Anda di halaman 1dari 10

Gudang Koleksi

Beranda

22:33:51

Senin, 23 September, 2019

Soal dan Jawaban Kepabeanan

Jelaskan perbedaan antara impor untuk dipakai dan impor sementara?


Impor untuk dipakai

Impor sementara

Dimiliki dikuasai oleh orang yang berdomisili di indonesia


Tidak dimaksudkan diekspor kembali
Permanen
BM dan PDRI dilunasi
Tidak dalam pengawasan pabean

Tidak dimiliki/dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia


Dimaksudkan untuk diekspor kembali
Jangka waktu tertentu
Seluruh sebagian B/M dan PDRI ditangguhkan
Dalam pengawasan pabean

Jelaskan bagaimana proses pengajuan untuk barang impor sementara?


Importir mengajukan permohonan ke DJBC/ Kepala Kantor Pabean dengan menyebutkan

Rincian jenis, jumlah, spesifikasi, identitas, dan perkiraan nilai pabean.


Pelabuhan tempat pemasukan barang impor sementara.
Tujuan penggunaan barang impor sementara.
Lokasi penggunaan barang impor sementara.
Jangka waktu impor sementara.

Permohonan ijin impor sementara paling sedikit dilampiri dengan:

Dokumen pendukung yang menerangkan bahwa barang tersebut akan diekspor kembali.
Dokumen identitas pemohon seperti NPWP, SIUP, API/APIT dll
Dokumen pendukung lainnya : invoice/proforma invoice, kontrak
Rekomendasi dari instansi terkait apabila barang impor sementara dalam kondisi
bukan baru dan/atau yang diatur tata niaga impornya.

Jelaskan tentang jangka waktu untuk impor sementara?

Jangka waktu izin impor sementara paling lama 3 tahun terhitung sejak tanggal
pendaftaran PIB.
Jangka waktu izin impor sementara kurang dari 3 tahun dapat diperpanjang lebih
dari 1 kali sepanjang jangka waktu impor sementara secara keseluruhan tidak lebih
dari 3 tahun.
Jika jangka waktu persetujuan impor sementara sudah berakhir sedangkan Importir
belum menyelesaikan barang tersebut, barang impor sementara bersangkutan dilakukan
penyegelan.

Sebutkan dasar hukum Cukai dan Kepabeanan?


Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 (UU No.17 Tahun 2006) tentang Kepabeanan dan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (terbaru UU No. 39 Tahun 2007).

Sebutkan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)?
Tugas DJBC adalah:
Merumuskan serta melaksanakan kewajiban dan standardisasi teknis di bidang
kepabeanan dan cukai sesuai dengan kebijakan yang di tetapkan oleh menteri
keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-udangan yang berlaku.
Fungsinya DJBC adalah:

Penyiapan perumusan kebijakan departeman keuangan di bidang kepabeanan dan


cukai.
Pelaksanaan kewajiban di bidang kepabeanan dan cikai.
Penyusunan standar, norma, pedoman kriteria, dan prosedur di bidang kepabeanan
dan cukai.
Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai.

Apa yang di maksud dengan:

Bea Masuk adalah pungutan negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan yang


