Anda di halaman 1dari 10
Scientific Journal i in » Dentistry - Desember 2009 ¢ Volume 24 ¢ No. 4 ISSN 0215 - 126. X Efek Ahtibakteri Berbagai Sediaan Lerak terhadap Fusobacterium Nucléatum sebagai Alternatif Larutan Irigasi Intrakanal Neviyanti dan Sanny Pengaruh Pemberian. ‘tethadap- Kop aos at eg Kemoradiasi pada Pasien Karsinoma Nasofaring Andrian Nova Fitri, Gus Permana Subita, Pradone Efek Ekstrak Etanol Propolis (EEP) terhadap Pertumbubani Enterococcus Faeealis Ardo Sabir » Efek Gaya Ortodonti terhadap Aktivitas Fosfatase Alkali Saliva pada Durasi Tertenta Inira Diana Sari, Boedi Oetomo Roeslan, Isnani Jenie dan Ary Indrawati ‘Kadar Malondialdebida: Saliva pada Pasien Periodontitis dan Gingivitis M. Orliando Roeslan, Lonita Nursanti, Laura van der Klugt dan IW. Sadhana Penggunaan MTA pada Gigi dengan Apeks yang Terbuka * Yusi Heptorina Suharno dan Kamizar Antiangiogenesis Angiostatin pada Terapi Gen Kanker Abdillah Imvon Nasution, Hedijanti Joenves ‘din Lakhsnii A, Leepet eran Polifenol Teh Hijau dalam Bidang Kedokteran Gigi Agnes Sabaruddin ISSN @215~ 126 X. | Jumal Ked. Gigi [wa 04 fit. 14a ‘Desember 2009 Majalah Ilmiah Kerlokteran Gigi Scientific Journal in uid! Penasehat; Prof. Dr. Thoby Mutis ( Rektor Usakti ) Pénanggungjawab: Dr, Bambang S. Trenggono, dry, MBiomed. (Dekan FKG Usakti ) Pemimpin Redaksi: Dr. Wita Anggraini, drg., MBiomed., PAK ‘Dewan Redaksi: Dr. Melanie Sadono, drg., M.Biomed Dr Tri Erri Astoeti, drg. MKes Dr. Didi Nugroho, dre. MSe Dr. Joko Kusnoto, drg.MSe Rosalina Tjandrawinata, drg., MSi., Ph.D Datu Mulyono, drg., SU Yayuk Yuliarsi, drg., MS Enny Marwati Suvandi, drg., MKes Mitra Bestari: Prof:Dr. Figuitak D. Koonamahandic, dg, 5p. Ort (Usakti ) Sri Subekti Winanto, G. ( Usakti ) Foot Dr tela Budivunth, Be. ‘SU ( Usakti ) Prof. Dr. Suzan Elias, drg., Sp.Pros (Usakti) Prof. Janti Sudiono, drg., MDSe.(Usakti) Prof. Dr. Loes Syahruddin, drg., MKes (Usakti) Prof. Dr. Tri Budi W Rahardjo, drg., MS. (UD) Prof Dr. Daroewati Mardjono, drg., MSD, Sp.Pros. (UI) Prof. Dr. Soertini E. Lambri, drg, MS ( Unpad ) Prof-Dr.Hadi Soenartyo, drg., MSc. Sp.PM ( UNAIR) Prof, Dr. Rosnah Mohd. Zain, BDSc, MS, FICD, FAMM, Fellow AAOP (University of Malaya) Prof. Dr. Hashim Yaacob, SPSK, DPSK, PAT, FDSRCS, FFOP, FASe, MSc, BDS, CBiol, MBiol. (international Cniversity College of Nursing, Malaya) Sekretariat: Ekowati Dwitjahyani, SP Dahno Alamat Redaksi : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa, Grogol; Jakarta 11440 Indonesia ‘Telepon : 021- 5672731 ext. 1309; Fax : 021-5655787 E-mail : mikg_fkgtrisakti@yahoo.com | Departemen Pendidikan Nasional ‘Nomor : 23aiDIKTY/Kepi2004 Majalah Ilmiah Scientic Joumal in Dentist Wh Ro br 09 _Tnra Dona Sar, Bot Oto Rosen Isnani Jenie dan Ary Indrawati _KadarNalonadchida Sativa pda ascnPevodonits an Gingivi “M. Orliando Roeslan, Lonita Nursanti, Laura van der Kiugt dan J.W. Sudhana Se oe Il Pot a9 crs phe ietngmevertss ‘MLL Kedokteran Gigi ‘Vol. 24, No. 4, Desember 2009. Penggunaan MTA pada Gigi dengan Apeks yang Terbuka ‘Yosi Heptorina Suharno* dan Kamizat® 2 Departemen Tmu Konservasi Gig, akultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia ABSTRACT Apexification is «method to induce a calcified barrier in a root with an open apex or the continued apical development of an incomplete root in teeth with necrotic pulp. Apexification is usually treated - with Ca(OH), but the treatment is often lengthy and the results are unpredictable. Mineral trioxide aggregate (MTA) has been used as a substitute for Ca(OH), in apexification and the reported venais nre ery sowed This ney rapes prevent Ke eplonsion of NTA fer open apices. 