Anda di halaman 1dari 4

Blue House atau Rumah Beratap Biru, merupakan istana kepresidenan Korea.

Dalam bahasa
Korea, Blue House disebut dengan Cheong Wa Dae. Kalau di Amerika Serikat disebut dengan
White House, sedangkan istana kepresidenan Korea disebut sebagai Blue House dikarenakan
memiliki atap bangunan berwarna biru.

Istana kepresidenan yang terletak di kawasan Jongno, Seoul, Korea Selatan ini dibangun dengan
bentuk rumah tradisional Korea namun dengan struktur yang modern.

1. Ciri Khas Blue House

© Visit Korea

Ketika memasuki kawasan Blue House, beberapa tanda khas Blue House bisa dilihat di sana
yaitu atap yang berwarna biru yang halus dan indah yang berhias Gunung Bugaksan sebagai latar
belakangnya. Atap dengan bentuk melengkung pun didesain dengan elegan.
Selain itu Blue House juga terdiri dari Kantor Pusat, Yeongbingwan (Guest House),
Chunchugwan (Paviliun Musim Semi dan Musim Gugur), Nokjiwon (Rumput Hijau), Lembah
Mugunghwa, dan Tujuh Istana. Menariknya, semua bangunan memiliki bentu yang khas dan
dirancang dengan gaya tradisional Korea.

2. Butuh 150 Ribu Ubin

© KoreaHerald

Dilansir dari Visit Korea, dijelaskan bahwa butuh 150 ribu ubin yang menyusun atap Blue
House. Lebih menariknya lagi, masing-masing dipanggang secara individual yang membuatnya
cukup kuat untuk digunakan selama ratusan tahun.

Lantas, apa sebenarnya makna warna biru bagi warga Korea Selatan? Ternyata, warga Korea
punya alasan bersejarah sehingga memilih warna biru untuk istana Kepresidenan Republik
Korea.

3. Melambangkan Perdamaian
Seperti yang dikutip dari Instagram Kedutaan Besar Korea Selatan @koremb.idn, Ada tiga fakta
menarik kenapa istana kepresidenan Republik Korea dinamakan Blue House. Fakta-fakta ini pun
memiliki asumsi.
Jadi yang pertama, pemerinta menciptakan nama Blue House pada bulan Agustus 1960 sebagai
upaya untuk meredam sentimen negatif dari rakyat terhadap kediaman pemerintah sebelumnya
yang dicurangi dalam pemilihan. Atap biru melambangkan perdamaian dan pemberontakan yang
demokratis di tahun 1960.

4. Dibuat dengan Kerja Keras

© Visit Korea

Selain itu, warna biru telah sering digunakan di Korea karena Teori Yin-Yang dan Lima Elemen
dan lokasinya di Asia. Berdasarkan pandangan tradisional Asia mengenai alam dan dunia, teori
ini menganggap biru adalah warna Asia Timur.

Kemudian yang terakhir, untuk memproduksi genteng biru dibutuhkan keterampilan dan usaha
yang jauh lebih besar dibandingkan genteng hitam polos biasa. Karena alasan ini, hanya keluarga
bangsawan yang mampu tinggal di rumah-rumah beratap biru. Sejarah mencatat bahwa banyak
atap di istana-istana utama Korea juga berwarna biru, tetapi telah hancur karena Perang Korea,
kecuali Aula Seonjeongjeon di Istana Changdeokgung.
5. Pohon Berusia 300 Tahun
Jika mengunjungi Blue House, setelah melewati kantor utama nantinya akan bertemu dengan
Chunchugwan jika berbelok ke kanan. Atap Chunchugwan sendiri terbuat dari ubin tanah. Ini
merupakan gedung untuk konferensi pers presiden. Sedangkan di sebelah kiri kantor utama, ada
Yeongbingwan, yang dirancang untuk konferensi besar maupun acara resmi bersama dengan
tamu-tamu asing. Di sekitar Blue House juga terdapat pohon tua yang sudah berusia 300 tahun
lebih lho.

Nah, sekarang sudah tahun kan kenapa istana kepresidenan Republik Korea dinamakan Blue
House dan makna warna biru bagi warga Korea. Semoga dalam waktu dekat kamu bisa
mengunjungi Korea y