Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semua organisme memerlukan suplai tetap zat-zat berenergi tinggi, yang

dikenal sebagaimakanan, untuk menyediakan bahan bakar bagi kebutuhan-

kebutuhan fungsionalnya. Tumbuhan hijau merupakan yang umum ditemukan.

Tumbuhan tersebut mensintesis makanannya dari zat-zat anorganik sederhana,

misalnya CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari, Makanan mengandung

berbagai zat-zat kimiawi yang kita sebut nutrien. Nutrien menyediakan zat-zat untuk

produksi energi, juga zat-zat stuktural untuk pertumbuhandan penjagaan sel.

Nutrien-nutrien utama meliputi karbohidrat, protein, dan lipid. Vitamin dan mineral

diperlukan dalam jumlah yang lebih sedikit. Protein terutama sangat penting sebagai

zat struktural, khususnya karena esensialnya. Karbohidrat dan lipid merupakan

penyedia utama energi, tetapi juga memiliki peran struktural, terutama dalam

perakitan membran-membran.

Banyak hewan yang memakan tumbuhan saja, sehingga dikelompokkan

sebagai herbivora. Hewan-hewan lain disebut karnivora karena hanya memakan

daging saja. Ada pula hewan lain, misalnya manusia, yang memakan tumbuhan dan

juga hewan. Hewan semacam ini disebut omnivora. Semakin bervariasi

makanannya, semakin memungkinkan pemenuhan kebutuhan nutrisionalnya. Akan

tetapi, ongkos energi untuk memperoleh makanan-makanan tertentu harus pula

dipertimbangkan.Banyak hewan yang memiliki peralatan-peralatan rumit untuk

menagkap dan merobek-robek mangsanya. Peralatan-peralatan itu misalnya saja

1
kecepatan lari ekstrim, kemampuan untuk meniru latar belakang area peburuan, gigi-

gigi tajam pada rahang yang kuat, dan tungkai depan berukuran besar. Organisme-

organisme lain, terutama yang bersifat parasitik dan hidup dalam jaringan-jaringan

inang, hanya memiliki peralatan memperoleh makanan yang rudimenter. Karena

organisme-organisme itu dikelilingi oleh zat-zat makanan sederhana yang terlarut,

hanya dibutuhkan pemrosesan minimal.

1.2 Batasa Masalah

Batasan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Saluran pencernaan (struktus dan fungsi).

2. Proses pencernaan.

1.3 Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

1. Agar pembaca menegtahui struktur dan funsi saluran cerna.

2. Agar pembaca mengetahui proses pencernaan makanan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pencernaan Makanan

Pencernaan makan terjadi di saluran cerna yang panjangnya 8-9 meter pada

orang dewasa. Saluran cerna dimulai dari mulut, melalui esofagus, lambung, usus

halus, usus besar, rektum dan berakhir di anus. Zat-zat gizi yang berasal dari

makanan harus melewati dinding saluran cerna agar dapat diabsorpsi didalam aliran

darah. Saluran cerna merupakan sistem yang sangat komplek yang melakukan

fungsi faali: menerima, menghaluskan dan transportasi. Penyimpan dan eksresi.

Pencernaan dilakukan melalui perubahan mekanis dan kimiawi, secara mekanis

makanan dihancurkan memalui proses mengunyah dan peristaltik. Secara kimiawi

makanan di haluskan oleh enzim-enzim pencernaan. Enzim-enzim dikeluarkan

melalui air ludah, cairan lambung cairan empedu dan prankreas. Tujuan penernaan

adalah mengantarkan zat-zat gizi ke sel untuk kelangsungan hidup.

2.2 Anatomi Saluran Pencernaan

1. Mulut

Proses pencernaan dimulai dari mulut disebut juga rongga bukal dan rongga

oral, terdapat saluran-saluran yang emnghubungkan mulut dengan tiga pasang

kelenjar air liur utama parotis, submandibularis daan sublingualis, kelenjar-kelenjar

ini mengsekresi enzim pitialin untuk membasahi makanan selama pengunyahan an

dan memecah tepung menjadi maltosa,dalam mulut juga terdapat gigi geligi

Untuk mengunyah dan memecahkan makanan menjadi bagian-bagian kecil,

sementara makanan bercampur dengan cairan ludah untuk memudahkan proses

3
menelan. Ketika ditelan, makanan melewati epiglotis, suatu katup yang mencegah

makanan masuk trakea ke paru-paru. Makanan yang ditelan dinamakan bolus.

