Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MAKALAH

“FALSAFAH KEPERAWATAN”
“TENTANG TEORI MATERNAL ROLE
ATTAINMENT AND BECOMING A MOTHER
MENURUT RAMONA T. MERCER”

DI SUSUN OLEH :

1. Ayu Tias Saraswati (1130118003)


2. Supriyati Nisfil L.A. (1130118017)
3. Normawati (1130118025)
4. Sinta Dwi K. (1130118028)
5. Sulistyoningsih (1130118044)

Fasilitator :
(Yurike Septianingrum, S.Kep., Ns., M.Kep.)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN AHLI JENJANG


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2018-2019
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SAW atas berkat


rahmat dan hidayahnya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah falsafah
keperawatan ini dengan materi kuliah yang berjudul “Memahami Teori
Keperawatan Maternal Role Attainment And Becoming A Mother
Menurut Ramona T. Mercer” dengan baik dan benar. Penyelesaian
makalah ini kiranya tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan maupun
dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemimbing
mata kuliah Falsafah Keperawatan.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
kata sempurna, oleh karena itu kami berharap kritik dan saran dari berbagai
pihak yang sifatnya membangun dari pembaca untuk lebih memperbaiki
makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

Surabaya, 09 September 2018

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Teori Maternal Attainment and Becoming A
Mother Menurut Ramona T. Mercer................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 5
1.3 Tujuan................................................................................................ 5
1.3.1 Tujuan Umum.......................................................................... 5
1.3.2 Tujuan Khusus......................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Latar Belakang Teori Maternal Attainment and Becoming A
Mother Menurut Ramona T. Mercer................................................ 6
2.2 Konsep Mayor dan Definisi............................................................... 7

2.3 Model Konseptual dan Penjelasan..................................................... 9

2.4 Kerangka Konsep.............................................................................. 12


2.5 Asumsi Mayor................................................................................... 14
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan........................................................................................ 18
3.2 Saran.................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 19
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Asuhan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawatan
maternitas sangat mempengaruhi kualitas asuhan yang diberikan dalam
berbagai tindakan keperawatan seperti upaya pelayanan antenatal, intranatal,
post partum dan perawatan bayi baru lahir. Sebagai perannya sebagai perawat
profesional, perawat maternitas perlu mengembangkan ilmu dan kiat
keperawatan yang salah satunya adalah harus dapat mengintegrasikan model
konseptual khususnya dalam pemberian asuhan keperawatan
maternitas.(Mercer, 2003)
Salah satu model konseptual keperawatan yang mendasari
keperawatan meternitas adalah Maternal Role Attainment-Becoming a
Mother yang dikembangkan oleh Ramona T. Mercer. Fokus utama dari teori
ini adalah gambaran proses pencapaian peran ibu dan proses menjadi seorang
ibu dengan berbagai asumsi yang mendasarinya. Model ini juga menjadi
pedoman bagi perawat dalam melakukan pengkajian pada bayi dan
lingkungannya, Digunakan untuk mengidentifikasi tujuan bayi, memberikan
bantuan terhadap bayi dengan pendidikan dan dukungan, memberikan
pelayanan pada bayi yang tidak mampu untuk melakukan perawatan secara
mandiri dan mampu berinteraksi dengan bayi dan lingkungannya.(Aligood &
Tomey,2006)
Konsep teori Mercer ini dapat diaplikasikan dalam perawatan bayi
baru lahir terutama pada kondisi psikososial dan emosional bayi baru lahir
masih sering terabaikan. Model konseptual Mercer memandang bahwa sifat
bayi berdampak pada identitas peran ibu. Respon perkembangan bayi baru
lahir yang berinteraksi dengan perkembangan identitas peran ibu dapat
diamati dari pola perilaku bayi.(Mercer,2003)
Berdasarkan hal di atas penulis tertarik untuk menyusun dan mengaplikasikan
format pengkajian bayi baru lahir dengan pendekatan model konseptual
Mercer.(Brener,2000)

