Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Identitas Sekolah : SMK Negeri 1 Tomohon


Mata Pelajaran : Administrasi Sistem Jaringan
Program Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Paket Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Kelas / Semester : XI TKJ 2/ Ganjil
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
Pertemuan : 1 x Pertemuan

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Jaringan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Komputer
dan Jaringan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
B. Kompetensi Dasar
Pengetahuan
3.2 Mengevaluasi Remote Server
Keterampilan
4.2 Mengkonfigurasi Remote Server

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator Pengetahuan
3.2.1 Menjelaskan konsep Remote Server
3.2.2 Menentukan cara konfigurasi Remote Server
Indikator Keterampilan
4.2.1 Melakukan konfigurasi Remote Server
4.2.2 Menguji hasil konfigurasi Remote Server
4.2.3 Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server

D. Tujuan Pembelajaran
Peserta Didik Kelas XI TKJ dapat :
1. Menjelaskan pengertian remote server
2. Menjelaskan cara kerja remote server
3. Menentukan cara konfigurasi remote server
4. Melakukan Konfigurasi Remote Server
5. Menguji hasil Konfigurasi Remote Server
6. Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server

E. Materi Pembelajaran
1. Remote Server
2. Prinsip dan cara kerja Remote Server
3. SSH
4. Radius
5. Certificate authority
6. Root CA
7. NTP
8. SSL dan OpenSSL
9. Konfigurasi Remote Server Linux/FreeBSD dan Windows
10. Prosedur pembuatan laporan konfigurasi Remote Server

F. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scintifict learning
2. Model : Discovery Learning
3. Metode : Paparan, Diskusi, Tanya jawab
G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan  Ketua kelas memimpin do’a pada saat pembelajaran akan dimulai 10
 Mengecek Kehadiran Siswa Menit
 Mengkondisikan ruang belajar dengan nyaman
 Guru menyampaikan topik pembelajaran
 Guru melakukan motivasi
 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta
didik
 Guru melakukan apersepsi (Materi Minggu lalu)
Kegiatan Inti Fase 1 Pemberian Rangsangan
Guru membagi Kelompok Peserta didik menjadi beberapa Kelompok
yang terdiri dari 4 – 6 orang

Mengamati
 Guru menanyangkan materi melalui slide presentasi tentang
Instalasi dan Konfigurasi Remote Server
 Peserta didik Mendengarkan dan memperhatikan tentang materi
yang disampaikan oleh Guru

Fase 2 Identifikasi Masalah


Menanya
 Guru memberikan arahan untuk mengidentifikasi masalah agar
Peserta didik bertanya tentang Instalasi dan Konfigurasi Remote
Server
 Peserta didik menerima arahan dan bertanya tentang Remote
Server

Fase 3 Pengumpulan Data


Mengumpulkan informasi
 Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang
mengkonfigurasi dan menguji Remote Server didalam referensi yang
telah diberikan Guru 70
 Peserta didik menggali informasi Remote Server, Prinsip dan cara menit
kerja Remote Server dan SSH
 Peserta didik menyampaikan hasil dan kelompok lain menganggapi
terkait Remote Server, Prinsip dan cara kerja Remote Server dan
SSH

Fase 4 Pengolahan Data


Mengumpulkan Informasi
 Guru menugaskan peserta didik untuk berdiskusi dalam kelompok
tentang langkah-langkah instalasi Remote Server dan cara kerja
Remote Server dan SSH
 Peserta didik berdiskusi tentang instalasi Remote Server, dan cara
kerja Remote Server dan SSH

Fase 5 Pembuktian
Mengasosiasi
 Guru membimbing proses diskusi antar Kelompok melakukan
percobaan dengan mempraktekkan tentang Instalasi dan
Konfigurasi Remote Server
 Peserta didik berdiskusi dan mempraktekkan Remote Server
Fase 6 Menarik Simpulan
Mengkomunikasikan
 Guru mendengarkan siswa yang presentasi dan memberi motivasi,
mempersilahkan beberapa kelompok untuk mempresentasikan
kesimpulan hasil praktek
 Peserta didik menyampaikan hasil kesimpulan mengkonfigurasi
dan menguji Remote Server yang telah dilakukan
Penutup  Guru bersama-sama Peserta didik menyimpulkan materi tentang 10
Konfigurasi dan Menguji Remote server yang baru dipelajari Menit
 Guru melaksanakan penilaian keterampilan / evaluasi
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan topic
yang akan dibahas minggu depan dengan judul “Membuat
Laporan Hasil Praktek Mengkonfigurasi dan Menguji
Remote Server”
 Guru menyuruh salah satu Peserta didik untuk memimpin do’a
penutup

