Anda di halaman 1dari 17

MODUL PRAKTEK LAPANG

EKONOMI PRODUKSI PERIKANAN

NAMA : ANDY HIDAYAT. M

NIM : L041181011

KELOMPOK : 8 (delapan)

ASISTEN : AFRI MAULANA S,Pi.

PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PERIKANAN


JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terbesar di dunia,


terdiri dari 17.500 pulau besar dan pulau kecil yang tersebar di sekitar
garis katulistiwa, yang memanjang dari sabang (yang terletak paling ujung
barat provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai jayapura yang terletak
pada ujung Provinsi Papua). Negara kepualaun sering pula disebut Negara
maritime. Wilayah suatu Negara maritim meliputi wilayah daratan dan
wilayah perairan laut.
Indonesia memiliki laut yang luasnya sekitar 5,8 juta km² dengan garis
pantai sepanjang 81.000 km dengan potensi sumber daya perikanan laut
yang cukup besar, baik dari segi kuantitas maupun diversitas. Potensi
lestari sumberdaya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 6,4 juta ton
per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan ZEEI
(Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia), yang terbagi dalam sembilan wilayah
perairan utama Indonesia. Dari seluruh potensi sumberdaya ikan tersebut,
jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 5,12 juta ton per
tahun atau sekitar 80 persen dari potensi lestari, dan sudah dimanfaatkan
sebesar 4,7 juta ton pada tahun 2004 atau 91.8% dari JTB. Produksi
perikanan tahun 2008 yang berasal dari kegiatan penangkapan dan
budidaya mencapai 9,05 juta ton. Dari total produksi tersebut perikanan
budidaya menyumbang 47,49%. Laju pertumbuhan produksi perikanan
nasional sejak tahun 2005-2009 mencapai 10,02% per tahun, dimana
pertumbuhan budidaya sebesar 21,93%, lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan 2 perikanan tangkap yang hanya sebesar 2,95%. Sedangkan
nilai produksi perikanan meningkat 15,61% dari Rp57,62 triliun pada tahun
2005 menjadi Rp102,78 triliun pada tahun 2009. Sementara Jawa Timur
salah satu pusat industrialisasi perikanan di Indonesia. Kontribusi sektor
perikanan dari provinsi adalah sebanyak 25 persen dari kebutuhan
perikanan nasional, yaitu sebanyak 285 ribu ton dengan nilai 750 juta
dollar. (Sumber : Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia).

B. Tujuan dan Kegunaan Praktek Lapang


Adapun tujuan dan kegunaan dari praktek lapang ekonomi produksi
adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui bagaimana hubungan antara input dan output dari
siklus produksi
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang-orang dan


masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang,
dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat
digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang
dan jasa dan mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang
dan dimasa dating, kepada berbagai orang dan golongan masyarakat. Ilmu
ekonomi menganalisa biaya dan keuntungan dan memperbaiki corak
penggunaan sumber-sumber daya.
Menurut definisi ilmu ekonomi di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip
dasar yang melahirkan ilmu ekonomi adalah:
 Kelangkaan (security)
 Pilihan (choice)
Sehingga dalam studi ekonomi akan mencakup sebuah studi mengenai
aspek tertentu perilaku, dan mau tidak mau ilmu ekonomi harus pula
menyentu ilmu jiwa, yang merupakan studi tentang perilaku manusia.
Istilah ekonomi berasal dari Bahasa Yunani yaitu “oikos” dan “nomos” ,
yang berarti aturan-aturan dalam rumah tangga. Jadi pada dasarnya ilmu
ekonomi mempelajari tentang prinsip-prinsip di dalam menggunakan
pendapatan rumah tangga sehingga menciptakan kepuasan yang
maksimum kepada rumah tangga tersebut(Nuraini,2016).

B. Jenis Biaya-Biaya Produksi

Biaya Produksi Biaya (cost) adalah pengeluaran-pengeluaran atau


nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna
untuk masa yang akan datang, atau mempunyai manfaat melebihi satu
periode akuntansi.

Produksi membentuk kos produksi, yang digunakan untuk menghitung


kos produk jadi dan kos produk yang pada akhir periode akuntansi masih
dalam proses. Pengumpulan kos produksi sangat ditentukan oleh cara
produksi. Secara garis besar, cara memproduksi produk dapat dibagi
menjadi dua macam, yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi
massa. Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan,
mengumpulkan kos produksinya dengan menggunakan metode kos
pesanan (job order cost method). Dalam metode ini biaya-biaya produksi
dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan kos produksi per satuan produk
yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan tersebut dihitung dengan cara
membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah
satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Perusahaan yang
berproduksi massa, mengumpulkan kos produksinya dengan
menggunakan metode kos proses (process cost method). Dalam metode
ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan kos
produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut
dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tersebut
dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang
bersangkutan.

Dalam proses produksi, perusahaan manufaktur biasanya


mengeluarkan berbagai macam biaya. Biaya yang 6 Mulyadi, Akuntansi
Biaya Penentuan Harga Pokok dan pengendalian Biaya, beraneka ragam
tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan besar, yakni bahan
langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
1. Bahan Langsung
Bahan langsung adalah bahan yang digunakan dan menjadi bagian dari
produk jadi.
2. Tenaga kerja Langsung
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam
proses mengubah bahan menjadi produk jadi.
3. Overhead Pabrik
Overhead pabrik adalah biaya-biaya produksi lain, selain bahan langsung
dan tenaga kerja langsung.

