Anda di halaman 1dari 250

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH

PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL

Disusun Oleh:

AGUNG PANDU DWIPRATAMA


NIM: 106093003051

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011 M/1432 H
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH

PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Komputer

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh:

AGUNG PANDU DWIPRATAMA

106093003051

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2011 M / 1432 H

i
Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah

Pada Badan Amil Zakat Nasional

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Komputer

Pada Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh :

Agung Pandu Dwipratama


106093003051

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Bayu Waspodo, MM


NIP. 19680117 200112 1 001 NIP. 19740812 200801 1 001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Sistem Informasi

Nur Aeni Hidayah, MMSI


NIP. 19750818 200501 2 008

ii
PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan


Sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional” telah diuji dan dinyatakan lulus
dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2011. Skripsi
ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Komputer Strata Satu (S1) Program Studi Sistem Informasi.

Jakarta, Mei 2011

Tim Penguji,

Penguji I Penguji II

Nia Kumaladewi, MMSI Khodijah Hulliyah, M.Si


NIP. 19750412 200710 2 002 NIP. 19730402 200112 2 001

Pembimbing I Pembimbing II

DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Bayu Waspodo, MM


NIP. 19680117 200112 1 001 NIP. 19740812 200801 1 001

Mengetahui :

Dekan Ketua
Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Sistem Informasi

DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Nur Aeni Hidayah, MMSI


NIP. 19680117 200112 1 001 NIP. 19750818 200501 2 008

iii
PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-


BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN
SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI
MANAPUN.

Jakarta, Mei 2011

Agung Pandu Dwipratama


106093003051

iv
ABSTRAK

AGUNG PANDU DWIPRATAMA, Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak,


Sedekah Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Di bawah bimbingan
SYOPIANSYAH JAYA PUTRA dan BAYU WASPODO.

BAZNAS merupakan badan resmi yang dibentuk Pemerintah


berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 untuk melakukan tugas
pengelolaan zakat di tingkat nasional. Pengelolaan zakat meliputi kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap
pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat. BAZNAS memiliki
sistem penerimaan dan penyaluran dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang
sudah terkomputerisasi, namun memiliki kekurangan yaitu sistem penghimpunan
donasi tidak terintegrasi dengan sistem penyaluran donasi sehingga akan
mengurangi efisiensi pengelolaan ZIS ditambah pula dengan beberapa fitur yang
kurang seperti pembuatan tanda bukti setor dan bukti salur, program-program
penyaluran, dan penambahan kategori zakat maal. Oleh karena itu peneliti
mengusulkan pengembangan Sistem Informasi Manajemen ZIS berbasis client
server yang dapat mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada sistem
sebelumnya. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen ZIS menggunakan
metodologi Rapid Application Development (RAD) sebagai alur dari
pengembangan sistem. Dengan Unified Modelling Language (UML) sebagai tools
dalam analisis maupun perancangannya. Teknologi yang digunakan dalam
pengembangan perangkat lunak sistem menggunakan PHP sebagai bahasa
pemrogramannya dan MySQL sebagai database. Metode pengujian perangkat
lunak yang dipakai menggunakan metode pendekatan black box testing dan
menghasilkan hasil yang sesuai. Dengan diterapkan sistem informasi manajemen
ZIS diharapkan mampu mengefisienkan kinerja bagian penghimpunan dan bagian
pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional.

Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen, Badan Amil Zakat Nasional,


Integrasi sistem Rapid Application Development (RAD), Unified
Modelling Language (UML).

V Bab + xxv Halaman + 230 Halaman + 5 Simbol + 97 Gambar + 41 Tabel +


Daftar Pustaka + Lampiran
Buku Acuan (27,1999 – 2010)

v
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah wa kabirotun syukru illa Allah SWT, yang telah
memberikan nikmat sehat dan nikmat ilmu yang luar biasa sehingga peneliti dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan judul Sistem Informasi Manajemen Zakat,
Infak, dan Sedekah Pada Badan Amil Zakat Nasional dengan baik. Shalawat
serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, beserta sahabat dan keluarga beliau.
Walaupun tidak ada terjadi kendala yang berarti dalam penyusunan skripsi
ini, peneliti menyadari masih banyak kekurangan di dalamnya. Untuk itu peneliti
sangat mengharapkan dan menghargai adanya kritik dan saran yang berguna dari
pembaca. Dengan mengucap kalimat hamdallah peneliti akhiri, semoga ridho
Allah SWT selalu menyertai sehingga apa yang tertulis dapat bermanfaat bagi
yang membaca.
Banyaknya dukungan serta dorongan motivasi dari berbagai pihak yang
telah mendampingi peneliti menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini perkenankanlah peneliti menghaturkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Bapak Syopiansyah Jaya Putra selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sekaligus sebagai pembimbing I peneliti.
2. Ibu Nur Aeni Hidayah selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Bapak
Zainul Arham selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi di
Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak Bayu Waspodo selaku dosen pembimbing II yang selalu
memberikan bimbingan, arahan tentang penulisan skripsi yang baik, dan
selalu meluangkan waktu untuk dapat bertukar pikiran serta memberikan
pemikiran dalam membantu menyelesaikan skripsi ini.
4. Orang tua, kakak, adik dan seluruh keluarga yang telah memberikan
motivasi, dukungan, nasehat yang tak ternilai harganya.

vi
5. Untuk sahabat yang tergabung dalam kelompok Sistem Informasi A Player
(SIAP) yang tidak bisa ditulis satu per satu dan tidak mengurangi rasa
hormat saya, terimakasih atas dukungan dan saran dalam menyusun skripsi
ini.
6. Untuk teman dan sahabat alumni SMA N 2 Karawang yang terkumpul
dalam kelompok REDHOT yang tidak bisa ditulis satu per satu dan tidak
mengurangi rasa hormat saya, terimakasih atas dukungan dan saran dalam
menyusun skripsi ini.
7. Untuk teman-teman konsultan zakat BAZNAS yang membantu dan men-
support peneliti.
8. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
membantu saya selama penelitian dan penyusunan skripsi ini.

Pada kesempatan ini saya ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya


kepada semua pihak apabila sewaktu menjalankan penelitian ini ada hal-hal yang
kurang berkenan dari pihak saya.
Akhir kata peneliti berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti
dan semua yang membaca.

Jakarta, Mei 2011

Peneliti

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii
HALAMAN PERNYATAAN.............................................................................. iv
ABSTRAK ..............................................................................................................v
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vi
DAFTAR ISI ....................................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xii
DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii
DAFTAR SIMBOL ............................................................................................ xix
DAFTAR ISTILAH ......................................................................................... xxiv

BAB 1 PENDAHULUAN .....................................................................................1


1.1 Latar Belakang .............................................................................................1
1.2 Permasalahan.................................................................................................3
1.2.1 Rumusan Masalah ............................................................................. 3
1.2.2 Batasan Masalah................................................................................ 4
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian .....................................................................6
1.3.1 Tujuan Penelitian ...............................................................................6
1.4.2 Manfaat Penelitian .............................................................................6
1.4 Metodologi Penelitian ....................................................................................7
1.5.1 Metodologi Pengembangan Sistem ....................................................7
1.5.2 Metodologi Pengumpulan Data .........................................................7
1.6 Sistematika Penulisan ....................................................................................9

BAB 2 LANDASAN TEORI ..............................................................................10


2.1 Konsep Dasar Sistem ..................................................................................10
2.1.1 Pengertian Sistem .............................................................................10
2.1.2 Karakteristik Sistem .........................................................................11

viii
2.2 Konsep Dasar Informasi..............................................................................13
2.2.1 Pengertian Informasi ........................................................................13
2.2.2 Kualitas Informasi ............................................................................14
2.2.3 Nilai Informasi .................................................................................15
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi ..................................................................15
2.3.1 Pengertian Sistem Informasi ............................................................15
2.3.2 Komponen Sistem Informasi ...........................................................16
2.4 Konsep Dasar Basis Data ............................................................................17
2.4.1 Sistem Manajemen Basis Data .........................................................18
2.4.2 Basis Data Relasional .......................................................................20
2.5 Konsep Dasar Manajemen ..........................................................................20
2.5.1 Pengertian Manajemen .....................................................................20
2.5.2 Fungsi Manajemen ...........................................................................21
2.6 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM) ...................................21
2.6.1 Sintesis Struktur SIM .......................................................................22
2.6.2 Sistem Informasi Pendukung pada SIM ...........................................23
2.7 Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT)...........................................................23
2.7.1 Pengertian Sistem Pemrosesan Transaksi .......................................23
2.7.2 Karakteristik Sistem Pemrosesan Transaksi ....................................25
2.8 Sistem Pengendalian Manajemen ...............................................................25
2.9 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ..........................................................26
2.10 Metodologi Penelitian ................................................................................27
2.10.1 Metodologi Pengumpulan Data ....................................................28
2.10.2 Metodologi Pengembangan Sistem ................................................30
2.10.2.1 Rapid Application Development (RAD) .................................30
2.10.2.2 Keuntungan Menggunakan RAD ...........................................32
2.11 Object Oriented Analysis (OOA) ..............................................................32
2.12 Object Oriented Design (OOD) ................................................................33
2.13 Konsep Dasar Unified Modelling Language (UML) ................................34
2.13.1 Diagram UML ............................................................................... 34

ix
2.14 Pengujian ...................................................................................................38
2.15 Alat Pengembangan Sistem.......................................................................39
2.15.1 XAMPP .........................................................................................39
2.15.2 Personal Home Page (PHP) .........................................................39
2.15.2.1 Sejarah Singkat PHP..............................................................39
2.15.2.2 Keunggulan PHP ...................................................................40
2.15.2.3 Coding PHP ...........................................................................40
2.15.3 MySQL..........................................................................................42
2.15.3.1 Jenis-Jenis Perintah SQL .......................................................43
2.16 Jaringan Komputer ....................................................................................47
2.16.1 Local Area Network (LAN) ..........................................................48
2.17 Konsep Dasar Zakat, Infak dan Sedekah ..................................................49
2.17.1 Pengertian Zakat............................................................................49
2.17.2 Sumber dan Peruntukan Zakat ......................................................50
2.17.2.1 Sumber Zakat .........................................................................50
2.17.2.2 Peruntukan Zakat ...................................................................53
2.17.3 Pelaksanaan Pengelolaan Zakat ....................................................54
2.17.3.1 Pelaksanaan Dalam Penghimpunan Zakat .............................54
2.17.3.2 Pelaksanaan Dalam Pendayagunaan Zakat............................55
2.17.4 Pengertian Infak ............................................................................56
2.17.5 Pengertian Sedekah .......................................................................57
2.18 Studi Literatur Sejenis ...............................................................................57

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ............................................................59


3.1 Metodologi Pengumpulan Data ...................................................................59
3.1.1 Observasi atau Pengamatan Langsung ............................................60
3.1.2 Wawancara ......................................................................................60
3.1.3 Studi Pustaka ...................................................................................61
3.1.4 Studi Literatur Sejenis .....................................................................62
3.2 Metodologi Pengembangan Sistem ..............................................................62
3.3 Rapid Application Development (RAD) ......................................................63
3.4 Kerangka Berpikir ........................................................................................66

x
BAB 4 PEMBAHASAN ......................................................................................67
4.1 Requirement Planning.................................................................................67
4.1.1 Gambaran Umum Lembaga .............................................................67
4.1.1.1 Visi dan Misi ............................................................................68
4.1.1.2 Struktur Dewan Pengurus .........................................................68
4.1.1.3 Struktur Dewan Pelaksana ........................................................69
4.1.1.4 Produk Penghimpunan..............................................................69
4.1.1.5 Produk Pendistribusian .............................................................70
4.1.1.6 Program Pendayagunaan ..........................................................71
4.1.1.7 Pengembangan Jaringan ...........................................................73
4.1.1.8 Laporan Keuangan ....................................................................74
4.1.2 Analisa Proses Bisnis Sistem Berjalan.............................................75
4.1.3 Analisis Permasalahan dan Kebutuhan Sistem ................................80
4.2 Workshop Desain ........................................................................................83
4.2.1 Use Case Diagram ..........................................................................83
4.2.2 Activity Diagram ...........................................................................101
4.2.3 Class Diagram ..............................................................................119
4.2.4 Sequence Diagram ........................................................................120
4.2.5 State Diagram ...............................................................................141
4.2.6 Struktur Tabel Database ...............................................................152
4.2.7 Perancangan Form .......................................................................162
4.2.8 Perancangan Laporan ...................................................................170
4.2.9 Perancangan Antarmuka (Interface) ............................................172
4.3 Implementasi .............................................................................................186
4.3.1 Pemrograman (Coding) .................................................................186
4.3.2 Pengujian (Testing) .......................................................................186

BAB 5 PENUTUP..............................................................................................197
5.1 Kesimpulan ...............................................................................................197
5.2 Saran..........................................................................................................197
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................199
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................202

xi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Model Sistem (Jogiyanto, 2005) .......................................................10

Gambar 2.2 Karakteristik Sistem (Jogiyanto, 2005) .............................................13

Gambar 2.3 Kualitas Informasi (Jogiyanto, 2005) ................................................15

Gambar 2.4 Efisiensi dan keefektifan manajemen (Robbins & Coulter, 2007).....21

Gambar 2.5 Model Sistem Pemrosesan Transaksi (McLeod & Schell, 2008).......24

Gambar 2.6 Fase Rapid Application Development (Kendall & Kendall, 2010) ....31

Gambar 2.7 Contoh Use Case Diagram (Munawar, 2005) ...................................35

Gambar 2.8 Contoh Activity Diagram (Munawar, 2005) ......................................36

Gambar 2.9 Contoh Class Diagram (Munawar, 2005) ..........................................37

Gambar 2.10 Contoh Sequence Diagram (Munawar, 2005)..................................37

Gambar 2.11 Contoh State Diagram (Munawar, 2005).........................................38

Gambar 2.12 Tampilan embedded script (Sidik, 2005) .........................................41

Gambar 2.13 Tampilan non-embedded script (Sidik, 2005) ..................................42

Gambar 2.14 Local Area Network (Kristianto, 2003) ............................................49

Gambar 3.1 Kerangka Berpikir ..............................................................................66

Gambar 4.1 Struktur Dewan Pengurus ..................................................................68

Gambar 4.2 Struktur Dewan Pelaksana .................................................................69

Gambar 4.3 Laporan Keuangan Penghimpunan 2002-2009 ..................................74

Gambar 4.4 Proses Bisnis Sistem Berjalan Bagian Penghimpunan .......................75

Gambar 4.5 Proses Bisnis Sistem Berjalan Bagian Pendayagunaan......................78

Gambar 4.6 Use Case Diagram Sistem Usulan .....................................................87

Gambar 4.7 Activity Diagram Login ....................................................................101

Gambar 4.8 Activity Diagram Daftar Muzakki ...................................................102

xii
Gambar 4.9 Activity Diagram Lihat Data Muzakki .............................................103

Gambar 4.10 Activity Diagram Lihat Data Rekening Muzakki ...........................104

Gambar 4.11 Activity Diagram Bayar Donasi .....................................................105

Gambar 4.12 Activity Diagram Cetak Laporan Penerimaan................................106

Gambar 4.13 Activity Diagram Cetak Bukti Setor ..............................................107

Gambar 4.14 Activity Diagram Daftar Mustahik .................................................108

Gambar 4.15 Activity Diagram Lihat Data Mustahik ..........................................109

Gambar 4.16 Activity Diagram Penyaluran Langsung ........................................110

Gambar 4.17 Activity Diagram Penyaluran Program ..........................................111

Gambar 4.18 Activity Diagram Cetak Laporan Penyaluran ................................112

Gambar 4.19 Activity Diagram Cetak Bukti Salur ..............................................113

Gambar 4.20 Activity Diagram Tambah Program Penyaluran ............................114

Gambar 4.21 Activity Diagram Tambah Subprogram Penyaluran ......................115

Gambar 4.22 Activity Diagram Tambah Kategori Zakat Maal ............................116

Gambar 4.23 Activity Diagram Tambah Kategori Mustahik ...............................117

Gambar 4.24 Activity Diagram Tambah Pengguna (User) ..................................118

Gambar 4.25 Class Diagram................................................................................119

Gambar 4.26 Sequence Diagram Login Admin ...................................................120

Gambar 4.27 Sequence Diagram Login Bagian Penghimpunan..........................121

Gambar 4.28 Sequence Diagram Login Bagian Pendayagunaan ........................121

Gambar 4.29 Sequence Diagram Daftar Muzakki ...............................................122

Gambar 4.30 Sequence Diagram Lihat Data Muzakki ........................................123

Gambar 4.31 Sequence Diagram Lihat Rekening Muzakki ................................124

Gambar 4.32 Sequence Diagram Bayar Zakat .....................................................125

Gambar 4.33 Sequence Diagram Bayar Infak .....................................................127

xiii
Gambar 4.34 Sequence Diagram Bayar Zakat Fitrah ..........................................129

Gambar 4.35 Sequence Diagram Cetak Laporan Penerimaan .............................130

Gambar 4.36 Sequence Diagram Daftar Mustahik ..............................................131

Gambar 4.37 Sequence Diagram Lihat Data Mustahik .......................................132

Gambar 4.38 Sequence Diagram Penyaluran Langsung......................................133

Gambar 4.39 Sequence Diagram Penyaluran Program........................................135

Gambar 4.40 Sequence Diagram Cetak Laporan Penyaluran ..............................136

Gambar 4.41 Sequence Diagram Tambah Program Penyaluran .........................137

Gambar 4.42 Sequence Diagram Tambah Subprogram Penyaluran ...................138

Gambar 4.43 Sequence Diagram Tambah Kategori Mustahik ............................139

Gambar 4.44 Sequence Diagram Tambah Kategori Zakat Maal .........................140

Gambar 4.45 State Diagram Login ......................................................................141

Gambar 4.46 State Diagram Daftar Muzakki ......................................................142

Gambar 4.47 State Diagram Bayar Zakat Maal...................................................143

Gambar 4.48 State Diagram Bayar Infak ............................................................144

Gambar 4.49 State Diagram Bayar Zakat Fitrah .................................................145

Gambar 4.50 State Diagram Daftar Mustahik .....................................................146

Gambar 4.51 State Diagram Penyaluran Langsung.............................................147

Gambar 4.52 State Diagram Penyaluran Program ...............................................148

Gambar 4.53 State Diagram Tambah Program Penyaluran.................................149

Gambar 4.54 State Diagram Tambah Subprogram Penyaluran...........................150

Gambar 4.55 State Diagram Tambah Kategori Zakat Maal ................................151

Gambar 4.56 State Diagram Tambah Kategori Mustahik ...................................152

Gambar 4.57 Form Login.....................................................................................163

Gambar 4.58 Form Daftar Muzakki.....................................................................163

xiv
Gambar 4.59 Form Bayar Zakat Maal .................................................................164

Gambar 4.60 Form Bayar Infak ...........................................................................165

Gambar 4.61 Form Bayar Zakat Fitrah ................................................................166

Gambar 4.62 Form Daftar Mustahik....................................................................167

Gambar 4.63 Form Penyaluran Langsung ...........................................................168

Gambar 4.64 Form Penyaluran Program .............................................................169

Gambar 4.65 Bukti Setor......................................................................................170

Gambar 4.66 Laporan Penerimaan Donasi ..........................................................171

Gambar 4.67 Bukti Salur......................................................................................171

Gambar 4.68 Laporan Penyaluran Donasi ...........................................................172

Gambar 4.69 Perancangan Antarmuka Muka ......................................................173

Gambar 4.70 Perancangan Antarmuka Lihat Data Muzakki ...............................174

Gambar 4.71 Perancangan Antarmuka Cetak Laporan Penerimaan ....................175

Gambar 4.72 Perancangan Antarmuka Cetak Bukti Setor ..................................176

Gambar 4.73 Perancangan Antarmuka Cetak Laporan Penyaluran .....................177

Gambar 4.74 Perancangan Antarmuka Cetak Bukti Salur ...................................178

Gambar 4.75 Perancangan Antarmuka Daftar Program Penyaluran ...................179

Gambar 4.76 Perancangan Antarmuka Tambah Program Penyaluran.................180

Gambar 4.77 Perancangan Antarmuka Daftar Subprogram Penyaluran .............181

Gambar 4.78 Perancangan Antarmuka Tambah Subprogram Penyaluran...........182

Gambar 4.79 Perancangan Antarmuka Tambah Kategori Zakat Maal ................183

Gambar 4.80 Perancangan Antarmuka Tambah Kategori Mustahik ...................184

Gambar 4.81 Perancangan Antarmuka Tambah User..........................................185


Gambar 4.82 Konfigurasi Jaringan yang diusulkan .............................................196

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Studi Literatur Sejenis............................................................................57

Tabel 4.1 Identifikasi Aktor ...................................................................................84

Tabel 4.2 Identifikasi Use Case .............................................................................84

Tabel 4.3 Spesifikasi Use Case Login....................................................................88

Tabel 4.4 Spesifikasi Use Case Daftar Muzakki ...................................................88

Tabel 4.5 Spesifikasi Use Case Lihat Data Muzakki.............................................89

Tabel 4.6 Spesifikasi Use Case Bayar Donasi .......................................................90

Tabel 4.7 Spesifikasi Use Case Lihat Data Rekening Muzakki ............................91

Tabel 4.8 Spesifikasi Use Case Bukti Setor...........................................................91

Tabel 4.9 Spesifikasi Use Case Laporan Penerimaan............................................92

Tabel 4.10 Spesifikasi Use Case Daftar Mustahik ................................................93

Tabel 4.11 Spesifikasi Use Case Lihat Data Mustahik ..........................................94

Tabel 4.12 Spesifikasi Use Case Penyaluran Program ..........................................94

Tabel 4.13 Spesifikasi Use Case Penyaluran Langsung ........................................95

Tabel 4.14 Spesifikasi Use Case Bukti Salur ........................................................96

Tabel 4.15 Spesifikasi Use Case Laporan Penyaluran ..........................................96

Tabel 4.16 Spesifikasi Use Case Tambah Program Penyaluran ............................97

Tabel 4.17 Spesifikasi Use Case Tambah Subprogram Penyaluran ......................98

Tabel 4.18 Spesifikasi Use Case Tambah Kategori Zakat Maal ...........................98

Tabel 4.19 Spesifikasi Use Case Tambah Kategori Mustahik...............................99

Tabel 4.20 Spesifikasi Use Case Tambah User ...................................................100

Tabel 4.21 Tabel User pada Database .................................................................153

Tabel 4.22 Tabel Muzakki Account pada Database .............................................153

xvi
Tabel 4.23 Tabel Muzakki pada Database ...........................................................153

Tabel 4.24 Tabel Mustahik pada Database ..........................................................154

Tabel 4.25 Tabel Provinsi pada Database ...........................................................155

Tabel 4.26 Tabel Kategori Zakat Maal pada Database .......................................156

Tabel 4.27 Tabel Kategori Mustahik pada Database ..........................................156

Tabel 4.28 Tabel Pekerjaan pada Database .........................................................156

Tabel 4.29 Tabel Jenis Usaha pada Database......................................................157

Tabel 4.30 Tabel Rekening Amil pada Database ................................................157

Tabel 4.31 Tabel Program Penyaluran Utama pada Database ............................157

Tabel 4.32 Tabel Subprogram Penyaluran pada Database ..................................158

Tabel 4.33 Tabel Penerimaan Zakat Maal pada Database ..................................158

Tabel 4.34 Tabel Kategori Organisasi pada Database.........................................159

Tabel 4.35 Tabel Distribusi Dana pada Database ..............................................159

Tabel 4.36 Tabel Dana Penyaluran Mustahik pada Database .............................160

Tabel 4.37 Tabel Organisasi Amil pada Database ..............................................160

Tabel 4.38 Tabel Penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah pada Database ...........161

Tabel 4.39 Tabel Mustahik Tanggungan pada Database.....................................162

Tabel 4.40 Pengujian Black Box ..........................................................................187

xvii
DAFTAR LAMPIRAN

Wawancara ...........................................................................................................202
Coding Program ...................................................................................................204
Tampilan Aplikasi ................................................................................................210

xviii
DAFTAR SIMBOL

SIMBOL USE CASE DIAGRAM

(Munawar, 2005)

No. Simbol Nama Simbol Keterangan

Segala sesuatu yang perlu


1. Actor berinteraksi dengan sistem
untuk pertukaran informasi

Urutan langkah-langkah yang


secara tindakan sering terkait,
baik terotomatisasi maupun
2. Use Case
manual, untuk tujuan
melengkapi satu tugas bisnis
tunggal

Hubungan interaksi antar


3. Association
actor dengan use case

Hubungan antar use case


yang terjadi akibat perluasa
4. Extends
fungsi dari salah satu use
case

Hubungan antar use case


yang menggambarkan
5. Depends on
ketergantungan suatu use
case dengan use case lainnya.