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep aplikasi teori Maternal Role Attainment and Becoming
A Mother menurut Ramona T. Mercer ini dapat diberikan pada dalam
perawatan bayi baru lahir terutama pada kondisi fisiknya ?
2. Model konseptual yang bagaimana yang diberikan pada teori Maternal
Role Attainment and Becoming A Mother menurut Ramona T. Mercer?
3. Bagaimana cara memberikan asuhan keperawatan pada teori Maternal Role
Attainment and Becoming A Mother menurut Ramona T. Mercer dalam
tercapainya peran seorang ibu terhadap bayi yang baru lahir ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
1. Agar mahasiswa mengetahui tentang teori Maternal Role Attainment
and Becoming A Mother menurut Ramona T. Marcer dan salah satu
untuk memenuhi tugas mata kuliah Falsafah Keperawatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Agar mengetahui cara mengaplikasikan tentang teori Maternal Role
Attainment and Becoming A Mother menurut Ramona T. Mercer
terhadap sifat bayi yang baru lahir
2. Agar dapat mengetahui caranya memberikan asuhan keperawatan pada
teori Maternal Role Attainment and Becoming A Mother menurut
Ramona T Mercer dalam pencapaian peran seorang ibu pada bayi
3. Supaya dapat memahami model konseptual pada teori Maternal Role
Attainment and Becoming A Mother menurut Ramona T. Mercer.
1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Bagi Profesi Keperawatan
Sebagai ilmu keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan
mengenai pemahaman dan pemberian asuhan keperawatan pada ibu
yang post partum.
1.4.2 Manfaat Bagi Pelayan Kesehatan
Dapat dijadikan informasi dan menambah pengetahuan untuk ibu
yang post pasrtum dan oleh tenaga kesehatan yang lain dan
masyarakat tentang perlu adanya materi pemahaman teori tentang
Maternal Role Attainment and Becoming A Mother.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang Terbentuknya Teori Maternal Role Attainment And


Becoming A Mother menurut Ramona T. Mercer
Teori Mercer Maternal Role Attainment berdasarkan pada
penelitiannya pada awal tahun 1991an. Profesor dan mentor Mercer yaitu
Reva Rubin dari University of Pittsburg merupakan stimulus utama bagi
kedua penelitian dan teori perkembangan. Rubin terkenal dengan kerjanya
dalam mendefinisikan dan mendeskripsikan pencapaian peran ibu sebagai
suatu proses ikatan yang mendalam, atau yang melekat pada anak dan
mencapai identitas peran ibu atau melihat dirinya sendiri dalam peran dan
mempunyai perasaan nyaman tentang hal tersebut. kerangka kerja Mercer
lebih jelas banyak menggunakan konsep Rubin.(Mercer,2006)
Selain menggunakan kerja Rubin, penelitian Mercer juga berdasarkan
pada kedua teori yaitu teori peran dan perkembangan. Mercer lebih banyak
mengandalkan pada pendekatan interaksionis dari teori peran, penggunaan
teori Mead (2004) yaitu teori role enactment (teori pengundangan peran) dan
teori Turner (2004) Teori Core Self (teori Inti diri). Selain itu, teori
penerimaan peran Thorton dan Nardi (2006) yang juga membantu bentuk
teori Mercer. Teori perkembangan Werner (2006) juga berkontribusi terhadap
teori Mercer ini. Disamping itu, kerja Teori Mercer dipengaruhi oleh Teori
Sistem general Bertalanffy (2002). Model teori pencapai peran ibu
menggunakakan lingkaran sarang burung Bertalanffy yang berarti sebagai
gambaran interaksi lingkungan mempengaruhi peran ibu.(Bronfen,2000)
Pengguanan bukti empiris dari penelitian yang dilakukan oleh Mercer
adalah banyak factor yang mempengaruhi peran seorang ibu. Pada penelitian
Mercer, peran ibu termasuk pada usia pertama melahirkan, pengalaman
melahirkan, awal pemisahan dari bayi, stress sosial, social support, ciri-ciri
kepribadian, konsep diri, sikap membesarkan anak, dan kesehatan. Mercer
juga mengidentifikasi bahwa terdapat kompenen bayi yang mempengaruhi
peran seorang ibu yaitu temperamen bayi, kemampuan memberikan isyarat,
penampilan, karakteristik umum, iresponsiveness (ketanggapan), dan status
kesehatan. Mercer (2006) juga mencatat banyak temuan pentingnya peran
ayah.(Mercer,2006)
Konsep teori Mercer ini dapat diaplikasikan dalam perawatan bayi
baru lahir terutama pada kondisi psikososial dan emosional bayi baru lahir
masih sering terabaikan. Model konseptual Mercer memandang bahwa sifat
bayi berdampak pada identitas peran ibu. Respon perkembangan bayi baru
lahir yang berinteraksi dengan perkembangan identitas peran ibu dapat
diamati dari pola perilaku bayi. Berdasarkan hal di atas penulis tertarik untuk
menyusun dan mengaplikasikan format pengkajian bayi baru lahir dengan
pendekatan model konseptual Mercer.(Mercer,2004)