3. Esofagus

Sebagai suatu tabung yang tersusun atas otot , esofagus membentang dari

faring melalui mediastinum kelambung. Saat memelan sfingter krikofaringeal

bagian atas akan mengendur sehingga makanan dapat masuk ke esofagus,didalam

esofagus saraf glosofarengeal mangaktifkan peristaltik sehingga bolus makanan

bergerak menuju lambung.

4. Lambung

Bolus kemudian melalui pipa esofagus masuk ke lambung. Dinding lambung

mengeluarkan sekresi untuk keperluan pencernaan makanan. Pada pintu lambung

ada sfingter kardiak yang tutup setelah bolus masuk, sehingga makanan tidak

kembali masuk ke esofagus. Bolus dalam lambung bercampur dengan cairan

lambung dan digiling secara halus menjadi cairan yang dinamakan kimus (shyme).

4
lambung sedikit demi sedikit menyalurkan kimus melalui sfingter pilorus kedalam

usus halus.

5. Usus halus

Pada bagian atas usus halus, kimus melewati lubang saluran empedu, yang

meneteskan cairan ke dalam usus halus berasal dari dua alat, yaitu kantong empedu

dan prenkreas. Kimus kemudian melewati duodenum, jejenum, dan illeum yang

panjang kurang lebih 6 meter. Sebagian pencernaan diselesaikan di duodenum,

jejenum dan illeum.

6. Usus besar

Kimus melalui sfingter lain yaitu, katup ileosekal yang berada pada awal

usus besar di bagian kanan perut. Kimus kemudian melewati lubang lain yang

menuju ke apendiks (usus buntu) dan berjalan melalui usus besar naik (ascendingn

5
colon), ke usus besar melintang ( transverse colon) dan ke usus besar turun

(descending colon) ke dalam rektum.

7. Rektum

Sewaktu kimus melalui usus besar dan menuju ke rektum, air keluar dari kimus

sehingga terdapat sisa yang semi-padat. Otot-otot rektum menahan sisa makanan ini

hingga tiba waktunya untuk dikeluarkan dari tubuh. Pada saat ini otot-otot rektum

mengendor dan sisa makanan keluar melalui sfingter terahir yaitu anus yang

membuka.

Organ Tambahan

Hati (Hepar)

Hati merupakan kelenjar terbesar dan terpenting dalam tubuh. Berwarna

coklat dan beratnya ± 1.5 kg. Hati mempunyai dua jenis peredaran darah yaitu arteri

hepatica dan vena porta. Arteri hepatica, keluar dari aorta dan memberi 1/5 darah

pada hati, darah ini mempunyai kejenuhan 95%-100, masuk ke dalam hati akan

membentuk jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena, akhirnya keluar

srbagai vena hepatica. Vena porta, yang terbentuk dari lienalis dan vena mesentrika

superior menghantarkan 4/5 darahnya ke hati. Darah ini mempunyai kejenuhan 70%

sebab beberapa oksigen telah diambil oleh limfe dan usus. Guna darah ini membawa

zat zat makanan ke hati yang telah diabsorpsi oleh mukosa dan usus halus. Besarnya

kira-kira berdiameter 1 mm.Darah yang berasal dari vena porta bersentuhan erat

dengan sel hati, Pembuluh darah halus berjalan diantara lobules hati, disebut vena

interlobular. Dari sisi cabang-cabang kapiler masuk ke dalam bahan lobulus yaitu

vena lobuler. Pembuluh darah ini mengalirkan darah dalam vena lain yang disebut

6
vena sublobuler, yang satu sama lain membentuk vena hepatica dan langsung masuk

ke dalam vena kava inferior.

