Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOMEKANIK

ANALISIS GERAK HIP JOINT PADA PENDERITA


OSTEOARTHRITIS HIP DAN LABRUM ACETABULAR

OLEH

Andi riska amirullah

PO713241171007

DIII FISIOTERAPI

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


2019
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………………………………………….
B. Rumusan Masalah……………………………………………………………
C. Tujuan Masalah................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
A. Anatomi dan biomekanik hip joint...............................................................................
B. Analisis gerak pada hip joint……………………………………………………
C. Patofisiologi osteoarthritis hip..................................................................
D. Analisis kelainan gerak pada osteoarthritis hip................................................
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik
dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam makalah yang membahas “MAKALAH ANALISIS
GERAK HIP JOINT PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS DAN PENDERITA CEDERA LABRUM
ACETABULAR”.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya
dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-
masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Makassar, September 2019

Penyusun
BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan
kartilago sendi. Osteoartritis yang juga disebut sebagai penyakit degeneratif merupakan salah
satu masalah kedokteran yang paling sering terjadi dan menimbulkan gejala pada orang usia
lanjut maupun setengah baya. Terjadi pada orang dari segala etnis, lebih sering mengenai wanita
dan merupakan penyebab tersering pada penyebab disabilitas jangka panjang pada pasien
dengan usia lebih daripada 65 tahun.

WHO melaporkan 40% penduduk dunia yang lansia akan menderita OA, dari jumlah tersebut
80% mengalami keterbatasan gerak sendi. Prevalensi Osteoartritis di Indonesia cukup tinggi yaitu
5% pada usia > 40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun dan 65% pada usia > 61 tahun. Degenerasi
sendi yang menyebabkan sindrom klinis osteoartritis muncul paling sering pada sendi tangan,
panggul, kaki, dan spine meskipun bisa terjadi pada sendi sinovial mana pun. Prevalensi
kerusakan sendi sinovial ini meningkat dengan pertambahan usia. Diperkirakan 1 sampai 2 juta
orang usia lanjut di Indonesia menderita cacat karena OA. Oleh karena itu tantangan terhadap
dampak OA akan semakin besar karena semakin banyaknya populasi yang berusia tua.

Osteoartritis seringkali terjadi tanpa diketahui penyebabnya yang dikenali sebagai idiopatik.
Osteoartritis sekunder dapat terjadi akibat trauma pada sendi, infeksi, perkembangan, kelainan
neurologi dan metabolik. Osteoartritis merupakan sekuen retrogresif dari perubahan sel dan
matriks yang berakibat kerusakan struktur dan fungsi kartilago artikular, diikuti oleh reaksi
perbaikan dan remodeling tulang. Karena reaksi perbaikan dan remodeling tulang ini, degenerasi
permukan artikuler pada OA tidak bersifat progresif, dan kecepatan degenerasi sendi bergantung
pada tiap individu dan sendi.1 Pengobatan OA yang ada pada saat ini adalah bersifat simtomatik
dengan obat anti inflamasi non steroid dikombinasi dengan program rehabilitasi dan proteksi
sendi. Pada stadium lanjut dapat dipikrkan berbagai tindakan operatif.

A. Rumusan Masalah
1. Jelaskan anatomi hip joint ?
2. Jelaskan Biomekanik dari hip joint ?
3. Jelaskan Analisis gerakan hip joint?
4. Jelaskan patofisiologi osteoarthritis ?
5. Jelaskan analisis kelainan gerak pada osteoarthritis hip?
B. Tujuan Masalah

Untuk mengetahui anatomi hip joint,Biomekanik hip joint , analisis gerakan hip joint
dan patofisiologi osteoarthritis hip joint
BAB 2

PEMBAHASAN

A. ANATOMI DAN BIOMEKANIK HIP JOINT

Hip joint merupakan sendi yang arah gerakannya sangat luas atau yang biasa disebut
dengan Ball and Socked joint. Hip joint juga bagian terpenting dalam pembentuk postur
seseorang dan berperan penting dalam setiap aktivitas terutama dalam berjalan. Hip joint ini
terbentuk atas beberapa tulang, ligamen, dan otot dimana kesemuanya itu saling berhubungan
dan saling menguatkan.