Hubungan antar use case


yang terjadi agar tidak terjadi
6. includes
perulangan penggunaan suatu
use case.

xix
SIMBOL ACTIVITY DIAGRAM

(Munawar, 2005)

No. Simbol Nama Simbol Keterangan

Menggambarkan awal sebuah


1. Start
proses

Menggambarkan sasaran
2. Inisiasi
yang mengawali kegiatan
Aktivitas

Menggambarkan sebuah
3. Activity ativitas atau tugas yang perlu
dilakukan

Menggambarkan sebuah
4.
Decision aktivitas keputusan

Menggambarkan kegiatan
5. Garis yang dapat muncul secara
Sinkronisasi parallel

Menggambarkan akhir dari


6.
End setiap proses

xx
SIMBOL SEQUENCE DIAGRAM

(Munawar, 2005)

No. Simbol Nama Simbol Keterangan

Segala sesuatu yang perlu


1. Actor berinteraksi dengan sistem
untuk pertukaran informasi

Objek (Model, view, atau


2. Object controller) yang terdapat
dalam sistem

3. Lifeline Lifeline

Perilaku yang perlu


Behavior
4. dilakukan oleh masing-
(Operation)
masing objek.

Pesan yang telah dikirim ke


Message satu objek tertentu untuk
5. Message
melakukan suatu behavior
tertentu.

Pesan yang dikirimkan pada


Message to
6. dari dan kepada objek itu
self
sendiri

Pesan yang dikirimkan


Message
7. sebagai balasan dari pesan
return
sebelumnya

xxi
SIMBOL STATE DIAGRAM

(Munawar, 2005)

No. Simbol Nama Simbol Keterangan

1. Initial Pseudo
Keadaan Awal
State

2. Final State Keadaan Akhir

Menandakan suatu keadaan


3. State
pada sistem

Transition Menunjukan perubahan


4.
keadaan pada suatu sistem

Tanda yang menandakan


5. Decision
pilihan perubahan kondisi

Panah yang menunjukkan


perubahan keadaan pada
6. Self Transition
sistem yang kembali ke
kondisi sebelum berubah

xxii
SIMBOL CLASS DIAGRAM

(Munawar, 2005)

No. Simbol Nama Simbol Keterangan

Satu set objek yang memiliki


1. Class atribut dan behavior yang
sama

Hubungan dua arah antar


2.
Association class

Hubungan dimana suatu class


yang paling besar berisi satu
3. Aggregation
atau lebih class yang lebih
kecil

Hubungan yang
menggambarkan suatu class
4.
Generalization adalah pewaris dari class
yang lain.

xxiii
DAFTAR ISTILAH

Amil Petugas yang mengambil, menghimpun, mengelola dan

menyalurkan donasi zakat, infak dan sedekah (ZIS).

Bukti Salur Tanda bukti pembayaran ZIS yang diberikan kepada muzakki.

Bukti Setor Tanda bukti penyaluran ZIS yang diberikan kepada mustahik.

CORSEC Corporate Secretary.

Haul kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus

ternak, harta simpanan, dan harta perniagaan.

Muzakki Orang yang mengeluarkan ZIS.

Mustahik Orang yang mendapatkan dana saluran ZIS.

Mysql Sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data yang

dirancang untuk mendukung pengolahan data transaksi.

Nisab Harta telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai ketetapan.

NPWP Nomor Pokok Wajib Pajak.

NPWZ Nomor Pokok Wajib Zakat.

PIRAC Organisasi sumber daya nirlaba dan independen.

PHP Sebuah bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah web

server.

QMR Quality Management Representative.

RAD (Rapid Application Development) Sebuah model proses

perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yang menekankan

siklus perkembangan yang sangat pendek.

SAI Satuan Audit Internal.

xxiv
SIMZIS Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah.

UPZ Unit Pengumpul Zakat.

User Pengguna Sistem.

XAMPP Tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah

paket yang terdiri dari PHP, XAMPP, apache.

Zakat Fitrah Zakat yang dikeluarkan pada Bulan Ramadhan untuk

membersihkan hati. Biasanya jumlah zakat fitrah ditentukan dari

3,5 Kg beras.

Zakat Maal Zakat yang dikenakan atas hartayang dimiliki individu atau

lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan berdasarkan

hukum (syara).

xxv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Di

dalam kehidupan sehari-hari penduduk Indonesia tidak lepas dari pengaruh-

pengaruh ajaran Islam. Islam mengatur seluruh tata perkehidupan manusia baik

habluminallah (hubungan dengan Allah) maupun habluminannas (hubungan

dengan manusia), sehingga Islam mengharapkan dengan adanya keseimbangan

antara kehidupan dunia dan akhirat. Dalam kehidupan dunia ini banyak sekali

perintah-perintah Allah yang harus dilaksanakan, diantaranya adalah perintah

membayar zakat. Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga termasuk infak dan

sedekah, hukumnya wajib dan harus dilaksanakan bagi yang mampu.

Potensi zakat di Indonesia sangat tinggi. Data hasil survei PIRAC

(organisasi sumber daya nirlaba dan independen) pada tahun 2002 menyebutkan

bahwa potensi zakat di Indonesia adalah sebesar Rp 20 trilyun per tahun (Pikiran

Rakyat, 28 Oktober 2005). Potensi tersebut belum dapat terserap sepenuhnya,

dimana pada tahun 2002 di tingkat nasional hanya mampu terserap sebesar Rp

23,5 milyar. Sementara itu, hasil penelitian Pusat Bahasa dan Budaya UIN Syarif

Hidayatullah dan Ford Foundation, jumlah filantropi (kedermawanan) umat Islam

Indonesia mencapai Rp 19,3 trilyun terbagi dalam bentuk barang Rp 5,1 trilyun

dan uang Rp 14,2 trilyun.

1
Indonesia berpotensi dalam meningkatkan kualitas dalam bidang sosial

melalui program pembayaran zakat, infak dan sedekah. Zakat dapat dipandang

sebagai salah satu upaya dalam mengatasi kemiskinan. Telah diketahui bahwa

sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, dan kondisi umat Islam

masih jauh dari sejahtera, salah satunya adalah tingkat kemampuan ekonomi umat

yang masih rendah dan tidak merata.

Faktor pendukung kesuksesan lembaga amil zakat ialah meningkatkan

kepercayaan muzakki dalam menyalurkan wajib zakatnya kepada lembaga amil

zakat. Sesungguhnya zakat itu harus dikelola oleh lembaga amil zakat yang

kredibel, yang amanah, yang transparan atau amil zakat yang memberikan laporan

yang kontinyu kepada masyarakat (Hafidhuddin, 2008).

Saat ini sistem informasi sangat penting bagi setiap badan usaha. Karena

mempercepat dan memperlancar serta mengefisienkan dan mengefektifkan waktu

setiap transaksi sehari-hari dan yang lebih penting lagi, sistem informasi dapat

membantu dalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya, sistem informasi

memiliki fungsi seperti mencatat, mengumpulkan, menyimpan dan memberi

laporan setiap kegiatan yang dibutuhkan setiap badan usaha atau organisasi.

Indonesia memiliki badan yang menerima, mengelola dan menyalurkan

zakat yang bernama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), selain mengelola

zakat juga mengelola infak dan sedekah, yang setelah ini akan disebut ZIS. Saat

ini, sistem informasi zakat yang ada di BAZNAS belum terintegrasi antara Bagian

Penghimpunan dengan Bagian Penyaluran. Pencatatan penerimaan donasi ZIS

dengan pengelolaan penyaluran ZIS memiliki sistem yang terpisah satu sama lain.

2
Hal ini yang mempersulit tugas dari pengolahan transaksi karena harus mencatat

dan membandingkan transaksi penerimaan dengan penyaluran ZIS.

Pembayaran ZIS dari muzakki akan diterima oleh Bagian Penghimpunan,

setelah dana ZIS terkumpul, maka dana tersebut harus disalurkan kepada

mustahik. Bagian yang berhak dalam menyalurkan dana ZIS ialah Bagian

Penghimpunan. Bagian Penghimpunan menyalurkan dana ZIS kepada mustahik

baik secara langsung atau melalui program-program penyaluran. BAZNAS

menggunakan sistem informasi yang terpisah antara Bagian Penghimpunan

dengan Bagian Penghimpunan. Hal ini mengakibatkan ketidak efektifan dalam

setiap proses bisnis transaksi penerimaan, pengolahan, dan penyaluran ZIS.

Dengan demikian, peneliti tertarik untuk mengembangkan sistem

informasi ZIS dalam memberikan solusi bagaimana sistem perzakatan dapat

dikelola dengan benar dan setiap proses bisnis yang ada pada BAZNAS berjalan

lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, dari gambaran permasalahan diatas

peneliti mengambil tema ”Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak,

Sedekah Pada Badan Amil Zakat Nasional”.

1.2 Permasalahan

1.2.1 Rumusan Masalah

Atas dasar permasalahan yang dipaparkan pada latar belakang, maka

masalah dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

3
1. Sistem informasi yang ada di BAZNAS belum terintegrasi antara Bagian

Penghimpunan dengan Bagian Pendayagunaan sehingga akan terjadi

ketidakefektifan dalam proses transaksi.

2. Sistem informasi yang sedang berjalan tidak bisa membandingkan jumlah

dana yang diterima dengan jumlah dana yang disalurkan untuk mengetahui

berapa jumlah uang yang tersisa dari penghimpunan donasi.

3. Laporan data donasi dengan data penyaluran dibuat oleh sistem informasi

yang berbeda, sehingga terjadi ketidakefektifan dalam penerimaan laporan

baik dari penerimaan ZIS atau penyaluran ZIS.

1.2.2 Batasan Masalah

Batasan masalah dilakukan agar penulisan skripsi dapat memberikan

pemahaman yang terarah dan sesuai dengan yang diharapkan. Agar pembahasan

tidak menyimpang dari pokok perumusan masalah yang ada, maka peneliti

membatasi permasalahan pada :

1. Sistem informasi ini mengintegrasikan sistem Bagian Penghimpunan

dengan Bagian Pendayagunaan yang terdapat di lembaga BAZNAS.

2. Sistem informasi ini diimplementasikan di struktur dewan pelaksana pada

lembaga BAZNAS.

3. Pengembangan sistem informasi ini hanya mencakup sistem pemrosesan

transaksi pada Bagian Penghimpunan seperti pendaftaran muzakki,

penerimaan pembayaran donasi dan pelaporan jumlah penerimaan zakat

4
dan proses kegiatan pada Bagian Pendayagunaan seperti pendaftaran

mustahik, penyaluran donasi dan pelaporan jumlah penyaluran zakat.

4. Pengembangan sistem informasi ini tidak menerapkan sistem akuntansi

zakat dalam pencatatan akuntansi dana penerimaan dengan akuntansi dana

pengeluaran.

5. Pengembangan sistem informasi ini tidak membahas mengenai keamanan

data.

6. Sistem ini tidak menggunakan metode Sistem Penunjang Keputusan (SPK)

dalam menentukan mustahik mana yang mendapatkan penyaluran baik

secara langsung atau program.

7. Sistem informasi ini tidak membahas mengenai publikasi laporan

penerimaan dan laporan pendayagunaan penyaluran kepada masyarakat.

8. Dalam perancangan dan pembangunan sistem informasi manajemen ZIS,

menggunakan metodologi berbasis objek oriented dengan model

pengembangan Rapid Application Development. Penggunaan metodologi

pengembangan sistem pun dilakukan pembatasan, yaitu pada tahap

implementasi, hanya sampai pada tahap pemrograman dan pengujian

perangkat lunak menggunakan teknik black box.

9. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP dan

MySQL sebagai database-nya, serta menggunakan Apache sebagai

webserver-nya.

5
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian skripsi yang berjudul Sistem Informasi Manajemen

Zakat, Infak dan Sedekah adalah

1. Menganalisis sistem penghimpunan dan sistem pendayagunaan yang

sedang berjalan, merancang dan mengembangkan sistem informasi yang

mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu dalam proses

transaksi penerimaan dan penyaluran donasi.

2. Mengembangkan sistem informasi manajemen ZIS yang terintegrasi antara

Bagian Penghimpunan dengan Bagian Pendayagunaan.

3. Merancang dan membangun sistem sistem informasi manajemen ZIS

untuk memudahkan kinerja amil dan manajer dalam mendapatkan laporan

donasi ZIS masuk dan keluar setiap bulannya.

4. Mengembangkan sistem Informasi yang mampu menyajikan hasil

penerimaan dan penyaluran donasi dengan cepat dan akurat sesuai dengan

tugas antar bagian tersebut.

1.3.2 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian skripsi ini adalah :

1. Menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi peneliti mengenai sistem

perzakatan dari proses penghimpunan hingga penyaluran donasi dan

menerapkannya menjadi sebuah sistem informasi manajemen ZIS dan

menerapkan ilmu-ilmu yang didapat selama kuliah.

6
2. Sebagai referensi dan dokumentasi yang dapat digunakan untuk

pengembangan dari sistem informasi manajemen ZIS dikemudian hari.

3. Dengan mengimplementasikan sistem informasi manajemen ZIS

diharapkan dapat meningkatkan kinerja lembaga BAZNAS, sehingga

perusahaan akan menjadi efisien dan efektif dan dapat memudahkan

pekerjaan amil zakat dalam menghimpun dan menyalurkan donasi ZIS.

1.4 Metodologi Penelitian

1.4.1 Metodologi Pengembangan Sistem

Pada pengembangan sistem informasi ini, peneliti menggunakan metode

pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD) atau

pengembangan aplikasi cepat yang telah popular dalam mengakselerasikan

pengembangan sistem dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Menurut Kendall tahapan utama dari metode RAD terdiri dari tiga fase

yaitu : (Kendall&Kendall, 2008)

1. Requirement Planning

2. Workshop Design

3. Implementation

1.4.2 Metodologi Pengumpulan Data

Dalam memperoleh dan mengumpulkan data yang akurat dalam penulisan

skripsi ini, maka penulisan ini menggunakan beberapa metode sebagai sarana

untuk membantu serta memudahkan peneliti dalam penyusunan laporan. Proses

7
pengumpulan data termasuk kedalam tahap Requirement Planning. Berikut adalah

metode pengumpulan data yang di gunakan yaitu :

1. Metode Observasi

Pada tahap pengamatan langsung ini peneliti pengembangan akan

melakukan pengamatan langsung ke tempat penerapan sistem untuk

mengetahui alur dari kerja bisnis penerimaan dana ZIS.

2. Metode Wawancara

Pada tahap wawancara, peneliti akan memberikan beberapa pertanyaan

kepada pemilik dan pengguna akhir sistem tentang keinginan yang seperti

apa sistem yang akan dibangun. Hal ini membuat peneliti dapat menggali

permasalahan lebih dalam.

3. Studi Pustaka

Untuk menambah referensi akan teori-teori yang diperlukan peneliti

melakukan studi pustaka dengan membaca dan mempelajari secara

mendalam literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Diantaranya

buku-buku, diktat, jurnal, makalah, artikel cetak maupun elektronik, dan

lain sebagainya.

4. Studi Literatur

Metode pengumpulan data dengan cara menganalisa penelitian sejenis

untuk mencari kelebihan terhadap penelitian yang peneliti lakukan

sekarang dari penelitian yang sudah ada.

8
1.5 Sistematika Penulisan

Pembahasan yang peneliti sajikan terbagi dalam lima bab yang secara

singkat akan di uraikan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi pendahuluan yang membahas tentang latar belakang,

perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,

metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai teori-teori yang relevan dengan penelitian

pengembangan sistem informasi manajemen ZIS.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini dipaparkan tentang metode yang dipakai dalam pencarian data

maupun metode untuk pengembangan sistem yang dilakukan pada

penelitian.

BAB IV PEMBAHASAN

Bab ini merupakan inti dari pengembangan sistem informasi manajemen

ZIS pada BAZNAS yang diantaranya menguraikan profil perusahaan,

analisa pemecahan masalah, dan perancangan sistem.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan hasil pengembangan sistem dan saran-

saran yang membangun dalam pengembangan sistem selanjutnya yang

dapat memajukan sistem perzakatan Indonesia.

9
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem

2.1.1 Pengertian Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu

yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau

elemennya. Menurut Jerry FitzGerald pendekatan sistem yang menekankan pada

prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-

prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan sesuatu

kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem

yang menekankan pada komponen adalah sebagai kumpulan dari elemen-elemen

yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Jogiyanto, 2005)

Masukkan Pengolahan Masukkan


(Input) (Processing) (Input)

Gambar 2.1 Model Sistem (Jogiyanto, 2005)

10
2.1.2 Karakteristik Sistem

Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :

(Jogiyanto, 2005)

1. Komponen sistem (Component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang sering disebut dengan

subsistem yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama

membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-

elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari

sistem. Setiap subsistem mempunyai bagian-bagian dari sistem. Setiap

subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan fungsi

tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem

dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem

ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas

suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) sistem itu sendiri.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem

yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

11
Penghubung merupakan media penghubung antara subsistem dengan

subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-

sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.

5. Masukan Sistem (Input)

Masukan yaitu energi yang dimasukkan kedalam sistem, dimana dapat

berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal

(signal input). Masukan perawatan adalah energi yang di-input-kan supaya

sistem dapat beroprasi, sedang masukan sinyal adalah energi yang diproses

untuk didapatkan keluaran

6. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran yaitu hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi

keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7. Pengolahan Sistem (Proses)

Suatu sistem mempunyai bagian pengolahan yang kana merubah input

menjadi output.

8. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Suatu

sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan. Sasaran

sangat terpengaruh pada masukan dan keluaran yang dihasilkan.

12
Lingkungan luar

Sub
Batas Sistem
Sub
Sistem
Batas

Sub
Sistem

Input Proses Output

Gambar 2.2 Karakteristik Sistem (Jogiyanto, 2005)

2.2 Konsep Dasar Informasi

2.2.1 Pengertian Informasi

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi,

sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem

yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya

berakhir.

Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.

13
Informasi adalah data yang diolah menjadi menjadi bentuk yang lebih

berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. (Jogiyanto, 2005) McFadden

Mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa

sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

Menurut Davis informasi adalah data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang

berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini

atau saat mendatang. Peneliti menyimpulkan informasi sebagai data hasil olahan

yang berguna dalam pembuatan atau penentuan keputusan dan suatu waktu data

hasil olahan tersebut dapat menjadi data yang akan diolah kembali.

2.2.2 Kualitas Informasi

Informasi yang baik adalah informasi yang berkualitas, informasi yang

berkualitas ditentukan oleh hal-hal berikut : (Kadir, 2003)

1. Akurat

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan,

informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

2. Tepat Waktu

Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat, karena

nantinya tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga apabila dijadikan

dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan

pengambilan keputusan dan tindakan.

3. Relevan

Informasi harus memberikan manfaat yang baik untuk pemakai informasi

tersebut.

14
Kualitas Informasi

Tepat Waktu

Relevan
Akurat

Gambar 2.3 Kualitas Informasi (Jogiyanto, 2005)

2.2.3 Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu : manfaat dan biaya

mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif

dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu

diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi

umumnya digunakan untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu

masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar

informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak didalam perusahaan. (Jogiyanto,

2005)

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

2.3.1 Pengertian Sistem Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam

pengambilan keputusan. Untuk memperoleh informasi salah satunya didapatkan

melalui sistem informasi. Sistem informasi adalah suatu komponen-komponen

15
dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,

mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi

dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan

untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. (Jogiyanto, 2005)

2.3.2 Komponen Sistem Informasi

Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan

istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukkan, blok model, blok

keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Sebagai sebuah sistem

keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya

membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. (Jogiyanto, 2005)

1. Blok Masukan

Masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Masukan

disini termasuk metode - metode dan media untuk menangkap data yang

akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen – dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan

cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi

yang berkualitas dan terdokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan

manajemen serta semua pemakai sistem.

16
4. Blok Teknologi

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,

menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran

dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi

terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau

brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu

dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan

digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan

di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat

lunak paket yang disebut dengan DBMS (database management systems).

6. Blok Kendali

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan

bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila

terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4 Konsep Dasar Basis Data

Basis data adalah suatu koleksi data yang terintegrasi, diorganisasi dan

disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali (McLeod

dan Schell, 2008). Basis data merupakan salah satu komponen yang penting

dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi

17
bagi para pemakai. Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut dengan

database system. Database system (sistem basis data) adalah suatu sistem

informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan

satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang

bermacam-macam didalam suau organisasi. Basis data dapat dinyatakan sebagai

suatu sistem yang memiliki karakteristik, antara lain :

1. Merupakan suatu kumpulan interrelated data yang disimpan bersama

tanpa mengganggu satu sama lain atau membentuk kerangkapan data.

2. Kumpulan data dalam basis data dapat digunakan oleh sebuah program

aplikasi atau lebih secara optimal.

3. Penambahan data baru, penghapusan, dan modifikasi data, dan

pengambilan kembali data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.

4. Data merupakan suatu sumber yang sangat berguna bagi hampir disemua

organisasi.