Empedu dibentuk dalam sela-sela kecil di dalam sel hepar melalui kapiler

empedu yang halus atau korekuli.Bahan-bahan termasuk glikogen lemak, vitamin,

zat besi, vitamin yang larut dalam minyak atau lemak disimpan di hati. Hati

membantu mempertahankan suhu tubuh karena luasnya organ ini dan banyaknya

kegiatan metabolism yang berlangsung sehingga mengakibatkan darah banyak

mengalir melalui organ ini yang menaikan suhu tubuh.fungsi hati Mengubah zat

makanan yang diabsorpsi dari usus dan yang disimpan disuatu tempat dalam tubuh,

dikeluarka sesuai dengan pemakaiannya dalam jaringan, Mengubah zat buangan dan

zat beracun untuk di ekresi dalam empedu dan urine, Menghasilkan enzim

glikogenik glukosa menjadi nglikogen, Pembentukan ureum, hati menerima asam

amino diubah menjadi ureum, dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentukurine,

Menyiapkan lemak untuk pemecahan terakhir asam karbonat dan air.

Pankreas

Pankreas merupakan kelenjar yang besifat endokrin dan eksokrin. Bersifat endokrin

karena menghasilkan hormone insulin dan hormone glukogen yang dimasukkan ke

darah. Bersifat eksokrin karena menghasilkan enzim pencernaan. Keluarnya enzim

dari pancreas karena dipengaruhi oleh enzim pankreozimin. Pankreas menghasilkan

enzim-enzim pencernaan sebagai berikut:

1. Tripsinogen, diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin. Tripsin

berfungsi mengubah polipeptida menjadi peptida.

7
2. Kimotripsinogen, diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin yang berfungsi

membantu tripsin.

3. Peptidase, berperan mengubah senyawa peptide menjadi asam amino .

4. Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

5. Amilase, berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa.

6. Nuklease, berfungsi memecah asam nukleat menjadi nukleotida.

7. NaHCO3atau KHCO3 atau ion bikarbonat HCO3-, berfungsi menetralkan

suasana asam yang berasal dari lambung.

Fungsi Pankreas :

 Fungsi Eksokrin, membentuk getah pancreas yang berisi enzim dan

elektrolit.

 Fungsi Endokrin, sekelompok kecil sel epithelium yang berbentuk pulau-

pulau kecil atau pulau langerhans, yang bersama-sama membentuk organ

endokrin yang mengekresikan insulin.

 Fungsi sekresi eksternal, Cairan pancreas dialirkan ke duodenum yang

berguna untuk proses pencernaan makanan di intestinum.

 Fungsi sekresi internal, sekresi yang dihasilkan oleh pulau-pulau langerhans

sendiri langsung dialirkan ke dalam peredaran darah.

Kantung Empedu

Sebuah kantong yang berbentuk terong dan merupakan membrane berotot, letaknya

dalam sebuah lobus di sebuah permukaan bawah hati sampai pinggir depanyya,

panjangnya 8-12 cm, berkapasitas 60 cm³. Lapisan empedu terdiri dari lapisan luar

8
serosa/parietal, lapisan otot bergaris, lapisan dalam mukosa/visceral disebut juga

membrane mukosa.

Duktus sitikus, panjangnya ± 3,5 cm yang berjalan dari lekuk empedu berhubungan

dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum. Sterkobilin

member warna feses dan sebagian diabsorpsi kembali oleh darah dan membuat

warna pada urine yang disebut urobilin.

Bagian-bagian dari kandung empedu :

 Fundus vesika felea, merupakan bagian kandung empedu yang paling akhir

setelah korpus vesika felea.

 Korpus vesika felea, bagian dari kandung empedu yang di dalamnya berisi

getah empedu.

 Leher kandung kemih, merupakan leher dari kandung empedu yang di

dalamnya berisi getah empedu.

 Dukyus sistikus, panjangnya ± 3¾ cm berjalan darimleher kandung empedu

dan bersambung dengan duktus hepatikus, membentuknsaluran empedu ke

duodenum.

 Duktus Hepatikus, saluran yang keluar dari leher.

 Duktus koledokus saluran yang membawa empedu ke duodenum.

Fungsi kantung empedu :

 Sebagai persediaan getah empedu, membuat getah empedu menjadi kental.

9
 Getah empedu adalah cairan yang dihasilkan oleh sel-sel hati, jumlah setiap

hari dari setiap orang dikeluarkan 500-1000 cc. mSekresi digunakan untuk

mencerna lemak.

Fungsi empedu adalah :

 Mengemulsikan lemak dalam usus halus.