Beberapa tulang pembentuk hip joint :

1. Acetabulum

Acetabulum merupakan pertemuan antara os ilium, os ischium, dan os pubis yang


bertugas sebagai mangkuk sendi. Dilapisi hyalin cartilage dan tertutup lagi acetabulum
labrium yang merupakan fibro cartilage, keduanya tebal ditepi dan tipis di center

2. Os Femur

Pada bagian Os femur terdapat dua bagian yang sangat terkait dalam pergerakan sendi
Hip Joint, bagian itu adalah :

A. Caput femur

Caput femur merupakan tulang yang berbentuk setengah bola dilapisi hyalin
cartilage, kedistal sebagai collum femoris (sering fraktur), kedistal terdapat trochanter
mayor dan minor, selanjutnya kedistal sebagai (shaff of) femur.

B. Collum Femur

Collum femur merupakan processus tulang yang berbentuk piramidal yang


menghubungkan corpus dengan caput femur dan membentuk sudut pada bagian
medial. Sudut terbesar terjadi pada saat bayi dan akan berkurang seiring dengan
pertumbuhan, sehingga pada saat pubertas akan membentuk suatu kurva pada aksis
corpus kurva. Pada saat usia dewasa, collum femur membentuk sudut sebesar 1250
dan bervariasi tergantung pada perkembangan pelvis wanita lebih besar.

Ligamen

Ada beberapa ligament pembentuk hip joint, dimana ligamen-ligament ini sangat kuat
sebagai penyambung antara acetabulum dan caput femur. Ada lima ligament terkuat pada hip
joint, antara lain :

1. Ligamentum Capitis Femoris


Ligament ini diliputi oleh membran sinovial yang terbentang dari fosa acetabuli dimana
terdapat bantalan lemak menuju ke caput femoris, selain itu ligament ini mengandung arteria
yang menuju caput femoris yang datang dari r.acetabuli arteria abturatoria. Caput femoris
disuplai oleh A circumfleksa medialis dan A circumfleksa lateralis.

2. Ligamentum Pubofemoral

Berasal dari crista obturatoria dan membrana obturatoria yang berdekatan. Ligament ini
memamcar kedalam capsula articularis zona orbicularis pada khususnya melanjukan diri
melalui jalan ini ke femoris.

3. Tranverse Acetabulum Ligament

Ligament ini berfungsi menjembatani incisura acerabuli dan seluruh permukaan caput
femoris.

4. Iliofemoral Ligament

Berasal dari spina iliaca anterior inferior dan pinggiran acetabulum serta membentang ke
linea intertrochanterica. Ligament ini mempunyai daya rengang sebesar 350 kg.

5. Ischiofemoral Ligament

Berasal dari ischium di bawah dan berjalan hampir horizontal melewati collum femoris
menuju ke perlekatan pars lateralis ligament iliofemoral. Ligamnet ini mencegah rotasi
medial paha.

Osteokinematik Hip Joint

Hip merupakan sendi Ball and Socked joint sehingga gerakan sendinya sangat luas kesegala
arah, adapun gerakan yang terjadi pada hip joint adalah :

Fleksi

Otot penggerak utamanya adalah :

Iliacus :

Origonya : Superior 2/3 dari fossa iliaca crest, anterior crest, anterior sacroiliaca, dan
iliolumbal ligament, ala of sacrum.

Insersionya : tendon dari psoas major, dan body of femur

Psoas mayor :

Origo : sides of vertebral bodies dan conesponding intervertebralis disc of T12-L5 dan
procesus transversus dari L1-L5.

Insersio : Leser trochanter of femur


Sedangkan otot lain yang berhubungan dengan gerak fleksi adalah

Sartorius :

Origo : anterior superior iliac spine, upper aspec of iliac notch

Insersio : Proksimal aspec of medial surface tibia

Ekstensi

A. Gluteus Maksimus

Origo : Posterior gluteal line of ilium, iliac crest, dorsum of sacrum dan cocyx, saerotuberous
ligament

Insersio : iliotibial tract, gluteal tuberositas femur

Semitendinosus :

Origo : ishial tuberositas

Insersio : Proksimal aspect of medial surface tibia

Semimembrannosus

Origo : ischial tuberositas

Insersio : Medial condilus tibia

B. Biceps Femoris :

Origo : Ischial tuberositas, lateral tip of linea aspec femur dan lateral intermuscular septum

Insersio : Lateral aspect of head fibula

Abduksi

Gluteus medius

Origo : outer surface ilium antara dan posterior dan anterior gluteal lines

Insersio : Greater trohanter femur

Gluteal Minimus :

Origo : outer surface ilium antara anterior dan posterior gluteal lines

Insersio : greater trohanter femur

Sedangkan otot lain yang berhubungan dengan gerakan ini adalah :

Tensor Facia Latae

Origo : anterior superior iliac spine, anterior aspect of auterlip ofiliac crest
Insertio: illiotibial tractus aproximately 1/3 dwon the tight

