Anda di halaman 1dari 18

KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : PELUANG SUATU KEJADIAN


A. Tujuan Kegiatan Belajar
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, anda diharapkan dapat :
1. Menentukan menentukan nilai peluang suatu kejadian dengan benar.
2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai peluang suatu kejadian
dengan tepat.

B. Uraian Materi
1. Pengertian Ruang Sampel, Titik Sampel, Dan Kejadian
Peluang terjadinya suatu peristiwa adalah nilai yang menunjukkan seberapa
besar kemungkinan peristiwa itu akan terjadi. Misalnya, peluang yang rendah
menunjukkan kemungkinan terjadinya peristiwa itu sangat kecil. .Konsep peluang
berhubungan dengan pengertian eksperimen yang menghasilkan “hasil” yang tidak
pasti. Artinya eksperimen yang diulang-ulang dalam kondisi yang sama akan
memberikan “hasil” yang dapat berbeda-beda. Istilah eksperimen yang kita gunakan
disini tidak terbatas pada eksperimen dalam laboratorium. Melainkan, eksperimen
kita artikan sebagai prosedur yang dijalankan pada kondisi tertentu, dimana kondisi
itu dapat diulang-ulang beberapa kali pada kondisi yang sama, dan setelah prosedur
itu selesai berbagai hasil dapat diamati.
Himpunan S dari semua hasil yang mungkin dari suatu eksperimen yang
diberikan disebut ruang sampel. Suatu hasil yang khusus, yaitu suatu elemen dalam
S, disebut suatu titik sampel. Suatu kejadian A adalah suatu himpunan bagian dari
ruang sampel S. kejadian { a } yang terdiri atas suatu titik sampel tunggal a S
disebut suatu kejadian yang elementer (sederhana).
Notasi yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
 Untuk ruang sampel : S.
 Untuk kejadian huruf-huruf capital, seperti : A, B, …, X, Y, Z.
 Untuk titik sampel, huruf-huruf kecil, seperti a, b, …, y, z atau dengan : a1, a2, …,
x1, x2, …, x n …

Contoh 1
 Eksperimen : Melambungkan sebuah dadu satu kali dan dilihat banyaknya mata
dadu yang tampak/muncul (yang di atas).

1
 Ruang sampel : Dadu mempunyai 6 sisi, dan masing-masing sisi bermata satu,
dua, tiga, empat,lima dan enam.
Himpunan semua hasil yang mungkin dari lambungan tersebut adalah:{1, 2, 3, 4,
5, 6}
Jadi ruang sampelnya : S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}.
 Titik sampel : Titik sampel merupakan suatu elemen dari ruang sampel S.
Elemen-elemen dari S adalah : 1, 2, 3, 4, 5, 6. jadi titik sampelnya : 1 atau 2 atau
3 atau 4 atau 5 atau 6.
 Kejadian : Kejadian merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.
Misalkan:
A = kejadian bahwa muncul mata genap
B = kejadian bahwa muncul mata ganjil
C = kejadian bahwa muncul mata prima
Maka:
A = {2, 4, 6} ; B = {1, 3, 5} ; C = {2, 3, 5}
 Kejadian yang elementer sederhana adalah kejadian yang terdiri atas satu titik
sampel.
Misalkan:
D = kejadian bahwa muncul mata prima yang genap.
Maka D = {2}

Contoh 2
 Eksperimen : Melambungkan sebuah mata uang tiga kali dan dilihat deretan dari
sisi muka (M) dan sisi belakang (B) yang tampak.
 Ruang sampel : Satu mata uang dilambungkan tiga kali.
Maka kemungkinan sisi yang tampak adalah : MMM, MMB, MBM, MBB,
BMM, BMB, BBM,BBB.
Jadi ruang sampelnya:S = {MMM, MMB, MBM, MBB, BMM, BMB, BBM,
BBB}
 Titik sampel : Merupakan elemen dari ruang sampel S. jadi titik sampelnya :
MMM, MMB, MBB, MBM, BMM, BMB, BBM, BBB.
 Kejadian : Merupakan himpunan bagian dari ruang sampel S.
Misalkan :
A = kejadian muncul 2 sisi M atau lebih
B = kejadian bahwa ketiga lambungan menghasilkan sisi yang sama
Maka :