 Mengabsorbsi lemak

 Membantu dalam pengeluaran kolesterol dari dalam tubuh

2.3 Proses Pencernaan

1. Peristaltik

Bolus dari dari ujang esofagus bergerak dengan gerakan peristaltik, yaitu

gerakan bergelombang yang disebabkan oleh kontraksi otot pada dinding saluran

cerna yang mendorong makanan sepanjang saluran cerna. Gerakan ini

dimungkinkan oleh otot-otot yang melingkar dan otot-otot yang ,memanjang

( longitudinal).

Gelombang kontraksi pada saluran cerna bergerak dengan kecepatan dan

intensistas berbeda, bergantung pada bagian saluran cerna bersangkutan dan tidsak

adanya makanan. Misalnya: di dalam lambung gelombang terjadi 3 kali per menit,

sedangkan di dalam usus halus menjadi 10 kali per menit.

2. Proses di dalam lambung

Diantara seluruh bagian saluran cerna, lambung mempunyai dinding paling tebal

dan otot paling kuat. Di samping otot yang melingkar dan memanjang, lambung

mempunyai lapisan otot diogonal yang secara bergiliran berkontraksi dan

10
mengendor. Ketiga otot ini yang menekan kimus kebawah sfingter pilorus tetap

tertutup rapat untuk mencegah kimus masuk ke dalam dodenum. Tetap setelah

lambung menghasilkan cairan dan kimus menjadi cairan halus sfingter pilorus

membuka sebentar kira-kira 3 kali permenit dan kimus membuka sedikit demi

sedikit masuk ke duodenum.

3. Segmentasi

Alat pencernaan tidak saja mendorong, akan tetapi secara periodik juga memeras

isinya sepanjang saluran, sehingga memungkin kan getah pencernaan dan sel-sel

dinding usus bersentuhan baik dengan isi saluran cerna.

4. Kontraksi sfingter

Ada empat jenis otot sfingter yang membagi saluran cerna ke dalam bagian-

bagian utama. Otot-otot ini mencegah terjadinya arus balik isi saluran cerna .

sfingter kardiak mencegah isi lambung kembali ke esofagus. Dan sfingter ileosekal

mengosongkan isi usus halus kedalam usus besar.

2.4 Tahap akhir pencernaan

Selama proses pencernaan, zat-zat energi- karbonhidrat, lemak dan protein

dipecahkan menjadi bentuk-bentuk dasar dan siap diabsorpsi. Zat-zat lain vitamin

dan mineral dan air pada umumnya tidak dipecahkan, dan diobsorpsi sebagaimana

adanya. Sisa-sisa yang tidak dicernakan, seperti serat tidak diobsorpsi dan melewati

saluran cerna dalam bentuk semi padat. Sisa-sisa ini membantu peristaltik usus.

Serat juga menyerap air agar feses tidak menjadi keras.

11
2.5 Pencernaan Usus Besar (kolon)

Usus besar bagian akhir dari saluran cerna berperan sabagai tempat

mengumpulkan sisa makanan padat, tempat mengobsorpsi air dan mineral tertentu

serta tempat pertumbuhan bakteri.

Sisa makanan ditahan didalam kolon hingga dikeluarkan dalam bentuk feses.

Makanan paling lama ditahan di dalam kolon, sering sampai 24 jam, karena

kontraksi peristaltik dan segmentasi bergerak lebih lambat dalam kolon, bakteri

mendapat kesempatan berkembang biak. Bekteri mendapatkan makanan dari sisa-

sisa makanan yang ada dalam kolon. Beberapa produk kimia hasil metabolisme

bakteri dapat diserap kembali melalui kolon sampai 10% energi yang diabsorsi

seseorang dapat berasal dari jalur ini.

2.6 Absorpsi

A. Sistem absorpsi

Villi secara terus menurus dalam keadaan bergerak. Tiap vilus dilapisi oleh oleh

lapisan otot yang sangat tipis. Tiap molekul zat gizi yang ukurannya cukup kecil

untuk terserap terjerat di dalam mikrovili dan diserap kedalam sel. Sebagian zat gizi

yang belum sesuai dicerna terlebih dahulu diselesaikan pencernaannya didalam

mikrovili dengan bantuan enzim-enzim.