Adduksi

Adductor Magnus

Origo : inferior rami of pubis dan ischium ischial tuberosity

Insertio : a line fro great trochanter to linea aspera femur,linea aspera ,adductor tubercole
,medil supra condilare line of femur

Adductor longus

Origo : Anterior aspec of pubis

Insersio : Linea aspera along middle 1/3 femur

Adductor brevis

Origo : Inferior ramus of pubis

Insersio : line lesser trohanter to linea aspera, upper portion of linea aspera

Pectineus

Origo : pectineal line of pubis

Insersio : Line from lesser trohanter to linea aspera

Gracilis

Origo : Body and ramus of pubis

Insersio : proksimal aspecct of medial surface tibia

Medial rotasi

Tensor facia latae

Gluteaus minimus

Gluteus medius

Lateral rotasi

Piriformis

Origo : anterior suface sacrum, sacrotuberous ligament

Insersio : Freater trohanter femur

Gemellus superior
Origo : iscial tuberositas

Insersio : Greater trohanter femur

Obturator internus :

Origo : Obturatory membran dan forament, inner surface of pelvis, inferior rami of pubis dan
ischium

Insersio : greater trohanter femur

Obturator Eksternus :

Origo : rami of pubis dan ischium, outer surface of obturatory membran

Insersio : Greater trohanter femur

Quadrratus femoris

Origo : ischial tubrosity

Insersio : quadrate tuberosity femur

ANALISIS GERAKAN PADA HIP JOINT


NO. NAMA GERAKAN ANALISIS GERAK
1. FLEKSI
1. Fleksi Hip + Ekstensi Knee Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint.
 Tulang yang bergerak :
- Caput femur slide ke arah posterior terhadap
acetabulum, sedangkan femur bergerak ke
depan.
 Yang menghambat ROM : grup otot hamstring
sehingga endfeelnya bersifat elastic endfeel.
 Otot yang bekerja adalah :
Primemover = 1. M. Iliopsoas
2. M. Sartorius
3. M.Rectus femoris
 Axis : Frontal
 Bidang gerak : Sagital

Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint.


2. Fleksi Hip + Fleksi Knee  Ligamen yang berperan membatasi gerakan adalah
ligament ischiofemoral, selain itu yang membatasi
gerakan adalah abdominal yang besar sehingga
endfeelnya bersifat soft endfeel.
 Otot yang bekerja adalah otot penggerak utama
yaitu M. Iliopsoas dibantu oleh M. Sartorius dan
M. rectus femoris.
 Tulang yang bergerak :
- Caput femur slide kearah posterior terhadap
acetabulum, sedangkan femur bergerak ke
depan.
 Tulang lainnya yang bergerak :
- Pelvic bergerak backward tilt untuk
melengkapi/menyempurnakan gerakan fleksi
hip.
- Sacrum bergerak ke arah anterior
 Axis : Frontal
 Bidang gerak : Sagital
2. EKSTENSI Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint
1. Ekstensi Hip + Ekstensi Knee  Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament iliofemoral, diikuti oleh ligament
pubofemoral.
 Otot - otot yang bekerja pada ekstensi hip adalah
otot gluteus maximus dan group otot hamstring.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide
kearah anterior terhadap acetabulum.
 Tulang lainnya yang bergerak :
- Pelvic bergerak forward tilt.
- Sacrum bergerak ke arah posterior
(counternutasi sacrum)
 Axis : Frontal
 Bidang gerak : Sagital

Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint


 Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament iliofemoral, diikuti oleh ligament
2. Ekstensi Hip + Fleksi Knee pubofemoral.
 Otot yang membatasi gerakan adalah otot rectus
femoris dan otot yang bekerja pada ekstensi hip
adalah otot gluteus maximus yang dibantu oleh
group otot hamstring.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide
kearah anterior.
 Tulang lainnya yang bergerak :
- Pelvic bergerak forward tilt.
- Sacrum bergerak ke arah posterior
(counternutasi sacrum)
 Axis : Frontal
 Bidang gerak : Sagital

3. ABDUKSI
1. Abduksi Hip + Ekstensi Knee Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament pubofemoral dan ligament
iliofemoral serabut anteroinferior, diikuti oleh
ligament ischiofemoral.
 Otot yang berperan pada abduksi hip + ekstensi
knee adalah M. Tensor fascia latae, gluteus
medius, gluteus minimus.
 Otot yang menghambat adalah group otot adductor
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide
kearah inferior.
 Tulang lain yang bergerak adalah pelvic bergerak
kearah lateral tilt kontralateral.
 Axis : Sagital
 Bidang gerak :Frontal
Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament pubofemoral diikuti oleh ligament
2. Abduksi Hip + Fleksi Knee ischiofemoral.
 Otot yang bekerja adalah gluteus medius dan
gluteus minimus dan dibantu oleh tensor facia latae
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide
kearah inferior.
 Axis : Sagital
 Bidang gerak : Frontal