2.4.1 Sistem Manajemen Basis Data

Sistem manajemen basis data adalah suatu perangakat lunak yang

menyimpan struktur basis data, data itu sendiri, hubungan di antara data di dalam

basis data, dan nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka di belakang desimal,

jumlah karakter, nilai-nilai default, dan seluruh uraian field lainnya. Inilah

sebabnya mengapa basis data yang dikendalikan oleh suatu sistem manajemen

basis data disebut sekumpulan data terhubung yang menjelaskan dirinya sendiri

(self-describing set of related data).(McLeod dan Schell, 2008).

18
Tujuan utama sistem manajemen basis data adalah menyediakan

lingkungan yang nyaman dan efisien untuk penyimpanan dan pengambilan data

dari basis data. Sistem manajemen basis data berperan memberi abstraksi data

tingkat tinggi ke pemakai. (Hariyanto, 2004)

Tujuan lain dari sistem manajemen basis data adalah :

1. Menghindari redudansi dan inkonsistensi data

2. Menghindari kesulitan pengaksesan data

3. Menghindari isolasi data

4. Menghindari anomali pengaksesan konkuren

5. Menghindari masalah-masalah keamanan

6. Menghindari masalah-masalah integritas

Produk perangkat lunak seperti Microsoft Access, Oracle, Microsoft SQL

Server, Sybase, MySQL, dan lain-lain merupakan Sistem manajemen basis data.

Secara umum, suatu sistem manajemen basis data terdiri dari :

1. Suatu koleksi modul, program, dan tabel-tabel.

2. Suatu metode akses dan sebuah metodologi akses.

3. Sekumpulan masukan data, manipulasi data, pelaporan dan tools retrieval.

4. Ketentuan built-in untuk keamanan dan integrasi data.

5. Sekumpulan file, record, serta uraian-uraian elemen.

6. Peraturan tentang logika untuk mengonstruksi file dan menangani data.

7. Spesifikasi untuk menyimpan data fisik.

19
2.4.2 Basis Data Relasional

Model data relasional menjelaskan kepada pemakai tentang hubungan

logis antar data dalam basis data dengan cara memvisualisasikannya ke dalam

bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang

menunjukkan atribut.

2.5 Konsep Dasar Manajemen

2.5.1 Pengertian Manajemen

Manajemen adalah proses mengkoordinasikan aktifitas-aktifitas kerja

sehingga dapat selesai secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

Manajemen melibatkan efisiensi dan efektifitas penyelesaian aktifitas-aktifitas

kerja organisasi, atau sekurang-kurangnya itulah yang didambakan manajer.

Efisiensi mengacu kepada memperoleh output terbesar dengan input

terkecil. Karena manajer menghadapi input yang langka meliputi sumber daya

manusia, uang, dan peralatan, mereka memfokuskan dengan penggunaan yang

efisien atas sumber daya itu. Maka dari itu, efisien sering kali diacukan sebagai

”melakukan pekerjaan dengan benar”. Artinya tidak memboroskan sumber daya.

Namun, tidaklah cukup sekedar efisien. Manajemen juga memfokuskan terhadap

efektifitas. Efektifitas ialah menyelesaikan aktifitas-aktifitas sehingga sasaran

organisasi dapat tercapai. Efektifitas sering digambarkan sebagai ”melakukan

pekerjaan yang benar”. Artinya aktifitas-aktifitas kerja yang membantu organisasi

mencapai sasaran.

20
Efisiensi (sasaran) Keefektifan (Hasil Akhir)
Penggunaan Penerapan
sumber daya sasaran

Upaya keras manajemen :


Kemubaziran sumber daya yang rendah (efisiensi tinggi)
Pencapaian sasaran yang tinggi (efektifitas tinggi)

Gambar 2.4 Efisiensi dan Keefektifan Manajemen (Robbins dan Coulter, 2007)

2.5.2 Fungsi Manajemen

Menurut pendekatan fungsi, para manajer menunjukan aktifitas atau

kewajiban yang jelas ketika mereka secara efisien dan efektif mengkoordinasikan

pekerjaan orang lain. Pada pertengahan abad ke-20 Henry Fayol untuk pertama

kalinya mengusulkan bahwa semua manajer melaksanakan lima fungsi seperti

merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi dan mengendalikan.

Namun sekarang ini fungsi-fungsi tersebut sudah diringkas menjadi empat fungsi

manajemen dan yang paling penting yaitu merencanakan, memimpin,

mengorganisasi, dan mengendalikan.

2.6 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sistem informasi manajemen merupakan suatu pendekatan yang

terorganisir dan terencana untuk memberi eksekutif bantuan informasi yang tepat

dan dapat memberikan kemudahan bagi proses manajemen. (Sutabri, 2005)

SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara

koordinasi dalam proses operasi organisasi. Selain itu SIM disebut juga jaringan

21
prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem terintegrasi

dengan maksud memberikan informasi yang bersifat intern ataupun ekstern

kepada manajer, dengan dasar pengambilan keputusan. Secara garis besar SIM

dibangun atas komponen :

1. Basis Data (Database)

Sebuah Sistem Informasi Manajemen memiliki subsistem manajemen

data. Subsistem manajemen data merupakan manajemen yang memasukan

data ke suatu database untuk suatu situasi dan dikelola oleh perangkat

lunak untuk menjadi sebuah informasi.

2. Sistem Perangkat Lunak (Software system)

Dalam komponen ini terdapat subsistem manajemen pengguna, pengguna

berkomunikasi dengan dan memerintahkan sistem informasi, sehingga

pengguna adalah bagian yang dipertimbangkan dari sistem. Selain itu

dalam SIM juga terdapat manajemen laporan, merupakan aspek laporan

informasi yang diberikan kepada pengguna.

2.6.1 Sintesis Struktur SIM

Struktur SIM diuraikan dengan dua cara, yaitu atas dasar kegiatan

manajemen dan fungsi organisatoris. Kedua rancangan ditambah konsep struktural

kini akan disintesiskan ke dalam suatu struktur SIM. Pada hakekatnya hal ini

merupakan suatu kerangka konseptual yang memungkinkan pembahasan dan

perencanaan sistem informasi. SIM didefinisikan sebagai suatu gabungan

22
subsistem fungsional yang masing-masing dibagi dalam empat seksi pengolahan

informasi :

1. Pengolahan Transaksi

2. Dukungan operasi sistem informasi

3. Dukungan pengendalian manajerial sistem informasi

4. Dukungan perencanaan strategis sistem informasi.

2.6.2 Sistem Informasi Pendukung Pada SIM

Sesuai dengan tingkatan yang ada pada manajemen, dibangunlah sistem

informasi yang dibutuhkan. Setiap tingkatan manajemen memiliki kebutuhan

informasi yang berbeda-beda. Sistem informasi manajemen memiliki sistem

pendukung sesuai dengan 3 tingkatan manajemen seperti sistem pemrosesan

transaksi (transaction processing system), sistem pengendalian manajemen

(management control system), dan sistem pendukung keputusan (decision support

system). (Nugroho, 2008)

2.7 Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT)

2.7.1 Pengertian Sistem Pemrosesan Transaksi

Sistem pemrosesan transaksi (SPT) adalah sebuah sistem yang digunakan

untuk keperluan transaksi sehari-hari. Seperti yang telah dijelaskan diatas, sistem

informasi ini digunakan untuk kegiatan pokok perusahaan. Sistem ini sangat

berguna untuk menghasilkan data. Daur ulang informasi SPT akan mendapatkan

data dari luar dan dari dalam. Untuk data dari luar, SPT dapat ditemukan pada

”Front Office” yang proses transaksinya sangat dekat dengan pelanggan, bahkan

23
berhubungan langsung dengan pelanggan. Contoh SPT yang mendapat data dari

luar adalah penerimaan dana zakat, pemasukan data penjualan, keluar masuk data

keuangan pada bank, atau komputerisasi pada kasir. Sedangkan data yang datang

dari dalam, SPT dapat ditemukan pada perencanaan produksi, perpindahan bahan

baku dan hasil produksi, pembuatan nota pembelian, dan lain-lain.

Gambar 2.5 adalah sebuah model dari sistem pemrosesan transaksi. input,

transformasi, dan output dari sistem fisik perusahaan berada di bagian bawah.

Data dikumpulkan dari semua sistem fisik dan lingkungan lalu dimasukan

kedalam basis data. Piranti lunak pemrosesan data mengubah data menjadi

informasi bagi manajemen perusahaan dan bagi individu-individu dan organisasi-

organisasi didalam lingkungan perusahaan.

Lingkungan

Manajemen

Piranti Lunak
Pemrosesan Data

Basis Data

SPT

Sumber Daya Transformasi Sumber Daya


Fisik Input Fisik Output

Lingkungan Data Informasi

Gambar 2.5 Model Sistem Pemrosesan Transaksi (McLeod dan Schell, 2008)

24
2.7.2 Karakteristik Sistem Pemrosesan Transaksi

1. Jumlah data yang diproses sangat besar.

2. Sumber data umumnya internal dan keluaran terutama dimaksudkan untuk

pihak internal (meskipun bisa juga diperuntukkan bagi mitra kerja).

3. Pemrosesan informasi dilakukan secara teratur : harian, mingguan, dan

bulanan dan lainnya.

4. Kapasitas penyimpanan (database) besar.

5. Kecepatan pemrosesan yang diperlukan tinggi karena volume yang besar.

6. Umumnya memantau dan mengumpulkan data masa lalu.

7. Masukan dan keluaran terstruktur. Mengingat data yang diproses cukup

stabil, data diformat dalam suatu standar.

8. Level kerincian yang tinggi dan mudah terlihat terutama pada masukan

tetapi sering kali juga pada keluaran.

9. Komputasi tidak rumit (menggunakan matematika sederhana atau operasi

statistik).

10. Memerlukan kehandalan yang tinggi.

11. Pemrosesan terhadap permintaan merupakan suatu keharusan. Pemakai

dapat melakukan permintaan terhadap basis data.

2.8 Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem Pengendalian Manajemen adalah sistem informasi yang ditujukan

untuk mendukung manajemen tingkat menengah agar dapat mengendalikan

organisasi tetap menuju kepada sasaran yang diinginkan.

25
Sistem pengendalian manajemen bisa didefinisikan sebagai suatu sistem

berbasis komputer yang membuat informasi tersedia bagi para pengguna yang

memiliki kebutuan serupa. Informasi yang diberikan menjelaskan perusahaan atau

salah satu sistem utamanya dilihat dari apa yang telah terjadi di masa lalu, apa

yang sedang terjadi, dan apa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan.

Sistem Pengendalian Manajemen akan menghasilkan informasi ini melalui

penggunaan dua jenis perangkat lunak :

1. Perangkat lunak pembuat laporan (report-writing software) yang

menghasilkan laporan berkala maupun laporan khusus. Laporan berkala

dikodekan dalam suatu bahasa program dan disiapkan sesuai jadwal

tertentu.

2. Model matematis menghasilkan informasi sebagai hasil dari suatu simulasi

atas operasi perusahaan. Model-model matematis yang menggambarkan

operasi perusahaan dapat ditulis menggunakan semua jenis bahasa

pemrograman. Akan tetapi, bahasa-bahasa pemodelan khusus dapat

menjadikan tugas ini menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk

dilakukan.

Output informasi yang dihasilkan akan digunakan oleh pihak-pihak yang

akan memecahkan masalah (baik manajer maupun kalangan profesional) dalam

mengambil keputusan guna memecahkan masalah perusahaan.

2.9 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem pendukung keputusan atau bisa disingkat dengan SPK adalah suatu

sistem yang membantu seorang manajer atau sekelompok kecil manajer

26
memecahkan suatu masalah. Satu contoh adalah SPK yang dirancang untuk

membantu seorang manajer penjualan menentukan tingkat komisi terbaik bagi

para tenaga penjualannya. (McLeod dan Schell, 2008)

Satu contoh adalah SPK yang dirancang untuk membantu seorang manajer

penjualan menentukan tingkat komisi terbaik bagi para tenaga penjualannya. SPK

mengambil pendekatan jarak jauh dalam memecahkan masalah, berbeda dengan

SIM yang mengambil pendekatan jarak dekat dengan memberikan informasi bagi

sekelompok besar pencari pemecahan masalah dalam memecahkan rentang

masalah yang luas.

2.10 Metodologi Penelitian

Metode adalah suatu cara atau teknik yang sistematik, dalam melakukan

atau mengerjakan suatu hal. Jadi, metodologi adalah kesatuan metode-metode,

prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang digunakan pada

berbagai disiplin ilmu (McLeod dan Schell, 2008).

Penelitian adalah suatu penyelidikan yang teroganisasi. Penelitian juga

bertujuan untuk mengubah kesimpulan-kesimpulan yang diterima, ataupun

mengubah dalil-dalil dengan adanya aplikasi baru dari dalil-dalil tersebut. Dari

itu, penelitian dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan dan pemberi artian

yang terus-menerus terhadap sesuatu. Penelitian juga merupakan percobaan yang

hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru. (Nazir, 2005)

27
2.10.1 Metodologi Pengumpulan Data

Pengumpulan data tidak lain dari suatu proses pengadaan data primer

untuk keperluan penelitian. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat

penting dalam metode ilmiah, karena pada umumnya data yang dikumpulkan

digunakan, kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk menguji hipotesis yang

telah dirumuskan.

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk

memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode

mengumpulkan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. (Nazir,

2005)

Dalam melakukan pengumpulan data, dapat dilakukan dengan beberapa

cara, antara lain :

1. Observasi

Pengumpulan data dengan observasi atau dengan pengamatan langsung

adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada

pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan

langsung akan tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika

pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut : (Nazir, 2005)

a. Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara

sistematik,

b. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah

direncanakan,

28
c. Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan

preposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik

perhatian saja,

d. Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan relibilitasnya.

2. Wawancara

Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan

untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka

antara pewawancara dengan yang diwawancarai atau responden.

Wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara

(interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung

dengan orang yang diwawancarai (interviewee).

Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya

jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan

data untuk suatu penelitian. (Nazir, 2005)

3. Studi Pustaka

Studi Pustaka merupakan proses umum yang dilakukan untuk

mendapatkan teori terlebih dahulu. Kajian pustaka meliputi

pengidentifikasian secara sistematis, penemuan, analisis dokumen-

dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan masalah

penelitian.

4. Studi Literatur

29
Studi literatur berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain

yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan

penelitian. Uraian dalam studi literatur ini diarahkan untuk menyusun

kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang sudah

diuraikan dalam sebelumnya pada perumusan masalah.

2.10.2 Metodologi Pengembangan Sistem

2.10.2.1 Rapid Application Development (RAD)

Pendekatan sistem merupakan sebuah metodologi. Metodologi adalah satu

cara yang direkomendasikan dalam melakukan sesuatu. Pendekatan sistem adalah

metodologi dasar dalam memecahkan segala jenis masalah. (McLeod dan Shell,

2008).

Rapid Application Development (RAD) adalah kumpulan strategi,

metodologi, dan alat terintegrasi yang terdapat di dalam suatu kerangka kerja yang

disebut rekayasa informasi. (McLeod dan Schell, 2008)

Rapid Application Development memiliki tiga fase utama dalam

pengembangan sistem, yaitu : (Kendall dan Kendall, 2010)

1. Requirement Planning

Dalam fase ini, pengguna dan penganalisis bertemu untuk

mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem serta untuk

mengidentifikasi syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-

tujuan tersebut. Fase ini membutuhkan peran aktif mendalam dari kedua

kelompok tersebut, tidak hanya menunjukan proposal atau dokumen.

30
Selain itu, juga melibatkan pengguna dari beberapa level yang berbeda

dalam organisasi. Orientasi dalam fase ini ialah menyelesaikan problem-

problem perusahaan. Meskipun teknologi informasi dan sistem bisa

mengarahkan sebagian dari sistem yang diajukan, fokusnya akan selalu

tetap pada upaya pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

2. Workshop Design

Fase ini adalah fase untuk merancang dan memperbaiki yang bisa

digambarkan sebagai workshop. Selama workshop desain RAD, pengguna

menanggap lembar gambaran kerja yang ada dan penganalisis

memperbaiki modul-modul yang dirancang (menggunakan beberapa

perangkat lunak) berdasarkan tanggapan pengguna.

3. Fase Implementation

Dalam tahap workshop design penganalisis dan pengguna bekerja sama

secara intens untuk merancang aspek-aspek bisnis dan nonteknis dari

perusahaan. Segera setelah aspek ini disetujui dan sistem-sistem dibangun

dan disaring, sistem-sistem baru atau bagian dari sistem diujicoba dan

kemudian diperkenaljan kepada organisasi.

Gambar 2.6 Fase Rapid Application Development (Kendall dan Kendall, 2010)

31
2.10.2.2 Keuntungan Menggunakan RAD

Beberapa keuntungan dalam pengembangan sistem dengan menggunakan

RAD adalah sebagai berikut :

1. Proses pengiriman menjadi lebih mudah, hal ini dikarenakan proses

pembuatan lebih banyak menggunakan potongan-potongan script.

2. Mudah untuk diamati karena menggunakan model protorype, sehingga

user lebih mengerti akan sistem yang dikembangkan.

3. Lebih fleksibel karena pengembang dapat melakukan proses desain ulang

pada saat yang bersamaan.

4. Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim

secara keseluruhan.

5. Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena

cenderung mengabaikan kualitas.

6. Tampilan yang lebih standar dan nyaman dengan bantuan perangkat lunak

pendukung.

2.11 Object Oriented Analysis (OOA)

OOA adalah pendekatan yang digunakan untuk mempelajari objek yang

sudah ada untuk mengetahui apakah mereka dapat digunakan kembali atau

diadopsi untuk pemakaian baru. Atau menentukan satu objek baru atau yang

dimodifikasi yang akan digabung dengan objek yang sudah ada ke dalam suatu

aplikasi komputasi bisnis yang sangat berharga.

32
OOA adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mempelajari objek-

objek yang sudah ada untuk digunakan kembali dan disesuaikan untuk

penggunaannya yang baru. Selain itu, OOA juga dapat digunakan untuk membuat

objek baru atau bisa juga untuk merubah objek yang sudah ada untuk dipadukan

dengan objek-objek lainnya sehingga membentuk suatu aplikasi bisnis yang

berdaya guna tinggi.

2.12 Object Oriented Design (OOD)

Object Oriented Design (OOD) adalah suatu pendekatan yang digunakan

untuk menentukan solusi terbaik bagi piranti lunak dalam hal perpaduan objek

(objects), atribut (attributes) dan method (methods). Perancangan suatu piranti

lunak berorientasi objek membutuhkan penggunaan arsitektur piranti lunak

berlapis (multilayered software architecture), juga membutuhkan spesifikasi dari

subsistem yang menyediakan fungsi- fungsi (functions) yang dibutuhkan. Selain

itu, gambaran tentang penggunaan objek yang membentuk sistem dan gambaran

mekanisme komunikasi yang memungkinkan aliran data mengalir melalui lapisan

(layers), subsistem dan objek juga dibutuhkan. Semua itu dilakukan dan

diselesaikan dengan menggunakan pendekatan OOD.

OOAD merupakan sekumpulan petunjuk umum yang mengarahkan

kepada aktivitas analisis dan perancangan. Untuk membuat metode kita menjadi

lebih berguna, kita merancangnya hingga terdapat penyesuaian, perkembangan,

dan substitusi bagian dapat dengan mudah diimplementasikan.

33
2.13 Konsep Dasar Unified Modelling Language (UML)

Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang

berdasarkan grafik atau gambar untuk memvisualisasikan, menspesifikasikan,

membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software

yang biasanya berbasis Object Oriented. Hal ini disebabkan karena UML

menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan bagi pengembang

sistem untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku,

mudah dimengerti serta dilengkapi dengan mekanisme yang efektif untuk berbagi

dan mengkomunikasikan rancangan mereka dengan yang lain.

UML memiliki diagram yang menggambarkan permasalahan maupun

solusi dari permasalahan dari suatu model. Berikut merupakan penjelasan dari

diagram-diagram yang ada pada tools UML.

2.13.1 Diagram UML

UML memiliki beberapa diagram yang digunakan untuk menggambarkan

suatu sistem. Tujuan pembuatan diagram ini adalah agar sistem mudah dimengerti

oleh semua pihak, baik yang teknis maupun non teknis. Berikut adalah beberapa

dari diagram UML yang digunakan peneliti tersebut, antara lain:

1. Use Case Diagram

Use case adalah teknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah

sistem.. Use case mendeskripsikan interaksi tipikal antara para pengguna sistem

dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang bagaimana

sistem tersebut digunakan.

34
Secara umum, use case adalah serangkaian skenario yang dikemas menjadi

satu oleh tujuan pengguna umum. Skenario adalah rangkaian langkah-langkah

yang menjabarkan sebuah interaksi antara seorang pengguna dengan sebuah

sistem. Setiap skenario mendeskripsikan urutan kejadian. Setiap urutan

diinisialisasi oleh orang, sistem yang lain, perangkat keras atau urutan waktu.

Dengan demikian bisa dikatakan use case adalah serangkaian skenario yang

digabungkan bersama-sama oleh tujuan umum pengguna.

Dalam bahasa use case, para pengguna disebut sebagai aktor. Aktor

merupakan sebuah peran yang dimainkan seorang pengguna dalam kaitannya

dengan sistem. Setiap langkah harus berupa pernyataan sederhana dan dengan

jelas menunjukkan siapa yang menjalankan langkah tersebut. langkah tersebut

harus menunjukkan tujuan aktor, bukan mekanisme yang harus dilakukan aktor.

Gambar 2.7 Contoh Use Case Diagram (Munawar, 2005)

2. Activity Diagram

Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural,

proses bisnis, dan jalur kerja. Dalam beberapa hal, diagram ini memainkan peran

35
mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi

diagram alir adalah diagram ini mendukung behavior paralel. Sebuah activity

diagram menunjukkan suatu alur kegiatan secara berurutan. activity diagram

digunakan untuk mendiskripsikan kegiatan-kegiatan dalam sebuah operasi

meskipun juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan alur kegiatan yang lainnya

seperti use case atau suatu interaksi.

Gambar 2.8 Contoh Activity Diagram (Munawar, 2005)

3. Class Diagram

Sebuah Class Diagram menunjukkan struktur yang statis dari beberapa

class dalam suatu sistem. Class diagram mendekripsikan jenis-jenis objek dalam

sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat di antara mereka. Class

diagram juga menunjukkan properti dan operasi sebuah class dan batasan-batasan

yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut.

Multiplicity sebuah property merupakan indikasi tentang berapa banyak

objek yang akan mengisi property. Multiplicity yang seting digunakan adalah :

• 1 (Sebuah pesanan hanya bisa memiliki seorang pelanggan.)

• 0..1 (Sebuah pesanan perusahaan dapat memiliki sebuah sales)

36
• * (Seorang pelanggan tidak perlu membuat pesanan dan tidak ada

batas maksimal berapa jumlah pesanan yang dapat dibuat oleh

seorang pelanggan-nol atau lebih pesanan).

