Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI

MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

MINI PLAN SKRIPSI

Disusun Oleh :

Nama : Maulana Hanggar Briliandi

NIM : B300 130 026

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
MINI PLAN SKRIPSI

I. BIDANG

Ekonomi Pembangunan.

II. JUDUL

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Mahasiswa Universitas


Muhammadiyah Surakarta

III. TUJUAN

1. Menganalisis pengaruh pola konsumsi terhadap konsumsi yang berkaitan dengan


pendapatan atau uang saku pada mahasiswa.
2. Menganalisis pengaruh pola konsumsi terhadap konsumsi yang berkaitan dengan
kebutuhan primer pada mahasiswa.
3. Menganalisis pengaruh pola konsumsi terhadap konsumsi untuk hiburan pada
Mahasiswa.

IV. KERANGKA PEMIKIRAN

Kerangka Pemikiran penelitian ini merupakan replika dari penelitan yang dilakukan oleh
Flinsia Debora Wurangian, Daisy Engka dan Jacline Sumual (2016) dengan Judul Analisis
Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sam Ratulangi Yang
Kost Di Kota Manado Dalam penelitian sebelumnya, peneliti menggunakan metode analisis
Model Regresi Berganda dimana model ini akan memperlihatkan hubungan antara variable
bebas dengan variable terikat.
pendapatan (X1)

Kebutuhan primer (X2)


Pola konsumsi (Y)

Hiburan (X3)

Sumber : Wurangian, Flinsia Debora. 2015.” ANALISIS POLA KONSUMSI


MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI & BISNIS UNIVERSITAS SAM RATULANGI YANG
KOST DI KOTA MANADO” Fakultas Ekonomi, Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Indonesia

V. METODE ANALISIS
1. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis data primer. Data primer
merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber asli atau pihak pertama. Data primer
dapat berupa pendapat subjek riset (individu) atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu
benda (fisik), kejadian, atau kegiatan dan hasil pengujian.

Metode Analisis

Motode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode


penelitian kuantitatif. Sedangkan untuk analisis dalam penelitian ini menggunakan
analisis regresi berganda. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk
mengetahui hubungan variabel dalam perekonomian yang diwakili oleh variabel
pendapatan, kebutuhan primer, dan hiburan terhadap pola konsumsi Mahasiswa UMS.
Hubungan tersebut memiliki hubungan secara fungsional dengan formulasi sebagai
berikut:
Y = f(X1, X2, X3,)

Y= β0 X1+ β1 X2 + β1 X3+μ

Y = Pola Konsumsi

X1 = Pendapatan

X2 = Kebutuhan Primer

X3 = Hiburan

β0 = Konstanta

β1, β2, β3 = Koefisien Regresi

et = Error term.

Sumber : Wurangian, Flinsia Debora. 2015.” ANALISIS POLA KONSUMSI


MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI & BISNIS UNIVERSITAS SAM RATULANGI YANG
KOST DI KOTA MANADO” Fakultas Ekonomi, Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Indonesia

Uji Asumsi Klasik

Prosedur awal adalah sebelum dilakukan pengujian hipotesis harus dilakukan

pengujian asumsi klasik. Pengujian ini digunakan untuk mengetahui apakah model yang

menjadi objek penelitian bebas dari masalah asumsi klasik.

Pengujian asumsi klasik meliputi uji normalitas uji heteroskedastisitas, uji

autokorelasi, dan uji multikolinieritas.


a. Uji Normalitas

Regresi linier normal klasik mengasumsikan bahwa distribusi probabilitas dari

gangguan memiliki rata-rata yang diharapkan sama dengan nol, tidak

berkolerasi dan mempunyai varians yang konstan.

 Formulasi hipotesis :

H0 : distribusi Ut normal

HA : distribusi Ut tidak normal

 Kriteria pengujian :

H0 diterima bila JB < X2 (α,2)

H0 ditolak bila JB > X2 (α,2)

b. Uji Heteroskedastisitas

Pada uji asumsi klasik juga terdapat gangguan dalam regresi populasi bersifat

homoskedastik, yaitu semua variabel regresi memiliki varian yang sama.

