Anda di halaman 1dari 21

TUGAS MATA KULIAH

ETIKA KEPERAWATAN

Dosen :

Dr. Edi Murwani, AMd. Keb., SPd., MMRS

Oleh :

Dewi Riski Amaliyah

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDEDES MALANG

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN

TAHUN 2017
Kata Pengatar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Rahmat-Nya, kami dapat
menyelesaikan makalah tentang keluarga berencana (KB) dalam pandangan Islam.

Tujuan dari makalah ini adalah sebagai pengetahuan bagi mahasiswa tetang pengertian KB
secara umum, manfaat KB dan pandangan agama islam terhadap KB

Dalam penyusunan makalah ini kami selaku penyusun menyadari bahwa isi maupun susunan
makalah ini masih kurang sempurna itu karena pengalaman dan pengetahuan kami yang
terbatas, namun atas bimbingan serta petunjuk dari semua pihak maka kami dapat
menyelesaikan makalah ini.

Atas terselesaikannya makalah ini kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. ALLAH Tuhan yang Maha Esa


2. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan do’anya dalam penyusunan
makalah ini.
3. Semua rekan yang memberikan dukungan serta membantu penyusunan makalah ini.
4. Semua Web Site , Link , Google dan lainnya yang telah memberikan Informasi dan
membantu kami dalam penyusunan makalah ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, kepada kita semua
dan utamanya kepada mereka semua yang telah memberikan bimbingan, kesempatan dan dorongan
kepada kami. Amiiin.

Malang, 16 September 2017

Penulis
Daftar Isi

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………………………………

1.1 Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………………………………


1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………………………….

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………….

2.1 Pengertian Keluarga Berencana ………………………………………………………………………….


2.2 Tujuan Keluarga Berencana ………………………………………………………………………………..
2.3 Keluarga Berencana Dalam Pandangan Agam Islam ……………………………………………
2.4 Hukum Keluarga Berencana Dalam Islam ……………………………………………………………
2.5 Cara KB yang Diperbolehkan Dalam Islam …………………………………………………………..
2.6 Akibat Jika Tidak Menggunakan KB …………………………………………………………………….
2.7 KB untuk Kesehatan Manusia ……………………………………………………………………………..
2.8 Pembatasan Kehamilan Di CINA ………………………………………………………………………….

BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………………..

3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………………………


3.2 Saran ………………………………………………………………………………………………………………….
3.3 Pertanyaan ………………………………………………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………………………


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar baik segi kekayaan sumber daya alam
maupun sumber daya manusia, hal ini pernah tercatat, bangsa Indonesia terbanyak penduduk
setelah Cina dan India artinya maju mundurnya kemajuan bangsa salah satunya ditentukan oleh
kualitas manusia atau lebih spesifik keluarga. Hal ini terkait erat dengan fungsi keluarga sebagai
wahana pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu pemerintah bersama-
sama dengan segenap komponen masyarakat berkepentingan untuk membangun keluarga-keluarga
di negara ini agar menjadi keluarga yang sejahtera yang dalam konteks ini dimaknai sebagai keluarga
yang sehat, maju dan mandiri dengan ketahanan keluarga yang tinggi

Dalam agama Islam, keluarga sejahtera disubstansikan dalam bentuk keluarga sakinah.
Pengertian keluarga sakinah diambil dan berasal dari Al Qur’an, yang dipahami dari ayat-ayat Surat
Ar Ruum, dimana dinyatakan bahwa tujuan keluarga adalah untuk mencapai ketenteraman dan
kebahagiaan dengan dasar kasih sayang. Yaitu keluarga yang saling cinta mencintai dan penuh kasih
sayang, sehingga setiap anggota keluarga merasa dalam suasana aman, tenteram, tenang dan
damai, bahagia dan sejahtera namun dinamis menuju kehidupan yang lebih baik di dunia maupun di
akhirat.

Mencermati penjelasan di atas antara keluarga sejahtera secara umum dengan kosnep keluarga
sakinah mempunyai hubungan yang sangat erat, untuk itu dalam makalah ini penulis akan mencoba
mendeskripsikan KB dalam pandangan Agama.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan penulis dalam latar belakang masalah di atas, maka rumusan
masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Pengertian keluarga berencana secara umum?


2. Bagaimana Tujuan dan maanfaat dari keluarga berencana ?
3. Bagaimana keluarga berencana dalam pandangan dan hukum dalam islam?
4. Bagaimana akibat dari tidak melakukan atau melakukan KB (Keluarga Berencana)?
5. Bagaimana KB (Keluarga Berencana) untuk kesehatan manusia ?
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Keluarga Berencana

Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga berencana
adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara
kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta
menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan


kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan
peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran,
pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan dengan
memakai kontrasepsi.

Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur
banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta
keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari
kehamilan tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang kehamilan
merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari perbuatan
untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.

2.2. Tujuan Keluarga Berencana

Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan:

a. Tujuan demografi yaitu mencegah terjadinya ledakan penduduk dengan

Menekan laju pertumbuhan penduduk (LPP) dan hal ini tentunya akan diikuti dengan
menurunnya angka kelahiran atau TFR (Total Fertility Rate) dari 2,87 menjadi 2,69 per wanita.
Pertambahan penduduk yang tidak terkendalikan akan mengakibatkan kesengsaraan dan
menurunkan sumber daya alam serta banyaknya kerusakan yang ditimbulkan dan kesenjangan
penyediaan bahan pangan dibandingkan jumlah penduduk. Hal ini diperkuat dengan teori
Malthus (1766-1834) yang menyatakan bahwa pertumbuhan manusia cenderung mengikuti
deret ukur, sedangkan pertumbuhan bahan pangan mengikuti deret hitung.
b. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama dan
menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan kehamilan bila
dirasakan anak telah cukup.

c. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun
tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk tercapainya keluarga
bahagia.

d. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan menikah
dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang cukup
tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.

e. Tujuan KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera) dan
membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu keluarga yang harmonis,
sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan produktif dari segi ekonomi.

f. Untuk Ibu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan menjaga Kesehatan Ibu.

g. Untuk Anak mengurangi resiko kematian bayi , meningkatkan kesehatan bayi , kebutuhan ASI
terpenuhi selama 6 bulan terpenuhi dan mendapat kasih sayang yang lebih.

2.3. Keluarga Berencana Dalam Pandangan Agama Islam

1. Pandangan Al-Qur’an Tentang Keluarga Berencana

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang memberikan petunjuk yang perlu kita laksanakan dalam
kaitannya dengan KB diantaranya ialah :

Surat An-Nisa’ ayat 9:

‫وليخششش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فليتقوهللاا واليقولوا سديدا‬

“Dan hendaklah takut pada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang
mereka anak-anak yang lemah. Mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab
itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan
yang benar”.

Selain ayat diatas masih banyak ayat yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan KB diantaranya ialah
surat al-Qashas: 77, al-Baqarah: 233, Lukman: 14, al-Ahkaf: 15, al-Anfal: 53, dan at-Thalaq: 7.
Dari ayat-ayat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa petunjuk yang perlu dilaksanakan dalam
KB antara lain, menjaga kesehatan istri, mempertimbangkan kepentingan anak, memperhitungkan
biaya hidup brumah tangga.

2. Pandangan al-Hadits Tentang Keluarga Berencana

Dalam Hadits Nabi diriwayatkan:

)‫إنك تدر ورثك أغنياء خير من أن تدرهم عالة لتكففون الناس (متفق عليه‬

“sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan
dari pada meninggalkan mereka menjadi beban atau tanggungan orang banyak.”

Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah tangga selagi
keduanya masih hidup, jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi orang lain. Dengan
demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya dipikirkan bersama.

2.4. Hukum Keluarga Berencana Dalam Islam

1. Menurut al-Qur’an dan Hadits

Sebenarnya dalam al-Qur’an dan Hadits tidak ada nas yang shoreh yang melarang atau
memerintahkan KB secara eksplisit, karena hukum ber-KB harus dikembalikan kepada kaidah hukum
Islam, yaitu:

‫اال صل فى األشياء االباحة حتى يدل على الدليل على تحريمها‬

Tetapi dalam al-Qur’an ada ayat-ayat yang berindikasi tentang diperbolehkannya mengikuti program
KB, yakni karena hal-hal berikut:

a. Menghawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

)195 : ‫وال تلقوا بأيديكم إلى التهلكة (البقرة‬

“Janganlah kalian menjerumuskan diri dalam kerusakan”.

b. Menghawatirkan keselamatan agama, akibat kesempitan penghidupan hal ini sesuai dengan
hadits Nabi:

‫كادا الفقر أن تكون كفرا‬

“Kefakiran atau kemiskinan itu mendekati kekufuran”.


c. Menghawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran anak terlalu dekat
sebagai mana hadits Nabi:

‫وال ضرر وال ضرار‬

“Jangan bahayakan dan jangan lupa membahayakan orang lain.