2
A = {MMM, MMB, MBM, BMM}
B = {MMM, BBB}.
 Kejadian yang elementer/sederhana adalah kejadian yang terdiri atas satu titik
sampel.
Misalkan C = kejadian bahwa dari tiga lambungan muncul sisi M semua.
Maka C = { MMM }

2. Peluang Suatu Kejadian


Jika ruang sampel S mempunyai anggota yang berhingga banyaknya dan setiap titik
sampel mempunyai kesempatan untuk muncul yang sama, dan A suatu kejadian
munculnya percobaan tersebut, maka peluang kejadian A dinyatakan dengan :

n( A)
P(A) =
n( S )
Keterangan :
P(A) = Peluang muncul A
n(A) = banyaknya kejadian A
n(S) = banyaknya kemungkinan kejadian S

Contoh 3:

Seorang pedagang telur memiliki 200 butir telur, karena kurang berhati-hati 10 butir
telur pecah. Semua telur diletakan dalam peti. Jika sebutir telur diambil secara acak.
Tentukan peluang terambilnya telur yang tidak pecah!

Jawab :
Banyaknya titik sampel n(s) = 200
Titik sampel telur yang tidak pecah n(A) = 200 – 10 = 190
n( A)
P(A) =
n( S )
190
=
200
19
=
20
19
Jadi, peluang terambilnya telur yang tidak pecah adalah
20

Contoh 4:
Sebuah dadu mata enam dilempar satu kali. Berapa peluang munculnya mata dadu
ganjil ?
Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}  n(S) = 6
3
A = {1, 3, 5}  n(A) = 3
n( A) 3 1
Jadi, P(A) = = =
n( S ) 6 2

Contoh 5:
Dalam setumpuk kartu bridge (remi) diambil satu kartu secara random (acak).
Tentukan peluang yang terambil adalah kartu As !
Jawab :
Banyaknya kartu bridge adalah 52, berarti n(S) = 52
n(As) = 4
n( As ) 4 1
Jadi, P(As) = = =
n( S ) 52 13

3. Kepastian dan Kemustahilan


Sebuah kotak berisi kelereng 5 buah kelereng merah. Sebuah kelereng secara
acak diambil dari kotak tersebut. Berapakah peluangnya bahwa kelereng yang
terambil tersebut berwarna merah?
Karena semua kelereng yang ada dalam kotak tersebut berwarna merah, maka kalau
diambil secara acak satu kelereng, maka pasti berwarna merah. Peluang terambil

kelereng berwarna merah = = 1.

Karena pasti terjadi, maka kejadian tersebut dinamakan suatu kepastian. Jadi suatu
kepastian adalah suatu kejadian yang pasti terjadi, dan peluangnya sama dengan 1.
Pertanyaan selanjutnya adalah, berapakah peluangnya bahwa kelereng yang terambil
tersebut berwarna putih?
Karena dalam kotak tersebut tidak ada kelereng putih, maka mustahil terjadi bahwa
yang terambil kelereng putih.

Peluang terambilnya kelereng putih = =0


Karena mustahil terjadi, maka peristiwa terambilnya kelereng putih disebut
kemustahilan.
Jadi suatu kemustahilan adalah suatu kejadian yang mustahil terjadi, dan peluangnya
sama dengan 0.

C. Rangkuman
Dari uraian mengenai, maka dapat dirangkum sebagai berikut:

4
1. Ruang sampel S yaitu himpunan dari semua hasil yang mungkin dari suatu
eksperimen.
2. Kejadian atau eksperimen yaitu merupakan himpunan bagian dari ruang sampel S.
n( A)
3. Peluang kejadian A dinyatakan dengan P(A) =
n( S )
4. Suatu kepastian adalah suatu kejadian yang pasti terjadi, dan peluangnya sama
dengan 1.
5. Suatu kemustahilan adalah suatu kejadian yang mustahil terjadi, dan peluangnya
sama dengan 0.