dikenakan terhadap barang yang diimpor.
Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan yang
dikenakan terhadap barang ekspor.
Fasilitas Kepabeanan adalah pemberian insentif oleh pemerintah/DJBC berkaitan
dengan kegiatan ekspor-impor yang akan memberikan manfaat bagi perekonomian
nasional.
Tempat penimbunan Pabean adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain
yang disamakan dengan itu, yang disediakan oleh pemerintah di kantor pabean, yang
berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menyimpan
barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara, dan barang yang
menjadi milik negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan.
Tempat penimbunan berikat adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi
persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu
dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.
Tempat penimbunan sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain
yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang, sementara
menunggu pemuatan atau pengeluarannya.
Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut,
bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang
sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat,
perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat- tempat tertentu di Zona Ekonomi
Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang Kepabeanan.
Gudang berikat Adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas batas tertentu
yang didalamnya dilakukankegiatan usaha penimbunan, pengemasan, penyortiran,
pengepakan, pemberian merek/label, pemotongan atau kegiatan lain dalam rangka
fungsinya sebagai pusat distribusi barang barang asal imporuntuk tujuan dimasukkan
ke DPIL (daearah pabean Indonesia lainnya), KB atau direekspor tanpa adanya
pengolahan.
Kawasan berikat adalah suatu bangunan, tempat atau kawasan dengan batas batas
tertentu yang didalamnya dilakukan kegiatan industri pengolahan barang dan bahan,
kegiatan rancang bangun, perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal dan akhir dan
pengepakan atas barang dan bahan asal impor atau barang dan bahan dari daerah
pabean Indonesia lainnya yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.
Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu
yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang ini.
Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu
lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan
bea keluar.

Apa yang dimaksud dengan:

Barang dumping adalah barang yang diimpor dengan tingkat harga ekspor yang
lebih rendah daripada nilai nominalnya di negara peng ekspor.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah seluruh penerimaan Pemerintah Pusat
yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan.
Bank Persepsi adalah bank umum yg ditunjuk oleh Menkeu. Untuk menerima setoran
penerimaan negara dalam rangka exim yg meliputi penerimaan pajak, cukai dlm negeri
dan PNBP
Bank devisa persepsi adalah bank umum yang ditunjuk Menkeu untuk menerima
setoran penerimaan negara dalam rangka exim
Pos persepsi adalah kantor pos yg ditunjuk Menkeu Untuk menerima setoran
penerimaan negara.
Nota pelayanan ekspor (NPE) adalah nota yg diterbitkan oleh pejabat pemeriksa
dokumen ekspor atau sistem komputer pelayanan atau PEB yg disampaikan utk
melindungi pemasukan barang yg akan diekspor ke kawasan pabean/atau pemuatannya ke
sarana pengangkut.
Surat persetujuan pengeluaran beang ekspor (SPPBE) yaitu surat persetujuan
pengeluaran barang ekspor dr kawasan pabean pelabuhan muat ke daerah pabean.
Surat setoran pabean cukai dan pajak (SSPCP) yaitu surat yang digunakan utk
melakukan pembayaran dan sebagai bukti pembayaran atau penyetoran penerimaan
negara.
Nota pemberitahuan persyaratan dukumen (NPPD) yaitu pemberitahuan kepada
eksportir oleh pejabat pemeriksa dokumen ekspor atau sistem komputer pelayanan
dikantor pabean pemuatan untuk menyerahkan dokumen yang dipersyaratkan oleh
instansi tekait.
Pemberitahuan pemeriksaan barang (PPB) yaitu pemberitahuan kepada eksportir
oleh pejabat pemeriksa dokumen ekspor atau sistem komputer pelayanan dikantor
pabean pemuatan untuk dilakukan pemeriksaan fisik terhadap barang ekspor.
Pemberitahuan ekspor barang (PEB) adalah suatu dokumen yang digunakan untuk
memasukan barang ekspor dari kawasan pabean atau tempat penimbunan.
Pemeritahuan impor barang (PIB) adalah
pemberitahuan oleh pemberitahu atas barang yang akan diimpor berdasarkan
dokumen pelengkap Pabean sesuai prinsip self asessment.

Sebutkan apa yang termasuk penerimaan negara bukan pajak?


PNBP yaitu seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari penerimaan
perpajakan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan, barang kena cukai?


Barang kena cukai adalah barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau
karakteristik yang ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai.

Terdiri dari apa saja barang kena cukai tersebut?


Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 (pembaharuan UU No. 39 Tahun 2007)
tentang Cukai, BKC terdiri dari :

Etil alkohol (EA) atau etanol


Minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA)
Hasil tembakau
Sebutkan macam / jenis sistem penjaluran secara teknis yang di gunakan oleh DJBC?

