Anda di halaman 1dari 6

MATERI GERAK PARABOLA

Apa itu gerak parabola ?


Gerak parabola adalah gerak yang memiliki lintasan melengkung. Ketika membentuk lintasan
melengkung, tentunya akan membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Hal ini
dikarenakan adanya pengaruh gerak lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal dan gerak lurus
beraturan pada sumbu horizontal.

(Credit Picture : voer.edu.vn)


Contoh gerak parabola :

 lintasan yang terbentuk ketika bola ditendang


 lintasa pada peluru meriam yang ditembakkan
 lintasan yang terbentuk saat seorang pemain melakukan shooting bola basket
 lintasan yang terbentuk ketika seorang pemain golf mengayunkan stick pada bola golf.

Rumus-rumus gerak parabola

Gerak parabola sering juga disebut dengan gerak peluru, karena penjabaran rumus-rumus
gerak parabola dilakukan dengan menganalisa atau mengamati lintas yang terbentuk akibat
sebuah projektil peluru yang ditembakkan.

Dalam menjabarkan rumus-rumus gerak parabola, kita dapat melihat dua macam gerak yang
terjadi, yaitu :

 Gerak Horizontal (sumbu x) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Beraturan(GLB).


Kecepatan pada GLB adalah konstan
 Gerak Vertikal (sumbu y) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Berubah Beraturan(GLBB).
Pada GLBB kecepatan berubah karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi

Sekarang kita akan menjabarkan rumus-rumus gerak parabola berdasarkan titik-titik yang dilalui
:

1. Pada titik awal

Sebuah peluru yang ditembakkan tentunya memiliki kecepatan awal, dan ketika membentuk
lintasan melengkung pastinya terdapat sudut yang dibentuk. Oleh karena itu, kita harus
memasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal.

Dengan demikian kita mendapatkan persamaan kecepatan awal untuk gerak horisontal (V0x) dan
vertikal (V0y) sebagai berikut :
a. Kecepatan awal pada gerak horisontal (V0x)
V0x = V0 cos θ

b. Kecepatan awal pada gerak vertikal (V0y)


V0y = V0 sin θ

c. Kecepatan awal (V0)

V0 = √V0x + V0y

Keterangan

 V0 adalah kecepatan awal


 V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
 V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
 θ adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif

2. Pada titik A

Seperti yang telah dikemukakan di atas, gerak pada sumbu x kita analisis dengan Gerak Lurus
Beraturan (GLB). Maka untuk kecepatan Vx sama dengan kecepatan V0x, sedangkan untuk
Vy terpengaruhi oleh gravitasi yang menarik benda ke bawah(GLBB), sehingga kecepatan
berkurang.

Untuk jarak horizontal digunaka rumus jarak Gerak Lurus Beraturan, sedangkan untuk jarak
vertikal atau tinggi dicari menggunkan rumus jarak Gerak Lurus Berubah Beraturan.

Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :


a. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ

b. Kecepatan pada sumbu y


Vy = V0y - gt
Vy = V0 sin θ - gt
c. Jarak pada sumbu x
X = V0x . t

d. Jarak pada sumbu y


Y = V0y . t -
12
gt2

Keterangan

 V0 adalah kecepatan awal


 V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
 Vx adalah kecepatan pada sumbu x
 V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
 Vy adalah kecepatan pada sumbu y
 g adalah gravitasi
 t adalah waktu tempuh
 θ adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif
 X adalah jarak terhadap sumbu x
 Y adalah jarak terhadap sumbu y

3. Pada titik B

Titik B ini adalah titik tertinggi dimana kita simbolkan sebagai ymaks atau h. Agar sebuah benda
dapat mencapai ketinggian maksimum maka syaratnya adalah Vy = 0, maka kecepatan pada titik
tertinggi adalah kecepatan pada sumbu x (Vx ).

Berikut ini beberapa persamaan yang dapat kita rumuskan ketika melalui titik B (titik
maksimum) :
A. Titik tertinggi yang bisa dicapai
h=
V0y22g

h=
V02 sin2 θ2g
B. Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B)
Vy = 0
Vy = V0y - gt
0 = V0 sin θ - gt
t=
(V0 x sin θ)g

t=
V0yg

C. Jarak horizontal dari titik awal sampai titik B


X = V0x x t
X = V0 cos θ x
V0 sin θg

X=
V02 x cos θ x sin θg

X=
V02 x sin 2θg

Keterangan

 V0 adalah kecepatan awal


 V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
 Vx adalah kecepatan pada sumbu x
 V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
 Vy adalah kecepatan pada sumbu y
 g adalah gravitasi
 t adalah waktu tempuh
 X adalah jarak terhadap sumbu x
 h adalah tinggi maksimum

4. Pada titik C

Untuk gerak parabola pada titik C sama seperti gerak parabola pada titik A. Perbedaanya adalah
gerak gravitasi yang bernilai positif karena menuju ke bawah.

Karena dikatakan sama seperti melalui titik A, maka gerak pada sumbu x tetap menggunakan
GLB dan untuk y menggunakan GLBB (namun gravitasinya bernilai positif).
Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :
A. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ

B. Kecepatan pada sumbu y


Vy = V0y + gt
Vy = V0 sin θ + gt

5. Pada titik D

Titik D ini adalah jarak terjauh yang dilalui oleh sebuah benda yang melakukan gerak parabola.
Pada gambar kita simbolkan jarah terjauh ini dengan simbol Xmaks. Jarak maksimum ini bisa juga
dikatakan jarah sebuah objek kembali ke tanah setelah objek tersebut melakukan gerak parabola.

Waktu yang diperlukan sebuah benda untuk sampai ke tanah adalah 2 kali waktu benda tersebut
untuk mencapai jarak ketika berada di titik tertinggi.

Berikut ini beberapa persamaan gerak parabola pada titik D :


A. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 . cos θ

B. Kecepatan pada sumbu y


Vy = V0 sin θ + gt

C. Waktu yang diperlukan sampai ke tanah (titik D)


t = 2.
V0yg

t=
2 . V0 . sin θg

D. Jarak maksimum (Jarak dari awal bola bergerak sampai titik D)


Xmaks =
V02 sin 2θ2g

Keterangan

 V0 merupakan kecepatan awal


 V0x merupakan kecepatan awal pada sumbu x
 Vx merupakan kecepatan pada sumbu x
 V0y merupakan kecepatan awal pada sumbu y
 Vy merupakan kecepatan pada sumbu y
 g merupakan gravitasi
 t merupakan waktu tempuh
 X merupakan jarak terhadap sumbu x
 Xmaks merupakan jarak maksimum