4. ADDUKSI
1. Adduksi Hip + Ekstensi Knee Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan adalah
ligament capitis femoris.
 Jaringan lunak lainnya yang membatasi adalah tractus
iliotibial band
 Otot yang bekerja adalah Pectineus, Adductor Magnus,
Adductor Brevis, Adductor Longus dan Gracilis.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur akan slide ke
superior terhadap acetabulum.
 Tulang lain yang bergerak adalah pelvic bergerak
lateral tilt ipsilateral.
 Axis : Sagital
 Bidang gerak : Frontal

Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip joint


 Ligament yang berperan membatasi gerakan adalah
ligament capitis femoris.
2. Adduksi Hip + Fleksi Knee
 Otot yang bekerja adalah Pectineus, Adductor Magnus,
Adductor Brevis dan Adductor Longus
 Tulang yang bergerak adalah caput femur akan slide ke
superior terhadap acetabulum.
 Axis : Sagital
 Bidang gerak : Frontal

5. ENDOROTASI
1. Endorotasi Hip + Ekstensi Knee Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip Joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament ischiofemoral dan ligament
iliofemoral serabut superior.
 Otot yang bekerja adalah group otot adductor dan
pectineus.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide ke
arah posterior terhadap acetabulum.
 Axis : Longitudinal
 Bidang gerak : Transversal

Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip Joint


 Ligament yang berperan membatasi gerakan
2. Endorotasi Hip + Fleksi Knee adalah ligament ischiofemoral dan ligament
iliofemoral serabut superior.
 Otot yang bekerja adalah otot Piriformis, obturator
eksternus, obturator internus, gemellus superior,
dan inferior
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide ke
arah posterior pada actebulum.
 Axis : Sagital
 Bidang gerak : Frontal

6. EKSOROTASI
1. Eksorotasi Hip + Ekstensi Knee Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip Joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament iliofemoral dan ligament
pubofemoral.
 Otot yang berperan adalahPiriformis, obturator
eksternus, obturator internus, gemellus superior,
dan gemellus inferior dibantu oleh Tensor Fascia
Latae.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide ke
arah anterior terhadap acetabulum.
 Axis : Longitudinal
 Bidang gerak : Transversal

Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah : Hip Joint


2. Eksorotasi Hip + Fleksi Knee  Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament iliofemoral dan ligament
pubofemoral.
 Otot yang berperan adalah group otot adductor,
pectineus, gracilis dan sartorius.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide ke
arah anterior terhadap acetabulum.
 Axis : Sagital
 Bidang gerak : Frontal

7. ABDUKSI DIAGONAL Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah Hip joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan
adalah ligament iliofemoral dan ligament
pubofemoral.
 Otot yang berperan adalah M. iliopsoas dan rectus
femoris dibantu oleh gluteus medius dan gluteus
minimus.
 Tulang yang bergerak adalah caput femur slide ke
arah posteroinferior terhadap acetabulum

8. ADDUKSI DIAGONAL Dalam gerakan ini, sendi yang berperan adalah Hip joint
 Ligament yang berperan membatasi gerakan adalah
ligament capitis femoris dan ligament ischiofemoral.
 Otot yang bekerja adalah M. iliopsoas dan rectus
femoris dibantu oleh Pectineus, Adductor Magnus,
Adductor brevis, Adductor Longus dibantu Gracilis
 Tulang yang bergerak adalah caput femur akan slide ke
posterosuperior terhadap acetabulum.
B. PATOFISIOLOGI OSTEOARTHRITIS HIP

C. ANALISIS KELAINAN GERAK PADA OSTEOARTHRITIS HIP

Pada umumnya pasien osteoarthritis mengatakan bahwa keluhan-


keluhannya sudah berlangsung lama, tetapi berkembang perlahan-lahan.
a. Nyeri sendi
b. Hambatan gerakan sendi
c. Kaku sendi pagi hari
d. Atrofi otot-otot sekitar sendi
e. Krepitasi
f. Pembesaran sendi (deformitas)
g. Perubahan gaya berjalan.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/289949784/Osteoarthritis-hip-joint
http://dokter-info.blogspot.com/2016/02/anatomi-dan-biomekanik-hip-joint-austin.html?=1

Anda mungkin juga menyukai