D. Tugas
Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !
1. Satu kartu diambil secara acak dari satu pak kartu yang berisi 10 kartu bernomor 1
sampai 10.
a. Berapakah peluangnya bahwa yang terambil adalah kartu bernomor 3 atau 5?
b. Berapakah peluangnya bahwa yang terambil adalah kartu yang bernomor
bukan nomor genap?
2. Dalam sebuah kotak terdapat 10 bola lampu yang masih hidup dan 5 bola lampu
yang sudah mati. Dua buah bola lampu diambil secara acak dari kotak tersebut.
Berapakah peluangnya bahwa kedua bola lampu yang terambil tersebut
merupakan bola lampu yang masih hidup?
3. Rumah makan “Baru” hanya menjual ayam goreng dengan nasi. Pak Udin ingin
makan di rumah makan tersebut. Berapakah peluangnya bahwa pak Udin makan
bakso di rumah makan “Baru” tersebut? Disebut apakah kejadian tersebut.

5
KEGIATAN BELAJAR 2.1 : PELUANG KEJADIAN SALING LEPAS

A. Tujuan Kegiatan Belajar


Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, anda diharapkan dapat :.
1. Mentukan nilai peluang kejadian saling lepas dengan benar.
2. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kejadian saling lepas
dengan tepat.

B. Uraian Materi
1. Peluang Kejadian yang Saling Lepas
Dua kejadian disebut saling lepas jika irisan dari dua kejadian itu merupakan
himpunan kosong. Himpunan A dan B dikatakan dua kejadian yang saling lepas, sebab
A  B = .
Berdasarkan teori himpunan :
P (A  B) = P(A) + P(B) – P(A  B)
Karena P(A  B) = 0, maka :

P (A  B) = P(A) + P(B)

Contoh 1:
Sebuah dadu bermata enam dilantunkan satu kali. Berapa peluang munculnya mata
dadu ganjil atau mata dadu genap ?

Jawab:
3 1
A = {1, 3, 5}  n(A) = =
6 2
3 1
B = {2, 4, 6}  n(B) = =
6 2
AB=
1 1
P (A  B) = P(A) + P(B) = + =1
2 2

Contoh 2:

6
Sebuah kartu diambil dari satu set kartu remi. Berapakah peluang terambil kartu
bernomor 10 atau kartu bergambar?

Penyelesaian:
Misal:
 AA adalah kejadian terambil kartu bernomor 10
 BB adalah kejadian terambil kartu bergambar.
Dengan demikian,
n(A)=4 → P(A)= 4
 52

n(B)=12 → P(B)= 12
 52

Oleh karena kejadian AA dan BB adalah dua kejadian yang saling lepas karena tidak
dapat terjadi secara bersamaan, maka
P(A∪B) = P(A )+ P(B)

= +

Jadi, peluang terambil kartu bernomor 10 atau kartu bergambar adalah .

2. Peluang Bersyarat
Jika A dan B adalah dua kejadian dalam ruang sampel S dan P(A)  0, maka
peluang bersyarat dari B yang diberikan A didefinisikan sebagai :

P(A  B )
P(BA) = atau P(A  B) = P(A). P(BA)
P(A)

P(BA) dibaca peluang kejadian B jika kejadian A sudah terjadi.

7
Contoh 3 :
Sebuah dadu dilempar . Tentukan peluang bahwa pelemparan itu akan menghasilkan
angka kurang dari 4, jika :
a. tidak ada syarat lain diberikan
b. pelemparan menghasilkan titik dadu yang berangka ganjil

Jawab:
a. Misal A adalah peristiwa munculnya angka kurang dari 4, maka:
A = {1, 2, 3}
1
P(1) = P(2) = P(3) =
6
3 1
P(A) = P(1) + P(2) + P(3) = =
6 2
b. Misal B adalah peristiwa munculnya angka dadu yang ganjil, maka:
B = {1, 3, 5}
1
P(1) = P(3) = P(5) =
6
3 1
P(A) = P(1) + P(3) + P(5) = =
6 2
A  B = {1, 3}
2 1
P (A  B) = P(1) + P(3) = 
6 3
1
P(A  B ) 2
Sehingga : P(BA) = =
3

