Anda di halaman 1dari 18

TITRASI ASAM BASA

KELOMPOK:

Nama Anggota : 1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kelas :
FENOMENA

Bacalah cerita berikut ini!

Kadar asamcuka perdagangan

Anto disuruh ibunya membeli cuka di minimarket yang tidak jauh


dari rumahnya. Cuka itu akan digunakan ibunya untuk membuat acar.
Pada saat perjalanan pulang ke rumah, Anto mengamati botol plastik
putih yang berisi cairan yang tak berwarna dan dia tertarik dengan tulisan
kadar 25%. Anto teringat dengan pelajaran asam-basa yang baru
dipelajarinya bahwa cuka merupakan jenis asam lemah dengan nama
kimianya asam asetat dengan rumus kimia CH3COOH.

Dodi, teman sekelasnya di SMA Negeri 1 Bandung melihatnya, kemudian datang


menghampiri, dan percakapanpun terjadi:
Dodi: “Apa yang kamu lihat dari botol itu nto” ?

Anto: “Kadar asam asetatnya Di


Dodi: “Memang kenapa kadarnya ?
Anto: “25% lagi. Dari sekian banyak cuka yang pernah saya lihat selalu bertuliskan kadar
25%, pedahal tingkat keasamannya selalu beda jika dicampurkan ke makanan
dengan takaran yang sama.
Dodi: kamu betul Nto, kemarin saja mamaku sempat kesal karena cuka yang dibelinya
berbeda rasa asamnya padahal sama-sama kadarnya 25% loh.
Anto: kok bisa begitu ya ?, apakah ada yang salah dengan penulisan kadarnya ?
Dodi: Nda tahulah Nto, boleh jadi kayak gitu.
Anto: Maaf Di, saya harus cepat-cepat balik ke rumah karena cukanya mau digunakan.
Nanti perbincangan ini kita lanjutkan lagi.
Dodi: Ok.
Rumusan Masalah

Berdasarkan cerita di atas, masalah


apa yang kamu temukan dari
percakapan antara Anto dan Dodi !
(kemukakan masalah tersebut dalam
bentuk pertanyaan)
Apakah
………………………………………
….……………………….................
……….................................................
.......................................................

Hipotesis

Buatlah jawaban sementara atau hipotesis dari


rumusan masalah yang telah dibuat!
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.........
LKPD
PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA

Untuk membuktikan hipotesismu, mari kita lakukan percobaan berikut ini!

Menguji Hipotesis
Ayo kita lakukan praktikum berikut untuk membuktikan hipotesismu!

Siapkan alat dan bahan


berikut!

Alat dan Bahan


a. Alat
1) Statif dan Klem 1 buah
2) Buret 50 mL 1 buah
3) Erlenmeyer 100 mL 3 buah
4) Gelas kimia 50 mL 1 buah
5) Pipet gondok 10 mL 1 buah
6) Botol semprot 1 buah
7) Pipet tetes 1 buah
8) Corong
b. Bahan
1) Larutan NaOH 0,096 M yang sudah distandarisasi
2) Asam cuka perdagangan dengan pengenceran 20 kali 10 mL
3) Indikator 3 tetes
4) Akuades
5) Aluminium foil
6) Tissu
Prosedur Kerja

1) Menentukan indikator yang akan digunakan melalui diskusi sesuai LKS


2) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

“ alat-alat Praktikum”

Statif dan klem Erlenmeyer Corong Pipet tetes

Buret Botol Semprot Gelas kimia Pipet gondok

3)
Pasanglah buret pada statif
dengan menggunakan klemdan beri tissu pada bagian bawah
seperti yang terlihat pada gambar.

4)
Isilah buret dengan NaOH sampai tanda batas 50 mL dengan menggunakan
corong kemudian tutup mulut buret dengan aluminium foil
5) Catat merek cuka yang digunakan dan kadar asam asetat yang tercantum pada label
Botol cuka
Merek cuka : ... Kadar asam cuka : . . .

6) Ambilah larutan asam cuka yang sudah di encerkan


sebanyak 10 mLdengan menggunakan pipet gondok lalu
tuangkanke labu erlenmeyer seperti terlihat pada gambar

7) Tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein.


8) Titrasi analit dengan larutan NaOH 0,1 Msedikit demi
sedikit sambil mengocok erlenmeyer secara teratur sampai
indikator mengalami perubahan warna yang stabil.

9) Catat jumlah volume NaOH setelah titik akhir titrasi pada tabel data hasil pengamatan
yang telah di sediakan.
10) Mengulangi percobaan 5 – 8 sebanyak dua kali.
Tabel: Data hasil Pengamatan
Erlenmeyer Volume awal Volume akhir Volume NaOH yang
NaOH NaOH ditambahkan
(V NaOH akhir – V NaOH awal)
1 ... ... ...
2 ... ... ...
3 ... ... ...
Rata-rata ...

Berdasarkan tabel hasil pengamatan, lengkapilah data berikut !