Gambar 2.9 Contoh Class Diagram (Munawar, 2005)

4. Sequence Diagram

Sequence Diagram merupakan diagram yang mengambarkan kolaborasi

yang dinamis antara obyek satu dengan yang lain. Sequence diagram umumnya

digunakan untuk menggambarkan suatu skenario atau urutan langkah-langkah

yang dilakukan baik oleh actor maupun sistem yang merupakan respon dari

sebuah kejadian untuk mendapatkan hasil atau output.

Gambar 2.10 Contoh Sequence Diagram (Munawar, 2005)

37
5. State Diagram

State Diagram mengambarkan seluruh state yang memungkinkan yang

mana obyek-obyek dalam class dapat dimiliki dan kejadian-kejadian yang

menyebabkan state berubah. Perubahan dalam suatu state disebut juga transisi

(transition). Suatu transisi juga dapat memiliki sebuah aksi yang dihubungkan

pada state, lebih spesifik apa yang harus dilakukan dalam hubungannya dengan

transisi state. State diagram bagus untuk mrnggambarkan behavior sebuah objek

melewati bebarapa use case.

Gambar 2.11 Contoh State Diagram (Munawar, 2005)

2.14 Pengujian

Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas

perangkat lunak dan mempresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain, dan

pengkodean. (Pressman, 2002)

Pengujian black-box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat

lunak. Dengan demikian, pengujian black-box memungkinkan perekayasa

perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya

menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program.

38
2.15 Alat Pengembangan Sistem

2.15.1 XAMPP

XAMPP merupakan salah satu paket installasi Apache, PHP dan MySQL

instant yang dapat kita gunakan untuk membantu proses installasi ketiga produk

tersebut. Selain paket installasi instant, XAMPP juga memberikan fasilitas pilihan

pengunaan PHP4 atau PHP5. Untuk berpindah versi PHP yang ingin digunakan

juga sangat mudah dilakukan dengan mengunakan bantuan PHP-Switch yang

telah disertakan oleh XAMPP, dan yang terpenting XAMPP bersifat free atau

gratis untuk digunakan. Software ini bisa didownload pada

http://www.apachefriends.org/en/xampp-window.html.

2.15.2 PHP (Personal Home Page)

2.15.2.1 Sejarah Singkat PHP

PHP diciptakan pertama kali oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994.

Awalnya, PHP digunakan untuk mencatat jumlah serta untuk mengetahui siapa

saja pengunjung pada homepage-nya. Rasmus Leodorf adalah salah satu

pendukung software berbasis open source. Oleh karena itu, ia mengeluarkan

Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis, kemudian menambah

kemampuan PHP 1.0 dan meluncurkan PHP 2.0

Pada tahun 1996, PHP telah banyak digunakan dalam website di dunia.

Sebuah kelompok pengembang software yang terdiri dari Rasmus, Zeew Suraski,

Andi Gutman, Stig Bakken, Shane Caraveo, dan Jim Winstead bekerja sama

untuk menyempurnakan PHP 2.0. akhirnya, pada tahun 1998, PHP 3.0

39
diluncurkan. Penyempurnaan terus dilakukan sehingga pada tahun 2000

dikeluarkan PHP 4.0. tidak berhenti sampai disitu, kemampuan PHP terus

ditambah, dan pada saat ini dikeluarkan PHP versi terbaru yaitu PHP 5.0.x.

2.15.2.2 Keunggulan PHP

PHP memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahasa script

sejenis. PHP difokuskan pada pembuatan script server-side, yang bisa melakukan

apa saja, seperti mengumpulkan data dari form, menghasilkan isi halaman web

dinamis, dan kemampuan mengirim serta menerima cookies. PHP dapat

digunakan pada semua sistem operasi, antara lain Linux, Unix, Windows, Mac OS

X, RISC OS. PHP tidak terbatas pada hasil keluaran HTML (Hypertext Markup

Languages). PHP juga memiliki kemampuan untuk mengolah keluaran gambar,

file PDF, dan movies Flash. PHP juga dapat menghasilkan teks seperti XHTML,

dan file XML lainnya.

2.15.2.3 Coding PHP

1. Embedded Script

<html>
<head>
<title>Contoh Embedded Script</title>
</head>
<body>
<?php
echo “<strong>ini skrip php<strong>”;
?>
</body>
</html>

40
Script diatas menunjukan contoh script PHP sederhana, yang disebut

dengan embedded script. (Sidik, 2006) Berikut ini tampilan yang diberikan

apabila diakses dalam web browser.

Gambar 2.12 Tampilan embedded script (Sidik, 2006)

2. Non Embedded Script

<?php
echo “<html>”;
echo “<head>”;
echo “ <title>”;
echo “ contoh non embedded script”;
echo “ </title>”;
echo “ </head>”;
echo ” <body>”;
echo “ <p> Teks dokumen yang dihasilkan dengan
menggunakan skrip PHP </p>”;
echo “ </body>”;
echo “ </html>”;
?>

41
Script PHP pada cara ini digunakan sebagai murni pembuatan program

dengan PHP, tag HTML yang dihasilkan untuk membuat dokumen merupakan

bagian dari script PHP. Berikut Tampilan script tersebut.

Gambar 2.13 Tampilan non-embedded script (Sidik, 2006)

2.15.3 MySQL

MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS)

berkinerja tinggi yang dirancang untuk mendukung pengolahan transaksi

bervolume tinggi (seperti pemasukan pesanan online, inventori, akuntansi, dan

manufakturing), juga sebagai platform untuk data warehouse dan aplikasi

pendukung keputusan. MySQL dilepas dengan suatu lisensi open source dan

tersedia secara cuma-cuma. MySQL bekerja pada berbagai sistem operasi, dan

banyak bahasa. MySQL bekerja dengan cepat dan baik dengan data yang besar.

PHP menyediakan banyak fungsi untuk mendukung database MySQL.

42
2.15.3.1 Jenis-jenis perintah SQL

SQL merupakan singkatan dari Structure Query Language. SQL

merupakan bahasa computer standar ANSI (American National Standards

Institute). Dengan SQL, kita dapat mengakses database, menjalankan queri untuk

mengambil data dari database, menambahdata ke database, menghapus data di

dalam database, dan meng-update data di dalam database.

Bahasa SQL seperti yang didefinisikan oleh ANSI tersusun atas 3

kelompok yaitu Data Definition Language, Data Manipulation Language, dan

Data Control Language.

1. Data Definition Language

Data Definition Language (DDL) merupakan bagian dari sistem

manajemen basis data yang dipakai untuk mendefinisikan dan mengatur semua

atribut dan property dari sebuah basis data. Pernyataan yang ada di dalam DDL

memungkinkan kita untuk membuat atau menghapus database, tabel dan indeks.

Bentuk umum dari pertanyaan-pertanyaan DDL yang sering digunakan,

yaitu :

• Create <nama objek>

Perintah Create digunakan untuk membuat suatu basis data, tabel,

view, indeks, prosedur, trigger, dan sebagainya

Contoh :

Use Inventory
Create Table Barang (
Kode Char (5),
Nama Varchar (30),
Harga Int,

43
Jumlah Int)

• Alter <nama objek>

Perintah Alter digunakan untuk menambah atau membuang kolom atau

konstrain pada suatu tabel.

Contoh :

Use Inventory
Alter Table Barang
Add Disc Int

• Drop <nama objek>

Perintah Drop digunakan untuk menghapus suatu basis data, tabel,

view, indeks, trigger, dan sebagainya.

Contoh :

Use Inventory
Drop Table Barang

2. Data Manipulation Language

Data Manipulataion Language (DML) merupakan perintah-perintah yang

digunakan untuk menampilkan, menambah, mengubah dan menghapus data yang

ada pada objek yang didefinisikan oleh perintah DDL.

Bentuk umum dari pertanyaan-pertanyaan DML yang sering digunakan,

yaitu :

• Select

Perintah Select digunakan untuk mencari baris data (record-record)

dari suatu tabel atau view.

Contoh :

44
Use Inventory
Select * from Barang

• Insert

Perintah Insert digunakan untuk menyisipkan atau menambah baris

data baru pada sebuah tabel atau view.

Contoh :

Use Inventory
Insert Into Barang
(kode,nama) Values (‘EL123’,’TV’)

• Update

Perintah Update digunakan untuk mengubah data dalam sebuah tabel.

Contoh :

Use Inventory
Update Barang
Set Nama = ’Televisi Berwarna’
Where Kode = ‘EL123’

• Delete

Perintah Delete digunakan untuk menghapus baris data pada sebuah

tabel.

Contoh :

Use Inventory
Delete Barang

• Commit

Perintah Commit digunakan untuk menuliskan perubahan ke dalam

disk secara permanen.

Contoh :

45
Begin Tran Ubah_Barang
Update Barang set Jumlah=0
Where Jumlah is Null
Commit Tran Ubah_Barang

• Rollback

Perintah Rollback digunakan untuk membatalkan perubahan yang

dilakukan setelah perintah Commit yang terakhir.

Contoh :

Begin Tran Ubah_Barang


IF Exists
(Select * From Barang When Jumlah > 0)
Update Barang Set Jumlah = 0
Where Jumlah is Null
ELSE
Rollback Tran Ubah_Barang

3. Data Control Language

Data Control Language (DCL) digunakan untuk mengontrol hak-hak pada

objek-objek basis data.

Bentuk umum dari pertanyaan-pertanyaan DCL yang sering digunakan,

yaitu :

• Grant

Perintah Grant digunakan untuk memberikan hak kepada pengguna

untuk mengakses sebuah basis data

Contoh :

Perintah dibawah ini digunakan untuk memberikan izin dalam

menjalankan perintah Select pada table barang di dalam basis data

Inventory pada role Public.

46
Use Inventory
Grant Select
On Barang To Public

Contoh :

GRANT INSERT, UPDATE, DELETE


ON authors TO Dinda, Adelia, Yudha

• Revoke

Perintah Revoke digunakan untuk membuang hak yang telah diberikan

(karena perintah Grant) atau hak yang dilarang (karena perintah Deny).

Contoh :

Use Inventory
Revoke Select
On Barang to Public

• Deny

Perintah Deny digunakan untuk membuat sebuah entry dalam sistem

sekuritas yang melarang sebuah izin pada sebuah account melalui grup

atau keanggotaan role.

Contoh :

Use Inventory
Deny Select
On barang to Public

2.16 Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer otonom yang saling

berhubungan antara satu dengan yang lainnya menggunakan protokol komunikasi

sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, penggunaan bersama

perangkat keras, berbagi file-file, dan sebagainya. Selain itu jaringan komputer

47
bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada di

berbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.

Tujuan dibangunnya suatu jaringan komputer adalah membawa informasi

secara tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim menuju ke sisi

penerima melalui media komunikasi.(Kristianto, 2003)

2.16.1 Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi didalam

gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali

digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation

dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource dan

saling bertukar informasi. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti

bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui

sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasannya, menyebabkan adanya

kemungkinan untuk menggunakan jenis design tertentu.

LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN

tradisional beroprasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit per

detik) dengan delay rendah dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN

modern dapat beroprasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan

megabit/detik.

Gambar dibawah ini menjelaskan tentang LAN secara umum.

48
Gambar 4.14 Local Area Network (Kristianto, 2003)

2.17 Konsep Dasar Zakat, Infak dan Sedekah

2.17.1 Pengertian Zakat

Zakat adalah isim masdar dari kata zaka-yazku-zakah. Oleh karena kata
dasar zakat adalah zaka yang berarti berkah, tumbuh, bersih, baik, dan bertambah.
Dengan makna tersebut, orang yang telah mengeluarkan zakat diharapkan hati dan
jiwanya akan menjadi bersih, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-
Taubah : 103.

3 öΝçλ°; Ös3y™ y7s?4θn=|¹ ¨βÎ) ( öΝÎγø‹n=tæ Èe≅|¹uρ $pκÍ5 ΝÍκŽÏj.“t è?uρ öΝèδãÎdγsÜè? Zπs%y‰|¹ öΝÏλÎ;≡uθøΒr& ôÏΒ õ‹è{

∩⊇⊃⊂∪ íΟŠÎ=tæ ìì‹Ïϑy™ ª!$#uρ

Artinya ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu

membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka,

49
sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka.

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Zakat merupakan salah satu ciri dari sistem ekonomi Islam, karena zakat

merupakan salah satu implementasi azas keadilan dalam sistem ekonomi Islam.

Zakat mempunyai enam prinsip yaitu :

1. Prinsip keyakinan keagamaan; yaitu bahwa orang yang membayar zakat

merupakan salah satu manifestasi dari keyakinan agamanya.

2. Prinsip pemerataan dan keadilan; merupakan tujuan sosial zakat yaitu

membagi kekayaan yang diberikan Allah lebih merata dan adil kepada

manusia.

3. Prinsip produktifitas; menekankan bahwa zakat memang harus dibayar

karena milik tertentu telah menghasilkan produk tertentu setelah lewat

jangka waktu tertentu.

4. Prinsip nalar; sangat rasional bahwa zakat harta yang menghasilkan itu

harus dikeluarkan.

5. Prinsip kebebasan; zakat hanya dibayar oleh orang yang bebas

6. Prinsip etika dan kewajaran; yaitu zakat tidak dipungut secara semena-

mena.

2.17.2 Sumber dan Peruntukan Zakat

2.17.2.1 Sumber Zakat

Para ulama Islam sepakat bahwa zakat hanya diwajibkan kepada seorang

muslim dewasa yang waras, merdeka, dan memiliki kekayaan dalam jumlah

tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula.

50
Zakat itu diwajibkan berdasarkan ayat-ayat yang jelas dan hadis-hadis

yang shahih, yang kesemuanya menegaskan bahwa zakat itu wajib dan wajibnya

itu sudah dipraktekan dari generasi ke generasi. Para ulama juga sepakat bahwa

zakat tidak diwajibkan kepada bukan muslim. Karena zakat adalah anggota tubuh

Islam yang paling utama dan karena itu orang kafir tidak mungkin diminta

melengkapinya, serta bukan pula hutang yang harus dibayarnya setelah masuk

Islam.

Pada dasarnya zakat hanya dibagi menjadi 2 bagian saja, yaitu zakat fitrah

dan zakat mal. Untuk zakat fitrah, sumber, ketentuan, kadar dan waktunya sudah

Allah tentukan sangat jelas, berbeda dengan zakat mal yang mempunyai beberapa

sumber, antara lain :

1. Hasil pertanian, yaitu hasil panen sayuran, buah-buahan dan biji-bijian

yang bernilai ekonomis,

2. Binatang ternak, seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan binatang ternak

lainnya,

3. Emas dan perak, meliputi harta atau barang yang terbuat dari emas dan

perak dalam bentuk apapun,

4. Hasil perniagaan, adalah semua komoditas yang diperjualbelikan dalam

berbagai jenis baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan,

perhiasan dan lain-lain. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan

secara perorangan atau berkelompok (perusahaan),

51
5. Hasil tambang, meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang

terdapat pada perut bumi dan laut dan memiliki nilai ekonomis seperti

minyak bumi, gas bumi, logam, batu bara, dan lainnya,

6. Barang temuan, yaitu harta yang ditemukan dan tidak diketahui

pemiliknya,

7. Zakat perusahaan (yang terkena zakat adalah perusahaannya, bukan badan

hukumnya)

8. Zakat profesi zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil

profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi ini mencakup pegawai negeri

atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis dan wiraswasta.

Berikut adalah dalil tentang zakat profesi adalah surat Al-Baqarah ayat

267 :

ÇÚö‘F{$# zÏiΒ Νä3s9 $oΨô_t÷z&r !$£ϑÏΒuρ óΟçFö;|¡Ÿ2 $tΒ ÏM≈t6ÍhŠsÛ ÏΒ (#θà)ÏΡr& (#þθãΖtΒ#u tÏ%©!$# $y㕃r'‾≈tƒ

(#þθßϑn=ôã$#uρ 4 ϵ‹Ïù (#θàÒÏϑøóè? βr& HωÎ) ϵƒÉ‹Ï{$t↔Î/ ΝçGó¡s9uρ tβθà)ÏΨè? çµ÷ΖÏΒ y]ŠÎ7y‚ø9$# (#θßϑ£ϑu‹s? Ÿωuρ (

∩⊄∉∠∪ Ïϑym ;Í_xî ©!$# ¨β&r

Artinya “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian

dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami

keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang

buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri

tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata

terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha

Terpuji.”

52
2.17.2.2 Peruntukan Zakat

Zakat mempunyai kedudukan yang penting, di al-Qur’an ditegaskan

kelompok-kelompok yang berhak menerima zakat. Bahkan pemerintah pun tidak

mempunyai otoritas untuk menggunakan dana zakat selain untuk kepentingan

kedelapan asnaf tersebut. Berikut adalah delapan asnaf yang berhak menerima

dana zakat, yaitu :

1. Golongan Fakir ialah orang yang amat sengsara hidupnya, tidak

mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya

2. Golongan miskin ialah orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam

keadaan kekurangan.

3. Amil zakat (Pengelola Zakat) ialah orang yang diberi tugas untuk

mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat

4. Mu’allaf ialah orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang

baru masuk Islam yang imannya masih lemah.

5. Untuk memerdekakan budak maksudnya mencakup juga untuk

melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir

6. Orang yang berhutang (gharim) ialah orang yang berhutang karena untuk

kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya.

Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam

dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

7. Orang yang berjuang dijalan Allah (Fisabilillah) yaitu untuk keperluan

pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang

53
berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-

kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

8. Orang yang sedang dalam perjalanan (Ibnu Sabil) ialah orang yang sedang

dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam

perjalanannya.

Kedelapan golongan penerima zakat ini terdapat dalam al-Qur’an surat at-

Taubah ayat 60 yang berbunyi :

†Îûuρ öΝåκæ5θè=è% Ïπx©9xσßϑø9$#uρ $pκöŽn=tæ t,Î#Ïϑ≈yèø9$#uρ ÈÅ3≈|¡yϑø9$#uρ Ï!#ts)àù=Ï9 àM≈s%y‰¢Á9$# $yϑ‾ΡÎ) *

íΟŠÎ=tæ ª!$#uρ 3 «!$# š∅ÏiΒ ZπŸÒƒÌsù ( È≅‹Î6¡¡9$# Èø⌠$#uρ «!$# È≅‹Î6y™ †Îûuρ tÏΒ̍≈tóø9$#uρ É>$s%Ìh9$#

∩∉⊃∪ ÒΟ‹Å6ym

Artinya ”Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-

orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk

hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,

untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan,

sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha

mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

2.17.3 Pelaksanaan Pengelolaan Zakat

2.17.3.1 Pelaksanaan Dalam Penghimpunan Zakat

Pengumpulan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat dengan cara

menerima atau mengambil dari muzakki atas dasar pemberitahuan muzakki. Badan

54
Amil Zakat dapat bekerja sama dengan bank dalam pengumpulkan zakat harta

muzakki yang berada di bank atas permintaan muzakki.

Hal yang menggembirakan adalah kesadaran berzakat di kalangan kaum

muslimin di Indonesia telah mengalami kemajuan. Ini dapat dilihat dengan

munculnya lembaga-lembaga atau badan amil zakat, baik yang dikelola

pemerintah maupun swasta. Namun perkembangan yang menggembirakan ini

belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat kaum muslimin.

Untuk menumbuhkan kesadaran berzakat, baik untuk pegawai institusional

pemerintah maupun swasta, dapat dilakukan berbagai cara di antaranya adalah :

1. Memberikan wawasan yang benar dan memadai tentang zakat, infaq dan

sedekah, baik dari segi apistemologi, terminologi maupun kedudukannya

dalam ajaran Islam.

2. Manfaat serta hajat dari zakat, infak, sedekah khususnya untuk pelakunya

maupun para mustahiq zakat.

2.17.3.2 Pelaksanaan dalam Pendayagunaan Zakat

Salah satu fungsi zakat adalah fungsi sebagai sarana saling berhubungan

sesama manusia terutama antara orang kaya dan orang miskin, karena dana zakat

dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk mengatasi kemiskinan yang merupakan

masalah sosial. Agar dana zakat yang disalurkan itu dapat berdaya guna dan

berhasil guna, maka pemanfaatanya harus selektif untuk kebutuhan konsumtif

atau produktif. Berikut adalah jenis-jenis bentuk penyaluran zakat :

1. Konsumtif tradisional

55
Makdunya adalah zakat dibagikan kepada muztahiq secara langsung untuk

kebutuhan konsumsi sehari-hari. Pola ini merupakan program jangka

pendek dalam mengatasi permasalahan umat.

2. Konsumtif kreatif

Maksudnya adalah zakat yang diwujudkan dalam bentuk barang konsumtif

dan digunakan untuk membantu orang miskin dalam mengatasi

permasalahan sosial dan ekonomi.

3. Produktif konvensional

Adalah zakat yang diberikan dalam bentuk barang-barang produktif,

dimana para mustahik dapat mencipkanan suatu usaha.

4. Produktif kreatif

Adalah pendistribusian zakat dalam bentuk pemberian modal bergulir,

baik untuk pemodalan proyek, modal usaha, atau pengembangan usaha.

2.17.4 Pengertian Infak

Infak adalah penggunaan harta untuk memenuhi kebutuhan (sharful maal

ilal haajah). Dengan demikian, infak mempunyai cakupan yang lebih luas

dibanding zakat.

Maka hibah, hadiah, wasiat, wakaf, nazar (untuk membelanjakan harta),

nafkah kepada keluarga, kaffarah (berupa harta) –karena melanggar sumpah,

melakukan zhihar, membunuh dengan sengaja, dan jima di siang hari bulan

Ramadhan–, adalah termasuk infak. Bahkan zakat itu sendiri juga termasuk salah

satu kegiatan infak. Sebab semua itu merupakan upaya untuk memenuhi

kebutuhan, baik kebutuhan pihak pemberi maupun pihak penerima.

56
Dengan kata lain, infak merupakan kegiatan penggunaan harta secara

konsumtif yakni pembelanjaan atau pengeluaran harta untuk memenuhi kebutuhan

bukan secara produktif, yaitu penggunaan harta untuk dikembangkan dan diputar

lebih lanjut secara ekonomis (tanmiyatul maal).

2.17.5 Pengertian Sedekah

Pengertian sedekah, infak, dan zakat memang beragam sesuai dengan

sudut pandang dari masing-masing pemerhati. Namun, berdasarkan penelitian dan

pengkajian kami, sebenarnya semuanya itu adalah sedekah. Pengertian sedekah

lebih luas dan umum. Dari Abu Musa Al Asy’ary, Nabi Muhammad SAW

bersabda :”Wajib atas setiap muslim bersedekah”. Dalam sebuah riwayat

disebutkan adanya tambahan ”...setiap hari”.

2.18 Studi Literatur Sejenis

Metode pengumpulan data dengan cara menganalisa penelitian sejenis

untuk mencari kelebihan terhadap penelitian yang peneliti lakukan sekarang dari

penelitian yang sudah ada. Dari hasil pengamatan penulis didapatkan beberapa

literature penelitian sejenis sebagai berikut.

