Anda di halaman 1dari 7

Rekayasa Ide

Ekonomi Manajerial

OLEH:

NAMA : CATERINE MAHARANI


NIM : 7162143007
KELAS : B REGULER 2016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BISNIS


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
A. PEMBAHASAN
Indonesia adalah negara yang menyimpan berbagai macam potensi. Baik potensi
sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dalam hal ini, kami akan membahas
tentang potensi sumber daya manusia. Di Indonesia, banyak orang yang memiliki inovasi dan
ide kreatif dalam menciptakan sebuah produk baru. Namun, kurangnya permintaan pasar
terhadap produk tersebut membuat inovasi cemerlang ini melemah.
Konsumen di Indonesia, cenderung membeli dan mengkonsumsi produk dari luar
negeri. Padahal, banyak produk Indonesia yang tidak kalah bagus. Untuk membuktikan
hipotesa kami, kalian bisa melihat barang-barang yang kalian gunakan dan kemungkinan
besar banyak produk yang berasal dari luar negeri.
Indonesia mengalami kendala mengenai produk dalam negeri yang kalah saing
dengan produk luar negeri.Indonesia seharusnya bisa menjadi pusat perdagangan di
Indonesia sendiri tanpa harus membeli produk dari luar negeri.Indonesia kalah dalam
bersaing di dunia perdagangan disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang
pemakaian produk lokal.Karena kebanyakan dari masyarakat Indonesia lebih banyak
mengkonsumsi atau menggunakan produk luar dari pada dalam. Serta, gaya mewah yang
terjadi apabila memakai produk luar. Tingkat gengsi yang tinggi pun merupakan faktor
utama penyebab hal ini terjadi .
Padahal, apabila konsumen Indonesia lebih memilih untuk membeli dan
mengkonsumsi produk dalam negeri ,hal ini akan meningkatkan produksi unit kecil
menengah (UKM) sehinnga ukm akan berkembang dan menjadi perusahaan besar hal ini
akan meningkatkan produksi. Dalam melakukan produksi, perusahaan pasti membutuhkan
tenaga kerja.Sehingga tingkat pengangguran di Indonesia dapat di tekan seminimal mungkin.
Dengan demikian, taraf hidup masyarakat akan meningkat. Dengan banyaknya masyarakat
Indonesia yang memiliki pengangguran dan memiliki pekerjaan maka hal ini
akanmeningkatkan pajak sehingga devisa negara akan meningkat. Dengan meningkatnya
devisa negara pembangunan dan kesejaterahan akan semakin merata.
1. Mengapa produk kita kurang diminati di pasar sendiri :
a) Dari segi mutu produk : dalam mutu produk yang dijual di pasar di Indonesia
banyak produsen yang menjual produknya yang mempunyai mutu kualitas nomor
2, dan mutu kualitas yang nomor 1 malah dijual dipasaran luar negeri. Hal itu
akan memicu konsumen dalam negeri enggan untuk membeli produk dalam
negeri, memang benar harganya lebih murah tetapi untuk keamanan
dankenyamanan apalagi segi keawetan produk itu pasti rendah, padahal
masyarakat sudah pintar dalam memilih barang untuk dibelinya, tidak mengapa
lebih mahal asal kualitas lebih bagus.
b) Dari segi layanan purna jual : sudah menjadi rahasia umum bila layanan purna
jual produk local tidak member services yang memuaskan kepada pelanggan atau
konsumen, apabila konsumen mempunyai keluhan terhadap produk yang dibeli
malah dibuat bingung harus menghubungi siapa, biasanya produk lokal tidak
