Anda di halaman 1dari 5

Nefritis Hipertens

Gangguan Tubulus dan Glo


Pemeriksaan Penunjang :
- Hematologi : Hemoglobin, Jaringan ginjal kurang O
Hematokrit, Eritrosit, Leukosit,
Trombosit
- RFT (Renal Fungsi Test) : Penurunan fungsi nef
Ureum dan Kreatinin
- LFT (Liver Fungsi Test)
- Elektrolit : Klorida, kalium,
Penurunan GFR
kalsium
- Koagulasi studi : PTT, PTTK BUN dan Creatinin men
- BGA : BUN/ Kreatinin,
Hitung darah lengkap, AGD
- urine rutin CKD
- ECG Gangguan fungsi ginjal yang progresif d
- ECO menyebabkan ketidakmampuan ginjal u
- USG abdominal metabolisme dan keseimbangan caira

Hematologi (06/09/19)
Penurunan Kemampuan ginjal Penurun produksi eritro Hemoglobin 10,8 g/dL
mengekskresikan H+ protein

Asidosis metabolik Suplai O2 ke sel menurun

Terdapat secret dalam Kerja jantung meningkat


- Suara nafas ronkhi jalan nafas
- Batuk COP menurun
- Produksi secret
banyak MK : Bersihan Jalan Nafas
- Dipnea O2 ke jantung menurun

Setelah dilakukan tindakan keperawatan Kelelahan


selama 3 x 24 jam tidak terjadi gangguan
ketidakefektifan bersihan jalan napas - Kelemahan
Intervensi : MK : Intoleransi Aktivitas - TD : 199/119 mmHg
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan - HR : 102 x/menit
ventilasi
- Identifikasi kebutuhan actual/potensial Setelah dilakukan tindakan keperawatan
pasien untuk memasukkan alat membuka
jalan nafas
selama 3 x 24 jam pasien dapat
- Auskultasi suara nafas, catat adanya suara bertoleransi terhadap aktivitas
tambahan Intervensi :
- Lakukan penyedotan/suction melalui - Monitor kemampuan klien untuk
Endotrakea perawatan diri yang mandiri.
- Kelola pemberian bronkodilator - Monitor kebutuhan klien untuk alat-
- Monitor status pernafasan dan oksigenasi alat bantu untuk kebersihan diri,
berpakaian, berhias, toileting dan
makan.
- Sediakan bantuan sampai klien mampu
secara utuh untuk melakukan perawatan
diri sendiri.
- Ciptakan lingkungan yang aman bagi
pasien
- Sediakan tempat tidur dan lingkungan
yang bersih dan nyaman
- Sesuaikan suhu ruangan sesuai dengan
kebutuhan pasien
Nefritis Hipertensi
1. Airway : Klien terpasang ETT ukuran 7.5, pada jalan nafas
terdapat secret dengan karakteristik warna kuning kental.
Gangguan Tubulus dan Glomerulus 2. Breathing : Klien terpasang Ventilator Mekanik dengan mode
A/C dengan P control : 16 cmH2O, Sensitivitas 3 L/menit, Fi02 :
Jaringan ginjal kurang O2 dan nutrisi 70 %, PEEP : 8 cmH2, Respirasi rate 12 L/menit, Ie Ratio : (1:1),
volume tidal (6-8 x BB) 60 x 8 = 480, RR : 22 x/menit, SPO2 :
Penurunan fungsi nefron 99 %. Hasil rontgen (07/09/2019) menunjukkan letak ETT
kurang dalam.
Penurunan GFR 3. Circulation : Tekanan darah klien : 199/119 mmHg, Nadi :
102 x/menit, Suhu : 36 oC , capillary refill time : <2 detik,
BUN dan Creatinin meningkat Kimia klinik (07/09/19) balance cairan : -97,25
creatinin : 8,7 mg/dL 4. Disability : Kesadaran klien composmentis dengan GCS
E4M6VET, ukuran pupil ki/ka: 2/2 reflek cahaya positif.
CKD 5. Eksposure : Tidak terdapat jejas pada tubuh pasien
ungsi ginjal yang progresif dan irreversibel, yang 6. Fluid, Food and Nutrition : Diit cair, sonde / 4 jam : Susu
an ketidakmampuan ginjal untuk mempertahankan Neprishol (diet khusus penderita gangguan ginjal) BB : 60 kg,
me dan keseimbangan cairan maupun elektrolit TB : 160 cm, IMT : 23,4 (berlebih)