Jalur prioritas yang khusus untuk importir yang memiliki track record sangat
baik, untuk importir jenis ini pengeluaran barangnya dilakukan secara otomatis
(sistem otomasi) yang merupakan prioritas dari segi pelayanan, dari segi pengawasan
maka importir jenis ini akan dikenakan sistem Post Clearance Audit (PCA) dan
sesekali secara random oleh sistem komputer akan ditetapkan untuk dikenakan
pemeriksaan fisik.
Jalur hijau, jalur ini diperuntukkan untuk importir dengan track record yang
baik dan dari segi komoditi impor bersifat resiko rendah (low risk) untuk kedua
jalur tadi pemeriksaan fisik barang tetap akan dilaksanakan dengan dasar-dasar
tertentu misalnya terkena random sampling oleh sistem, adanya nota hasil intelejen
(NHI) yang mensinyalir adanya hal-hal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut
terhadap barang.
Jalur merah (red chanel) ini adalah jalur umum yang dikenakan kepada importir
baru, importir lama yang memiliki catatan-catatan khusus, importir dengan resiko
tinggi karena track record yang tidak baik, jenis komoditi tertentu yang diawasi
pemerintah, pengurusannya menggunakan jasa customs broker atau PPJK perusahaan
pengurusan jasa kepabeanan ( "biro Jasa" atau "calo"), dsb.

Untuk kategori barang ekspor yang bagaimanaang mendapat / memerlukan pemeriksaan


fisik barang?
Pemeriksaan fisik barang dilakukan terhadap barang ekspor yang ;

Akan diimpor kembali.


Pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali
Mendapat fasilitas KITE.
Dikenai bea keluar.
Berdasarkan informasi dr Dirjen pajak.
Berdasarkan hasil analisis informasi dari unit pengawasan terdapat indikasi yg
kuat akan terjadi pelanggaran atau telah trjadi pelanggaran ketentuan UU.

Jika dari hasil pemeriksaan fisik barang jumlah dan jenis barang telah sesuai, maka
apa tindakan selanjutnya oleh eksportir?

Pemeriksa menerbitkan NPE.


Pejabat pemeriksa dokumen ekspor melakukan penelitian perhitungan bea keluar,
dalam hal barang dikenai bea keluar.

Jika dari hasil pemeriksaan fisik barang jumlah dan jenis barang tidak sesuai, maka
apa tindakan selanjutnya oleh eksportir?

Barang ekspor yang akan diimpor kembali, pejabat pemeriksa documen ekspor
menerbitkan nota pembetulan.
Barang ekspor yang saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali, pejabat
pemeriksa documen ekspor menerbitkan nota pembetulan dan menyerahkan documen ekspor
yang didalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik dengan dilampiri nota
pembetulan kepada pejabat bea dan cukai yang menangani administrasi impor sementara
untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Barang ekspor yang mendapat fasilitas KITE, pejabat pemeriksa documen ekspor
menerbitkan nota pembetulan dan menyerahkan documen ekspor yang didalamnya sudah
dicantumkan hasil pemeriksaan fisik dengan dilampiri nota pembetulan, kepada unit
pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Barang ekspor yang dikenai bea keluar, pejabat pemeriksa documen ekspor
menyerahkan documen ekspor yang didalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan
fisik , kepada unit pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Barang ekspor yang termasuk barang yang dilarang atau dibatasi, pejabat
pemeriksa documen ekspor menyerahkan documen ekspor yang didalamnya sudah
dicantumkan hasil pemeriksaan fisik , kepada unit pengawasan untuk dilakukan
penelitian lebih lanjut.

Pemeriksaan fisik terhadap barang ekspor hanya dilakukan dalam hal tertentu, yaitu
terhadap barang yang bagaimana, sebutkan?
Pemeriksaan fisik barang dilakukan terhadap barang ekspor yang ;

Akan diimpor kembali.


Pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.
Mendapat fasilitas KITE.
Dikenai bea keluar.
Berdasarkan informasi dr Dirjen pajak.
Berdasarkan hasil analisis informasi dari unit pengawasan terdapat indikasi
yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan UU.

Sebutkan tujuan bea keluar dikenakan terhadap barang eksport?


Bea keluar dikenakan terhadap barang ekspor dengan tujuan untuk:

Menjamin terpenuhinya kebutuhan dalam negeri;


Melindungi kelestarian sumber daya alam;
Mengantisipasi kenaikan harga yang cukup drastis dari komoditi ekspor tertentu
di pasaran internasional; atau
Menjaga stabilitas harga komoditi tertentu di dalam negeri.

Jelaskan prosedur pendaftaran PEB barang ekspor dangan system PDE pada kantor
pelayanan bea dan cukai tempat pemuatan barang eksport?

Data elektronik atau tulisan diatas formulir.


Paling cepat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal perkiraan ekspor dan paling lambat
sebelum dimasukkan ke kawasan pabean
Sebelum keberangkatan sarana pengangkut
Secara periodik paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah pemeriksaan jumlah
pengiriman pada alat ukur yang ditetapkan.

Jelaskan tentang perubahan / pembetulan data PEB untuk barang ekspor?


Pembetulan/ perubahan data PEB wajib diberitahukan oleh eksportir ke kantor pabean
dengan menggunakan Pemberitahuan Pembetulan PEB (PP-PEB). Pembetulan/ perubahan
data PEB mengenai jenis dan atau jumlah dan atau harga barang dapat dilayani
sepanjang barang ekspor belum dimuat kesarana pengangkut kecuali dalam hal :

Ekspor barang cair yang pemuatannya melalui saluran pipa paling lama 3 (tiga)
hari setelah dinyatakan ekspor,
Short shipment paling lama 3 (tiga) hari setelah dinyatakan ekspor,
Pembetulan data PEB mengenai jenis barang, jumlah barang, nomor peti kemas,
jenis valuta, dan atau nilai FOB barang dapat dilayani sebelum barang masuk kawasan
pabean,
Pembetulan/ perubahan data PEB mengenai penggantian nama sarana pengangkut,
nomor voyage, tanggal keberangkatan sarana pengangkut, yang disebabkan oleh tidak
terangkutnya barang ekspor secara keseluruhan, dilakukan paling lama 3 (tiga) hari
kerja terhitung sejak keberangkatan sarana pengangkut semula,
Pembetulan/ perubahan data PEB dapat dilayani paling lama satu bulan sejak PEB
mendapat Nomor Pendaftar.
Terhadap kesalahan data PEB tidak dapat dilakukan pembetulan data PEB.

Sebutkan lokasi-lokasi yang bisa digunakan untuk pemeriksaan fisik barang ekspor?

Kawasan Pabean
Gudang eksportir, atau Tempat lain yang digunakan eksportir untuk menyimpan
barang ekspor.

Untuk kategori barang ekspor yang bagaimana yang tidak wajib menggunakan PEB. PEB
Dikecualikan untuk barang ekspor seperti?

Barang penumpang dan barang awak sarana pengangkut dengan menggunakan Deklarasi
Pabean;
Barang pelintas batas yang menggunakan Pemberitahuan Pabean sesuai ketentuan
perjanjian perdagangan pelintas batas;
Barang dan atau kendaraan bermotor yang diekspor kembali dengan menggunakan
dokumen yang diatur dalam ketentuan Kepabeanan Internasional (ATA CARNET, TRIPTIEK
ATAU CPD CARNET) .
Barang kiriman melalui PT.( Persero ) Pos Indonesia dengan menggunakan
Declaration En Douane (CN 23).

Jelaskan prosedur pemeriksaan pengiriman lewat pengusaha jasa titipan?