Metode penentuan kos produksi adalah cara memperhitungkan unsur-


unsur biaya ke dalam kos produksi. dalam memperhitungkan unsur-unsur
biaya ke dalam kos produksi, terdapat dua pendekatan(anwar dkk,2010).

1. Full Costing merupakan metode penentuan kos produksi yang


memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos
produksi.
2. Variable costing merupakan metode penentuan kos produksi yang
hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel
ke dalam kos produksi.
C. Jenis Usaha Perikanan

Beberapa jenis usaha perikanan diantaranya yaitu :

 Usaha budidaya ikan, yaitu usaha memelihara dan membiakkan ikan


dari benih hingga menghasilkan benih yang baru serta memanen hasil
dengan cara yang terkontrol. Orang yang menjadikan budidaya sebagai
sumber mata pencaharian disebut pembudidaya ikan. Contoh budidaya
yaitu budidaya ikan mas, ikan lele dan udang vaname
 Usaha penangkapan ikan, yaitu usaha atau kegiatan untuk
mendapatkan ikan yang hidup liar di berbagai perairan dengan
berbagai macam alat dan dengan cara apapun contohnya memancing
ikan disungai, menjaring ikan di laut.
 Usaha pengolahan ikan, yaitu usaha yang bertujuan untuk menciptakan
atau mengolah ikan menjadi bahan makanan lalu kemudian memiliki
nilai jual sehingga bisa dipasarkan. Contohnya, kripik udang, ikan
kaleng dan lain lain
 Usaha pemasaran, yaitu usaha untuk memasarkan produk yang telah
diolah maupun yang belum diolah kepada konsumen luas, adapun
mereka yang melakukan pemasaran biasa disebut pedagang atau
pemasar ikan.

D. Faktor – Faktor Yang mempengaruhi Produksi

Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda


yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat
digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Faktor-faktor produksi
adakalanya dinyatakan dengan istilah lain, yaitu sumber-sumber daya.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian akan
menentukan sampai di mana suatu negara dapat menghasilkan barang
dan jasa. Faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan
kepada empat jenis, yaitu seperti yang diterangkan dibawah ini(
Sukirno,1994):

1. Sumber daya alam. Faktor produksi ini disediakan alam. Faktor


produksi ini meliputi tanah, berbagai jenis barang tambang, hasil hutan
dan sumber daya alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang
dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
2. Tenaga kerja. Faktor produksi ini bukan saja berarti jumlah buruh yang
terdapat didalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi juga
keahlian dan keterampilan yang mereka miliki. Dari segi keahlian dan
pendidikannya, tenaga kerja dibedakan kepada tiga golongan berikut :
tenaga kerja kasar yaitu tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau
rendah pendidikannya dan tidak memiliki keahliab dalam suatu bidang
pekerjaan, tenaga kerja terampil yaitu tenaga kerja yang memiliki
keterampialan dan keahlian atau pengalaman kerja seperti montir
mobil, dan yang terakhir tenaga kerja terdidik yaitu tenaga kerja yang
memiliki pendidikan cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti
dokter,akuntan, ahli ekonomi dan insinyur.
3. Modal merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan
untuk memproduksi barang-barang dan jasa yang mereka butuhkan.
Beberapa contohnya adalah sistem pengairan, jaringan jalan raya,
bangunan pabrik dan pertokoan, mesin-mesin dan peralatan pabrik dan
alat-alat pengangkutan.
4. Keahlian keusahawan. Faktor ini berbentuk keahlian dan kemampuan
pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan
usaha. Dalam menjalankan suatu kegiatan ekonomi, para pengusaha
akan memerlukan ketiga faktor produksi yang lain yaitu sumber daya
alam, modal dan tenaga kerja. Keahlian keusahawanan meliputi
kemahirannya mengorganisasi berbagai sumber atau faktor produksi
tersebut secara efektig dan efisien sehingga usahanya berhasil dan
berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk
masyarakat.

BAB III

METODOLOGI PRAKTEK LAPANG

A. Waktu dan Tempat

Pelaksanaan praktek lapang mata kuliah Ekonomi Produksi ini


dilaksanakan di tambak UNHAS yang terletak di Kabupaten Barru, Provinsi
Sulawesi selatan pada tanggal 28-29 September 2019.

B. Metode Praktek Lapang

C. Metode Pengumpulan Data

Adapun metode pengambilan data yang digunakan dalam praktek


lapang ekonomi mikro adalah :
1. Observasia adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara yang sistematis dan sengaja, yang dilakukan
melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang
diselidiki.
2. Wawancara yaitu suatu cara mengumpulkan data dengan
mengajakan pertanyaan langsung pada seorang informan atau
masyarakat yang berwenang dalam suatu masalah.
3. Studi pustaka adalah metode pengambilan data dan pustaka
diskusi dari hasil data yang telah diolah.

D. Sumber Data

Adapun sumber data yang digunakan dalam praktek lapang ekonomi


mikro ini adalah :

1. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara


langsung. (dari tangan pertama)
2. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber
yang sudah ada atau dari pemerintah setempat.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Berdirinya Usaha

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

B. Struktur Organisasi Usaha

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

……………………………………..………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

…..…………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
C. Proses Manajemen Produksi Dari Input hingga Output

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………..………………

……………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

d. Biaya – Biaya yang di keluarkan selama Produksi


………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

d. Kontruksi Kolam yang di gunakkan

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

B. Saran

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………
DOKUMENTASI KEGIATAN
KARTU KONTROL

Nama Mahasiswa : ………………………………

No. Induk Mahasiswa : ..…………………………….

Asisten Pembimbing : ………………………………

No. Tanggal Kegiatan Paraf Asisten

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Asisten Pembimbing,

__________________