2. Menurut Pandangan Ulama’

a. Ulama’ yang memperbolehkan

Diantara ulama’ yang membolehkan adalah Imam al-Ghazali, Syaikh al-Hariri, Syaikh Syalthut, Ulama’
yang membolehkan ini berpendapat bahwa diperbolehkan mengikuti progaram KB dengan
ketentuan antara lain, untuk menjaga kesehatan si ibu, menghindari kesulitan ibu, untuk
menjarangkan anak. Mereka juga berpendapat bahwa perencanaan keluarga itu tidak sama dengan
pembunuhan karena pembunuhan itu berlaku ketika janin mencapai tahap ketujuh dari penciptaan.
Mereka mendasarkan pendapatnya pada surat al-Mu’minun ayat: 12, 13, 14.

b. Ulama’ yang melarang

Selain ulama’ yang memperbolehkan ada para ulama’ yang melarang diantaranya ialah Prof. Dr.
Madkour, Abu A’la al-Maududi. Mereka melarang mengikuti KB karena perbuatan itu termasuk
membunuh keturunan seperti firman Allah:

‫وال تقتلوا أوالدكم من إملق نحن نرزقكم وإياهم‬

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut (kemiskinan) kami akan
memberi rizkqi kepadamu dan kepada mereka”.

2.5. Cara KB yang Diperbolehkan dan Yang Dilarang oleh Islam

1. Cara yang diperbolehkan

Ada beberapa macam cara pencegahan kehamilan yang diperbolehkan oleh syara’ antara lain,
menggunakan pil, suntikan, spiral, kondom, diafragma, tablet vaginal , tisue. Cara ini diperbolehkan
asal tidak membahayakan nyawa sang ibu. Dan cara ini dapat dikategorikan kepada azl yang tidak
dipermasalahkan hukumnya. Sebagaimana hadits Nabi :

) ‫ فلم ينهها (رواه مسلم‬.‫ م‬.‫كنا نعزل على عهد وسول هللا ص‬

Kami dahulu dizaman Nabi SAW melakukan azl, tetapi beliau tidak melarangnya.
2. Cara yang dilarang

Ada juga cara pencegahan kehamilan yang dilarang oleh syara’, yaitu dengan cara merubah atau
merusak organ tubuh yang bersangkutan. Cara-cara yang termasuk kategori ini antara lain,
vasektomi, tubektomi, aborsi. Hal ini tidak diperbolehkan karena hal ini menentang tujuan
pernikahan untuk menghasilakn keturunan.

2.6. Akibat jika tidak menggunakan KB (Keluarga Berencana)

• Kehamilan terlalu dini

Perempuan yang sudah hamil tatkala umurnya belum mencapai 17 tahun sangat terancam oleh
kematian sewaktu persalinan. Karena tubuhnya belum sepenuhnya tumbuh, belum cukup matang
dan siap untuk dilewati oleh bayi. Lagipula bayinya pun dihadang risiko kematian sebelum usianya
mencapai 1 tahun.

• Kehamilan terlalu “telat”

Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan terancam banyak
bahaya. pada usia ≥ 35 tahun. Pada usia ini organ kandungan menua, jalan lahir tambah kaku, ada
kemungkinan besar ibu hamil mendapat anak cacat, terjadi persalinan macet dan perdarahan.

• Terlalu Dekat Jarak Kehamilan

Terlalu Dekat Jarak Kehamilan adalah jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2
tahun (24 bulan). Kondisi rahim ibu belum pulih, waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi
kurang

• Terlalu Banyak Anak

adalah ibu pernah hamil atau melahirkan lebih dari 4 kali atau lebih. Kemungkinan kesehatan yang
terganggu,

• Resiko Yang Akan Terjadi

Resiko yang dapat terjadi pada kehamilan terlalu banyak anak (4 kali melahirkan) adalah

(a) Kelainan letak, persalinan letak lintang

(b) Robekan rahim pada kelainan letak lintang

(c) Persalinan lama

(d) Perdarahan pasca persalinan


2.7. KB (keluarga berencana) untuk kesehatan manusia

Cara yang tidak perlu menggunakan hormon dan obat. Yaitu salah satu contohnya kombinasi antara
KB ,

1. Metode penanggalan

Yaitu mengetahui masa subur istri. Masa subur istri adalah 14 hari setelah hari pertama
menstruasi. Masa subur adalah dimana ovum/sel telur wanita telah matang dan siap untuk
dibuahi. Para ahli mengambil kemungkinan empat hari sesudah ataupun sebelumnya bisa terjadi
masa subur. Metode KB dengan penanggalan yaitu jangan menumpahkan sperma kedalam rahim
saat masa subur.

Misalnya: Hari pertama menstruasi adalah tanggal 1 oktober. Maka perkiraan tanggal suburnya
adalah tanggal 14, berpatokan dengan maka empat hari sebelum dan sesudahnya. Jangan
menumpahkan sperma ke dalam rahim pada dari tanggal 10-18 oktober. Jika menstruasi berhenti
pada tanggal 7 Oktober,

Berarti waktu yang boleh: -tanggal 8-9 Oktober kita boleh menumpahkan sperma ke rahim

-tanggal 19 Oktober sampai dengan menstruasi selanjutnya.