H. Media Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
a. Slide Konfigurasi-Remote- c. Debian Server 8.7
Server.pptx d. Aplikasi Putty
b. Virtual Box 5.2.4
2. Alat/Bahan
a. Laptop c. Whiteboard
b. LCD d. Spidol
3. Sumber Belajar
 Antonius Duty Susilo, Administrasi Server. Kementrian Pedidikan dan Kebudayaan RI,
2013, hal 130.
I. Penilaian Pembelajaran
1. Instrumen dan Teknik Penilaian
2. Analisis Hasil Penilaian

Ternate, Agustus 2019


Dosen Pembimbing Guru Mata Pelajaran

……………………….. ISMAIL, S.Kom


NIP. 198801022014021001

Menyetujui
Kepala SMK Pembangunan Penguji

JUTJE A. WORUNG, S.Pd ……………………..


NIP. 196010101987031020
1. Penilaian Sikap Instrumen dan Rubrik Penilaian
 Penilaian Sikap Observasi
a. Instrumen Penilaian Sikap Mata Pelajaran : Administrasi Sistem Jaringan
Tanggung
Disiplin Jujur Santun Nilai
No Nama Siswa Jawab
Akhir
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Abigail Kezia Ering n/4=….
2. Anjeli Natalia Leyley
3. Axel Rivaldo Lengkong
4. Belinda Destria Juwita Woi
5 Cecilia Veronica Langi
6 David Semuel Langitan
7 Faradila P.A Kopalit
8 Fijanti Enjelika Porayow
9 Graciella A. M. Kojongian
10 Henly Yeremia Tampatty
11 Kristian Paulus Tumewu
12 Natalia Stevania Nangin
13 Paulina Pandelaki
14 Putra Gabriel Regar
15 Putri N.A. Wayongkere
16 Rianto Fafter Lasut
17 Rivaldo Petriks Pangkerego
18 Serly Kotulus
19 Sesilia Vanesa Montolalu
20 Sweetly L. C. Keles
21 Taufik Ardiansyah Husain
22 Tirsa Josefin Pijoh
23 Toar Samuel Supit
24 Vally Agnes Mokalu
25 Vanesa Tirza Kapoh
26 Virginia Turambi
27 Yosua Zefanya Mokalu
28 Fadli Irham Madani

Aspek : Disiplin
No. Indikator Disiplin Penilaian Disiplin
1. Aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Skor 4, jika empat indikator terlihat
2. Tidak mendominasi kegiatan kelompok Skor 3, jika tiga indikator terlihat
3. Tidak melakukan kegiatan lain selain tugas Skor 2, jika dua indikator terlihat
kelompok Skor 1, jika satu indikator terlihat
4. Tidak membuat kondisi kelompok menjadi tidak
kondusif
Aspek : Jujur
No. Indikator Kejujuran Penilaian Kejujuran
1. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang Skor 4, jika empat indikator terlihat
sebenarnya Skor 3, jika tiga indikator terlihat
2. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi Skor 2, jika dua indikator terlihat
3. Tidak mencontek atau melihat data/pekerjaan orang Skor 1, jika satu indikator terlihat
lain
4. Mencantumkan sumber belajar dari yang
dikutip/dipelajari

Aspek : Tanggung Jawab


No. Indikator Tanggung jawab Penilaian Tanggungjawab
1. Pelaksanaan tugas piket secara teratur. Skor 4, jika empat indikator terlihat
2. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Skor 3, jika tiga indikator terlihat
3. Mengajukan usul pemecahan masalah. Skor 2, jika dua indikator terlihat
4. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan Skor 1, jika satu indikator terlihat

Aspek : Santun
No. Indikator Santun Penilaian Santun
1. Berinteraksi dengan teman secara ramah Skor 4, jika empat indikator terlihat
2. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak Skor 3, jika tiga indikator terlihat
menyinggung perasaan Skor 2, jika dua indikator terlihat
3. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat Skor 1, jika satu indikator terlihat
4. Berperilaku sopan

Nilai akhir sikap diperoleh dari modus (skor yang paling sering muncul) dari keempat aspek sikap di
atas.