P(A) 1
3
2

Contoh 4 :
Misalkan terdapat setumpuk kartu bridge sebanyak 52 buah. Seseorang mengambil
dua kartu secara acak dari tumpukkan itu. Berapa peluang terambilnya kartu itu kedua-
duanya adalah “As” jika kartu pertama setelah diambil :
a. dikembalikan
b. tidak dikembalikan

8
Jawab:
a. A = kejadian terambilnya satu kartu As pada pengambilan pertama
= {As, As, As, As}
4
n(A) = 4  P(A) =
52
BA = kejadian terambilnya satu kartu As pada pengambilan kedua setelah
pengambilan pertama kartunya dikembalikan.
4
n(BA) = 4  P(BA) =
52
Jadi, P(A  B) = P(A). P(BA)
4 4 16 1
= . = 
52 52 2704 169

b. A = kejadian terambilnya satu kartu As pada pengambilan pertama


4
n(A) = 4  P(A) =
52
BA = kejadian terambilnya satu kartu As pada pengambilan kedua setelah
pengambilan pertama kartunya tidak dikembalikan.
3
n(BA) = 3  P(BA) =
51
jadi, P(A  B) = P(A). P(BA)
4 3 12 1
= . = 
52 51 2652 221

9
C. Rangkuman
Dari uraian mengenai, maka dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Dua kejadian disebut saling lepas jika irisan dari dua kejadian itu merupakan
himpunan kosong. P (A  B) = P(A) + P(B)
2. Jika A dan B adalah dua kejadian dalam ruang sampel S dan P(A)  0, maka

P(A  B )
peluang bersyarat dari B yang diberikan A didefinisikan P(BA) =
P(A)

atau
P(A  B) = P(A). P(BA)

D. Tugas
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar !
1. Bila A dan B dua kejadian saling lepas, dengan P(A) = 0.3 dan P(B) = 0.25,
tentukanlah P(A u B) !
2. Pada pelemparan dua buah dadu, tentukanlah peluang munculnya muka dua dadu
dengan jumlah 7 atau 11 !
3. Diberikan populasi sarjana disuatu kota yang dibagi menurut jenis kelamin dan
status pekerjaan sebagai berikut
Bekerja Menganggur Jumlah
Laki-laki 460 40 500
Wanita 140 260 400
Jumlah 600 300 900
Misalnya diambil seorang dari mereka untuk ditugaskan melakukan promosi barang
dikota tersebut. Bila ternyata yang terpilih adalah orang yang telah bekerja,
berapakah peluangnya bahwa dia :
a. Laki-laki
b. Wanita
4. Misalkan kita mengambil tiga kartu, diambil tiga kali pada sekelompok kartu bridge
yang lengkap. Setiap kali mengambil, kartu yang terpilih tidak dikembalikan. Ini
dikatakan pengambilan kartu tanpa pengembalian. Tentukanlah probabilitas untuk
memperoleh tiga kartu AS

10
KEGIATAN BELAJAR 2.2 : PELUANG KEJADIAN SALING BEBAS

A. Tujuan Kegiatan Belajar


Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, anda diharapkan dapat :.
1. Mentukan nilai peluang kejadian saling bebas dengan benar.
2. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kejadian saling bebas dengan
tepat.