Pada tiap vili terdapat pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh-pembuluh

Limpa/ getah bening yang berasal dari sistem peredaran darah dan sistem

limfe/getah bening yang merupakan sistem tranportasi zat-zat gizi. Melekul zat gizi

yang menembus sebuah sel vilus, dapat memasuki darah limfe untuk dibawa

kebagian-bagian tubuh ( lihat gambar). Absorpsi terutama terjadi pada permukaan

12
usus halus, panjangnya 6 meter dan diameter kurang lebih 2,5cm yang mempunyai

permukaan yang sangat luas, dalaman usus sekilas nampak licin jika dilihat dibawah

mikroskop tampak berlipat-lipat. Tiap lipatan mempunyai ribuan jonjotan ynag

dinamakan vili, sebuah vili mempunyai ratusan sel yang mempunyai buluh yang

sangat halus yang dinamakan mikrovili atau brush border. Vili secara trus menerus

bergerak , tiap zat gizi yang ukurannya cukup kecil diserap dan terjerat didalam

mikrovili dan diserap kedalam sel.

Pada tiap vili terdapat pembuluh darah dan sistem limfe yang merupakan

sistem transportasi zat gizi.didalam mikrovili terdapat bermacam-macam enzim

yang mencerna zat gizi yang sesuai, zat-zat gizi yang lebih awal berada dalam

keadaan siap diserap akan diabsorpsi pada bagian awal dari saluran cerna, zat-zat

gizi yang larut air diabsorpsi langsung kedalam pembuluh darah.

13
B. Absorpsi

Absropsi pasif terjadi ila zat gizi diabsorpsi tampa menggunakan alat angkut/energi

hal ini terjadi bila konsentrasi zat gizi dalam saluran cerna lebih tinggi dari pada sel

yang mengabsorpsi.

Absorpsi fasilitatik

Mengguanakan alat angkut protein untuk memindahkan zat gizi dari saluran

cerna ke sel yang mengabsorpsi, absorpsi ini tidak membutuhkan energi terjadi

karena adanya perbedaan konsentrasi.

14
Absopsi aktif

Mengguanakan alat angkut protein dan energi, sebagai sumber energi adalah

ATP yang secara aktif memompa senyawa bersangkutan kedala vili sehingga dapat

memindahkan larutan yang berkonsentrasi rendah ke tinggi.

Absorpsi fogositosis

Dimana membran sel-sel epitel menelan zatzat yag akan diabsorpsi, dengan

cara ini dapat diabsorpsi butiran besar seperti protein utuh, masuknya protein asing

melalui saluran cerna kedalam peredaran darah yang menimbulkan reaksi alergi

disebabkan oleh vagositosis.

2.8 Sistem Transportasi

Sistem vaskular

Sistem vaskular atau sistem peredaran darah, merupakan sistem pembuluh

darah tertutup, yang memungkinkan darah mengalir secara terus-menerus dalam

bentuk angka delapan dengan jantung ditengah yang berfungsi sebagai pompa.

Semantara bersikulasi didalam sistem ini, darah memungut dan mengantarkan

bahan-bahan itu sesuai dengan kebutuhan (gambar).Semua jaringan tubuh

memperoleh oksigen dan zat-zat gizi dari darah dan mengeluarkan karbondioksida

dari darah melalui pernafasan dan menggantinya dengan oksigen untuk dibawa

darah keseluruh tubuh. dan sisa lainnya juga melalui darah, sisa lainnya disaring dari

darah didalam ginjal untuk dikeluarkan melalui kemih.

15
2.9 Proses Pencernaan Karbohidrat

Pencernaan, absorpsi, tranportasi dan metabolisme

Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat

menjadi ikatan-ikatan yang lebih kecil, terutama berupa glukosa dan fruktosa,

sehingga dapat diserap oleh pembuluh darah melalui dinding usus halus. pencernaan

karbohidrat komplek dimulai dari mulut dan diakhiri di usus halus. Karbohidrat

yang tidak dicernakan memasuki usus besar untuk sebagian besar dikeluarkan dari

tubuh.

Mulut

Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Bolus makanan yang diperoleh

setelah makanan dikunyah bercampur dengan ludah yang mengandung enzim

amilase (sebelumnya dikenal sebagai ptialin). Amilase menghidrolisis pati atau

16
amilum menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu dekstrin. Bila berada di

mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa. Karena makanan

berada di mulut hanya sebentar pencernaan di dalam mulut tidak berarti.

