Anda di halaman 1dari 13

RINGKASAN MATERI PERKULIAHAN

METODOLOGI PENELITIAN POSITIF

Oleh :
KELAS REGULER II
Ardhani Setyoaji 196020302111001
Fidela Luthfiana 196020302111004

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2019/2020
BAB VII
WAWANCARA

A. Pendahuluan
Wawancara adalah metode pengumpulan data yang berguna, terutama selama tahap-tahap
eksplorasi penelitian. Di mana sejumlah besar wawancara dilakukan dengan sejumlah
pewawancara yang berbeda, penting untuk melatih pewawancara dengan hati-hati untuk
meminimalkan kerancuan pewawancara diwujudkan dalam cara seperti nada bicara suara,
perbedaan dalam kata-kata, dan interpretasi. Wawancara mungkin tidak terstruktur atau
terstruktur, dan dilakukan dengan tatap muka, melalui telepon, atau online.

B. Wawancara tidak terstruktur dan terstruktur


Tujuan utama dari wawancara terstruktur adalah untuk mengeksplorasi dan menyelidiki
beberapa faktor dalam situasi yang mungkin menjadi pusat ruang lingkup masalah. Selama proses
ini mungkin menjadi jelas bahwa masalah, seperti yang diidentifikasi oleh klien, hanyalah gejala
dari masalah yang lebih serius dan mendalam. Melakukan wawancara terstruktur dengan banyak
orang bisa mengakibatkan identifikasi beberapa faktor penting dalam situasi. Ini kemudian akan
diupayakan lebih lanjut selama wawancara terstruktur untuk memunculkan informasi lebih
mendalam atas hal tersebut. Hal ini membantu mengidentifikasi masalah penting serta cara
pemecahanya. Dalam penelitian terapan, teori sementara dari faktor yang berkontribusi terhadap
masalah ini sering dikonseptualisasikan atas dasar informasi yang diperoleh dari wawancara
terstruktur dan terstruktur. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pelatihan pewawancara,
beberapa tips untuk diikuti ketika wawancara, kredibilitas dan hubungan baik, serta motivasi
individu untuk menanggapi, teknik bertanya, pertanyaan tidak bias, mengklarifikasi isu-isu,
membantu responden untuk memikirkan masalah, dan pencatatan.

C. Pelatihan Pewawancara
Pewawancara harus diberi pengarahan secara menyeluruh tentang penelitian dan dilatih tentang
cara memulai wawancara, bagaiman melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan, bagaimana
mendorong responden untuk menjawab, apa yang dicari dalam jawaban, dan cara menutup
wawancara. Para pewawancara juga perlu diinstruksikan mengenai cara mencatat dan
mengkode tanggapan wawancara.