mencantumkan nomor customer care ataupun tidak mencantumkan garansi dalam
produknya.
c) Dari segi pengemasan produk hingga memilih segmentasi pasar yang baik dan
tepat : memang ada produk dalam negeri yang kualitasnya bagus malah tampilan
luarnya monoton atau kemasannya kurang menarik peminat untuk membeli,
biasanya konsumen terpancing oleh kemasan luar produk jadi bisa dikatakan
produk local sebagian besar kurang mempunyai variasi variasi dalam barang
barang yang dijualnya, atau modelnya pun kurang mengikuti trend perkembangan
jaman sekarang. Dan biasanya produsen kurang jeli untuk melihat dan memilih
segmentasi pasar, biasanya produsen kurang memperhatikan apakah produknya
cocok untuk kalangan kelas ekonomi atas, menengah keatas, ataupun kalangan
menengah kebawah. Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan, dalam hal ini
peran pemerintah sebagai teladan sangat diharapkan. Karena bagaimana mungkin
masyarakat diminta untuk mencintai produk dalam negeri kalau pejabat
pemerintahan sendiri ternyata lebih senang memakai produk-produk luar negeri.
2. Faktor Penyebab Produk Dalam Negeri kurang diminati
a) Kurangnya Mutu Produk Dalam Negeri Dibandingkan Dengan Produk
Impor:Disebabkan karena adanya proses belajar orang Indonesia yang hanya
mengandalkan pengalaman tanpa memahami penguasaan konsep yang benar dari
hal tersebut maka kualitas orang Indonesia menjadi rendah dan berdampak
kepada sistem produksi yang dihasilkan agar barang yang dihasilkan menjadi
murah dan banyak konsumen yang membeli maka produsen menurunkan mutu
produknya, ini yang membuat produk-produk dalam negeri menjadi lebih rendah
mutunya jika dibandingkan dengan produk-produk yang diproduksi negara-
negara maju.
b) Kurangnya Kesadaran dan Kebanggaan Untuk Menggunakan Produk Dalam
Negeri:Karena menurut para konsumen produk luar negeri, yang membuat
produk dalam negeri terpuruk adalah tidak sebandingnya harga dengan kualitas
produk dalam negeri. Alasan mereka bahwa produk dalam negeri memiliki
kualitas rendah tetapi dipatok dengan harga yang cukup tinggi. Berbeda dengan
produk luar negeri yang mereka anggap sebanding antara kualitas dan harganya.
Walaupun memiliki harga yang relatif lebih mahal, tetapi mereka tidak segan
mengorbankan uang yang lebih banyak untuk barang tersebut.
c) Kurangnya Perhatian Pemerintah Pada Produk Dalam Negeri:Jika pejabat publik,
yang seharusnya jadi panutan, justru lebih suka menggunakan produk luar
negeri, bagaimana bisa meminta masyarakat mencintai produk negeri sendiri?
Demikian pula produsen, jika mereka sendiri lebih mencintai produk luar negeri,
bagaimana mungkin mengharapkan konsumen Indonesia mencintai produk
buatan mereka? Pemerintah maupun asosiasi pengusaha, harus menerapkan
standardisasi produk. Sebelum produk dalam negeri dipasarkan, harus memenuhi
standar kualitas tertentu. Standar kualitas produk untuk pasar dalam negeri
dengan produk untuk ekspor haruslah sama. Artinya, mereka harus memberi nilai
atau penghargaan yang samabagi konsumen di tanah air dengan konsumen di
luar negeri. Jangan karena hanya untuk kebutuhan lokal, lantas menganggap
remeh soal kualitas. Seolah-olah kualitas pas-pasan sudah cukup untuk
konsumen lokal. Hal ini merupakan sebuah kekeliruan yang sangat besar.