Hematologi (06/09/19)
Hemoglobin 10,8 g/dL Retensi air dan Natrium Protein gagal terfiltrasi

Oliguria Penurunan produksi urin Proteinuria


250 cc / 24 jam
Iritasi saluran kening Tekanan onkotik <
- Gelisah Tekanan hidrostatik
- TD : 199/119 mmHg
- HR : 102 x/menit MK : Nyeri Akut
- Skala nyeri : 8 Shift cairan dari PD
ke interstisial
Setelah dilakukan tindakan keperawatan - TD : 199/119 mmHg
selama 3 x 24, nyeri dapat teratasi Paru : Efusi Pleura - HR : 102 x/menit
Intervensi : - Balance Cairan : -97.
- Kaji nyeri secara komprehensif - IMT : 23,4 (berlebih)
- Kelemahan - Tentukan dampak nyeri terhadap MK : Kelebihan Volume Cairan - Hyperkalemia : Kaliu
- TD : 199/119 mmHg kualitas hidup klien (misalnya tidur, 7.33 mmol/L
- HR : 102 x/menit nafsu makan, aktivitas, kognitif, suasana - Hematokrit : 35.60 %
hati, hubungan, kinerja kerja, dan Setelah dilakukan tindakan keperawatan - Oliguria : 250 cc / 24
tanggung jawab peran). selama 3 x 24 jam kelebihan volume
- Kontrol faktor lingkungan yang cairan teratasi Intervensi :
mungkin menyebabkan respon - Pertahankan intake dan output secara
ketidaknyamanan klien (misalnya akurat
temperature ruangan, pencahayaan, - Kolaborasi dalam pemberian diuretik
suara). - Batasi intake cairan pada hiponatremi
- Pilih dan implementasikan tindakan dilusi dengan serum Na dengan jumlah
yang beragam (farmakologi, kurang dari 130 mEq/L
nonfarmakologi, interpersonal) untuk - Monitor status hidrasi (kelembaban
meringankan nyeri. membrane mukosa, TD ortostatik, dan
- Observasi tanda-tanda non verbal dari keadekuatan dinding nadi)
ketidaknyamanan, terutama pada klien - Monitor hasil laboratorium yang
yang mengalami kesulitan berhubungan dengan retensi cairan
berkomunikasi. (peningkatan kegawatan spesifik,
peningkatan BUN, penurunan
hematokrit, dan peningkatan osmolalitas
urin)
-Monitor tanda-tanda vital
Sumber :
Bulechek, M.G dkk.(2013). Nursing Interventions Classification (NIC), 6th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
Moorhead Sue, dkk. (2013). Nursing Outcomes Classification (NOC), 5th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
NANDA. (2018). NANDA International nursing diagnoses :definitions and classification 2018-2020. Ed.11. Jakarta : EGC
ada jalan nafas
ing kental.
nik dengan mode
3 L/menit, Fi02 :
nit, Ie Ratio : (1:1),
x/menit, SPO2 :
n letak ETT

mmHg, Nadi :
: <2 detik,

dengan GCS
positif.
pasien
4 jam : Susu
jal) BB : 60 kg,

- TD : 199/119 mmHg
- HR : 102 x/menit
- Balance Cairan : -97.25
- IMT : 23,4 (berlebih)
- Hyperkalemia : Kalium :
7.33 mmol/L
- Hematokrit : 35.60 %
- Oliguria : 250 cc / 24 jam
nesia: Mocomedia.
esia: Mocomedia.
. Ed.11. Jakarta : EGC