4 feria allen send 7 complains Reoalonation of a anterior maxillary tooth. The tooth, which had been experiencing trauma because she fellftripped over when she was 7 years old, had been hurt and often been swollen. The clinical exantination revealed that the fracture had reached the dentin. and that the tooth color had become blackish brown and that the tooth was sensitive to percussion. Radiographically, diffused radiolucency was seen in the periapical area. The diagnosis for this ~ case was chronic periapical abcess caused by necrotic pulp with open apices, The access and root canal preparations, completed with ChKM medication. were conducted inthe fist patient’ vist One week later, root canal preparation was continued and Ca(OH), was applied as medication. customized, from the patient and radiographically, the radiolucency in periapical area was gone. Key words : open apices, Mineral trioxide aggregate (MPA) PENDAHULUAN . Puipa nekrosis oleh karena trauma yang yang sudah ada, maka. dilakukan i endodontik. Perawatan 178 . ISSN @215- 126% sali kunjungan (Pace dk, 2007). LAPORAN KASUS Seorang wanita, karyawan swasta yang berusia 26 tahun, datang ke RSGM FKG UL dengan keluhan gigi depan atas kiri berubah warna. Pasien merasa penampilannya terganggu: karena giginya mengalami warna menjadi lebih hitam, Kurang lebih 2 bulan se- a Et ee sering bengkak dan perah mengeluarkan nal, Gigi belum perudhdawatsebslumnya dan ‘Penggumian MTA pads Gig dengac Apeks yang Terbuka pada saat datang gigi tidak dalam keadaan sakit, Pasien mengatakan, pada saat berusia 7 tahun ia Detneh tejatah, gg Sept terbentnr dan path 7S act pemeritnin Wins desta bel ‘wa. gigi anterior rahang atas protrusif. Gigi 21 fraktur mahkota mefiputi email dan dentin pada bagian mesio insisal, serta mengalamiperubahan ‘wama menjadi coklat kehitaman (Gambar 1). Gigi sensitif terhadap tes petkusi, tidak sensitif terhadap tes vitalitas dan tidak ada mobilitas Pada gambatan radiografis gigi 21, ter- Tihat kamar pulpa dan saluran akar lebar, apeks Tata Ln lain dacs expen, penebalan Jigamen_ periodontal dan terdapat radiolusensi dengan batas tidak jelas di periapeks (Gambar 2). Diagnosis gigi 21 adalah abses periapikalis kronis disebabkan nekrosis pulpa dengan apeks terbuka. Rencaa perawatan gigi 21 adalah ‘Gambar 1. Foto kiinis gigi 21 sebelum perawatan. perubahan Mahkota gigi 21 terlihat mengalami 19 “| tran aker gigi 21. ‘MA Kedokievan Gist WoL 24'No, 4, Desember 2000: 178-185 | Gambar 3. Radigraf untuk miemastikan panjang kerja cobaan gufia percha cus- Protaper/19mm ke dalam se-_pntuk meletakken MTA di 180 disimpan untuk kunjungan berilutnya, Saluran uher dite Sembell at a, sebagai medikasi dan. dibersihkan. radios