Anda di halaman 1dari 5

ROLE MODEL BIDAN DALAM MENDIRIKAN KURSUS BABY SITTER

A. Kerangka Rencana Usaha


1. Gambaran Umum dari Pendirian Kursus Baby Sitter
a. Segmen Pasar
Segmen pasar merupakan gambaran umum dari konsumen usaha pendirian
Baby Sitter. Babysitter pada dasarnya merupakan orang yang dipekerjakan dengan
tugas untuk menjaga, merawat, dan mengasuh buah hati saat orang tuanya sedang
berhalangan. Dengan kata lain, tugas para babysitter memang terfokus pada anak
asuhnya. Orangtua akan mempercayakan anak yang mereka sayangi dalam
pengasuhan seorang babysitter, dan orangtua mengharapkan yang terbaik.
Pengasuh harus memiliki kualifikasi akademik minimum SMA sederajat dan
memiliki sertifikat resmi jenjang pengasuh dari lembaga penyalur yang kompeten
dan diakui pemerintah sehingga dapat dipertanggungjawabkan keahlian pengasuh
(babysitter) dalam melakukan proses pengasuhan anak. Kualifikasi seorang
babysitter dapat dijadikan acuan untuk orang tua dalam memilih babysitter atau
pengasuh untuk anak. Pada dasarnya orangtua harus memperhatikan beberapa
syarat menjadi seorang babysitter sebelum memilih pengasuh untuk anak.
Diharapkan babysitter yang orangtua pilih mengetahui pertumbuhan dan
perkembangan anak secara mendasar dan mempunyai kasih sayang yang tulus
kepada anak agar orangtua merasa anaknya aman berada dalam pengasuhan
babysitter.

2. Strategi Pemasaran Usaha


a. Product
Kursus babysitter merupakan sebuah latihan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan
yaitu lulusan akademi kebidanan melalui proses kursus untuk mencetak tenaga muda
yang berkompeten dan bersertifikasi dalam asuhan perawatan bayi dan balita.
Keterampilan yang diberikan pada kursus ini diantaranya membersihkan lingkungan
kamar tidur bayi, memelihara kebersihan tubuh bayi, merawat pakaian dan lena bayi,
memberikan ASI melalui botol, keterampilan memberikan makan/minum bayi,
menerapkan P3K pada bayi, mengasuh bayi dan mencegah kecelakaan pada bayi.
b. Price
Cara pendaftaran prenatal yoga
1
 Pendaftaran di ruang administrasi maupun secara online di website yang tersedia.
 Telah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang ada
 Biaya operasional : Rp 2.500.000,00 selama 1 minggu. Nantinya akan mendapat
sertifikat yang dapat digunakan untuk bekerja.
c. Promotion
Beberapa cara yang dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran program prenatal yoga,
antara lain :
 Memasarkannya melalui mulut ke mulut. Menginformasikan adanya program
kursus babysitter pada teman, kerabat dekat, dan para tetangga sekitar.
 Menyebarkan brosur, serta pamflet untuk mengenalkan program kursus baby sitter
pada masyarakat.
 Melakukan kerjasama dengan sekolah menengah atas maupun kejuruan.
 Memberikan promo khusus bagi peserta kursus babysitter untuk 10 pendaftar
pertama.
d. Placement
Placement yaitu cara untuk mendistribusikan jasa kita untuk sampai ke tangan
konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan yaitu secara langsung ke konsumen.
e. People
 Tenaga medis
Sebagai penunjang utama berjalannya babysitter diperlukan pelatih dari lulusan
kebidanan (minimal diploma III Kebidanan), lulusan keperawatan (minimal
diploma III Keperawatan), dan seorang ahli gizi (minimal diploma III Gizi).

f. Dasar Hukum
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
4. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia 5. Pedoman Penyusunan Kurikulum Kursus dan Pelatihan Tahun 2014

g. Perizinan (Aspek Legalitas)


Lembaga Pendidikan Non Formal (LPNF) merupakan salah satu bentuk Pendidikan di
Indonesia yang diakui dalam Unda-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