Tabel 2.1 Studi Literatur Sejenis

Tommy Hutomo, Siti Nurhasanah, Alfian Surory,


Literatur Peneliti
2009 2010 2010

57
System
SDLC Tahapan
Development Life
Rapid Application perencanaan
Cycle(SDLC), RAD
Development (RAD) sistem, analisis,
tahapan Tahapan
Tahapan perancangan,
Metode pengenalan sistem perencanaan, Syarat,
perancanaan Syarat, pemrograman,
berjalan, Workshop Desain,
Workshop Desain, pengujian, serta
perancangan, Implementasi.
Implementasi. operasi dan
pembangunan,
implementasi
implementasi.

UML, use case


Unified Modelling UML, use case
diagram, narasi use
Language (UML), diagram, narasi use
case, class diagram,
use case, class case, class diagram,
Flowchart, STD, sequence diagram,
diagram,sequence sequence diagram,
DFD, normalisasi, activity diagram,
Tools diagram, Entity activity diagram,
kamus data, dan statechart diagram,
Relationship statechart diagram,
ERD. perancangan input-
Diagram, diagram database design,
output, perancangan
alur, perancangan perancangan
database, perancangan
antarmuka. antarmuka
form.

Pendaftaran muzakki,
Pendaftaran penerimaan ZIS, cetak
Pendaftaran muzakki, bukti setor, cetak
muzakki, Pedaftaran muzakki, pendaftaran rekening koran, cetak
penerimaan penerimaan donasi mustahik, laporan penerimaan,
Feature
donasi Zakat, ZIS, pemberitahuan pembayaran ZIS, pendaftaran mustahik,
Sistem
Infak dan Sedekah muzakki yang akan pengeluaran ZIS penyaluran langsung
(ZIS), Cetak membayar zakat langsung, laporan dan terprogram, cetak
Laporan. penerimaan, bukti salur, cetak
komentar. laporan penyaluran,
cetak kartu NPWZ.

Pemrogram Personal Home Page


Visual Basic.Net PHP PHP
an (PHP)
Admin,
Bag.Penghimpunan,
Bagian Bagian bag.penerimaan,
Lingkup Bag.Pendayagunaan,
Penghimpunan Penghimpunan dan
Admin
bag.pengeluaran.
Petugas
bag.penghimpunan,
Supervisor
Bag.Penghimpunan, Bag.Penghimpunan bag.penghimpunan,
Operator,
User manajer, admin, , manajer, petugas
manajer, admin
muzakki muzakki, mustahik bag.pendayagunaan,
Supervisor
bag.pendayagunaan,
Admin.

58
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Tujuan dari metodologi penelitian secara sederhana ialah bagaimana

mengetahui sesuatu yang dilakukan melalui sarat tertentu dengan prosedur yang

sistematis. Proses sistematis ini tidak lain adalah langkah-langkah metode ilmiah

yang menggambarkan proses pelaksanaan penelitian secara langsung maupun

tidak langsung atau pemahaman tentang cara berpikir dan cara melakukan hasil

berpikir menurut langkah-langkah ilmiah.

3.1 Metodologi Pengumpulan Data

Dalam penyusunan skripsi ini dibutuhkan data-data serta informasi yang

relatif lengkap sebagai bahan yang dapat mendukung kebenaran materi uraian dan

pembahasan. Oleh karena itu, sebelum penyusunan skripsi ini dilakukan, maka

perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk mengumpulkan dan menjaring

data serta informasi yang terkait dengan topik penelitian.

Proses pengumpulan data dapat dilakukan dengan teknik-teknik tertentu.

Teknik yang dipilih dan digunakan dalam proses pengumpulan data tergantung

pada sifat dan karakter penelitian yang dilakukan.

Adapun teknik yang peneliti gunakan dalam mendapatkan data-data adalah

sebagai berikut

59
3.1.1 Observasi atau Pengamatan Lapangan

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dengan

cara meninjau dan mengamati langsung proses penerimaan dan penyaluran dana

ZIS pada BAZNAS dan gambaran umum lembaga tersebut.

Observasi ini dilakukan selama menjalani Praktek Kerja Lapangan yaitu

pada tanggal 22 Februari 2010 sampai dengan 30 April 2010 di Bagian

Penghimpunan dan dilanjutkan kembali pada tanggal 29 Oktober 2010 di Bagian

Pendayagunaan pada Badan Amil Zakat Nasional Jl. Kebon Sirih No 57 Jakarta

Pusat. Dari observasi ini di dapat informasi mengenai sejarah singkat BAZNAS

yang dimulai dari sejarah, bentuk badan hukum, visi misi, program dan sistem

yang sedang berjalan.

Adapun tujuan melakukan observasi adalah sebagai berikut :

1. Mengamati proses pendataan muzakki dan proses pendataan mustahik.

2. Meneliti proses penerimaan dan penyaluran donasi ZIS,

3. Melihat bentuk laporan penerimaan dan penyaluran ZIS.

4. Mengamati sistem yang sedang berjalan pada lembaga yang nantinya

akan dijadikan tolak ukur dalam membuat sistem.

3.1.2 Wawancara

Melakukan wawancara dengan diwakili oleh Kepala Bagian Information

Technologi (IT) yaitu Bapak Adang Fitriadi yang sebelumnya sudah mengetahui

sistem seperti apa yang dibutuhkan oleh pengguna yang ada di bagian

Penghimpunan dan bagian Pendayagunaan pada saat Praktek Kerja Lapangan.

60
Peneliti kembali melakukan wawancara dengan pihak bagian

Pendayagunaan yaitu Bapak Rachmat Ricky guna mengetahui proses bisnis dan

program-program penyaluran ZIS yang ada di BAZNAS.

Kesimpulan peneliti dalam menanggapi wawancara tersebut mengenai

sistem yang sedang berjalan adalah :

1. Sistem yang sedang berjalan dioperasikan disetiap bagian lembaga secara

terpisah, seperti kepala bagian Penghimpunan mengontrol fungsi sistem

penerimaan dana ZIS dan kepala bagian Pendayagunaan mengontrol

fungsi sistem penyaluran dana ZIS.

2. Database penerimaan dengan database penyaluran ZIS dipasang secara

terpisah.

Untuk daftar wawancara antara peneliti dengan staf bagian pendayagunaan

dapat dilihat di halaman lampiran.

3.1.3 Studi Pustaka

Melakukan studi pustaka dengan cara membaca dan mempelajari buku-

buku yang berhubungan dengan analisa dan perancangan sistem, pemrograman

web serta buku-buku yang mendukung topik pembahasan dalam penyusunan

skripsi ini.

Selain itu, juga membaca artikel yang berhubungan dengan topik dalam

skripsi ini. Adapun daftar buku dan artikel yang menjadi referensi dalam

penyusunan skripsi ini dapat dilihat pada daftar pustaka.

61
3.1.4 Studi Literatur Sejenis

Adapun sumber penelitian sejenis yang digunakan diantaranya adalah

skripsi dari Siti Nurhasanah S.Kom dengan judul ”Pengembangan Sistem

Informasi Muzakki Menggunakan Pendekatan Berorientasi Objek”, skripsi dari

Tommy Hutomo S.Kom dengan judul ”Pengembangan Sistem Pengelola Data

Penerimaan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf Menggunakan Metode

Disconnected Architecture”, skripsi dari Alfian Surory Dzaky dengan judul

”Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web Pada Penerimaan

dan Pengeluaran ZIS”. Dari skripsi tersebut diperoleh gambaran mengenai latar

belakang masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, metode

pengumpulan, metode pengembangan sistem.

3.2 Metodologi Pengembangan Sistem

Proses pengembangan sistem diartikan sebagai satu set aktivitas, metode,

praktek terbaik, barang siap dikirim, dan peralatan terotomatis yang digunakan

para stakeholder untuk mengembangkan dan secara berkesinambungan

memperbaiki sistem informasi dan perangkat lunak, artinya pengembangan yang

dilakukan secara bertahap dari hal-hal yang menjadi kendala sistem sampai hal-

hal yang dibutuhkan sistem. Untuk mengembangkan sistem, dibutuhkan metode

pengembangan sistem yang tepat agar memenuhi tujuannya secara efektif dan

efisien.

Dalam pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak,

dan Sedekah ini, dengan menggunakan metode pengembangan pengembangan

62
aplikasi cepat atau yang biasa disebut Rapid Aplication Development (RAD).

Model RAD merupakan model bertingkat dari proses pengembangan perangkat

lunak yang menekankan pada sedikitnya siklus pengembangan.

3.3 Rapid Application Development (RAD)

Pada saat RAD diimplementasikan, maka para pemakai sistem bisa

menjadi bagian dari keseluruhan proses pengembangan sistem dengan bertindak

sebagai pengambilan keputusan pada setiap tahapan pengembangan. RAD bisa

menghasilkan suatu sistem dengan cepat karena sistem yang dikembangkan dapat

memenuhi keinginan dari para pemakai sehingga dapat mengurangi waktu untuk

pengembangan ulang setelah tahap implementasi.

Pada pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak,

dan Sedekah dalam alur proses RAD menggunakan tahapan seperti Requirement

Planning, Workshop Design, dan Implementation.

Adapun penjelasan mengenai alur proses RAD yang digunakan dalam

penelitian ini sebagai berikut : (Kendall dan Kendall, 2010)

1. Requirement Planning

Dalam tahap awal pengembangan sistem informasi manajemen zakat ini,

dilakukan beberapa tahap identifikasi diantaranya adalah penelitian

lapangan ke bagian Penghimpunan dan bagian Pendayagunaan yang

diperoleh gambaran umum lembaga, wawancara dengan pihak bagian

Penghimpunan dan bagian Pendayagunaan untuk mendapatkan data sistem

yang sedang berjalan, mengetahui proses bisnis pengolahan ZIS,

menganalisa sistem yang berjalan dan membuat usecase sistem berjalan.

63
2. Workshop Design

Mengidentifikasi solusi alternatif dan memilih solusi yang terbaik dengan

cara menganalisa sistem usulan, membuat usecase diagram sistem usulan,

dan perangkat yang menunjangnya. Namun tidak semua diagram yang

disediakan UML digunakan peneliti dalam perancangan sistem ini. Hanya

beberapa diagram UML saja yang digunakan peneliti dalam mendukung

perancangan sistem ini diantaranya use case diagram yang berguna untuk

mengetahui bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah sistem,

activity diagram dapat digunakan sebagai diagram alir dan

menggambarkan algoritma program, sequence diagram untuk

memperlihatkan kolaborasi antar objek, state diagram untuk mengetahui

bagaimana even mengubah objek selama aktif dan class diagram

digunakan untuk melihat hubungan-hubungan antar class dan database

serta sebagai tambahan design interface sistem usulan.

3. Implementation

Setelah tahap workshop design selesai, selanjutnya sistem

diimplementasikan (coding) ke dalam bentuk yang dimengerti mesin yang

diwujudkan dalam bentuk bahasa program. Tahap implementasi sistem

merupakan tahap meletakan sistem supaya siap untuk dioperasikan.

Perangkat lunak yang digunakan adalah XAMPP yang meliputi Apache

sebagai web server, PHP sebagai bahasa pemrograman, dan MySQL

sebagai database serta menggunakan notepad++ sebagai software editor.

Kemudian, dalam tahap ini peneliti menguji sistem dengan menggunakan

64
teknik pengujian Black-Box. Pada tahap pengujian sistem informasi ini,

peneliti akan menguji fungsi-fungsi yang tidak benar seperti input atau

output, kesalahan interface, kesalahan dalam struktur data atau akses

database.

Langkah-langkah pengembangan sistem melalui konsep RAD pada intinya

adalah mirip dengan pengembangan sistem secara umum (perencanaan, analisis,

perancangan, implementasi, pengujian kemudian perawatan). Perbedaannya

adalah pada kemampuannya untuk menggunakan lagi komponen-komponen yang

telah dibuat sebelumnya sehingga pengembang tidak perlu lagi membuat semua

komponen dari awal sehingga pada akhirnya menghasilkan sistem dengan waktu

yang lebih singkat.

Patut diperhatikan bahwa RAD tidak menggantikan siklus hidup

pengembangan perangkat lunak tetapi melengkapinya. RAD berfokus lebih pada

deskripsi proses dan dapat digabungkan secara sempurna dengan pendekatan

pengembangan sistem berorientasi objek. Pada aplikasinya, RAD melewati

beberapa tahap dengan cepat dan melengkapinya sedikit demi sedikit pada iterasi-

iterasi selanjutnya.

Metodologi berorientasi objek memerlukan alat bantu dalam analisis dan

perancangannya. UML membentuk notasi standar metodologi pengembangan

sistem informasi berorientasi objek. UML bukan salah satu metodologi, UML

hanya berkaitan atau mengenai notasi pemodelan yang biasanya digunakan dalam

metodologi berorientasi objek, bukan mengenai urutan pemodelan yang perlu

dilakukan dalam pengembangan sistem.

65
3.4 Kerangka Berpikir

Penyusunan skripsi ini disusun melalui beberapa tahapan yang harus

dilakukan guna memudahkan dalam penulisannya. Adapun kerangka berpikir

yang dilakukan pada penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Kerangka Berpikir

66
BAB IV

PEMBAHASAN

Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yaitu mengenai tahapan-

tahanpan yang dilakukan dalam penelitian manajemen zakat, infak dan sedekah

maka pada bab ini akan diuraikan secara rinci pembahasan mengenai

implementasi manajemen zakat, infak dan sedekah.

4.1 Requirement Planning

Pengembangan sistem yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini

adalah dengan menggunakan pendekatan Rapid Application Developement

(RAD). Tahap awal yang dilakukan pada pendekatan RAD adalah Perencanaan

Syarat-syarat. Pada fase tersebut dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu

membahas gambaran umum organisasi, analisis proses bisnis, identifikasi

masalah, dan analisa masalah dan kebutuhan sistem yang diusulkan.

4.1.1 Gambaran Umum Lembaga

BAZNAS merupakan badan resmi yang dibentuk Pemerintah berdasarkan

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 untuk melakukan tugas pengelolaan zakat

di tingkat nasional. Pengelolaan zakat meliputi kegiatan perencanaan,

pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengumpulan dan

pendistribusian serta pendayagunaan zakat.

BAZNAS adalah badan pengelola zakat yang dibentuk berdasarkan

Keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2001 sehingga memiliki kekuatan formal

sebagai lembaga non-struktural.

67
4.1.1.1 Visi dan Misi

1. Visi Lembaga

Menjadi badan zakat nasional yang anah, transparan dan professional.

2. Misi Lembaga

a. Meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui amil zakat.

b. Meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat nasional

sesuai dengan ketentuan syariah dan prinsip manajemen modern.

c. Menumbuh kembangkan pengelola/amil zakat yang amanah transparan

professional dan terintegrasi.

d. Mewujudkan pusat data zakat nasional.

e. Memaksimalkan peran zakat dalam menanggulangi masalah

kemiskinan di Indonesia melalui sinergi dan koordinasi dengan

lembaga terkait.

4.1.1.2 Struktur Dewan Pengurus

Gambar 4.1 Struktur Dewan Pengurus (BAZNAS)

68
4.1.1.3 Struktur Dewan Pelaksana

Gambar 4.2 Struktur Dewan Pelaksana (BAZNAS)

4.1.1.4 Produk Penghimpunan

1. Jenis Dana

a. Zakat :

• Zakat Profesi analog dengan zakat pertanian (qiyas syabah)

-Nishab setara 524 kg beras

-Kadar : 2,5% dari penghasilan

-Pembayaran setiap menerima penghasilan (tidak ada haul)

-Penghasilan Bruto

• Zakat Emas, perak, uang, simpanan


• Zakat perdagangan atau perusahaan
• Zakat pertanian atau peternakan

69
b. Infak, sedakah,

c. Dana CSR & BL, comdev perusahaan

d. Dana hibah lainnya : kafarat, fidyah, dll

2. Program Penghimpunan

a. STRATEGI PENGHIMPUNAN

• Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ)

• Kerjasama Program PKBL dan CSR

• Donasi Ritail Dan Kemanusiaan

b. Layanan Pembayaran ZIS

• Pembayaran melalui Konter Layanan ZIS

• Pembayaran melalui UPZ Mitra BAZNAS

• Pembayaran Melalui Bank : ATM, (transfer, phone & internet

banking)

• Pembayaran Layanan Jemput

c. Layanan Lain

• BAZNAS CARD (NPWZ )

• Laporan donasi

• SMS gateway

4.1.1.5 Produk Pendistribusian

Prinsip Pendistribusian

a. Kriteria penerima :

• Mustahik yang tidak mampu untuk bekerja secara produktif (lansia,

cacat, sakit, d.l.l)

70
• Mustahik yang mampu untuk bekerja produktif, tetapi tidak

mempunyai kesempatan

b. Bantuan yang diberikan tidak selalu berbentuk dana.

c. Bantuan bisa bersifat jangka panjang atau emergency

4.1.1.6 Program Pendayagunaan

1. Indonesia Peduli

Indonesia Peduli adalah program bantuan kepada mustahik untuk

memenuhi kebutuhan hidup yang mendesak seperti bantuan berobat,

tunggakan biaya sekolah, ibnu sabil, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Termasuk dalam program Indonesia Peduli adalah program bantuan

penanganan bencana seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, dan bencana

kemanusiaan lainnya. Penyaluran dana program Indonesia Peduli

dilakukan seperti :

a. Pusat Pelayanan Mustahik

b. Penanganan Bencana

• Bantuan evakuasi korban

• Pelayanan kesehatan gawat darurat

• Bantuan pangan dan sandang

• Bantuan rehabilitasi daerah pasca bencana

2. Indonesia Sehat

Indonesia Sehat adalah program bantuan kepada mustahik untuk

memenuhi kebutuhan kesehatan. Program Indonesia Sehat memberikan

71
bantuan layanan kesehatan khusus untuk fakir miskin dan mustahik

lainnya.

a. Unit Kesehatan Keliling

b. Dokter Keluarga Pra Sejahtera

c. Rumah Sehat Indonesia

d. Rumah Sehat Ibu dan Anak

e. Bantuan pengembangan rumah sakit yang sudah ada untuk

kepentingan para mustahik.

3. Indonesia Cerdas

Program Indonesia Cerdas adalah program bantuan pendidikan kepada

mustahik. Program Indonesia Cerdas ini terdiri dari :

a. Satu keluarga satu sarjana

b. Peningkatan kualitas madrasah swasta / pesantren

c. Media pintar (rumah, mobil, motor, kapal)

d. Sekolah anak jalanan

4. Indonesia Takwa

Program Indonesia Takwa adalah program untuk menjaga meningkatkan

dan memperkuat akhlak, etika, dan karakter umat, serta kesalehan

sosialnya. Yang termasuk program Indonesia Takwa adalah sebagai

berikut :

a. Dai mandiri

b. Kaderisasi ulama

c. Rumah Muallaf

72
5. Indonesia Makmur

Program Indonesia Makmur adalah program pemberdayaan ekonomi

untuk fakir miskin agar mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya.

Selain pemberian dana modal usaha, para peserta program yang di

kelompokan berdasarkan sektor usahanya juga mendapatkan

pendampingan dari aspek produksi sampai pemasaran. Pendekatan yang

dilakukan dalam program ini antara lain :

a. Sentral ternak makmur


b. Pasar modern mustahik
c. Pengembangan lembaga keuangan mikro syariah dan Baitul
Qiradh BAZNAS
d. Pemberdayaan Tani makmur

4.1.1.7 Pengembangan Jaringan

1. Pelatihan Pengembangan Kapasitas Organisasi

a. Manajemen Strategis
b. Perencanaan dan Manajemen Program
c. Manajemen Keorganisasian
d. Manajemen Keuangan
e. Fundraising
f. Komunikasi, Media & Public Relation
2. Penyusunan Sistem Pengukuran Kinerja Keorganisasian OPZ

3. Standarisasi Manajemen Mutu dan IT OPZ

a. Workshop konsultasi nasional


b. Sosialisasi dan implementasi Sistem Manajemen Mutu
c. Penggunaan Sistem Aplikasi SIMZIS bersama
d. Pengukuran Indeks Kesehatan OPZ

73
e. Penyusunan Kerangka Analisis dan Alat Analisis
f. Workshop Konsultasi Nasional Penetapan Indeks
Kesehatan OPZ
g. Proses scoring
h. Kompilasi data dan penyusunan laporan
i. Rekomendasi dan diseminasi hasil

4.1.1.8 Laporan Keuangan

Gambar 4.3 Laporan Keuangan Penghimpunan 2002-2009 (BAZNAS)

74
4.1.2 Analisa Proses Bisnis Sistem Berjalan

1. Bagian Penghimpunan

Verifikasi Input data Cetak Bukti


Pembayaran Setor dana ZIS
data penerimaan setor zakat
ZIS Muzakki ZIS

Input sistem
Bag.Penghimpunan Diberikan kepada
Bag.Keuangan
Muzakki

Arsip rekapitulasi Verifikasi rekapitulasi Verifikasi rekapitulasi Rekapitulasi harian

harian atau bulanan harian atau bulanan harian atau bulanan atau bulanan

Rekapitulasi harian dan Diperiksa oleh Kepala Diperiksa oleh


bulanan serta bukti-bukti Bag.Penghimpunan Bag.Penghimpunan
transaksi

Bag.Akuntansi

Gambar 4.4 Proses Bisnis Sistem Berjalan Bagian Penghimpunan (BAZNAS)

75
Dengan adanya dua bagian divisi yang tidak terintegrasi, peneliti akan

menganalisis proses bisnis dari sistem berjalan dan menganalisa kebutuhan data

dan informasi apa saja yang diperlukan.

Berikut ini adalah uraian dari setiap layanan pada sistem penerimaan ZIS

yang terdapat pada Bagian Penghimpunan :

1) Teller mengisi data muzakki dengan melihat tanda pengenal dari muzakki

tersebut. Data muzakki disimpan pada database sistem penghimpunan

ZIS.

2) Penerimaan donasi bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya ialah

dengan datang langsung ke kantor, transfer melalui bank, atau dengan

layanan jemput zakat. Apabila pembayaran dilakukan melalui transfer

bank, bagian teller akan memeriksa keakuratan informasi pembayaran

yang dikonfirmasikan oleh muzakki. Setelah itu mengecek rekening yang

dituju untuk memastikan saldo sudah bertambah yang artinya donasi sudah

masuk.

3) Untuk penerimaan dalam bentuk tunai, Bagian Penghimpunan

memberikan bukti penerimaan berupa bukti setor zakat setelah melengkapi

data muzakki pada format tersebut.

4) Teller memastikan kelengkapan data muzakki sebelum menyimpannya di

basisdata penerimaan. Muzakki dapat memperbaharui biodata pribadi

mereka dengan mengkonfirmasikannya langsung kepada teller.

76
5) Teller mengisi data penerimaan dan menyetorkan ZIS ke Bank, dihari yag

sama dengan tanggal penerimaan, atau pada hari kerja berikutnya apabila

dana diterima di luar jam Kas Bank atau saat Bank tidak beroperasi.

6) Bagian Penghimpunan menyusun, mencetak, dan menyerahkan laporan

rekapitulasi penerimaan ZIS, berikut salinan bukti penerimaan dananya,

kepada Kepala Bagian Penghimpunan dalam bentuk Rekapitulasi harian

penerimaan ZIS dan rekapitulasi bulanan penerimaan ZIS.