hasil obturasi yang hermetis diperoleh | dan ketebalan MTA di apeks kurang lebih 2 mm (Gambar 5). Orifis ditutup dengan GIC dan ditambal sementata. Gambar 6. Radiogra gigt 21 seteah +3 bulen. Radiolusensi diperiapeks menghilang dan didapat ppentutupan, saluran akar yang hermetis ‘Tidak ada ‘ketuhan subyekatif dan gigi tidak sensitifterhadap tes pperkusi. DISKUSI Gigi permanen. insisivus rahang atas erupsi pada usia 7 tahun, perkembangan akar dan penutupan apeks secara sempurna terjadi 3 tahun setelah gigi erupsi, yaitu pada usia + 10 trauma pada gigi akibat terbentur waktu pasien. terjatuh pada saat usia 7 tahun. Trauma pada gigi menyebabkan pulpa “menjadi nekrosis, sehingga perkembangan akar menjadi terhenti dan apeks terbuka. Dari gambaran radiografis diketahui bahwa saluran akar masih lebar dan apeks terbuka + 1 mm. Perawatan endodontik. - (Seltzer, 1988), sehingga tidak dapat diperoleh enutupan yang bik didaerah apikal (Ghaziani ‘dkk., 2007). Apeksifikasi bertujuan mendapatkan tahanan di apikal untuk mencegah masuknya toksin dan bakteri dari rongga mulut ke dalam jaringan periapikal melalui saluran akar. Ca(OH), telah diketabui secata luas penggnnaannya sebagai bahan apeksifikasi ‘Penggunsan MTA peda Gigi dengan Apeks yang Terbuka (Estrela dkk, 2001). Apeksifikasi dengan menggunakan. Ca(OH), memiliki beberapa ‘Kerugian, seperti bervariasinya waktu perawatan (ata-rata 12,9 balan), kesulitan pasien untuk datang —berkunjung —_kembali, perawatan dan meningkatnya resiko fraktur gigi akibat penggunaan Ca(OH), sebagai medikamen. dalam jangka waktu yang Jama (Simon dkk., yang cukup tapuh (Pace dkk., 2007, Ghaziani ‘dk, 2007). Untuk. i risiko-risike terse- but, beberapa peneliti telah mengajukan teknik apeksifikasi dalam satu kali kunjungan, MTA dkk., 2007). Pada kasus ini, pasien mengeluh penampilannya terganggu karena giginya meng- lami perubaban warna. MTA yang digunakan adalah PraRoot White MTA (Dentsply). ProRoot White MTA tidak mengandung tetrakalsium aluminoferit yang dapat mengurangi resiko diskolorasi pada gigi anterior (Moghaddame-Jafari dkk., 2005). MTA dapat digunakan secara efektif di dalam fingkungan saluiran akar yang lembab (Torabingjad dan Chivian,1999). Hal. ini penting pada gigi yang nekrosis dengan lesi di apikal, karena sering ditemukannya eksudasi dari jaringan periapikal ke saluran akar setelaby saluran akar, Kemampuan penutupan (sealing) MTA dalam lingkungan yang lemibab merupakan faktor utama untuk penyembuhan periapikal (Hayashi. dkk.,2004). ‘mengatakan demikian, Torabinejad bahwa terapi Ca(OH), perlu dilakukan sebelum, MTA pada gigi nekrosis dengan. Tesi di apikal jad dan Chivian, 1999). Pada gigi 21, dengan diagnosis abses Kronis, dilakukan medikasi periapikalis Ca(OH), (Ultracal, Ultradent) | minggu sebelum 181 MIL. Kedokteran Gigh Vol 241No, 4, Desember 2009: 178-183 penutupan yang baik terhadap infilrasi bakteti dibanding dengan ketebalan tafianan apikal (de 182 dan menstimulasi, perbaikan. dijaringan apeks dan periapeks (Watts dkk., 2007). Sebelum cobturasi, dilakukan pembuatan kon gutta percha costunized terlebih dahulu. Hal ini karena ‘saluran akar gigi 21 yang lebar, sehingga gutta percha standar