Untuk jaga-jaga bisa juga dipakai lima hari sebelum dan sesudahnya. Dan biasanya 1 atau 2 hari
setelah mentruasi adalah waktu yang aman. Bisa juga dibantu menggunakan kalender dengan
menandai/membulatkan tanggal hari mulai menstruasi misalnya tanggal 5 Oktober, maka
perkiraan hari subur adalah tanggal 19. Empat hari sebelum dan sesudah berarti tanggal 15-23
Oktober. Maka arsir merah atau tandai deretan tanggal tersebut di kalender dan menjadi
patokan bahwa rentang tanggal tersebut tidak boleh menumpahkan sperma ke rahim.

2. Metode coitus interuptus/ ‘Azl

Ibnu Hajar Al-Asqalaniy rahimahullah menukil bab dalam shahih Bukhari menjelaskan tentang
‘Azl,

‫بابالعزأليالنزعبعداإليالجلينزلخارجالفرج‬

“Bab tentang Al-‘Azl yaitu mencabut (penis) setelah penetrasi agar (air mani) tertumpah di luar
farji/vagina” [Fathul-Bariy 9/305, Asy-Syamilah]
Hukum ‘Azl ada perselisihan diantara ulama, namun pendapat terkuat adalah mubah. Dengan
beberapa dalil. Perkataan sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu

.‫كنانعزلعلىعهدالنبيصلىاللهعليهوسلم‬

“Kami (para shahabat) melakukan ‘azl di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa


sallam” [HR.Bukhari no. 5207/ 5208-5209, Muslim no. 1440]

Diriwayat lainnya,

.‫كنانعزلعلىعهدرسوالللهصلىاللهعليهوسلمفلمينهناعنه‬

“Kami melakukan ‘azl di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau tidak
melarang kami darinya” [Shahih Muslim no. 1440, Musnad Abi Ya’laa no. 2255].

Jika ada yang mengatakan bahwa ‘Azl adalah pembunuhan terselubung/kecil-kecilan, maka kita
jawab dengan hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

‫ بلغرسوالللهصلىاللهعليهوسلم‬: ‫قال‬،‫عنأبيسعيدالخدري‬

.‫أناليهوديقوإلنالعزلهوالموؤودةالصغرى‬

،‫ كذبتيهود‬: ‫فقالرسوالللهصلىاللهعليهوسلم‬

.‫ لوأفضيتلميكنإالبقدر‬: ‫ثمقالرسوالللهصلىاللهعليهوسلم‬

dari Abu Said Al-Khudri, ia berkata : “Telah sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam bahwasannya orang Yahudi berkata : ‘Sesungguhnya ‘azl itu pembunuhan kecil-
kecilan’. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang Yahudi telah
berdusta. Seandainya engkau menyetubuhinya, tidaklah akan menghasilkan anak kecuali dengan
takdir Allah” [HR.Ath-Thahawiy dalam Syarh Ma’aanil-Aatsaar 3/31-32 no. 4348 dengan sanad
hasan, At-Tirmidzi no. 1136, Abu Dawud no. 2173, Ahmad no. 11110 dengan sanad yang shahih]
jadi ‘Azl bisa dilakukan pada rentang waktu yang tidak boleh menumpahkan sperma ke dalam
rahim. Pada contoh kita yaitu tanggal 10-18 Oktober. perlu diketahui juga bahwa jika melakukan
‘Azl pada istri kita sebaiknya meminta izin kepada istri terlebih dahulu,

ِ‫ي‬ ْ َ ‫صقَ ْومٌمِ ْنأ َ ْه ِاللع ِْلمِ مِ ْنأ‬


ِّ ‫ص َحابِالنَّ ِب‬ َ ‫َوقَد َْر َّخ‬

َ ‫سلَّ َم َو‬
ِّ‫غي ِْر ِه ْم‬ َ ‫صلَّىاللَّ ُه َعلَ ْي ِه َو‬
َ
ُ ‫و َالت ُ ْست َأ ْ َم ُراأل َ َم ِّة‬،
َ ‫ «ت ُ ْست َأ ْ َم ُرال ُح َّرةُفِيال َع ْز ِل‬:ِّ‫فِيال َع ْزلِوقَالَ َما ِل ُك ْبنُأَنَس‬

“Para ahli ilmu dari sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan sabahat yang lain
memberikan rukshah/keringanan tentang ‘azl.”

Maalik bin Anas radhiallahu ‘anhu berkata,

“Dimintai ijin (untuk melakukan ‘azl) bagi wanita merdeka, dan tidak dimintai ijin bagi budak
wanita” [HR. At-Tirmidzi 3/435 no.1137, dishahihkan oleh Al-Albani, tahqiq Ahmad Syakir, Asy-
Syamilah].