Usus Halus

Sebagian besar pencernaan karbohidrat terjadi di dalam usus halus. Enzim

amilase yang dikeluarkan oleh pankreas, mencernakan pati menjadi dekstrin dan

maltosa. Penyelesaian pencernaan karbohidrat dilakukan oleh enzim-enzim

disakaridase yang dikeluarkan oleh sel-sel mukosa usus halus berupa maltase,

sukrase, dan laktase. Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam

mikrovili dan monosakarida yang dihasilkan adalah se-bagai berikut:

Monosakarida glukosa, fruktosa, dan galaktosa kemudian diabsorpsi melalui

sel epitel usus halus dan diangkut oleh sistem sirkulasi darah melalui vena porta.

Bila konsentrasi monosakarida di dalam usus halus atau pada mukosa sel cukup

tinggi, absorpsi dilakukan secara pasif atau fasililatif. Tapi, bila konsentrasi turun,

absorpsi dilakukan secara aktif melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan

energi dari ATP dan ion natrium. Glukosa dan galaktosa lebih cepat diabsorpsi

daripada fruktosa. Monosakarida melalui vena porta dibawa ke hati di mana fruktosa

dan galaktosa diubah menjadi glukosa. Jadi, semua disakarida pada akhirnya diubah

menjadi glukosa.

Usus Besar

Dalam waktu 1-4 jam setelah selesai makan, pati nonkarbohidrat atau serat

makanan dan sebagian kecil pati yang tidak dicernakan masuk ke dalam usus besar.

Sisa-sisa pencernaan ini merupakan substrat potensial untuk difermentasi oleh

17
mikroorganisma di dalam usus besari Substrat potensial lain yang difermentasi

adalah fruktosa, sorbitol, dan monomer lain yang susah dicernakan, laktosa pada

mereka yang kekurangan laktase, serta rafinosa, stakiosa, verbaskosa, dan fruktan.

Sekilas Metabolisme Karbohidrat

Peranan utama karbohidrat di dalam tubuh adalah menyediakan glukosa bagi

sel-sel tubuh, yang kemudian diubah menjadi energi. Glukosa memegang peranan

sentral dalam metabolisme karbohidrat. Jaringan tertentu hanya memperoleh energi

dari karbohidrat seperti sel darah merah serta sebagian besar otak dan sistem saraf.

Menyimpan Glukosa dalam Bentuk Glikogen

Salah satu fungsi utama hati adalah menyimpan dan mengeluarkan glukosa

sesuai kebutuh-an tubuh. Kelebihan glukosa akan disimpan di dalam hati dalam

bentuk glikogen. Bila persediaan glukosa darah menurun, hati akan mengubah

sebagian dari glikogen menjadi glukosa dan mengeluarkannya ke dalam aliran

darah.

Penggunaan Glukosa untuk Energi

Bila glukosa memasuki sel, enzim-enzim akan memecahnya menjadi bagian-

bagian kecil yang pada akhirnya akan menghasilkan energi, karbon dioksida dan air.

Bagian-bagian kecil ini dapat pula disusun kembali menjadi lemak.

Perubahan Glukosa Menjadi Lemak

Kelebihan karbohidrat di dalam tubuh diubah menjadi lemak. Perubahan ini terjadi

di dalam hati. Lemak ini kemudian dibawa ke sel-sel lemak yang dapat menyimpan

lemak dalam jumlah tidak terbatas.

18
Fungsi karbohidrat

Sumber Energi, Pemberi Rasa Manis pada Makanan, Penghemat Protein, Pengatur

Metabolisme Lemak, Membantu Pengeluaran Feses.

2.10 Proses Pencernaan LIPIDA

Pencernaan, Absorpsi, Transportasi dan Metabolisme

Triasilgliserol/trigliserida yang merupakan sebagian besar lemak makanan,

harus dipecah menjadi gliserida dan asam lemak sebelum dapat diabsorpsi. Sebagian

besar orang dewasa dapat mencerna dan mengabsorpsi lemak secara efisien hingga

95% dari yang dikomsumsi. Lemak tidak bermuatan listrik sehingga bersifat netral

dan hidrofobik. Bila dicampur dengan air, lemak akan memisah. Enzim, sebaliknya,

mempunyai bagian-bagian yang bermuatan positif dan negatif. Oleh karena itu

enzim bersifat hidrofilik, yaitu dapat bercam-pur baik dengan air yang bersifat polar.

