Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pada saat anak beranjak remaja, kadang kala orang tua
menemukan kesulitan untuk melakukan komunikasi secara dua arah
dengan anak. Masa-masa remaja untuk setiap anak terkadang mejadi
periode yang sulit dan ini dikarenakan anak remaja mulai mengalami
beberapa hal dalam hidupnya seperti mengembangkan identitas mereka
sendiri secara individu. Adanya perubahan biologis dan fisiologis ,
menghadapi tekanan dari teman sebayanya, mengalami ketertarikan
pada lawan jenis, dan lain sebagainya. Sementara orang tua juga mulai
merasakan besarnya kekhawatiran pada anak remaja mereka, baik
terhadap pergaulannya maupun perkembangan kepribadiannya. Jadi,
bagaimanakah cara terbaik untuk mengatasinya?
Pendekatan terhadap orang tua adalah salah cara yang tepat
dilakukan. Komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak-anak
sangat penting dilakukan karena akan membuat hubungan antara orang
tua dan anak tetap terjalin dengan baik. Untuk menciptakan komunikasi
yang efektif orang tua perlu memahami karakteristik remaja.
Sebagai seorang perawat, perawat bisa memfasilitasi antara
orang tua dan remaja. Perawat bisa menggali masalah yang dihadapi
remaja, dan selanjutnya orang tua bisa diberitahukan cara mengatasi
masalah anaknya. Agar tindakan yang diberikan perawat bisa berjalan
lancar, perawat perlu menerapkan strategi pelaksanaan di setiap
tindakan keperawatan. Pada makalah ini, kami akan membahas
mengenai komunikasi terapeutik pada klien remaja.

1
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, masalah dalam makalah ini
dirumuskan menjadi lima pertanyaan.
1. Bagaimana perkembangan komunikasi remaja?
2. Apa tujuan komunikasi remaja?
3. Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi remaja?
4. Apa saja teknik komunikasi pada remaja?
5. Bagaimana penerapan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik pada
remaja?

1.3. Tujuan
Berdasarkan latar belakang, tujuan makalah ini yaitu untuk
mengetahui:
1. Perkembangan komunikasi remaja
2. Tujuan komunikasi remaja
3. Faktor yang mempengaruhi komunikasi remaja
4. Teknik komunikasi remaja
5. Penerapan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik pada remaja

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perkembangan Komunikasi Remaja


Fase Remaja adalah masa transisi atau peralihan dari anak-anak
menuju masa dewasa. Dengan demikian pola piker dan tingkah lakunya
merupakan peralihan dari anak-anak menjadi orang dewasa. Anak harus
diberi kesempatan untuk belajar memecahkan masalah secara positif.
Apabila anak merasa cemas dan stress, jelaskan bahwa ia dapat
mengajak bicara teman sebayanya dan/atau orang dewasa yang ia
percaya terutama orang tua dan termasuk juga perawat yang selalu
bersedia menemani dan mendengarkan keluhannya. Menghargai
keberadaan identitas diri dan harga dirinya merupakan hal yang prinsip
untuk diperhatikan dalam berkomunikasi. Luangkan waktu bersama
dan tunjukkan ekspresi wajah yang bersahabat dengannya, jangan
memotong pembicaraan saat ia sedang mengekspresikan perasaan dan
pikirannya, menghargai pandangan remaja serta menerima perbedaan.
Hindari perkataan yang menyinggung harga dirinya, hindari mengkritik
atau menghakimi, hindari pertanyaan yang menyelidiki atau interogasi.
Kita harus menghormati privasinya dan berikan dukungan atas hal yang
telah dicapainya secara positif dengan selalu memberikan
reinforcement positif.
2.2. Tujuan Komunikasi Remaja
Tujuan melakukan komunikasi terapeutik pada klien remaja
adalah sebagai berikut.
1. Membangun hubungan yang harmonis dengan remaja
2. Membentuk suasana keterrbukaan dan mendengar
3. Membuat remaja mau berbicara ketika mempunyai masalah
4. Membuat remaja mau mendengar dan menghargai saat mereka
berbicara
5. Membantu remaja menyelesaikan masalah

