Anda di halaman 1dari 9

PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bencana merupakan suatu kondisi sebagai akibat yang terjadi ketika ancaman
mengenai suatu wilayah beserta penduduk yang ada di dalamnya. Seringkali, bencana
yang terjadi menimbulkan kerusakan bagi lingkungan di sekitarnya. Kerusakan yang
terjadi akibat bencana tersebut bisa terjadi secara mendadak maupun perlahan, tidak
saja memberikan dampak secara langsung, tetapi juga berdampak tidak langsung.
Dampak langsung bencana seperti adanya korban jiwa, kerusakan rumah dan
infrastruktur, gangguan psikologis, dan lain-lain. Sedangkan dampak tidak langsung
antara lain, hilang atau rusaknya fungsi-fungsi produksi, misalnya area persawahan,
fasilitas industri, jaringan transportasi, serta pasar. Selanjutnya kondisi seperti ini dapat
merusak sistem pasar, kemampuan daya beli, dan pertumbuhan ekonomi (Blaikie, et.al.,
1994; dalam Mardiatno dkk., 2012).
Di sisi lain, suatu wilayah tidak bisa lepas dari suatu kondisi yang berisiko dari
ancaman terjadinya suatu bencana. Kondisi fisik suatu wilayah, karakter masyarakatnya,
serta kondisi ekternal seperti hubungan wilayah tersebut dengan wilayah lain bisa
mempertajam risiko yang harus dihadapi oleh suatu wilayah tertentu. Dalam
pembahasan mengenai manajemen bencana, risiko merupakan prediksi kondisi atau
akibat yang akan terjadi akibat hubungan antara ancaman dan kerentanan dari objek
yang terkena dampak tersebut. Kedua hal tersebut, bencana ataupun ancaman bencana
(hazard) serta risiko yang harus dihadapi oleh suatu wilayah memerlukan perhatian
serta upaya-upaya yang merujuk pada tindakan pasca bencana agar dampak bencana
dapat dikurangi. Hal ini diupayakan untuk mengurangi korban jiwa, meminimalisir
kerusakan yang terjadi pada sarana dan prasarana umum, ataupun akses terhadap unit-
unit produksi. Upaya-upaya dalam mengelola bencana yang menekankan pada
pendekatan dengan pendugaan serta pencegahan biasa dikenal sebagai manajemen
resiko (Kotze & Holloway, 1998; dalam Mardiatno dkk., 2012).
Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa
Tengahyang terletak di bagian utara paling barat dari Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten
Brebesterbagi dalam 3 (tiga) kategori wilayah, yakni dataran pantai di bagian utara,
Laporan Akhir
1
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

landai sampai bergelombang di bagian tengah dan berbukit sampai bergunung di bagian
selatan. Kabupaten Brebes memiliki luas wilayah 1663,39 km2 dengan jarak terjauh
utara-selatan 58 km dan barat-timur 50 km, terbagi secara adminstratif menjadi
17kecamatan, 297 desa/kelurahan. Ibu kota kabupaten Brebes terletak pada ketinggian
± 3 m dari permukaan air laut. Berdasarkan topografinya maka kecamatan diKabupaten
Brebes dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Wilayah pantai terdiri atas lima kecamatan
- Wilayah dataran rendah terdiri atas sembilan kecamatan, dan
- Wilayah dataran tinggi dan perbukitan terdiri atas tiga kecamatan.
Berdasarkan administratif di Kabupaten Brebes terdapat 292 desa (98,32%)yang
tersebar di 17 Kecamatan dan hanya terdapat 5 kelurahan (1,68%). Kondisi daerah
Kabupaten Brebes 87,54% dikategorikan sebagai daerah pedesaan, sedangkan
penduduk Kabupaten Brebes persentase terbesar adalah penduduk yang tinggal di
perkotaan.
Kompleksitas dari permasalahan bencana memerlukan suatu penataan atau
perencanaan yang matang dalam penanggulannya, sehingga dapat dilaksanakan secara
terarah dan terpadu. Mengingat upaya yang dilakukan selama ini belum didasarkan
pada langkah-langkah yang sistematis dan terencana, sehingga seringkali terjadi
tumpang tindih dan bahkan terdapat langkah upaya yang penting tidak tertangani.
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana,
mengamatkan pada pasal 35 dan 36 agar setiap daerah dalam upaya penanggulangan
bencana, mempunyai perencanaan penanggulangan bencana. Secara lebih rinci
disebutkan didalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Dalam perencanaan penanganan bencana diperlukan pemetaan resiko bencana
yang di dalamnya didahului dengan pemetaan kerawanan bencana di wilayah ini. Proses
Penyusunan Peta Rawan Bencana Berbasis Spasial Kabupaten Brebes perlu melibatkan
berbagai pihak terkait di skala Kabupaten, Kecamatan dan Desa, antara lain Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD), akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat
lokal, serta pihak swasta sehingga diharapkan hasil kajian dapat mengakomodasi isu
lintas sektor serta masukan dari berbagai pihak. Peta Rawan Bencana Berbasis Spasial

