Anda di halaman 1dari 27
PEMBELAHAN SEL Siklus hidup sel :  kegiatan dari satu pembelahan sel ke pembelahan sel

PEMBELAHAN SEL

Siklus hidup sel :

kegiatan dari satu pembelahan sel ke pembelahan

sel berikutnya

Siklus hidup sel meliputi dua fase :

interfase (Sub fase G1, S dan G2)

Pembelahan sel (karyokinesis dan sitokinesis)

Kelompok komponen sitoskeleton yg berperan aktif :

Gelendong mitotik

Cincin kontraktil (aktin-miosin) invaginasi membran sel sitokinesis

esti-biosel-PS

1

esti-biosel-PS 2
Sentromer : Tempat kromosom melekat pd mikrotubul (kinetochor)  Pusat gerakan kromosom saat anafase 
Sentromer : Tempat kromosom melekat pd mikrotubul (kinetochor)  Pusat gerakan kromosom saat anafase 

Sentromer :

Tempat kromosom melekat pd mikrotubul (kinetochor)

Pusat gerakan kromosom saat anafase

Kromosom asentrik (tanpa sentromer)

esti-biosel-PS

3

Terdapat 3 sub fase : Sub fase G1 (pertumbuhan awal : sel anak Sub fase

Terdapat 3 sub fase :

Sub fase G1 (pertumbuhan awal : sel anak

Sub fase S (duplikasi kromosom 2 kromatid seasal) Sub fase G2 (tumbuh lengkap : sel siap membelah)

dewasa)

kromosom  2 kromatid seasal) Sub fase G2 (tumbuh lengkap : sel siap membelah)  dewasa)
kromosom  2 kromatid seasal) Sub fase G2 (tumbuh lengkap : sel siap membelah)  dewasa)

esti-biosel-PS

4

esti-biosel-PS 5
6 esti - bio sel- PS
6 esti - bio sel- PS

6

esti

-

bio

sel-

PS

esti-biosel-PS 7
esti-biosel-PS 7

esti-biosel-PS

7

esti-biosel-PS
esti-biosel-PS

10

esti-biosel-PS
esti-biosel-PS

11

Fig. 10.6
Fig. 10.6
Fig.Fig. 10.710.8
Fig.Fig. 10.710.8
esti-biosel-PS 14
esti-biosel-PS 14

esti-biosel-PS

14

Table 10.1

Table 10.1

Table 10.1
Table 10.2

Table 10.2

Table 10.2
Fig.Fig. 10.2c10.3
Fig.Fig. 10.2c10.3

REGULASI SIKLUS SEL

M

Mitosis G2 Gap 2 G1 Gap 1 G0 Resting S Synthesis
Mitosis
G2
Gap 2
G1
Gap 1
G0
Resting
S
Synthesis

Kondisi eksternal tdk menguntungkan : G1 tertunda, masuk fase G0

a. Kontrol siklus sel pada yeast

b. Kontrol siklus sel pada embrio hewan

Kontrol Siklus sel pada Yeast gen cdc hasilkan protein agar yeast melewati start point

mutant cdc sensitif temperatur (off jika suhu ditingkatkan)

→ siklus lanjut dan berhenti pada G1 (abnormal)

Kontrol siklus sel pada embrio hewan

pada embrio katak Xenopus

fertilisasi telur Xenopus stimulir kecepatan pembelahan

→ embrio denganribuan sel kecil

fase S dan M tanpa dapat terdeteksi fase G1 atau G2

Sistem kontrol Siklus Sel

Diatur oleh dua protein utama:

Cdk (cyclin-dependent protein kinase)aktif bila

terfosforilasi

Cyclin berikatan dengan Cdk membentuk kompleks Cdk-cyclin (heterodimer) → Cdk aktif

Sel eukaryot butuh 3 cyclin:

a. G1/S-cyclin: aktifkan Cdk pada akhir fase G1, diperlukan sel untuk masuk fase S

b. S-cyclin: berikatan dengan Cdk selama fase S, stimulir

duplikasi kromosom

c. G2/M-cyclin: dibutuhkan sel untuk memasuki mitosis. Kompleks Siklin M-Cdk → MPF (maturating promotion

factor/M-phase-promoting factor)

esti-biosel-PS 22
esti-biosel-PS 23
esti-biosel-PS 25

esti-biosel-PS

25

esti-biosel-PS 26
esti-biosel-PS 27