Anda di halaman 1dari 89

DOKUMEN RANCANGAN AKHIR

RENCANA KERJA (RENJA)

2019

i
Jalan Kuantan Raya No. 27 Pekanbaru Telp / Fax. (0761) 20820
diskepang.riau.go.id
KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) merupakan


acuan perencanaan SKPD selama satu tahun dan merupakan penjabaran per
tahun dari RPJMD. Adapun penyusunan Renja SKPD merupakan amanat dari
Undang-Undang No. 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional. Sedangkan aturan secara rinci diacu dari Permendagri Nomor 86 Tahun
2017.
Rencana Kerja Tahun 2019 disusun sebagai implementasi dari tahapan
perencanaan tahunan. Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) merupakan faktor
mendasar guna lebih mengarahkan tujuan serta sasaran perencanaan
pembangunan daerah yang berkesinambungan dan dapat dipertanggung
jawabkan. Diharapkan penyusunan Rencana ini dapat memberikan
arah/pedoman untuk rencana tindak kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Riau Tahun 2019.
Namun demikian, disadari bahwa hasil yang dicapai masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran terhadap materi dan substansi pokok
RENJA tersebut sangat diharapkan, sehingga terjadi peningkatan kualitas rencana
yang berkelanjutan. Akhirnya, kepada semua pihak yang membantu penyusunan
Renja ini kami ucapkan terima kasih, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati
dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Pekanbaru, 20 September 2018

Dinas Ketahanan Pangan


Provinsi Riau

Ir. DARMANSYAH
NIP. 195902071985 03 1 009

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii
BAB I ................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 1
1.2 Landasan Hukum .................................................................................................. 5
1.3 Maksud dan Tujuan............................................................................................... 7
1.4 Sistematika Penulisan ........................................................................................... 8
BAB II .................................................................................................................................. 9
HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN 2017 ........................ 9
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2017 dan Capaian
Renstra Perangkat Daerah ..................................................................................... 9
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ................................................... 31
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah ............. 46
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ........................................................ 52
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ..................................... 60
BAB III .............................................................................................................................. 63
TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH.................................................. 63
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ............................................................. 63
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah .................................................... 67
3.3 Program dan Kegiatan......................................................................................... 70
BAB IV............................................................................................................................... 74
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH ......................... 74
BAB V ................................................................................................................................ 80
PENUTUP ......................................................................................................................... 80

ii
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan
Pencapaian Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s.d. Tahun 2018 ........23
Tabel 2. 2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Riau ...................................................................................................34
Tabel 2. 3 Kebutuhan Pangan Tahun 2014 - 2017 ..................................................35
Tabel 2. 4 Produksi Komoditas Pangan Provinsi Riau Tahun 2014 - 2017 ..................36
Tabel 2. 5 Pasokan Komoditas Pangan Provinsi Riau Tahun 2014 – 2017..................36
Tabel 2. 6 Ketersediaan (Produksi + Pasokan) Tahun 2014 - 2017 ...........................37
Tabel 2. 7 Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditas Beras dan Jagung Menurut
Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017 .............................................39
Tabel 2. 8 Perkembangan Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditi Sayur-sayuran
dan Buah-buahan di Provinsi Riau Tahun 2013-2017 ..............................39
Tabel 2. 9 Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditas Sayur-sayuran dan Buah-
buahan Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017 ....................40
Tabel 2. 10 Rasio Produksi dan Konsumsi Daging Ruminansia dan Unggas Menurut
Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017 .............................................41
Tabel 2. 11 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi Menurut Kabupaten/Kota di
Provinsi Riau Tahun 2012 – 2017 ..........................................................41
Tabel 2. 12 Skor PPH Ketersediaan Tahun 2013 - 2017 .............................................42
Tabel 2. 13 Konsumsi Energi Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2012 – 2017 ...............42
Tabel 2. 14 Konsumsi Protein Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2012 – 2017 ..............43
Tabel 2. 15 Ketersediaan Pangan utama Beras Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Riau Tahun 2012-2017 .........................................................................43
Tabel 2. 16 Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran
Pembangunan Daerah ..........................................................................47
Tabel 2. 17 Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2019 .............................54
Tabel 2. 18 Usulan Program dan Kegiatan dari Pemangku Kepentingan Tahun 2019 ..61
Tabel 3. 1 Target Kinerja Program (IKP) Badan Ketahanan Pangan Tahun
2015–2019 65
Tabel 3. 2 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan ...............................................68
Tabel 3. 3 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Ketahanan
Pangan Provinsi Riau ...........................................................................70
Tabel 3. 4 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2019 .71
Tabel 4. 1 Rencana Kerja Perangkat Daerahn Tahun 2019 dan Perkiraan Maju 2020
Pemerintah Provinsi Riau 75

iii
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan setiap daerah harus menyusun rencana
pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap
terhadap perubahan, dengan jenjang perencanaan yaitu perencanaan jangka panjang,
perencanaan jangka menengah maupun perencanaan tahunan. Selanjutnya dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 yang pedoman pelaksanaannya diatur pada
Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 yang diperbaharui dengan Permendagri Nomor 86
Tahun 2017 menjelaskan langkah-langkah dalam penyusunan produk perencanaan
pembangunan yang mencakup Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Satuan
Kerja Perangkat Daerah (Renstra Perangkat Daerah), Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD), Kebijakan Umum Anggaran/Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA/PPAS)
serta Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja Perangkat Daerah).
Secara hierarki penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah merupakan produk
dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang merupakan penjabaran
dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, diserasikan dengan Rencana
Kerja Pemerintah dan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Anggaran
Pembangunan Belanja Daerah (RAPBD). Karenanya, sebagai dokumen perencanaan
daerah, Renja Perangkat Daerah mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu
menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan
penganggaran tahunan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau merupakan suatu lembaga yang
berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan
dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau memiliki tugas pokok dan fungsi untuk
membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas di bidang ketahanan pangan.
Pencapaian Ketahanan Pangan dilakukan dengan berlandaskan pada Kemandirian Pangan
dan Kedaulatan Pangan. Kemandirian pangan diartikan bahwa pangan yang beraneka

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 1


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

ragam harus dapat dipenuhi dari kemampuan dalam negeri dengan memanfaatkan
potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara
bermartabat. Sedangkan kedaulatan pangan menekankan hak negara dan bangsa yang
secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi
rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan
yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.
Implementasi kebijakan dan program pembangunan ketahanan pangan
dilaksanakan dengan memperhatikan sub-sistem ketahanan pangan, yang mencakup: (1)
Sub-sistem ketersediaan pangan; (2) Sub-sistem keterjangkauan pangan; serta (3) Sub-
sistem konsumsi pangan dan gizi. Dengan demikian, kebijakan dan program
pembangunan ketahanan pangan diarahkan untuk mengusahakan pencapaian ketahanan
pangan bagi negara hingga tingkat perseorangan dengan berlandaskan pada kemandirian
dan kedaulatan pangan.
Berdasarkan kerangka pikir diatas, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau sebagai
Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Dokumen Rancangan Akhir Rencana Kerja
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau tahun 2019. Dokumen Rancangan Akhir Rencana
Kerja ini disusun dengan mengacu pada RPJMD dan RKPD Provinsi Riau serta Revisi
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 2015 - 2019.
Sebagaimana Visi Gubernur Riau, yaitu : “Terwujudnya Provinsi Riau yang
maju, masyarakat sejahtera, berbudaya melayu dan berdaya saing tinggi,
menurunnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja, serta Pemantapan
Aparatur “. Visi tersebut merupakan cita-cita untuk mewujudkan Provinsi Riau yang
mempunyai pemerintah dan masyarakat yang tangguh, unggul, menerapkan nilai-nilai
budaya melayu, dan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, sarana
prasarana yang baik, berkualitas dan berteknologi tinggi, masyarakatnya makmur,
tersedianya lapangan pekerjaan, terhapusnya kemiskinan dan profesionalisme aparatur.
Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kondisi dan
permasalahan yang ada, tantangan ke depan, serta memperhitungkan peluang yang
dimiliki, maka ditetapkan 9 (sembilan) misi RPJMD Provinsi Riau 2014 - 2019, sebagai
berikut :
1. Meningkatkan pembangunan infrasturktur
2. Meningkatkan mutu pendidikan
3. Meningkatkan pelayanan kesehatan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 2


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

4. Memberantas kemiskinan
5. Mewujudkan pemerintah yang handal dan terpecaya serta pemantapan kehidupan
politik
6. Pembangunan masyarakat yang berdaya melayu, beriman dan bertaqwa
7. Memperkuat pembangunan pertanian dan perkebunan
8. Meningkatkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pariwisata
9. Meningkatkan peran swasta dalam pembangunan

Pembangunan ketahanan pangan merupakan perwujudan misi yang ke-7 yaitu


“Memperkuat Pembangunan Pertanian dan Perkebunan”. Misi ini diarahkan untuk
Meningkatnya pembangunan sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan,
kehutanan, peternakan dan perikanan), dengan kebijakan pengalokasian anggaran yang
proporsional dan pembangunan yang berkeadilan. Afirmasi pelaksanaan misi melalui
kemudahan akses permodalan, dukungan teknologi dan informasi, jaminan ketahanan
pangan, kemandirian energi, peningkatan kesejahteraan pekerja, mewujudkan keadilan
gender dan perlindungan anak, perluasan akses dan kualitas pelayanan dasar,
penciptaan dan perluasan lapangan kerja, peningkatan produktivitas industri dan nilai
investasi yang didukung reformasi agraria.
Merujuk pada misi tersebut, tujuan pembangunan ketahanan pangan sangat
berkaitan dengan pencapaian tujuan mewujudkan kemandirian desa melalui kedaulatan
pangan dengan sasaran meningkatkan ketersediaan, distribusi, keterjangkauan, kualitas,
keamanan pangan berbasis sumber daya lokal dan penanganan rawan pangan serta
penyediaan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat.
Adapun bagan alir tahapan penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah dapat
dilihat pada bagan berikut ini :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 3


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Gambar 1.1 Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja OPD Provinsi Riau

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 4


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Penyusunan Renja dilakukan dengan memperhatikan keterpaduan dan


sinkronisasi antar kegiatan dalam satu program maupun antar program yang ditetapkan,
serta memperhatikan keselarasan program pemerintah pusat melalui kementerian terkait
dengan menghimpun usulan dari kabupaten/kota di dalam proses perencanaan
pembangunan Ketahanan Pangan. Untuk memperoleh keterpaduan dan sinkronisasi
pelaksanan program dan kegiatan yang telah direncanakan, telah dilalui tahapan dan
mekanisme perencanaan tingkat daerah seperti Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan,
Forum Perangkat Daerah Provinsi Riau, dan tahapan Musrenbang guna merumuskan
perencanaan tahun 2019.

1.2 Landasan Hukum

Penyusunan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2019
menggunakan landasan yang dijadikan sebagai acuan dalam penyusunannya antara lain:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4421);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4700);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Rebublik Indonesia Tahun 2014 Nomor
204, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587); sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang
Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 5


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik


Indonesia Tahun 2007 Nomor 82);
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817) ;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2016 Tentang
Perangkat Daerah ;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penyusunan dan atau
Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah ( Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2012 Nomor 994);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017
Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan
Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
11. Peraturan Menteri Pertanian No.43/Permentan/OT.010/8/2016 tentang Pedoman
Nomenklatur, Tugas dan Fungsi Dinas Urusan Pangan dan Dinas Urusan
Pertanian Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
12. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan
Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Provinsi Riau
(Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2008 Nomor 2);
13. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan
Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau (Lembaran Daerah Provinsi Riau
Tahun 2016 Nomor 4);
14. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas
Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 6


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Riau Tahun 2005-2025


(Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2016 Nomor 12);
15. Peraturan Gubernur Riau Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Riau;
16. Peraturan Gubernur Riau Nomor 82 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit
Pelaksana Teknis Pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau;
17. Rencana Strategis (Revisi) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2014-
2019.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud

Maksud penyusunan Dokumen Rancangan Akhir Renja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Riau Tahun 2019 adalah sebagai pedoman penyusunan perencanaan anggaran program
dan kegiatan pembangunan Ketahanan Pangan yang selanjutnya dituangkan dalam RKA
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.

Tujuan

Adapun tujuan kegiatan penyusunan Dokumen Rancangan Akhir Renja Perangkat Daerah
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau adalah:
1. Sebagai acuan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2019 pada Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi Riau;
2. Untuk memberikan arahan dan pedoman dalam pelaksanaan program dan
kegiatan pembangunan Ketahanan Pangan untuk mencapai sasaran dan tujuan
yang ditetapkan;
3. Sebagai acuan dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program
dan kegiatan pembangunan Ketahanan Pangan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 7


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Dokumen Rancangan Akhir Rancangan Kerja Dinas Ketahanan


Pangan Tahun Anggaran 2019 ini mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017
dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Landasan Hukum
1.3. Maksud dan Tujuan
1.4. Sistematika Penulisan

BAB II. Hasil Evaluasi Renja Perangkat Daerah Tahun 2017


2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2017 dan Capaian
Renstra Perangkat Daerah
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
2.4. Review Terhadap Rancangan Akhir RKPD
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

BAB III. Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah


3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah
3.3. Program dan Kegiatan

BAB IV. Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah

BAB V. Penutup

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 8


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB II
HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN
2017

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2017 dan


Capaian Renstra Perangkat Daerah

Kegiatan evaluasi hasil pelaksanaan Rencana Kerja Dinas Ketahanan


Pangan ditujukan untuk mengidentifikasi kemampuan Dinas Ketahanan
Pangan dalam melaksanakan program dan kegiatannya, mengidentifikasi
realisasi capaian target kinerja program dan kegiatan Renstra Dinas
Ketahanan Pangan serta hambatan dan permasalahan yang terjadi.
Tercapai tidaknya pelaksanaan program dan kegiatan yang telah
disusun dapat dilihat dari laporan kinerja dan laporan keuangan. Laporan
kinerja merupakan ikhtisar yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap
tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang
ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBD.
Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Riau Tahun 2019 merupakan pelaksanaan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau
Tahun 2014-2019 (Revisi). Adapun penyusunan Renja Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Riau Tahun 2019, memperhatikan beberapa unsur pokok
yang merupakan dasar evaluasi yang akan dilakukan pada masa mendatang,
sebagai berikut :

a. Masalah yang dihadapi dan sumberdaya yang akan


digunakan serta pengalokasiannya;
b. Tujuan yang dikehendaki; dan
c. Sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 9


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Selain hal terurai diatas, penyusunan Renja Dinas Ketahanan Pangan


Provinsi Riau Tahun 2019 juga memperhatikan hal sebagai berikut :
a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2017 sebagai entry point dalam
penyusunan perencanaan tahun 2019; dan
b. Memperhatikan keberlanjutan (sustainable development) untuk menjaga
stabilitas dan konsistensi pembangunan.

Alokasi anggaran yang diterima oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau
menurut DPPA Tahun 2017 adalah sebesar Rp.11.666.090.260,- Dari keseluruhan
kegiatan yang terdiri dari 8 program dan 50 kegiatan. Sedangkan Alokasi Anggaran 2018
yang diterima Dinas Ketahanan Pangan menurut DPA 2018 adalah sebesar Rp.
8.777.726.980,00 yang terdiri dari 6 Program dan 30 kegiatan.
Dalam evaluasi pelaksanaan Renja Tahun 2017 terdapat keunikan karena
adanya perbedaan program dan kegiatan dengan program dan kegiatan tahun 2018,
sehingga tidak dapat benar-benar disandingkan capaian program dan kegiatannya.
Hal ini disebabkan karena dokumen perencanaan tahun 2017 disusun mengacu pada
dokumen rencana strategis periode 2009-2014. Sementara untuk tahun 2015-2019
telah mengacu pada dokumen perencanaan strategis periode 2015-2019 yang
nomenklatur program dan kegiatan dirumuskan sesuai dengan Visi dan Misi Kepala
Daerah terpilih dan kebutuhan organisasi, sehingga apabila dibandingkan dengan
Tahun 2017 akan muncul perbedaan nomenklatur program, kegiatan dan juga
indikator kinerja. Namun demikian, core business Dinas Ketahanan Pangan sebagai
organisasi perencana tidak berubah, sehingga meskipun terjadi perubahan nomenklatur
program dan kegiatan maka dalam evaluasi pelaksanaan Renja Tahun 2017 masih dapat
disandingkan sebagaimana disajikan dalam tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran
Permendagri 86 Tahun 2017).