7) Teller memeriksa dan menandatangani hasil rekapitulasi harian

penerimaan ZIS yang dibuat oleh petugas konter dan memberikan ke

Kepala Bagian Penghimpunan

8) Kepala Bagian Penghimpunan memeriksa dan menandatangani hasil

rekapitulasi harian penerimaan ZIS dari teller, sebelum memberikan

kepada Kepala Bagian Keuangan dalam bentuk salinan rekapitulasi

penerimaan ZIS.

9) Laporan rekapitulasi penerimaan ZIS yang sudah ditandatangani Kepala

Bagian Penghimpunan beserta bukti-bukti transaksi diserahkan kepada

Bagian Akuntansi.

77
2. Bagian Pendayagunaan

Terima Surat Administrasi Sekretaris Direktur Direktur Pelaksana


permohonan / Proposal Pendayagunaan Pelaksana
Mencatat ke buku besar
Penyetujuan
surat / proposal masuk
permohonan
Melibatkan Ketua Bagian
Pendayagunaan

Revisi Survey dan Survey dan Verifikasi Distribusi Administrasi


Verifikasi Pendayagunaan
Melibatkan supervisor
Input ke sistem
pendayagunaan
Proposal konter
Layanan Mustahik

Proposal Partisipasi dan


Administrasi
proposal Program
Pendayagunaan

Gambar 4.5 Proses Bisnis Sistem Berjalan Bagian Pendayagunaan (BAZNAS)

78
Berikut adalah uraian dari setiap langkah pada sistem penyaluran zakat

yang terdapat pada Bagian Pendayagunaan :

1) Bag.Pendayagunaan mengisi data mustahik dengan melihat tanda pengenal

dari muzakki tersebut. Penentuan mustahik akan di-survey terlebih dahulu

dengan menganalisis pendapatan, kepemilikan harta, dan kepemilikan

tempat tinggal dengan menggunakan form survey. Setelah diterima, data

mustahik disimpan pada database sistem pendayagunaan ZIS.

2) Mustahik akan mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Bagian

Pendayagunaan baik itu bantuan langsung, atau bantuan untuk program

penyaluran.

3) Bagian Pendayagunaan akan mencatatnya pada buku besar surat masuk

yang selanjutnya akan diperiksa dan disetujui oleh sekretaris direktur

pelaksana dan direktur pelaksana.

4) Setelah proposal disetujui, Bagian Pendayagunaan akan menginput surat

permohonan kedalam sistem pendayagunaan.

5) Pendistribusian permohonan Konter Layanan Mustahik (bantuan

langsung), partisipasi dan program pendayagunaan akan didistribusikan

oleh staf Bagian Pendayagunaan.

6) Selama pendistribusiannya, akan dilakukan pemeriksaan dan verifikasi

oleh supervisor dan Kepala Bagian Pendayagunaan. Kemudian dilakukan

pula revisi pemeriksaan dan verifikasi oleh direktur pelaksana.

7) Setelah itu, pembuatan rekapitulasi harian dan rekapitulasi bulanan yang

diserahkan kepada bagian keuangan dan akuntansi.

79
4.1.3 Analisis Permasalahan dan Kebutuhan Sistem

Sistem yang berjalan yang terdapat pada BAZNAS masih belum

terintegrasi antara Bagian Penghimpunan ZIS dengan Pendayagunaan ZIS dalam

artian BAZNAS memiliki sistem yang berbeda-beda disetiap bagian (divisi). Hal

ini akan berakibat pada ketidakefektifan dalam melakukan proses transaksi. Setiap

sistem yang berjalan memiliki administrator tersendiri dalam mengatur proses

transaksi dari sistem tersebut.

Dengan melihat permasalahan diatas, maka diperlukan sebuah sistem

terintegrasi antara Bagian Penghimpunan dengan Bagian Pendayagunaan. Selain

untuk keefisienan dan keefektifan proses transaksi penerimaan dan penyaluran

serta pembuatan laporannya, hal ini juga untuk meningkatkan kepercayaan umat

(muzakki) terkait keakuratan dan transparansi laporan jumlah penerimaan dan

penyaluran ZIS.

Peneliti akan merancang sistem yang memiliki hak akses (authorization)

dari masing-masing bagian seperti halnya Bagian Penghimpunan hanya bisa

mengakses pendaftaran muzakki, penerimaan donasi, pembuatan laporan

penerimaan, cetak bukti setor ZIS dan lainnya serta Bagian Pendayagunaan hanya

bisa mengakses pendaftaran mustahik, penyaluran donasi, pembuatan laporan

penyaluran, cetak bukti salur dan lainnya yang berkaitan dengan penyaluran.

Setiap bagian memiliki seorang supervisor yang bertindak sebagai kepala

bagian yang mengatur dan memeriksa laporan-laporan transaksi dan user yang

lainnya bertindak sebagai staf bagian.

80
Berikut ini adalah prosedur secara umum dari perancangan sistem

mengenai alur penerimaan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang

diusulkan.

1) Administrator, Bagian Penghimpunan, dan Bagian Pendayagunaan

melakukan login sebagai user untuk mengakses sistem dan melakukan

proses penerimaan atau penyaluran ZIS.

2) Selanjutnya akan dilakukan pengecekan apakah aktor tersebut terdaftar

atau tidak. Apabila user belum terdaftar maka pengoprasian sistem akan

ditolak. Apabila terdaftar maka pengoprasian sistem akan dilanjutkan.

3) Apabila user login sebagai Bagian Penghimpunan, maka sistem akan

menampilkan menu penerimaan ZIS. Begitu pula dengan login sebagai

Bagian Pendayagunaan yang hanya menampilkan menu penyaluran ZIS.

Namun apabila login sebagai administrator, sistem akan menampilkan

keseluruhan menu termasuk menu pengaturan sistem.

4) User yang login sebagai Bagian Penghimpunan dapat menerima donasi

penerimaan ZIS dari muzakki yang sebelumnya harus terdaftar sebagai

muzakki di BAZNAS. Apabila belum terdaftar, petugas Bagian

Penghimpunan akan melakukan proses pendaftaran muzakki. Selanjutnya

petugas menerima zakat atau infak dari muzakki tersebut. Selanjutnya

petugas Bagian Penghimpunan mencetak bukti setor sebagai arsip dan

diberikan kepada muzakki.

5) User yang login sebagai Bagian Penghimpunan menyalurkan donasi

kepada mustahik yang terdaftar pada BAZNAS. Apabila belum terdaftar,

81
petugas Bagian Pendayagunaan akan mendaftarkan mustahik tersebut

melalui beberapa proses analisis pendaftaran mustahik. Ada beberapa

kriteria pengajuan sebagai mustahik pada BAZNAS namun, pada sistem

ini tidak membahas mengenai proses analisa pengajuan dan penerimaan

sebagai mustahik BAZNAS. Apabila sudah terdaftar mustahik, Bagian

Pendayagunaan melakukan proses penyaluran mustahik tersebut setelah

Bagian Pendayagunaan menerima permohonan bantuan dari mustahik.

6) User yang login sebagai administrator memiliki hak akses penuh pada

sistem namun, administrator tidak dianjurkan dalam menambah atau

memodifikasi transaksi penerimaan dan penyaluran ZIS.

Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai lingkungan atau media

yang akan digunakan dalam proses pengembangan sistem yaitu meliputi

perangkat lunak (software) yang digunakan, sistem operasi yang digunakan, dan

spesifikasi perangkat keras (hardware) yang digunakan.

1) Jenis Perangkat Lunak yang Digunakan

Dalam membanguna sistem manajemen ZIS ini digunakan beberapa

perangkat lunak yang digunakan yaitu :

a. Sistem operasi yang digunakan dalam mengimplementasikan

pembangunan sistem ini adalah Windows XP.

b. Bahasa pemrograman PHP.

c. Pembangunan Database Management System (DBMS) dalam sistem

ini menggunakan database MySQL.

82
d. Software Microsoft Office Visio.

e. Software Notepad ++.

f. Web Server yang digunakan adalah Apache Web Server

g. Browser yang digunakan adalah Mozila firefox, Internet Explorer,

Opera atau Google Chrome.

2) Perangkat Keras Minimal yang Digunakan

Perangkat keras yang digunakan untuk membangun dan mendukung

pengembangan sistem informasi ini adalah dengan spesifikasi sebagai

berikut:

a. RAM 512 MB

b. Processor Pentium 4

3) Konfigurasi Jaringan

4.2 Workshop Design

Pada tahap workshop design, dibuat desain yang merupakan solusi dari

hasil analisis pada tahap requirement planning.

4.2.1 Use Case Diagram

Tahap pertama dalam perancangan sistem yaitu mendesain use case

diagram. Interaksi antara sistem, eksternal sistem dan user dapat dilihat dalam use

case diagram. Adapun langkah-langkah membuat use case.

1. Identifikasi aktor
2. Identifikasi use case
3. Use Case diagram
4. Use Case spesification

83
1. Identifikasi Aktor

Tabel 4.1 Identifikasi Aktor

No. Aktor Deskripsi

Orang yang bertanggungjawab terhadap


1. Administrator pengelolaan data-data yang terkait dalam Sistem
Informasi Manajemen ZIS.

Melihat dan mencetak laporan penerimaan dan


2. Direktur
penyaluran.

Bagian yang bertugas sebagai penghimpunan


donasi dimulai dari pendaftaran muzakki,
3. Petugas Bagian
Penghimpunan penerimaan donasi, bukti setor, dan laporan
penerimaan donasi.

4. Supervisor Bagian Hak akses Supervisor Bag.Penghimpunan hanya


Penghimpunan melihat laporan penerimaan donasi.

Bagian yang bertugas sebagai penyaluran donasi


5. dimulai dari pendaftaran mustahik, layanan
Petugas Bagian
Pendayagunaan penyaluran langsung dan program penyaluran,
bukti salur, dan laporan penyaluran donasi.

6. Supervisor Bagian Hak akses Supervisor Bag. Pendayagunaan


Pendayagunaan hanya melihat laporan penyaluran donasi.

2. Identifikasi Use Case

Tabel 4.2 Identifikasi Use Case

No. Use Case Description Aktor


Name

84
Use case ini menggambarkan Administrator, Bag.
1. Login fungsi login dari user yang hendak Penghimpunan dan
mengakses sistem. Bag.Pendayagunaan.
Use Case ini menggambarkan
2. Pendaftaran fungsi dari Bag.Penghimpunan Bag.Penghimpunan
Muzakki dalam mendaftarkan muzakki.

Use Case ini menggambarkan


3. Lihat Data fungsi dari Bag.Penghimpunan
Bag.Penghimpunan
Muzakki dalam melihat data muzakki yang
sudah terdaftar.

Use Case ini menggambarkan


4. Lihat Data fungsi dari Bag.Penghimpunan
Bag. Penghimpunan
rekening dalam melihat data muzakki yang
memiliki nomor rekening.

Use Case ini menggambarkan


fungsi Bag.Penghimpunan dalam
5. Bayar Donasi menerima dana zakat, infak, dan Bag.Penghimpunan
zakat fitrah dari muzakki yang
sudah terdaftar.

Use Case ini menggambarkan


6. Bukti Setor fungsi cetak transaksi penerimaan Bag.Penghimpunan
donasi.

Use Case ini menggambarkan


7. Laporan
fungsi cetak laporan penerimaan Bag.Penghimpunan
Penerimaan
donasi.

Tambah Use Case ini menggambarkan


8. Program fungsi penambahan program Administrator
penyaluran utama penyaluran.

Use Case ini menggambarkan


Tambah
9. fungsi penambahan subprogram
Subprogram Administrator
penyaluran dari program utama
penyaluran
penyaluran.

85
Use Case ini menggambarkan
Tambah
10. fungsi penambahan kategori dari
kategori zakat Administrator
zakat maal dan penentuan kadar
maal
dari jenis zakat maal tersebut.

Tambah Use Case ini menggambarkan


11. kategori fungsi penambahan kategori Administrator
mustahik mustahik yang biasa disalurkan.

Use Case ini menggambarkan


12. fungsi penambahan user yang
Tambah User Administrator
memiliki hak akses pada
bagiannya.

Use Case ini menggambarkan


13. Pendaftaran
fungsi dari Bag.Pendayagunaan Bag.Pendayagunaan
Mustahik
mendaftarkan mustahik.

Use Case ini menggambarkan


14. Lihat Data fungsi dari Bag.Pendayagunaan
Bag.Pendayagunaan
Mustahik dalam melihat data mustahik yang
sudah terdaftar.

Use Case ini menggambarkan


fungsi dari Bag.Pendayagunaan
15. Penyaluran dalam menyalurkan donasi secara
Bag.Pendayagunaan
Langsung langsung kepada mustahik yang
surat permohonannya telah
disetujui.

Use Case ini menggambarkan


fungsi dari Bag.Pendayagunaan
16. Penyaluran
dalam menyalurkan donasi melalui Bag.Pendayagunaan
Program
program-program yang telah
didaftarkan.

Use Case ini menggambarkan


17. Bukti Salur fungsi cetak transaksi penyaluran Bag.Pendayagunaan
donasi.

86
Use Case ini menggambarkan
18. Laporan fungsi cetak laporan penyaluran Bag.Pendayagunaan
Penyaluran
donasi.

3. Use Case Diagram

Gambar 4.6 Use Case Sistem Usulan

87
4. Spesifikasi Use Case

Berikut adalah beberapa spesifikasi use case yang terbentuk dari kegiatan

bisnis dan use case diagram yang ada pada usulan sistem.

a. Spesifikasi Use Case Login

Tabel 4.3 Spesifikasi Use Case Login

Nama Use Case Login

Petugas Bag. Penghimpunan, Supervisor Bag.


Primary Actor Penghimpunan, Petugas Bag. Pendayagunaan, Supervisor
Bag. Pendayagunaan dan Administrator

- Bag.Penghimpunan, Bag.Pendayagunaan dan


Administrator sudah terdaftar terlebih dahulu sebagai
Precondition
user
- Memasukkan kode login dan password

Dapat masuk ke dalam sistem informasi manajemen ZIS


Success Guarantee
sesuai dengan hal akses masing-masing bagian

Alternate Flow User harus mengisi kode login dan password kembali

Memasukkan kode login dan password, kemudian akan


Description
dilakukan pengecekan di dalam database

b. Spesifikasi Use Case Daftar Muzakki

Tabel 4.4 Spesifikasi Use Case Daftar Muzakki

Nama Use Case Pendaftaran muzakki

88
Primary Actor Petugas Bag.Penghimpunan

Petugas Bag.Penghimpunan mengisi form pendaftaran


Precondition
muzakki selengkap-lengkapnya

Menampilkan form pengisian biodata muzakki seperti


Success Guarantee nama, tanggal lahir, alamat, pekerjaan, dan lainnya dan
akan masuk ke dalam database muzakki.

Petugas Bag.Penghimpunan harus mengisi kembali


Alternate Flow
biodata muzakki selengkapnya.

Petugas Bag.Penghimpunan mengisi biodata muzakki


Description
yang bersedia membayar zakat, infak, dan sedekahnya.

c. Spesifikasi Use Case Lihat Data Muzakki

Tabel 4.5 Spesifikasi Use Case Lihat Data Muzakki

Nama Use Case Lihat data muzakki

Primary Actor Petugas Bag.Penghimpunan

Biodata muzakki seperti nama, tempat lahir, tanggal lahir,


Precondition alamat, pekerjaan, dan lainnya harus sudah terdaftar
sebagai muzakki terlebih dahulu.

Biodata dari para muzakki yang sudah terdaftar akan


Success Guarantee
ditampilkan pada halaman muzakki.

Petugas Bag.Penghimpunan harus mengisi ulang biodata


Alternate Flow muzakki seperti nama, tempat lahir, tanggal lahir,
pekerjaan dengan benar.

89
Petugas Bag.Penghimpunan melihat daftar muzakki dan
Description dapat melihat biodata muzakki dan menambahkan nomor
rekening muzakki.

d. Spesifikasi Use Case Bayar Donasi

Tabel 4.6 Spesifikasi Use Case Bayar Donasi

Nama Use Case Bayar Zakat Donasi

Primary Actor Petugas Bag.Penghimpunan

Orang yang akan membayar donasi harus sudah terdaftar


Precondition
terlebih dahulu sebagai muzakki

Menampilkan daftar muzakki dan memilih muzakki yang


akan membayar donasi. Petugas memilih jenis donasi
mana yang akan dibayar oleh muzakki.
Jika memilih bayar zakat maal, maka akan menampilkan
form penerimaan pembayaran zakat maal lalu memilih
Success Guarantee
kategori zakat maal mana yang akan digunakan.
Jika memilih bayar infak, maka akan menampilkan form
pembayaran infak.
Jika memilih zakat fitrah, maka akan menampilkan form
pembayaran zakat fitrah.

Alternate Flow -

Petugas Bag.Penghimpunan menerima pembayaran donasi


Description dari muzakki yang sudah terdaftar dan memilih jenis
donasi yang akan dibayar.

90
Petugas Bag. Penghimpunan dapat langsung mengedit
jumlah donasi yang dibayar dan langsung mencetak bukti
setor penerimaan donasi.

e. Spesifikasi Use Case Lihat Data Rekening Muzakki

Tabel 4.7 Spesifikasi Use Case Lihat Data Rekening Muzakki

Nama Use Case Lihat Data Rekening Muzakki

Primary Actor Petugas Bag.Penghimpunan

Bag. Penghimpunan melakukan pendaftaran muzakki yang


Precondition memiliki nomor rekening yang digunakan untuk
pembayaran donasi melalui transfer.

Menampilkan daftar muzakki yang memiliki nomor


Success Guarantee
rekening.

Petugas Bag.Penghimpunan harus sudah melakukan


Alternate Flow
pendaftaran muzakki.

- Petugas Bag.Penghimpunan melihat data nomor


rekening.
Description
- Petugas Bag. Penghimpunan dapat menambah nomor
rekening muzakki.

f. Spesifikasi Use Case Bukti Setor

Tabel 4.8 Spesifikasi Use Case Bukti Setor

Nama Use Case Bukti Setor

91
Primary Actor Petugas Bag.Penghimpunan

Petugas Bag.Penghimpunan harus sudah melakukan


Precondition proses penerimaan dan mengisi penerimaan zakat, infak,
atau lainnya pada hari ini.

Menampilkan daftar muzakki yang telah membayar zakat


Success Guarantee
maal, infak, dan zakat fitrah.

Petugas Bag.Penghimpunan harus sudah melakukan


Alternate Flow transaksi penerimaan zakat, infak, atau lainnya terlebih
dahulu.

- Petugas Bag.Penghimpunan melihat bukti setor


muzakki dari pembayaran donasi.
Description
- Petugas Bag.Penghimpunan dapat mencetak bukti
setor zakat, infak, dan lainnya.

g. Spesifikasi Use Case Laporan Penerimaan

Tabel 4.9 Spesifikasi Use Case Laporan Penerimaan

Nama Use Case Laporan Penerimaan

Petugas Bag.Penghimpunan dan Supervisor


Primary Actor
Bag.Penghimpunan

Petugas Bag.Penghimpunan telah mengisi penerimaan


Precondition
zakat, infak, dan lainnya.

Menampilkan daftar muzakki yang telah membayar zakat,


Success Guarantee
infak, dan zakat fitrah pada periode yang telah ditentukan.

92
Petugas Bag.Penghimpunan menentukan periode
Alternate Flow
penerimaan untuk dapat melihat hasil penerimaannya.

- Petugas Bag.Penghimpunan dan Supervisor


Bag.Penghimpunan melihat data penerimaan zakat,
infak dan lainnya pada periode yang telah ditentukan.
Description
- Petugas Bag.Penghimpunan dan Supervisor
Bag.Penghimpunan dapat mencetak laporan
penerimaan zakat, infak, dan lainnya.

h. Spesifikasi Use Case Daftar Mustahik

Tabel 4.10 Spesifikasi Use Case Daftar Mustahik

Nama Use Case Daftar Mustahik

Primary Actor Petugas Bag.Pendayagunaan

Petugas Bag.Pendayagunaan sudah melihat syarat-syarat


Precondition menjadi mustahik sesuai dengan ketentuan dan melihat
kriteria mustahik.

Menampilkan form pengisian Biodata mustahik seperti


Success Guarantee nama, tanggal lahir, alamat, pekerjaan, dan lainnya dan
akan masuk ke dalam database muzakki.

Petugas Bag.Pendayagunaan harus mengisi kembali


Alternate Flow
biodata mustahik yang kurang.

Petugas Bag.Pendayagunaan mengisi biodata mustahik


Description yang akan menerima bantuan penyaluran baik secara
langsung atau melalui program penyaluran.

93
i. Spesifikasi Use Case Lihat Data Mustahik

Tabel 4.11 Spesifikasi Use Case Lihat Mustahik

Nama Use Case Lihat Data Mustahik

Primary Actor Petugas Bag.Pendayagunaan

Biodata mustahik seperti nama, tempat lahir, tanggal lahir,


Precondition alamat, pekerjaan, dan lainnya harus sudah terdaftar
sebagai mustahik terlebih dahulu.

Biodata dari para mutahik yang sudah terdaftar akan


Success Guarantee
ditampilkan pada halaman mutahik.

Petugas Bag.Pendayagunaan harus mengisi ulang biodata


Alternate Flow mustahik seperti nama, tempat lahir, tanggal lahir,
pekerjaan dengan benar.

Petugas Bag.Pendayagunaan melihat daftar mustahik dan


Description dapat melihat biodata muzakki serta dapat mencetak
biodata mustahik.

j. Spesifikasi Use Case Penyaluran Program

Tabel 4.12 Spesifikasi Use Case Penyaluran Program

Nama Use Case Penyaluran Program

Primary Actor Petugas Bag.Pendayagunaan

94
- Data program penyaluran dan subprogramnya sudah
terdaftar.
Precondition
- Biodata orang yang akan disalurkan bantuan harus
terdaftar sebagai mustahik terlebih dahulu.

Menampilkan daftar subprogram penyaluran dari program


Success Guarantee
utama penyalurannya.

Petugas Bag.Pendayagunaan mengisi data transaksi


Alternate Flow
penyaluran dengan benar.

Petugas Bag.Pendayagunaan menyalurkan dana melalui


Description
program-program penyaluran.

k. Spesifikasi Use Case Penyaluran Langsung

Tabel 4.13 Spesifikasi Use Case Penyaluran Langsung

Nama Use Case Penyaluran Langsung

Primary Actor Petugas Bag.Pendayagunaan

Biodata orang yang akan disalurkan bantuan harus


Precondition
terdaftar sebagai mustahik terlebih dahulu.

Success Guarantee Menampilkan form transaksi penyaluran

Petugas Bag.Pendayagunaan mengisi data transaksi


Alternate Flow
penyaluran dengan benar.

Petugas Bag.Pendayagunaan menyalurkan dana kepada


Description
mustahik yang memerlukan bantuan secara langsung.