3
2.3. Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Remaja
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi pada
remaja, yaitu sebagai berikut.
1. Pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka komunikasi
berlangsung secara efektif
2. Pengetahuan
Semakin banyak pengetahuan yang didapat maka komunikasi
berlangsung secara efektif
3. Sikap
Bila komunikan bersifat pasif atau tertutup maka komunikasi tidak
berlangsung efektif
4. Usia tumbang dan status kesehatan remaja
Bila ingin berkomunikasi, maka harus sesuaikan dengan tingkat usia
agar komunikasi tersebut berlangsung efektif
5. Saluran
Saluran sangat penting dalam berkomunikasi agar pesan dapat
tersampaikan ke komunikan dengan baik

2.4. Teknik Komunikasi pada Remaja


Komunikasi dengan remaja merupakan sesuatu yang penting
dalam menjaga hubungan dengan remaja, melalui komunikasi ini pula
perawat dapat memudahkan mengambil berbagai data yang terdapat
pada diri remaja yang selanjutnya dapat diambil dalam menentukan
masalah keperawatan. Beberapa cara yang digunakan dalam
berkomunikasi dengan remaja, yaitu sebagai berikut.
1. Melalui orang lain atau pihak ketiga
Cara berkomunikasi ini pertama dilakukan oleh remaja dalam
menumbuhkan kepercayaan diri remaja, dengan menghindari secara
langsung berkomunikasi dengan melibatkan orang tua secara langsung
yang sedangberada disamping anak. Selain itu dapat digunakan dengan
cara memberikan komentar tentang sesuatu.

4
2. Bercerita
Melalui cara ini pesan yang akan disampaikan kepada anak remaja
dapat mudah diterima, mengingat anak sangat suka sekali dengan
cerita, tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan
yang akan disampaikan, yang akan diekspresikan melalui tulisan.
3. Memfasilitasi
Memfasilitasi adalah bagian cara berkomunikasi, malalui ini ekspresi
anak atau respon anak remaja terhadap pesan dapat diterima, dalam
memfasilitasi kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak
boleh dominan , tetapi anak harus diberikan respons terhadap pesan
yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian dan
jangan mereflisikan ungkapan negatif yang menunjukan kesan yang
jelek pada anak remaja tersebut.
4. Meminta untuk menyebutkan keinginan
Ungkapan ini penting dalam berkomunikasi dengan anak dengan
meminta anak untuk menyebutkan keinginan dapat diketahui berbagai
keluhan yang dirasakan anak dan keinginan tersebut dapat menunjukan
persaan dan pikiran anak pada saat itu.
5. Pilihan pro dan kontra
Penggunaan teknik komunikasi ini sangat penting dalam menentukkan
atau mengetahui perasaan dan pikiran anak, dengan mengajukan pasa
situasi yang menunjukkan pilihan yang positif dan negatif yang sesuai
dengan pendapat anak remaja.
6. Penggunaan skala
Pengunaan skala atau peringkat ini digunakan dalam mengungkapkan
perasaan sakit pada anak seperti pengguaan perasaan nyeri, cemas,
sedih dan lain-lain, dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan
perasaan sakitnya.
7. Menulis
Melalui cara ini remaja akan dapat mengekspresikan dirinya baik pada
keadaan sedih, marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan pada
remaja yang jengkel, marah dan diam.