Dari Hasil Rekapitulasi Evaluasi Pelaksanaan Renja 2017 dan Pencapaian Renstra
Dinas Ketahanan Pangan s/d Tahun 2018 lampiran Tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran
Permendagri 86 Tahun 2017) kegiatan yang tidak memenuhi target, kegiatan yang

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 10


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

memenuhi target dan kegiatan yang melebihi target sebanyak 0 (nol) kegiatan
(tidak ada kegiatan yang melebihi target). Dengan rincian sebagai berikut :

Apabila dikaitkan dengan pencapaian target RENSTRA perangkat daerah


berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan RENJA pada tahun 2017
terdapat 8 program dan 50 Kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran
pada tahun 2017 terealisasi pada masing-masing kegiatan sebanyak 100 % seperti
terlihat pada tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017) dibawah
(terlampir).
Selanjutnya jika dikaitkan dengan pencapaian target RENSTRA perangkat daerah
sampai dengan tahun berjalan yakni tahun 2018 ada 36 kegiatan yang tidak memenuhi
target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan sebagaimana berikut :
1. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik dengan target 36
bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembayaran
Rekening telepon, rekening listrik, internet dan pembayaran TV berlangganan yang
merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun
2019 sebanyak 12 bulan hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran
target tersebut.
2. Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor dengan target 36 bulan terealisasi
sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembayaran Honor tenaga
kebersihan yang bertanggung jawab terhadap kebersihan 2 (dua) gedung kantor
(Depan dan Belakang) dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari
target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi
penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.
3. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24
bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa rentang waktu penyediaan alat tulis kantor
yang terdiri dari 41 unit alat tulis kantor dan juga merupakan indikator dari kegiatan
ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini
juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 11


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
4. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan dengan target 36 bulan
terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa rentang waktu
penyediaan barang cetakan dan penggandaan selama 1 tahun melayani kebutuhan
administrasi kantor dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target
akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi
penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.
5. Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
dengan target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini
berupa rentang waktu penyediaan Komponen Instalasi Listrik selama 1 tahun yang
terdiri dari 22 jenis dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target
akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi
penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.
6. Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-Undangan dengan
target 36 bulan terealisasi sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa
rentang waktu penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-Undangan
selama 1 tahun yang terdiri dari 3 media cetak, 10 buku dan 5.220 penggandaan
peraturan perundang-undangan sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa
dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga
menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.
7. Kegiatan Penyediaan Makanan Dan Minuman dengan target 15.146 box terealisasi
sebanyak 7.658 box atau 50,56 % kegiatan ini berupa jumlah makanan dan minuman
yang telah diberikan selama 1 tahun untuk keperluan rapat bulanan, mingguan,
makan tamu dan snack tamu sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa
dari target akan diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 7.488 box, hal ini juga menjadi
penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.
8. Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Daerah dengan target 192
kali terealisasi sebanyak 124 kali atau 64,58 % kegiatan ini berupa frekwensi rapat
koordinasi dan konsultasi kedalam dan luar daerah yang telah dilaksanakan selama 1
tahun untuk keperluan perjalanan dinas dalam dan luar daerah sekaligus merupakan
indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan diusulkan pada tahun 2019 sebanyak
68 kali, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 12


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
9. Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor dengan target 24 unit terealisasi
sebanyak 17 unit atau 70,83 % kegiatan ini berupa jumlah perlengkapan gedung
kantor yang diadakan yang telah dilaksanakan sekaligus merupakan indikator dari
kegiatan ini. Sisa dari target telah diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 7 unit tetapi
pada saat pembahasan di Bappeda kegiatan ini ditiadakan sehingga sasaran target
tidak akan tercapai ditahun 2019.
10. Kegiatan Pengadaan Meubelur dengan target 93 unit terealisasi sebanyak 43 unit
atau 46,24 % kegiatan ini berupa jumlah penggandaan mebeleur yang diadakan
sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target telah diusulkan pada
tahun 2019 sebanyak 50 unit tetapi pada saat pembahasan di Bappeda kegiatan ini
ditiadakan sehingga sasaran target tidak akan tercapai ditahun 2019.
11. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan dengan target 6 unit terealisasi
sebanyak 4 unit atau 66,67 % kegiatan ini berupa jumlah mobil jabatan yang
dipelihara sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari targetkan
diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 2 unit yaitu mobil kepala dinas dan sekretaris.
Keterbatasan anggaran yang diterima juga menjadi factor penyebab pengalokasian
anggaran terhadap kegiatan ini.
12. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor dengan target 22 unit terealisasi
sebanyak 14 unit atau 63,64 % kegiatan ini berupa jumlah mobil jabatan yang
dipelihara sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari targetkan
diusulkan pada tahun 2019 sebanyak 8 unit, hal ini juga menjadi penyebab tidak
tercapainya sasaran target tersebut.
13. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor dengan
target 22 unit terealisasi sebanyak 12 unit atau 54,55 % kegiatan ini berupa jumlah
Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor yang dipelihara
sekaligus merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target telah diusulkan pada
tahun 2019 sebanyak 10 unit, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya
sasaran target tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 13


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
14. Kegiatan Penyediaan Jasa Keamanan Kantor dengan target 36 bulan terealisasi
sebanyak 24 bulan atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembayaran Honor tenaga
keamanan yang bertanggung jawab terhadap keamanan kantor (Depan dan
Belakang) dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan
dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 12 bulan, hal ini juga menjadi penyebab
tidak tercapainya sasaran target tersebut.
15. Kegiatan Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur dengan target 400 orang terealisasi
sebanyak 320 orang atau 80 % kegiatan ini berupa penyediaan makanan dan
minuman untuk senam untuk 80 orang x 3 minggu x 11 bulan dan juga merupakan
indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019
sebanyak 80 orang, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target
tersebut.
16. Kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Formal dengan target 36 orang terealisasi
sebanyak 15 orang atau 50 % kegiatan ini berupa pendidikan dan pelatihan yang
dan juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan
pada tahun 2019 sebanyak 21 orang, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya
sasaran target tersebut.
17. Kegiatan Pemantauan dan Analisis Akses Harga Pangan Pokok dengan target 250 kali
terealisasi sebanyak 102 kali atau 40,80 % kegiatan ini berupa pengumpulan data
dan pemantauan terhadap harga yang beredar dipasar yang dilakukan oleh
Enumerator terutama di hari-hari besar keagamaan diprovinsi dan 12 Kab/Kota
meliputi data ketersediaan, harga pasokan dan akses pangan hal ini juga merupakan
indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019
sebanyak 148 kali, hal ini juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target
tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 14


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
18. Kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Pangan dengan target 72 kelompok terealisasi
sebanyak 48 kelompok atau 66,67 % kegiatan ini berupa penyerahan barang kepada
kelompok masyarakat diantaranya berupa alat pengolahan pangan, Alat pengiris
pisang, alat pengering kripik, kompor gas dan tungku, kuali besi/Stanlis No. 26, Serok
besar, Alat pengiris singkong, periuk besi besar, mesin penepung, mesin pengaduk
adonan, ampia, pengempres plastic dan alat pembuatan tepung beras. Alat yang
diberikan sesuai dengan keperluan kelompok yang sudah dikoordinasikan ditahun
sebelumnya, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan
dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 24 kelompok.
19. Kegiatan Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Riau dengan target 200
ton terealisasi sebanyak 22,51 ton atau 11,26 % kegiatan ini berupa bantuan pangan
pokok beras hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan
dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 177,49 ton, pelaksanaan bantuan ini bekerja
sama dengan Bulog dalam hal penyimpanan beras yang telah dibeli, ssat ini stok
beras dari cadangan pangan pemerintah yang ada digudang adalah sebanyak 305.7
ton, penumpukan beras belum disalurkan karena belum terjadi bencana, hal ini juga
menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran target tersebut.
20. Kegiatan Analisis Ketersediaan Pangan Wilayah dengan target 9 buku terealisasi
sebanyak 7 buku atau 77,78 % kegiatan ini berupa pengumpulan data prognosa
ketersediaan pangan sub round dan Neraca Bahan Makanan yang dilakukan oleh
Enumerator terutama di hari-hari besar keagamaan diprovinsi dan 12 Kab/Kota hal ini
juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada
tahun 2019 sebanyak 2 buku, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan
Bappeda anggaran utk kegiatan ini ditiadakan, hal ini juga menjadi penyebab tidak
tercapainya sasaran target tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 15


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
21. Kegiatan Analisis Ketersediaan Pangan Wilayah dengan target 9 buku terealisasi
sebanyak 7 buku atau 77,78 % kegiatan ini berupa pengumpulan data prognosa
ketersediaan pangan sub round dan Neraca Bahan Makanan yang dilakukan oleh
Enumerator terutama di hari-hari besar keagamaan diprovinsi dan 12 Kab/Kota hal ini
juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada
tahun 2019 sebanyak 2 buku, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan
Bappeda anggaran utk kegiatan ini ditiadakan, hal ini juga menjadi penyebab tidak
tercapainya sasaran target tersebut.
22. Kegiatan Pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dengan target
39 peta terealisasi sebanyak 26 peta atau 66,67 % kegiatan ini berupa pembuatan
peta daerah kerawanan pangan melalui buku SKPG yang diterbitkan hal ini juga
merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun
2019 sebanyak 13 Peta, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda
anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah
ditetapkan.
23. Kegiatan Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan dengan target 20 kawasan
terealisasi sebanyak 4 kawasan atau 20 % kegiatan ini berupa penyerahan bantuan
ke kelompok. Kegiatan ini dulunya bernama Pengembangan Desa Mandiri Pangan,
tetapi karena terjadi perubahan arah lokasi di tingkat pusat, yang saat ini lebih
difokuskan ke daerah kawasan terutama daerah perbatasan/pesisir. hal ini juga
merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun
2019 sebanyak 16 kawasan, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan
Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah
ditetapkan.
24. Kegiatan Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang
dan Aman (B2SA) dengan target 39.120 orang terealisasi sebanyak 23.620 orang
atau 60,38 % kegiatan ini berupa pemberian makan kepada anak sekolah melalui
gerakan pangan lokal d 8 kab/kota, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini.
Sisa dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 15.500 orang, tetapi
pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga
output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 16


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
25. Kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Provinsi dan Nasional dengan target 15
jenis pangan terealisasi sebanyak 6 jenis pangan atau 60,38 % kegiatan ini berupa
perlombaan menu pangan local yang dilakukan mulai ditingkat kab/kota, tingkat
provinsi dan tingkat nasional , hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa
dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 9 jenis pangan, tetapi pada
saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga
output ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.
26. Kegiatan Analisis Situasi Konsumsi Pangan Penduduk dengan target 45 jenis pangan
terealisasi sebanyak 18 jenis pangan atau 40 % kegiatan ini berupa pengambilan
data ke rumah tangga dengan metode survey dan wawancara perihal makanan yg
dikonsumsi yang selanjutnya diolah dengan sistim analisis yang sudah tetapkan , hal
ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan
pada tahun 2019 sebanyak 22 jenis, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan
Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah
ditetapkan.
27. Kegiatan Pengelolaan Pemanfaatan Pekarangan/Peran Perempuan Dalam Ketahanan
Pangan dengan target 7.456 KK pangan terealisasi sebanyak 4.456 KK atau 59,76 %
kegiatan ini berupa Pola Pelatihan pemanfaatan pekarangan Model Veltikultur, hal ini
juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan pada
tahun 2019 sebanyak 3.000 KK, tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan
Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari target yg telah
ditetapkan.
28. Kegiatan Pengembangan Pangan Lokal dengan target 60 unit pangan terealisasi
sebanyak 40 unit atau 66,67 % kegiatan ini berupa pemberian bantuan unit
pengolahan pangan lokal, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari
target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 20 unit, tetapi pada saat
pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output
ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 17


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
29. Kegiatan Pengembangan Pangan Lokal dengan target 60 unit pangan terealisasi
sebanyak 40 unit atau 66,67 % kegiatan ini berupa pemberian bantuan unit
pengolahan pangan lokal, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari
target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 20 unit, tetapi pada saat
pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output
ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.
30. Kegiatan Penyusunan Peraturan Daerah (PERDA) Ketahanan Pangan Provinsi Riau
dengan target 2 Ranperda terealisasi sebanyak 1 ranperda atau 50 % kegiatan ini
berupa pembuatan Ranperda regulasi ketahanan pangan, hal ini juga merupakan
indikator dari kegiatan ini. tetapi pada saat pembahasan dengan TAPD dan Bappeda
anggaran dirasionalisasi sehingga kegiatan ditiadakan.
31. Kegiatan Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara dengan target 3 kali terealisasi
sebanyak 2 kali atau 66,67 % kegiatan ini berupa pelaksanaan kegiatan Dewan
Ketahanan Pangan tetapi pada tahun 2018 terjadi pergeseran output menjadi
pelaksanaan seminar sagu, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. tetapi
pada saat pembahasan dengan BKAD terjadi pergeseran.
32. Kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan dengan target 96 sampel terealisasi
sebanyak 48 sampel atau 50 % kegiatan ini berupa pengujian residu pestisida di
lokasi kebun buah dan sayur , hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa
dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 48 sampel, tetapi pada saat
pembahasan dengan TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output
ikut berkurang dari target yg telah ditetapkan.
33. Kegiatan Sertifikasi Pangan Segar (Buah dan Sayur) dengan target 40 orang pelaku
usaha terealisasi sebanyak 20 pelaku usaha atau 50 % kegiatan ini berupa pengujian
residu pestisida di lokasi kebun buah dan sayur dan pengeluaran sertifikat prima 3 ,
hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa dari target akan dilaksanakan
pada tahun 2019 sebanyak 20 pelaku usaha, tetapi pada saat pembahasan dengan
TAPD dan Bappeda anggaran dirasionalisasi sehingga output ikut berkurang dari
target yg telah ditetapkan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 18


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
34. Kegiatan Partisipasi Dalam Pelaksanaan Pameran Tahunan dengan target 5 event
terealisasi sebanyak 4 event atau 80 % kegiatan ini berupa pelaksanaan pameran
meliputi sewa stand, isi stand, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa
dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 1 event pameran Riau expo.
35. Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Ketahanan Pangan dengan
target 5 sistem terealisasi sebanyak 2 sistem atau 40 % kegiatan ini berupa
pelaksanaan perawatan jaringan dan pembuatan system informasi ketahanan pangan
berupa data-data ketahanan pangan yang diupload oleh tim yang telah ditunjuk
sebagai penanggung jawab, hal ini juga merupakan indikator dari kegiatan ini. Sisa
dari target akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebanyak 3 sistem.

Terkaitkan dengan pencapaian target RENSTRA perangkat daerah sampai dengan


tahun berjalan yakni tahun 2018 ada 19 kegiatan (Penyediaan Jasa Surat Menyurat,
Penyediaan Jasa Administrasi kantor, Penyusunan Laporan Capaian Kinerja Dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja OPD, Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran, Penyusunan
Rencana Kerja OPD, Rapat Koordinasi pada setiap OPD, Penyusunan Penetapan Kinerja
(PENJA), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Laporan, Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP), Pengembangan dan Pemberdayaan Cadangan Pangan Masyarakat,
Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Ketahanan Pangan, Koordinasi dan Sinkronisasi
Perencanaan Pembangunan Ketahanan Pangan, Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan
Operasional Pengembangan Kelembagaan Dewan Ketahanan Pangan, Penanganan
Daerah Rawan Pangan (PDRP), Pemberdayaan Gapoktan dalam Penyedia Pangan
Masyarakat se Provinsi Riau, Pengembangan dan Pemberdayaan Ketersediaan Pangan
Sagu sebagai Pangan Alternatif, Penguatan Jaringan Ketersediaan dan Distribusi Pangan
antar Wilayah (Lokal dan Regional), Peningkatan Kompetensi SDM Keamanan Pangan
dan kegiatan Penyusunan Statistik Pangan) yang telah memenuhi target kinerja
hasil/keluaran yang direncanakan dengan realisasi 100 %. Beberapa kegiatan juga tidak
dapat disandingkan karena pada tahun 2018 tidak lagi dialokasi kan akibat rasionalisasi
dengan Tim TAPD dan Bappeda dapat dilihat pada tabel 1 (Tabel T-C.29, Lampiran
Permendagri 86 Tahun 2017) dibawah ini (terlampir).

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 19


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
Capaian tertinggi (melampaui)/melebihi target kinerja program dan kegiatan
terdapat pada Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor dengan target 63 jenis
terealisasi sebanyak 64 jenis atau 101,59 % kegiatan ini berupa jumlah perlengkapan
gedung kantor yang diadakan yang telah dilaksanakan sekaligus merupakan indikator
dari kegiatan ini. Dan Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor dengan
target 6 jenis terealisasi sebanyak 16 jenis atau 266,67 % kegiatan ini berupa jumlah
gedung kantor yang dipelihara yang sekaligus juga merupakan indikator dari kegiatan ini.

Faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya / rendahnya target adalah


karena:
1. Masih ada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang lamban dalam
penyerahan SPJ ke Bendahara Pengeluaran sehingga terlambatnya pengajuan GU
berikutnya;
2. Lambatnya dalam pencairan keuangan kegiatan;
3. Kurang memadainya sarana dan prasarana (peralatan komputer) sehingga
mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas;
4. Masih rendahnya Sumber Daya Manusia Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau
untuk menunjang pencapaian kinerja pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau;
5. Perencanaan kegiatan 2018 dan 2019 belum dilaksanakan, sehingga target pada
akhir Renstra belum sepenuhnya tercapai.
6. Ada nya perubahan program dan kegiatan yang berbeda sehingga tidak dapat
disandingkan realisasi program/kegiatannya.
7. Perubahan indikator setiap tahun anggaran juga menjadikan sulit untuk
disandingkan.
8. Rasionalisasi anggaran menyebabkan beberapa program dan kegiatan ditiadakan
dengan alesan skala prioritas.
9. Belum adanya koordinasi yang baik dari perangkat daerah terkait dengan
pelaksanaan/kegiatan yang diselenggarakan untuk kabupaten/kota,
10. Masih kurangnya pemahaman tentang kegiatan/program yang akan
diselenggarakan baik Kabupaten/kota,

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 20


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
11. Sering terjadinya beberapa kegiatan diambil alih oleh perangkat daerah terkait pada
pertengahan tahun anggaran berjalan, sehingga pagu anggaran yang sudah kita
rancang di kabupaten/kota tidak bisa direalisasikan/kembali ke kas daerah.
12. Belum adanya penetapan program/kegiatan yang pasti baik di Kabupaten/kota.
13. Kesalahan prediksi target dan tidak adanya tindak lanjut kegiatan juga menjadi
faktor penyebab.

Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah,
Implikasi merupakan dampak atau suatu kesimpulan dari target capaian Program Renstra
Perangkat Daerah adalah sebagai berikut:
1. Terhadap program yang realisasinya telah memenuhi target sesuai Renstra Perangkat
Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau berdampak positif bagi kelancaran
administrasi perkantoran pada khususnya dan kepada masyarakat pada umumnya,
2. Terhadap program yang realisasinya belum memenuhi target sesuai Renstra
Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau berdampak pada laporan
kinerja realisasi keuangan perangkat daerah.
3. Tidak tercapainya target kinerja program berimplikasi terhadap target kinerja sasaran
dan kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD yang telah
ditetapkan dalam RENSTRA.
4. Para perencanaan kegiatan harus melihat hasil dan dampak dari program kegiatan,
dengan tidak melihat berapa besar anggaran yang akan disediakan untuk program
kegiatan.
5. Tersedianya informasi/data yang memadai dalam penyusunan dokumen
perencanaan pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Riau.
Kebijakan yang harus dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan realisasi program
kegiatan untuk mencapai target kinerja pelayanan pada Dinas Ketahanan pangan Provinsi
Riau :
1. Dilakukan pengendalian dan pengawasan dalam setiap tahapan/langkah pekerjaan
untuk mengetahui apakah kegiatan telah sesuai dengan rencana dan
aturan yang berlaku agar kualitas dan sasaran kegiatan sesuai dengan yang ingin
dicapai;

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 21


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019
2. Kasubbag Keuangan, Perlengkapan, dan Pengelolaan Barang Milik Daerah
memerintahkan kepada Bendahara Pengeluaran untuk mengatur kembali teknis
pencairan dana sesuai aliran kas yang tersedia;
3. Perlu adanya koordinasi yang lebih matang kepada para pelaksana Kegiatan (PPTK)
yang menangani kegiatan,
4. Perlu adanya koordinasi kepada instansi terkait masalah pelimpahan kegiatan yang
akan dilaksanakan di kabupaten/kota.
5. Kerjasama dengan pihak stakehoders maupun SKPD, terkait dengan data dan
informasi yang dibutuhkan hendaknya lebih ditingkatkan, sehingga ketidaksesuaian
data dan informasi dapat diminimalisir, yang selanjutnya perencanaan dan
pengambilan kebijakan manajemen kepegawaian semakin tepat.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 22


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 1

(Tabel T-C.29, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017)


Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan
Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s.d. Tahun 2018 (Tahun Berjalan)
Provinsi Riau
Nama Perangkat Daerah : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Realisasi Perkiraan Realisasi Capaian Target


Target dan Realisasi Kinerja Program dan
Target Target Renstra Perangkat Daerah s.d. tahun
Kegiatan Tahun 2017 (n-2)
Kinerja program Berjalan
Hasil dan
Program kegiatan
Urusan/ Bidang Urusan Target Kinerja Capaian Realisasi
Indikator Kinerja Program dan {Renja
Kode Pemerintah daerah dan Program (Renstra PD) Capaian
(outcomes)/Kegiatan (output) Keluaran Target Realisasi Perangkat
program/ Kegiatan Tahun 2019 Program dan Tingkat Capaian
Kegiatan RKPD RKPD Tingkat Daerah
s.d tahun 2018 Kegiatan s.d. Realisasi Target
Tahun 2017 Tahun 2017 Realisasi (%)
Tahun (n-1)} Tahun 2018 Renstra (%)
(Tahun n-2) (Tahun n-2)
2016 {Tahun berjalan
(Tahun (n-1)}
n-3)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)=(7)/(6)*100 (9) (10)=(5)+(7)+(9) (11)=(10)/(4)*100
Urusan Wajib
Bidang Urusan
Ketahanan Pangan

1.02.1.02.03.0 Program Pelayanan Persentase layanan 100 %


1.01. Administrasi administrasi perkantoran
Perkantoran yang baik
1.02.1.02.03.0 Penyediaan Jasa Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.002 Komunikasi, Sumber jasa komunikasi, air, dan
Daya Air Dan Listrik listrik

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 23


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.1.02.03.0 Penyediaan Jasa Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.008 Kebersihan Kantor jasa kebersihan kantor

1.02.1.02.03.0 Penyediaan Alat Tulis Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.010 Kantor alat tulis kantor

1.02.1.02.03.0 Penyediaan Barang Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.011 Cetakan Dan barang cetakan dan
Penggandaan pengadaan

1.02.1.02.03.0 Penyediaan Komponen Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.012 Instalasi komponen instalasi listrik
Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor
1.02.1.02.03.0 Penyediaan Bahan Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.015 Bacaan Dan Peraturan bahan bacaan dan peraturan
Perundang-Undangan perundang-undangan

1.02.1.02.03.0 Penyediaan Makanan jumlah makanan dan 14.553 box 0 2.488 1.895 76,17 5.170 7.065,00 48,55
1.01.017 Dan Minuman minuman yang disediakan

1.02.1.02.03.0 Rapat-Rapat Koordinasi Frekuensi rapat koordinasi 192 kali 0 60 60 100,00 64 124,00 64,58
1.01.018 Dan Konsultasi Ke Luar dan konsultasi keluar daerah
Daerah

1.02.03.01.01. Penyediaan Jasa Surat jumlah surat yang dikirim 100 surat 0 100 37 37,00 - 37,00 37,00
001 Menyurat

1.02.03.01.01. Penyediaan Jasa rentang waktu penyediaan bulan 12 6 50,00 6,00


023 Administrasi Kantor jasa administrasi kantor

1.02.1.02.03.0 Penyediaan Jasa Rentang waktu penyediaan 36 bulan 0 12 12 100,00 12 24,00 66,67
1.01.019 Keamanan Kantor jasa Keamanan kantor

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 24


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.1.02.03.0 Program Peningkatan Persentase kecukupan 100 % 100


1.02 Sarana dan Prasarana sarana dan prasarana kerja
Aparatur aparatur yang sesuai dengan
standar kerja
1.02.03.01.02. Pengadaan Jumlah perlengakapan 45 unit 9 9 100,00 - 8,00 17,78
007 Perlengkapan Gedung gedung yang diadakan 1
Kantor
1.02.03.01.02. Pengadaan Peralatan Jumlah peralatan gedung 105 unit 21 21 100,00 - 21,00 20,00
009 Gedung Kantor kantor yang diadakan

1.02.03.01.02. Pengadaan Mebeleur Jumlah pengadaan mebeleur 48 unit 31 31 100,00 1 32,00 66,67
010 yang diadakan

1.02.1.02.03.0 Pemeliharaan Jumlah gedung kantor yang 6 Unit 0 2 2 100,00 2 4,00 66,67
1.02.022 Rutin/Berkala Gedung dipelihara
Kantor
1.02.1.02.03.0 Pemeliharaan Jumlah mobil jabatan yang 22 Unit 0 7 7 100,00 7 14,00 63,64
1.02.023 Rutin/Berkala Mobil dipelihara
Jabatan
1.02.1.02.03.0 Pemeliharaan Jumlah peralatan dan 22 Unit 0 10 10 100,00 2 12,00 54,55
1.02.030 rutin/berkala peralatan perlengkapan kantor yang
dan perlengkapan dipelihara
kantor

1.02.1.02.03.0 Program Peningkatan Persentase meningkatnya 100 % 100


1.03 Disiplin Aparatur kualitas dan disiplin aparatur

1.02.1.02.03.0 Pembinaan Fisik dan Jumlah ASN yang dibina fisik 400 orang 160 80 80 100,00 80 320,00 80,00
1.03.006 Mental Aparatur dan mentalnya

1.02.03.06 Program Peningkatan Persentase ketepatan 100 %


Pengembangan Sistem penyampaian laporan
Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 25


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.06.00 Penyusunan Laporan jumlah laporan capaian 16 dokumen 4 4 100,00 4,00 25,00
1 Capaian Kinerja Dan kinerja dan ikhtisar realisasi
Ikhtisar Realisasi Kinerja kinerja SKPD yang disusun
SKPD
1.02.03.06.00 Penyusunan Pelaporan jumlah pelaporan prognosis 20 dokumen 5 5 100,00 5,00 25,00
3 Prognosis Realisasi realisasi anggaran yang
Anggaran disusun

1.02.03.06.00 Penyusunan Rencana jumlah laporan Rencana Kerja 12 dokumen 3 3 100,00 3,00 25,00
5 Kerja SKPD SKPD

1.02.03.06.00 Rapat Koordinasi pada Jumlah peserta Rakor 400 orang 100 60 60,00 60,00 15,00
6 setiap SKPD

1.02.03.06.00 Penyusunan Penetapan jumlah laporan Penetapan 12 dokumen 3 3 100,00 3,00 25,00
9 Kinerja (PENJA), Kinerja (PENJA), Rencana
Rencana Kinerja Kinerja Tahunan (RKT),
Tahunan (RKT), Laporan Laporan Akuntabilitas Kinerja
Ekuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Instansi Pemerintah
(LAKIP)

1.02.1.02.03.0 Program Peningkatan Persentase meningkatnya 100 % 100


1.05 Kapasitas Sumber Daya kualitas sumberdaya
Aparatur aparatur sipil negara

1.02.1.02.03.0 Pendidikan Dan Jumlah ASN yang mengikuti 36 orang 0 3 3 100,00 15 18,00 50,00
1.05.001 Pelatihan Formal pendidikan dan pelatihan
formal
1.02.03.1.02.0 Program Peningkatan
3.01.15 Ketahanan Pangan

1. Skor Pola Pangan harapan 83,5 Skor 83


(PPH)

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 26


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.1.02.0 Gerakan Jumlah peserta gerakan 39.120 orang 0 9.820 9.820 100,00 13.800 23.620,00 60,38
3.01.15.030 Penganekaragaman
Pangan
1.02.03.1.02.0 Analisis Situasi Jenis kelompok pangan yang 45 Jenis 0 9 9 100,00 9 18,00 40,00
3.01.15.013 Konsumsi Pangan dianalisis
Penduduk
1.02.03.1.02.0 Pengelolaan Jumlah KK yang menerima 7.456 KK 0 576 576 100,00 3.880 4.456,00 59,76
3.01.15.014 Pemanfaatan bantuan
Pekarangan/Peran
Perempuan Dalam
Ketahanan Pangan
1.02.03.1.02.0 Pengembangan Pangan Jumlah unit pengolah pangan 60 unit 0 20 20 100,00 20 40,00 66,67
3.01.15.015 Lokal lokal

1.02.03.1.02.0 Lomba Cipta Menu Jumlah menu pangan lokal 15 jenis pangan 0 3 3 100,00 3 6,00 40,00
3.01.15.012 B2SA Tingkat Provinsi yang dilombakan lokal
dan Nasional
1.02.03.1.02.0 Sertifikasi dan Jumlah pengawasan 240 sampel - - - - 48 48,00 20,00
3.01.15.031 Pengawasan Pangan keamanan pangan segar dan pengawasan
Segar komoditi yang disertifikasi
10 komoditi 10 10,00 100,00
10 komoditi 10 10,00 100,00
surveylan

2. Persentase penguatan 80% 80% 80%


cadangan pangan

1.02.03.1.02.0 Analisis Ketersediaan Jenis kelompok pangan yang 65 jenis 0 13 13 100,00 13 26,00 40,00
3.01.15.005 Pangan Wilayah dianalisis

1.02.03.1.02.0 Pengembangan Sistem Jumlah buku SKPG 5 judul buku 0 1 1 100,00 1 2,00 40,00
3.01.15.009 Kewaspadaan Pangan
dan Gizi (SKPG)

1.02.03.1.02.0 Pengembangan Jumlah kawasan 20 kawasan 0 - 4 4,00 20,00


3.01.15.032 Kawasan Mandiri

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 27


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Pangan
1.02.03.1.02.0 Penghargaan Adikarya Jumlah kategori, peserta 25 kategori 0 - 5 5,00 20,00
3.01.15.033 Pangan Nusantara rapat, dan jumlah
(APN) dan Koodinasi rekomendasi yang dihasilkan 250 orang 0 - 50 50,00 20,00
Dewan Ketahanan 10 rekomendasi 0 - 2 2,00 20,00
Pangan

1.02.03.1.02.0 Pemantauan dan Frekwensi pemantauan dan 250 kali 0 52 52 100,00 50 102,00 40,80
3.01.15.001 Analisis Harga Pangan jenis pangan yang dianalisis
Pokok

1.02.03.1.02.0 Penguatan Cadangan Jumlah Bantuan Pangan 200 ton 0 20 - - 2,512 2,51 1,26
3.01.15.001 Pangan Pemerintah Pokok Beras
Daerah Riau
1.02.03.1.02.0 Pengembangan Jumlah gapoktan penerima 10 gapoktan 0 2 2,00 20,00
3.01.15.036 Lumbung Pangan bantuan
Masyarakat
1.02.03.15.00 Pengembangan dan Jumlah kelompok penerima 76 kelompok 19 19 100,00 19,00 25,00
4. Pemberdayaan bantuan
Cadangan Pangan
Masyarakat
1.02.03.15.00 Monitoring, Evaluasi Frekuensi Monev yang 96 kali 24 24 100,00 24,00 25,00
6. dan Pelaporan dilaksanakan
Ketahanan Pangan
1.02.03.15.00 Koordinasi dan Jumlah Peserta 144 orang 36 36 100,00 36,00 25,00
7. Sinkronisasi peserta
Perencanaan
Pembangunan
Ketahanan Pangan
1.02.03.15.01 Peningkatan Kapasitas Jumlah rekomendasi 8 rekomendasi 2 2 100,00 2,00 25,00
0. dan Operasional
Pengembangan
Kelembagaan Dewan
Ketahanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 28


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.15.01 Pemberdayaan Jumlah Gapoktan penerima 120 gapoktan 30 30 100,00 30,00 25,00
7. Gapoktan dalam bantuan
Penyedia Pangan
Masyarakat se Provinsi
Riau
1.02.03.15.02 Pengembangan dan Jumlah kelompok penerima 80 kelompok 20 20 100,00 20,00 25,00
0 Pemberdayaan bantuan
Ketersediaan Pangan
Sagu sebagai Pangan
Alternatif
1.02.03.15.02 Penguatan Jaringan Jumlah jaringan distribusi 8 jaringan 2 2 100,00 2,00 25,00
1 Ketersediaan dan yang dikerjasamakan
Distribusi Pangan antar
Wilayah (Lokal dan
Regional)
1.02.03.15.02 Penghargaan Adikarya Jumlah pemberian 4 kali 1 1 100,00 1,00 25,00
4 Pangan Nusantara penghargaan Adhikarya
Pangan Nusantara

1.02.03.15.02 Pengawasan Keamanan Jumlah pengawasan mutu 192 sampel 48 48 100,00 48,00 25,00
8 Pangan keamanan pangan segar

1.02.03.15.02 Sertifikasi Pangan Segar Jumlah sertifikat prima 3 80 komoditi 20 20 100,00 20,00 25,00
9 (Buah dan Sayur)

1.02.03.16 Program Peningkatan Persentase Pengawasan dan 95 % 100


Mutu dan Keamanan Pembinaan Kemanan Pangan
Pangan

1.02.03.16.00 Peningkatan Jumlah SDM 96 orang 24 24 100,00 24,00 25,00


3 Kompetensi SDM
Keamanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 29


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

3.00.01.1.02.0 Program Persentase Ketersediaan 100 % 100


3.01.15 Pengembangan data/ informasi ketahanan
Data/Informasi pangan

3.00.01.1.02.0 Partisipasi Dalam Jumlah Event yang diikuti 5 event 0 3 3 100,00 1 4,00 80,00
3.01.15.006 Pelaksanaan Pameran
Tahunan

3.00.01.1.02.0 Pengembangan Sistem Jumlah Sistem Informasi yang 5 sistem 0 1 1 100,00 1 2,00 40,00
3.01.15.013 Informasi Manajemen dikembangkan
Ketahanan Pangan

3.00.01.1.02.0 Monitoring, Evaluasi, 1. Frekuensi Monev yang 12 kali 0 12 12,00 100,00


3.01.15.074 Pelaporan, dan Statistik dilaksanakan; 2. Jumlah buku
Ketahanan Pangan statistik pangan

1 judul buku 0 - 1 1,00 100,00


3.00.01.15.01 Penyusunan Statistik Jumlah Buku Statistik Pangan 5 buku 1 1 100,00 1,00 20,00
4 Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 30


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Acuan dalam menganalisis kinerja pelayanan Dinas Ketahanan


Pangan masih mengacu pada analis kinerja pelayanan Badan Ketahanan
Pangan. Berdasarkan indikator kinerja dapat menggunakan Standar
Pelayanan Minimum (SPM) untuk mengukur jenis dan mutu pelayanan dasar
serta Indikator Kinerja Kunci (IKK). Perubahan urusan Ketahanan Pangan
dalam UU No. 23 Tahun 2014 dari Urusan Wajib Pelayanan Dasar menjadi
Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar belum diikuti dengan perubahan SPM.
SPM Bidang Ketahanan Pangan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian
Nomor : 65/Permentan/OT.140/12/2010 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tingkat
Pencapaian Standar Pelayanan Minimal berdasarkan rencana tingkat
pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) standar umum yang akan
dicapai adalah sebagai berikut :
a. Mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera;
b. Memandirikan masyarakat di bidang Pertanian, Perkebunan dan
Kehutanan di seluruh kecamatan yang ada dalam Provinsi Riau;
c. Meningkatnya kinerja Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan
Penyuluh Kehutanan dalam memberikan pelayanan Pertanian,
Perkebunan dan Kehutanan kepada masyarakat;
d. Tersedianya barang dan terbayarnya gaji pegawai secara maksimal
dengan persentase 100%.