2.2 Konsep Mayor dan Definisi


Mercer menggunakan konsep-konsep utama dalam mengembangkan
model konseptualnya. Konsep-konsep tersebut adalah: (Asrinah,2010)
1. Pencapaian peran ibu (maternal role attainment) adalah suatu
proses pengembangan dan interaksional dimana setiap saat ketika ibu
menyentuh bayinya akan menciptakan kemampuan mengasuh dan
merawat termasuk membentuk peran dan menunjukkan kepuasan dan
kesenangan menikmati perannya tersebut.(Asrinah,2010)
2. Maternal identity menunjukkan internalisasi diri dari ibu.
persepsi terhadap kelahiran bayi adalah persepsi setiap wanita dalam
menunjukkan persepsi pengalamannya selama melahirkan
bayinya.(Asrinah,2010)
3. Self esteem digambarkan sebagai persepsi individu dalam
menggambarkan dirinya sendiri.(Asrinah,2010)
4. Konsep diri adalah seluruh persepsi individu terhadap kepuasan diri,
penerimaan diri, harga diri dan kesesuaian antara diri dan ideal
dirinya.(Asrinah,2010)
5. Fleksibilitas dikemukakan untuk menunjukkan bahwa peran tidaklah
kaku. Fleksibilitas perilaku pengasuhan anak meningkat seiring
dengan meningkatnya perkembangan. Ibu yang lebih tua berpotensi
untuk mengalami kekakuan pada bayinya dan untuk menyesuaikan
pada setiap situasi. Childrearing attitude adalah perilaku ibu atau
kepercayaan mengenai pengasuhan anak.(Asrinah,2010)
6. Status kesehatan didefinisikan sebagai persepsi orang tua terhadap
prioritas kesehatannya, pandangan terhadap kesehatan, kesehatan saat
ini, resistensi atau kemungkinan untuk sakit, hal yang dikhawatirkan
dalam kesehatan, orientasi sakit dan memutuskan peran
sakit.(Asrinah,2010).
7. Kecemasan digambarkan sebagai persepsi individu tentang situasi
yang penuh stress seperti adanya bahaya atau
ancaman.(Asrinah,2010)
8. Depresi ditunjukkan dengan adanya beberapa gejala tekanan yang
ditunjukkan dari perilaku ibu, Role strain-role conflict (konflik peran)
didefinisikan sebagai konflik dan kesulitan yang dirasakan oleh
wanita dalam penyesuaiannya terhadap tugas peran
ibu.(Asrinah,2010)
9. Gratification-satisfaction digambarkan sebagai kepuasan,
kenikmatan, umpan balik dan kebanggaan yang diekspresikan oleh
wanita dalam berinteraksi dengan bayinya dan dalam memenuhi tugas
rutinnya sebagai seorang ibu.(Asrinah,2010)
10. Attachment adalah komponen dari peran orang tua dan identitas yang
digambarkan sebagai proses dalam mempertahankan komitmen sikap
dan emosi yang telah terbentuk.Infant temperament dikaitkan dengan
apakah bayi sulit mengirimkan untuk membaca isyarat, arahan pada
perasaan ketidakmampuan dan keputusasaan dari ibu.(Asrinah,2010)
11. Status kesehatan bayi (infant health status) adalah kesakitan yang
disebabkan oleh permisahan ibu dan bayi, mempengaruhi proses kasih
sayang (attachment).(Asrinah,2010)
12. Karaktersitik bayi (infant characterize) meliputi temperamen bayi,
penampilan dan status kesehatan.(Asrinah,2010)
13. Isyarat-isyarat bayi (infant cues) adalah perilaku bayi yang
menunjukkan respon terhadap ibunya.(Asrinah,2010)
14. Keluarga (family) didefinisikan sebagai sistem yang dinamis yang
terdiri atas subsistem-individu (ibu, ayah, janin/bayi) dan dyad (ibu-
ayah, ibu-janin/bayi, ayah-janin/bayi) yang bersama dalam satu
sistem.(Asrinah,2010)
15. Fungsi keluarga (family functioning) adalah pandangan individu
terhadap aktivitas dan hubungan antara keluarga dan sub sistem serta
unit sosial yang tinggal dalam rumah. Ayah atau pasangan intim
(father or intimate partner) berkontribusi pada proses pencapaian
peran ibu yang pada pelaksanaannya tidak bisa digantikan oleh orang
lain. Interaksi ayah membantu mengurangi tekanan dan memfasilitasi
pencapaian peran ibu. Stress terbentuk dari persepsi positif atau
negatif tentang hidup dan lingkungan.(Asrinah,2010)
16. Dukungan sosial (social support) adalah sejumlah bantuan yang
diterima, puas dengan bantuan tersebut dan orang-orang disekitarnya
selalu siap untuk membantu. Terdapat empat area dukungan sosial
yang mencakup dukungan emosional, informasi, fisik dan
penilaian.(Asrinah,2010)
17. Hubungan ibu-ayah (mother-father relationship) adalah persepsi
tentang hubungan pasangan yang mencakup nilai, tujuan antara
keduanya dan perjanjian. Kasih sayang ibu terhadap bayinya
berkembang seiring dengan lapangan emosional dari hubungan
orangtuanya.(Asrinah,2010)
2.3 Model Konseptual
Mercer (2004) mengemukakan bahwa keperawatan adalah profesi
yang dinamis dengan tiga fokus utama yaitu promosi kesehatan,
mencegah kesakitan dan menyediakan layanan keperawatan bagi yang
memerlukan untuk mendapatkan kesehatan yang optimal serta penelitian
untuk memperkaya dasar pengetahuan bagi pelayanan keperawatan.
Pengkajian selanjutnya pada klien dan lingkungan, perawat
mengidentifikasi tujuan klien, menyediakan layanan pada klien yang
meliputi dukungan, pendidikan dan pelayanan keperawatan pada klien
yang tidak mampu merawat dirinya sendiri.(Mercer,2004)
1. Manusia
Mercer tidak mendefinisikan secara spesifik mengenai konsep
manusia namun mengarah pada diri dan inti diri. Mercer memandang
diri sebagai bagian dari peran yang dimainkan. Wanita sebagai
individu dapat berperan menjadi orang tua jika telah melalui mother-
infant dyad. Inti dari manusia tersusun dari konteks budaya dan dapat
mendefinisikan dan membentuk situasi. Konsep kepercayaan diri dan
harga diri sebagai manusia terpisah dari interaksi dengan bayinya dan
ayah dari bayinya atau orang lain yang berarti saling
mempengaruhi.(Mercer,2004)