Agar lemak dapat bercampur baik dengan air, dan enzim dapat bekerja untuk

mencernakan lemak, terlebih dahulu lemak harus mengalami proses emulsifikasi.

Emulsifikasi

Di dalam lambung tidak terjadi emulsifikasi lemak sehingga pencernaan lemak di

dalam lambung sangat terbatas. Emulsifikasi terjadi di dalam usus halus dengan

bantuan asam empedu. Pada waktu lemak memasuki usus halus, hormon

kolesistokinin memberi isyarat kepada kantung empedu untuk mengeluarkan cairan

empedu. Cairan empedu berperan sebagai bahan emulsi.

19
Pencernaan

Sebagian besar pencernaan trigliserida terjadi di dalam usus halus. Enzim utama

yang berperan dalam pencernaan lemak adalah lipase. Lipase sebagian besar

dibentuk oleh pan-kreas dan selebihnya oleh dinding usus halus. Hampir separo dari

trigliserida berasal dari makanan dihidrolisis secara sempurna oleh enzim ini

menjadi asam lemak dan gliserol. Selebihnya dipecah menjadi digliserida,

monogliserida dan asam lemak.

Ringkasan proses pencernaan lipida ini dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Ringkasan proses pencernaan lipida

Saluran pencernaan Proses pencernaan


1. Mulut Mengunyah, mencampur dengan air ludah dan
ditelan. Kelenjar ludah mengeluarkan enzim lipase
lingual.
2. Esofagus Tidak ada pencernaan.
3. Lambung Lipase lingual dalam jumlah terbatas memulai
hidrolisistrigliserida menjadi digliserida dan asam
lemak. Lemak susu lebih banyak dihidrolisis. Lipase
lambung menghidrolisis lemak dalam jumlah
terbatas.
4. Usus halus Asam empedu mengemulsi lemak. Lipase berasal dari
pancreas dan dinding usus halus menghidrolisis
lemak dalam bentuk emulsi menjadi digliserida,
monogliserida, gliserol dan asam lemak. Fosfolipase
berasal dari pankreas menghidrolisis fosfolipida
menjadi asam lemak dan lisofosfogliserida.
Kolesterol esterase berasal dari pankreas
menghidrolisis ester kolesterol.
5. Usus besar Sedikit lemak dan kolesterol yang terkurung
dalam serat makanan, dikeluarkan melalui feses.

20
Absorpsi dan Transportasi

Absorpsi lipida terutama terjadi dalam jejunum. Hasil pencernaan lipida

diabsorpsi ke dalam membran mukosa usus halus dengan cara difusi pasif.

Perbedaan konsentrasi diper-oleh dengan cara: (1) kehadiran protein pengikat asam

lemak yang segera mengikat asam lemak yang memasuki sel; (2) esterifikasi

kembali asam lemak menjadi monogliserida, yaitu produk utama pencernaan yang

melintasi mukosa usus halus.

Sekilas Metabolisme Lipida

Simpanan lemak. Simpanan lemak dalam tubuh terutama dilakukan di dalam

sel lemak dalam jaringan adipos. Sel-sel adipos mempunyai enzim khusus pada

permukaannya, yaitu lipoprotein lipase (LPL) yang dapat melepas trigliserida dan

lipoprotein, menghidrolisisnya dan meneruskan hasil hidrolisis ke dalam sel. Di

dalam sel terdapat enzim lain yang merakit kembali bahan-bahan hasil hidrolisis

menjadi trigliserida untuk disimpan sebagai cadangan energi. Sel-sel adipos

menyimpan lemak setelah makan bilamana kilomikron dan VLDL yang

mengandung lemak melewati sel-sel tersebut.

2.11 Pencernaan Protein

Protein merupakan merupakan komponen dalam setiap sel hidup adalah

molekul yang kompleks, besar, dan tersusun atas unit-unit pembangunan yang

disebut asam amino. Sama halnya dengan karbohidrat, asam amino juga merupakan

senyawa organik yang tersusun dari atom karbon, hidrogen dan oksigen.

21
Fungsi Protein

Protein melaksanakan banyak fungsi dalam tubuh:

 Fungsi utama protein adalah untuk pertumbuhan,perbaikan dan perawatan

struktur dan jaringan tubuh. Sel-sel tubuh selalu membuat protein untuk

Menganti protein yang pecah pada pemakain normal.