Pengusaha jasa titipan wajib memberitahukan barang impor yang dikirim melalui
perusahaan jasa titipan kepada Pejabat Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan Pabean
dengan menggunakan Pemberitahuan Pengiriman Barang Melalui Jasa Titipan.
Pejabat Bea Cukai memberikan persetujuan pengeluaran barang impor setelah
dilakukan penetapan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya.
Pemeriksaan barang kiriman melalui Pengusaha jasa titipan dilakukan secara
selektif.

Jelaskan prosedur pemeriksaan pengiriman laewat pos?

Terhadap barang import yang dikirim melalui Pos dilakukan pemeriksaan Pabean
secara selektif oleh Pejabat Bea Cukai.
Dalam hal diperlukan pemeriksaan fisik barang maka pemeriksaan dilakukan oleh
Pejabat Bea Cukai dengan disaksikan oleh petugas Pos.
Barang kiriman Pos yang telah ditetapkan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor
lainnya diserahkan oleh penerima Pos untuk diterima oleh penerima setelah Bea Masuk
dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya dilunasi.

Sebutkan informasi-informasi tentang uraian barang apa saja yang diperlukan dalam
proses penetapan identifikasi barang?
Untuk proses identifikasi barang diperlukan informasi uraian barang antara lain
dari :

Pemberitahuan Pabean Invoice, Packing List, B/L, AWB atau dokumen pelengkap
pabean lainnya;
Laporan hasil pemeriksaan barang oleh Pejabat Bea dan Cukai;
Hasil pengujian laboratorium;
Dokumen Pendukung Klasifikasi Barang (DPKB).
Jelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses penetapan klasifikasi barang?
Proses penetapan klasifikasi barang dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai
berikut :

Perhatikan hasil identifikasi barang.


Lihat Daftar Isi Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI), tentukan Bab-bab
terkait.
Teliti masing-masing Bab terkait tersebut.
Perhatikan Catatan Bagian/Bab/Sub Bab/Sub Pos dan uraian barang.
Inventarisir pos-pos yang relevan dan setara;
Gunakan referensi-referensi World Customs Organization/WCO (jika diperlukan).
Tentukan pos yang tepat.

Sebutkan barang apa saja yang mendapat pembebasan bea masuk dalam impor sementara?

Barang untuk keperluan pameran selain di tempat penyelenggaraan pameran


berikat.
Barang untuk keperluan seminar.
Barang untuk keperluan peragaan atau demonstrasi.
Barang untuk keperluan tenaga ahli.
Barang untuk keperluan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Barang untuk keperluan perlombaan di bidang olah raga.
Kemasan yang digunakan untuk pengangkutan barang impor atau ekspor secara
berluang-ulang.
Barang keperluan contoh atau model.
Kendaraan atau sarana pengangkut yang digunakan sendiri oleh wisatawan manca
negara.
Kendaraan atau sarana pengangkut yang masuk melalui lintas batas dan
penggunaannya tidak bersifat regular.
Barang untuk diperbaiki, direkondisi, diuji, dan dikalibrasi.
Binatang hidup untuk keperluan pertunjukan umum, olah raga, perlombaan,
pelatihan, pejantan, dan penanggulangan gangguan keamanan.
Peralatan khusus yang digunakan untuk penanggulangan bencana alam, kebakaran,
dan gangguan keamanan.
Kapal niaga yang diimpor oleh perusahaan pelayaran niaga nasional.
Pesawat dan mesin pesawat yang diimpor oleh perusahaan penerbangan nasional.
Barang yang dibawa penumpang dan akan dibawa kembali ke luar negeri.
Barang pendukung proyek pemerintah yang dibiayai dengan pinjaman dari luar
negeri.

Kewajiban pabean apa saja yang harus dilakukan importir terhadap barang impor yang
diberikan pembebesan bea masuk?
Importir menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean, sebesar Bea Masuk dan
Pajak impor yang seharusnya dikenakan.

Kewajiban pabean apa saja yang harus dilakukan importir tehadap barang impor yang
diberikan keringanan bea masuk?