2. Kesehatan
Mercer mendefinisikan status kesehatan dari orang tua sebagai
persepsi kesehatan mereka yang lalu, kesehatan saat ini, harapan
tentang kesehatan, resiko terhadap penyakit, kekhawatirkan dan
perhatian tentang kesehatan, orientasi pada penyakit dan
penyembuhannya, status kesehatan bayi baru lahir dengan tingkat
kehadiran penyakit dan status kesehatan bayi oleh orang tua pada
kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan dipandang sebagai
keinginan yang ditunjukkan untuk bayi. Mercer mengemukakan
bahwa stress suatu proses yang memerlukan perhatian penting selama
perawatan persalinan dan proses kelahiran.(Mercer,2004)

3. Lingkungan
Definisi lingkungan yang dikemukakan oleh Mercer
diadaptasi dari definisi Bronfenbrenner’s tentang ekologi lingkungan
dan berdasarkan teori awalnya. Mercer menjelaskan tentang
perkembangan tidak dapat menjadi bagian dari lingkungan, terdapat
akomodasi mutual antara perkembangan individu dan perubahan sifat
dengan segera. Stress dan dukungan sosial dalam lingkungan
mempengaruhi untuk mencapai peran maternal dan paternal serta
perkembangan anak.(Mercer,2004).
2.4 Kerangka Konseptual Maternal Role Attainment dan Becoming A
Mother Pada Tahun 1991

Microsystem

Microsistem

Microsistem

Hubungan Ibu-Ayah

Ibu
Anak
Empati-sensitivitas untuk
mengisyaratkan self- Temperamen isyarat
esteemself-concept Penampilan
Parenting yang diterima Karakteristik
sebagai anak Maturity /
Kesehatan Responsif
fleksibilitas Sikap
Kehamilan/pengalaman
kelahiran Kesehatan /
depresi / kecemasan Konflik
peran /ketegangan

Hasil Anak
Peran / Identitas Ibu Kognitif /
perkembangan mental
Kompetensi/keyakinan dalam peran Perilaku / keterikatan
Grafikasi/kepuasan lampiran untuk kompetensi sosial
anak kesehatan