D. Wawancara Tatap Muka Dan Wawancara Telepon


Wawancara dapat dilakukan baik tatap muka atau melalui telepon juga mungkin dengan
bantuan komputer. Meskipun sebagian besar wawancara terstruktur dalam penelitian bisnis
dilakukan dengan tatap muka, wawancara terstruktur mungkin baik dengan tatap muka atau
melalui media telepon, tergantung pada tingkat kompleksitas isu yang terlibat, durasi kemungkinan
wawancara, kenyamanan kedua belah pihak, dan wilayah geografis yang dicakup oleh survei.
Wawancara telepon yang paling cocok ketika informasi dari sejumlah besar responden yang
tersebar di wilayah geografis yang luas yang akan diperoleh dengan cepat, dan durasi
kemungkinan setiap wawancara adalah, katakanlah, sepuluh menit atau kurang. Banyak survei
pasar, misalnya, dilakukan melalui wawancara telepon terstruktur. Selain itu, wawancara telepon
dengan bantuan komputer (CATI) juga mungkin, dan mudah untuk dikelola.
Keuntungan utama dari wawancara tatap muka atau wawancara langsung adalah bahwa
peneliti dapat beradaptasi dengan pertanyaan yang diperlukan penjelasan atas keraguan
terhadapnya, dan memastikan bahwa tanggapan dipahami dengan baik, dengan mengulang
pertanyaan. Peneliti juga dapat mengambil isyarat nonverbal dari responden. Kelemahan utama
wawancara tatap muka adalah keterbatasan geografis mereka mungkin memaksakan pada survei
dan memerlukan sumber daya yang luas jika survei tersebut perlu dilakukan secara nasional
maupun internasional. Biaya pelatihan pewawancara untuk meminimalkan pewawancara bias
(misalnya, perbedaan dalam metode bertanya, interpretasi respon) yang tinggi. Kelemahan lain
adalah bahwa responden mungkin merasa gelisah tentang tanggapan mereka ketika mereka
berinteraksi tatap muka dengan pewawancara.
Keuntungan utama dari wawancara telepon, dari pandangan para peneliti, adalah bahwa
sejumlah orang yang berbeda dapat dijangkau (jika perlu, seluruh negara atau bahkan
internasional) dalam waktu yang relatif singkat. Dari sudut pandang responden yaitu
menghilangkan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan dalam menghadapi pewawancara. Hal
ini juga mungkin bahwa sebagian besar dari mereka mungkin merasa kurang nyaman
mengungkapkan informasi pribadi melalui telepon daripada tatap muka. Kelemahan utama
wawancara telepon adalah bahwa responden secara sepihak bisa mengakhiri wawancara tanpa
peringatan atau penjelasan, dengan menggantung telepon.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sumber data bias akan diperoleh ketika responden
diwawancarai sementara mereka sangat sibuk atau tidak dalam humor yang baik. Tanggapan
terhadap isu-isu seperti pemogokan, PHK, atau seperti juga bisa menjadi bias atau rancu.
Kepribadian pewawancara, kalimat pengantar, infleksi suara, dan aspek-aspek lain yang bisa
menimbulkan kebiasan tambahan sangat perlu diperhatikan. Kesadaran dari banyak sumber bias
akan memungkinkan pewawancara untuk memperoleh informasi yang relatif valid.

E. Komputer membantu wawancara


Dengan wawancara dibantu komputer (CAI), pertanyaan yang ditampilkan ke layar komputer
dan pewawancara bisa memasukkan jawaban dari responden secara langsung ke dalam komputer.
Akurasi pengumpulan data sangat ditingkatkan karena perangkat lunak dapat diprogram untuk
menandai tanggapan yang "melantur" atau "out-of-range". Software CAI juga mencegah
pewawancara menanyakan pertanyaan yang salah atau dalam urutan yang salah dari urutan
pertanyaan yang secara otomatis menyala untuk ditanyakan ke responden. Ada dua jenis program
wawancara dengan bantuan komputer: CATI (wawancara telepon yang dibantu komputer) dan
CAPI (wawancara pribadi dengan bantuan komputer).
BAB VIII
METODE PENGUMPULAN DATA: OBSERVASI