95
l. Spesifikasi Use Case Bukti Salur

Tabel 4.14 Spesifikasi Use Case Bukti Salur

Nama Use Case Bukti Salur

Primary Actor Petugas Bag.Pendayagunaan

Petugas Bag.Pendayagunaan harus sudah melakukan


Precondition proses penyaluran dan mengisi penyaluran zakat, infak,
atau lainnya pada hari ini.

Menampilkan daftar mustahik yang telah disalurkan


Success Guarantee
bantuan.

Petugas Bag.Pendayagunaan harus sudah mengisi data


Alternate Flow
transaksi penyaluran pada hari ini.

- Bag.Penghimpunan melihat bukti salur kepada


mustahik.
Description
- Bag.Penghimpunan dapat mencetak bukti salur zakat,
infak, dan lainnya.

m. Spesifikasi Use Case Laporan Penyaluran

Tabel 4.15 Spesifikasi Use Case Laporan Penyaluran

Nama Use Case Laporan Penyaluran

Primary Actor Petugas Bag.Pendayagunaan dan Supervisor


Bag.Pendayagunaan

Precondition Petugas Bag.Pendayagunaan telah melakukan proses


penyaluran dan mengisi transaksi penyaluran dana.

96
Success Guarantee Menampilkan daftar mustahik yang telah disalurkan
bantuan pada periode yang telah ditentukan.

Alternate Flow Petugas Bag.Pendayagunaan menentukan periode


penerimaan untuk dapat melihat data penyalurannya.

- Petugas Bag.Pendayagunaan dan Supervisor


Bag.Pendayagunaan melihat data penyaluran bantuan
Description pada periode yang telah ditentukan.
- Petugas Bag.Pendayagunaan dan Supervisor
Bag.Pendayagunaan dapat mencetak laporan
penyaluran bantuan.

n. Spesifikasi Use Case Tambah Program Penyaluran

Tabel 4.16 Spesifikasi Use Case Tambah Program Penyaluran

Nama Use Case Tambah Program Penyaluran

Primary Actor Administrator

Administrator melakukan penambahan program-program


Precondition
penyaluran yang telah disetujui oleh manajer.

Success Guarantee Menampilkan daftar program-program penyaluran.

Administrator mengisi program penyaluran yang sudah


Alternate Flow
disetujui oleh manajer.

Administrator mengisi program-program utama


Description penyaluran yang telah disetujui oleh manajer, sebagai
produk layanan penyaluran.

97
o. Spesifikasi Use Case Tambah Subprogram Penyaluran

Tabel 4.17 Spesifikasi Use Case Tambah Subprogram Penyaluran

Nama Use Case Tambah Subprogram Penyaluran

Primary Actor Administrator

Administrator harus sudah mengisi program penyaluran


Precondition utama yang terkait dengan subprogram yang akan
didaftarkan.

Menampilkan daftar subprogram dari program utama


Success Guarantee
penyaluran.

- Administrator mengisi program penyaluran yang sudah


disetujui oleh manajer.
Alternate Flow - Program penyaluran utama harus sudah terdaftar yang
terkait dengan subprogram penyaluran yang akan
didaftarkan.

Setelah administrator mendaftarkan program penyaluran


utama yang telah disetujui oleh manajer, manajer harus
Description
mengisi sub program penyaluran sebagai kegiatan-
kegiatan yang dilakukan pada program tersebut.

p. Spesifikasi Use Case Tambah Kategori Zakat Maal

Tabel 4.18 Spesifikasi Use Case Tambah Kategori Zakat Maal

Nama Use Case Tambah Kategori Zakat Maal

Primary Actor
Administrator

98
Administrator melakukan pengisian kategori zakat maal
Precondition sesuai dengan ketentuan dari dewan pengawan syariah dan
manajer.

Menampilkan daftar kategori zakat maal dan kadar dari


Success Guarantee
zakat maal tersebut.

Administrator melakukan pengisian kategori zakat maal


Alternate Flow
yang telah disetujui manajer.

Administrator mengisi kategori zakat maal sebagai alat


Description
penghitungan kadar zakat.

q. Spesifikasi Use Case Tambah Kategori Mustahik

Tabel 4.19 Spesifikasi Use Case Tambah Kategori Mustahik

Nama Use Case Tambah Kategori Mustahik

Primary Actor Administrator

Administrator melakukan pengisian kategori mustahik


Precondition sesuai dengan ketentuan dari al-Quran dan disetujui oleh
manajer.

Success Guarantee Menampilkan daftar kategori mustahik.

Administrator melakukan pengisian kategori mustahik


Alternate Flow
sesuai dengan ketentuan al-Quran.

Administrator mengisi kategori mustahik yang telah


disebutkan dalam al-Quran. Apabila ada penambahan
Description
kategori mustahik, dapat di tambahkan sesuai dengan
persetujuan manajer dan dewan syariah.

99
r. Spesifikasi Use Case Tambah User

Tabel 4.20 Spesifikasi Use Case Tambah User

Nama Use Case Tambah User

Primary Actor Administrator

Administrator mendaftarkan user dalam menggunakan


Precondition sistem ini yang disesuaikan dengan peran dari masing-
masing bagian.

Success Guarantee Menampilkan daftar user dan peran dari baghiannya.

Administrator memasukkan username dan password serta


Alternate Flow
peran dari user tersebut.

Administrator mendaftarkan user sesuai dengan bagian


Description
dan perannya pada sistem ini.

100
4.2.2 Activity Diagram

Setelah specification use case selesai, selanjutnya akan menggambarkan

rangkaian activity diagram dari masing-masing use case. Activity diagram secara

grafis menggambarkan logika procedural, proses bisnis dan alur kerja.

Berikut adalah design activity diagram dari use case sistem usulan :

1. Activity Diagram Login

Gambar 4.7 Activity Diagram Login

Berdasarkan gambar 4.7 mendeskripsikan activity diagram mengenai

fungsi login. Sebelum user masuk menggunakan sistem, user harus login terlebih

dahulu dengan cara memasukkan username dan password yang telah diberikan

oleh administrator. Jika data yang diisikan invalid maka akan muncul konfirmasi

kesalahan dan isi kembali data login. Jika data valid maka akan tampil home

pelanggan beserta dengan menu pelanggan. Setelah itu aktifitas usecase login

berakhir.

101
2. Activity Diagram Daftar Muzakki

Pilih daftar muzakki

“sistem akan
menampilkan form
muzakki”

Isi data muzakki

Simpan

Proses

Invalid
Edit
Valid

Tampil daftar muzakki

Gambar 4.8 Activity Diagram Daftar Muzakki

Dari gambar 4.8 ini menjelaskan user dalam fungsi mendaftarkan muzakki

yang akan membayar ZIS. User harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran

masing-masing user. Setelah itu, user memilih (select) muzakki lalu mengisi data

diri calon muzakki selengkapnya terutama pada kolom yang telah diberi bintang.

Apabila terjadi kesalahan dalam pengisian muzakki, maka user harus mengisi

ulang data calon muzakki. Setelah user mengisi data diri calon muzakki dengan

lengkap. Simpan data muzakki tersebut, kemudian apabila telah selesai dari

aktifitas, logout user dari sistem.

102
3. Activity Diagram Lihat Data Muzakki

Pilih Data Muzakki

Tampilan daftar muzakki

Pilih Hapus Pilh Rincian Muzakki Cetak Kartu

Tambah Rekening Muzakki

Isi data rekening

Invalid
Konfirmasi
Valid

Simpan

Gambar 4.9 Activity Diagram Lihat Data Muzakki

Dari gambar 4.9 ini menjelaskan user dalam fungsi melihat data muzakki

yang telah terdaftar. User harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran masing-

masing user. Setelah itu, user memilih (select) data muzakki lalu sistem akan

menampilkan daftar para muzakki. User dapat mencetak kartu muzakki dan

mencetak data detail dari muzakki, lalu user dapat menambahkan nomor rekening

muzakki. Apabila telah selesai dari aktifitas, logout user dari sistem.

103
4. Activity Diagram Lihat Data Rekening Muzakki

Gambar 4.10 Activity Diagram Lihat Data Rekening Muzakki

Dari gambar 4.10 ini menjelaskan user dalam fungsi melihat data muzakki

yang memiliki nomor rekening dan yang telah membayar zakat atau infak dengan

cara transfer. User harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran masing-

masing user. Setelah itu, user memilih (select) data rekening muzakki lalu sistem

akan menampilkan daftar para muzakki yang telah mengisi nomor rekening. User

bisa mencetak transaksi pembayaran donasi dengan cara transfer. Apabila telah

selesai dari aktifitas, logout user dari sistem.

104
5. Activity Diagram Bayar Donasi

Gambar 4.11 Activity Diagram Bayar Donasi

Berdasarkan gambar 4.11 ini user menerima pembayaran donasi dari

muzakki baik berupa zakat maal, zakat fitrah, atau infak. User harus login terlebih

dahulu sesuai dengan peran masing-masing user. Pilih (select) penerimaan

transaksi lalu sistem akan menampilkan daftar muzakki. Pilih (select) muzakki

dengan jenis pembayaran zakat maal, zakat fitrah, atau infak. Apabila memilih

zakat maal, sistem akan menampilkan form untuk transaksi penerimaan zakat. Pilih

kategori zakat maal yang dikehendaki dan mengisikan jumlah donasi yang

dibayar. Simpan penerimaan donasi zakat maal lalu cetak bukti setor zakat yang

105
akan diberikan kepada muzakki yang telah membayar zakat. Apabila memilih

bayar infak, sistem akan menampilkan form untuk peerimaan pembayaran donasi

infak. Isi jumlah donasi yang dibayar dari muzakki. Simpan penerimaan donasi

infak lalu cetak bukti setor yang akan diberikan kepada muzakki. Begitu pula

dengan bayar zakat fitrah. Kemudian apabila telah selesai dari aktifitas, logout

user dari sistem.

6. Activity Diagram Cetak Laporan Penerimaan

Pilih Pelaporan Penerimaan ZIS

Daftar Penerimaan Zis

Cari tanggal penerimaan

Tampil Laporan yang dicari

Batal Cetak

Gambar 4.12 Activity Diagram Cetak Laporan Penerimaan

Berdasarkan gambar 4.12, user mencetak laporan penerimaan ZIS

sebelumnya user harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran masing-masing

user. Pilih (select) laporan penerimaan lalu sistem akan menampilkan daftar

muzakki yang telah melakukan pembayaran ZIS pada hari ini. User bisa memilih

106
tanggal yang dikehendaki untuk melihat data laporan penerimaan per period.

Setelah itu user mencetak laporan penerimaan dengan cara pilih (select) cetak

laporan. Kemudian apabila telah selesai dari aktifitas, logout user dari sistem.

7. Activity Diagram Cetak Bukti Setor

Pilih data transaksi penerimaan

“Sistem
menampilkan daftat
penerimaan ZIS”

Pilih Rincian transaksi

Hapus transaksi Cetak bukti setor


Edit transaksi

Isi transaksi penerimaan

Invalid
Konfirmasi
Valid

Simpan

Gambar 4.13 Activity Diagram Cetak Bukti Setor

Berdasarkan gambar 4.13, user mencetak bukti setor ZIS sebelumnya user

harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran masing-masing user. Pilih (select)

data transaksi penerimaan lalu sistem akan menampilkan daftar muzakki yang

telah melakukan pembayaran ZIS pada hari ini. User bisa memilih tanggal yang

107
dikehendaki untuk melihat data laporan penerimaan per period. Setelah itu user

mencetak bukti setor dengan cara pilih (select) memilih muzakki mana yang akan

dicetak laporan transaksinya. Kemudian apabila telah selesai dari aktifitas, logout

user dari sistem.

8. Activity Diagram Daftar Mustahik

Pilih daftar mustahik

“sistem akan
menampilkan form
mustahik”

Isi data mustahik

Simpan

Proses

Invalid
Edit
Valid

Tampil daftar mustahik

Gambar 4.14 Activity Diagram Daftar Mustahik

Dari gambar 4.14, activity diagram ini menjelaskan user dalam

mendaftarkan muzakki. User harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran

masing-masing user. Setelah itu, user memilih (select) mustahik lalu sistem akan

menampilkan form isian biodata mustahik. User mengisi data diri calon mustahik

108
selengkapnya terutama pada kolom yang telah diberi bintang. Apabila terjadi

kesalahan dalam pengisian mustahik, maka user harus mengisi ulang data calon

mustahik. Setelah user mengisi data diri calon mustahik dengan lengkap. Simpan

data mustahik tersebut, kemudian apabila telah selesai dari aktifitas, logout user

dari sistem.

9. Activity Diagram Lihat Data Mustahik

Pilih Data Mustahik

Tampilan daftar mustahik

Pilih Hapus Rincian mustahik

Gambar 4.15 Activity Diagram Lihat Data Mustahik

Dari gambar 4.15 ini menjelaskan user dalam fungsi melihat data

mustahik yang telah terdaftar. User harus login terlebih dahulu sesuai dengan

peran masing-masing user. Setelah itu, user memilih (select) data mustahik lalu

sistem akan menampilkan daftar para mustahik. User bisa mencetak daftar para

mustahik atau mencetak data detail dari mustahik. Apabila telah selesai dari

aktifitas, logout user dari sistem.

109
10. Activity Diagram Penyaluran Langsung

Pilih Penyaluran langsung

pilih mustahik

isi form penyaluran

Invalid
Batal Konfirmasi
Valid

Simpan

Tampilan data transaksi

Gambar 4.16 Activity Diagram Penyaluran Langsung

Berdasarkan gambar 4.16, user melakukan transaksi penyaluran kepada

mustahik secara langsung. Sebelumnya user harus login terlebih dahulu sesuai

dengan peran masing-masing user. Setelah itu, pilih (select) penyaluran langsung

lalu sistem akan menampilkan form isian data transaksi yang akan diisi. User

mencari dan memilih mustahik bersangkutan yang akan menerima bantuan

penyaluran langsung. Simpan transaksi penyaluran ZIS tersebut, kemudian

apabila telah selesai dari aktifitas, logout user dari sistem.

110
11. Activity Diagram Penyaluran Program

Pilih Penyaluran program

Pilih subprogram penyaluran

isi form penyaluran

Pilih Mustahik

Invalid
Konfirmasi
Valid

Simpan

Tampilan data transaksi

Gambar 4.17 Activity Diagram Penyaluran Program

Berdasarkan gambar 4.17, user melakukan transaksi penyaluran kepada

mustahik melalui program penyaluran ZIS. Sebelumnya user harus login terlebih

dahulu sesuai dengan peran masing-masing user. Setelah itu, pilih (select)

penyaluran program lalu sistem akan menampilkan form isian data transaksi yang

akan diisi. Pilih program penyaluran mana yang sesuai dengan kebutuhan

mustahik, lalu user mencari dan memilih mustahik bersangkutan yang akan

menerima bantuan penyaluran program. Simpan transaksi penyaluran ZIS

tersebut, kemudian apabila telah selesai dari aktifitas, logout user dari sistem.

111
12. Activity Diagram Cetak Laporan Penyaluran

Pilih Laoran Penyaluran ZIS

“Sistem menampilkan
menu laporan
penyaluran ZIS”

Daftar Penyaluran ZIS

Cari tanggal penyaluran

Tampil Laporan yang dicari

Batal Cetak

Gambar 4.18 Activity Diagram Cetak Laporan Penyaluran

Berdasarkan gambar 4.18, user mencetak laporan penyaluran ZIS

sebelumnya user harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran masing-masing

user. Pilih (select) laporan penyaluran lalu sistem akan menampilkan daftar

mustahik yang telah menerima bantuan penyaluran pada hari ini. User bisa

memilih tanggal yang dikehendaki untuk melihat data laporan penyaluran per

period. Setelah itu user mencetak laporan penyaluran dengan cara pilih (select)

cetak laporan. Kemudian apabila telah selesai dari aktifitas, logout user dari

sistem.

112
13. Activity Diagram Cetak Bukti Salur

Pilih data transaksi penyaluran

Cari data transaksi

Data transaksi

Edit Cetak Bukti Salur Persetujuan Penyaluran

Daftar transaksi penyaluran

Simpan Hapus

Gambar 4.19 Activity Diagram Cetak Bukti Salur

Berdasarkan gambar 4.19, user mencetak bukti salur ZIS sebelumnya user

harus login terlebih dahulu sesuai dengan peran masing-masing user. Pilih (select)

data transaksi penyaluran lalu sistem akan menampilkan daftar mustahik yang

telah mendapatkan bantuan penyaluran ZIS pada hari ini. User bisa memilih

tanggal yang dikehendaki untuk melihat data laporan penerimaan per period.

Setelah itu user mencetak bukti salur dengan cara pilih (select) memilih muzakki

mana yang akan dicetak laporan transaksinya. Kemudian apabila telah selesai,

logout user dari sistem.

113
14. Activity Diagram Tambah Program Penyaluran

Pilih Pengaturan

Pilih program utama

Daftar program utama

Hapus program utama Pilih edit data Pilih tambah program

Isi Data Program Isi nama program

Batal
Simpan

Simpan

Gambar 4.20 Activity Diagram Tambah Program Penyaluran

Berdasarkan gambar 4.20, user menambah program utama penyaluran.

Sebelumnya user harus login terlebih dahulu sebagai administrator. Pilih (select)

pengaturan umum lalu pilih kembali program utama. Setelah itu sistem akan

menampilkan daftar nama program utama yang telah diisikan. Apabila ingin

menambah program utama penyaluran, pilih tambah program lalu sistem akan

menampilkan form isian nama program utama. Simpan nama program tersebut,

kemudian apabila telah selesai, logout user dari sistem.

114
15. Activity Diagram Tambah Subprogram Penyaluran

Gambar 4.21 Activity Diagram Tambah Subprogram Penyaluran

Berdasarkan gambar 4.21, user menambah subprogram penyaluran yang

sebelumnya user sudah memasukkan program penyaluran utama. Sebelumnya

user harus login terlebih dahulu sebagai administrator. Pilih (select) pengaturan

umum lalu pilih kembali program utama. Setelah itu sistem akan menampilkan

daftar nama suprogram dari program penyaluran utama yang telah dimasukkan.

Apabila ingin menambah subprogram penyaluran, pilih tambah suprogram lalu

sistem akan menampilkan form isian nama program utama dan pilih juga program

utamanya. Simpan nama subprogram tersebut, kemudian apabila telah selesai,

logout user dari sistem..

115
16. Activity Diagram Tambah Kategori Zakat Maal

Gambar 4.22 Activity Diagram Tambah Kategori Zakat Maal

Berdasarkan gambar 4.22, user menambah kategori zakat maal.

Sebelumnya user harus login terlebih dahulu sebagai administrator. Pilih (select)

pengaturan umum lalu pilih kembali kategori Zakat Maal. Sistem akan

menampilkan daftar nama kategori dengan jumlah kadar dari zakat maal tersebut.

Pilih tambah kategori zakat Maal lalu isi nama zakat maal dan kadar dari zakat

maal tersebut. Simpan kategori zakat maal kemudian apabila telah selesai, logout

user dari sistem.

116
17. Activity Diagram Tambah Kategori Mustahik

Gambar 4.23 Activity Diagram Tambah Kategori Mustahik

Berdasarkan gambar 4.23, user menambah kategori mustahik yang terdiri

dari 8 asnaf. Sebelumnya user harus login terlebih dahulu sebagai administrator.

Pilih (select) pengaturan umum lalu pilih kategori mustahik. Sistem akan

menampilkan daftar kategori mustahik yang sudah didaftarkan. Pilih tambah

kategori mustahik lalu isi nama kategori mustahik. Simpan kategori mustahik

kemudian apabila telah selesai, logout user dari sistem.

117
18. Activity Diagram Tambah Pengguna

Pilih pengaturan

Pilih data pengguna

Daftar peran pengguna

Pilih tambah pengguna


Hapus pengguna Pilih edit data

Isi peran pengguna Isi nama pengguna

Simpan Batal

Simpan

Gambar 4.24 Activity Diagram Tambah Pengguna

Berdasarkan gambar 4.24, pengguna menambah pengguna dapat

mengakses sistem sesuai perannya masing-masing pada bagian tertentu.

Sebelumnya user harus login terlebih dahulu sebagai administrator. Pilih (select)

pengaturan umum lalu pilih data pengguna. Sistem akan menampilkan daftar data

pengguna yang sudah terdaftar pada masing-masing bagian. Pilih tambah

pengguna lalu isi nama username dan password dari masing-masing bagian.

Simpan nama pengguna kemudian apabila telah selesai, logout user dari sistem.

118
4.2.3 Class Diagram

Gambar 4.25 Class Diagram

119
4.2.4 Sequence Diagram

Sequence Diagram menekankan pada urutan waktu penerimaan pesan-

pesan. Diagram ini menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu

sama lain melalui pesan pada eksekusi sebuah use case atau operasi. Diagram ini

mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima diantara objek. Berikut

adalah Interaksi antar objek pada sistem yang diusulkan.

1. Sequence Diagram Login Administrator

Gambar 4.26 Sequence Diagram Login Admin

Dari sequence diagram gambar 4.26, user memulai dengan mengcreate

dengan cara mengakses sistem maka sistem akan menampilkan interface login

lalu user mengisi data username dan password sebagai administrator, maka

SIMZIS akan mengecek ke database login. Apabila data sesuai, maka sistem akan

menampilkan menu administrator.

120
2. Sequence Diagram Login Bagian Penghimpunan

Gambar 4.27 Sequence Diagram Login Bagian Penghimpunan

Dari sequence diagram gambar 4.27, user memulai dengan mengcreate

dengan cara mengakses sistem maka sistem akan menampilkan interface login

lalu user mengisi data username dan password sebagai Bagian Penghimpunan,

maka SIMZIS akan mengecek ke database login. Apabila data sesuai, maka

sistem akan menampilkan menu penghimpunan.

3. Sequence Diagram Login Bagian Pendayagunaan

Gambar 4.28 Sequence Diagram Login Bagian Pendayagunaan

121
Dari sequence diagram gambar 4.28, user memulai mengakses sistem

SIMZIS maka sistem akan menampilkan interface login lalu user mengisi data

username dan password sebagai Bagian Pendayagunaan, maka SIMZIS akan

mengecek ke database login. Apabila data sesuai, maka sistem akan menampilkan

menu pendayagunaan.

4. Sequence Diagram Daftar Muzakki

Gambar 4.29 Sequence Diagram Daftar Muzakki

Dari sequence diagram gambar 4.29 Bagian Penghimpunan memulai

mengakses ke interface data muzakki, maka sistem akan menampilkan interface

data muzakki dan mengisi data muzakki pada form isian data muzakki lalu simpan

122
di database muzakki. Kemudian user Bagian Penghimpunan bisa memilih edit

data apabila terjadi kesalahan atau pembaruan data. Sistem akan menampilkan

interface edit muzakki dimana data yang ada diambil di tabel muzakki. Sistem

akan menampilkan detail data muzakki yang telah diisi dan disimpan.