Pengaturan Kerja Orang Tua

Mentransformasi
Konsistensi Budaya
Gambar ini sebelum di modifikasi pada tahun 1991 melalui komunikasi
personal dengan Ramona T. Mercer, Kata ekosistem telah diubah menjadi
mesosistem agar lebih konsisten dengan sumber
awalnya.(Bronfenbrener,2000)

Komunitas

Keluarga dan Teman

Ayah atau mesra

Ibu Bayi

Gambar setelah dimodifikasi pada tahun 2006. Dalam model ini dijelaskan
perbedaan kerangka konsep sebelum dan sesudah bahwa lingkungan keluarga
dan teman meliputi dukungan sosial, nilai dari keluarga, budaya, fungsi
keluarga dan stresor. Lingkungan komunitas meliputi perawatan sehari-hari,
tempat kerja, sekolah, rumah sakit, fasilitas rekreasi dan pusat kebudayaan.
Lingkungan yang lebih besar dipengaruhi oleh hukum yang berhubungan
dengan perempuan dan anak-anak, termasuk ilmu tentang bayi baru lahir,
kesehatan reproduksi, budaya terapan dan program perawatan kesehatan
nasional. Perawat berperan besar membantu bayi lahir menjalani masa
transisi dengan aman dan membantu ibu dan orang terdekat untuk menjalani
masa transisi menjadi orangtua.(Tomey, MA&Alligood,2006)