Berdasarkan pada Perda Provinsi Riau Nomor 73 Tahun 2016


tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah maka Dinas Ketahanan
Pangan mempunyai tugas membantu Gubernur dalam melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketahanan pangan.
Adapun kewenangan yang menyertainya adalah menyusun kebijakan,
program dan kegiatan yang dibutuhkan guna membantu Gubernur dalam
melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang
ketahanan pangan, dengan fungsi yang melekat yaitu :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 31


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan;


2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di
bidang ketahanan pangan;
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang ketahanan pangan; dan
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai
dengan tugas dan fungsinya.

Urusan ketahanan pangan berdasarkan berdasarkan Pergub Nomor


82 Tahun 2017 dengan Nomenklatur “Dinas Ketahanan Pangan” memiliki
struktur seperti gambar dibawah ini.
Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Riau dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang bertanggung jawab langsung
kepada Gubernur Riau, dengan susunan organisasi seperti yang disajikan pada
gambar berikut:

Acuan dalam menganalisis kinerja pelayanan OPD berdasarkan indikator


kinerja dapat menggunakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mengukur jenis
dan mutu pelayanan dasar, dan IKU (Indikator Kinerja Utama), sesuai dengan PP
Nomor 8 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah
Daerah. Capaian kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau
berdasarkan indikator yang telah ditetapkan pada periode sebelumnya yang
mengacu kepada uraian tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi, pelaksanaan
kapasitas pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.
Keberhasilan kinerja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dapat dilihat dari
pencapaian indikator dan yang telah ditetapkan. Hasil keberhasilan kinerja pelayanan
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dapat dilihat pada Tabel 2 (Tabel.T-C.30)
berikut ini :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 32


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 33


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 2
(Tabel T-C.30, Lampiran Permendagri No. 86 Tahun 2017)
Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Riau

Target Renstra SKPD Realisasi Capaian Proyeksi


SPM/Standar
No Indikator *) IKK (PP-6/08) Catatan Analisa
Nasional
Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)
1 - -
a. Ketersediaan Pangan :
- Energi (Kk/Kap/Hari) 2400 2400 2400 2400 2400 3.168 N/A 3180 3185
- Protein(Gram/Kap/Hari) 63 63 63 63 63 75,12 N/A 76 76.5
Penguatan Cadangan Pangan pemerintah(CPP)
b. 60% 120 120 120 120 140 N/A 120 120
Provinsi (Beras/Ton)

2 Ketersediaan Pangan utama (Beras/Ton) 750.000 825.000 850.000 825.000 850.000 843.661 N/A 840.000 850.000

3
c Konsumsi Pangan :
- Energi (Kk/Kap/Hari) 2.050 2.125 2.150 2.150 2.150 2.081 N/A 2.085 2.090
- Protein(Gram/Kap/Hari) 55 55 55 55 55 59,8 N/A 60 55
4 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi 85% 82,5 83 83,5 84 84,9 N/A 85 85,5
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan 85 85,5 86 86,5 84,85 N/A 86 86,5
5 Penanganan Kerawanan Pangan 60% 60 60 60 60 25%
Persentase Ketersediaan Informasi Harga
6 100% 100 100 100 100 100 N/A 100 100
Pangan

7 Persentase Pengawasan Keamanan Pangan 80% 80 80 80 80 84,44 N/A 80 80

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 34


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Secara umum, kondisi ketahanan pangan Riau 2017 - 2018 semakin baik dan
kondusif. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa indikator berikut :
a. Produksi komoditas pangan strategis menunjukkan pertumbuhan yang positif.
b. Ketersediaan pangan cukup mantap dan mampu mencukupi kebutuhan bagi
seluruh penduduk Riau.
c. Harga pangan relatif stabil dan terjangkau masyarakat baik secara umum
maupun menjelang hari besar keagamaan.
d. Peningkatan kualitas konsumsi dan keberagaman pola konsumsi
masyarakatyang nantinya diharapkan terjadi peningkatan IPM (Indeks
Pembangunan Manusia).
e. Peran serta masyarakat dalam upaya pemantapan ketahanan pangan
semakin meningkat.
Tabel 2. 3 Kebutuhan Pangan Tahun 2014 - 2017

No Komoditi Pangan Tahun Pert (%)


2014 2015 2016 2017

1 Beras 652.876 666.162 679.351 695.752 1,6

2 Jagung 53.220 50.790 35.105 30.560 -12,9

3 Kedelai 24.135 50.550 41.606 42.611 15,3

4 Kc. Tanah 9.901 9.788 8.516 7.390 -7,1

5 Kc. Hijau 13.614 8.745 7.606 6.591 -16,6

6 Ubi Jalar 8.446 8.446 11.702 11.984 9,1

7 Ubi Kayu 85.065 85.065 63.710 55.460 -10,1

8 Sagu 5.430 6.142 26.654 27.297 49,7

9 Buah-buahan 190.040 190.040 174.226 178.432 -1,6

10 Sayuran 293.807 293.807 299.695 306.930 1,1

11 Daging 54.458 54.458 53.958 81.892 10,7

12 Telur 45.175 49.030 55.908 57.258 6,1

13 Ikan 166.468 230.290 205.431 178.831 1,8

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 35


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.602.635 1.703.313 1.663.468 1.680.989


Sumber Data : 1. Olahan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dan
2. Angka konsumsi berdasarkan servey konsumsi BKP Riau

Tabel 2. 4 Produksi Komoditas Pangan Provinsi Riau Tahun 2014 - 2017

No Komoditi Pangan Tahun Pert (%)


2014 2015 2016 2017

1 Beras 245.625 247.144 234.356 229.468 -1,7

2 Jagung 28.651 30.870 32.850 30.768 1,8

3 Kedelai 2.332 2.145 2.654 1.119 -16,8

4 Kc. Tanah 1.134 1.036 913 798 -8,4

5 Kc. Hijau 645 598 650 448 -8,7

6 Ubi Jalar 8.038 6.562 4.904 4.802 -12,1

7 Ubi Kayu 117.287 103.599 105.992 124.509 1,5

8 Sagu 216.083 366.032 326.755 326.355 10,9

9 Buah-buahan 224.749 180.362 199.140 193.401 -3,7

10 Sayuran 171.189 153.967 199.095 243.962 9,3

11 Daging 59.488 65.707 65.287 70.909 4,5

12 Telur 4.757 4.909 6.273 6.453 6,9

13 Ikan 211.342 209.686 321.507 541.253 26,5

1.291.320 1.372.617 1.500.137 1.774.004


Sumber Data : ATAP BPS Provinsi Riau, Dinas TPH dan Perkebunan Riau, Olahan Diskepang Riau

Tabel 2. 5 Pasokan Komoditas Pangan Provinsi Riau Tahun 2014 – 2017

No Komoditi Pangan Pasokan Pangan Pert (%)


2014 2015 2016 2017

1 Beras 578.838 596.203,00 605.414 611.468 1,4

2 Jagung 9.089 9.248,00 9.340 9.412 0,9

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 36


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

3 Kedelai 72.686 73.417,00 73.784 73.969 0,4

4 Kc. Tanah 14.654 15.011,30 15.086 15.162 0,9

5 Kc. Hijau 11.371 11.542,29 11.548 11.554 0,4

6 Ubi Jalar 4.974 5.116,07 6.907 8.081 12,9

7 Ubi Kayu 4.337 4.339,00 103.672 103.723 121,1

8 Sagu - - - - -

9 Buah-buahan 175.869 177.593,21 178.925 179.820 0,6

10 Sayuran 311.632 317.718,00 319.307 319.370 0,6

11 Daging 12.999 13.431,00 14.774 15.513 4,5

12 Telur 54.631 55.591,03 55.691 55.734 0,6

13 Ikan 67.095 67.372,46 67.474 67.507 0,2

1.318.175 1.346.582,36 1.462.099,88 1.471.587,71


Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Povinsi Riau

Tabel 2. 6 Ketersediaan (Produksi + Pasokan) Tahun 2014 - 2017

Ketersediaan Pangan Pert (%)


No Komoditi Pangan
2014 2015 2016 2017

1 Beras 824.463 843.347 839.771 840.936 0,5

2 Jagung 37.740 40.118 42.190 40.180 1,6

3 Kedelai 75.018 75.562 76.438 75.088 0,0

4 Kc. Tanah 15.788 16.047 15.999 15.960 0,3

5 Kc. Hijau 12.016 12.140 12.198 12.002 0,0

6 Ubi Jalar 13.012 11.678 11.811 12.883 -0,2

7 Ubi Kayu 121.624 107.938 209.664 228.232 17,0

8 Sagu 216.083 366.032 326.755 326.355 10,9

9 Buah-buahan 400.618 357.955 378.065 373.221 -1,8

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 37


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

10 Sayuran 482.821 471.685 518.402 563.332 3,9

11 Daging 72.487 79.138 80.061 86.422 4,5

12 Telur 59.388 60.500 61.964 62.187 1,2

13 Ikan 278.437 277.058 388.981 608.760 21,6

2.609.496 2.719.199 2.962.237 3.245.591


Sumber Data : ATAP BPS Provinsi Riau, Dinas TPH dan Perkebunan Riau, Olahan Diskepang Riau

Gambar 2. 1 Harga Pangan Tahun 2017

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 38


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 7 Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditas Beras dan Jagung


Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017

No Kabupaten/Kota Produksi 2017 Konsumsi (ton) Rasio


Beras Jagung Beras Jagung Beras Jagung
01. Kuantan Singingi
17.648 191 33.567 64 0,53 2,97
02. Indragiri Hulu
7.203 2.317 44.506 85 0,16 27,20
03. Indragiri Hilir
60.323 10.218 75.473 144 0,80 70,74
04. Pelalawan
20.443 3.503 45.853 88 0,45 39,92
05. Siak
21.975 633 48.636 93 0,45 6,80
06. Kampar
18.207 3.603 86.984 166 0,21 21,64
07. Rokan Hulu
19.540 4.420 67.006 128 0,29 34,47
08. Bengkalis
17.587 1.173 58.424 112 0,30 10,49
09. Rokan Hilir
36.537 821 71.025 136 0,51 6,04
10. Kepulauan Meranti
6.915 1.400 19.155 37 0,36 38,19
11 Pekanbaru
14 2.442 114.019 218 0,00 11,19
12 Dumai
3.076 47 31.103 60 0,10 0,79
Jumlah 229.468 30.768 695.752 1.332 0,33 23,10
Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Tabel 2. 8 Perkembangan Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditi Sayur-


sayuran dan Buah-buahan di Provinsi Riau Tahun 2013-2017

Tahun Pertumbuhan
Komoditas
2013 2014 2015 2016 2017 /Tahun (%)
Produksi (ton)
1. Sayuran 88.767 171.189 139.661 140.225 129.380 7,83
2. Buah-Buahan 206.119 224.749 172.504 195.976 243.962 3,43
Konsumsi (ton)
1. Sayuran 293.820 301.377 308.972 316.597 324.240 1,99

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 39


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2. Buah-Buahan 165.915 170.182 174.471 178.777 183.093 1,99


Perimbangan (ton)
1. Sayuran (205.053) (130.188) (169.311) (176.372) (194.861) -1,01
2. Buah-Buahan 40.204 54.567 (1.967) (17.199) (60.869) 8,65
Rasio
1. Sayuran 0,3 0,57 0,45 0,44 0,40 5,87
2. Buah-Buahan 1,24 1,32 0,99 1,1 1,33 1,45
Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Tabel 2. 9 Rasio Produksi dan Konsumsi Komoditas Sayur-sayuran dan


Buah-buahan Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017

Produksi (Ton) Konsumsi (Ton) Rasio


No. Kabupaten/Kota Buah- Buah- Buah-
Sayuran buahan Sayuran buahan Sayuran buahan
01. Kuantan Singingi
1.682 12.547 15.643 8.833 0,11 1,42
02. Indragiri Hulu
11.139 32.350 20.741 11.712 0,54 2,76
03. Indragiri Hilir
5.720 19.679 35.173 19.861 0,16 0,99
04. Pelalawan
1.915 4.149 21.369 12.067 0,09 0,34
05. Siak
23.941 34.562 22.666 12.799 1,06 2,70
06. Kampar
52.669 52.073 40.537 22.891 1,30 2,27
07. Rokan Hulu
7.467 23.063 31.227 17.633 0,24 1,31
08. Bengkalis
14.641 14.663 27.227 15.375 0,54 0,95
09. Rokan Hilir
2.726 10.854 33.100 18.691 0,08 0,58
10. Kepulauan Meranti
2.840 6.477 8.927 5.041 0,32 1,28
11 Pekanbaru
25.381 9.144 53.136 30.005 0,48 0,30
12 Dumai
5.868 24.442 14.495 8.185 0,40 2,99
Jumlah
155.983 243.962 324.240 183.093 0,48 1,33
Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 40


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 10 Rasio Produksi dan Konsumsi Daging Ruminansia dan Unggas


Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2017

Produksi (Ton) Konsumsi (Ton) Rasio


No. Kabupaten/Kota
Ruminansia Unggas Ruminansia Unggas Ruminansia Unggas
01. Kuantan Singingi
434 2.566 450 2.762 0,96 0,93
02. Indragiri Hulu
699 8.066 596 3.663 1,17 2,20
03. Indragiri Hilir
517 7.456 1.011 6.211 0,51 1,20
04. Pelalawan
576 6.841 614 3.774 0,94 1,81
05. Siak
879 2.453 652 4.003 1,35 0,61
06. Kampar
1.586 4.187 1.165 7.159 1,36 0,58
07. Rokan Hulu
1.894 9.395 898 5.514 2,11 1,70
08. Bengkalis
616 1.360 783 4.808 0,79 0,28
09. Rokan Hilir
404 496 952 5.845 0,42 0,08
10. Kepulauan Meranti
207 966 257 1.576 0,81 0,61
11 Pekanbaru
3.087 13.652 1.528 9.383 2,02 1,45
12 Dumai
490 2.082 417 2.560 1,18 0,81
Jumlah
11.389 59.520 9.321 57.258 1,22 1,04
Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Tabel 2. 11 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi Menurut


Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2012 – 2017

Kabupaten/
No 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Kota
1 Kuantan Singingi 77,6 80,4 79,6 79,5 82,5 -
2 Indragiri Hulu 76,0 79,6 80,1 77,5 82,5 -
3 Indragiri Hilir 75,8 80,6 80,4 79,5 84,5 -
4 Pelalawan 75,5 83,6 84,1 79,5 84,5 -
5 Siak 78,3 80,5 81,2 81,5 84,5 -
6 Kampar 79,2 - - 81,5 82,5 -
7 Rohul 76,9 83,6 83,9 84,5 84,5 -
8 Bengkalis 79,3 81,2 83,6 81,5 84,0 -
9 Rohil 77,3 81,4 82,2 79,5 82,5 -
10 Kep. Meranti 75,6 80,5 81,4 79,5 85,0 -
11 Pekanbaru 77,4 84,6 84,8 85,1 84,5 -
12 Dumai 79,5 82,1 83,6 84,5 82,5 -
Provinsi Riau 79,5 82,7 82,8 81,5 84,5 84,9

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 41


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 12. Skor PPH Ketersediaan Tahun 2013 - 2017


No Kabupaten/Kota 2013 2014 2015 2016 2017

01. Kuantan Singingi 80,4 79,6 79,5 82,5 82,61

02. Indragiri Hulu 79,6 80,1 77,5 82,5 82,65

03. Indragiri Hilir 80,6 80,4 79,5 84,5 84,60

04. Pelalawan 83,6 84,1 79,5 84,5 84,66

05. Siak 80,5 81,2 81,5 84,5 84,68

06. Kampar - - 81,5 82,5 82,60

07. Rokan Hulu 83,6 83,9 84,5 84,5 84,62

08. Bengkalis 81,2 83,6 81,5 84,0 84,14

09. Rokan Hilir 81,4 82,2 79,5 82,5 82,62

10. Kepulauan Meranti 80,5 81,4 79,5 85,0 85,14

11 Pekanbaru 84,6 84,8 85,1 84,5 84,64

12 Dumai 82,1 83,6 84,5 82,5 82,63

Provinsi Riau 82,7 82,8 81,5 84,5 84,85

Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Tabel 2. 13 Konsumsi Energi Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2012 – 2017