Kategori nilai sikap:


1) Sangat baik (SB) jika memperoleh nilai akhir 4
2) Baik (B) jika memperoleh nilai akhir 3
3) Cukup (C) jika memperoleh nilai akhir 2
4) Kurang (D) jika memperoleh nilai akhir 1

Rumus Konversi Nilai Observasi (pengolahan nilai ):

Jumlah skor yang di peroleh


Nilai = X 4 = ……………
16
Deskripsi:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Penilaian Diskusi, Instrument dan Rubrik Penilaian

Penilaian diskusi
Kelas : ............................
Kelompok : ............................
Topik : ............................
Aspek Penilaian Jumlah Nilai
No Nama Peserta Didik
Partisipasi Sikap Kerjasama
1
2
3
4
5
6

Keterangan:
Aspek Indikator
Penilaian
Partisipasi  Keaktifan kerja
 Tanggung jawab melaksanakan tugas
Sikap  Menghargai pendapat
 Toleransi
 Siap menerima perintah
Kerjasama  Suka menolong
 Bekerja sebagai tim
Nilai Akhir : ( Jumlah Nilai : 12 ) x 100 = NA
kriteria sebagai berikut :
 4 = sangat baik
 3 = baik
 2 = cukup
 1 = kurang
3. Penilaian Pengetahuan
a. Kisi-kisi dan Soal
Kompetensi Indikator Bentuk
No. Materi No Soal Soal
Dasar Soal
1 Mengevaluasi Menjelaskan  Pengertian Remote 1 Essay 1. Tuliskan pengertian dari Remote Server?
Remote Server konsep Remote Server 2 Essay 2. Tuliskan cara kerja Remote Server secara
Server  Cara kerja Remote berurutan!
Server
2 Mengkonfigurasi Melakukan  Instalasi Remote Server 3 Essay 3. Tuliskan langkah-langkah installasi
Remote Server konfigurasi Remote  Pengujian Remote 4 Essay Remote Server?
Server Server 4. Tuliskan langkah-langkah pengujian
Remote Server pada client!

b. Rubrik Penilaian
No. Opsi Langkah Jawaban Soal Skor
Soal
1 Remote access yang berarti akses dari jarak jauh merupakan suatu cara untuk menajemen server tanpa harus secara fisik 10
menyentuh server dan melakukan manajemen di daerah operasional server
2 Langkah 1 20
Client bind pada local port nomor besar dan melakukan koneksi ke port 22 pada server.
Langkah 2 Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu.Hal ini penting karena SSH v.1 dan v.2 tidak
kompatibel.
Langkah 3
Client meminta public key dan host key milik server.
Langkah 4
Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
Langkah 5
Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya menggunakan public key milik server.
Langkah 6
Server men-decrypt session key yang didapat dari client, meng-reencryptnya dengan public key milik client, dan
mengirimkannya kembali ke client untuk verifikasi.
Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session key tersebut.
No. Opsi Langkah Jawaban Soal Skor
Soal
3 Langkah instalasi remote server: 35
a. Lakukan login posisi root “#”
b. Masukkan dvd debian.iso
c. Ketik pada terminal apt-get install ssh
d. Muncul pertanyaan ketik Y dan enter
e. Remote Server sudah terinstall
4 Langkah pengujian Remote pada client 35
a. Buka aplikasi Putty
b. Masukkan IP Server dan Port
c. Lakukan koneksi computer client dan server
d. Login pada menu di aplikasi Putty

Keterangan:
Perolehan skor peserta didik untuk setiap nomor soal, sebagai berikut:
1) Menjelaskan pengertian Remote Server?
a) Jika menjawab benar opsi dengan benar skor 10
b) Jika menjawab kurang tepat opsi dengan benar skor 5
c) Jika menjawab salah opsi dengan benar skor 0

2) Menjelaskan cara kerja Remote Server


a) Jika menjawab benar opsi dengan benar skor 20
b) Jika menjawab kurang tepat opsi dengan benar skor 10
c) Jika menjawab salah opsi dengan benar skor 0

3) Menjelaskan langkah Installasi Remote Server?


a) Jika menjawab benar opsi dengan benar skor 35
b) Jika menjawab 4 dari 5 sesuai urutan skor 24
c) Jika menjawab 3 dari 5 sesuai urutan skor 18
d) Jika menjawab 2 dari 5 sesuai urutan skor 10
e) Jika menjawab 1 dari 5 sesuai urutan skor 5
f) Jika menjawab salah opsi dengan benar skor 0