2.5 Asumsi Mayor


Untuk pencapaian peran ibu, (Mercer (2004, 1996, 1995)
menetapkan beberapa asumsi: (Mercer,1996)
1. inti diri yang relative stabil, diperoleh melalui sosialisasi seumur
hidup, menentukan bagaimana ibu mendefiniskan dan merasakan
event-event sebagai seorang ibu, persepsinya terhadap bayinya dan
tanggapan lain terhadap ibunya, dengan situasi hidupnya yang mana
dia berespon (Mercer, 2004).
2. Disamping pada sosialisasi ibu, tingkat perkembangannya dan
karakteristik kepribadian bawaan juga mempengaruhi
responperilakunya (Mercer, 2004).
3. Partner peran ibu, bayinya, akan mencerminkan kemampuan ibu
dalam berperan sebagai ibu melalui proses pertumbuhan dan
perkembangan (Mercer, 1996).
4. Bayi (infant) dianggap sebagai partner aktif dalam proses
pengambilan peran sebagai ibu, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
perannya (Mercer, 1996).
5. Ayah atau partner ibu lainnya yang dekat dapat menyumbangkan
pencapaian peran dalam cara yang tidak dapat diduplikasikan dengan
pendukung lainnya (Mercer 1995).
6. Identitas maternal berkembang bersamaan dengan ikatan
keibuan dan saling ketergantungan satu sama lainnya
(Mercer, 1995&Rubin 1996)
Asumsi mayor teori ini meliputi keperawatan, individu, kesehatan
dan lingkungan :
1. Keperawatan
Mercer (1995) menyatakan, keperawatan adalah profesi
kesehatan yang memiliki interaksi yang panjang dan sering dengan
wanita dalam siklus maternitas. Perawat bertanggung jawab dalam
promosi kesehatan terhadap keluarga dan anak. Mercer mengatakan
bahwa perawat merupakan pioner dalam pengembangan dan strategi
pengkajian pada pasien-pasien ibu dan anak.(Mercer,1995)
Definisi menurut Mercer menunjukkan komunikasi personal
sebagaimana berikut ini:
Keperawatan adalah profesi yang dinamis dengan berfokus pada tiga
pokok, yaitu : (Alligood,MR,2006)
1. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
2. pelaksanaan perawatan bagi mereka yang membutuhkan tenaga
professional untuk mencapai fungsi kesehatan pada tingkat yang
optimal.
3. penelitian untuk melakukan perubahan, ilmu pengetahuan
berdasarkan kepada asuhan keperawatan yang terbaik. Perawat
memberikan asuhan keperawan untuk individu, keluarga dan
komunitas. Melakukan pengkajian situasi dan lingkungan klien,
perawat mengidentifikasi tujuan bersama klien, memberikan
bantuan kepada klien melalui pembelajaran, dukungan,
melaksanakan perawatan klien yang tidak dapat melakukan
perawatan sendiri dalam konteks lingkungan klien.
Dalam tulisannya Mercer (1995) mengatakan pentingnya
asuhan keperawatan. Walaupun ia tidak menyebutkan secara
spesifik dalam bukunya Becoming a Mother: Research on
Maternal from Rubbin to The Present. Mercer menekankan bahwa
ketiga bantuan atau perawatan yang diterima bagi seorang wanita
selama kehamilan dan tahun pertama kelahiran dapat memberikan
dampak yang penjang terhadap ibu dan bayinya.Perawat dalam
tatanan keperawatan ibu dan anak memegang peranan yang luas
di dalam melaksanakan asuhan keperawatan dan memberikan
informasi selama periode tersebut (Mercer, 2004 cit Alligood &
Tommey, 2014).
2. Individu (person)
Mercer (1995) tidak mendefinisikan secara spesifik tentang
individu tetapi ia berpusat pada diri sendiri. Ia memandang bahwa diri
sendiri merupakan bagian terpisah dari peran yang dilaksanakannya.
Peran ibu merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia yang
berfokus pada interaksi bayi dan ayah, mereka saling mempengaruhi
antara satu dan yang lain. Inti pada diri sendiri berasal dari konteks
budaya sesuai dengan pemahaman terhadap lingkungan dan
pengembangannya. Konsep Harga diri dan Percaya diri merupakan hal
penting dalam melaksanakan peran seorang ibu. Ibu, ayah dan anak
serta anggota keluarga saling berinteraksi dan mempengaruhi satu dan
lainnya (Mercer,1995)
3. Kesehatan
Dalam teorinya Mercer mengartikan status kesehatan sebagaimana
persepsi Ibu atau ayah mengenai kesehatan masa lalu, saat ini dan yang
akan datang, resisten terhadap kemungkinan timbulnya penyakit, cemas
akan kesehatan, orientasi terhadap pemulihan penyakit. Status kesehatan
Bayi Baru Lahir tergantung kepada penyakit yang menyertai bayi sejak
lahir dan status kesehatan bayi melalui suatu rentang perawatan
kesehatan seluruhnya. Status kesehatan keluarga mempunyai dampak
negatif terhadap stress antepartum. Status kesehatan dipengaruhi oleh
pemeliharaan bayi oleh keluarga. Kesehatan juga di pandang sebagai
hasil yang dipengaruhi oleh variable ibu dan anak. Mercer menekankan
pentingnya perawatan kesehatan selama proses melahirkan dan masa
kanak-kanak.(Mercer,1995)
4. Lingkungan
Konsep lingkungan berasal dari definisi Bronfrenbrenner yaitu dari
lingkungan ekologi dan didasarkan dalam model pertamanya (Gambar 2.1)
yang menjelaskan tentang interaksi ekologi lingkungan dimana peran ibu
berkembang. Perkembangan dari peran seseorang tidak dapat dipisahkan
dari lingkungan, ada suatu akomodasi mutualisme antara perkembangan
seseorang dan perubahan properti tatanan di sekitarnya, hubungan antara
tatanan, dan konteks yang terbesar dimana tatanan dilaksanakan. Stress
dan dukungan lingkungan sosial mempengaruhi peran ibu dan pola
pengasuhan serta peran pengembangan anak.(Mercer,1995)
Maternal Role Attainment adalah proses yang mengikuti 4 (empat) tahap