 Protein berfungsi dalam pembentukan hormon, seperti insulin dan epinefrin.

 Protein dapat bekerja seperti enzim yang membantu beberapa reaksi kimia

tertentu, seperti pencernaan atau sintesis protein.

Pencernaan Protein

Enzim aktif dalam lambung dan usus memecahkan protein menjadi berbagai

substansi, separti yang ditunjukkan dibawah ini:

Organ Enzim aktif Kerja pencernaan


Lambung Pepsin Memecah protein menjadi
polipeptida
Usus  Enzim tripsin-  Memecah protein dan
pankreas polipeptidamenjaditripeptida
dan dipeptida.

 Enzim kimotripsin  Memecah protein dan


pankreas polipeptida menjadi
tripeptida dan dipeptida.

 Karboksipeptidase  Memecah polipeptida


menjadi peptida dan asam

22
amino yang lebih sederhana

 Aminopeptidase  Memecah polipeptida


menjadi peptida, dipeptida
dan asam amino.

 Dipeptidase  Memecah dipeptida menjadi


asam amino.

Absorpsi Dan Transportasi

Hasil ahir pencernaan protein adalah asam amino dan diserap dalam waktu

15 menit setelah makan, terjadi terutama dalam usus halus berupa sistem absorpi

aktif yang membutuhkan energi, asam amino masuk kesirkulasi darah melaluivena

vorta dan dibawa kehati, sebagian besar asam amino digunakan oleh hati sebagian

yang lain dibawa darah ke sel-sel jaringan.

Ekskresi

Oleh suatu sebab absorpsi protein mungkin tidak terjadi secara komplit

beberapa jenis protein karena struktur fisika dan kimiawi tidak dapat dicerna dan

dikeluarkan melalui usus halus tampa perubahan, absorpsi asam amino bebas dan

peptida mungkin tidak terjadi terutama bila fungsi usus halus terganggu.

Sekilas metabolisme protein

 Penggunaan protein untuk membentuk protein atau asam amino tidak

essensial

 Penggunaan asam amino untuk membentukikatan lain

 Penggunaan asam amino sebagai energi

23
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

 Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pencernaan pada

manusia adalah merupakan proses perubahan atau pemecahan zat makanan

dari molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan

menggunakan enzim dan organ-ogran pencernaan. Proses pencernaan

makanan yang terjadi dalam tubuh dibantu dengan enzim untuk

mempercepat proses. Enzim ini dihasilkan oleh organ–organ pencernaan dan

jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh.

Organ-organ pada sistem pencernaan yaitu terdiri dari : Mulut (oris), Tekak

(faring), Kerongkongan (esophagus), Lambung (ventrikulus), Usus halus

(intestinum minor), Usus dua belas jari (duodenum), Usus kosong (jejunum)

Usus penyerapan (ileum), Rectum, dan Anus.

 Pencernaan karbohidrat diingesti diubah menjadi glukosa yang merupakan

sumber energi utama, katabolisme karbohidrat menghasilakan energi melalui

tiga fase glikolosis, siklus krebs, dan rangkaian transpor elektron,

 Pencernaan protein dimulai dalam lambung dimana pepsin mengubah protein

menjadi polipeptida, dan sebagian besar pencernaan protein berlangsung di

usus halus dengan bantuan enzim yang disekresi pangkreas (tripsin,

kimotripsin, karboksipetidase memcah protein menjadi bahan lebih

sederhana.

24
 Pencernaan lemak terjadi dalam mulut dan lambung usus halus, kerja otot

secara umum bercampur lemak dengan isi lambung, lemak merangsang

pelepasan hormon kolesistokinin yang merangsang kandung empedu untuk

melepaskan empedu. Didalam usus halus, lipase pangkreas memecahkan satu

demi satu asam lemak sampai menjadi monogleserida. Pencernaan ahir

fosfolipid adalah dua asam lemak bebeas dan satu fosfor.

25
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier S, 2009, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, Pt Gramedia Pustaka Utama.

Dwijayanti L, 2008, Ilmu gizi, Jakarta, buku kedokteran EGC.

Campbell, N. A, Jane, B. R. dan Lawrence, G. M. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi


Kelima. Jakarta: Erlangga.

26