Anda di halaman 1dari 13

PASAR MODAL

Dosen Pengampu :

Budi Suharto, S.E.I, M.E

ANALISIS TEKNIKAL

Oleh :

MAHESWARA MAULIDANI R 1651010307


ROSA KUMALA DEWI 1651010252
TRI JULIYA UTARI 1651010272

JURUSAN EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2019

i
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, karena telah melimpahkan rahmat-Nya dan telah
memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat
pada waktunya. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di akhirat

nanti.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
terdapat banyak kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Demikian dan apabila
dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan kami mohon maaf. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat. Terima kasih.

Bandar Lampung, 8 Maret 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................... ii

Daftar Isi..................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...............................................................................................1


B. Rumusan Masalah ..........................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ............................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Analisis Teknikal .........................................................................2


B. Jenis-jenis grafik ............................................................................................5
C. Pola-pola trend grafik.....................................................................................7

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ................................................................................................................ 9

Daftar Pustaka ............................................................................................................10

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sebelum para investor mengambil keputusan untuk berinvestasi saham di pasar


modal, sebaiknya para investor melakukan analisis terlebih dahulu. Analisis ini
penting dilakukan alasannya adalah agar investor tidak mengalami kerugian
yang cukup besar dan mampu maminimalkan resiko. Salah satunya dengan
melakukan analisis teknikal. Yang kemudian akan dibahas di dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan analisis teknikal ?
2. Apa saja jenis-jenis grafik dalam analisi teknikal ?
3. Apa saja pola-pola dalam analisis teknikal ?

C. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan analisis teknikal
2. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis grafik dalam analisis teknikal
3. Untuk mengetahui pola trend dalam analisis teknikal

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Analisis Teknikal (Technical Analysis)

Analisis Teknikal (Technical Analysis), yaitu menentukan harga saham


dengan menggunakan data pasar dari saham, misalnya harga saham, volume transaksi
saham dan indeks pasar.

Analisis teknikal adalah analisis yang mempelajari pergerakan pasar dengan


melihat perubahan harga dan volume perdagangan. Analisis teknikal adalah teknik
yang menganalisa fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu atau dalam
hubungannya dengan faktor lain misalnya volume transaksi. Karena itu, analisis
teknikal banyak menggunakan grafik (Wira, 2012:4). 1

Analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren
pasar atau sekuritas di masa depan dengan mempelajari grafik dari aksi pasar di masa
lalu dengan mempertimbangkan harga pasar instrumen dan minat atas instrumen
tersebut (Cahyono, 2001: 9). Analisis teknikal adalah salah satu analisis atau metode
pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, kontrak berjangka
(future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya (Wijaya, 2006:
64). Secara singkat, analisis teknikal dapat dikatakan sebagai analisis sekuritas
dengan menggunakan grafik harga dan volume historis (Sulistiawan dan Liliana,
2007: 4). 2

Menurut Sharpe et al. (1997: 411) bahwa analisis teknikal biasanya berusaha
untuk meramalkan gerakan harga jangka pendek dan memberikan rekomendasi
mengenai saat yang tepat (timing) untuk membeli dan menjual saham atau kelompok
saham tertentu atau saham secara umum. Menurut Rosenfeld (dalam Sharpe et. al.,
1
Dian Dwi Parama Asthri. Topowijono dan Sri Sulasmiyati. “Analisis teknikal dengan indikator
moving average convergence divergence untuk menentukan sinyal membeli dan menjual dalam
perdagangan saham”. Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 33 No. 2. 2016. Hlm 42
2
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perkembangan_pasar_modal/BAB%203.%20ANAL
ISIS%20TEKNIKAL%20-%20GRAFIS.pdf

5
1997: 411), bahwa konsep analisis teknikal sama sekali tidak sesuai dengan ide
efisiensi pasar. Metodologi analisis teknikal adalah tergantung pada asumsi bahwa
apa yang terjadi di masa lalu cenderung terulang lagi di Bursa saham. Jika pola
aktifitas tertentu di masa lalu tingkat keberhasilannya 90%, seseorang dapat
mengasumsikan kemungkinan hasil yang sama akan muncul lagi setiap kali pola ini
muncul di masa depan. Harus ditekankan bahwa sebagian besar dari metode analisis
teknikal kurang memiliki penjelasan logis.

