Anda di halaman 1dari 17

Metode riset arsitektur

perencanaan kampung wisata 1000 topeng

Dosen pembimbing:

Dr.Ir.H.A. Tutut Subadyo ,MSIL Nurul Aini ST, MT

Semester genap 2017-2018

FERNANDO MELKYZEDEC

14430006

Konsep dasar & pengembangan

:

Konsep utama:

memadukan konsep topeng malangan (unsur feminimisme) dengan konsep kesetangkupan.

topeng malangan memiliki arti lambang cinta dengan unsur-unsur feminimisme, sedangkan

kesetangkupan berasal dari 2 unsur yang berbeda namun menjadi satu yang terungkap dalam adegan gunungsari-patrajaya.

Konsep pengembangan

memadukan konsep alur penyajian topeng malangan dengan simbol karakter topeng malangan

Dalam penyajian topeng malangan selalu diiringi oleh tarian & bunyi dimana setiap

adegannya memiliki makna yang tersirat sebagai suatu simbol yang sesuai dengan karakter topeng yang mencerminkan sebuah sebuah simbol/kedok yang berada di

luar manusia

Area penerimaan

Area penerimaan 2 1 3 Area penerimaaan mengalami beberapa penambahan area & fasilitas, pada eksisting awal.
2 1 3
2
1
3

Area penerimaaan mengalami beberapa

penambahan area

& fasilitas, pada

eksisting awal.

Pada bagian selatan tapak sangat cocok digunakan sebagai

lahan penerimaan

karena berada

dekat dengan jalan

& kontur yang rata

1. Tempat parkir

2. Information centre

3. Gerbang masuk

Area transisi

parkir 2. Information centre 3. Gerbang masuk Area transisi 1 2 3 4 Area transisi mengalami
1 2 3 4
1
2
3
4

Area transisi

mengalami beberapa

penambahan fasilitas, dari eksisting awal

Tapak bagian ini awalnya kurang

memiliki daya tarik

karena tidak

dimanfaatkan, sehingga pemberian

fasilitas ditempatkan pada area ini agar pengunjung dapat

berjelajah ke seluruh

kawasan kampung

1.

Work shop

2.

Sanggar tari

3.

Jogging area

4.

Sitting group

Area service

Area service 1 2 3 Area service mengalami beberapa penambahan fasilitas , dari eksisting awal. Pada
1 2 3
1
2
3

Area service mengalami beberapa penambahan fasilitas , dari eksisting awal.

Pada area ini

ditambahkan pula

toko cinderamata, agar tidak menjadi terpisah karena sebelumnya

bergabung di kantor

pengelola yang

berada di rumah kawasan warga kampung topeng

1. Tempat Kuliner

2. Area Cinderamata

3. Kantor pengelola (dinas) sekaligus TIC

Main area

3. Kantor pengelola (dinas) sekaligus TIC Main area 2 1 Main area mengalami beberapa perubahan area,
2 1
2
1

Main area mengalami beberapa perubahan area, pada eksisting awal seperti pemindahan musholla & parkir.

Pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan suasana dari

pertunjukan tari,

dimana bagian ini

menjadi point utama dalam kampung topeng, sehingga dipindahlah beberapa obyek awal pada site ini

1. Amphitheatre

2. Sitting group

Rancangan aktifitas budaya & fasilitas budaya

aktifitas

jenis aktivitas

fasilitas

waktu

pengguna

     

Anak-anak,

menikmati

Remaja,

pemandangan

taman beskalan lanang

Pagi-sore

dewasa dan

sekitar

lansia

pembelajaran tari & pembuatan topeng

   

Anak-anak,

Remaja,

 

sanggar jejer jawa

pagi - sore

dewasa dan

lansia

   

pagi - sore

Anak-anak,

 

Remaja,

makan minum

sentra kuliner bubaran

dewasa dan

(apabila terdapat even sampai malam)

lansia

     

Anak-anak,

menikmati pertunjukan tari

amphitheatre jejer sabrang

Remaja,

Pagi-malam

dewasa dan

   

lansia

     

Anak-anak,

Remaja,

jogging

taman beskalan lanang

pagi - sore

dewasa dan

lansia

USULAN FESTIFAL

Festival

Waktu

Lomba melukis topeng

Sebulan sekali

Festival Malang Tempo Dulu

hari kemerdekaan

Pesta kembang api

tahun baru

lomba menari topeng malangan

2 bulan sekali

lomba membuat topeng

hari pendidikan nasional

lomba teatrelikal perjuangan

hari pancasila

Festifal bumi

setia[p panen raya

Rancangan jalur wisata budaya

Tata kawasan wisata menyesuaikan dengan eksisting yang telah ada dengan penambahan & pemindahan beberapa obyek yang didasari oleh analisis.