3. Metode barier/kondom

Kondom bisa kita kiaskan dengan ‘Azl karena alasan/illat adalah mencegah tertumpahnya sperma
ke dalam rahim. Maka hukumnya juga mubah. Karena penggunaan kondom bisa
menggantika ‘Azl. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,

‫حكمالبدلحكمالمبدلمنه‬

“hukum pengganti sama dengan hukum yang digantikan”

Jika tidak bisa menahan saat akan ejakulasi dengan ‘Azl, maka bisa menggunakan kondom.
Kodom bisa digunakan pada rentang waktu yang tidak boleh menumpahkan sperma ke rahim.

4. Metode yang lainnya yang sederhana

Ada beberapa metode lainnya yang sederhana juga tetapi kurang praktis, misalnya metode
lendir yaitu wanita subur jika lendir vagina agak kental, cara mengetahuinya dengan
memasukkan sedikit ibu jari dan telunjuk ke vagina kemudian ada lendirnya dan merenggangkan
ibu jari dan telunjuk. Jika lendirnya masih menyatu ketika dipisahan oleh kedua jari, berarti kental
dan ini adalah waktu subur

Kemudian metode suhu yang menyatakan bahwa wanita yang subur mengalami kenaikan suhu
0,5-1 derajat. Metode ini mengukur suhu setiap hari ketika bangun tidur dan mencatatnya
dikalender kemudian akan menjadi sebuah pola. Menurut kami ini tidak praktis.

5. Metode lainnya yang menggunakan alat dan obat

-Menggunakan hormon baik dengan obat dan suntik KB


kami berpendapat jika ada metode sederhana seperti yang kami jelaskan kemudian ia sanggup
melakukannya. Maka sebaiknya ini ditinggalkan. Belum lagi ada pendapat dikalangan medis
bahwa penggunaan Obat dan suntikan KB berupa hormon estrogen dan progesteron bisa
memacu kanker. Walaupun ini perlu penelitian jangka panjang. Dan juga kita perlu mengingat
hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa haid dan nifas adalah ketetapan/kodrat
wanita. Sebaiknya kita tidak melawan kodrat kita.

َ‫فَ ِإنَّذَ ِل َكش َْى ٌء َكتَبَهُاللَّ ُهعَلَىبَنَاتِآ َد َم‬

“Sesungguhnya, haid adalah ketetapan/kodrat yang Allah tetapkan bagi para wanita keturunan
Adam.” [H.R. Bukhari dalam bab Haidh dan Muslim]

-Alat Kontrasepsi Dalam Rahim [AKDR] misalnya spiral

Boleh menggunakannya. Karena secara medis insya Allah tidak merusak rahim. Hanya sebgai
pencegah atau mematikan sperma ketika hendak masuk ke rahim. Tetapi hendaknya
diperhatikan bahwa ini akan membuka aurat wanita. Jika yang memasang dokter kandungan laki-
laki jelas haram jika masih ada dokter wanita atau bidan. Sebenarnya wanitapun tidak boleh
melihat aurat sesama wanita begitu juga laki-laki. Tetapi karena ini adalah satu-satunya jalan.
Kami tetap menyarankan memakai cara sederhana yang kami paparkan jika ia sanggup.

-vasektomi dan tubektomi

Jelas metode ini adalah haram karena membuat laki-laki dan wanita tidak bisa membuat
keturunan selamanya. Dan ini termasuk menggubah ciptaan Allah dan keluar jauh dari tujuan
penciptaannya yaitu untuk memperoleh keturunan. Kita telah jelaskan dalil mengenai perintah
agar memperbanyak keturunan. Kemudian ini juga ditempuh dengan metode operasi yang
melakukan invasif pada tubuh dengan alasan yang kurang benar.
2.8. Pembatasan kehamilan di CINA

Kebijakan “one child policy” di Cina memang merupakan salah satu kebijakan demografi yang paling
ekstrim di dunia. Tujuannya untuk mengatasi laju penduduk yang meningkat. Bagi pelanggar,
dendanya dimulai dari 5.000 yuan hingga tidak terhingga. Jika tidak mampu membayar denda, maka
aborsi dilakukan untuk "langkah perbaikan" atau bujiu cuoshi. Dan disuntik cairan, yang belakangan
diketahui adalah Lifannuo, untuk mematikan kandungan di dalam rahim.

Kebijakan satu anak

Papan pengumuman di Nanchang: "Untuk negara yang makmur, berkuasa, dan keluarga yang
bahagia, silahkan lakukan kelahiran berencana."

