Anda di halaman 1dari 33

MEKANIKA TANAH (SIL211)

 Dr. Ir. Erizal, MAgr.

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan


Fakultas Teknolog Pertanian
Institut Pertanian Bogor

1
ANALISA STABILITAS LERENG
Dalam banyak kasus, para insinyur
sipil/pengairan diharapkan mampu membuat
perhitungan stabilitas lereng guna memeriksa
keamanan suatu kondisi : Lereng alamiah, lereng akibat
galian maupunakibat timbunan.
Faktor yang perlu diperhatikan dalam
pemeriksaan tersebut adalah menghitung dan
membandingkan tegangan geser yang terbentuk
disepanjang permukaan retakan dari tanah yang
bersangkutan.
Proses tersebut diatas dinamakan “Analisis Stabilitas
Lereng”
Proses tersebut diatas dinamakan “Analisis Stabilitas
Lereng”
Stabilitas Lereng suatu talud dapat dihitung terhadap
dua kondisi lereng yaitu:
1. Stabilitas Lereng Menerus
1.a. kondisi tanpa rembesan
1.b. Kondisi ada rembesan
2. Stabilitas Lereng dengan tinggi terbatas
2.a. Kondisi tanpa rembesan
2.b. Kondisi ada rembesan
Untuk analisis stabilitas lereng sebuah
bendungan biasanya menggunakan Analisis
Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas baik dalam
kondisi ada rembesan maupun tanpa
rembesan.
Secara Umum lebih mudah diselesaikan
dengan Metode Irisan (method of slices)
dengan pendekatan bidang kelongsoran
berbentuk lingkaran (circular failure)
Angka Keamanan (Safety Factor)
Tujuan utama dari analisis stabilitas lereng adalah
menentukan Angka Keamanan (safety factor)

Pada umumnyaangka keamanan didefinisikan sebagai :

f
Fs
d
dengan :
Fs = angka keamanan terhadap kekuatan tanah
f = kekuatan geser rata‐ratadari tanah
d = tegangan geser rata‐rata yang bekerja sepanjang
bidang longsor
Kekuatan geser tanah terdiri dari dua komponen, yaitu : kohesi
(C) dan geseran yang dipengaruhi sudut geser dalam () dan
dapat kita tuliskan sebagai berikut :

 f  c   tan
dengan
c = kohesi
 = sudut geser tanah
 = tegangan normal rata-rata pada permukaan bidang
longsor.
Apabila Fs = 1, maka talud adalah dalam keadaan akan
longsor. Umumnya harga Fs =1,5 untuk angka keamanan
terhadap kekuatan geser dapat diterima untuk merencanakan
stabilitas talud. Nilai 1,5 dipakai karena antisipasi terhadap
error sampel tanah, pngujian laboratorium, human error dalam
menentukan parameter tanah (, C, )
Sehingga : c   tan
Fs
cd   tand
Atau ; dan

Fc 
c tan
F 
Dimana :
cd tand
Fc = Angka keamanan terhadap kohesi
F = Angka keamanan terhadapsudutgeser
Bisa Jugadituliskan :
Fs = Fc = F
Jika Nilai Fs = 1, maka lereng dalam keadaan akan
longsor
STABILITAS LERENG MENERUS
TANPA REMBESAN (tanpa Uw)