terbesartidak dapat sesuai dengan a essa by Poimerase Chain Reson Asay. J Biot | ty we, LL, Pl ‘dan Pécora, J.D. +2001. Control of Microorganisms In Vitro by Caleium ‘Hydroxide Pastes, fnt. Endod! J34:341-45, . “Rosado, R. 2003, Mineral Trioxide Ageregate (MTA) ‘Solubifity and Porosity with Different Water-to-Powder ‘Ratios. J Endod 29:814-7, ‘Frdlond, M., Rosado, R. dan Eng. C. 2005. MTA Solubility: A Long Term Stuily. J Endod 31(5):376-79,, ‘Ghaziani, P., Aghasizadch, N. dan Sheikh-Nezami, M. 2007. “Endodontic Treatment with MTA Apical Plugs : A Case, Report. Journal! Oral Seience 49(8):325-29, * ‘Bachmeistes, DR, Schindler, W.G., Walker, WA. dan Thomas, DD. 2002, The Sealing Ability of Mineral ‘Trioxide Aggregate in A Model of Apexification. J Endod 28: 386-90. ‘Hayashi, M., Shimiz, A. dan Ebisu, $. 2004. MTA. for ‘Obturation of Mandibular Central Tacisors with Open “Apis : Case Report, J Endod 30(2):120-22, Silva, L.A.B., Leonardo, RT, Utila, LS. att Asse, S. 1993, Histological, Evaluation of Therapy Using A Calcium ‘Hydroxide Dressing for Teeth with Incompletely Formed Apives and Periapical Lesions. J Endod 19:34852. ‘Leonardo, MR., Silveia, FF. Silva, LAA.B., Filho, M-T dan ‘ula, LS, 2002, Caloiom Hydroxide Root Canal Dres- sing, Fistopatological Evaluation of Periapical Repair at ‘Different Time Periods, Brar Dent J 13(1):17-22. Moghaddame-Jofai, S, Mastellini, M.G,, Botero, TM, ‘McDonald, N.J.. dan Nor, LE, 2005. Effect of ProRoot Penggunaan MTA pada Gist dengan Apeks yang Tabula “MTA on Pulp Cell Apaptosis and Proliferation In Vitro, JEndod 31(5)387-91. Pace, R., Givliani, V, Prato, P, Buceeti,T. dan Pagavino, G. 2007, Apical Plug Technique Using Mineral Trioxide ‘Aggregate : Results ftom A Case Seties. Int. Endod J 40:478-84, Pitt, RIER, 1997. Apetsyitas? dam Apeksogenesis dalam Prinsip dave Praktet lim Endodonsi. Ter), Sumawinata IN dik, Bd. Ke-2. EGC, Jakwta, Him. 489.504. ‘SeltzetS. 1988, Endodontology < Biologie Considerations. Dalam: Endodontic: Procedwes. Ed. Ke-2. Lea and ‘Febiger, Philadelphia. Hm. 281-325, ‘Shahi, $., Rahimi, $., Yavari, HR., Shikovi, S., Nezafatl, S. dan Abdolrahimni, M. 2007. Sealing Abitity of White and Gray Mineral Tioxide Aggregate Mixed with Distilled ‘Water aid 0,12% Chlorhexidine Gtuconate When Used ‘5 Roof-en Filling Materials, J Endod 33(12}:1429-32. ‘Simon, S., Riltiad, F., Berdal, A. dan Machtou, P, 2007. ‘The Use of Mineral Thioxide Aggregate in. One-Visit Apexifcation Treatment: A Prospective Study. Jnt Bnddod J 40:186-197. ‘Torabinejad, MC, dan Chivian, N. 1999. Clinical Applications of Mineral Trioxide Ageregate, J Endod 25:197-205, Walton, R.E. dan Johnson, W.T. 2002, Obturation. Dalam: Principles and Practice of Endodontics. “Walton, RE., Torabinejad, M. (eds). Bd. Ke-3. Saunders Co, Philadelphia. Him. 239-67, Watts, ID. Holt, DM., Beeson. J, Kitkpattick, EC, dan Rutledge, RE. 2007, Etfbets of pif and Mixing Agents con The Temporal Setting of Tooth-colored snd. Gray Mineral Trioxide Agerepate. J Endod! 33(8)970-73. Yalticik, M., Ozbas,"H., Bilgic, B. dan Issever, H. 2004, ‘Reactions of Connective Tissue to Mineral THoxidle Aggregate and Amalgam J Endod 30(2):95-99. - 183