Kebijakan satu anak dilaksanakan oleh negara Tiongkok dari tahun 1978 hingga 2015
sebagai kebijakan keluarga berencana. 76% penduduk mendukung kebijakan ini. Sekitar 250 dan 300
juta kelahiran dicegah dari 1978 hingga tahun 2000 dan 400 juta kelahiran dari 1979 hingga 2010.
Kebijakan ini dikeluarkan oleh pemimpin tinggi Deng Xiaoping pada tahun 1979 untuk mengurangi
populasi penduduk Tiongkok. Kebijakan ini bertentangan dengan kebijakan Mao Zedong pada 1949
'Dari semua benda di dunia, manusia adalah yang paling utama'. Lebih banyak penduduk, bermakna
lebih banyak tenaga kerja.

Sejarah

Selama masa jabatan kepemimpinan Mao di Republik Tiongkok, tingkat angka kelahiran menurun
dari 37 menjadi 20 per seribu. Sedangkan pada tahun 1949 angka kematian bayipun meningkat
menjadi 27/1000, dan terjadi peningkatan angka kelahiran pada tahun 1981 menjadi
53/1000. Peningkatan harapan hidup terjadi secara drastis dari hanya sampai 35 tahun pada tahun
1949 menjadi 66 tahun pada tahun 1976. Sekitar tahun 1960-an, pemerintah berusaha mendorong
para keluarga untuk memiliki keturunan sebanyak mungkin, karena berdasarkan kepercayaan Mao
bahwa peningkatan populasi penduduk akan mempengaruhi pertumbuhan sebuah negara, sehingga
Mao mencegah program Keluarga Berencana di Tiongkok. Dari langkah pencegahan Mao terhadap
program Keluarga Berencana, membuahkan hasil yakni terjaidnya peningkatan populasi dari angka
540 juta pada tahun 1949 menjadi 940 tahun 1976. Namun awal tahun 1970, para penduduk
Tiongkok diharapkan untuk menikah di umur yang dianggap sudah matang dan hanya diperbolehkan
memiliki tidak lebih dari 2 anak.

Situasi saat ini

Meski kebijakan satu anak per keluarga dijalankan dengan keras di wilayah perkotaan, namun
penerapannya berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain.Di wilayah pedesaan, satu keluarga
diperbolehkan memiliki anak kedua bila anak pertamanya berjenis kelamin perempuan. cacat fisik,
atau pun cacat mental. Namun, ada pembatasan jarak umur antara pertama dan anak kedua
(biasanya 3 atau 4 tahun). Bila lebih dari jumlah anak yang diperbolehkan, keluarga tersebut akan
dikenakan denda dan mungkin kehilangan bonus dari tempatnya bekerja. Namun, peraturan ini tidak
diterapkan pada anak dari keluarga Tiongkok yang lahir di luar negeri tetapi tidak memiliki
kewarganegaraan Tiongkok serta keluarga yang kembali ke Tiongkok setelah lama tinggal di luar
negeri. Kelompok lain yang dikenai peraturan berbeda adalah warga negara Tiongkok yang berasal
dari etnis selain Han. Selain itu, ada pula keluarga yang memilih untuk memiliki anak lebih dari satu
dan membayar denda.

The Danshan, Sichuan Province Nongchang Village people Public Affairs Bulletin Board in September
2005 noted that RMB 25,000 in social compensation fees were owed in 2005. Thus far 11,500 RMB
had been collected leaving another 13,500 RMB to be collected.

Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2007 oleh University of California, Irvine, kebijakan ini
terbukti efektif menekan angka kelahiran. Saat ini angka kelahiran rata-rata di China adalah 1,4
kelahiran per wanita. Namun sebagai efek sampingnya, penuaan populasi dan pertumbuhan
populasi negatif terjadi di beberapa daerah. Sebuah kelompok khusus yang terdiri dari akademisi
dari Tiongkok maupun luar Tiongkok juga dibentuk untuk mempelajari hasil kebijakan ini sejak 2001.
Pada tahun 2004, kelompok ini mengeluarkan laporan yang membahas tentang efek kebijakan
terhadap distribusi usia dan jenis kelamin, namun demikian pemerintah tidak mendukungnya.
Pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa kebijakan ini akan terus berlangsung setidaknya hingga
tahun 2015.

Efek
Setelah kebijakan satu anak diberlakukan, rata-rata kelahiran di Tiongkok turun dari 2,63 kelahiran
per wanita pada tahun 1980 (sudah terjadi penurunan tajam lebih dari lima kelahiran per wanita
pada awal tahun 1970) menjadi 1,61 pada tahun 2009. Namun, kebijakan itu sendiri kemungkinan
berpengaruh pada keseluruhan rata-rata kelahiran.
Tiongkok, seperti kebanyakan negara Asia lainnya, memiliki tradisi turun-temurun. Secara umum,
penjelasan mengenai anak preferensi dapat diterima oleh anak-anak dalam keluarga yang tinggal di
pedesaan, karena dianggap lebih bermanfaat dalam bertani. Antara populasi pedesaan dan
perkotaan memiliki insentif ekonomi dan tradisional seksis, termasuk sisa-sisa
paham Konfusianisme, yang lebih mengutamakan anak laki-laki daripada perempuan. Anak laki-laki
lebih disukai karena mereka memberikan kebutuhan keuangan utama bagi orang tua saat masa
pensiun, dan orang tua laki-laki biasanya lebih baik dalam merawat anak daripada isterinya.

