Anda di halaman 1dari 3

1.

Pemeriksaan Laboratorium Gagal Jantung Kongestif


( Kimia Klinik, AGD )
2. Foto Thorax Pemeriksaan Laboratorium Aliran Balik Darah Paru Terhambat
3. Pemeriksaan EKG
4. Pemeriksaan Ekokardiografi Peningkatan Tekanan Intrakapiler Pulmonal

1. Edema Paru Kardiogemik Penumpukan Cairan di Alveoli


Klasifikasi
2. Edema Paru Non Kardiogemik
EDEMA PARU
Pengkajian Prim
1. Edema tungkai Akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba
2. Ascites Komplikasi akibat peningkatan tekanan intravaskular
3. Efusi pleura
4. Kematian
Distensi Intra Pulmonal Nama : Ny. S Perubahan Membran Alveolar-K
No. MR : 278971
Penurunan Pemenuhan Kebutuhan O2 Umur : 63 Tahun Gangguan pertukaran CO
Diagnosa Medis : Edema Paru
Intoleransi Aktivitas Keluhan Utama : Sesak Napas Hambatan Pertukaran G
(Domain 4 Kelas 4 Kode Diagnosis 00092) (Domain 3 Kelas 4 Kode Diagnosis

NOC : NIC : NOC :


1. Toleransi aktivitas (0005) Bantuan Perawatan Diri : (1800) 1. Status Pernafasan : Pertukaran Gas
2. Perawatan Diri : Aktivitas Sehari-hari - Monitor kemampuan klien untuk (0402)
(0300) perawatan diri yang mandiri. 2. Status Pernafasan : ventilasi (0403)
3. Konservasi energy (0002) - Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat 3. Status Tanda-Tanda VItal (0802)
Kriteria Hasil : bantu untuk kebersihan diri, berpakaian,
- Berpartisipasi dalam aktivitas fisik berhias, toileting dan makan. Kriteria Hasil :
tanpa disertai peningkatan tekanan darah, - Sediakan bantuan sampai klien mampu - Mendemonstrasikan peningkatan
nadi dan pernafasan secara utuh untuk melakukan perawatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
- Mampu melakukan aktivitas sehari-hari diri sendiri. - Memelihara kebersihan paru-paru dan
(ADLs) secara mandiri Manajemen Lingkungan (6480) bebas dari tanda-tanda distress
- Keseimbangan aktivitas dan istirahat - Ciptakan lingkungan yang aman bagi pernafasan
pasien - Mendemonstrasikan batuk efektif dan
- Letakkan benda yang sering digunakan suara nafas yang bersih, tidak ada
dalam jangkauan pasien sianosis dan dyspneu (mampu
- Sediakan tempat tidur dan lingkungan mengeluarkan sputum, mampu bernafas
yang bersih dan nyaman dengan mudah, tidak ada pursed lips)
- Sesuaikan suhu ruangan sesuai dengan - Tanda-tanda vital dalam rentang normal
kebutuhan pasien
Sumber :
Bulechek, M.G dkk.(2013). Nursing Interventions Classification (NIC), 6th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
Moorhead Sue, dkk. (2013). Nursing Outcomes Classification (NOC), 5th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
NANDA. (2018). NANDA International nursing diagnoses :definitions and classification 2018-2020. Ed.11. Jakarta : EGC
1. Airways
- Sumbatan atau penumpukan secret.
- Wheezing atau krekles.
- Kepatenan jalan nafas.
2. Breathing
- Sesak dengan aktifitas ringan atau istirahat.
- RR lebih dari 24 kali/menit, irama ireguler dangkal.
- Ronchi, krekles.
- Ekspansi dada tidak penuh.
- Penggunaan otot bantu nafas.
3. Circulation
- Nadi lemah, tidak teratur.
kajian Primer - Capillary refill.
- Takikardi.
- TD meningkat / menurun.
- Edema.
- Gelisah.
- Akral dingin.
Alveolar-Kapiler - Kulit pucat, sianosis.
- Output urine menurun.
4. Disability
an CO2 dan O2 - Status mental : Tingkat kesadaran secara kualitatif
dengan Glascow Coma Scale (GCS) dan secara kwantitatif
5. Exposure
ukaran Gas - Tidak ada kelainan pada kulit dan tidak ada keadaan
ketidaknyamanan (nyeri) dengan pengkajian PQRST.
e Diagnosis 00030)

NIC :
Manajemen Jalan Nafas (3140)
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan
ventilasi
- Identifikasi kebutuhan actual/potensial
pasien untuk memasukkan alat membuka
jalan nafas
- Lakukan penyedotan/suction melalui
Endotrakea
- Kelola pemberian bronkodilator
- Monitor status pernafasan dan
oksigenasi
Terapi Oksigen (3320)
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Berikan oksigen sesuai terapi
- Monitor aliran dan posisi alat
pemberian oksigen
- Monitor peralatan oksigen untuk
memastikan alat tersebut tidak
mengganggu upaya pasien untuk
bernapas