Laporan Akhir
2
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

menjadi landasan konseptual dalam penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan


Bencana (RPB) untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana, sekaligus
dalam rangka adaptasi terhadap bahaya alam maupun bencana yang disebabkan oleh
kelalalaian manusia. Guna mencapai maksud tersebut maka BPBD Kabupaten Brebes
pada tahun 2016 ini melaksanakan kegiatan Penyusunan Peta Risiko Bencana.

1.2 Tujuan
Tujuan kegiatan Peta Rawan Bencana Kabupaten Brebes ini adalah sebagai berikut :
1. Melakukan kajian Pemetaan tingkat ancaman bencana Longsor, Banjir, Vulkanik
Tektonik, Abrasi dan Angin Puting beliung.
2. Melakukan kajian kerentanan baik kerentanan fisik, kerentanan sosial, kerentanan
ekonomi, dan kerentanan lingkungan.
3. Melakukan kajian kapasitas Kabupaten Brebes dalam menghadapi bencana
berdasarkan pada Kearifan lokal yang dimiliki saat ini.
4. Melakukan kajian risiko dengan memperhatikan tujuan 1, tujuan 2 dan tujuan 3.
5. Menyusun Peta Resiko Bencana Se-Kabupaten Brebes, sesuai standard BNPB
(berdasarkan Perka BNPB No. 2 tahun 2012).

1.3 Ruang Lingkup


Jasa Konsultansi Penyusunan Dokumen Pemetaan Resiko Bencana memuat kajian
pemetaan, kerentanan dan resiko bencana di seluruh wilayah Kabupaten Brebes sebagai
kajian dasar dalam penentuan kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Brebes.
Sehingga dari kegiatan pemetaan maka dihasilkan suatu rekomendasi kebijakan terkait
dengan penanggulangan bencana.

Laporan Akhir
3
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

Gambar 1.1. Peta Administrasi Kabupaten Brebes

Ruang lingkup materi pekerjaan Jasa Konsultansi Penyusunan Dokumen


Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes, antara lain sebagai berikut:
1. Analisis Risiko Bencana di Kabupaten Brebes, meliputi:
a. Analisis potensi ancaman bencana Kabupaten Brebes yang meliputi bencana
longsor, banjir, vulkanik tektonik, abrasi dan angin puting beliung dilengkapi
dengan profil masing – masing bencana.

Laporan Akhir
4
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

b. Analisis tingkat kerentanan bencana di Kabupaten Brebes, antara lain:


Kerentanan fisik (Infra & Sufra Struktur); Kerentanan sosial; Kerentanan
ekonomi; Kerentanan lingkungan.
c. Analisis Kapasitas masyarakat dalam menghadapi masing-masing ancaman
bencana.
d. Analisis Risiko bencana dengan hasil keluaran berupa album peta skala 1:
50.0000 (tingkat kabupaten); peta skala 1:25.000 (tingkat kecamatan) yang
dilengkapi dengan matrik rekomendasi kebijakan pengurangan risiko
bencana dan strategi pengarusutamaan PRB dalam proses pembangunan
Kabupaten Brebes.
2. Survei yang dilakukan, meliputi :
a. Survei pihak-pihak yang terkait dalam penanganan masalah kebencanaan di
Kabupaten Brebes; dan
b. Survei di daerah terdampak bencana di Kabupaten Brebes.

1.4 Sasaran
Sasaran dan manfaat yang akan dicapai melalui kegiatan Jasa Konsultansi
Penyusunan Dokumen Pemetaan Resiko Bencana ini adalah:
1) Terdatanya wilayah rawan bencana khususnya di Kabupaten Brebes.
2) Tersedianya data daerah rawan bencana yang akurat sebagai bahan dalam
penanggulangan daerah rawan bencana di Kabupaten Brebes.
3) Pedoman bagi pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana.

1.5 Landasan Hukum


Landasan hukum untuk kegiatan penyusunan Peta Rawan Bencana sebagai tahap
awal proses Jasa Konsultansi Penyusunan Dokumen Pemetaan Resiko Bencana
Kabupaten Brebes ini meliputi:
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

Laporan Akhir
5
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana


(Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4723);
3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 42 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan
Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 43 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4829);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga
Internasional dan Lembaga Asing Non-pemerintah Dalam Penanggulangan
Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 44
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4830);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);
9. Peraturan Kelapa Badan Nasiona Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2
Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.
10. Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Brebes Tahun 2010 – 2030.