Konsumsi Energi Kkal/Kap/Hari


No Kelompok Pangan
2012 2013 2014 2015 2016 2017
1 Padi-padian 1221 1217 1161 1204 1123 1167
2 Umbi-Umbian 64 73 70 73 86 45
3 Pangan Hewani 136 175 167 170 160 254
4 Minyak dan Lemak 276 257 231 235 364 297
Buah Biji
5 Berminyak 65 61 96 121 98 50
6 Kacang-Kacangan 77 76 74 72 74 48
7 Gula 123 149 99 119 115 104
8 Sayur dan Buah 51 71 75 89 105 86
9 Lain-Lain - - - - - 29

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 42


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Total Energi 2013 2079 1973 2083 2125 2081


Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Tabel 2. 14 Konsumsi Protein Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2012 – 2017

Konsumsi Protein (Gram/Kap/Hari)


No Kelompok Pangan
2012 2013 2014 2015 2016 2017
1 Padi-padian 23 23,47 23,32 23,62 27,1 26,4
2 Umbi-Umbian 3 3,11 3,02 1,48 0,5 0,5
3 Pangan Hewani 20 19,68 13,3 19,29 21,8 23,3
4 Minyak dan Lemak 1 1,27 7,09 0,37 0 0
Buah Biji
5 1 0,84 0,98 1,67 0,8 0,6
Berminyak
6 Kacang-Kacangan 4 4,05 2,7 3,83 4,6 4,8
7 Gula - 0,17 0,36 0,29 0 0
8 Sayur dan Buah - 0,08 0,98 1,98 2,8 2,9
9 Lain-Lain - - - - 1,3 1,3
Total Energi 52 52,67 51,75 52,53 58,9 59,8

Tabel 2. 15 Ketersediaan Pangan utama Beras Menurut Kabupaten/Kota di


Provinsi Riau Tahun 2012-2017

No. Kabupaten/Kota 2012 2013 2014 2015 2016 2017

1 Kuantan Singingi 42,612 41,186 41,383 41,776 41,393 40,703


2 Indragiri Hulu 54,044 52,685 53,411 54,425 54,385 53,968
3 Indragiri Hilir 95,244 92,052 92,541 93,546 92,831 91,518
4 Pelalawan 47,856 48,100 50,256 52,771 54,355 55,601
5 Siak 56,899 55,900 57,087 58,600 58,984 58,975
6 Kampar 103,283 101,162 103,007 105,412 105,807 105,476
7 Rokan Hulu 73,645 73,247 75,749 78,730 80,259 81,251
8 Bengkalis 73,133 70,888 71,428 72,311 71,825 70,844
9 Rokan Hilir 83,414 81,880 83,564 85,696 86,218 86,124
10 Kep. Meranti 25,005 24,014 23,967 24,073 23,715 23,227
11 Pekanbaru 134,942 132,220 134,754 137,995 138,598 138,258
12 Dumai 37,739 36,804 37,318 38,013 38,004 37,715
Jumlah 827,818 810,137 824,463 843,347 846,373 843,661
Sumber Data : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau

Jika dilihat Tabel 2 (Tabel T-C.30, Lampiran Permendagri No. 86 Tahun


2017) di atas, hasil pencapaian kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Riau menunjukkan keberhasilan pencapaian dapat dilihat bahwa realisasi dari tahun
ke tahun terus meningkat, peningkatan capaian indikator ini dipengaruhi oleh

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 43


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

pemahaman masyarakat terhadap pola konsumsi yang beragam, berimbang, bergizi


dan aman sehingga pola pangan harapan baik itu ketersediaan maupun konsumsi
yang ideal dapat tercapai .
Dari Indikator kinerja Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan diperoleh
hasil bahwa tingkat ketersedian energi dan protein pada tahun 2017, ternyata sudah
melebihi Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan. Jika dilihat dari skor PPH
ketersediaan pada tabel dibawah terjadi peningkatan jumlah dan komposisi atau
ketersediaan pangan dengan rasio capaian berkisar 100 %. Dengan pendekatan
PPH ini, keadaan perencanaan penyediaan dan konsumsi pangan penduduk
diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kecukupan gizi (Nutritional Adequacy),
tetapi sekaligus mempertimbangkan keseimbangan gizi (Nutritional Balance) yang
didukung oleh cita rasa (Palatability), daya cerna (Digestability), daya terima
masyarakat (Acceptability), kuantitas dan kemampuan daya beli (Affortability).
Indikator kinerja Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi, realisasi pada
tahun 2017 lebih rendah jika dibandingkan dengan targetnya, namun jika
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya serta dibandingkan dengan target nasional
skor pola pangan harapan masih lebih ditingkatkan lagi pencapaiannya. Hal ini
disebabkan pola konsumsi masyarakat belum ideal yang ditunjukkan oleh konsumsi
yang masih kurang untuk kelompok pangan hewani, sayur dan buah serta umbi-
umbian dan kelebihan konsumsi untuk kelompok pangan kacang-kacangan dan
lemak/minyak, kelompok pangan yang dikonsumsi mendekati ideal adalah padi-
padian dan gula.
Antar daerah agroekologi mempunyai kesamaan pola keragaman konsumsi
kelompok pangan. Kelompok pangan penyumbang energi terbesar untuk provinsi
Riau dan semua tipe agroekologi adalah padi-padian. Pola sumbangan energi dari
kelompok pangan untuk Provinsi Riau dan semua agroekologi adalah padi-padian >
minyak dan lemak > kacangkacangan > pangan hewani > sayuran dan buah > gula
> kelompok pangan lainnya = buah dan biji berlemak > umbi-umbian.

Skor PPH untuk Provinsi Riau tahun 2017 adalah 84,85 akan tetapi jika
dibandingkan dengan saran PPH ideal pada tahun 2015 sebesar 95,0 maka skor PPH
Provinsi Riau belum mencapai skor PPH yang ditargetkan. Namun jika didasarkan
pada skor PPH Provinsi Riau sesuai dengan prediksi. Skor PPH di Provinsi Riau

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 44


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

dipengaruhi oleh tipe agroekologi. Skor PPH tertinggi terdapat pada tipe agroekologi
pertaniannya yaitu 83,53 diikuti oleh agroekologi perikanan 81,61 dan agroekologi
kota sebesar 80,20. Secara umum, konsumsi kelompok pangan yang berlebih untuk
seluruh daerah agroekologi adalah minyak dan lemak serta kacang-kacangan.
Kelompok gula mempunyai tingkat konsumsi yang hampir ideal. Kelompok pangan
yang masih kurang dikonsumsi adalah padi-padian, sayur dan buah, pangan hewani,
umbi-umbian. Pola konsumsi kelompok pangan antar tipe agroekologi di Provinsi
Riau hampir sama.

Hal ini juga disebabkan Pola konsumsi pangan penduduk provinsi Riau masih
terdapat ketimpangan :
1. Masih tingginya konsumsi padi-padian terutama beras
2. Masih rendahnya konsumsi pangan hewani, umbi-umbian, serta sayur dan buah.
3. Pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal seperti umbi, jagung, dan sagu
masih rendah
4. Kualitas konsumsi pangan masyarakat yang ditunjukkan dengan skor Pola
Pangan Harapan (PPH) masih belum mencapai kondisi ideal
5. Diperlukan upaya untuk menganekaragamkan konsumsi pangan masyarakat
menuju skor PPH yang ideal agar hidup sehat, aktif, dan produktif.
6. Kebijakan terfokus pada peningkatan produksi dan belum mempertimbangkan
kecukupan gizi (nutrition sensitive production system)

Dengan demikian diharapkan pengembangan pangan wilayah antar daerah


agroekologi di Provinsi Riau dapat diseragamkan. Hal yang perlu dilakukan adalah
dengan memberikan penyuluhan, sosialisasi kepada masyarakat tentang sumber
pangan alternatif yang berbasis sumber pangan lokal sehingga pola pangan
masyarakat lebih beragam dan tidak tergantung pada beras.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 45


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi


Perangkat Daerah

Berdasarkan pada gambaran umum kondisi daerah pada bab


sebelumnya dan sesuai Pasal 258 UU No. 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah dimana daerah melaksanakan pembangunan untuk
peningkatan dan pemerataan; pendapatan masyarakat; kesempatan kerja;
lapangan berusaha; akses dan kualitas pelayanan publik; dan daya saing
daerah. Secara keseluruhan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan UU
tersebut telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan hingga
tahun 2014, namun pada tahun 2015 mengalami perlambatan.
Hal ini terlihat dari semakin memburuknya indikator pembangunan
daerah terutama terkait dengan pertumbuhan ekonomi akibat penurunan
harga komoditas utama seperti minyak bumi dan komoditas perkebunan yang
selama ini telah menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi provinsi
Riau.
Pelaksanaan tugas dan fungsi Pelayanan Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Riau sangat dipengaruhi oleh kondisi faktor internal dan faktor
eksternal. Kondisi sumber daya manusia, dukungan anggaran, sarana dan
prasarana serta kelembagaan dan tata laksana penyelenggaraan tugas,
mempunyai peran besar terhadap kerberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi
dalam menghadapi dinamika pembangunan dan perubahan lingkungan
strategis di Riau.
Sumber daya yang ada dan tersedia tersebut harus dapat
dimanfaatkan secara optimal guna terwujudnya pencapaian tujuan organisasi
sesuai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Beberapa
permasalahan yang dihadapi perlu segera dicarikan solusi penyelesaiannya
agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Beberapa
permasalahan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi Riau terlihat dari pemetaan permasalahan seperti
table di bawah ini :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 46


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 16 Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran


Pembangunan Daerah

No. Masalah Pokok Masalah Akar Masalah


(1) (2) (3) (4)
1. Tingginya penurunan rasio 1. Perlunya Meningkatkan 1. Perlunya Implementasi
produksi pangan terhadap kapasitas produksi Peraturan Daerah Provinsi
kebutuhan selama periode tahun pangan melalui Riau Nomor 27 Tahun
2010-2014, seperti beras turun penetapan lahan abadi 2010 tentang
sebesar 11,87% per tahun, untuk produksi pangan Perlindungan Lahan
jagung turun sebesar 17,06% dalam rencana tata Pertanian Pangan
per tahun. Penurunan rasio ruang wilayah dan Berkelanjutan.
produksi ini terutama meningkatkan kualitas
disebabkan oleh laju lingkungan serta
peningkatan luas panen pada sumberdaya lahan dan
komoditas tidak sebanding air.
dengan perkembangan jumlah
penduduk;

2. Rendahnya rasio produksi dan 1. Perlunya peningkatan 1. Implementasi kebijakan


konsumsi daging ruminansia Produksi Daging Sapi teknologi tepat guna.
hanya mencapai 0,37; untuk Mewujudkan 2. Implementasi kebijakan
Kedaulatan Pangan pelarangan pemotongan
Hewani. sapi betina produktif
(Perda No.1 Tahun 2017
tentang Pengendalian
Ternak Sapi dan Kerbau
Betina Produktif).
3. Implementasi
diversifikasi pangan
daging.

3. Sumber produksi dan distribusi 1. Meningkatkan 1. Pengembangan Sistem


pangan belum diatur secara baik efektivitas dan efisiensi Resi Gudang.
sehingga akses produksi dan distribusi dan 2. Penetapan Harga
konsumsi belum terjangkau oleh perdagangan pangan Pembelian Pemerintah
seluruh lapisan masyarakat; melalui pengembangan (HPP).
infrastruktur distribusi, 3. Implementasi Peraturan
pengembangan Gubernur Riau Nomor 12
jaringan pemasaran Tahun 2013 tentang
dan distribusi antar Pengelolaan Cadangan
daerah serta membuka Pangan Pemerintah
daerah yang terisolir, Daerah (CPPD) Provinsi
pengembangan sistem Riau;
informasi pasar, dan 4. Implementasi Peraturan
penguatan lembaga Gubernur Riau Nomor 38
pemasaran daerah. Tahun 2013 tentang
2. Menjaga Stabilitas Petunjuk Pelaksanaan
Harga Pangan, melalui Pengembangan Cadangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 47


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

peningkatan peranan Pangan Daerah;


Lembaga pembeli 5. Implementasi Peraturan
gabah dan Lembaga Gubernur Riau Nomor 41
usaha ekonomi Tahun 2013 tentang
pedesaan, Pemberdayaan Gabungan
pengembangan sistem Kelompok Tani
tunda jual , (Gapoktan) sebagai
pengembangan sistem Penyedia Pangan
informasi dan Masyarakat se-Provinsi
monitoring produksi, Riau;
konsumsi, harga dan
stok minimal bulanan.

4. Tingginya ketergantungan impor 1. Pengembangan pangan 1. Mendorong Beras Analog


pangan; lokal. sagu, mie sagu kering,
mie instan sagu,
macaroni sagu
mengunakan bahan baku
lokal agar mengurangi
ketergantungan akan
pangan impor, termasuk
impor beras.

5. Penganekaragaman/diversifikasi 1. Perlunya peningkatan 1. Implementasi Penetapan


pangan masih terbatas; Skor Pola Pangan Pola Pangan Harapan
Harapan (PPH) melalui (PPH) sebagai salah satu
promosi konsumsi indikator keberhasilan
pangan lokal (umbi- Pembangunan Daerah
umbian), sayuran dan dalam RPJMD Riau Tahun
buah-buahan, serta 2014-2019.
pangan hewani. 2. Implementasi Peraturan
2. Perlunya Gubernur Riau Nomor :
pengembangan dan 24 Tahun 2010 tentang
percepatan diversifikasi Percepatan
konsumsi pangan Penganekaragaman
berbasis pangan lokal Konsumsi Pangan
melalui pengkajian Berbasis Sumberdaya
berbagai teknologi Lokal.
tepat guna dan 3. Perlunya Penguatan
terjangkau mengenai kelembagaan pedesaan
pengolahan pangan seperti Posyandu, PKK,
berbasis sagu dan dan Dasa Wisma dalam
pengembangan aneka pengawasan dan
pangan lokal lainnya. pemantauan tumbuh
3. Perlunya peningkatan kembang anak serta
pelayanan gizi dan tindak lanjut (rujukan)
kesehatan kepada masalah gizi buruk.
masyarakat miskin 4. Implementasi
yang terintegrasi Optimalisasi Otoritas
dengan program Kompetensi Keamanan
penanggulangan Pangan Daerah (OKKPD)
kemiskinan dan yang telah dibentuk
keluarga berencana. berdasarkan Keputusan
Gubernur Riau Nomor :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 48


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

4. Perlunya penguatan Nomor: Kpts. 826/X/2017


pengawasan dan tanggal 6 Oktober 2017;
pembinaan keamanan tentang Penunjukan
pangan. Dinas Ketahanan Pangan
Daerah sebagai
pelaksana Otoritas
Kompetensi Keamanan
Pangan Daerah Riau.
5. Implementasi Peraturan
Gubernur Riau Nomor 82
Tahun 2017 Tentang
Pembentukan Unit
Pelaksana Teknis
Pengawasan mutu dan
keamanan pangan segar
Pada Dinas Ketahanan
Pangan Provinsi Riau;

6. Masih rendahnya ketahanan 1. Perlunya meningkatkan 1. Implementasi Peraturan


pangan rumah tangga di kemampuan rumah Gubernur Riau Nomor:
wilayah rawan pangan. tangga dalam 37 Tahun 2010 tentang
mengakses pangan Petunjuk Pelaksanaan
untuk memenuhi Kegiatan Desa Mandiri
kebutuhan setiap Pangan;
anggota rumah tangga
dalam jumlah dan mutu
yang memadai.
2. Mendorong,
mengembangkan dan
membangun, serta
memfasilitasi peran
serta masyarakat dalam
pemenuhan pangan
sebagai implementasi
Pemenuhan hak atas
pangan.

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

A. Tantangan
1) Belum meratanya pengendalian harga gabah pada tingkat petani disaat
panen raya.
2) Laju alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian yang cukup tinggi
mengancam ketersediaan pangan daerah;
3) Masih ada beberapa daerah yang mengalami kerawanan pangan baik kronis
akibat kondisi yang marginal, miskin struktural maupun kerawanan pangan
transien akibat bencana alam mengakibatkan kondisi ketahanan pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 49


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

menjadi sangat rentan;


4) Belum efisiennya distribusi pangan;
5) Skor pola pangan harapan belum optimal, sehingga pola konsumsi
masyarakat belum ideal;
6) Kemampuan produksi dan pelaku usaha pangan di dalam menjamin mutu
dan keamanan pangan segar dan olahan yg dihasilkan belum optimal;
7) Masih besarnya potensi dan peluang pasar lokal maupun luar negeri yang
belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena mutu dan keamanan
produk belum memenuhi standar mutu pangan.
8) Perilaku masyarakat yang masih cenderung sulit merubah pola makan
(pangan alternatif yang berasal sumber pangan lokal).
9) Pola konsumsi masyarakat masih tergantung pada salah satu komoditi yaitu
beras/padi dan terjadi pergeseran pola konsumsi kearah konsumsi berbahan
baku Sagu.