4) Menjelaskan langkah pengujian Remote Server?


a) Jika menjawab benar opsi dengan benar skor 35
b) Jika menjawab 4 dari 4 sesuai urutan skor 27
c) Jika menjawab 3 dari 4 sesuai urutan skor 22
d) Jika menjawab 2 dari 4 sesuai urutan skor 15
e) Jika menjawab 1 dari 4 sesuai urutan skor 6
f) Jika menjawab salah opsi dengan benar skor 0

Rumus Konversi Nilai Pengetahuan (pengolahan nilai pengetahuan):


Jumlah skor yang di peroleh
Nilai = X 100 = ……………
100
Deskripsi
…………………………………………………………………………………………………………………………
4. Penilaian Keterampilan
a. Instrumen Penilaian Eksperimen
KD 3.2 = Mengkonfigurasi Remote Server
Aspek
Bekerja Pengolahan Pelaporan Score
No. Nama Siswa Bekerja
sesuai Data Hasil Rerata
dengan aman
Prosedur Eksperimen Pekerjaan
1
2
3
b. Rubrik Penilaian
Peserta didik mendapat skor:
4 = jika empat indikator terlihat.
3 = jika tiga indikator terlihat.
2 = jika dua indikator terlihat.
1 = jika satu indikator terlihat.

Indikator penilaian keterampilan


1) Bekerja dengan aman
a) Melakukan dengan benar
b) Sesuai dengan SOP
c) Bertindak hati-hati dan tidak ceroboh
d) Mengutamakan keselamatan alat dan keselamatan diri
2) Bekerja mengikuti prosedur
a) Melakukan manipulasi eksperimen sesuai Lembar Kerja yang dibuat oleh guru
b) Membaca nilai ukur secara tepat, tidak melakukan kesalahan
c) Menggunakan instrumen pengumpul data dengan benar
d) Mentaati tata tertib bengkel/laboratorium
3) Pengolahan data eksperimen
a) Melakukan verifikasi data percobaan ke guru
b) Menjawab pertanyaan apa? terkait dengan rumusan masalah yang dibuatnya
c) Menjawab pertanyaan bagaimana terkait rumusan masalah yang dibuatnya
d) Menjawab pertanyaan mengapa? Terkait dengan rumusan masalah yang dibuatnya
4) Pelaporan Hasil Pekerjaan
a) Menggunakan bahasa baku
b) Menggunakan aturan tata tulis ilmiah
c) Penyajian tabulasi data menarik
d) Laporan dikemas dengan rapi

Rumus Konversi Nilai Keterampilan (pengolahan nilai keterampilan):

Jumlah skor yang di peroleh


Nilai = X 4 = …………..
16
Deskripsi :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD)

Sekolah : SMK Negeri 1 Tomohon


Mata pelajaran : Administrasi Sistem Jaringan
Pokok Bahasan : Remote Server
Kelas : XI TKJ 2
Semester : 1 (Ganjil)
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
Tahun Ajaran : 2019 / 2020
Nama Guru : ISMAIL, S.Kom

A. Kompetensi Dasar
Pengetahuan
3.2 Mengevaluasi Remote Server
Keterampilan
4.2 Mengkonfigurasi Remote Server

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator Pengetahuan
3.2.1 Menjelaskan konsep Remote Server
3.2.2 Menentukan cara konfigurasi Remote Server
Indikator Keterampilan
4.2.1 Melakukan konfigurasi Remote Server
4.2.2 Menguji hasil konfigurasi Remote Server
4.2.3 Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server

C. Tujuan Pembelajaran
Peserta Didik Kelas XI TKJ dapat :
1. Menjelaskan pengertian remote server
2. Menjelaskan cara kerja remote server
3. Menentukan cara konfigurasi remote server
4. Melakukan Konfigurasi Remote Server
5. Menguji hasil Konfigurasi Remote Server
6. Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server
D. Soal - Soal

Tugas Kelompok
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !

1. Tuliskan pengertian Remote Server!


……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………..
2. Tuliskan cara kerja Remote Server secara berurutan?
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………..
3. Tuliskan langkah installasi SSH sebagai Remote Server dengan benar?
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………….……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………….………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………….………………………………………………………………

4. Tuliskan langkah pengujian Remote Server pada client?


………………………………………….…………………………………………………………………………………………
……………………………………………….……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
No Jobsheet: NAMA SISWA:
JOBSHEET TKJ
Kode Pelajaran : INSTALASI dan INSTRUKTUR :
KONFIGURASI ISMAIL, S.Kom
Date : REMOTE SERVER Kelas : XI TKJ 2

NILAI PARAF

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan pengertian remote server
2. Menjelaskan cara kerja remote server
3. Menentukan cara konfigurasi remote server
4. Melakukan Konfigurasi Remote Server
5. Menguji hasil Konfigurasi Remote Server
6. Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server

B. MATERI
SSH (Secure Shell)
SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua
komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file,
membuat Tunnel yang ter-enkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan dibanding protocol
yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system otentikasi, otorisasi, dan
ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi
lebih terjamin. SSH memang lebih aman dibandingkan dengan protocol sejenis, tetapi protocol SSH
tetap rentan terhadap beberapa jenis serangan tertentu.
Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi. Artinya, apabila
percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya. Bayangkan seandainya
anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya dengan account yang punya hak
khusus, tanpa setahu anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server
anda dirusak setelahnya. Implementasi SSH yang banyak dipakai saat ini adalah OpenSSH, aplikasi ini
telah dimasukkan kedalam berbagai macam distribusi linux.
C. GAMBAR KERJA

D. PERALATAN DAN BAHAN


1. PC Server Debian Server 8 (gunakan Virtual Box, Host Only adapter)
2. PC Client Operating System PC Windows 8
3. Aplikasi Virtual Box
4. Aplikasi Putty (remote server)

E. KESELAMATAN KERJA
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
2. Hati – hati bahaya tegangan listrik.
3. Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah ditentukan.
4. Berkonsultasi dengan instruktur jika terjadi permasalahan

F. LANGKAH KERJA
1. Berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
2. Hidupkan PC dan Jalankan Aplikasi Virtual Box
3. Klik Debian-Text  Setting
4. Atur Network server pada Bridge Adapter  Realtek PCIe Controller
5. Klik Start untuk menjalankan machine Debian-text
6. Pastikan sudah login pada posisi Root (#)
7. Lakukan konfigurasi ip address/network (lihat jobsheet sebelumnya “Network”)
8. Jangan lupa lakukan restart networking dan pastikan tidak failed.
9. Masukkan DVD debian-Server 8

10. install paket SSH yang akan diaktifkan, ketik script ;

11. Proses Penginstalan SSH, tekan Y untuk melanjutkan proses ;


12. Jika muncul pesan seperti gambar dibawah, Insert DVD 1 Pada Debian Server 8 dan tekan
Enter

13. Hasil akhir dari proses install SSH, seperti berikut :

14. Selanjutnya Konfigurasi SSH dengan Perintah ;

15. Hilangkan tanda # pada Port 22 yang menandakan diaktifkan SSH, dan simpan

16. Restart Service SSH

17. Untuk melakukan pengujian koneksi dari PC client (Local Area Connection) ke PC Server,
ketik perintah seperti gambar dibawah sehingga IP Address Client DHCP (Lihat Jobsheet :
DHCP Server)
18. Lakukan juga pengujian koneksi PC Server ke PC Client dengan ketik ping 192.168.0.254,
Pastikan Firewal pada PC Client sudah di non-aktifkan dan harus terkoneksi

19. Jika koneksi antara PC Server dan Client sudah terhubung dengan baik jalankan Aplikasi
putty untuk remote server (port awal = 22). Isikan IP Server = 192.168.0.254 lalu klik
Open.

20. Berikutnya akan muncul peringkatan keamanan, klik Yes, berikutnya silahkan isikan login
user = root dan password = ariefnurs maka anda telah berhasil remote server dengan
port = 22
21. Lakukan login dengan ariefnurs dan password = ariefnurs

22. Jika hasilnya seperti gambar diatas berarti kita telah berhasil melakukan remote server
Debian.
23. Untuk melakukan pengujian untuk mematikan server, login sebagai root terlebih dahulu
dengan ketik perintah;

24. Lalu ketikkan perintah berikut ini, maka server akan dinonaktifkan.
shutdown -h now
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Nama siswa : ……………………………


Kelas / Jurusan : ……………………………
Hari/Tanggal : ……………………………

Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan strategi
No Indikator Pencapaian Kompetensi pemecahan masalah Konfigurasi dan
menguji Remote server
KT T ST
1 Mengkonfigurasi Remote Server dengan percaya diri
2 Menguji hasil Konfigurasi Remote Server dengan
benar

Keterangan:
KT : Kurang terampil Nilai=1
T : Terampil Nilai=2
ST : Sangat terampil Nilai=3

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑋 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

2. Rekapitulasi hasil pengamatan penilaian keterampilan

HASIL PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN


MATA PELAJARAN : ……………………………………..