1.6 Daftar Istilah


1. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik
oleh faktor alam dan/atau non alam maupun faktor manusia sehingga

Laporan Akhir
6
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian


harta benda, dan dampak psikologis.
2. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana adalah serangkaian upaya yang
meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana,
kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.
3. Rencana Penanggulangan Bencana adalah rencana penyelenggaraan
penanggulangan bencana suatu daerah dalam kurun waktu tertentu yang
menjadi salah satu dasar pembangunan daerah.
4. Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis,
klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu
kawasan untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah,
meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi
dampak buruk bahaya tertentu.
5. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada
suatu kawasan dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka,
sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau
kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.
6. Korban bencana adalah orang atau kelompok orang yang menderita atau
meninggal dunia akibat bencana.
7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang selanjutnya disingkat dengan
BNPB, adalah lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan
BPBD, adalah badan pemerintah daerah yang melakukan penyelenggaraan
penanggulangan bencana di daerah.
9. Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang
kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
10. Kerentanan adalah suatu kondisi dari suatu komunitas atau masyarakat yang
mengarah atau menyebabkan ketidakmampuan dalam menghadapi ancaman
bencana.

Laporan Akhir
7
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

11. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk
menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana.
12. Peta adalah kumpulan dari titik-titik, garis-garis, dan area-area yang
didefinisikan oleh lokasinya dengan system koordinat tertentu dan oleh atribut
non-spasialnya.
13. Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya
dengan satuan atau teknik tertentu.
14. Cek Lapangan (groundcheck) adalah mekanis merevisi garis maya yang dibuat
pada peta berdasarkan perhitungan dan asumsi dengan kondisi sesungguhnya.
15. Geographic Information System, selanjutnyadisebut GIS, adalah sistem untuk
pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan atau manipulasi, analisis, dan
penayangan data secara spasial (keruangan) terkait dengan muka bumi.
16. Peta Landaan adalah peta yang menggambarkan garis batas maksimum
keterpaparan ancaman pada suatu daerah berdasarkan perhitungan tertentu.
17. Tingkat AncamanTsunami adalah potensi timbulnya korban jiwa pada zona
ketinggiantertentu pada suatu daerah akibat terjadinya tsunami.
18. Tingkat Kerugian adalah potensi kerugian yang mungkin timbul akibat
kehancuran fasilitas kritis, fasilitas umum dan rumah penduduk pada zona
ketinggian tertentu akibat bencana.
19. Kapasitas adalah kemampuan daerah dan masyarakat untuk melakukan
tindakan pengurangan Tingkat Ancaman dan Tingkat Kerugian akibat bencana.
20. Tingkat Risikoadalahperbandingan antara Tingkat Kerugian dengan Kapasitas
Daerah untuk memperkecil Tingkat Kerugian dan Tingkat Ancaman akibat
bencana.
21. Kajian Risiko Bencana adalah mekanisme terpadu untuk memberikan
gambaran menyeluruh terhadap risiko bencana suatu daerah dengan
menganalisis Tingkat Ancaman, Tingkat Kerugian dan Kapasitas Daerah.
22. Peta Risiko Bencana adalah gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah
secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian RisikoBencana suatu daerah.

Laporan Akhir
8
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes
PT TRIKARSA BUWANA PERSADA GEMILANG

1.7. Sistematika Laporan Akhir


Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi mengenai latar belakang, tujuan, sasaran, ruang lingkup, definisi
istilah serta sistematika penyusunan laporan.
Bab II Tinjauan Literatur dan Kebijakan Penanggulangan Bencana
Bab ini berisi mengenai literature terkait kebencanaan yakni pengkajian risiko
bencana, manajemen risiko bencana serta kebijakan pemerintah kabupaten
terkait penanggulangan bencana yang ada.
Bab III Gambaran Wilayah dan Gambaran kebencanaan Kabupaten Brebes
Bab ini berisi mengenai gambaran umum wilayah perencanaan yang terdiri dari
kondisi fisik dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Brebes serta
gambaran kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Brebes.
Bab IVMetodologi Pelaksanaan Pekerjaan
Bab ini berisi mengenai metode analisis risiko bencana serta pemanfaatan data
spasial dan Sistem Informasi Geografis dalam pelaksanaan pekerjaan.
Bab V Pembahasan
Bab ini berisi mengenai kerawanan bencana Kabupaten Brebes meliputi
kerawanan bencana banjir, kerawanan bencanatanah longsor, kerawanan
bencana gempa bumi, kerawanan bencana letusan merapi, kerawanan
bencanaabrasi, kerawanan bencana angin puting beliung, kerawanan bencana
kebakaran hingga kerawanan bencana kekeringan.

Laporan Akhir
9
Dokumen Pemetaan Resiko Bencana Kabupaten Brebes