Sedangkan heterokesdasisitas adalah regresi tidak mempunyai varians yang

sama. Menggunakan uji Park dengan penjelasan sebagai berikut :

 Formulasi hipotesis :

H0 : variabel independen ke i tidak menyebabkan terjadinya masalah

heteroskedastisitas

HA : variabel independen ke i menyebabkan terjadinya masalah

heteroskedastisitas

 Kriteria pengujian :

H0 diterima bila : -t (α/2, N-2) < t-hitung atau statistik t < t(α/2, N-2)

H0 diterima bila : t-hitung atau statistik t , -t(α/2, N-2) atau t-hitung atau

statistik t > t(α/2, N-2)


c. Uji Otokorelasi

Uji Otokorelasi adalah korelasi antara anggota observasi yang diurutkan

menurut waktu (seperti time series) atau ruang (seperti data cross section). Bila

estimator ini tidak dipenuhi, maka estimator OLS tidak lagi efisien karena

selang keyakinan akan semakin lebar, hal ini berarti uji t dan uji F tidak tepat

untuk estimasi (Gujarati, 1995).

 Formulasi hipotesis :

H0 : tidak terdapat masalah otokorelsi dalam model

HA : terdapat masalah otokorelsi dalam model

 Kriteria pengujian :

H0diterima
H0 di Ragu- Ragu- H0 di
tolak (+) Ragu Ragu tolak (-)

0 DL DU 2 4 - Du 4 – DL 4

Tolak H0 dengan kesimpulan terdapat otkorelasi positif dalam model

bila d < DL,

Tolak H0 dengan kesimpulan terdapat otkorelasi negatif dalam model

bila d > 4 - DL

Terima H0 bila DU< d < 4 – DU

Uji Durbin Watson tidak menghasilkan kesimpulan apabila DL< d <

DU atau 4 – DU< d < 4 - DL


d. Uji Multikolinieritas

Multikolinieitas muncul jika adanya hubungan linier yang sempurna atau

pasti diantara beberapa maupun semua variabel yang menjelaskan model

regresi. Multikolinearitas dapat dilihat dengan uji Klein yaitu tingkat

Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance. Cara lain untuk

mendeteksi multikolinearitas dengan membandingkan nilai R2 utama dengan

R2 tiap variabel independen.

 Kriteria Pengujian :

Jika nilai VIF < 10, = tidak ada masalah multikolinearitas antar

variabel independen dalam model regresi.

 Apabila nilai R2 tiap variabel lebih kecil dari R2 utama, maka model

regresi bebas dari multikolinearitas.

1.1 Uji Statistika Analisis Regresi

a. Uji t

Parameter modal pada dasarnya menggambarkan arah dan besarnya

pengaruh dari variabel independen dalam model statistic. Jika nilai parameter

model secara statistic tidak sama dengan nol maka pengaruh variabel

independen yang diwakili oleh parameter model bersangkutan secara statistik

signifikasi. Kriteria yang digunakan Probabilitas Sig > 0,05 Ho : β1= 0,

variabel independen ke i tidak memiliki pengaruh signifikasi, apabila

Probabilitas Sig < 0,05 Ha : β1 ≠ 0, variabel independen ke i memiliki

pengaruh signifikasi.
b. Uji signifikan simultan (uji statistik F)

Uji F adalah pengujian signifikansi persamaan yang digunakan

untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3,

X4) secara bersama - sama terhadap variabel tidak bebas (Y) yaitu kepuasan.

Kriteria yang digunakan adalah Probabilitas Sig > 0,05 Ho : β1 = β2 = β3 = 0

model yang dipakai tidak eksis, apabila Probabilitas Sig < 0,05 Ha : β1 ≠ β2 ≠

β3 = 0 model yang dipakai eksis

c. Uji R2

Uji estimasi model tidak terpakai atau meaningless, apabila asumsi klasik tidak

terpenuhi. Oleh karena itu, interpetasi R2 dan uji estimasi model (uji kebaikan

model) semestinya telah lolos dari uji asumsi klasik.


Daftar Pustaka

Wurangian, Flinsia Debora. 2015.” Analisis Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi &
Bisnis Universitas Sam Ratulangi Yang Kost Di Kota Manado” Fakultas
Ekonomi, Universitas Sam Ratulangi, Manado. Indonesia

Wahyuni, Tri Endang. 2002.”Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumsi


Mahasiswa” Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI, Yogyakarta.

Taufik, Ridhony. 2014. “Pengeluaran Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan


Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta” Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia.

Putriani, Yolanda Hani. 2015. “Pola Perilaku Konsumsi Islami Mahasiswa Muslim Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Airlangga Ditinjau Dari Tingkat Religiusitas”
Vol. 2 No. 7. Universitas Airlangga, Indonesia.

Butar, Tumpal. 2012. “ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Di


Masyarakat Di Kabupaten Toba Samosir” Lembaga Penelitian, Universitas
HKBP Nommensen, Medan, Indonesia