A. Pendahuluan
Observasi menekankan pada rencana mengamati/menonton, merekam, menganalisis, dan
menginterpretasi kebiasaan, tindakan atau peristiwa. Observasi dikategorikan sebagai
penyelidikan ilmiah apabila diarahkan secara khusus untuk menjawab sebuah pertanyaan riset,
direncanakan dan dijalankan secara sistematis, menggunakan kendali-kendali yang sesuai, dan
menyediakan catatan yang sah serta dapat diandalkan mengenai apa yang terjadi.
B. Empat Dimensi Kunci yang Mencirikan Cara Observasi
1. Controlled versus Uncontrolled Observational Studies
Perbedaan dapat dibuat antara observasi yang dilakukan terkontrol (atau buatan)
dengan pengaturan yang tidak terkendali (atau alami). Observasi sering dilakukan dalam
pengaturan alam. Namun demikian, observasi juga merupakan metode potensi
pengumpulan data dalam sebuah tradisi penelitian terkontrol yang eksperimental.
Sebuah studi observasional dikatakan tinggi dalam kontrol ketika situasi atau
pengaturannya dapat dimanipulasi atau dibikin oleh peneliti, paparan subyek (misalnya,
konsumen, karyawan, atau investor) terhadap situasi atau kondisi tertentu (misalnya, tata
letak toko yang spesifik, kondisi kerja tertentu, atau sejumlah tekanan waktu)
memungkinkan peneliti untuk mengamati perbedaan antara reaksi perilaku individu
dengan situasi. Observasi yang dikendalikan dapat dilakukan di laboratorium atau di
lapangan.
Pengamatan terkendali/terkontrol terjadi ketika penelitian observasional dilakukan
hati-hati pada suatu kondisi. Sementara itu, pengamatan tidak terkendali adalah teknik
observasional yang didalamnya tidak terdapat usaha untuk mengontrol, memanipulasi,
atau mempengaruhi situasi. Objek yang diteliti terjadi apa adanya tanpa intervensi
peneliti. Sebuah keuntungan dari pengamatan yang tidak terkendali adalah bahwa orang
dapat diamati dalam berbelanja atau bekerja dalam lingkungan alam mereka. Dan
kerugiannya adalah sering sulit untuk menguraikan situasi kompleks karena kita tidak
mengontrol faktor dalam hal ini. Dengan demikian, sangat sulit untuk membedakan
penyebab peristiwa, tindakan, dan perilaku
2. Participant versus Nonparticipant Observation
Peneliti dapat memainkan peran ganda dalam pegumpulan data observational, yaitu
partisipatif atau tidak partisipatif. observasi yang tidak partisipatif adalah observasi
dimana peneliti tidak pernah secara langsung berinteraksi ke dalam objek penelitian
sebagai aktor, tetapi hanya mengamati dari luar. Sementara observasi yang partisipatif
adalah suatu pendekatan observasi yang sering dilakukan dalam studi kasus, studi
etnografi, dan studi berdasarkan teori. Dalam observasi ini, peneliti mengumpulkan data
dengan cara berpartisipasi atau terjun langsung dalam keseharian suatu kelompok atau
organisasi yang diteliti
3. Structured versus Unstructured Observational Studies
Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, observasi ada yang partisipatif dan ada
yang tidak. Oleh karena itu disini dibedakan kembali, bahwa ada observasi yang
terstruktur dan ada pula yang tidak terstruktur. Dimana penelti memiliki seperangkat yang
telah ditentukan sebagai kategori aktivitas atau fenomena yang direncanakan untuk
dipelajari, hal ini merupakan penelitian observasional yang terstruktur. Format untuk
merekam pengamatan dapat secara khusus dirancang dan disesuaikan dengan masing-
masing studi yang sesuai dengan tujuan penelitian itu. Observasi terstruktur umumnya
bersifat kuantitatif.
Pada awal penelitian, tidak menutup kemungkinan bahwa peneliti tidak memiliki
ide yang pasti tentang aspek-aspek tertentu yang perlu perhatian khusus. Mengamati
barbagai fenomena dimana mereka mengambil tempat juga dapat menjadi bagian dari
rencana seperti bentuk penelitian eksplorasi dan kualitatif. Dalam kasus tersebut,
pengamat akan mencatat hampir segala sesuatu yang diamati. Studi tersebut akan menjadi
penelitian observasional yang tidak terstruktur. Studi observasional yang tidak terstruktur
ini diklaim sebagai ciri dari penelitian kualitatif.
4. Concealed versus Unconcealed Observation
Observasi secara sembunyi berkaitan dengan apakah anggota kelompok sosial yang
diteliti diberitahu bahwa mereka sedang diselidiki. Keuntungan utama dari pengamatan
tersembunyi adalah bahwa subjek penelitian tidak dipengaruhi oleh kesadaran bahwa
mereka sedang diamati. Memang, reaktivitas atau sejauh mana pengamat mempengaruhi
situasi di bawah pengamatan bisa menjadi ancaman besar bagi keabsahan hasil studi
observasional. Pengamatan tidak tersembunyi lebih menonjol, mungkin mengganggu
keaslian perilaku yang diteliti tersebut.

C. Dua Pendekatan yang Penting dalam Melakukan Observasi

Karakteristik kunci dari pendekatan ini adalah peneliti mengumpulkan data dalam keseharian
hidup di suatu kelompok atau organisasi.

1. The Participatory Aspect of Participant Observation


Observasi partisipatif mengkombinasikan proses partisipasi dengan observasi. Disini
dilihat sejauh mana kita masuk ke dalam tindakan dan kebiasan yang akan kita teliti,
sehingga kita dapat menemukan apa yang kita teliti.
2. The Observation Aspect of Participant Observation
Sementara berpartisipasi, kita melakukan observasi, peneliti harus mengamati dan
mencatat, dan juga menganalisa tindakan, kebiasaan, interaksi, dan peristiwa. Hal yang
perlu diingat ketika melakukan observasi ini adalah mendapatkan izin untuk meneliti
sampai bagian penting suatu kelompok/organisasi. Setelah mendapatkan izin, langkah
selanjutnya adalah diterima dalam organisasi itu.