Kelas / Jurusan : …………………………………


Hari / Tanggal : …………………………………

Hasil Nilai
Indikator pencapaian
No Nama Siswa/Kelompok
Kompetensi
1 2 3
1.
2.
3.
Dst

Keterangan Indikator :
1. Membuat Topologi Jaringan Remote Server
2. Mengkonfigurasi Remote Server
3. Menguji hasil konfigurasi Remote Server pada PC Client
HAND OUT
MATA PELAJARAN : ADMINISTRASI SISTEM SERVER
Materi Pokok : REMOTE SERVER

KELAS / JURUSAN : XI / TKJ

Disusun Oleh :
ISMAIL, S.Kom
NIP. 198801022014021001
HAND OUT
“REMOTE SERVER”

A. Kompetensi Dasar
Pengetahuan
3.2 Mengevaluasi Remote Server
Keterampilan
4.2 Mengkonfigurasi Remote Server

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator Pengetahuan
3.2.1 Menjelaskan konsep Remote Server
3.2.2 Menentukan cara konfigurasi Remote Server
Indikator Keterampilan
4.2.1 Melakukan konfigurasi Remote Server
4.2.2 Menguji hasil konfigurasi Remote Server
4.2.3 Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server

C. Tujuan Pembelajaran
Peserta Didik Kelas XI TKJ dapat :
1. Menjelaskan pengertian remote server
2. Menjelaskan cara kerja remote server
3. Menentukan cara konfigurasi remote server
4. Melakukan Konfigurasi Remote Server
5. Menguji hasil Konfigurasi Remote Server
6. Membuat Laporan Konfigurasi Remote Server

D. Materi Pembelajaran
1. Konfigurasi SSH Server
2. Menguji Konfigurasi SSH Server

E. Pengertian Remote Server


Remote access yang berarti akses dari jarak jauh merupakan suatu cara untuk
menajemen server tanpa harus secara fisik menyentuh server dan melakukan
manajemen di daerah operasional server. Remote access berguna untuk membuat
pekerjaan bisa dilakukan di mana saja dan kapanpun selama ada akses jaringan ke
server.

Remote access bisa dicapain dengan berbagai cara, yang pasti server yang di remote
harus bisa diakses oleh host yang bersangkutan baik melalui jaringan internet publik
atau menggunakan VPN. Salah satu remote access yang aman adalah menggunakan SSH
(Secure Shell). Seperti namanya, SSH menyediakan koneksi untuk melakukan remote
dengan aman dengan interface command line meskipun dengan jaringan yang tidak
aman.

Pada tahun 80-90 an remote masih memanfaatkan utility "Telnet". Lantas karena alasan
security akhirnya dikembangkan tool baru yang menggantikan telnet. Munculah
"Ssh/Secure shell", istilah Ssh ini pasti sudah sering kita dengar. Ssh menghubungkan
dua komputer dalam secure channel. Ssh pertama kali dikembangkan oleh Tatu Ylöne,
peneliti dari Helsinki University of Technology pada tahun 1995. Versi original dari Ssh
sendiri dibangun diatas berbagai library opensource. Tool ini pada akhirnya banyak
penggunanya dan sangat berkembang. Pada tahun 2000 penggunanya sempat
mencapai 2 juta orang.

Tatu Ylonen – Penemu SSH-Server

Aplikasi dari SSH ini biasanya digunakan untuk login sistem UNIX, untuk menggantikan
sistem remote seperti telnet yang mengirim informasi password dengan tulisan biasa
tanpa enkripsi.