Jadi, teknikal menekankan bahwa studi pola masa lalu mengenai investasi,
seperti harga dan volume akan memungkinkan investor mengidentifikasi saat yang
tepat dengan akurat apakah suatu saham (atau kelompok saham atau pasar secara
umum) adalah over priced atau under priced. Sebagian besar (tapi tidak seluruhnya)
analisis teknikal tergantung pada grafik volume perdagangan dan harga. 3

Pendekatan ini menganggap bahwa saham adalah satu komoditi perdagangan,


sehingga harga pasarnya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang terjadi di
pasar. Melalui analisis trend harga pasar historis para analis dari aliran teknikal akan
berusaha untuk menemukan suatu pola pergerakan harga pasar saham yang spesifik
dan hal ini kemudian digambarkan dalam suatu grafik.

Menurut Sharpe et al. (1997: 432-433), masalah utama pada pendekatan ini
adalah bagaimana mengidentifikasikan trend pergerakan harga pasar saham sehingga
dapat diambil suatu pola tindakan investasi secara cepat dan tepat dengan mengacu
pada trend tersebut, sehingga para analis berusaha mencari suatu pola khusus dari
pergerakan harga pasar saham yang dapat digunakan sebagai alat analisis. Sharpe et
al. (1997: 432-436) bahwa ada beberapa metode yang dapat dilakukan dengan
pendekatan teknikal, sebagai berikut:

3
Sudirman. Pasar modal dan manajemen portofolio. Gorontalo: Sultan amai press. 2015. Hlm 65

6
1. Metode Grafik

Metode ini (chartist) percaya bahwa pola tertentu memiliki signifikansi


tertentu meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara analis mengenai tingkat
signifikansi pola, bahkan keberadaan pola itu sendiri. Harus diingat bahwa ada 3
(tiga) jenis utama grafik yang digunakan: grafik batang, grafik garis dan grafik titik
dan angka.

2. Metode Rata-Rata

Beberapa analis menyusun rata-rata bergerak untuk mencoba mendeteksi


trend menengah dan jangka panjang. Dalam hal ini sejumlah harga penutupan
sekuritas ditentukan rata-ratanya setiap hari. Sebagai contoh, harga penutupan harian
untuk 200 hari yang lalu dapat digunakan. Artinya setiap hari, harga penutupan paling
lama akan diganti dengan harga penutupan paling baru di sekumpulan harga
penutupan yang akan dihitung rata-ratanya. Sering grafik garis rata-rata bergerak ini
diplot beserta grafik garis harga penutupan harian. Setiap hari grafik diperbaharui dan
dievaluasi polanya untuk mencari signal jual atau beli.

3. Metode Ukuran Kekuatan Relatif

Ukuran lain yang digunakan oleh teknikal adalah ukuran kekuatan relatif.
Sebagai contoh, harga saham dibagi dengan indeks harga relatif setiap hari untuk
mengindikasikan gerakan saham relatif terhadap pasar atau harga saham dibagi
dengan indeks pasar untuk mengindikasikan gerakan saham relatif terhadap pasar.
Idenya adalah untuk mengevaluasi perubahan ukuran kekuatan relatif dengan harapan
menemukan pola yang dapat digunakan untuk meramalkan masa depan dengan
akurat.

7
4. Pendapatan Berlawanan

Idenya di sini adalah untuk menentukan pendapat para investor kemudian melakukan
yang sebaliknya.4

B. Jenis- jenis Grafik (Chart)

Pemakaian grafik atau chart adalah hal yang paling penting dalam analisis
teknikal karena satu-satunya objek analisa teknikal adalah pergerakan harga yang
dapat dilihat dari chart. Beberapa jenis chart yang sering dipakai dalam analisis
teknikal adalah sebagai berikut:

1. Line Chart
Line chart adalah grafik yang paling sederhana yang digambarkan sebagai
garis yang menghubungkan harga-harga penutupan. Misalnya: dalam beberapa hari
berturut-turut perdagangan ditutup pada harga 100, 200, 150, 250… maka level-level
harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus. Dengan grafik ini kita bisa melihat
pergerakan harga secara umum dalam satu periode waktu tertentu.