5
2.5. Penerapan Strategi Pelaksanaan (SP) Komunikasi Terapeutik pada
Remaja
Strategi pelaksanaan untuk mengatasi masalah remaja dapat
diberikan kepada remaja itu sendiri sebagai klien dan diberikan kepada
orang tua remaja.
1. Strategi pelaksanaan (SP) komunikasi terapeutik pada remaja
Fase orientasi:
a. Salam terapeutik
Selamat pagi/siang/malam adik. Dik perkenalkan saya suster Ana
Susanti, adik bisa panggil saya suster Ana, saya yang bertugas pada
pagi/siang/mala ini. Jika boleh tahu nama adik siapa? Ramlan? Nama
yang sangat bagus.
b. Evaluasi/validasi
Baiklah Dik Ramlan, bagaimana keadaannya sekarang? Sudah lebih
membaik? Syukurlah kalau begitu.
c. Kontrak topik, waktu, tempat
Nah Dik Ramlan, bagaimana kalau kita berbincang-bincang mengenai
masalah adik dan mengenai kecelakaan yang adik alami? Berapa lama
waktu yang kita butuhkan untuk berbincang-bincang? 20 menit cukup?
Baiklah. Dimana kita akan berbincang-bincang? Disini saja? Baiklah
Dik Ramlan
Fase kerja:
Nah Dik Ramlan sekarang bisa ceritakan dengan saya, kenapa bisa
terjadi kecelakaan? Saya akan mendengarkannya dengan baik. Jadi dik
ramlan ini kecelakaan gara-gara balapan motor? Kenapa Dik Ramlan
bisa ikut balapan motor? Apakah orang tua adik mengetahui kalau adik
sering ikut balapan motor? Lalu? Jadi adik ikut balapan karena orang
tua jarang memperhatikan adik? Saya mengerti apa yang Dik Ramlan
rasakan. Nah berdasarkan apa yang adik jelaskan tadi, saya bisa pahami
kalau masalah Dik Ramlan itu karena jarang berkomunikasi dan
mendapat perhatian dari orang tua, apa benar seperti itu? Iya, mungkin

6
itu penyebab masalah adik, tetapi kalau saya boleh berikan pemahaman,
yang perlu Dik Ramlan ingat adalah orang tua Adik itu sibuk bekerja
untuk mecukupi kebutuhan adik juga. Itu karena mereka sayang dengan
adik. Tapi nanti saya juga akan beritahukan kepada orang tua adik agar
memberikan sedikit waktu untuk memberikan perhatian ke adik ya.
Nah kalau boleh saya sarankan, adik lebih baik berhenti ikut balapan
liar, karena seperti yang adik rasakan sekarang gak enak kan rasanya?
Nah sebaiknya Dik Ramlan melakukan hal-hal yang positif mumpung
masih muda, seperti mengembangkan hobi yang adik miliki, bermain
musik, belajar yang giat, siapa tahu adik bisa berprestasi, tentunya akan
membanggakan orang tua dan secara otomatis mereka pasti akan lebih
perhatian dengan adik.
Fase terminasi:
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Bagaimana perasaan Dik Ramlan sekarang? Semoga bermanfaat. Nah
apakah adik masih ingat pesan saya tadi? Bagus sekali, adik sudah
mengingatnya dengan baik
b. Tindak lanjut klien
Nah Dik Ramlan untuk sekarang bisa beristirahat terlebih dahulu ya
c. Kontrak yang akan datang yaitu topik, waktu, tempat
Sebentar lagi saya akan kembali ke sini ya dik, saya akan memindahkan
Dik Ramlan ke ruangan perawatan, tentunya setelah urusan
administrasi selesai ya. Terimakasih atas perhatian adik. Selamat
malam.

2. Strategi pelaksanaan (SP) komunikasi terapeutik pada orang tua


Fase orientasi:
a. Salam terapeutik
Selamat pagi/siang/malam ibu. Bu perkenalkan saya suster Ana
Susanti, ibu bisa panggil saya suster Ana, saya yang bertugas pada

7
pagi/siang/mala ini. Jika boleh tahu nama ibu siapa? Ibu Susi? Nama
yang sangat bagus.
b. Evaluasi/validasi
Baiklah Ibu Susi, bagaimana keadaan anaknya sekarang? Sudah lebih
membaik? Syukurlah kalau begitu.
c. Kontrak topik, waktu, tempat
Nah Ibu Susi, bagaimana kalau kita berbincang-bincang mengenai
masalah anak ibu? Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk
berbincang-bincang? 20 menit cukup? Baiklah. Dimana kita akan
berbincang-bincang? Disini saja? Baiklah Ibu Susi
Fase kerja:
Boleh ibu jelaskan bagaimana kebiasaan ibu dan keluarga di rumah
dengan Ramlan? Saya mengerti dengan keadaan ibu. Anak usia remaja
seperti Ramlan ini terkadang perlu pengawasan yang lebih Bu Susi,
karena mereka pada usia ini sangat memerlukan pendampingan, karena
jika dibiarkan tanpa pengawasan takutnya anak salah memilih
pergaulan. Iya bagus sekali komitmen Ibu Susi kalau begitu, nah akan
lebih baik lagi jika Ibu sering berkomunikasi dengan Ramlan bu.
Apakah ibu tahu bagaimana cara membangun komunikasi yang baik
dengan keluarga? Jadi ibu belum tahu? Baiklah akan saya jelaskan.
Pada usia remaja sebaiknya anak dianggap seperti sahabat, artinya Ibu
perlu melibatkan, mendengarkan dan menghargai pendapat dia dan
mengarahkan hal-hal yang kurang baik. Apakah ibu mengerti maksud
saya? Iya bagus sekali Ibu Susi.