B. Uraian Materi
1. Kejadian Saling Bebas
Sifat dua atau lebih peristiwa dari suatu percobaan dapat independen dan dapat
pula dependen. Dua atau lebih peristiwa dikatakan independen jika terjadinya suatu
peristiwa tidak mempengaruhi terjadinya peristiwa yang lain. Sebaliknya, dua atau
lebih peristiwa dikatakan bersifat dependen jika terjadinya suatu peristiwa akan
mempengaruhi terjadinya peristiwa yang lain. Dapat dikatakan bahwa dua kejadian A
dan B dalam ruang sampel S dikatakan saling bebas jika kejadian A tidak
mempengaruhi kejadian B dan sebaliknya, kejadian B tidak mempengaruhi kejadian
A
Jika dua keeping mata uang yang homogen dilantunkan bersama-sama, maka
kejadian yang mungkin adalah : S = {(G1,G2), (G1,A2), (A1,G2), (A1,A2)}  n(s) = 4.
Pada kejadian mata uang pertama muncul G1 dan mata uang kedua muncul G2, maka

1 1
P(G1) = dan P(G2) = . Kejadian G1 dan G2 adalah dua kejadian yang aling
2 2
bebas.
1 1 1
P(G1,G2) = P(G1G2) = P(G1) x P(G2) = x = . Secara umum, jika A
2 2 4
dan B merupakan dua kejadian yang saling bebas maka peluang kejadian A dan B
adalah :

P(A  B) = P(A) x P(B)

11
Contoh 1:

Dua buah dadu bermata enam, yang terdiri atas warna merah dan putih, dittos
bersama-sama satu kali. Berapa peluang munculnya mata lebih dari 4 untuk dadu
merah dan kurang dari 3 untuk dadu putih ?

Jawab:
Jika A kejadian muncul mata > 4, maka n(A) = 2
2 1
P(A) = 
6 3
Jika B kejadian muncul mata < 3, maka n(B) = 2
2 1
P(B) = 
6 3
Jadi, P(A  B) = P(A) x P(B)
1 1 1
= x 
3 3 9

Contoh 2:
Dari setumpuk kartu bridge, diambil satu kartu secara berturut-turut sebanyak dua kali.
Tentukan peluang bahwa yang terambil pertama As dan yang terambil berikutnya King
!

Jawab:
n(S) = 52
n( As ) 4
n(As) = 4  P(As) = =
n( S ) 52
n( K ) 4
n(K) = 4  P(K) = =
n( S ) 51

Jadi, P(As  K) = P(As) x P(K)


4 4 16 4
= x = 
52 51 2652 663

12
C. Rangkuman
Dari uraian mengenai, maka dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Dua kejadian A dan B dalam ruang sampel S dikatakan saling bebas jika kejadian
A tidak mempengaruhi kejadian B dan sebaliknya, kejadian B tidak
mempengaruhi kejadian A.
2. Jika A dan B merupakan dua kejadian yang saling bebas maka peluang kejadian A
dan B adalah P(A  B) = P(A) x P(B).

D. Tugas
Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !
1. Dua dadu yang masing-masing berwarna merah dan biru dilambungkan bersamaan
Hitung berapa peluang mata dadu merah yang tampak  3 dan mata dadu biru
yang tampak  5 !
2. Dalam sebuah kantong terdapat sepuluh kelereng yang terdiri dari 6 kelereng
merah dan 4 kelereng putih, diambil dua kelereng. Berapa peluang terambilnya
kedua-duanya kelereng putih !

13
KEGIATAN BELAJAR 3 : FREKUENSI HARAPAN SUATU KEJADIAN

A. Tujuan Kegiatan Belajar


Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, anda diharapkan dapat :.
1. Menentukan nilai frekunsi harapan dari suatu kejadian dengan benar.
2. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan frekuensi harapan suatu
kejadian dengan tepat.

B. Uraian Materi
1. Komplemen dari Suatu kejadian
Jika AC menyatakan komplemen dari kejadian A, maka :

P(AC) = 1 – P(A)

Contoh 1:
Misalkan dilakukan pengundian dua uang logam Rp 100,00 sekaligus, berapa peluang
tidak diperolehnya “Angka 100” ?

Jawab:
S = {GG, GA, AG, AA}  n(S) = 4
M = kejadian munculnya “angka 100” = {GA, AG, AA}  n(M) = 3
n( M ) 3
P(M) = =
n( S ) 4
MC = kejadian munculnya bukan “angka 100”
3 1
P(MC) = 1 – P(M) = 1 - =
4 4

2. Frekuensi Harapan (Fh)


Frekuensi harapan suatu kejadian pada suatu percbaan adalah hasil kali peluang
dengan frekuensi percobaan A, dinyatakan dengan rumus :

Fh(A) = P(A) x n

14
Contoh 2 :

Dilakukan percobaan pelemparan 3 buah mata uang logam sekaligus sebanyak 240
kali pelemparan, tentukan frekuensi harapan dari pelemparan tersebut munculnya 2
gambar dan 1 angka?