B. Peluang
Sedangkan peluang yang dimiliki dalam upaya peningkatan pemberian pelayanan
ketahanan pangan yaitu :
1) Besarnya jumlah penduduk Provinsi Riau merupakan pasar produk pangan
sekaligus penggerak ekonomi daerah.
2) Tingkat pendidikan masyarakat dan pengetahuan tentang pangan yang
semakin tinggi memberikan peluang bagi percepatan proses peningkatan
kesadaran gizi masyarakat.
3) Masih cukup luasnya lahan pekarangan masyarakat yang tersedia sebagai
sarana peningkatan cadangan pangan tingkat rumah tangga.
4) Terbukanya peluang usaha pangan lokal yang berkualitas sebagai salah satu
ikon di Provinsi Riau.
5) Perkembangan teknologi informatika, perhubungan, dan transportasi yang
sangat pesat hingga ke pelosok daerah menjadi penunjang penting bagi
keberhasilan pembangunan ketahanan pangan.
6) Terbukanya koordinasi dengan Dinas/Instansi terkait meliputi Dinas Pertanian
dan Perkebunan; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; Dinas Kelautan
dan perikanan; Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan; Dinas Koperasi dan UKM;

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 50


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar; Dinas Kesehatan; dan Badan


POM serta Bulog.
7) Adanya intervensi pemerintah dalam upaya pengendalian harga gabah yang
dilaksanakan oleh Bulog, dan Lembaga Pembelian Gabah.
8) Terbentuknya kelompok Afinitas Mandiri pada setiap program dan kegiatan
yang bersifat kepenyuluhan yang mendorong peningkatan pendapatan
masyarakat miskin.
9) Terbukanya jalur arus lalu lintas distribusi pangan antara Povinsi, Kabupaten
dan Kota.
10) Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan yang beragam dan
bermutu Adanya komitmen Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah
Kabupaten dalam upaya pengentasan kemiskinan.
11) Adanya Kebijakan Nasional Percepatan penganekaragaman Konsumsi Pangan
(P2KP).
12) Adanya kebijakan pemerintah provinsi dalam hal penerapan prinsip partisipasi
masyarakat yaitu keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, perumusan,
implementasi dan evaluasi kebijakan pembangunan.

Untuk mewujudkan Provinsi Riau yang maju, sejahtera dan berdaya saing
tinggi, semakin menghadapi banyak permasalahan dan persoalan pembangunan
internal maupun eksternal serta perlunya koordinasi yang baik antar wilayah dan
antar sektor. Permasalahan dan persoalan yang dihadapi Provinsi Riau meliputi
Kapasitas dan kualitas masyarakat serta pemerintahan yang masih rendah,
ketahanan sosial budaya, hasil produk sumberdaya alam yang senantiasa mengalami
penurunan harga sementara sektor lain yang seharusnya menjadi basis pertumbuhan
ekonomi seperti industri dan inovasi belum mampu menggantikan kontribusi
sumberdaya alam pertambangan dan pertanian. Belum mampunya sektor industri
dan inovasi untuk menjadi pengganti basis ekonomi akibat dari belum tersrtukturnya
dengan baik dan mendalam sektor industri tersebut, padahal dengan menurunan
harga komoditas utama baik hasil migas dan pertanian seharusnya akan memberikan
keuntungan yang lebih tinggi bagi sektor industri karena sektor industri akan
mendapatkan bahan baku yang lebih murah.
Berbagai permasalahan utama pembangunan ketahanan pangan yang

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 51


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

dihadapi, tantangan dan potensi yang dapat dikembangkan mendasari perumusan isu
strategis pembangunan ketahanan pangan. Perumusan dilaksanakan dengan
mempertimbangkan pengaruh terhadap pencapaian sasaran pembangunan
ketahanan pangan provinsi Riau, merupakan tugas dan tanggung jawab Dinas
Ketahanan Pangan, luasnya dampak yang ditimbulkan terhadap daerah dan
masyarakat dan kemudahan untuk dikelola.

Adapun isu strategis tersebut adalah sebagai berikut :


1. Tingginya penurunan rasio produksi pangan terhadap kebutuhan selama periode
tahun 2010-2014, seperti beras turun sebesar 11,87% per tahun, jagung turun
sebesar 17,06% per tahun. Penurunan rasio produksi ini terutama disebabkan
oleh laju peningkatan luas panen pada komoditas tidak sebanding dengan
perkembangan jumlah penduduk;
2. Rendahnya rasio produksi dan konsumsi daging ruminansia hanya mencapai
0,37;
3. Sumber produksi dan distribusi pangan belum diatur secara baik sehingga akses
produksi dan konsumsi belum terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat;
4. Tingginya ketergantungan impor pangan;
5. Penganekaragaman/diversifikasi pangan masih terbatas; dan
6. Masih rendahnya ketahanan pangan rumah tangga di wilayah rawan pangan.

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Review terhadap RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan


hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan
yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra Dinas Ketahanan
Pangan dan tingkat kinerja yang dicapai oleh Dinas Ketahanan Pangan, dengan
arahan Kepala Daerah terkait prioritas program dan kegiatan serta pagu indikatif
yang disediakan untuk Dinas Ketahanan Pangan berdasarkan RKPD.
RKPD Tahun 2019 berpedoman pada RPJMD 2014-2019 (revisi) dengan
memperhatikan kebijakan-kebijakan Nasional dan Provinsi yang relevan. Rancangan
awal RKPD Provinsi Riau tahun 2019 telah disusun dan sebelum ditetapkan menjadi

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 52


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

dokumen RKPD, perlu dilakukan review terhadap rancangan awal tersebut untuk
mengakomodir kebutuhan OPD yang belum tercantum dalam rancangan RKPD.
Rencana program dan kegiatan dalam Revisi Renstra Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Riau Tahun 2014 - 2019 merupakan penjabaran dari RPJMD Pemerintah
Provinsi Riau yang terdiri dari dari program yang menunjang secara langsung
pencapaian visi dan misi dan program prioritas dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan daerah. Program prioritas untuk mendukung pencapaian tujuan
pembangunan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan
pada urusan pangan.
Pada Tabel 15 (Tabel T-C.31, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017) ini,
diperlukan:
1. Perbaikan indikator pada program/kegiatan, agar lebih tajam dan tepat sasaran,
terutama kegiatan-kegiatan teknis;
2. Penambahan pagu kegiatan OPD, penambahan atau pengurangan target kinerja
dan pagu kegiatan, serta perubahan lokasi dan kelompok sasaran kegiatan;
3. Adanya penambahan target capaian, lokasi dan penyesuaian dengan kebutuhan
tahun berjalan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 53


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 17
Tabel 4
(Tabel T-C.31, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017)
Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2019
Provinsi Riau

OPD : DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI RIAU

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Perkiraan Realisasi Capaian Target


Realisasi Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kebutuhan
No. Target Renstra Perangkat DaerahCatatans.d. tahun
Target Kegiatan Tahun 2017 (n-2) Target Penting
Program/Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Pagu Indikatif Program/Kegiatan Lokasi TargetKinerja
Indikator program Pagu Indikatif
Berjalan
Capaian Kinerja Hasil Capaian
Urusan/ Bidang Indikator Kinerja dan kegiatan
1 2 3 4 Target Kinerja Capaian
5 Program
6 7 8
Urusan Pemerintah Program {Renja9 Perangkat 10
Realisasi Capaian
11 12
Kode
BELANJA LANGSUNG (BL) Program (Renstra PD) dan BELANJA LANGSUNG (BL)
5.211.375.700 5.211.375.700
daerah dan (outcomes)/Kegiatan Realisasi Daerah tahun Program dan
Tahun 2019 Keluaran
program/ Kegiatan (output) Target RKPD 2018 (n-1)} Tingkat Capaian
I Program Pelayanan Administrasi Persentase layanan administrasi 100% 1.177.907.300
Kegiatan s.dProgram RKPD
Pelayanan Administrasi Tingkat Persentase layanan Kegiatan1.177.907.300
100% s.d.
Tahun 2017 Realisasi Target
Perkantoran perkantoran yang baik Tahun 2016Perkantoran Tahun 2017 Realisasi (%)administrasi perkantoran yang Tahun 2018
(Tahun n-2) Renstra (%)
(Tahun n-3) (Tahun n-2) baik {Tahun berjalan
1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Pekanbaru Rentang waktu penyediaan jasa 12 bulan 320.000.000 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Pekanbaru Rentang waktu penyediaan jasa 12 bulan(n-1)} 320.000.000
Daya Air Dan Listrik komunikasi, air, dan listrik Air Dan Listrik komunikasi, air, dan listrik
2 (1)Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
(2) Pekanbaru Rentang
(3) waktu penyediaan jasa (4) 12 bulan 188.067.300
(5) Penyediaan Jasa
(6) Kebersihan Kantor
(7) Pekanbaru Rentang waktu penyediaan
(8)=(7)/(6)*100 (9) jasa 12(10)=(5)+(7)+(9)
bulan 188.067.300
kebersihan kantor kebersihan kantor
(11)=(10)/(4)*100
3 Urusan Wajib
Penyediaan Alat Tulis Kantor Pekanbaru Rentang waktu penyediaan alat tulis kantor 12 bulan 80.000.000 Penyediaan Alat Tulis Kantor Pekanbaru Rentang waktu penyediaan alat 12 bulan 80.000.000
tulis kantor
Bidang Urusan
4 Penyediaan Barang Cetakan Dan Pekanbaru Rentang waktu penyediaan barang 12 bulan 50.000.000 Penyediaan Barang Cetakan Dan Pekanbaru Rentang waktu penyediaan 12 bulan 50.000.000
Ketahanan Pangan
Penggandaan cetakan dan penggandaan Penggandaan barang cetakan dan
penggandaan
1.02.1.02.03.01.01.
5 Penyediaan KomponenProgram
Instalasi PelayananPekanbaru
Persentase
Rentanglayanan
waktu penyediaan komponen % 12 bulan 30.000.000 Penyediaan Komponen Instalasi Pekanbaru Rentang waktu penyediaan 12 bulan 30.000.000
Administrasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor administrasi
instalasi listrik 100 Listrik/Penerangan Bangunan Kantor komponen 100instalasi listrik
6 Penyediaan Bahan Bacaan Perkantoran perkantoran
Dan Peraturan Pekanbaru Rentang waktuyangpenyediaan Bahan Bacaan 12 bulan 20.000.000 Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Pekanbaru Rentang waktu penyediaan 12 bulan 20.000.000
Perundang-Undangan baik Dan Peraturan Perundang-Undangan Perundang-Undangan Bahan Bacaan Dan Peraturan
Perundang-Undangan
1.02.1.02.03.01.01.002. Penyediaan Jasa Pekanbaru
7 Penyediaan Makanan Dan Minuman
Rentang waktu
Jumlah Makanan dan Minuman yang
bulan
5176 Box
0
103.440.000 Penyediaan Makanan Dan Minuman Pekanbaru Jumlah Makanan dan Minuman 5176 Box 103.440.000
Komunikasi, Sumber penyediaan jasa
Disediakan 36 12 12 100,00 12
yang Disediakan 24,00 66,67
DayaKantor
8 Penyediaan Jasa Keamanan Air Dan ListrikPekanbaru
komunikasi, air, dan
Rentang Waktu Penyediaan Jasa 12 bulan 86.400.000 Penyediaan Jasa Keamanan Kantor Pekanbaru Rentang Waktu Penyediaan Jasa 12 bulan 86.400.000
listrikKeamanan Kantor Keamanan Kantor
9 Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Provinisi/Nasi Frekuensi Rapat Koordinasi dan Konsultasi 1 tahun 300.000.000 Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Provinisi/Nasio Frekuensi Rapat Koordinasi dan 1 tahun 300.000.000
1.02.1.02.03.01.01.008. Penyediaan Jasa Rentang waktu bulan 0
Luar Daerah onal Keluar dan Kedalam Daerah Luar Daerah nal Konsultasi Keluar dan Kedalam
Kebersihan Kantor penyediaan jasa 36 12 12 100,00 Daerah
12 24,00 66,67
kebersihan kantor
1.02.1.02.03.01.01.010. Penyediaan Alat Rentang waktu bulan 0
Tulis Kantor penyediaan alat tulis 36 12 12 100,00 12 24,00 66,67
kantor

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 54


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.1.02.03.01.01.011. Penyediaan Barang Rentang waktu bulan 0


Cetakan Dan penyediaan barang 36 12 12 100,00 12 24,00 66,67
Penggandaan cetakan dan
pengadaan

1.02.1.02.03.01.01.012. Penyediaan Rentang waktu bulan 0


Komponen Instalasi penyediaan 36 12 12 100,00 12 24,00 66,67
Listrik/Penerangan komponen instalasi
Bangunan Kantor listrik

1.02.1.02.03.01.01.015. Penyediaan Bahan Rentang waktu bulan 0


Bacaan Dan penyediaan bahan 36 12 12 100,00 12 24,00 66,67
Peraturan bacaan dan
Perundang- peraturan
Undangan perundang-
undangan
1.02.1.02.03.01.01.017. Penyediaan jumlah makanan box 0
Makanan Dan dan minuman yang 15.146 2.488 2.488 100,00 5.170 7.658,00 50,56
Minuman disediakan
1.02.1.02.03.01.01.018. Rapat-Rapat Frekuensi rapat kali 0
Koordinasi Dan koordinasi dan 192 60 60 100,00 64 124,00 64,58
Konsultasi Ke Luar konsultasi keluar
Daerah daerah

1.02.1.02.03.01.01.019. Penyediaan Jasa Rentang waktu bulan 0


Keamanan Kantor penyediaan jasa 36 12 12 100,00 12 24,00 66,67
Keamanan kantor

1.02.1.02.03.01.02. Program Persentase %


Peningkatan Sarana kecukupan sarana 100 100
dan Prasarana dan prasarana kerja
Aparatur aparatur yang sesuai
dengan standar
kerja
1.02.1.02.03.01.02.022. Pemeliharaan Jumlah gedung Unit 0
Rutin/Berkala kantor yang 6 2 2 100,00 2 4,00 66,67
Gedung Kantor dipelihara
1.02.1.02.03.01.02.023. Pemeliharaan Jumlah mobil Unit 0
Rutin/Berkala Mobil jabatan yang 22 7 7 100,00 7 14,00 63,64
Jabatan dipelihara

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 55


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.1.02.03.01.02.030. Pemeliharaan Jumlah peralatan Unit 0


rutin/berkala dan perlengkapan 22 10 10 100,00 2 12,00 54,55
peralatan dan kantor yang
perlengkapan dipelihara
kantor

1.02.1.02.03.01.03. Program Persentase %


Peningkatan Disiplin meningkatnya 100 100
Aparatur kualitas dan disiplin
aparatur

1.02.1.02.03.01.03.006. Pembinaan Fisik dan Jumlah ASN yang orang 160


Mental Aparatur dibina fisik dan 400 80 80 100,00 80 320,00 80,00
mentalnya

1.02.1.02.03.01.05. Program Persentase %


Peningkatan meningkatnya 100 100
Kapasitas Sumber kualitas sumberdaya
Daya Aparatur aparatur sipil negara

1.02.1.02.03.01.05.001. Pendidikan Dan Jumlah ASN yang orang 0


Pelatihan Formal mengikuti 36 3 3 100,00 15 18,00 50,00
pendidikan dan
pelatihan
formal

1.02.03.1.02.03.01.15. Program
Peningkatan
Ketahanan Pangan
1. Skor Pola Pangan Skor
harapan (PPH) 83,5 83

1.02.03.1.02.03.01.15.030. Gerakan Jumlah peserta orang 0


Penganekaragaman gerakan 39.120 9.820 9.820 100,00 13.800 23.620,00 60,38
Pangan
1.02.03.1.02.03.01.15.013. Analisis Situasi Jenis kelompok Jenis 0
Konsumsi Pangan pangan yang 45 9 9 100,00 9 18,00 40,00
Penduduk dianalisis

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 56


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.1.02.03.01.15.014. Pengelolaan Jumlah KK yang KK 0


Pemanfaatan menerima bantuan 7.456 576 576 100,00 3.880 4.456,00 59,76
Pekarangan/Peran
Perempuan Dalam
Ketahanan Pangan

1.02.03.1.02.03.01.15.015. Pengembangan Jumlah unit unit 0


Pangan Lokal pengolah pangan 60 20 20 100,00 20 40,00 66,67
lokal
1.02.03.1.02.03.01.15.012. Lomba Cipta Menu Jumlah menu jenis 0
B2SA Tingkat pangan lokal yang 15 pangan lokal 3 3 100,00 3 6,00 40,00
Provinsi dan dilombakan
Nasional
1.02.03.1.02.03.01.15.031. Sertifikasi dan Jumlah pengawasan sampel
Pengawasan Pangan keamanan pangan 240 pengawasan - - - - 48 48,00 20,00
Segar segar dan komoditi
yang disertifikasi

komoditi
10 10 10,00 100,00
komoditi
10 surveylan 10 10,00 100,00

2. Persentase 80% 80% 80%


penguatan
cadangan pangan
1.02.03.1.02.03.01.15.005. Analisis Jenis kelompok jenis 0
Ketersediaan pangan yang 65 13 13 100,00 13 26,00 40,00
Pangan Wilayah dianalisis
1.02.03.1.02.03.01.15.009. Pengembangan Jumlah buku SKPG judul buku 0
Sistem 5 1 1 100,00 1 2,00 40,00
Kewaspadaan
Pangan dan Gizi
(SKPG)
1.02.03.1.02.03.01.15.032. Pengembangan Jumlah kawasan kawasan 0
Kawasan Mandiri 20 - 4 4,00 20,00
Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 57