Fase terminasi:
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Bagaimana perasaan Ibu Susi sekarang? Semoga bermanfaat. Nah
apakah ibu masih ingat pesan saya tadi? Bagus sekali, ibu sudah
mengingatnya dengan baik

8
2. Tindak lanjut klien
Nah Ibu Susi sekarang dan selanjutnya bisa mencoba untuk
membangun komunikasi yang lebih baik dengan Ramlan ya.
3. Kontrak yang akan datang yaitu topik, waktu, tempat
Ibu Susi untuk sekarang bisa ikut saya sebentar ke ruang perawat. Kita
akan membahas mengenai administrasi Ramlan kurang lebih 10-15
menit. Mari ibu, ikut saya.

2.6 ROLE PLAY KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA REMAJA

Zenlin Zaqqiya S. : Perawat


Nurlita Irwanda : Pasien
Dilla Ayu M. : Resepsionis
Asabella B. : Kakak pasien
Dilla Ayu M. : Ibu pasien
Aswin Yogi : Ayah

Suatu hari disebuah rumah sakit ada seorang remaja Laki-laki


berusia 16 tahun yang baru saja mengalami kecelakaan yang sedang
dirawat dirumah sakit. Pasien terlihat selalu bersedih, diam dan tidak
mau bertemu dengan teman dan keluargannya dia juga sering marah
kepada perawat. Kakak pasien datang untuk menanyankan keaadaaan
adiknya itu.
Kakak pasien: mbak bagaimana keaadan adik saya hari ini, kenapa
setiap saya ingin bertemu dengan nya dia selalu menolak dan mengusir
saya sus.
Resepsioner : bukan hanya mbak saja tetapi kepada teman nya dia juga
bersikap seperti itu. Nantiakan saya tanyakan kepada perawat yang
akan merawatnya nanti mbak jangan khawatir mbak bisa menunggu
disana ruang tunggu.
Kakak pasien: mbak tolong bantu dan rawat adik saya(panik)

9
Tahap prainteraksi
Tak lama kemudian datanglah seorang perawat yang akan mencari data
pasien dan mempersiapkan alat untuk melakukan perawatan dan
mengecek keadaan pasien.
Perawat : mbak mana data dari pasien remaja yang ada diruangan
mawar
Resepsioner : ini sus, tadi ada kakak pasien yang datang berkunjung
dan mengeluhkan bahawa pasien tidak mau bertemu dengan siapa pun.
Perawat : dimna dia mbak
Resepsioner: disana sus yang sedang duduk diruang tunggu
Perawat : baiklah terimakasih mbak, saya akan kesana sebentar dan
nanti akan melakukan perawatan pada pasien.
Tahap orientasi
Perawat pun menemui kakak pasien sebelum memasuki ruangan pasien
Perawat : permisi. perkenalkan saya perawat asti winda wati perawat
yang akan melakukan perawatan pada adiknya mbak yang bernama
candra. Boleh saya tau siapa nama mbak?
Kakak pasien: saya yuni kk pasien ,sus tolong adik saya kenapa dia
tidak mau bertemu dengan saya.
Perawat : mbak tunggu disini saya akan melakukan perawatan luka
pada adik mbak dan akan melakukan komunikasi untuk mengetahui
keadaan adik mbak. Mbak tunggu disini saja ya.