GAMBAR 1. LERENG MENERUS, TANPA REMBESAN


Anggapan dalam kasusdi atas :
‐ Tekanan Air Pori = Nol (tanpa rembesan)
‐ Kemungkinan kelongsoran adalah di sepangjang
Bidang AB, dari kanan ke kiri.
Perhatikan Elemen tanah, abcd
Gaya F yang bekerja pada bidang ab dan cd adalah sama
besar dan berlawanan arah, (jadi gaya diabaikan)
Berat Elemen Tanah, abcd : W = . L. H
Berat W diuraikan dalam dua komponen, sbb :
1. Tegak lurus Bidang AB = Na = W cos 
Na = . L. H. cos 
2. Sejajar terhadap Bidang AB = Ta = W. Sin 
Ta = . L. H. sin 
Sedangkan padadasarelemen lereng, bekerja Tegangan
Normal,  dan Tegangan geser,  sebagai berikut :
Gaya reaksi akibat W adalah R yang sama besarnya
dengan W, tetapi berlawanan arah.
Komponen Tegak lurusdari R terhadap bidang AB = Nr
Komponen sejajar dari R terhadap bidang AB = Tr
Jadi : Nr = R. Cos  = W. Cos 
Tr = R. Sin  = W. Sin 
Untuk keseimbangan, tegangan geser perlawanan pada
dasar elemen lereng, sbb :

Tr
d  .H.cos.sin 
Luas Dasar Elemen
Nr
d  .H.cos 
2

Luas Dasar Elemen


Karena :  d = C d +  d. tan. d
Maka ;  d = C d + .H.cos2. . tan. d
Jadi :
.H.cos . Sin  = C d + .H.cos2. . tan. d
cos . Sin  = (C d /.H)+ cos2. . tan. d
(C d /.H) = Sin . cos  ‐ cos2. . tan. d
= cos2.  (tan ‐tan d )
Dimana :
tan C
tand  Cd 
Fs Fs
C tan
Didapatkan : Fs  
.H.cos .tan
2
tan
 = sudut kemiringan lereng thd bidang horisontal
 = sudut geserdalam
Untuk tanah berbutir (Granular) dimana ; c = 0
Maka : tan
Fs 
tan 
Jadi suatu lereng menerus yang terdiri dari tanah pasir,
akan tetap stabil selama nilai  <  , dan tidak
tergantung pada tinggi H

Tinggi Kritis ( Hcr) dapat ditentukan dengan


menganggap harga, Fs = 1
Sehingga :

C 1
Hcr  .
 cos2 .(tan   tan)
STABILITAS LERENG MENERUS
DENGAN REMBESAN
(ada Uw = pore water pressure)
Anggapan kasus ini adalah :
‐ Ada rembesan didalam tanah dengan permukaan air
tanahnya sama dengan permukaan tanah.
Dalam kasus ini, persamaan kekuatan gesernya:
f = c + ’. tan 
Pada persamaan di atas, digunakan tegangan efektif (’)
Lihat skema pada gambar berikut :
GAMBAR 2. LERENG MENERUS DENGAN REMBESAN
Berat Elemen Tanah, abcd : W = sat. L. H
Komponen W arah tegak lurus dan sejajar bidang AB :
Na = W cos = sat. L. H.cos 
Ta = W. Sin  = sat. L. H.sin 
Gaya reaksi dari komponen W adalah :
Nr = R. Cos  = W cos  = sat. L. H.cos 
Tr = R. sin  = W sin  = sat. L. H.sin 
Jadi, tegangan Normal () dan tegangan geser () pada dasar
elemen lereng : Nr
  L   sat .H .cos 2 
( )
cos 
Tr
   .H .cos  .sin 
L sat
( )
cos 
Tegangan geser perlawanan yang terbentuk pada dasar
elemen lereng adalah :
d = cd + ’. tan d
Atau :
d = cd + ( ‐ u). tan d
Dimana : u = tekanan air pori = w. H.cos2  (lihat gambar)
Sehinggadidapatkan :

d = C d + (sat.H.cos2 ‐ w.H.cos2 ). tan d


d = C d + ’. H.cos2 . tan d
Dengan memasukkan nilaid ; maka :
sat.H.cos . Sin  = Cd + ’. H.cos2. . tan d
Dapat disederhanakan :
(Cd/(sat.H)) = cos2  (tan  ‐( ’ /sat). tan d
Bila diketahui : tan C
tand  Cd 
Fs Fs
Maka :
C  ' tan
Fs  2