Fungsi Remote Server :

 Mengendalikan Komputer lain dari lokasi yang berbeda


 Mematikan, menghidupkan ulang, memodifikasi setting registry komputer dari
jarak jauh
 Mengawasi penggunaan komputer lain dari jarak jauh
 Pemeliharaan (Maintenance) komputer dari jarak jauh
 Sharing resource dari jarak jauh

F. Pengertian SSH ( Secure Shell Hosting )


SSH (Secure Shell Hosting) adalah protokol atau aplikasi yang memungkinkan
pertukaran data antara dua perangkat jaringan yang lebih aman dibandingkan dengan
telnet, rsh dan rlogin. SSH banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk
mengakses akun shell. SSH pertama kali dikembangkan oleh openBSD project dan
kemudian versi rilis p (port) di manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya,
temasuk Linux. Dengan ssh semua percakapan antara server dan klien di enkripsi,
artinya apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak akan memahami isinya.

SSH (Secure Socket Shell) (bukan SHSH) atau yang sering disebut Secure shell adalah
protokol jaringan berbasis UNIX yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah
komputer (remote) melalui jaringan secara aman. Dikarenakan SSH menggunakan
jaringan yang dienkripsi, maka SSH ini banyak digunakan oleh seorang admin jaringan
untuk mengontrol sebuah server web atau sebuah komputer dari jauh (remote).

Secure Shell atau SSH merupakan protokol network yang memungkinkan pengguna
untuk membuka jendela akses pada komputer lokal dan terhubung ke komputer
remote/server, sehingga pengontrol seperti berada di depan server target. Dengan
demikian SSH menyediakan koneksi aman dari black hacker untuk transfer data antar 2
komputer

SSH merupakan paket program yang digunakan sebagai pengganti yang aman untuk
rlogin, rsh dan rcp. Ia menggunakan public-key cryptography untuk mengenkripsi
komunikasi antara dua host, demikian pula untuk autentikasi pemakai. Ia dapat
digunakan untuk login secara aman ke remote host atau menyalin data antar host,
sementara mencegah man-in-themiddle attacks (pembajakan sesi) dan DNS spoofing
atau dapat dikatakan Secure Shell adalah program yang melakukan loging terhadap
komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote, dan
memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya.

SSH dirancang untuk menggantikan protokol telnet dan FTP.

Adapun SSH merupakan produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak
hal, yang kebanyakan berupa penciptaan tunnel antar host. Beberapa implementasi SSH
tergantung pada SSL libraris karena SSH dan SSL menggunakan banyak menggunakan
algoritma enkripsi yang sama (misalnya TripleDES(Pengembangan dari DES oleh IBM). ),
Algoritma enkripsi lain yang didukung oleh SSH di antaranya BlowFish (BRUCE
SCHNEIER), IDEA (The International Data Encryption Algorithm), dan RSA (The Rivest-
Shamir-Adelman).

Secure Shell dapat digunakan pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux,
MAC, BSD dan bahkan Anda dapat menggunakan protokol SSH di Iphone, BlackBerry,
Android, IPad, Tabs, dll. Otentikasi proses SSH sangat kuat seperti penggunaan
kriptografi publik key SSH untuk mengotentikasi komputer remote dan sebaliknya.

SSH dapat digunakan untuk beberapa tujuan seperti Tunneling, port forwarding dan
koneksi. Versi utama SSH adalah sebagai berikut:
G. Arsitektur SSH

SSH-2 protokol memiliki arsitektur internal pada lapisan terpisah dengan baik. Yaitu:

Lapisan transportasi (RFC 4253). Lapisan ini menangani pertukaran kunci awal dan
server otentikasi dan set up enkripsi, kompresi dan integritas verifikasi. Lapisan
otentikasi pengguna (RFC 4252). Lapisan ini menangani otentikasi klien dan
menyediakan sejumlah metode otentikasi. Lapisan koneksi. Lapisan ini mendefinisikan
konsep kanal, kanal permintaan dan permintaan global menggunakan layanan yang
disediakan SSH. SSHFP DNS record (RFC 4255) menyediakan sidik jari kunci publik untuk
membantu memverifikasi keaslian host.

Sejak SSH memiliki kelemahan desain yang melekat dan membuatnya rentan (misalnya,
terhadap serangan man-in-the-middle). Dalam semua versi SSH, penting untuk
memverifikasi kunci publik sebelum menerimanya secara valid. Menerima seorang
kunci publik atttacker sebagai kunci publik yang valid memiliki efek membuka password
yang ditransmisikan dan memungkinkan serangan man in-the-middle.

