relai Arus Lebih Definite

Jangka waktu kerja relai merupakan kombinasi dari Inverse dan definite.
Rele mulai pick-up sampai selesai diperpanjang dengan nilai waktu tertentu
dan tergantung dari besarnya arus yang menggerakkannya, dan pada nilai arus
tertentu rele harus kerja dengan definite time (gambar 12 d). Dalam hal
diperlukan dapat dilakukan penerapan kombinasi antara dua macam
karakteristik, misal : IDMT (Inverse Definite Minimum Time).
Keterangan :

 Arus Pickup (Ip), nilai arus minimum yang menyebabkan relai mulai bekerja.
 Arus drop off (id), nilai arus maximum yang menyebabkan relai selesai bekerja.
 Konstanta deviasi (Kd), adalah perbandingan Id dengan Ip :
Id
Perbandingan Kd   100%
Ip

 Kd ini juga mencerminkan sensitifitas dari suatu relai.

Macam karakteristik OCR

Gambar . Karakteristik Relai Arus Lebih

a. Instant c. Inverse

b. Definite d. Kombinasi
Sambungan relai arus lebih (Gambar. a dan .b) :

 Relai arus lebih untuk pengaman gangguan antar fasa yaitu gangguan 3 fasa atau
2 fasa, digunakan 3 buah relai arus lebih atau dapat juga menggunakan 2 buah
relai arus lebih.
 Relai arus lebih dapat digunakan sebagai pengaman gangguan fase-tanah
dinamakan Ground Fault Relay (GFR).

Gambar. e : Tiga OCR Satu GFR

Gambar. f: Dua OCR Satu GFR


BAB III

METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat

Percobaaan ini dilaukan dan berlangsung pada:

Hari dan Tanggal : Jumat, 27 Mei 2016


Tempat : Lab STL Gedung AL Politeknik Negeri Malang

3.2. Prosedur dan Hasil Percobaan


3.2.1. Pengujian Pick Up dan Drop Off
Rele disetting untuk beberapa arus gangguan (0,4A – 2A), tiap-tiap arus
gangguan diinjeksikan arus sampai rele bekerja (pick up), kemudian mengatur
arus gangguan sampai rele berhenti bekerja (drop off). Setelah itu, menghitung
perbandingan antara saat rele pick up terhadap saat rele drop off (resetting
ratio).
Tabel 1

Hasil Pengujian Pick Up dan Drop Off SPAJ 120

Setting Arus (A) 0,45 0,5 0,7 1 1,2


Arus Pick Up (A) 0,42 0,47 0,67 0,95 1,18
Arus Drop Off (A) 0,41 0,42 0,62 0,9 1,12

Berdasarkan PT. PLN (Persero) Udiklat Makassr, rele dinyatakan masih baik
jikan nilai Kd ≥ 80%

3.2.2. Pengujian Definite Time Relay


Rele disetting pada arus tertentu (0,4A dan 0,6A) dengan waktu tertentu pula
(1,5s dan 2s), kemudian diinjeksikan arus gangguan dari nilai settingannya,
samapai nilai tertentu (0,4A – 1A), lalu mengukur waktu kerja dari rele.
Tabel 2

Hasil Pengujian Definite Time Relay SPAJ 120

Arus Gangguan (A) 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1


Waktu Iset = 0,45 ; tset = 1s - 1,31 1,24 1,2 1 0,95 0,85
Ukur Iset = 0,6 ; tset = 2s - - - 2,4 2,3 2,2 2,1

Dari data yang dihasilkan diatas, didapatkan grafik sebagai berikut:

3.2.3. Pengujian Inverse Relay


Rele disetting pada beberapa jenis inverse (normal inverse, very inverse,
extremelly inverse) untuk gangguan fasa dan gangguan fasa ke tanah dengan
setting waktu paling kecil.
Untuk gangguan fasa, rele disetting pada arus 0,4A (I˃), kemudian diinjeksikan
arus gangguan dari nilai settingannya, sampai nilai tertentu (0,4 – 1A), lalu
mengukur waktu kerja dari rele. Sedangkan gangguan ke tanah, setting rele
adalah 0,1A (I˃) dan diinjeksikan dengan range arus gangguan yang sama.
Tabel 3

Hasil Pengujian Inverse Relay SPAJ 120 (Gangguan Fasa)

Td = 0,5 ; Is = 0,45

Arus Gangguan (A) 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1


I / I > (A)
Waktu Ukur Normal Inverse - 38 s 13 s 9,2 s 7,2 s 5,3 s 4,7 s
Very Inverse - 69 s 19 s 11,2 s 10,7 s 7s 5,1 s

Berdasarkan karakteristik standar dari rele inverse (Pelatihan O&M Relai


Proteksi Gardu Induk, PT. PLN (Persero) P3B), semakin besar arus gangguan,
maka akan terjadi perpotongan antara normal inverse, very inverse dan
extremelly inverse akan berada paling bawah. Pada rele SPAJ 120, hal tersebut
bisa dilihat pada karakteristik inverse gangguan ke tanah.

3.2.4. Pengujian Instantaneous Relay


Pada rele dosetting inverse (I˃) = 0,4A dan instantaneous (I˃˃) = 4 x I˃ atau
1,6A. Kemudian pada rele diinjeksikan arus gangguan 0,8A - 1,8A untuk
mengetahui indikator mana yang bekerja lebih dahulu, dan mengukur waktu
kerjanya.
Tabel 5

Hasil Pengujian Instantaneous Relay SPAJ 120 (Gangguan Fasa)

Arus Gangguan (A) 0,8 1 1,7 1,8

Indikator Awal 1,13 s 1s 0,7 s 0,3s


ANALISA
BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

..............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................