 sat.H.cos .tan   sat tan 
Untuk tanah berbutir; c = 0

' tan
Fs  .
 sat tan
Contoh Soal 1
ANALISIS STABILITAS LERENG
TINGGI TERBATAS
A. METODE FELLENIUS, 1936
Metode ini jugadisebut ordinary method of slice.
Anggapan yang digunakan dalam metode ini adalah :
1. Bidang longsor berbentuk lingkaran
2. Bidang longsordibagi menjadi beberapa irisan tegak
(pias/slice)
3. Lebardari tiap‐tiap pias/slice tidak harus sama
4. Lebih sesuai untuk tanah yang memiliki Nilai, c dan

GAMBAR 3. SKETSA KELONGSORAN FELLENIUS
Gambar 4. GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA PIAS (M. FELLENIUS)
Perhitungan untuk kasus tekanan air pori (u) = 0
Atau tidak ada rembesan.
Gaya Normal Perlawanan = Nr
Nr = Wn. cos n
Gayageser perlawanan = Tr
Karena; d = Tr/ln
Maka; Tr = d (ln)= f (ln)/ Fs

1
Tr  c .tan.ln
Fs
Dimana :  = tegangan normal, dalam kasus ini adalah :

  Nr  Wn.cosn
ln ln
Jadi Rumus Umum angka keamanan menurut Fellenius :

n p

 C .Ln W n. Cos . n.tan 


n1
FS  n p

W
n 1
n .Sin  n

Dimana :
Fs = angka keamanan Metode Fellenius
C = kohesi tanah
Ln = bn/cos n
bn = lebar pias ke-n
Wn = berat pias ke-n
 = sudut geser tanah
Bila ada rembesan (ada pengaruh tegangan air pori)
maka persamaa Fellenius menjadi :


n p

C.Ln(W
n1
n. Cos.n Un.Ln).tan
FS n p

W .Sin
n1
n n

dengan :
Un = tekananan air pori pada pias ke-n
Metode Irisan BISHOP yang disederhanakan.

Pada tahun 1955 Bishop memperkenalkan suatu penyelesaian


yang lebih teliti dari pada metode irisan yang sederhana
(Fellenius). Dalam metode ini, pengaruh gaya‐gaya pada sisi tepi
tiap irisan diperhitungkan. Dengan menganalisis gaya‐gaya yang
bekerja pada masing‐masing pias/irisan, maka akan didapatkan
persamaan angka keamanan menurut Bishop yang disesuaikan
sebagai berikut :

tan .
n p
1
C.bnW
n1
n.
m (n)
FS n p

W .Sin
n1
n n
Dimana :
Fs = angka keamanan Metode Bishop modified
C = kohesi tanah
bn = lebar pias ke-n
Wn = berat pias ke-n
 = sudut geser tanah

tan. sinn
m (n) Cosn 
Fs
Bila ada pengaruh tegangan air pori, menjadi
Analisis stabilitas Lereng dengan
software Geostudio 2004
Software Geostudio 2004 merupakan salah satu software
aplikasi yang baru berkembang dimana salah satu sub
programnya adalah SLOPE/W untuk memecahkan
masalah stabilitas talud/lereng. Sub program yang ada
pada Program Geostudio 2004 adalah Slope/W, Seep/W,
Sigma/W, Quake/W, Temp/W, dan Ctran/W. Software
Geostudio 2004 ini merupakan generasi baru dari software
Geoslope 5.0 yang sudah berkembang dan diproduksi
oleh Geoslope internasional yang beralamat di Calbary,
Alberta Canada atau bisa di akses di situsnya
http://www.geo-slope.com .
FS minimum
 PRAKTEK INSTALL
 PEMBANGUNAN GEOMETRI
 INPUT DATA TANAH
 INPUT METODE KELONGSORAN
 KONDISI BATAS
 RUNNING MODEL
 OUTPUT
 ANALISIS HASIL