Konsep sirkulasi menyesuaikan dengan konsep utama,

yaitu feminim, maka dipilihlah jalur sirkulasi yang tidak

memiliki sudut (menggambarkan feminimisme), dengan pola linear satu arah.

Rancangan jalur wisata budaya

3 4 2 5 1
3
4
2
5
1
6
6
Rancangan jalur wisata budaya 3 4 2 5 1 6 = Alur cerita Perancangan jalur wisata

= Alur cerita

Perancangan jalur wisata budaya menggunakan konsep alur cerita pementasan topeng malangan. Dengan menggunakan konsep feminimitas yang

diimplementasikan dengan alur

pedestrian yang tidak bersudut(melengkung). Dengan terbagi menjadi 6 area:

1.

Area Gendang Giro

2.

Area Beskalan Lanang

3.

Area Jejer Jawa

4.

Area Gunung Sari & Patrajaya

5.

Area Jejer Sabrang &

perang brubuh.

6.

Area bubaran.

Rancangan jalur wisata budaya

Area Gending Giro

1
1
budaya A r e a G e n d i n g G i r o

Nama gending giro merupakan sebuah urutan dalam penyajian wayang topeng yang diawali dengan menabuh gending eleng- eleng, krangean, loro-loro, gending gondhel dan diakhiri dengan gending sapu jagat.

gending gondhel dan diakhiri dengan gending sapu jagat. Di area ini, pengimplementasian dari gending giro terdapat
gending gondhel dan diakhiri dengan gending sapu jagat. Di area ini, pengimplementasian dari gending giro terdapat

Di area ini, pengimplementasian dari gending

giro terdapat pada batu pengarah yang

berbentuk lonjong untuk mengarahkan pengunjung ke area berikutnya, yang berartikan alat musik yang membuat suasana meriah.

Batu

pengarah

Rancangan jalur wisata budaya

Area Beskalan lanang

Perwujudan area beskalan lanang merupakan perwujudan maskulinitas & feminimitas yang melambangkan sifat kesetangkepan sebagai lambang cinta sejati oleh dua insan

kesetangkepan sebagai lambang cinta sejati oleh dua insan 2 Di area ini, pengimplementasian dari beskalan lanang
2
2
kesetangkepan sebagai lambang cinta sejati oleh dua insan 2 Di area ini, pengimplementasian dari beskalan lanang
kesetangkepan sebagai lambang cinta sejati oleh dua insan 2 Di area ini, pengimplementasian dari beskalan lanang

Di area ini, pengimplementasian dari beskalan lanang terdapat pada area sitting group yang saling berhadapan disetiap 10 meter. Dimana tempat ini diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk beristirahat ataupun menikmati keadaan sekitar.

Area

sitting

group

Rancangan jalur wisata budaya

Area Jejer jawa

3
3

Perwujudan area jejer jawa & dimasukkan kedalam area sekitar sanggar tari & workshop dimana setiap baris orang bekerja melakukan aktivitasnya masing masing

baris orang bekerja melakukan aktivitasnya masing masing Di area ini, pengimplementasian dari beskalan

Di

area

ini,

pengimplementasian

dari

beskalan

lanang

terdapat

pada

area

pedestrian

workshop.

di

sekitar

area

sanggar

tari

&

Rancangan jalur wisata budaya

Area Patrajaya & Gunungsari

4
4

Perwujudan area patrajaya & gunungsari merupakan simbol alam sadar & alam bawah sadar yang menunjukkan spirit alam yang bermakna kehidupan.

sadar yang menunjukkan spirit alam yang bermakna kehidupan. Di area ini, pengimplementasian dari patra jaya &

Di area ini, pengimplementasian dari patra jaya & gunung sari terdapat pada rumah yang berjejer di area pedestrian. Rumah sendiri merupakan tempat tumbuhnya seseorang, dimana tempat tersebut dipakai untuk bernaung & mengawali/mengahiri hari

Rancangan jalur wisata budaya

Perwujudan area Jejer sabrang merupakan adegan yang melambangkan lawan dari kesetangkupan dengan dengan mempertemukan dua elemen yang saling bertolak belakang. Sementara dalam adegan brubuh memberikan makna dari pusat

dengan mempertemukan dua elemen yang saling bertolak belakang. Sementara dalam adegan brubuh memberikan makna dari pusat

Di area ini, pengimplementasian dari jejer sabrang &

perang brubuh dimaknai dalam penambahan elemen air & api di bagian amphitheatre dimana lokasinya berada di pusat kampung topeng. Sekaligus menjadi klimaks dalam perjalanan jalur wisata.