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

1.02.03.1.02.03.01.15.033. Penghargaan Jumlah kategori, kategori 0


Adikarya Pangan peserta rapat, dan 25 - 5 5,00 20,00
Nusantara (APN) jumlah rekomendasi
dan Koodinasi yang dihasilkan
Dewan Ketahanan
Pangan
orang 0
250 - 50 50,00 20,00
0
10 rekomendasi - 2 2,00 20,00
1.02.03.1.02.03.01.15.001. Pemantauan dan Frekwensi kali 0
Analisis Harga pemantauan dan 250 52 52 100,00 50 102,00 40,80
Pangan Pokok jenis pangan yang
dianalisis

jenis 0
110 21 21 100,00 22 43,00 39,09
1.02.03.1.02.03.01.15.003. Penguatan Jumlah Bantuan ton 0
Cadangan Pangan Pangan Pokok Beras 200 20 20 100,00 2,512 22,51 11,26
Pemerintah Daerah
Riau
1.02.03.1.02.03.01.15.036. Pengembangan Jumlah gapoktan gapoktan 0
Lumbung Pangan penerima bantuan 10 - 2 2,00 20,00
Masyarakat

3.00.01.1.02.03.01.15. Program Persentase %


Pengembangan Ketersediaan data/ 100 100
Data/Informasi informasi ketahanan
pangan

3.00.01.1.02.03.01.15.006. Partisipasi Dalam Jumlah Event yang event 0


Pelaksanaan diikuti 5 3 3 100,00 1 4,00 80,00
Pameran Tahunan

3.00.01.1.02.03.01.15.013. Pengembangan Jumlah Sistem sistem 0


Sistem Informasi Informasi yang 5 1 1 100,00 1 2,00 40,00
Manajemen dikembangkan
Ketahanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 58


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

3.00.01.1.02.03.01.15.074. Monitoring, 1. Frekuensi Monev kali 0


Evaluasi, Pelaporan, yang dilaksanakan; 12 - 12 12,00 100,00
dan Statistik 2. Jumlah buku
Ketahanan Pangan statistik pangan

judul buku 0
1 - 1 1,00 100,00

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 59


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau menyusun usulan program dan kegiatan
yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait
langsung dengan pelayanan, LSM, asosiasi, perguruan tinggi maupun dari OPD
Provinsi dan kabupaten/kota yang langsung ditujukan, maupun berdasarkan hasil
pengumpulan informasi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan Rapat
Koordinasi serta pelaksanaan Musrenbang di tingkat Kab/Kota.
Kajian usulan program dan kegiatan dari masyarakat merupakan bagian dari
kegiatan jaring aspirasi terkait kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan,
terhadap prioritas dan sasaran pelayanan serta kebutuhan pembangunan tahun yang
direncanakan, sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Riau. Adapun deskripsi yang disajikan dalam penelaahan usulan program dan
kegiatan masyarakat, secara umum sebagai berikut :
1. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program/kegiatan usulan
pemangku kepentingan tersebut diperoleh berdasarkan hasil inventarisasi
usulan-usulan program/kegiatan dari masyarakat;
2. Penjelasan tentang kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu penting
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi OPD; dan
3. Rekapitulasi usulan program/kegiatan yang sesuai dengan isu-isu penting
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi OPD.

Hasil usulan program dan kegiatan dari masyarakat disajikan dalam bentuk seperti di
bawah ini :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 60


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 2. 18
Tabel 5
(Tabel T-C.32, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017)
Usulan Program dan Kegiatan dari Pemangku Kepentingan Tahun 2019
Provinsi Riau

OPD : DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI RIAU

No. Program/Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Besaran/ Volume Catatan


1 2 3 4 5 6
I Program Peningkatan Ketahanan Pangan
Kegiatan :
1. Pengembangan Pangan Lokal 1 Kab. Kep. Meranti : 1 paket Pengadaan alat pengolahan pangan lokal 4 paket untuk 4 1 paket = Rp. Rp 25.000.000,00
2 Kab. Bengkalis : 1 paket (sagu) yang akan diserahkan kepada kelompok 25.000.000,- Rp 25.000.000,00
3 Kab. Inhil : 1 paket kelompok masyarakat masyarakat Rp 25.000.000,00
4 Kab. Pelalawan : 1 paket Rp 25.000.000,00
JUMLAH 4 paket Rp 100.000.000,00

2. Pengelolaan Pemanfaatan 1 Kota Pekanbaru : 6 paket Belanja bibit tanaman beserta 75 paket untuk 12 1 paket = Rp. Rp 9.000.000,00
Pekarangan/Peran Perempuan Dalam 2 Kab. Kampar : 6 paket kelengkapannya (rak) yang akan kab/kota 1.500.000,- Rp 9.000.000,00
Ketahanan Pangan 3 Kab. Kuansing : 6 paket diserahkan kepada kelompok masyarakat Rp 9.000.000,00
4 Kab. Inhu : 6 paket Rp 7.500.000,00
5 Kab. Inhil : 7 paket Rp 10.500.000,00
6 Kab. Pelalawan : 6 paket Rp 9.000.000,00
7 Kab. Rokan Hulu : 6 paket Rp 9.000.000,00
8 Kab. Rokan Hilir : 6 paket Rp 9.000.000,00
9 Kab. Siak : 6 paket Rp 9.000.000,00
10 Kota Dumai : 6 paket Rp 9.000.000,00
11 Kab. Bengkalis : 7 paket Rp 10.500.000,00
12 Kab. Kep. Meranti : 7 paket Rp 10.500.000,00
JUMLAH 75 paket Rp 111.000.000,00

3. Gerakan Penganekaragaman Pangan 1 Kota Pekanbaru : 1 paket Gerakan cinta sagu (bahan makanan dari 12 paket untuk 1 paket = (500 Rp 1.250.000,00
2 Kab. Kampar : 1 paket sagu pada event-event tertentu di 12 6000 orang di 12 orang x Rp. Rp 1.250.000,00
3 Kab. Kuansing : 1 paket kab/kota) kab/kota 25.000 = Rp 1.250.000,00
4 Kab. Inhu : 1 paket 1.250.00,-) Rp 1.250.000,00
5 Kab. Inhil : 1 paket Rp 1.250.000,00
6 Kab. Pelalawan : 1 paket Rp 1.250.000,00
7 Kab. Rokan Hulu : 1 paket Rp 1.250.000,00
8 Kab. Rokan Hilir : 1 paket Rp 1.250.000,00
9 Kab. Siak : 1 paket Rp 1.250.000,00
10 Kota Dumai : 1 paket Rp 1.250.000,00
11 Kab. Bengkalis : 1 paket Rp 1.250.000,00
12 Kab. Kep. Meranti : 1 paket Rp 1.250.000,00
JUMLAH 12 paket Rp 15.000.000,00

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 61


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

4. Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan 1 Kab. Inhil : 1 paket Belanja barang (bibit tanaman, ternak, 3 paket untuk 3 1 paket = Rp. Rp 26.456.000,00
2 Kab. Rokan Hulu : 1 paket pakan, alat dan mesin) yang akan kab/kota 26.456.000,- Rp 26.456.000,00
3 Kab. Siak : 1 paket diserahkan kepada masyarakat Rp 26.456.000,00
JUMLAH 3 paket Rp 79.368.000,00

5. Analisis Situasi Konsumsi Pangan - Pertemuan di provinsi untuk pengawalan - -


Penduduk skor PPH

6. Pengembangan dan Pemberdayaan 1 Kab. Inhu : 1 kelompok Bantuan cadangan pangan lokal (beras 10 paket untuk 10 1 paket = Rp. Rp 5.000.000,00
Cadangan Pangan Masyarakat 2 Kab. Inhil : 2 kelompok analog, tepung sagu dan mie sagu) kelompok di 6 5.000.000,- Rp 10.000.000,00
3 Kab. Siak : 1 kelompok kepada kelompok, lumbung gapoktan kab/kota Rp 5.000.000,00
4 Kab. Rokan Hulu : 2 kelompok Rp 10.000.000,00
5 Kab. Bengkalis : 2 kelompok Rp 10.000.000,00
6 Kab. Rokan Hilir : 2 kelompok Rp 10.000.000,00
JUMLAH 10 kelompok Rp 50.000.000,00

7. Pemberdayaan Gapoktan dalam Penyedia 1 Kab. Siak : 1 paket Belanja pengadaan gabah untuk gapoktan 2 paket untuk 2 1 paket = 9,26 9,26 ton
Pangan Masyarakat se Provinsi Riau (Gapoktan Sumber gapoktan ton
2 Rezeki)
Kab. Siak : 1 paket 9,26 ton
(Gapoktan Mulia
JUMLAH Tani) 2 paket 18,52 ton

8. Pengawasan dan Pembinaan Keamanan 12 Kabupaten/Kota Melakukan pengawasan (Pestisida / - - 108 sampel, yang
Pangan Mikroba / Khlorin) pangan segar di pasar terdiri dari:
tradisional/modern, baik secara uji cepat -
rapid test kit, maupun dengan uji Pestisida+Mikroba:
laboratorium 48
-Ujisampel
cepat
pestisida: 30
sampel
-Uji cepat khlorin:
30 sampel

9. Sertifikasi Pangan Segar (Buah dan Sayur) 12 Kabupaten/Kota Melakukan pengawasan jaminan mutu - - 25 Sampel
pangan segar (Prima dan Pangan Segar Sertifikasi, 33
Asal Tumbuhan/PSAT) Sampel Surveilen,
5 register PSAT dan
25 orang aparat)

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 62


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB III
TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

VISI

Visi merupakan suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang berisikan
cita dan citra yang ingin diwujudkan. Visi akan dicapai dengan kerja keras dan dalam
kurun waktu yang telah ditentukan, mengingat sasaran akan berkembang terus
sesuai dengan kondisi lingkungan strategis pembangunan ketahanan pangan. Dalam
rangka ikut mendukung pembangunan nasional, Badan Ketahanan Pangan
mempunyai visi tahun 2015-2019, yaitu:
“Terwujudnya ketahanan pangan melalui penganekaragaman pangan
berbasis sumber daya lokal berlandaskan kedaulatan pangan dan
kemandirian pangan”.

MISI

Badan Ketahanan Pangan harus berperan sebagai “lead institution” dalam


mengoordinasikan perumusan kebijakan ketahanan pangan yang meliputi aspek
ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan pemanfaatan pangan. Dalam
rangka memainkan peran tersebut sehingga dapat mencapai visi yang telah
ditetapkan maka Badan Ketahanan Pangan mengemban misi tahun 2015-2019,
sebagai berikut:
1. Meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam berbasis sumber daya lokal;
2. Memantapkan penanganan kerawanan pangan;
3. Meningkatkan keterjangkauan pangan masyarakat untuk pangan pokok;
4. Mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat berbasis
sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal;
5. Mewujudkan keamanan pangan segar.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 63


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

TUJUAN

Pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan bertujuan untuk mewujudkan


pemantapan ketahanan pangan masyarakat sampai tingkat perseorangan secara
berkelanjutan, dengan cara :

1. Memperkuat penyediaan pangan yang beragam berbasis sumber daya lokal;


2. Menurunkan jumlah penduduk rawan pangan;
2. Memperkuat sistem distribusi dan stabilisasi harga pangan pokok;
3. Meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman
melalui penguatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat;
4. Meningkatkan konsumsi pangan masyarakat untuk memenuhi kecukupan gizi
yang bersumber dari pangan lokal;
5. Meningkatkan keamanan pangan segar.

SASARAN STRATEGIS

Sasaran strategis merupakan indikator kinerja dalam pencapaian tujuan yang


telah ditetapkan oleh Badan Ketahanan Pangan tahun 2015-2019 adalah sebagai
berikut :

1. Meningkatnya ketersediaan pangan yang beragam;


2. Menurunnya jumlah penduduk rawan pangan;
3. Stabilnya harga pangan pokok di tingkat produsen dan konsumen;
4. Meningkatnya keragaman konsumsi pangan yang sehat dan aman;
5. Meningkatnya konsumsi pangan masyarakat sesuai angka kecukupan gizi (AKG);
6. Tercapainya keamanan pangan segar.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 64


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 3. 1 Target Kinerja Program (IKP) Badan Ketahanan Pangan


Tahun 2015–2019

Sumber : Renstra BKP Tahun 2015-2019 (Revisi Ke-1)

ARAH KEBIJAKAN BADAN KETAHANAN PANGAN


Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang pangan mengamanatkan
bahwa penyelenggaraan pangan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan
dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata dan
berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan
ketahanan pangan.
Searah dengan kebijakan pangan serta memperhatikan kondisi
ketahanan pangan masyarakat selama periode 5 (lima) tahun terakhir
tersebut, maka arah kebijakan Badan Ketahanan Pangan adalah untuk
pemantapan ketahanan pangan, yang meliputi aspek ketersediaan pangan,
keterjangkauan pangan dan pemanfaatan pangan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 65


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Kebijakan ketahanan pangan dalam aspek ketersediaan pangan,


difokuskan pada: (a) peningkatan ketersediaan pangan yang beranekaragam
berbasis potensi sumberdaya lokal; dan (b) memantapkan penanganan
kerawanan pangan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan
kelaparan.
Dalam aspek keterjangkauan pangan, difokuskan pada: (a) stabilisasi
pasokan dan harga pangan; serta (b) pengelolaan cadangan pangan.
Sedangkan pada aspek pemanfaatan pangan, difokuskan pada: (a)
percepatan penganekaragaman konsumsi pangan bebasis sumber daya dan
kearifan lokal; dan ditunjang dengan (b) pengawasan mutu dan keamanan
pangan segar.
Dalam implementasi kebijakan tersebut, diperlukan dukungan kebijakan
antara lain: (a) peningkatan koordinasi, dan sinergitas lintas sektor dalam
pengelolaan ketersediaan dan penanganan rawan pangan, distribusi, harga
dan cadangan pangan serta konsumsi dan keamanan pangan, (b)
peningkatan dukungan penelitian dan pengembangan pangan, (c)
peningkatan kerjasama internasional, (d) peningkatan pemberdayaan dan
peran serta masyarakat, (e) penguatan kelembagaan dan koordinasi
ketahanan pangan, dan (f) dorongan terciptanya kebijakan makro ekonomi
dan perdagangan yang kondusif bagi ketahanan pangan.

STRATEGI BADAN KETAHANAN PANGAN

Arah kebijakan pemantapan ketahanan pangan tersebut dilakukan


dengan 5 (lima) strategi utama, meliputi:
1. Memprioritaskan pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan
perdesaan untuk: (a) meningkatkan kapasitaas produksi pangan
domestik; (b) menyediakan lapangan kerja; dan (c) meningkatkan
pendapatan masyarakat;

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 66


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

2. Pemenuhan pangan bagi kelompok masyarakat terutama masyarakat


miskin kronis dan transien (akibat bencana alam, sosial dan ekonomi)
melalui pendistribusian bantuan pangan;
3. Pemberdayaan masyarakat supaya mampu memanfaatkan pangan
beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya
lokal;
4. Promosi dan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan pangan
B2SA berbasis sumber daya lokal;
5. Penanganan keamanan pangan segar.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah

Tujuan Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan


memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada, tantangan kedepan,
serta memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 9 (sembilan)
misi RPJMD Provinsi Riau 2014 - 2019, sebagai berikut:

1) Meningkatkan Pembangunan Insfrastruktur.


2) Meningkatkan Pelayanan Pendidikan.
3) Meningkatkan Pelayanan Kesehatan.
4) Menurunkan Kemiskinan.
5) Mewujudkan Pemerintahan yang Handal dan Terpercaya serta
Pemantapan Kehidupan Politik.
6) Pembangunan Masyarakat yang Berbudaya Melayu, Beriman dan
Bertaqwa.
7) Memperkuat Pembangunan Pertanian dan Perkebunan.
8) Meningkatkan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta
Pariwisata.
9) Meningkatkan Peran Swasta Dalam Pembangunan.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 67


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dari 9 misi RPJMD Provinsi Riau Tahun 2014-2019 yang sudah


mengalami perubahan ini, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau
mendukung salah satu misi yaitu misi ke 7 (tujuh) yakni ; ‘Memperkuat
Pembangunan Pertanian dan Perkebunan yang bertujuan :
1) Mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi
pangan yang cukup, bermutu dan bergizi seimbang.
2) Meningkatkan nilai tambah produksi pertanian dan perkebunan.
3) Meningkatkan kesejahteraan Petani.

Strategi dan arah kebijakan pembangunan ketahanan pangan


merupakan rumusan perencanaan komprehensif berdasarkan arah kebijakan
tahunan dalam mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan efisien.
Untuk mewujudkan visi Gubernur 2014 - 2019 yang dilaksanakan melalui 1
misi dan agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran, maka
dirumuskan strategi dan arah kebijakan kurun waktu 5 (lima) tahun sebagai
berikut :

Tabel 3. 2 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan


Visi : “Terwujudnya Provinsi Riau yang maju, masyarakat sejahtera, berbudaya Melayu
dan berdaya saing tinggi, menurunnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja
serta pemantapan aparatur”.