2
Pendidikan Nasional (“UU Sisdiknas”). Jika ingin mendirikan satuan LPNF berupa
Lembaga kursus dan Pelatihan (LKP), perlu memperhatikan Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 127 Tahun 2014 tentang tandar saran dan
Prasarana Lembaga Kursus dan Pelatihan.
Berikut ini adalah prosedur mengurus izin usaha pembukaan kursus babysitter :
 Fotokopi izin sementara/izin tetap penyelenggaraan sarana pelayanan dengan SK
Penyelenggaraan Sarana Pelayanan bagi perpanjangan izin
 Fotokopi Akta Notaris badan hukum dan pengesahan dari Departemen Kehakiman
dan HAM
 Fotokopi sertifikat tanah
 Fotokopi Izin Lokasi (izin peruntukan) dari Dinas Tata Kota
 Fotokopi perjanjian kontrak bangunan minimal 6 (enam) tahun
 KTP pemilik bangunan yang masih berlaku
 Fotokopi sertifikat tanah bila bukan milik sendiri
 Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan IPB (Izin Penggunaan Bangunan).
IPB merupakan izin atas bangunan yang tidak diperuntukkan bagi tempat
tinggal/hunian. IPB dapat diperoleh di Dinas Perizinan dengan mengisi formulir,
yang dilengkapi dengan fotokopi KTP, fotokopi bukti lunar PBB terakhir, fotokopi
sertifikat tanah/fotokopi surat sewa, fotokopi IMB dan gambar teknis tempat usaha
 Fotokopi UUG (Izin Gangguan)
 Surat Keterangan Domisili Usaha Kesehatan dari Lurah setempat
 Surat pernyataan pemohon yang menyatakan akan tunduk serta patuh
pada peraturan yang berlaku diatas materai
 Peta lokasi dan denah ruangan ditandatangani pimpinan dan Stempel Badan
Hukum
 Struktur organisasi dan tata kerja/laksana disertai nama petugas dan hubungan
antara pemilik dan pengelola
 Daftar tenaga kerja dilampiri SK pengangkatan petugas
dan susunan personalia, dilengkapi dengan berkas.
 Tenaga medis : Surat Pengangkatan, SI PTM (Surat Izin Praktik Tenaga
Medis), SPTP atau STP (Persetujuan Tempat Praktik) dilokasi tersebut.
 Tenaga bidan : fotokopi ijazah, SP/SIB (Surat Penugasan), SIPS dan pas foto
ukuran 4 x 6 sebanyak 1 (satu) lembar
 Fotokopi ijazah tenaga para medis dan non medis

3
 Daftar tarif
 Jenis pelaihan yang diselenggarakan
 Pas foto ukuran 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar bagi bidan penanggung jawab.

h. Ruang Lingkup
Program kursus dan pelatihan Baby Sitter, merupakan program kursus dan
pelatihan untuk menghasilkan baby sitter yang handal dan profesional. Program kursus
dan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta kursus agar memiliki penguasaan
pengetahuan, kemampuan kerja, serta memiliki tanggung jawab dalam mengasuh bayi,
merawat bayi, menjaga bayi, melaksanakan kemampuan umum dalam bekerja dan
menerapkan kemampuan berbahasa. Untuk mencapai kompetensi tersebut, disusun
kurikulum yang terdiri atas 5 modul pembelajaran yang masing-masing memiliki
capaian indikator kelulusan yang terintegrasi dan terukur.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program kursus dan pelatihan
ini adalah 200 jam pelajaran, dengan proporsi waktu 30% teori dan 70% praktik.
Pelaksanaan program kursus dan pelatihan ini mengacu kepada metode pelatihan
berbasis kompetensi, yang memprasyaratkan peserta kursus dan pelatihan untuk
menyelesaikan semua tahapan kursus dan pelatihan yang sudah ditawarkan. Kelulusan
peserta kursus dan pelatihan didasarkan kepada uji kompetensi yang dilakukan oleh
Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) bidang baby sitter yang independen dan
diakui oleh pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI). Uji kompetensi
dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang diakui oleh pemerintah dan
LSK.

i. Physical Evidence
Penampilan fisik dari fasilitas untuk melakukan prenatal yoga adalah tempat
yang luas, nyaman, bersih, udara yang bersih dan segar serta dilengkapi sound system
untuk menciptakan suasana alam yang damai. Ruang ganti dan toilet yang bersih dan
nyaman. Peralatan yoga yang disediakan berkualitas dan aman untuk digunakan.

Inventaris Kantor dan Supply Kantor


Inventaris / Perangkat Kerja Jumlah

4
Matras 20
Bantal 20
LCD 1
DVD 1
Sound System 2
Netbook Acer 2
Bar Code Scaner 1
AC 2