Kelebihan

Dampak atas layanan kesehatan

Fokus Tiongkok terhadap hal ini guna membantu pengendalian populasi penduduk dalam rangka
menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik bagi perempuan serta pengurangan risiko kematian
dan cedera akibat kehamilan. Di dalam kantor keluarga berencana di Tiongkok (atau Bidan di
Indonesia), setiap perempuan mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis dan juga kelas pra-
kehamilan, yang berkontribusi terhadap keberhasilan kebijakan tersebut, hal ini terdiri dari dua hal.
Pertama, rumah tangga rata-rata di negara Tiongkok mengeluarkan lebih sedikit sumber daya, baik
dari segi waktu dan uang, hal ini tentunya dapat digunakan sebagai lahan berinvestasi bagi Tiongkok.
Kedua, sejak masih kecil tidak bisa lagi mengandalkan anak-anak yang untuk dapat merawat
orangtua, hal ini menjadikan dorongan menghemat uang bagi masa depan.

Dengan pertimbangan ini, akhirnya pihak berwenang Tiongkok sukses besar dalam membantu
menerapkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok saat ini. penurunan tingkat kesuburan serta
pertumbuhan penduduk telah mengurangi masalah kelebihan penduduk di negeri ini,
seperti epidemi, tempat tinggal kumuh, ketegangan pada masyarakat akibat penyalahgunaan lahan
subur dan volume limbah yang tinggi.

Kritik

Sejak 2012, selain karena kekhawatiran atas aborsi paksa dan pertimbangan lainnya, pembatalan
kebijakan ini mulai didiskusikan di beberapa tempat. Salah satu dasar pemikirannya adalah,
kelahiran anak baru di Tiongkok tidak akan memperlihatkan perbedaan signifikan antara dengan
atau tanpa kebijakan ini.
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Keluarga berencana berarti pasangan suami istri yang telah mempunyai perencanaan yang
kongkrit mengenai kapan anaknya diharapkan lahir agar setiap anaknya lahir disambut dengan rasa
gembira dan syukur dan merencanakan berapa anak yang dicita-citakan, yang disesuaikan dengan
kemampuannya dan situasi kondisi masyarakat dan negaranya.

Alat kontrasepsi yang dibenarkan menurut Islam adalah yang cara kerjanya mencegah
kehamilan (man’u al-haml), bersifat sementara (tidak permanen) dan dapat dipasang sendiri olrh
yang bersangkutan atau oleh orang lain yang tidak haram memandang auratnya atau oleh orang lain
yang pada dasarnya tidak boleh memandang auratnya tetapi dalam keadaan darurat ia dibolehkan.
Selain itu bahan pembuatan yang digunakan harus berasal dari bahan yang halal, serta tidak
menimbulkan implikasi yang membahayakan (mudlarat) bagi kesehatan.

Alat/metode kontrasepsi yang tersedia saat ini telah memenuhi kriteria-kriteria tersebut
diatas, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa KB secara substansial tidak bertentangan dengan
ajaran Islam bahkan merupakan salah satu bentuk implementasi semangat ajaran Islam dalam
rangka mewujudkan sebuah kemashlahatan, yaitu menciptakan keluarga yang tangguh, mawardah,
sakinah dan penuh rahmah. Selain itu, kebolehan (mubah) hukum ber-KB, dengan ketentuan-
ketentuan seperti dijelaskan diatas, sudah menjadi kesepakatan para ulama dalam forum-forum ke
Islaman, baik pada tingkat nasional maupun Internasional (ijma’al-majami).

Para ulama yang membolehkan KB sepakat bahwa Keluarga Berencana (KB) yang dibolehkan
syari`at adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan
sementara atas kesepakatan suami-isteri karena situasi dan kondisi tertentu untuk kepentingan
(maslahat) keluarga.

Hukum KB secara prinsipil dapat diterima oleh Islam, bahkan KB dengan maksud
menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan melahirkan keturunan yang tangguh sangat
sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu mewujudkan kemashlahatan bagi umatnya. Selain itu, Kb
juga memiliki sejumlah manfaat yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari
fungsi dan manfaat KB yang dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka
tidak diragukan lagi kebolehan KB dalam Islam.
3.2. Saran

Dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera sesuai dengan syariat Islam maka penulis
berharap pemerintah tidak henti-hentinya memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada
masyarakat agar melaksanakan program pemerintah karena dengan menggunakan alat kontrasepsi
bukan berarti menolak takdir dari Allah SWT tetapi dalam rangka meningkatkan ke Imanan dan
Ketaqwaan kepada Allah SWT.