D. Hal yang Perlu Untuk di Observasi


Masalah potensial dengan studi observasional akan semakin kewalahan oleh sejumlah besar
data yang sering hilang/terputus. Untuk alasan ini, peneliti harus mencoba untuk tetap fokus
selama berbagai tahap proses observasi.

E. Observasi Terstruktur
Observasi terstruktur difokuskan di alam, terlihat selektif pada fenomena yang telah
ditentukan. Fokus observasi terstruktur terpecah menjadi potongan-potongan kecil dan
informasi yang dikelola (seperti informasi tentang perilaku, tindakan, interaksi, dan
peristiwa).
F. Penggunaan skema Coding dalam Observasi terstruktur
Pengembangan skema coding adalah aspek penting dari observasi terstruktur. Coding skema
berisi kategori yang telah ditentukan untuk merekam apa yang diamati.

G. Kerugian dan Keuntungan dalam Observasi


1. Keuntungan
- Apa adanya
- Dapat mengamati orang-orang tertentu
- Mudah untuk melihat factor situasional
2. Kerugian
- Data yang diamati dari titik pandang peneliti rentan terhadap bias pengamat
- Memakan waktu lama
BAB IX
METODE PENGUMPULAN DATA: KUESIONER

A. Pendahuluan
Kuesioner adalah seperangkat pertanyaan yang diformulasikan dan ditujukan kepada
responden dan sekaligus sebagai alat untuk merekam jawaban mereka. Kuesioner merupakan
mekanisme pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu persis apa yang dibutuhkan dan
bagaimana mengukur variabelnya. Kuesioner dapat diberikan secara pribadi, dikirim ke
responden, atau didistribusikan secara elektronik.

B. Jenis-jenis Kuesioner
1. Kuesioner Personal
Ketika survei dilakukan secara terbatas dan pada area lokal, serta organisasi yang dituju
bersedia dan mampu mengorganisir kelompok karyawan untuk menanggapi kuesioner di
tempat kerja, cara yang baik untuk mengumpulkan data adalah kuesioner secara personal.
Keuntungan utama dari hal ini adalah peneliti atau anggota tim peneliti dapat
mengumpulkan semua tanggapan yang lengkap dalam waktu singkat. Peneliti juga
diberikan kesempatan untuk memperkenalkan topik penelitian dan memotivasi responden
memberikan jawaban jujur mereka.
2. Kuesioner Surat
Keuntungan utama dari kuesioner surat adalah survey dapat mencakup wilayah geografis
yang luas. Kuesioner dikirim ke responden, yang dapat menyelesaikan kuesioner pada
waktu dan tempat yang tergantung pada kenyamanan mereka, di rumah mereka, dan
dengan cara mereka sendiri. Namun, tingkat pengembalian kuesioner surat biasanya
rendah, biasanya 30% dari jumlah yang dikirimkan.
Kelemahan lain dari kuesioner mail adalah pertanyaan dan keraguan responden tentang
pertanyaan kuesioner mungkin tidak bisa diklarifikasi. Juga, dengan tingkat pengembalian
yang sangat rendah sulit untuk menetapkan keterwakilan sampel karena mereka
menanggapi survei mungkin sama sekali tidak mewakili populasi yang seharusnya.
Namun, beberapa teknik yang efektif dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat respon
terhadap kuesioner surat. Cara meningkatkannya adalah dengan mengirim surat tindak
lanjut, melampirkan sejumlah uang insentif dengan kuesioner, dan lain lain
3. Kuesioner Elektronik/Online
Kuesioner online dengan mudah dirancang dan diberikan ketika internet terhubung ke
jaringan komputer. Hardrive juga dapat dikirimkan kepada responden, yang dapat
menggunakan komputer pribadi mereka sendiri untuk menanggapi pertanyaan-
pertanyaan. Pengiriman hardrive dapat dilakukan ketika responden tahu bagaimana
menggunakan komputer dan merasa nyaman menanggapi pertanyaan dengan cara ini.

