Anda di halaman 1dari 5

Nama : Arki Ardiansyah

NIM : C 301 17 001

Jawaban :

1. a). Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

b). Kitab Undang-undang Hukum Perdana

c). Peraturan Perundang-undangan

2. a). PT (Perseroan Terbatas)

b). Perseroan Terbatas (Persero)

c). Koperasi

3. PT Merupakan subjek hukum yang mandiri, yang eksistensinya tidak bergantung kepada keberadaan
pemegang saham dibbani pertanggung jawaban secara pribadi. Sendangkan perseo adalah adalah badan
usaha milik Negara (BUMN), yang dibentuk berdasarkan undang-undang No. 9 Tahun 1969, yang paling
sedikitnya 51% saham dikeluarkan dimiliki oleh negara melalui penyertaan modal secara langsung.

4. Yang dimaksud dengan badan usaha yang berbadan hukum ialah badan usaha yang memisahkan
antara harta kekayaan pribadi dan harta perusahaan/badan usaha.

Sedangkan pada badan usaha yang tidak berbadan hukum antara kekayaan pribadi/pendiri dengan
kekayaan badan usaha tidak ada pemisahan yang jelas.

5. a). Satu persoroan atau lebih dapat menggambungkan diri menjadi satu dengan perseroan yang telah
ada atau meleburkan diri dengan perseroan lain dan membentuk perseroan baru.

Rencaba penggambungan atau peleburan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diluangkan dalam
rancangan penggabungan atau peleburan yang disusun bersama oleh direksi dari perseroan yang
melakukan penggabungan atau peleburan.

6. Faktor yang menjadi pertimbangan utama sebuah negara menanamkan modalnya keduatu negara lain
yaitu faktor politik, faktor ekononi, dan faktor hukum.

7.

8.

9. Pembiayaan Perbankan Konvensional merupakan sumber pembiayaan melalui kredit perbankan, atau
pinjaman Bank (loan) merupakan salah satu sumber dana yang cukup populer dalam kegiatan usaha.
Pembiayaan Perbankan Syariah pada dasarnya merupakan pinjaman dana yang memanfaatkan suatu
lembaga yang memiliki kemampuan seperti halnya suatu bank umum dan lembaga pembiayaan.

10.

11. Beberapa kekayaan intelektual yang secara universal diakui dan diatur oleh hukum Internasional
SBB :

Hak Cipta

Merek

Paten

Desain Industri

Rahasia Dagang

12. Rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/ atau
bisnis dimana mempunyai nilai ekonomis karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga
kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang.

a). Harus bersifat rahasia

b). Harus bernilai komersial

c). Pemilik informasi harus telah mengambil langkah yang layak dan patut untuk memelihara atau
melindungi sifat kerahasiaan indormasi tersebut.

13. objek pajak merupakan sumber pendapatan yang dikenakan pajak.

Subjek pajak merupakan perorangan atau badan yang ditetapkan menjadi subjek pajak.

14. Beberapa Jenis Pajak :

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak Prtambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

15. Utang pajak adalah pajak yang masih harus dibayar termasuk sanksi administrasi berupa bunga,
denda, atau kenaikan yang tercantum dalam surat ketetapan pajak atau surat sejenisnya berdasarkan
peraturan perundang-undangan perpajakan.

16. TAX AMNESTY adalah sebuah kesempatan berbatas waktu bagi kelompok wajib pajak tertentu untuk
membayar pajak dengan jumlah tertentu sebagai pengampunan atas kewajiban membayar pajak yang
berkaitan dengan masa pajak sebelumnya tanpa takut penuntutan pidana.
17. Sengketa pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara Wajib Pajak atau
penanggung Pajak dengan pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat
diajukan Banding atau Gugatan kepada Pengadilan Pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan
perpajakan, termasuk Gugatan atas pelaksanaan penagihan berdasarkan Undang-undang Penagihan
Pajak dengan Surat Paksa.

18. a). World Trade Organization (WTO) adalah organisasi internasional yang mengawasi banyak
persetujuan yang mendefinisikan "aturan perdagangan" di antara anggotanya.WTO Didirikan pada 1
Januari 1995

b).Free Trade Area (AFTA) adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di
seluruh negara ASEAN.

c). North American Free Trade Agreement (NAFTA),adalah sebuah organisasi yang terdiri dari negara-
negara Amerika Utara. Organisasi ini didirikan pada tahun 1994.

d).Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).APEC didirikan pada tahun 1989. APEC bertujuan
mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik.

19. Kejahatan Bisnis secara filosofis adalah terjadi perubahan nilai-nilai (values) dalam masyarakat ketika
suatu aktivitas bisnis dioperasikan sedemikian rupa sehingga sangat merugikan kepentingan masyarakat
luas, seperti kegiatan penanaman modal dalam sektor-sektor swasta yang padat karya atau kegiatan
pasar modal yang pemegang sahamnya adalah masyarakat luas termasuk golongan menengah ke bawah.

Beberapa Kejahatan Bisnis antara lain :

Kejahatan Kerah Putih ( White Collar Crime)

Kejahatan Jabatan

Kejahatan yang Diorganisasi ( Organized Crime)

20. UU RI Nomor 21 tahun 2007

21. a). Perjanjian kerja merupakan suatu kesepakatan yang terjadi antara pekerja dan pengusaha baik
dalam bentuk tulisan maupun lisan yang memuat poin-poin dari hak dan kewajiban dari kedua belah
pihak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

b). Bipartile adalah perundingan antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan
pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.

c). Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak
memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai
penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.

d). Konsiliasi adalah usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan
dan penyelesaian.
e). Arbitrasi adalah proses penyelesaian masalah yang memungkinkan kedua belah pihak yang
bersengketa/berselisih untuk menentukan seorang arbiter yang akan mengambil keputusan dalam
permasalahan yang terjadi.

22). Hubungan industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas proses
produksi barang atau jasa di suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dalam setiap perusahaan
(Stakeholders): Pengusaha atau pemegang saham yang sehari-hari diwakili oleh pihak manajemen.

Hal tang diatur dalam perundang-undandan Hubungan Industrial SBB :

a). Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 27 ayat (1) dan ayat (2), dan Pasal 28 D ayat (1) dan
ayat (2), Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b). Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan �ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman
(Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2951) sebagaimana telah
diubah dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 147,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3879);

c). Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Tahun 1985
Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3316);

d). Undang-undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Tahun 1986
Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3327);

e). Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (Lembaran Negara
Tahun 2000 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3989);

f). Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Tahun 2003
Nomor 39; Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279);

23.

24.

25.

26.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 5 TAHUN 1999

TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN

USAHA TIDAK SEHAT

27.

28.
29.