Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di beberapa sanggar senam aerobik di wilayah Daerah

Istimewa Yogyakarta dalam kurun waktu 2007 dan November 2008 – Februari 2009 .

Subyek penelitian terdiri dari 28 pelatih senam aerobik wanita yang terdiri dari dua

kelompok. Kelompok yang pertama adalah pelatih senam aerobik yang mempunyai

frekuensi melatih tinggi yakni yang mempunyai jadwal melatih lebih dari sama dengan

lima kali dalam satu minggu. Sedangkan kelompok kedua adalah pelatih senam aerobik

yang mempunyai frekuensi melatih rendah yakni yang mempunyai jadwal melatih kurang

dari lima kali dalam satu minggu.

Frekuensi melatih/Minggu Jumlah sampel


Tinggi (≥5 kali/minggu) 22
Rendah (<5 kali/minggu) 6
Tabel 1. Pengelompokan sampel

Tolak ukur kesuburan pada penelitian ini terdiri dari beberapa hal, yakni ada

tidaknya ovulasi, kehamilan, perdarahan saat hamil, dan aborsi. Pengambilan data dari

responden yang diperoleh dengan dua cara, yakni mengisi kuisioner mengenai frekuensi

latihan, riwayat kehamilan , termasuk perdarahan saat hamil dan aborsi serta mengisi

tabel suhu badan basal responden setiap hari selama satu siklus menstruasi.
Jumlah Sampel
Frekuensi
Indikator Kesuburan Klasifikasi
melatih/Minggu
Tinggi Rendah
Kehamilan Belum Menikah 6 1
Menikah, belum hamil 12 2
Menikah, hamil 1 kali 4 2
Menikah, hamil 2 kali 0 1
Perdarahan saat hamil Pernah 1 0
Belum Pernah 3 2
Aborsi Pernah 0 0
Tidak Pernah 3 2
Ovulasi Ada 9 0
Tidak ada 7 0
Tabel 2. Ringkasan hasil pengisian kuisioner dan tabel suhu badan basal

Dapat dilihat dari tabel diatas, tabel indikator kesuburan kehamilan pada kelompok

sampel frekuensi tinggi didapatkan sampel yang lebih banyak pada wanita pelatih senam

aerobik yang sudah menikah dan belum hamil. Pada tabel perdarahan saat hamil dominan

belum pernah mengalami didapatkan pada kedua kelompok sampel. Sedangkan pada

tabel aborsi tidak didapatkan wanita pelatih senam aerobik yang pernah mengalaminya.

Pada tabel ovulasi tidak dapat dibandingkan antara dua kelompok sampel karena tidak

ada responden pada kelompok frekuensi melatih rendah.


Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Chi-square untuk

uji beda dua kelompok dengan frekuensi melatih tinggi dan rendah. Kesimpulan diambil

berdasarkan pada perbandingan 4 kelompok indikator kesuburan. Kelompok yang

dibandingkan adalah kelompok frekuensi melatih tinggi dan rendah dengan riwayat

kehamilan, perdarahan saat hamil, riwayat aborsi dan ada tidaknya ovulasi.
Pada indikator kehamilan didapatkan hasil tidak signifikan (p>0.05) atau tidak ada

hubungan antara riwayat kehamilan pada wanita pelatih senam aerobik dengan frekuensi

melatih tinggi.

Sedangkan pada indikator riwayat perdarahan saat hamil, riwayat aborsi, dan ada

tidaknya ovulasi hasil tidak keluar karena tidak dapat dibandingkan.