3.3. Pertanyaan

1. Zanatun (D3 Kebidanan)


Pertanyaan : Maksud manfaat KB untuk mengurangi kematian anak bayi ?
Jawaban : contohnya jika ada seorang ibu yang baru melahirkan kemudian ibu itu hamil
kembali resiko kematian bayi yang di kandung nya tinggi, karena seorang ibu yang baru saja
melahirkan rahimnya belum sepenuhnya pulih atau rahimnya masih dalam masa pemulihan

2. EL (S1 Keperawatan)
Pertanyaan : Maksud dari kelainan letak lintang pada bayi ?
Jawaban : suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi
yang satu sedangkan bokong pada sisi yang lain (Bayi Sungsang).

3. Rina (D3 Keperawatan)


Pertanyaan : Efek samping yang terjadi pada KB ?
Jawaban : efek samping dari alat kontasepsi hormonal yakni pil dan suntik KB adalah timbul
rasa nyeri kepala , pusing, payudara terasah kencang, timbul rasa mual ingin muntah,
mengalami perdarahan, mengalami gairah seksual atau libido, perasaan atau emosi atau
mood yang sering berubah-ubah, dan lain-lain.

4. Doni (D3 Keperawatan)

Pertanyaan : KB yang paling efektif sehingga untuk mengurangi resiko ?

Jawaban : KB yang efektif dan mengurangi resiko dalam kesehatan adalah KB dengan
metode penanggalan Yaitu mengetahui masa subur istri. Masa subur istri adalah 14 hari
setelah hari pertama menstruasi. Masa subur adalah dimana ovum/sel telur wanita telah
matang dan siap untuk dibuahi. Para ahli mengambil kemungkinan empat hari sesudah
ataupun sebelumnya bisa terjadi masa subur. Metode KB dengan penanggalan yaitu jangan
menumpahkan sperma kedalam rahim saat masa subur.
1. Teresia (S1 Keperawatan)

Pertanyaan : Kebutuhan ASI apa saja yang diberikan selama 6 bulan ?

Jawaban : Asi merupakan kebutuhan utama dan sebagai makanan bayi dari umur 0 bulan, di
dalam ASI terdapat karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hormon pertumbuhan,
enzim dan zat kekebalan dengan komposisi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan bayi.

2. Novi (D3 Kebidanan)

Pertanyaan : Apa perbedaan semua alat KB ?

Jawaban :

 Pil KB = obatan berbentuk padatan kecil dan di konsumsi setiap hari dalam
penggunaanya
 Koyo (Patch) = seperti koyo pada umumnya di letakkan di lengan bokong, hormone
progestin dan estrogen akan lepas jika koyo di letakkan di kulit tubuh.
 Suntikan (depo provera) =di suntikkan di daerah bokong dan mampu bertahan
selama 3 bulan.
 IUD = merupakan plastic yang di masukkan ke dalam vagina dengan bentuk T,
mampu di gunakan 5-10 tahun.
 Susuk = berbentuk susuk atau implant di masukkan ke dalam kulit lengan biasanya
digunakan selama 3 bulan.
 Cincin vagina = di gunakan dalam vagina ketika tubuh sedang tidak menstruasi dan
harus dig anti sebulan sekali
 Spons = di gunakan dalam vagina atau dekat dengan mulut rahim , jika ingin
menggunakan alat ini sebaiknya di gunakan sehari sebelummelakukan hubungan
seksual.
 Kondom = di gunakan oleh pria untuk menampung sperma agar tidak masuk ke
vagina.
 Spermisida = membunuh sel sperma yang masuk agar tidk membuahi sel telur di
rahim.
DAFTAR PUSTAKA

Mas say loros. (2011). Dalam As-sunnah edisi 01/Tahun V/2001M/1421H] termuat dalam
: http://kanal3.wordpress.com/2011/02/13/bagaimanakah-hukum-keluarga-berencana-kb-dalam-
pandangan-islam/

Drs.H. Aminudin Yakub,MA-Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI


Pusat http://keluargaberencanadalamislam.blogspot.com/2009/12/pandangan-hukum-islam-
tentang-keluarga.html

Tu’nas Fuaidah. (2009). http://8tunas8.wordpress.com/keluarga-berencana-kb-dalam-pandangan-


islam/

http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/18/program-kb-dalam-perspektif-islam/

Mardiyahttp://www.kulonprogokab.go.id/v2/files/MEWUJUDKAN%20KELUARGA_%20SEJAHTERA_D
ALAM_PERSPEKTIF_ISLAM_2.pdf

Dan lain – lain.