Membayar BM sebesar 2% per bulan selama jangka waktu izin impor sementara
dikalikan jumlah BM yang seharusnya dikenakan.
Membayar PPN atau PPN dan PPnBM.
Menyerahkan jaminan sebesar selisih antara BM yang seharusnya dibayar dengan yg
telah dibayar ditambah dengan PPh Pasal 22.
Sebutkan beberapa tujuan dari pengeluaran barang impor?

Diimpor untuk dipakai.


Diimpor sementara.
Ditimbiun di TPB.
Diangkut ke TPS lainnya.
Diangkut/lanjut atau diangkut terus.
Diekspor kembali.

Jelaskan 3 tingkatan dalam pemeriksaan fisik barang?


Antara lain :

Mendalam (bearang diperiksa 100%)


Sedang (bearang diperiksa 30%)
Rendah (bearang diperiksa 10%)

Apa yang dimaksud dengan?


Angkutan multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (dua)
moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak pengangkutan yang
menggunakan dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang oleh
operator angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang
tersebut.
(ref. Pasal 1 angka 10 UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran).
Pelabuhan muat asal adalah pelabuhan laut atau udara tempat dimuatnya barang yang
akan diekspor ke sarana pengangkut dalam negeri yang bukan merupakan bagian dari
angkutan multimoda.
Pelabuhan muat ekspor adalah pelabuhan laut atau udara tempat dimuatnya barang
ekspor ke:

sarana pengangkut yang akan berangkat menuju ke luar daerah pabean


sarana pengangkut dalam negeri yang merupakan bagian dari angkutan multimoda.

Jelaskan apa yang dimaksud kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET)


Kawasan pengembangan ekonomi terpadu adalah wilayah geografis dengan batas batas
tertentu dan memenuhi persyaratan :

Memiliki potensi cepat tumbuh


Punya sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi diwilayah
sekitarnya
Memerlukan dana investasi yang besar bagi pengembangnya, yang penetapannya
sebagai KAPET berikut batas batasnya dilakukan dengan keputusan Presiden

Apakah yang dimaksud dengan ekspor


Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari pabean

Apakah yang dimaksud dengan impor


Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean.

Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Cukai (BKC)?


Barang kena cukai adalah barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau
karakteristik yang ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai.

Apakah yang dimaksud dengan Fasilitas Kepabeanan?


Fasilitas Kepabeanan adalah pemberian insentif oleh pemerintah/DJBC berkaitan
dengan kegiatan ekspor-impor yang akan memberikan manfaat bagi perekonomian
nasional
Diposting oleh Unknown
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Followers
Jumlah Posting : 88
Jumlah Komentar : 0
[get this widget]> [Tutup]

Dokumen Pendukung Muatan


Kegiatan Receiving dan Delivery Dikenal Dua Macam Kegiatan
Dokumen Klaim
Ship Operation
Soal dan Jawaban Manajemen
Istilah Persewaan Kapal
Menyimpan Dokumen tipe file 2007 menjadi tipe file MS 97-2003

Blog Archive

► 2013 (9)

▼ 2012 (79)
► Desember (5)
► November (5)
► Oktober (11)
► September (43)
▼ Agustus (15)
Daftar Istilah Perkapalan
Prosedur Pelayanan Kapal Masuk
Jenis-Jenis Penumpukan di Pelabuhan
Istilah-istilah yang berhubungan dengan Kepabenan
Aktivitas tambat
Aktivitas Labuh
Prosedur Impor
Koleksi Logo Nias
Logo Garuda Pancasila
Logo Akademi Maritim Nusantara Cilacap
Soal dan Jawaban Kepabeanan
Istilah-istilah Kepabeanan dan Cukai
Letter of credit (L/C)
Sistem Operasi Petikemas
Shipping Document
Copyright (c) 2010 Gudang Koleksi. Designed for Video Games
Las Vegas High Rise Condos, SR22 Insurance, Fat Burning Furnace
Blogger Templates