1. Tuliskan reaksi antara asam cuka (CH3COOH) dengan NaOH
2. Berikut tabel indikator yang digunakan untuk titrasi asam-basa
Tabel: Beberapa indikator yang dapat digunakan pada titrasi asam-basa

Indikator pKa Rentang pH Perubahan warna


(25°C) perubahan warna (Bentuk asam → bentuk basa)
Metil orange 3,40 3,2 - 4,4 Merah-kuning
Metil merah 4,95 4,8 - 6,0 Merah-kunig
Bromtimol biru 7,1 6,0 - 7,6 Kuning- biru
Kresol merah 8,2 7,2 - 8,8 Kuning-merah
Fenolftalein 10,0 8,2 - 10,0 Tak berwarna-merah muda
Berdasarkan data pada tabel tersebut, pilihlah satu indikator yang tepat untuk di gunakan
pada praktikum penentuan kadar asam cuka (CH3COOH) dengan NaOH 0,096M !

3. Tentukan konsentrasi asam cuka (CH3COOH ) setelah diencerkan!


n ekivalen CH3COOH = n ekivalen NaOH
N CH3COOH x VCH3COOH= N NaOH x VNaOHrata-rata
( ∑ ion H+ x [CH3COOH] ) xVCH3COOH= ( ∑ ion OH- x [NaOH] ) x . . .
... x[CH3COOH]x....= . . . x . . .x ...
[CH3COOH]x ... = ...
[CH3COOH]= . . . M
4. Tentukan konsentrasi asam cuka(CH3COOH ) sebelum diencerkan! (Ingat! asam cuka
diencerkan 20 kali)
[CH3COOH] sebelum pengenceran= [CH3COOH] setelah diencerkan x 20
[CH3COOH] sebelum pengenceran = ... x 20
𝑚𝑚𝑜𝑙
[CH3COOH] sebelum pengenceran = . . . M = . . . 𝑚𝐿

5. Tentukan massa asam cuka (CH3COOH) dalam 1 mL larutan cuka !


m CH3COOH = [CH3COOH]x Mr CH3COOH
𝑚𝑚𝑜𝑙 𝑚𝑔
m CH3COOH = ... 𝑚𝐿
x . . .. 𝑚𝑚𝑜𝑙
𝑚𝑔 𝑔
m CH3COOH = . . . . 𝑚𝐿
= ... . 𝑚𝐿
6. Tentukan Kadar asam cuka (CH3COOH) dalam 100 mL cuka dapur !
% m CH3COOH = m CH3COOH x 100 %
= ... x 100%
= ... %
LKPD
PENENTUAN KURVA TITRASI ASAM BASA

1. Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengetahui konsentrasi NaOH dengan cara
mereaksikannya dengan larutan HCl yang telah diketahui konsentrasinya dan ia pun
memulainya dengan merangkai alat seperti pada gambar di bawah. Siswa tersebut
memasukkan larutan NaOH yang belum diketahui konsentrasinya ke dalam sebuah buret
dan 25 mL HCl 0,1 M ke dalam sebuah labu Erlenmeyer. Sebelum larutan HCl dititrasi
dengan larutan NaOH, terlebih dahulu laruran HCl ditambahkan indikator asam-basa.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukannya, diperoleh data sebagai berikut:

Volume NaOH yang


pH Larutan
ditambahkan (mL)
0 1,00
5 1,18
10 1,37
15 1,60
20 1,95
22 2,20
24 2,69
25 7,00
26 11,29
28 11,75
30 11,96
35 12,22
40 12,36
45 12,46
50 12,52

Pertanyaan:
a. Gambarkanlah grafik atau kurva hubungan volume NaOH yang ditambahkan terhadap
pH larutan!
14
13
12
11
10
9
pH Lrutan

8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Volume NaOH yang ditambahkan (mL)

b. Berdasarkan grafik yang telah anda buat, pada volume dan pH berapakah titik
ekivalen tercapai? Jelaskan
Jawab:

c. Hitunglah konsentrasi NaOH berdasarkan hasil percobaan titrasi di atas!


Jawab:

d. Indikator apakah yang cocok untuk titrasi asam-basa di atas (amati tabel indikator
yang pada lampiran hal.7)?
Jawab:

e. Berdasarkan sifat larutan asam maupun basa, termasuk jenis titrasi apakah percobaan
tersebut di atas?
Jawab:
2. Kasus yang sama, seorang siswa yang lain juga penasaran dan ingin mengetahui
konsentrasi NaOH yang sebenarnya dengan mereaksikan larutan NaOH (dalam buret)
dengan larutan asam melalui proses titrasi. Tetapi larutan asam yang digunakan adalah
larutan CH3COOH 0,1 M sebanyak 25 mL (dalam labu Erlenmeyer). Dengan
menambahkan beberapa tetes indikator ke dalam larutan CH3COOH, segera ia mulai
melakukan percobaan. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data sebagai berikut:

Volume NaOH yang


pH Larutan
ditambahkan (mL)
0 2,87
5 4,14
10 4,57
15 4,92
20 5,35
22 5,61
24 6,12
25 8,72
26 10,29
28 11,75 Titrat
30 11,96
CH3COOH (aq)
35 12,22
40 12,36
45 12,46
50 12,52

Pertanyaan:
a. Gambarkanlah grafik atau kurva hubungan perubahan volume NaOH terhadap pH
larutan?
14
13
12
11
10
9
pH Larutan

8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Volume NaOH yang ditambahkan (mL)

b. Berdasarkan grafik yang telah anda buat, pada volume dan pH berapakah titik ekivalen
tercapai? Jelaskan!
Jawab:

c. Hitunglah konsentrasi NaOH berdasarkan hasil percobaan titrasi di atas!