penguasaan peran, yang mana tahapan-tahapan sebagai berikut :
(Tomey,2006)
1. Anticipatory
Saat sebelum wanita menjadi ibu, dimana wanita mulai melakukan
penyesuaian social dan psikologis dengan mempelajri segala sesuatu
yang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu.
2. Formal
Wanita memasuki peran ibu yang sebenarnya, bimbingan peran di
butuhkan sesuai dengan kondisi system social.
3. Informal
Dimana wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam
melaksanakan perannya.
4. Personal
Merupakan peran terakhir, di mana wanita telah mahir melakukan
perannya sebagai ibu. Sebagai bahan perbandingan, Reva Rubin
menyebutkan peran ibu telah di mulai sejak ibu menginjak kehamilan
pada masa 6 bulan setelah melahirkan, tetapi menurut Mercer
mulainya peran ibu adalah setelah bayi bayi lahir 3-7 bulan setelah
dilahirkan.
Tahap peran perawatan ibu menjadi tumpang tindih dan mengalami
gangguan sebagaimana tumbuh kembang bayi. Identifikasi peran seorang ibu
bisa dicapai dalam satu bulan atau berbulan-bulan. Tahap ini dipengaruhi oleh
dukungan sosial, stress, fungsi keluarga dan hubungan antara ibu dan ayah.
Sikap dan perilaku baik pada ibu dan anak dapat mempengaruhi identitas,
peran ibu dan anak. Sikap dan perilaku ibu menurut Model Mercer adalah
empati, sensitif terhadap perilaku anak, harga diri dan konsep diri,
penerimaan sebagai orang tua, kematangan dan fleksibilitas, perilaku,
pengalaman hamil dan melahirkan, kesehatan, depresi dan konsep
peran.(Boback,1995)
Sedangkan sifat bayi yang memberi dampak terhadap identitas peran ibu
meliputi temperamen, kemampuan memberi isyarat, ekspresi, karakteristik
umum, respon dan kesehatan. Contoh respon perkembangan bayi, mengenai
perkembangan identitas pengasuhan ibu meliputi:
Kontak mata dengan ibu, ketika berkomunikasi dan menggenggam tangan.
1. Reflek tersenyum dan tenang ketika berespon terhadap perawatan ibu.
2. Perilaku interaktif yang konsisten dengan ibu.
3. Respon melepaskan diri dari ibu, anak sudah lebih aktif.
Identitas peran ibu dapat tercapai dalam satu bulan atau beberapa bulan.
Tahapan ini dipengaruhi oleh support sosial, stress, fungsi family, dan
hubungan antara ibu dan ayah. Keperibadian dan perilaku dari keduanya baik
ibu dan bayi dapat mempengaruhi identitas peran ibu dan hasil akhir
(outcome) bayi. Berdasarkan model Mercer, kepribadian dan perilaku
termasuk empati, senstivitas terhadap syarat bayi, harga diri, konsep diri, dan
orangtua menerima sebagai anaknya, maturitas dan fleksibilitas, sikap,
pengalaman selama hamil dan melahirkan, kesehatan, depresi, dan konflik
peran. Kepribadian bayi akan berdampak pada identitas peran ibu termasuk
tempermen, kemampuan memberikan isyarat, penampilan, karakteristik
umum, responsiveness (ketanggapan), dan kesehatan.(Hidayat,2004)
Teori ini lebih menekan pada stress antepartum (sebelum melahirkan) dalam
pencapaiaan peran ibu, marcer membagi teorinya menjadi dua pokok
bahasan:
1. Efek Stress Anterpartum
Stress Anterpartum adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan
pengalaman negative dari hidup seorang wanita, tujuan asuhan yang di
berikan adalah memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi
ketidak percayaan ibu.(Swanson,1996)
Penilitian mercer menunjukkan ada enam faktor yang berhubungan dengan
status kesehatan ibu, yaitu: (Swanson,1996)
1.) Hubungan Interpersonal
2.) Peran keluarga
3.) Stress anterpartum
4.) Dukungan social
5.) Rasa percaya diri
6.) Penguasaan rasa takut, ragu dan depresi
Maternal role menurut mercer adalah bagaimana seorang ibu
mendapatkan identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penjabaran
yang lengkap dengan dirinya sendiri.
2. Pencapaian Peran Ibu
Peran ibu dapat di capai bila ibu menjadi dekat dengan bayinya
termasuk mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran, lebih lanjut
mercer menyebutkan tentang stress anterpartum terhadap fungsi keluarga,
baik yang positif ataupun yang negative. Bila fungsi keluarganya positif maka
ibu hamil dapat mengatasi stress anterpartum, stress anterpartum karena
resiko kehamilan dapat mempengaruhi persepsi terhadap status kesehatan,
dengan dukungan keluarga dan bidan maka ibu dapat mengurangi atau
mengatasi stress anterpartum. yang terjadi pada ibu hamil selama masa
kehamilan (Trisemester I, II dan III) merupakan hal yang fisiologis sesuai
dengan filosofi asuhan kebidanan bahwa menarche, kehamilan, nifas, dan
monopouse merupakan hal yang fisiologis.(Hidayat,2004)
Perubahan yang di alami oleh ibu, selama kehamilan terkadang dapat
menimbulkan stress anterpartum, sehingga bidan harus memberikan asuhan
kepada ibu hamil agar ibu dapat menjalani kehamilannya secara fisiologis
(normal), Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menurut Mercer
perubahan yang di alami oleh ibu hamil antara lain adalah:
1. Ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian
sehingga dapat berperan sebagai calon ibu dan dapat memperhatikan
perkembangan bayinya.
2. Ibu memerlukan sosialisasi.
3. Ibu cenderung merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi pada
tubuhnya.
4. Ibu memasuki masa transisi yaitu dari masa menerima kehamilan -
kehamilan ke masa menyiapkan kelahiran dan menerima bayinya.

Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menurut Mercer:


5. Anticipatory
Saat sebelum wanita menjadi ibu, dimana wanita mulai melakukan
penyesuaian social dan psikologis dengan mempelajari segala sesuatu
yang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu.

Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor sebagai
berikut : (Mercer,2006)
 Faktor ibu
1. Umur ibu pada saat melahirkan
2. Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali
3. Stress social
4. Memisahkan ibu pada anaknya secepatnya
5. Dukungan social
6. Konsep diri
7. Sifat pribadi
8. Sikap terhadap membesarkan anak
9. Status kesehatan ibu.
 Faktor bayi
1. Temperament
2. Kesehatan bayi
 Faktor-faktor lainnya
1. Latar belakang etnik
2. Status pekawinan
3. Status ekonomi
Dari faktor social support, mercer mengidentifikasikan adanya empat factor
pendukung:
1. Emotional support
Yaitu perasaan mencintai, penuh perhatian, percaya dan mengerti.
2. Informational support
Memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu sehingga
dapat membantu ibu untuk menolong dirinya sendiri
3. Physical support
Misalnya dengan membantu merwat bayi dan memberikan tambahan
dana.
4. Appraisal support
Ini memungkinkan individu mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan
pencapaian peran ibu
Mercer menegaskan bahwa umur, tingkat pendidikan, ras, status perkawinan,
status ekonomi dan konsep diri adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh
dalam pencapaiaan peran ibu. Peran perawat yang di harapkan oleh Mercer
dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas dan
adaptasi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
pencapaiaan peran ini dan kontribusi dari stress antepartum.(Mercer,2006)
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Teori Ramona T. Mercer lebih menekan pada stress ante
partum (sebelum melahirkan) dalam pencapaiaan peran ibu, dimana seorang
ibu mendapatkan identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan
penjabaran yang lengkap. Perubahan yang di alami oleh ibu, selama
kehamilan terkadang dapat menimbulkan stress anterpartum, sehingga bidan
harus memberikan asuhan kepada ibu hamil agar ibu dapat menjalani
kehamilannya secara fisiologis (normal). Peran bidan yang di harapkan oleh
Mercer dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas
dan adaptasi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
pencapaiaan peran ini dan kontribusi dari stress antepartum.

B. Saran
Konsep kebidanan adalah ilmu penting bagi seorang bidan dalam
melaksanakan tugasnya. Bidan seharusnya mengerti dan memahami konsep-
konsep awal perkembangannya kebidanan serta peran fungsi bidan.
Adapun saran yang penulis berikan adalah :
1. Diharapkan para pembaca makalah ini dapat memberikan saran dan
praktik dalam
pembuatan makalah ini.
2. Hendaknya pembaca dapat mengambil hikmah dari isi makalah ini
sebagai salah satu acuan alternatif dalam pembuatan makalah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, oleh karena itu kritik dan saran para pembaca, akan
penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan makalah ini
dimasa yang akan datang.
Semoga makalah ini bermanfaat, khususnya bagi penulis dan bagi pembaca
pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

 Asrinah, shinta, dkk. 2010. Konsep Kebidanan. Yogyakarta; Graha Ilmu


 Hidayat A.A.A. 2004. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Edisi
Pertama. Jakarta :Salemba Medika.
 Marriner-Tomey & Alligood (2006). Nursing theorists and their works. 6th
Ed.St.Louis:Mosby Elsevier, Inc
 Mercer, Ramona T. 2004. Becoming a Mother: Research from Rubin to the
Present. NY: Springer Publishers. (Chapter 1 includes a complete description
of theory of maternal role attainment)
 Mercer, T.R. and Walker, L.O. 1995. A review of nursing intervention to
foster becoming a mother. AWHONN. JOGNN. 35(5).
 Mercer's Theory of Maternal Role Attainment. In M.R. Alligood & A. 2006.
Marriner-Tomey, Nursing Theory: Utilization and Application, 2nd edition.
 Ramona T Mercer , Lorraine O Walker (2006). A review of nursing
interventions to foster becoming a mother. JOGNN, 35, 568-582; 2006. DOI:
10.1111/J.1552-6909.2006.00080.x (c).
 Reed, P.G, Shearer, N.C., & Nicoll, L. H. (2004). Perspectives on nursing
theory. 4th Ed.Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
 Nursalam.(2008).Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
 Alligood, MR, & Tomey, AM. 2006. Nursing Theorists and Their work.