Misi 7 : Memperkuat Pembangunan Pertanian dan Perkebunan


Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tercapainya Terwujudnya 1. Peningkatan ketersediaan 1. Memberikan bantuan
ketersediaan Pola Pangan dan Pemantauan cadangan pangan pemerintah
dan konsumsi Harapan di Cadangan Pangan daerah dan bantuan cadangan
pangan Provinsi Riau Masyarakat pangan masyarakat.
masyarakat (PPH 2. Pengembangan 2. Menguatkan sistem jaringan
sesuai standar Ketersediaan Cadangan pangan distribusi dan harga secara
Pola Pangan dan PPH pemerintah dan berkala.
Harapan Konsumsi) Masyarakat. 3. Memberikan bantuan kepada
(PPH) 3. Meningkatkan sistem kelompok afinitas dan
distribusi pangan dan penguatan Kawasan/desa
pemantauan harga mandiri pangan.
pangan secara berkala. 4. Penyediaan dan
4. Peningkatan Kemandirian pengembangan Lumbung
dan Penanganan Pangan (Fisik Lumbung,
Kerentanan Pangan Lantai Jemur dan RMU).
di Masyarakat. 5. Melakukan promosi konsumsi
5. Penganekaragaman pangan lokal (umbi-umbian),

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 68


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

konsumsi pangan sayuran dan buah-buahan,


berbasis sumberdaya serta pangan hewani.
local melalui pemanfaatan 6. Mendorong Beras Analog
pekarangan dan sagu, mie sagu kering, mie
pengolahan pangan instan sagu, macaroni sagu
berbasis sumberdaya atau mengunakan bahan baku
local. lokal lainnya agar mengurangi
6. Meningkatkan kesadaran ketergantungan akan pangan
pelaku usaha dan impor, termasuk impor beras.
konsumen terhadap mutu 7. Mendorong Percepatan
dan keamanan produk Penganekaragaman Konsumsi
pangan. Pangan Berbasis Sumberdaya
Lokal.
8. Memberikan bantuan bibit
pekarangan untuk peningkatan
kualitas konsumsi dan
peningkatan pendapatan
Rumah Tangga.
9. Penetapan Harga Pembelian
Pemerintah (HPP).
10. Penguatan pengawasan mutu
dan pembinaan keamanan
pangan segar.
11. Penguatan Sistem Informasi
Ketahanan Pangan secara
berkala.

Tujuan dan sasaran pada Renja Perangkat Daerah akan memberikan arahan
pada setiap urusan pemerintahan daerah baik urusan wajib pelayanan dasar dan non
pelayan dasar; urusan pilihan; dan fungsi penunjang urusan dalam menyusun
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra) SKPD dalam
mendukung tercapainya misi tersebut.
Selanjutnya untuk mewujudkan tujuan dan sasaran tersebut, maka setiap
sasaran ditetapkan sasaran indikator yang akan menjadi target pencapaian misi
kepala daerah. Perubahan sasaran indikator dan target pencapaian misi kepala
daerah didasari pada penyesuaian terhadap pergeseran kewenangan, penetapan
indikator yang bersifat outcome dan atau impact, perkembangan terkini serta
penempatan sasaran dan indikator yang lebih sesuai untuk pencapaian misi kepada
daerah yang nantinya diperlukan untuk menjaga kesinambungan pembangunan
ketahanan pangan yang sekaligus mengakomodasi berbagai perubahan secara
dinamis (sustain and change) menuju terwujudnya ketahanan pangan Provinsi Riau
lebih baik dan lebih sejahtera.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 69


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dari satu tujuan pelayanan Dinas Ketahanan Pangan, telah ditetapkan


sebanyak satu (1) sasaran indikator dan 2 (dua) sasaran indikator diantaranya
memerlukan dukungan kabupaten kota. Adapun target pencapaian yang telah
dicapai dan yang telah disesuaikan dari masing-masing tujuan dan sasaran jangka
menengah pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau diuraikan dalam Tabel 7
di bawah ini :
Tabel 3. 3 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi Riau

TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN


PADA TAHUN KE-
INDIKATOR
NO TUJUAN SASARAN TUJUAN/
SASARAN 2015 2016 2017 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)


1 Tercapainya Terwujudnya Skor Pola
ketersediaan Pola Pangan Pangan
dan konsumsi Harapan di Harapan (PPH) 83 84 85 85,5 86
pangan Povinsi Riau Ketersediaan
masyarakat
sesuai
Skor Pola
standar Pola
Pangan
Pangan
Harapan (PPH) 81 82 82,5 83 83,5
Harapan
Konsumsi
(PPH)

3.3 Program dan Kegiatan


Program dan kegiatan merupakan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
serta upaya yang dilakukan untuk mengetahui capaian keberhasilan sasaran dan
tujuan. Program dimaksud merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan
terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan OPD guna mencapai sasaran
tertentu. Dengan adanya program dan kegiatan diharapkan pula dapat
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Program dan kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau yang
direncanakan untuk periode Tahun 2019 dan 2020 dapat dilihat pada tabel berikut
ini:

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 70


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 3. 4
Tabel 8
(Tabel T-C.33, Lampiran Permendagri 86 Tahun 2017)
Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2019
Dan Prakiraan Maju Tahun 2020
Provinsi Riau

OPD : DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI RIAU

Rencana Tahun 2019 Rencana Tahun 2020


Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Catatan
Kode Indikator Kinerja Program/Kegiatan Kebutuhan Kebutuhan
dan Program/Kegiatan Target capaian Sumber Penting Target capaian
Lokasi Dana/pagu Dana/pagu
kinerja Dana kinerja
indikatif indikatif
1 2 3 4 5 6 7 8 9 6
BELANJA LANGSUNG (BL) 5.211.375.700 12.366.733.150

I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Persentase layanan administrasi 100% 1.177.907.300 100% 1.766.860.950
perkantoran yang baik
1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Rentang waktu penyediaan jasa Pekanbaru 12 bulan 320.000.000 APBD 12 bulan 480.000.000
Dan Listrik komunikasi, air, dan listrik
2 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Rentang waktu penyediaan jasa Pekanbaru 12 bulan 188.067.300 APBD 12 bulan 282.100.950
kebersihan kantor
3 Penyediaan Alat Tulis Kantor Rentang waktu penyediaan alat tulis kantor Pekanbaru 12 bulan 80.000.000 APBD 12 bulan 120.000.000

4 Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan Rentang waktu penyediaan barang Pekanbaru 12 bulan 50.000.000 APBD 12 bulan 75.000.000
cetakan dan penggandaan
5 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Rentang waktu penyediaan komponen Pekanbaru 12 bulan 30.000.000 APBD 12 bulan 45.000.000
Bangunan Kantor instalasi listrik
6 Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Rentang waktu penyediaan Bahan Bacaan Pekanbaru 12 bulan 20.000.000 APBD 12 bulan 30.000.000
Perundang-Undangan Dan Peraturan Perundang-Undangan

7 Penyediaan Makanan Dan Minuman Jumlah Makanan dan Minuman yang Pekanbaru 5176 Box 103.440.000 APBD 5176 Box 155.160.000
Disediakan
8 Penyediaan Jasa Keamanan Kantor Rentang Waktu Penyediaan Jasa Pekanbaru 12 bulan 86.400.000 APBD 12 bulan 129.600.000
Keamanan Kantor
9 Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Frekuensi Rapat Koordinasi dan Konsultasi Provinisi/Nasional 1 tahun 300.000.000 APBD 1 tahun 450.000.000
Daerah Keluar dan Kedalam Daerah
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 71
Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Persentase kecukupan sarana dan 100% 637.272.000 100% 955.908.000
Aparatur prasarana kerja aparatur yang sesuai
dengan standar kerja
10 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Jumlah perlengkapan gedung yang Pekanbaru 6 unit 50.000.000 APBD 6 unit 75.000.000
diadakan
11 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Jumlah peralatan gedung kantor yang Pekanbaru 16 unit 90.000.000 APBD 16 unit 135.000.000
diadakan
12 Pengadaan Mebeleur jumlah pengadaan meubeler yang Pekanbaru 45 unit 90.000.000 APBD 45 unit 135.000.000
diadakan
13 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Jumlah Gedung kantor yang dipelihara Pekanbaru 2 gedung 148.860.000 APBD 2 gedung 223.290.000
14 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan Jumlah mobil jabatan yang dipelihara Pekanbaru 1 unit 54.040.000 APBD 1 unit 81.060.000
15 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Jumlah kendaraan dinas/operasional yang Pekanbaru 7 unit 104.372.000 APBD 7 unit 156.558.000
Dinas/Operasional dipelihara
16 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan Jumlah Peralatan dan Perlengkapan Pekanbaru 182 unit 50.000.000 APBD 182 unit 75.000.000
perlengkapan kantor kantor yang terpelihara
17 Pengolaan Barang Milik Daerah Jumlah dokumen barang milik daerah yang Pekanbaru 1 dokumen 50.000.000 APBD 1 dokumen 75.000.000
disusun
- -
III Program Peningkatan Disiplin Aparatur Persentase meningkatnya kualitas dan 100% 104.750.000 100% 157.125.000
disiplin aparatur
18 Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur Jumlah ASN yang Dibina Fisik dan Pekanbaru 90 Orang 104.750.000 APBD 90 Orang 157.125.000
Mentalnya
- -
IV Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Persentase meningkatnya kualitas 100% 50.000.000 100% 50.000.000
Aparatur sumberdaya aparatur sipil negara
19 Pendidikan Dan Pelatihan Formal Jumlah ASN yang Mengikuti Pendidikan Pekanbaru 10 Orang 50.000.000 APBD 10 Orang 75.000.000
dan Pelatihan Formal
- -
V. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Persentase ketepatan penyampaian 100% 200.000.000 100% 300.000.000
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan laporan

20 Penyusunan Rencana Kerja SKPD Jumlah Dokumen Rencana Kerja Pekanbaru 3 Dokumen 50.000.000 APBD 3 Dokumen 75.000.000
21 Penyusunan Rencana Strategis SKPD Jumlah Dokumen RENSTRA Pekanbaru 1 Dokumen 50.000.000 APBD 1 Dokumen 75.000.000
22 Penyusunan Pelaporan Keuangan Penyampaian Jumlah Tenaga Akuntansi Pekanbaru 2 orang 100.000.000 APBD 2 orang 150.000.000
OPD dan PPKD

VI . Program Peningkatan Ketahanan Pangan Skor PPH; Persentase Penguatan 83,5 ; 85 Persen 2.798.446.400 83,5 ; 85 8.395.339.200
cadangan pangan Persen
23 Pemantauan dan Analisis Akses Harga Pangan Frekuensi pemantauan dan Jenis Pangan Provinsi Riau 1152 kali 75.748.000 APBD 1152 kali 227.244.000
Pokok yang dianalisis pemantauan, 22 pemantauan, 22
jenis bahan jenis bahan
pangan pangan
24 Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Jumlah Bantuan Pangan Pokok Beras Provinsi Riau 5,5 ton 132.540.000 APBD 17 ton 397.620.000
Riau
25 Pengembangan dan Pemberdayaan Cadangan Jumlah kelompok penerima bantuan Provinsi Riau 10 kelompok 100.000.000 APBD 12 kelompok 300.000.000
Pangan Masyarakat

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 72


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

26 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Ketahanan Jumlah Peserta Provinsi Riau 24 orang 50.000.000 APBD 24 orang 150.000.000
Pangan
27 Pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Jumlah Peserta Provinsi Riau 24 orang 50.000.000 APBD 24 orang 150.000.000
Gizi (SKPG)
28 Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Provinsi dan Jumlah Menu Pangan Lokal yang Provinsi Riau 3 Jenis 400.000.000 APBD 3 Jenis 1.200.000.000
Nasional dilombakan
29 Pengelolaan Pemanfaatan Pekarangan/Peran Terlaksananya Kegiatan Pengelolaan Provinsi Riau 12 Kabupaten Kota 245.070.000 APBD 12 Kabupaten 735.210.000
Perempuan Dalam Ketahanan Pangan Lahan Pekarangan Kota
30 Pengembangan Pangan Lokal Jumlah unit pengolah pangan lokal Non Provinsi Riau 4 paket 150.000.000 APBD 8 paket 450.000.000
Beras Non Terigu
31 Pemberdayaan Gapoktan dalam Penyedia Pangan Jumlah Gapoktan Provinsi Riau 2 Gapoktan 225.000.000 APBD 4 Gapoktan 675.000.000
Masyarakat se-Provinsi Riau
32 Pengembangan dan Pemberdayaan Ketersediaan Jumlah kelompok penerima bantuan Provinsi Riau 1 kelompok 225.000.000 APBD 3 kelompok 675.000.000
Pangan Sagu sebagai pangan alternatif

33 Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara Jumlah kategori yang dinilai Provinsi Riau 4 Kategori 75.000.000 APBD 4 Kategori 225.000.000
34 Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan Jumlah Pangan Segar yang diawasi Provinsi Riau 108 sampel 150.000.000 APBD 108 sampel 450.000.000
35 Sertifikasi Pangan Segar (buah dan sayur) Jumlah pangan segar yang disertifikasi Provinsi Riau 25 Sertifikat 400.000.000 APBD 25 Sertifikat 1.200.000.000
36 Gerakan Penganekaragaman Pangan Jumlah Peserta Gerakan Provinsi Riau 6000 orang 273.530.000 APBD 9000 orang 820.590.000
37 Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan Jumlah Kawasan Provinsi Riau 3 Kelompok 146.558.400 APBD 5Kelompok 439.675.200
38 Analisis Situasi Konsumsi Pangan Jumlah Dokumen Provinsi Riau 1 Dokumen 100.000.000 APBD 1 Dokumen 300.000.000
VII. Program Pengembangan Data/Informasi Persentase ketersedian 100 %; 100 % 243.000.000 100 %; 100 % 729.000.000
data/informasi;
Persentase ketersediaan data sektoral
per kewenangan
urusan
39 Partisipasi Dalam Pelaksanaan Pameran Tahunan Jumlah Event yang diikuti Provinsi Riau 1 Event 50.000.000 APBD 3 Event 150.000.000

40 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Jumlah Sistem Informasi yang Provinsi Riau 1 Sistem 143.000.000 APBD 1 Sistem 429.000.000
Ketahanan Pangan dikembangkan
41 Penyusunan Statistik Pangan Jumlah Buku Statistik Pangan Provinsi Riau 1 judul buku 50.000.000 APBD 1 judul buku 150.000.000
- -
BELANJA LANGSUNG (BL) 5.211.375.700 12.366.733.150

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 73


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB IV
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT
DAERAH

Rencana program dan kegiatan dalam Dokumen Rancangan Akhir Renja Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi Riau Tahun 2019 berdasarkan hasil input sistem RKPD
online (http://rkpd.riau.go.id/), pada tahapan Finalisasi Rancangan Akhir RKPD,
adalah sebagai berikut :

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 74


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Tabel 4. 1
RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH TAHUN 2019 DAN PRAKIRAAN MAJU 2020
PEMERINTAH PROVINSI RIAU

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 75


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 76


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 77


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 78


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 79


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

BAB V
PENUTUP
Rencana Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan

Pangan Provinsi Riau pada Tahun 2019 telah disusun dalam dokumen Rencana Kerja

(Renja) OPD ini berdasarkan acuan dokumen-dokumen perencanaan di tingkat

vertikal sekaligus mempertimbangkan berbagai hasil analisis terhadap perkembangan

terbaru kondisi masyarakat maupun kebutuhan OPD.

Pada tahun 2019 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau telah merencanakan

Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan sebanyak 6 program dan 41 kegiatan.

Perencanaan memang bukan segala-galanya, tetapi tanpa proses perencanaan yang

baik maka pelaksanaan program dan kegiatan tidak akan berjalan baik. Dengan

disusunnya dokumen Renja OPD ini diharapkan perencanaan program dan kegiatan

di Dinas Ketahanan Pangan dapat lebih matang, sehingga mempermudah proses

pelaksanaan dan pertanggungjawaban serta mampu memberi kontribusi terhadap

capaian target pembangunan provinsi Riau.

Renja Tahun 2019 adalah panduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas

Ketahanan Pangan Provinsi Riau untuk Tahun Anggaran 2019. Kesiapan sumber

daya manusia, pendanaan dan ketatalaksanaan serta komitmen dari pimpinan dan

staf Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau merupakan faktor penentu keberhasilan

pelaksanaan Renja ini. Keberhasilan pelaksanaan Renja juga akan sangat

menentukan pencapaian target-target kinerja dalam Renstra Revisi 2014-2019

(target di tahun 2019-nya).

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 80


Dokumen Rancangan Akhir Renja Tahun 2019

Renja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 2019 ini harus menjadi acuan

kerja dari semua bidang-bidang yang ada sesuai dengan tugas pokok dan fungsi

masing-masing dan dilaksanakan secara akuntabel dengan senantiasa berorientasi

pada peningkatan kinerja Dinas Ketahanan Pangan. Selain digunakan sebagai

pedoman untuk melakukan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun bagi

seluruh jajaran Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau pada tahun 2019, Renja ini

dapat tercapai bila dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan kerja keras oleh sumber

daya manusia Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dan hasilnya diharapkan

mampu memberikan kontribusi positif bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk

mewujudkan good governance di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau 81