Tahap Kerja
Perawatpun memasuki ruangan pasien remaja laki-laki bernama candra
yang sedang berbaring ditempat tidur dan melamun dengan raut wajah
sedih
Perawat: perkenalkan nama saya asti winda wati perawat yang akan
betugas pada pagi ini, saya akan melakukan perawatan luka kepada
saudara candra. Bagaimana keadaan hari ini.?
Pasien : iya(cuek dan diam kembali)

10
Perawat : tadi saya bertemu kakak anda di depan, kenapa anda tidak
mau bertemu dengannya dan tidak mau berbicara dengan teman dan
keluarga anda sendiri ( sambil menyiapkan alat-alat)
Perawat: apa pasien saya ini bisu ya..? setiap pasien yang saya temui
dia selalu senang jika ada yang mengajak bicara apalagi ada teman dan
keluarga yang menjenguk. (perawat berusaha memancing agar pasien
bicara)
Pasien: saya beda dengan mereka saya tidak seperti mereka (nada suara
yg sedikit sedih)
Perawat : memang apa bedanya dulu pasien saya juga ada yang remaja
seperti saudara candra ini, dia senang jika ada teman sekolahnya yang
berkunjung.
Pasien : teman dan keluarga saya tidak seperti mereka sus . mereka
tidak sayang kepada saya mereka semua jahat (dengan nada agak
tinggi)
Perawat : kalau dia jahat kenapa mereka datang jauh-jauh untuk jenguk
kamudirumah sakit ini.iya kan?
Pasien : suster tidak mengerti teman saya selalu mengejek saya. Dan
ayah, ibu saya dia hanya sayang pada kakak saya. Mereka tidak pernah
memberikan apa yang saya inginkan (nada tinggi dengan wajah sedih
dan kesal)
Perawat : tenanglah candra (tetap tenang) kalau boleh saya tau apa yang
sangat saudara candra inginkan itu?
Pasien : saya iri dengan teman2 saya sus, semua yang mereka inginkan
pasti terpenuhi, mereka semua punya sepeda motor. Mereka bilang saya
cemen semua teman saya punya hanya saya yang belum ada saya malu
saya malu sus(nada tinggi)
Perawat : oh jadi kamu malu gara-gara tidak punya sepeda motor.
Gimana orang tua mu ingin membelikan kamu sepeda motor kamu itu
belum cukup umur untuk membawanya. sekarang saja kamu masuk sini
gara-gara kebut-kebutan dijalan dan ahirnya kecelakaan.(sambil
membalut luka)

11
Pasien : kalian semua sama. Tidak ada yang sayang pada saya. Tidak
ada yang mengerti keadaan saya.(marah)
Perawat : apa candra pernah memikirkan perasaan mereka. Saya liat
dari riwayat kesehatan ibu mu dia punya penyakit jantung. Apa kamu
tidak sayang ibu mu dia yang merawat, menyekolahkan kamu hingga
sebesar ini. Mereka pasti punya alasan tersendiri kenapa dia tidak
memberikan itu kepada mu.
Pasien: (tetap diam)
Perawat: berilah mereka waktu untuk bertemu, mereka sangat khawatir.
Apa kamu mau di telantarkan dan tidak ada yang menjenguk mu disini.
Apa yang kita inginkan tak semua bisa kita dapatkan mintalah sewajar
nya saja mungkin mereka bisa menurutinya itu hanya sedikit nasehat
saya bisa candra pikirkan dulu.(sembari tersenyum)
Perawat: okay lukanya sudah siap saya bersihkan dan ganti balutan.
Bagaimanapun saya akan memanggilkeluarga saudara candra untuk
membawa candra pulang. Jadi candra tunggu disini
Pasien : baiklah sus
Perawat pun keluar dari ruangan pasien dan di luar sudah ada keluarga
pasien menungggu.
Ayah pasien: sus bagaimana keadaan anak saya (panik)
Ibu: iya sus kenapa dia tdak mau bertemu dengan siapa pun
Parawat : anak ibu baik2 saja saya sudah melakukan perawatan lukanya
dan sudah berkomunikasi dengannya( perawat menceritakan keluhan
anaknya)
Ibu : kenapa anak saya bisa berpikir begitu ( menangis)
Ayah: tenang bu , candra hanya belum mengerti maksud kita dan dia
hanya terpengaruh oleh teman2nya.
Kakak pasien: benar bu lebih baik kita temui candra
Ibu: sus boleh saya bertemu anak saya.
Perawat : tentu pak bu, mbak. Tapi kita beri dulu waktu untuk sendiri
nanti setelah dia tenang saya bisa antarkan ibu masuk untuk menemui

