Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Alasan judul diambil Persimpangan adalah simpul dalam jaringan
transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu , di sini arus lalu lintas
mengalami konflik. Untuk mengendalikan konflik ini ditetapkan aturan lalu lintas
untuk menetapkan siapa yang mempunyai hak terlebih dahulu untuk menggunakan
pesimpangan. Didalam makalah ini kami akan membahas masalah. Persimpangan
yaitu simpang empat kejambon yang dikenal sering terjadi kemacetan, dikarenakan
persimpangan tersebut merupakan titik pertemuan arus kendaraan. Kami ingin
menganilisis penyebab-penyebab terjadinya kemacetan tersebut yang seringsekali
di eluh-eluhkan oleh masyarakat. Akibat kemacetan yang kini jadi langganan
dipersimpangan tersebut, para pengemudi mengeluh. Sebab kemacetan parah
tidak terjadi pada jam sibuk saja seperti pagi dan sore menjelang magrib.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah :
1. Bagaimana mengatasi kemacetan simpang empat kejambon di Tegal?
2. Apa yang sudah di lakukan pemerintah untuk mengatasi kemacetan simpang
empat kejambon di Tegal?
3. Bagaimana solusi untuk mengatasi kemacetan simpang empat kejambon di
Tegal?
C. Tujuan
Dalam penulisan ini ada tujuan-tujuan tertentu yaitu :
1. Mengetahui yang menjadi masalah dari kemacetan simpang empat
kejambon Tegal.
2. Mengetahui apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemacetan
simpang empat kajambon di kota Tegal.
3. Bagaimana solusi untuk menghindari kemacetan pada simpang empat
kejambon di Tegal.
D. Manfaat
Bagi kami makalah ini untuk menambah wawasan, dan menambah ilmu
pengetahuan kami di bidang transportasi. Manfaat bagi pembaca, agar pembaca
mengerti apa langkah yang di lakukan pemerintah dalam mengatasi kemacetan, apa
sebab dan akibat dari kemacetan yang terjadi, serta menambah wawasan dan ilmu
di bidang transportasi.
BAB II
PEMBAHASAN

Pembahasan Persimpangan jalan adalah suatu daerah umum dimana dua


atau lebih ruas jalan(link) saling bertemu /berpotongan yang mencakup fasilitas
jalur jalan (roadway) dan tepi jalan (road side) , dimana lalu lintas dapat bergerak
didalamnya. Persimpangan ini adalah merupakan bagian yang terpenting dari jalan
raya sebab sebagian besar dari efisiensi, kapasitas lalu lintas , kecepatan, biaya
operasi, waktu perjalanan, keamanan dan kenyamanan akan tergantung pada
perencanaan persimpangan tersebut.
Setiappersimpangan mencakup pergerakan lalu lintas menerus dan lalu
lintas yang saling memotong pada satu atau lebih dari kaki persimpangan dan
mencakup juga pergerakan perputaran. Pergerakan lalu lintas ini dikendalikan
berbagai cara, bergantung pada jenis persimpangannya. Namun tidak semua
persimpangan memberikan solusi efisiensi bagi pengguna sarana dan prasarana
jalan raya. Lebarnya badan jalan di persimpangan yang tidak mengalami pelebaran
dengan dapat, memperlambat arus kendaraan dan menyebabkan kelumpuhan arus.
Masalah dari kemacetan pada persimpangan tersebut adalah kendaraan
angkutan umum dan becak yang sering mangkal di dekat persimpangan tersebut,
dikarenakan di dekat persimpangan tersebut ada sebuah rumah sakit umum dan
pasar, yang membuat angkutan umum dan becak sering mangkal untuk mencari dan
menurunkan penumpang. Dan juga banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan
di trotoar dekat persimpangan tersebut. Hal ini yang membuat arus lalulintas
menjadi macet.
Pemerintah Kota Tegal melakukan penertiban pada para pedagang kaki lima
yang berjualan di trotoar dekat persimpangan. Penertiban dilalukan setiap tiga bulan
sekali Jangka waktu ini yang terlalu lama untuk penertiban para pedagang kaki lima
perkembangannyapun lambat.
Solusi yang kami dapatkan dalam masalah tersebut yaitu pemerintah
terutama memindahkan pasar yang terdapat di tepi jalan dekat persimpangan ke
tempat yang nyaman dan aman, kedua pemerintah memindahkan pintu gerbang
rumah sakit umum tersebut ke tempat yang aman sehingga pintu gerbang tidak lagi
di tepi jalan dekat persimpangan tersebut, ketiga pemerintah harus menertibkan
para pedagang kaki lima secara rutin yaitu dalam jangka sebulan sekali, sehingga
para pedagang kaki lima tidak akan berjualan di trotoar dekat persimpangan
tersebut, dengan solusi itu maka lalulintas di persimpangan tersebut akan lancar dan
tidak akan macet lagi.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dalam makalah ini adapun kesimpulan dari masalah kemacetan pada


simpang empat kejambon Tegal.
Masalah transportasi darat di Tegal menjadi kendala bagi sebagian orang.
Para pengguna jalan harus tertib lalu lintas agar dapat mengurangi kemacetan dan
kecelakaan. Aparat yang bertugas mengatur lalu lintas, harus mengatur lalu lintas
dengan sebaik-baiknya.
Seperti kita lihat dalam makalah ini kendaraan yang ada di kota tegal
sungguh banyak, sehingga membuat kemacetan di kota tegal. Pemerintah sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi kemacetan ini. Seperti : truk
dilarang masuk ke kota tegal pada jam berangkat maupun pulang kerja kecuali truk
bbm. Kendaraan roda dua juga menjadi biang kemacetan,karena banyak yang
melanggar tata tertib lalulintas. Akibatnya banyaknya kecelakaan lalu lintas di
sebabkan oleh kendaraan roda dua.
Pemerintah Kota Tegal seharusnya menyadari akan pentingnya angkutan
umum untuk mengurangi kemacetan. Dengan menambah jumlah angkutan di serta
kan dengan fasilitas yang nyaman dan tertib. Karena para penumpang takut akan
tindak kriminalitas dalam angkutan umum tersebut. Jangan hanya pemerintah,
masyarakat pun harus mempunyai inisiatif jika angkutan umum di sediakan dengan
fasilitas yang nyaman . jika masyarakat tidak memakai angkutan yang sudah di
sediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta, sama saja pasti Tegal akan tetap
macet.