Jawab :

S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG} ⇒ n(S) = 8


A = {AGG, GAG, GGA} ⇒ n(A) = 3
n( A) 3
P(A)= =
n( S ) 8

Fh(A) = n x P(A)
3
= 240 x
8

= 90 kali.

Contoh 3:
Berapakah frekuensi harapan muncul mata kurang dari 5 dalam pelantunan dadu mata
enam sebanyak 36 kali ?

Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}  n(S) = 6
A = {1, 2, 3, 4}  n(A) = 4
n( A) 4 2
P(A) = = =
n( S ) 6 3
Jadi, Fh(A) = P(A) x n
2
= X 36
3
= 24 kali.

C. Rangkuman

15
Dari uraian mengenai, maka dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Jika AC menyatakan komplemen dari kejadian A, maka P(AC) = 1 – P(A)
2. Frekuensi harapan suatu kejadian pada suatu percbaan adalah hasil kali peluang
dengan frekuensi percobaan A, dinyatakan dengan Fh(A) = P(A) x n

D. Tugas
Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !
1. Pada pelemparan sebuah dadu sekali, berapakah peluang munculnya:
a. nomor dadu ganjil ?
b. nomor dadu tidak ganjil?
2. Bila kita melempar sekeping mata uang sebanyak 40 kali, berapa harapan muncul
permukaan gambar ?
3. Pada percobaan pelemparan 3 mata uang logam sekaligus sebanyak 240 kali,
tentukan frekuensi harapan munculnya dua gambar dan satu angka !
4. Apabila kita melempar sebuah dadu sebanyak 60 kali, berapakah frekuensi
harapan dari kejadian berikut:
a) muncul mata dadu 5
b) muncul mata dadu ganjil

16
UJI KOMPETENSI

1. Dalam sebuah kotak terdapat 4 bola hijau, 6 bola merah, dan 2 bola kuning. Diambil 2
bola secara acak. Tentukan peluangnya jika yang terambil bola dengan ketentuan berikut !
a. Keduanya merah
b. Hujau dan merah
2. Dua buah dadu dilempar bersama-sama, tentukan peluang munculnya kejadian berikut !
a. Mata dadu berjumlah genap.
b. Mata dadu berjumlah prima.
c. Mata dadu berjumlah genap atau berjumlah prima.
3. Pelemparan dua buah dadu dilakukan sebanyak 720 kali. Tentukan frekuensi harapan
munculnya mata dadu berjumlah 6 atau prima !
4. Sebuah kantong berisi kelereng dengan dua buah berwarna merah dan tiga buah berwarna
hijau. Dengan cara acak diambil dua kelereng. Tentukan peluang terambilnya kelereng
dengan ketentuan berikut !
a. Merah dan hijau.
b. Merah dan merah.
c. Hijau dan hijau.
5. Berdasarkan pengalamannya, seorang peternak pembibit mencatat bahwa dari 100 butir
telur itik yang ditetaskan 25 butir diantaranya tidak menetas. Dari telur yang menetas
diperoleh itik jantan dan itik betina dengan perbandingan 2 : 3. Hitunglah kebutuhan
minimum telur untuk memenuhi pesanan 1.500 ekor bibit itik betina !

17
DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud. 2017. Buku Guru Matematika Kelas XI SMA/SMK/MA Kurikulum 2013


Edisi Revisi Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Drs.Kasmina,dkk. 2017. Matematika untuk SMAK/MAK Kelas XI. Jakarta : Penerbit


Erlangga

Yuliansyah.2017. Pro Ujian Nasional Matematika untuk SMK/MAK 2017/2018.


Banjarmasin: Suka Ilmu

18