C. Desain Kuesioner
Prinsip-prinsip desain kuesioner harus fokus pada tiga hal. Yang pertama berkaitan dengan
kata-kata dari pertanyaan. kedua mengacu pada perencanaan isu tentang bagaimana variabel akan
dikategorikan, skala, dan kode setelah diterimanya tanggapan. Yang ketiga berkaitan dengan
penampilan umum dari kuesioner. Ketiga hal tersebut adalah isu-isu penting dalam desain
kuesioner karena mereka dapat meminimalkan bias dalam penelitian.
Berikut adalah bagan desain kuesioner:
1. Prinsip kata-kata
Prinsip-prinsip kata mengacu pada faktor-faktor seperti (1) kesesuaian isi pertanyaan, (2)
bagaimana pertanyaan bisa menyatu dengan tingkat kecanggihan bahasa yang digunakan,
(3) jenis dan bentuk pertanyaan yang diajukan, ( 4) urutan pertanyaan, dan (5) data pribadi
yang dicari dari responden.
2. Klasifikasi data
Klasifikasi data yang juga dikenal sebagai informasi pribadi atau pertanyaan demografi,
bertujuan untuk memperoleh informasi seperti usia, tingkat pendidikan, status
perkawinan, dan pendapatan. Kecuali benar-benar diperlukan, yang terbaik adalah untuk
tidak meminta nama responden. Namun, jika kuesioner harus diidentifikasi dengan
responden karena sebuah alasan, maka kuesioner bisa diberi nomor dan dihubungkan
dengan nama responden (dokumen rahasia). Prosedur seperti ini harus dijelaskan kepada
responden. Alasan untuk menggunakan sistem numerik dalam kuesioner adalah untuk
memastikan anonimitas responden.
3. Prinsip pengukuran
Seperti halnya pedoman yang harus diikuti untuk memastikan bahwa kata-kata dari
kuesioner tepat untuk meminimalkan bias penelitian, juga ada beberapa prinsip
pengukuran yang harus diikuti untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sesuai
untuk menguji hipotesis.

D. Review Kelebihan dan Kekurangan Metode


Berikut adalah table rangkuman untuk meriview kelebihan dan kekurangan penggunaan metode
kuesioner:
Jenis Kelebihan Kekurangan
Kuesioner Personal  Dapat membangun  Organisasi mungkin
hubungan dan enggan untuk
memotivasi responden. memberikan waktu
 Keraguan dapat untuk survey.
diperjelas.
 Lebih murah.
Jenis Kelebihan Kekurangan
 Tingkat pengembalian
hampir 100%
 Anonimitas responden
tinggi.
Kuesioner Surat  Anonimitas tinggi.  Tingkat respon hampir
 Wilayah geografis yang selalu rendah.
luas dapat dicapai.  Tidak bisa
 Responden memiliki mengklarifikasi
lebih banyak waktu pertanyaan.
untuk menanggapi
 Dapat diberikan secara
elektronik, jika
diinginkan.
Kuesioner Elektronik/Online  Mudah dijalankan.  Dapat menggunakan
 Dapat mencakup secara komputer adalah suatu
global. keharusan.
 Sangat murah.  Responden harus
 Pengiriman cepat. memiliki akses ke
 Responden dapat fasilitas.
menjawab pada
kenyamanan mereka
seperti kuesioner surat.

E. Multi Metode pada Pengumpulan Data


Karena hampir semua metode pengumpulan data memiliki beberapa bias yang terkait,
mengumpulkan data menggunakan multimethods dan dari berbagai sumber menjadi solusi bagi
sebuah penelitian. Misalnya, jika tanggapan yang dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan
observasi sangat berkorelasi dengan satu sama lain, maka peneliti akan lebih mempercayai data
yang dikumpulkan.
Oleh karena itu, korelasi yang tinggi di antara data yang diperoleh pada variabel yang sama
dari sumber yang berbeda dan melalui metode pengumpulan data yang berbeda meningkatkan
kredibilitas instrumen penelitian dan data yang diperoleh. Penelitian yang baik memerlukan
pengumpulan data dari berbagai sumber dan melalui metode pengumpulan data ganda
(multimethods) meskipun biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal dan memakan waktu tambahan