Area Jejer Sabrang & perang brubuh

5
5
api
api

air

Rancangan jalur wisata budaya

Area bubaran

6
6

Perwujudan area bubaran merupakan penutup rangkaian pementasan tari topeng malangan

merupakan penutup rangkaian pementasan tari topeng malangan Di area ini, pengimplementasian dari adegan bubaran dimaknai

Di area ini, pengimplementasian dari adegan

bubaran dimaknai dalam akhiran, yang dapat

membuat orang senang & terkesan. Maka di area ini diletakkanlah area kuliner & toko cinderamata.

Art work

Art work Desain sanggar tari yang berbentuk angka 8, yang dianalogikan sebagai alat musik bonang dalam
Art work Desain sanggar tari yang berbentuk angka 8, yang dianalogikan sebagai alat musik bonang dalam

Desain sanggar tari yang berbentuk angka 8, yang dianalogikan sebagai alat musik bonang dalam tabuhan di dalam adegan gending giro, bentukan ini bila dipisah menunnjukkan 2 buah lingkaran, dimana bentuk ini mengadopsi konsep kesetangkupan dari topeng malangan. Bentukan bangunan dibuat terbuka agar pengunjung dapat melihat aktivitas di dalamnya

Dimana tempat ini difungsikan sebagai sanggar tari

& pengecatan topeng (workshop), yang dilakukan oleh pengunjung, tempat ini juga sebagai sarana interaksi penghuni kampung dengan masyarakat. Dengan topeng malangan sarana penyalurnya.

Tempat ini digunakan pula sebagai tempat

pembuatan topeng Dimana hasil” kerajinan seperti topeng hiasan dll akan dijual di area cinderamata.

Hard scape & soft Scape

Hard scape & soft Scape Hard scape Soft scape Jalur pedestrian Menggunakan batu andesit dengan proses

Hard scape

Hard scape & soft Scape Hard scape Soft scape Jalur pedestrian Menggunakan batu andesit dengan proses

Soft scape

Jalur pedestrian Menggunakan batu andesit dengan proses

pembakaran dengan kulit jeruk ( agar tidak lumutan)

Area parkir menggunakan cor beton bertulang

Area Amphitheatre menggunakan paving bata merah dengan proses pembakaran dengan kulit jeruk ( agar tidak lumutan)

Menggunakan pohon kayu sekunder di sekitar wilayah kampung. Seperti mahoni & sengon

Dengan paduan perdu & tanaman berbunga

Squence - squence

Area gunungsri patrajaya

Area ini terdapat rumah”

warga kampung topeng

patrajaya Area ini terdapat rumah” warga kampung topeng Area jejer sabrang & perang brubuh Area ini
patrajaya Area ini terdapat rumah” warga kampung topeng Area jejer sabrang & perang brubuh Area ini

Area jejer sabrang & perang brubuh

Area ini merupakan pusat

dari kampungdimana

amphitheathre berada

3 4 2 5 1 6 Area Gening giro
3
4
2
5
1
6
Area Gening giro
amphitheathre berada 3 4 2 5 1 6 Area Gening giro Area jejer jawa Area ini

Area jejer jawa

Area ini menyajikan tari & proses artwork topeng malangan

ini menyajikan tari & proses artwork topeng malangan Area beskalan lanang Area beskalan lanang menyajikan taman

Area beskalan lanang

Area beskalan lanang menyajikan taman dengan sitting group

Area gening giro merupakan area pertama yang

dimasuki pengunjung satelah area parkir

area pertama yang dimasuki pengunjung satelah area parkir Area bubaran Area yang menyajikan kenangan & kesenangan

Area bubaran

Area yang menyajikan kenangan & kesenangan yang menarik bagi pengunjung

Detail kreatif arsitektural

Detail kreatif arsitektural Sitting group Desain sitting group menerapkan, pengimplementasian dari beskalan lanang yang

Sitting group

Desain sitting group menerapkan, pengimplementasian dari beskalan lanang yang merupakan lambang kesetangkupan cinta sejati, terdapat pada area sitting group yang saling berhadapan disetiap 10 meter. Dimana tempat ini

diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk beristirahat

ataupun menikmati keadaan sekitar.

kaki untuk beristirahat ataupun menikmati keadaan sekitar. G e r b a n g Desain gerbang

Gerbang

Desain gerbang masuk yang tidak berada di

posisi bersebrangan, melainkan pada posisi

sejajar, yang berbentuk seperti umbul- umbul bertuliskan sugeng rawuh atau selamat datang.