12
anak ibu dan bapak.anak ibu bapak hanya perlu sedikit pengertian dan
perhatian
Tahap terminasi
Setelah beberapa menit Perawat membawa keluarga pasien masuk
keruangan pasien. ibunya datang dan langsung memeluk anaknya.
Ibu: candra kenapa kamu sampai seperti ini
Perawat : candra maaf membawa keluarga masuk untuk menyelesaikan
masalah ini
Ayah : ayah sudah tau semua dari suster kenapa kamu tidak mau kami
jenguk ayah minta maaf ayah tidak mau kejadian ini terjadi sama kamu
candra
Kakak pasien : kami sayang sama kamu candra kamu masih remaja dan
kami tidak mau terjadi sesuatu pada mu
Pasien: ayah, ibu , kakak, saya minta maaf ternyata kalian sayang
kepada saya. Setelah saya pikir2 ternyata saya salah. (Mereka pun
berpelukan).
Perawat : baiklah sudara candra, bagaimana perasaan dan keadaan
sekarang ini.?
Pasien : sudah merasa nyaman sus. Terimakasih atas nasehatnya sus!
Perawat : sama-sama candra. Pak,bu, saudara candra sudah boleh
pulang. Jika ada perawatan lagi bisa dibawa kerumah sakit ini lagi.
Kalau begitu saya permisi terimaksih. Assalamuaikum
Pasien dan keluarga : walikumsalam

13
BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Berdasarkan penjelasan pada bab II dapat disimpulkan sebagai
berikut.
1. Remaja adalah fase transisi dari masa anak-anak menuju masa
dewasa, oleh sebab itu diperlukan strategi khusus untuk berkomunikasi
dengan remaja.
2. Tujuan komunikasi pada remaja adalah untuk membangun hubungan
yang harmonis dengan remaja, membentuk suasana keterrbukaan dan
mendengar, membuat remaja mau berbicara ketika mempunyai
masalah, membuat remaja mau mendengar dan menghargai saat mereka
berbicara dan membantu remaja menyelesaikan masalah.
3. Faktor yang mempengaruhi komunikasi remaja yaitu pendidikan,
pengetahuan, sikap, usia tumbang status kesehatan remaja, saluran dan
Lingkungan
4. Teknik komunikasi pada remaja yaitu melalui orang lain atau pihak
ketiga, bercerita, memfasilitasi, meminta untuk menyebutkan
keinginan, pilihan pro dan kontra, penggunaan skala dan menulis.
5. Penerapan strategi pelaksanaan untuk mengatasi masalah remaja dapat
diberikan kepada remaja itu sendiri sebagai klien dan diberikan kepada
orang tua remaja.

3.2. Saran
Berdasarkan uraian pada bab II, penulis mengusulkan saran
kepada pihak terkait sebagai berikut.
1. Kepada orang tua dan perawat ketika menghadapi remaja sangat perlu
memahami karakteristik remaja dan memiliki strategi untuk
berkomunikasi agar komunikasi yang terjadi dapat berjalan efektif

14
2. Orang tua dan remaja harus saling membangun hubungan komunikasi
yang baik, agar setiap permasalahan yang terjadi dapat bersama-sama
diselesaikan antara orang tua dan remaja.

15
DAFTAR PUSTAKA

Damaiyanti, Mukhripah. 2010. Komunikasi Terapeutik dalam Praktik


Keperawatan. Bandung: PT Refika Aditama.
Http://haqqienea.blogspot.co.id. 2014. Komunikasi pada Usia Remaja.
http://ari-gunawan1996.blogspot.com/2015/12/komunikasi-terapeutik-
pada-remaja.html
http://astiwindawati.blogspot.com/2017/04/role-play-komunikasi-
efektif-pada-remaja.html

16

Anda mungkin juga menyukai