3. Dampak yang ditimbulkan akibat kurangnya minat akan produk dalam negeri yaitu:
Produksi nasional menurun (Khususnya produk usaha kecil dan menengah).
1. Pembangunan terhambat.
2. Lapangan kerja semakin sedikit.
3. PHK terjadi dimana-mana.
4. Pengangguran meningkat
5. Kesejahteraan masyarakat memburuk.
Perlu ditekankan disini imbas dari hal tersebut yang sangat dirasakan ujung-
ujungnya adalah memburuknya kesejahteraan masyarakat yang mana ini sangat
bertolakbelakang sekali dengan prinsip ekonomi kerakyatan yang dianut oleh bangsa
Indonesia.

4. Solusi untuk Meminimalisasi Supaya Produk Nasional Tidak Kalah Saing oleh
Produk Impor yaitu: Berdasarkan dampak di atas perlu segera dicarikan solusi supaya
produk dalam negeri tetap bertahan, perekonomian Indonesia membaik juga demi
kesejahteraan masyarakat kita. Solusi ini ditujukan untuk pemerintah agar cepat dan
tepat dalam mengambil tindakan. Solusi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan daya saing agar dapat berkompetisi dengan produk impor terutama
produk impor dari China . Caranya adalah dengan memperbaiki masalah
infrastruktur. Karena mustahil bagi Indonesia untuk bersaing dengan China bila
tidak ditopang dengan infrastruktur yang memadai.
b. Mengeluarkan kebijakan safeguard Kebijakan safeguard disisni yaitu pengenaan
Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP). Strategi ini dilakukan jika memang
pemerintah tidak mampu berkompetisi dengan beberapa sektor perdagangan luar
negeri sehingga produk impor tidak terlalu banyak di negara kita.
c. Solusi complementary Seperti apa yang dikatakan oleh A Prasetyantoko (analis
kebijakan dari Center for Financial Policy Studies), Indonesia perlu
memperhatikan struktur produksi dan ekspor mana yang berbeda dari negara luar.
Jadi apa yang tidak di produksi di negara luar, maka produk itu dapat dijadikan
produk ekspor andalan Indonesia ke negara luar. Itulah yang disebut dengan
solusi complementary atau kebijakanperdagangan yang saling melengkapi antara
Indonesia dengan negara luar.
d. Solusi voluntary export restraint (VER) Dengan VER, Indonesia dapat meminta
negara luar untuk secara sukarela membatasi ekspornya ke Indonesia. Caranya
adalah dengan meminta negara luar mencabut subsidi ekspor dan membeli lebih
banyak lagi dari Indonesia.
e. Standarisasi bagi sebuah produk. Dengan penerapan standarisasi bagi sebuah
produk diharapkan mutu dari suatu produk terjamin, sehingga masyarakat kita
akan lebih percaya terhadap produk yang dihasilkan dari dalam negerinya sendiri.
Dengan penerapan tindakan ini diharapkan dapat meminimalisasi pasokan barang
barang impor sejenis.
f. Turunkan pajak ekspor semaksimalnya, dan perketat masuknya barang impor
yang tentunya dengan harga yg demikian murah dapat menghancurkan industri
dalam negeri yang baru bertumbuh.
g. Perketat pengawasan dana asing yang masuk ke negeri ini. Jangan sampai
perusahaan-perusahaan nasional kita ‘dikerjai’ kembali oleh investor2 asing.
Butuh kejelasan porsi kepemilikan usaha Domestik/Foreign, dan sedikit ketegasan
terhadap pemindahan dana usaha ke luar negeri.

5. Kendala yang Dihadapi Pemerintah dalam Mencapai Produk Nasional Supaya Tidak
Kalah Saing yaitu :
1. Kurangnya pengawasan terhadap ekspor-impor barang Hal ini menyebabkan
barang ekspor-impor leluasa masuk ditambah lagi adanya petugas yang
menyalahgunakan kewenangannya (ada petugas yang disogok).
2. Minimnya minat masyarakat untuk berwirausaha
3. Kurangnya pelatihan kepada masyarakat mengenai wirausaha
4. Kurang adanya kejelasan mengenai kepemilikan usaha domestik atau asing.

Produk dalam negri kurang diminati oleh pasar sendiri karena banyak produsen produsen
lebih mementingkan ekspor dibandingkan produk yang akan dipasarkan di dalam negri yang
menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negri dan berbagai
sebab lainnya. Hal ini dapat diperbaiki dengan bantuan pemerintah, dan peningkatan kesadaran
diri masyarakat untuk bangga akan menggunakan produk dalam negri.
Perlu ada nya cara untuk mengembalikan rasa kepercayaan terhadap produk dalam negri
agar produk dalam negri dapat menjadi produk utama di negara nya sendiri. Dengan memmbeli
produk dalam negri kita telah membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat kita sendiri. Kita
juga telah membantu dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Produk dalam negri juga tak kalah dengan produk luar negri. Kalau di amerika mereka
punya Barbie di Indonesia kita memiliki mualaf ‘cinderella’. Boneka ini merupakan boneka
Barbie yang menggunakan berbagai aksesoris yang menggunakan batik. Boneka ini merupakan
boneka yang dibuat oleh para narapidana. Dengan membeli boneka ini kita telah membantu
meningkatkan kreatifitas para narapidana dan membantu 4 organisasi sosial yang ada di
Indonesia.

Dari salah satu contoh produk Indonesia dapat disimpulkan banyak manfaat yang kita
peroleh dengan membeli produk Indonesia. Marilah membeli produk Indonesia. Dengan
membeli produk Indonesia kita telah membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia,
meningkatkan kesejaterahan, meningkatkan kreatifitas bagi pemilik unit kecil menengah ( UKM
), menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Produk Indonesia tidaklah kalah
dengan produk luar negri jadi ayo cintai produk-produk Indonesia