H. Cara Kerja SSH

Misalkan suatu client mencoba mengakses suatu linux server melalui SSH. SH daemon
yang berjalan baik pada linux server maupun SSH client telah mempunyai pasangan
public/private key yang masing-masing menjadi identitas SSH bagi keduanya. Langkah-
langkah koneksinya adalah sebagai berikut :

Langkah 1
Client bind pada local port nomor besar dan melakukan koneksi ke port 22 pada server.

Langkah 2
Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu.Hal ini penting karena
SSH v.1 dan v.2 tidak kompatibel.

Langkah 3
Client meminta public key dan host key milik server.

Langkah 4
Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES
atau IDEA).

Langkah 5
Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya
menggunakan public key milik server.
Langkah 6
Server men-decrypt session ky yang didapat dari client, meng-re-encrypt-nya dengan
public key milik client, dan mengirimkannya kembali ke client untuk verivikasi.

Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session
key tersebut. Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya
bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Langkah
ketujuh diatas dapat dilaksanakan dengan berbagai cara (username/password,
kerberos, RSA dan lain-lain)

I. Implementasi SSH
Implementasi SSH terlihat dalam produk-produk berikut :
o FreeSSH
o OpenSSH (Unix, Windows)
o LSH (unix)
o PuTTY (Windows)
o Okhapkin s port of SSH1(windows)
o MacSSH (Macintosh)
o TeraTerm (windows)
o NitfyTelnet 1.1 SSH (Machintosh)
o Commercial SSH
o SSH communication Security (unix, windows)
o F-Secure SSH (unix,Windows)
o Secure CRT, SecureFX (windows)
o Vshell (Windows)

J. Metode Enskripsi

SSH menggunakan metode public-key cryptography untuk mengenskripsi komunikasi antara dua
host, demikian pula untuk autentikasi pemakai. Dengan metode ini, kita akan memerlukan 2
buah kunci berbeda yang digunakan baik untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dua buah kunci
tersebut masing-masing disebut public key (dipublikasikan ke public/ orang lain) dan private key
(dirahasiakan/ hanya pemiliknya yang tahu). Masing-masing kunci di atas dapat digunakan untuk
melakukan enkripsi dan dekripsi. SSH dapat digunakan untuk login secara aman ke remote host
atau menyalin data antar ghost, sementara mencegah man-in-themiddle attacks (pembajakan
sesi) dan DNS spoofing atau dapat dikatakan secure shell adalah program yang melakukan
loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara
remote, dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. SSH merupakan produk
serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan berupa penciptaan
tunnel antar host.
K. Instalasi SSH Server

Dalam buku ini, kita cenderung mengacu pada konfigurasi server menggunakan mode teks.
Sehingga kita harus menggunakan Remote Access mode Teks pula, semisal SSH (Secure Shell).
SSH merupakan aplikasi untuk melakukan remote ke komputer lain yang sudah terinstall SSH
server. Berbeda dengan telnet yang melakukan transfer data secara plain text, ssh
menggunakan sistem incrypsi data sehingga walaupun data yang dilewatkan tercapture tetapi
tetap tidak dapat terbaca. Oleh Karena itu ssh dianggap lebih aman dalam transfer data melalui
jaringan. Untuk menginstall-nya cukup dengan perintah berikut:

a) Konfigurasi Setelah aplikasi terinstall, layanan SSH Server sudah langsung bisa kita gunakan
melalui port default 22. Jika ingin mengkonfigurasi SSH Server tersebut, edit file sshd_config
yang merupakan file konfigurasi utama pada SSH Server. Dalam file tersebut, kita bisa
merubah settingan default yang ada.

b) Pengujian Untuk mengakses SSH Server melalui jaringan, Via Windows Dalam system
operasi Windows, secara default tidak ada aplikasi SSH Client yang terinstall. Yang ada
hanyalah aplikasi Telnet Client. Untuk itu kita harus mendownload aplikasi SSH Client terlebih
dahulu di www.putty.nl
c) Remote Access via Localhost Jika itu pertama kali anda melakukan koneksi ke SSH
Server, maka anda akan diberi RSA key untuk keamanan data. RSA key fingerprint is
47:41:dd:8a:71:02:83:55:ff:e4:db:fa:9d:e8:05:54. Are you sure you want to continue
connecting (yes/no)? Yes

d) Setelah berhasil Login. Lakukan Perintah mengnonaktifkan Server yaitu #shutdown -h now
sebagai root