Jawab:

d. Indikator apakah yang coocok untuk titrasi asam-basa di atas (amati tabel indikator
yang ada pada lampiran hal.7)?
Jawab:

e. Berdasarkan sifat larutan asam maupun basa, termasuk jenis titrasi apakah percobaan
tersebut di atas?
Jawab:
3. Seorang siswa yang lain juga mempunyai masalah yang sama dalam menentukan
konsentrasi suatu larutan. Kali ini justru konsentrasi larutan HCl yang tidak diketahui.
Dengan rasa ingin tahu yang besar, ia pun melakukan percobaan dengan mereaksikan
larutan HCl (dalam buret) dengan larutan NH4OH 0,1 M sebanyak 25 mL (dalam labu
Erlenmeyer) melalui proses titrasi. Tak lupa ia menambahkan beberapa tetes indikator ke
dalam larutan NH4OH untuk memudahkan dalam penentuan titik ekivalen. Berdasarkan
hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut:

Volume HCl
pH Larutan
yang ditambahkan (mL)
0 11,13
5 9,86
10 9,44
15 9,08 Titran
20 8,66 HCl (aq)
22 8,39
24 7,88
25 5,28
26 2,70
28 2,22 Titrat
30 2,00
35 1,70 NH4OH (aq)
40 1,52
45 1,40
50 1,30

Pertanyaan:
a. Gambarkanlah grafik atau kurva hubungan perubahan volume HCl terhadap pH
larutan!
14
13
12
11
10
9
pH Larutan

8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Volume HCl yang ditambahkan (mL)

b. Berdasarkan kurva yang telah anda buat, pada volume dan pH berapakah titik
ekivalen tercapai? Jelaskan
Jawab:

c. Hitunglah konsentrasi HCl berdasarkan hasil percobaan titrasi di atas!


Jawab:

d. Indikator apakah yang coocok untuk titrasi asam-basa di atas (amati tabel indikator
yang ada pada lampiran hal.7)?
Jawab:

e. Berdasarkan sifat larutan asam maupun basa, termasuk jenis titrasi apakah percobaan
tersebut di atas?
Jawab:
LAMPIRAN *
Indikator Asam-Basa yang Lazim

Warna Kisaran
No. Indikator pH
Dalam Asam Dalam Basa
1. Timol biru Merah Kuning 1,2 – 2,8

2. Bromofenol biru Kuning Ungu kebiruan 3,0 – 4,6

3. Metil Jingga Jingga Kuning 3,1 – 4,4

4. Metil Merah Merah Kuning 4,2 – 6,3

5. Klorofenol biru Kuning Merah 4,8 – 6,4

6. Bromotimol biru Kuning Biru 6,0 – 7,6

7. Kresol merah Kuning Merah 7,2 – 8,8

8. fenolftalein Tak berwarna Pink 8,3 – 10,0

Merumuskan kesimpulan

Apa yang bisa kalian simpulkan setelah mempelajari,


diagaram orbital, bilangan kuantum dan bentuk orbital ?
Tuliskan kesimpulanmu dibawah ini!
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
Setiap siswa membuat laporan hasil
praktikum kelompoknya pada buku
laporan dan dikumpulkan minggu depan

Evaluasi

1. Seorang siswa ingin menitrasi 0,10 M NH3 dengan 0,10 M HNO3. Tentukalah indikator yang
paling cocok di gunakan oleh siswa tersebut untuk penentuan titik akhir titrasi.

2. Siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Bandung sedang melakukan percobaan titrasi asam
basa untuk menentukan kadar asam cuka perdagangan merek “GETAS”. Pada percobaan
tersebuttentukanlah konsentrasi asam cukabila titrasi 10 mL larutan asam cuka rata-rata
memerlukan 21,50 mL larutan NaOH 0,1 M.

3. Tentukanlah % kadar asam cuka pada cuka perdagangan merek “GETAS” jika
pengenceran dilakukan sebanyak 20 kali!
4. Sebanyak 25 mL larutan asam 0,1 M dititrasi dengan suatu larutan basa. Berdasarkan hasil percobaan diperoleh kurva sebagai berikut:

14
13
12
11
10
9
pH Larutan

8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60
Volume Titran yang Ditambahkan (mL)

Pertanyaan:
a. Tentukan titik ekivalen dari titrasi asam-basa di atas!
b. Berapakah konsentrasi basa yang digunaan sebagai titran?
c. Indikator apakah yang tepat untuk titrasi asam-basa di atas?
d. Jika ditinjau dari sifat asam maupun sifat basa yang terlibat, termasuk titrasi asam-basa apakah gambar kurva di atas?