Contohnya adalah seperti ini:

4
Sudirman. Pasar modal dan manajemen portofolio. Gorontalo: Sultan amai press. 2015. Hlm 67

8
2. Bar Chart

Chart jenis ini memberikan informasi mengenai harga pembukaan, penutupan,


harga tertinggi dan terendah dalam satu periode waktu tertentu. Karena memiliki
informasi tersebut, chart ini juga disebut dengan OHLC chart (Open-High-Low-
Close). Ujung bawah dari chart ini adalah harga terendah yang pernah
diperdagangkan dalam periode waktu tertentu, sedangkan ujung atasnya adalah harga
tertingginya. Garis vertikalnya mewakili range (rentang) harga dalam periode waktu
tersebut. Garis horizontal kecil yang berada di sebelah kiri adalah harga pembukaan
sedangkan yang berada di sebelah kanan merupakan harga penutupannya. Satu bar
merupakan satu periode waktu, entah itu satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam,
atau bahkan satu menit. Tergantung pada kerangka waktu berapa lama kita plot chart
tersebut.

3. Candlestick Chart

Dinamakan “candlestick” karena memang bentuknya mirip dengan lilin. Chart


jenis ini menyediakan informasi yang sama persis dengan bar chart, hanya saja
“postur” tubuhnya lebih “seksi”. Biasanya, body dari candlestick chart ini berwarna
putih dan hitam. Jika body-nya berwarna putih maka harga open-nya berada di
bawah, sebaliknya jika body berwarna hitam maka harga open berada di atas. Jadi,
body itu sendiri menggambarkan jarak antara harga pembukaan dengan penutupan
dalam satu periode waktu tertentu.

9
Jika harga open di bawah harga close, maka biasa disebut dengan bull
candle. Dalam analisis teknikal, istilah “bull” atau “bullish” digunakan untuk
menggambarkan pergerakan harga yang naik. Untuk menggambarkan pergerakan
harga yang turun, digunakan istilah “bear” atau “bearish”, sehingga candlestick
yang memiliki harga open di atas harga close disebut bear candle.

C. Pola-pola Garis Trend (Trend Line)

Trend atau kecenderungan pergerakan dalam satu arah harga adalah salah satu
istilah penting dalam melakukan analisis teknikal karena pada dasarnya analisis
teknikal sendiri dikembangkan atas sebuah asumsi dasar yaitu harga bergerak dalam
sebuah kecenderungan (trend) itu sendiri. Secara sederhana, garis trend (trend line)
adalah sebuah garis yang menghubungkan sedikitnya 2 titik harga atau lebih dan
kemudian diperpanjang hingga beberapa periode ke depan.

Secara umum, garis trend dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Trend meningkat/uptrend (Bullish Market)

10
2. Trend menurun/down trend (Bearish Market)

3. Trend mendatar/horizontal trend (Sideways/Consolidation).

11
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa analisis teknikal


adalah analisis yang digunakan untuk menentukan harga saham dengan
menggunakan data pasar dari saham, misalnya harga saham, volume transaksi
saham dan indeks pasar. Analisis teknikal adalah teknik yang menganalisa
fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu atau dalam hubungannya dengan faktor
lain misalnya volume transaksi. Jenis- jenis grafik (chart) dibagi menjadi tiga, yaitu
line chart, bar chart dan Candlestick Chart. Selanjutnya, pola-pola garis trend dibagi
menjadi tiga yaitu, Garis tren yang menunjukkan kondisi uptrend, Garis tren yang
menunjukkan kondisi downtrend dan garis trend mendatar/horizontal trend.

12
DAFTAR PUSTAKA

Sudirman. 2015. Pasar modal dan manajemen portofolio. Gorontalo: Sultan amai
press.

http://www.foreximf.com/belajar-forex-2/pemula/membaca-chart-grafik/, Sabtu 2
Maret 2019. pukul 15.21 WIB

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perkembangan_pasar_modal/BAB
%203.%20ANALISIS%20TEKNIKAL%20-%20GRAFIS.pdf , Senin 4 maret 2019.
Pukul 11.50 WIB

https://www.seputarforex.com/artikel/contohcontoh-dan-pengenalan-analisa-teknikal-
123403-31 , sabtu 2 maret 2019 pukul 15.40

13