5. Sequence Diagram Lihat Data Muzakki

Gambar 4.30 Sequence Diagram Lihat Data Muzakki

Dari sequence diagram gambar 4.30, Bagian Penghimpunan akan

mengakses ke interface daftar muzakki, maka sistem akan menampilkan interface

daftar muzakki dimana data yang ada diambil dari tabel muzakki. Jika user

Bagian Penghimpunan memilih muzakki tertentu, maka sistem menampilkan data

muzakki secara detail.

123
6. Sequence Diagram Lihat Data Rekening Muzakki

Gambar 4.31 Sequence Diagram Lihat Rekening Muzakki

Dari sequence diagram gambar 4.31, Bagian Penghimpunan akan

mengakses ke interface data rekening muzakki, maka sistem akan menampilkan

interface data rekening muzakki dimana data yang ada diambil dari tabel rekening

muzakki.

124
7. Sequence Diagram Bayar Zakat Maal

Gambar 4.32 Sequence Diagram Bayar Zakat Maal

125
Dari sequence diagram gambar 4.32, user Bagian Penghimpunan akan

mengakses pembayaran donasi zakat maal, maka sistem akan menampilkan

interface bayar zakat maal, lalu user akan mengisi form pembayaran zakat maal,

apabila telah selesai mengisi, simpan data pembayaran zakat maal pada tabel

penerimaan_ziswaf. User bisa melakukan edit data pembayaran dengan memilih

edit, lalu sistem akan menampilkan interface edit data pembayaran donasi zakat

maal. Apabila telah selesai, simpan perubahan pada tabel penerimaan_ziswaf,

maka dari itu sistem akan memperbaharui database dari penerimaan_ziswaf.

Untuk mencetak bukti setor donasi, user dapat mengakses dengan memilih

muzakki dan transaksi yang dikehendaki untuk mencetak bukti setornya. Sistem

akan menampilkan interface bukti setor donasi dan dapat mencetaknya.

126
8. Sequence Diagram Bayar Infak

Gambar 4.33 Sequence Diagram Bayar Infak

127
Dari sequence diagram gambar 4.33, user Bagian Penghimpunan akan

mengakses pembayaran donasi infak, maka sistem akan menampilkan interface

bayar infak, lalu user akan mengisi form pembayaran infak, apabila telah selesai

mengisi, simpan data pembayaran infak pada tabel penerimaan_ziswaf. User bisa

melakukan edit data pembayaran dengan memilih edit, lalu sistem akan

menampilkan interface edit data pembayaran donasi infak. Apabila telah selesai,

simpan perubahan pada tabel penerimaan_ziswaf. Untuk mencetak bukti setor

donasi, user dapat mengakses dengan memilih muzakki dan transaksi yang

dikehendaki untuk mencetak bukti setornya. Sistem akan menampilkan interface

bukti setor donasi dan dapat mencetaknya.

128
9. Sequence Diagram Bayar Zakat Fitrah

Gambar 4.34 Sequence Diagram Bayar Zakat Fitrah

129
Dari sequence diagram gambar 4.34, user Bagian Penghimpunan akan

mengakses pembayaran donasi zakat fitrah, maka sistem akan menampilkan

interface bayar zakat fitrah, lalu user akan mengisi form pembayaran zakat fitrah,

apabila telah selesai mengisi, simpan data pembayaran zakat fitrah pada database

penerimaan_ziswaf. User bisa melakukan edit data pembayaran dengan memilih

edit, lalu sistem akan menampilkan interface edit data pembayaran donasi zakat

fitrah. Apabila telah selesai, simpan perubahan pada tabel penerimaan_ziswaf.

Untuk mencetak bukti setor donasi, user dapat mengakses dengan memilih

muzakki dan transaksi yang dikehendaki untuk mencetak bukti setornya. Sistem

akan menampilkan interface bukti setor donasi dan dapat mencetaknya.

10. Sequence Diagram Cetak Laporan Penerimaan

Gambar 4.35 Sequence Diagram Cetak Laporan Penerimaan

Dari sequence diagram gambar 4.35, Bagian Penghimpunan akan

mengakses ke interface data laporan penerimaan, maka sistem akan menampilkan

interface data penerimaan dimana data yang ada diambil dari tabel

penerimaan_ziswaf.

130
11. Sequence Diagram Daftar Mustahik

Gambar 4.36 Sequence Diagram Daftar Mustahik

Dari sequence diagram gambar 4.36, user Bagian Pendayagunaan

memulai mengakses ke interface data mustahik, maka sistem akan menampilkan

interface data mustahik dan mengisi data muzakki pada form isian data mustahik

lalu simpan di database mustahik. Kemudian user Bagian Penghimpunan bisa

memilih edit data apabila terjadi kesalahan atau pembaruan data. Sistem akan

menampilkan interface edit mustahik dimana data yang ada diambil di tabel

muzakki. Sistem akan menampilkan detail data mustahik yang telah diisi dan

disimpan.

131
12. Sequence Diagram Lihat Data Mustahik

Gambar 4.37 Sequence Diagram Lihat Data Mustahik

Dari sequence diagram gambar 4.37, user Bagian Pendayagunaan akan

mengakses ke interface daftar mustahik, maka sistem akan menampilkan interface

daftar mustahik dimana data yang ada diambil dari tabel mustahik. Jika user

Bagian Penghimpunan memilih muzakki tertentu, maka sistem menampilkan data

mustahik secara detail.

132
13. Sequence Diagram Penyaluran Langsung

Gambar 4.38 Sequence Diagram Penyaluran Langsung

133
Dari sequence diagram gambar 4.38, user Bagian Pendayagunaan akan

mengakses interface penyaluran langsung, maka sistem akan menampilkan

interface penyaluran langsung dimana data yang ada diambil di database

penyaluran_mustahik. Kemudian user akan mengisi form data penyaluran

langsung dan meyimpannya di database penyaluran_mustahik. Untuk mengubah

data penyaluran langsung, user memilih edit lalu sistem akan menampilkan

interface edit kemudian user mengedit data-data yang akan diperbaharui lalu

menyimpannya kembali di tabel penyaluran_mustahik. User mencetak bukti salur

pada transaksi penyaluran langsung dengan memilih mustahik dan transaksi, lalu

sistem akan menampikan laporan bukti salur dan dapat mencetaknya.

134
14. Sequence Diagram Penyaluran Program

Gambar 4.39 Sequence Diagram Penyaluran Program

135
Dari sequence diagram gambar 4.39, user Bagian Pendayagunaan akan

mengakses interface penyaluran program, maka sistem akan menampilkan

interface penyaluran program dimana data yang ada diambil di database

penyaluran_mustahik. Kemudian user akan mengisi form data penyaluran

program dan meyimpannya di database penyaluran_mustahik. Untuk mengubah

data penyaluran langsung, user memilih edit lalu sistem akan menampilkan

interface edit kemudian user mengedit data-data yang akan diperbaharui lalu

menyimpannya kembali di tabel penyaluran_mustahik. User mencetak bukti salur

pada transaksi penyaluran program dengan memilih mustahik dan transaksi, lalu

sistem akan menampikan laporan bukti salur dan dapat mencetaknya.

15. Sequence Diagram Cetak Laporan Penyaluran

Gambar 4.40 Sequence Diagram Laporan Penyaluran

Dari sequence diagram gambar 4.40, bagian penyaluran akan mengakses

ke interface data laporan penyaluran, maka sistem akan menampilkan interface

laporan penyaluran dimana data yang ada diambil dari tabel

penyaluran_dana_mustahik.

136
16. Sequence Diagram Tambah Program Penyaluran

Gambar 4.41 Sequence Diagram Tambah Program Penyaluran

Dari sequence diagram gambar 4.41, administrator akan mengakses

pengaturan sistem dengan memilih interface penambahan program penyaluran

utama, maka sistem akan menampilkan interface daftar program penyaluran

utama. Jika memilih tambah program penyaluran maka sistem akan menampilkan

interface form penambahan program penyaluran utama. Jika memilih edit, maka

sistem akan menampilkan interface edit program penyaluran yang telah diisikan

sebelumnya. Simpan data program penyaluran di tabel zakat_program.

137
17. Sequence Diagram Tambah Subprogram Penyaluran

Gambar 4.42 Sequence Diagram Tambah Subprogram Penyaluran

Dari sequence diagram gambar 4.42, administrator akan mengakses

pengaturan sistem dengan memilih interface penambahan subprogram penyaluran,

maka sistem akan menampilkan interface daftar subprogram penyaluran dati

program penyaluran utama. Jika memilih tambah subprogram penyaluran maka

sistem akan menampilkan interface form penambahan subprogram penyaluran

dan menampilkan program penyaluran utama. Jika memilih edit, maka sistem

akan menampilkan interface edit sub program penyaluran yang telah diisikan

sebelumnya. Simpan data subprogram penyaluran di tabel subprogram

penyaluran.

138
18. Sequence Diagram Tambah Kategori Mustahik

Gambar 4.43 Sequence Diagram Tambah Kategori Mustahik

Dari sequence diagram gambar 4.43, administrator akan mengakses

pengaturan sistem dengan memilih interface penambahan kategori mustahik,

maka sistem akan menampilkan interface daftar kategori mustahik. Jika memilih

tambah kategori mustahik maka sistem akan menampilkan interface form

penambahan kategori mustahik. Jika memilih edit, maka sistem akan

menampilkan interface edit kategori mustahik yang telah diisikan sebelumnya.

Simpan data kategori mustahik di tabel kategori mustahik.

139
19. Sequence Diagram Tambah Kategori Zakat Maal

Gambar 4.44 Sequence Diagram Tambah Kategori Zakat Maal

Dari sequence diagram gambar 4.44, administrator akan mengakses

pengaturan sistem dengan memilih interface penambahan kategori zakat maal,

maka sistem akan menampilkan interface daftar kategori zakat maal. Jika memilih

tambah kategori zakat maal maka sistem akan menampilkan interface form

penambahan kategori zakat maal. Jika memilih edit, maka sistem akan

menampilkan interface edit kategori zakat maal yang telah diisikan sebelumnya.

Simpan data kategori zakat maal di tabel kategori zakat maal.

140
4.2.5 State Diagram

State diagram adalah sebuah diagram UML yang menggambarkan

kombinasi state yang dapat diasumsikan oleh objek selama masa hidupnya,

kejadian-kejadian yang memicu transisi antar-state, dan aturan yang mengatur

dari dan ke state mana sebuah objek dapat melakukan transisi. Diagram statechart

tidak dibutuhkan oleh seluruh objek. Biasanya, State Diagram dibuat hanya untuk

objek-objek yang dengan jelas memiliki state yang dapat diidentifikasi dan

behavior yang kompleks.

1. State Diagram Login

Gambar 4.45 State Diagram Login

Pada state diagram gambar 4.45, user memulai state awal login dan

kemudian user menginput data login. Data login akan diproses untuk dicek ke

dalam database. Jika data invalid (tidak ada) maka user diharuskan untuk

menginput kembali data login tersebut. Apabila data valid (ada) maka sistem akan

menampilkan halaman muka sesuai dengan peran dari input login.

141
2. State Diagram Daftar Muzakki

Gambar 4.46 State Diagram Daftar Muzakki

Dari state diagram gambar 4.46, user memulai data awal daftar muzakki

dan kemudian user akan menambah muzakki dengan menginput data dari

muzakki. Setelah data diubah, maka sistem akan mengecek data yang harus diisi.

Jika invalid maka user menginput kembali data yang harus diisi. Apabila valid

maka sistem akan menyimpan perubahan pada database muzakki dan

menampilkan data detail muzakki yang telah diisikan. State diagram daftar

muzakki berakhir.

142
3. State Diagram Bayar Zakat Maal

Gambar 4.47 State Diagram Bayar Zakat Maal

Dari state diagram gambar 4.47, user memulai data awal pembayaran

dana zakat maal dan kemuadian user akan menginput pembayaran zakat maal dari

muzakki. Setelah diisi, sistem akan mengecek format pengisian. Jika data invalid,

user menginput kembali data pembayaran zakat maal. Apabila data valid maka

sistem akan menyimpan data pada database penerimaan_donasi_zakatmaal dan

menampilkan daftar data penerimaan donasi. Kemudian user akan mencetak bukti

setor zakat maal dari transaksi penerimaan zakat maal. State diagram bayar zakat

maal berakhir.

143
4. State Diagram Bayar Infak

Gambar 4.48 State Diagram Bayar Infak

Dari state diagram gambar 4.48, user memulai data awal pembayaran

dana infak dan kemuadian user akan menginput pembayaran infak dari muzakki.

Setelah diisi, sistem akan mengecek format pengisian. Jika data invalid, user

menginput kembali data pembayaran infak. Apabila data valid maka sistem akan

menyimpan data pada database penerimaan_ziswaf dan menampilkan daftar data

penerimaan donasi. Kemudian user akan mencetak bukti setor infak dari transaksi

penerimaan infak. State diagram bayar infak berakhir.

144
5. State Diagram Bayar Zakat Fitrah

Gambar 4.49 State Diagram Bayar Zakat Fitrah

Dari state diagram gambar 4.49, user memulai data awal pembayaran

dana zakat fitrah dan kemuadian user akan menginput pembayaran zakat fitrah

dari muzakki. Setelah diisi, sistem akan mengecek format pengisian. Jika data

invalid, user menginput kembali data pembayaran zakat fitrah. Apabila data valid

maka sistem akan menyimpan data pada database penerimaan_ziswaf dan

menampilkan daftar data penerimaan donasi. Kemudian user akan mencetak bukti

setor zakat fitrah dari transaksi penerimaan zakat fitrah. State diagram bayar zakat

fitrah berakhir.

145
6. State Diagram Daftar Mustahik

Gambar 4.50 State Diagram Daftar Mustahik

Dari state diagram gambar 4.50, user memulai data awal daftar mustahik

dan kemudian user akan menambah mustahik dengan menginput data dari

mustahik. Setelah data diubah, maka sistem akan mengecek data yang harus diisi.

Jika invalid maka user menginput kembali data yang harus diisi. Apabila valid

maka sistem akan menyimpan perubahan pada database mustahik dan

menampilkan data detail mustahik yang telah diisikan. State diagram daftar

mustahik berakhir.

146
7. State Diagram Penyaluran Langsung

Gambar 4.51 State Diagram Penyaluran Langsung

Dari state diagram gambar 4.51, user memulai state awal penyaluran

langsung dan kemudian user akan menginput data penyaluran langsung. Setelah

diisi sistem akan mengecek format pengisian. Jika data invalid maka user

menginput kembali data penyaluran langsung. Apabila valid maka sistem akan

menyimpan data pada database penyaluran_mustahik dan menampilkan daftar

penyaluran. Setelah ditampikan, maka user dapat mencetak bukti salur untuk

dapat diberikan kepada mustahik. Setelah itu state diagram penyaluran langsung

berakhir.

147
8. State Diagram Penyaluran Program

Gambar 4.52 State Diagram Penyaluran Program


Dari state diagram gambar 4.52, user memulai state awal penyaluran

program dan kemudian user akan memilih program penyaluran yang ada pada

sistem serta user menginput data penyaluran program. Setelah diisi sistem akan

mengecek format pengisian. Jika data invalid maka user menginput kembali data

penyaluran program. Apabila valid maka sistem akan menyimpan data pada

database penyaluran_mustahik dan menampilkan daftar penyaluran. Setelah

ditampikan, maka user dapat mencetak bukti salur untuk dapat diberikan kepada

mustahik. Setelah itu state diagram penyaluran program berakhir.

148
9. State Diagram Tambah Program Penyaluran

Gambar 4.53 State Diagram Tambah Program Penyaluran

Dari state diagram gambar 4.53, user memulai state awal tambah

program penyaluran kemudian user akan menginput nama program penyaluran

utama. Setelah data di isi, sistem akan memproses untuk mengecek format

pengisian. Jika data invalid maka pelanggan menginput kembali data program

penyaluran. Apabila data sudah valid maka sistem akan menyimpan data pada

database penyaluran_program_utama lalu sistem menampilkan daftar program

penyaluran utama.

149
10. State Diagram Tambah Subprogram Penyaluran

Gambar 4.54 State Diagram Tambah Subprogram Penyaluran

Dari state diagram gambar 4.54, user memulai state awal tambah sub

program penyaluran kemudian user akan memilih program utama yang akan

diisikan subprogram penyalurannya serta user menginput data sub program

penyaluran. Setelah data di isi, sistem akan memproses untuk mengecek format

pengisian. Jika data invalid maka pelanggan menginput kembali data program

penyaluran. Apabila data sudah valid maka sistem akan menyimpan data pada

database subprogram_penyaluran lalu sistem menampilkan daftar sub program

penyaluran.

150
11. State Diagram Tambah Kategori Zakat Maal

Gambar 4.55 State Diagram Tambah Kategori Zakat Maal

Dari state diagram gambar 4.55, user memulai state awal tambah kategori

zakat maal kemudian user akan menginput nama kategori zakat maal. Setelah data

di isi, sistem akan memproses untuk mengecek format pengisian. Jika data invalid

maka pelanggan menginput kembali kategori zakat maal. Apabila data sudah valid

maka sistem akan menyimpan data pada database cat_zakat_maal lalu sistem

menampilkan daftar kategori zakat maal.

151
12. State Diagram Tambah Kategori Mustahik

Gambar 4.56 State Diagram Tambah Kategori Mustahik

Dari state diagram gambar 4.56, user memulai state awal tambah kategori

mustahik kemudian user akan menginput data kategori mustahik. Setelah data di

isi, sistem akan memproses untuk mengecek format pengisian. Jika data invalid

maka pelanggan menginput kembali data kategori mustahik. Apabila data sudah

valid maka sistem akan menyimpan data pada database cat_mustahik lalu sistem

menampilkan daftar program penyaluran utama.

4.2.6 Struktur Tabel Database

1. Entity User

Nama Tabel : User

Type file : Master

Primary Key : UserID

152
Tabel 4.21 Tabel User pada database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


UserID Integer 11 Kode pengguna sistem
Password varchar 50 Kata sandi pengguna
Username varchar 50 Nama pengguna
UserRole char 25 Peran pengguna

2. Entity Rekening Muzakki

Nama Tabel : muzakki_account

Type file : Master

Primary Key : id_rekening

Foreign Key : id_muzaki

Tabel 4.22 Tabel Muzakki_account pada database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


id_rekening Integer 10 Kode rekening
id_muzaki integer 10 Id Muzakki
rekening_nomor varchar 30 Nomor rekening
rekening _nokartu varchar 50 No kartu rekening
rekening_namabank varchar 30 Nama bank

3. Entity Muzakki

Nama Tabel : Muzakki

Type file : Master

Primary Key : id_muzaki

Poreign Key : id_organisasi, id_propinsi, id_pekerjaan

Tabel 4.23 Tabel Muzakki pada database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


id_muzakki integer 10 Kode muzakki
id_organisasi integer 11 Kode organisasi

153
id_pekerjaan integer 11 Kode pekerjaan
id_identitas varchar 5 Kartu identitas calon muzaki
id_nomor varchar 50 Nomor dari kartu identitas
nama_muzaki varchar 80 Nama muzakki
tanggal_daftar date Tanggal pendaftaran
npwp varchar 30 Nomor Pokok Wajib Pajak
npwz varchar 30 Nomor Pokok Wajib Zakat
kewarganegaraan varchar 30 Warga negara muzakki
lahir_tempat varchar 30 Tempat lahir muzakki
lahir_tanggal date Tanggal lahir muzakki
j_kelamin varchar 10 Jenis kelamin
cat_pekerjaan varchar 5 Kategori pekerjaan
status_nikah varchar 20 Status nikah
status_pendidikan varchar 20 Status pendidikan terakhir
alamat varchar 75 Nama jalan tempat muzakki
kota varchar 15 Nama kota
kecamatan varchar 20 Nama kecamatan
desa varchar 20 Nama desa
kodepos varchar 5 Kode pos daerah
status_rumah varchar 20 Status rumah yang ditempati
telepon varchar 15
fax varchar 15
handphone varchar 15
email varchar 50
website varchar 40
muzaki_type varchar 15 Tipe muzaki
metadata varchar 250
cat_organisasi varchar 4
Hukum_no_landasan varchar 50 Nama notaris pengesahan
Hukum_ varchar 50 Nomor landasan hukum
pengesahan_landasan
Hukum_tanggal_ date Tanggal pengesahan hukum
pengesahan_landasan

4. Entity Mustahik

Nama Tabel : Mustahik

Type file : Master

154
Primary Key : id_mustahik

Foreign Key : Id_cat_mustahik, id_usaha, id_provinsi

Tabel 4.24 Tabel Mustahik pada database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


id_mustahiq integer 10 Kode mustahik
nama_mustahiq varchar 50 Nama mustahik
tipe_id Varchar 10 Nama kartu identitas
nomor_id varchar 50 Nomor kartu identitas
propinsi varchar 20 Kode Prioritas Provinsi
montlyincome decimal 19,2 Jumlah uang tanggungan
kewarganegaraan varchar 30 Warga negara mustahik
tempat_lahir varchar 50 Tempat lahir mustahik
tanggal_lahir date Tanggal lahir mustahik
j_kelamin varchar 12 Jenis kelamin
jenis_usaha varchar 5 Kategori pekerjaan
statusnikah varchar 20 Status nikah
status_pendidikan varchar 20 Status pendidikan terakhir
alamat varchar 75 Alamat tinggal mustahik
propinsi varchar 45
kota varchar 30
kecamatan varchar 30
desa varchar 30
kodepos varchar 5
status_rumah varchar 20
telepon varchar 15
handphone varchar 15
email varchar 40
tipe_id varchar 25
mustahiq_type varchar 20 Jenis mustahik
type varchar 10 Tipe mustahik
Hukum_no_landasan varchar 50 Nama notaris pengesahan
Hukum_ varchar 50 Nomor landasan hukum
pengesahan_landasan
Hukum_tanggal_ date Tanggal pengesahan hukum
pengesahan_landasan

155
5. Entity Provinsi

Nama Tabel : Provinsi

Type file : Master

Primary Key : Id_Provinsi

Tabel 4.25 Tabel Provinsi pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


ProvinceID integer 10 Kode provinsi
ProvinceName varchar 20 Nama provinsi
ProvinceCode varchar 3 Nomor kode provinsi

6. Entity Zakat Maal

Nama Tabel : cat_zakatmaal

Type file : Master

Primary Key : Id_cat_zakatmaal

Tabel 4.26 Tabel Kategori Zakat Maal pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_cat_zmaal integer 20 Kode kategori zakat maal
Name varchar 25 Nama kategori zakat maal
rate float 5,2 Kadar zakat maal

7. Entity Kategori Mustahik

Nama Tabel : cat_mustahik

Type file : Master

Primary Key : Id_cat_mustahik

Tabel 4.27 Tabel Kategori Mustahik pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_cat_mustahik integer 10 Kode kategori mustahik
nama_mustahik varchar 25 Nama kategori mustahik

156
8. Entity Pekerjaan

Nama Tabel : cat_pekerjaan

Type file : Master

Primary Key : Id_pekerjaan

Tabel 4.28 Tabel Jenis Pekerjaan pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_pekerjaan integer 10 Kode jenis pekerjaan
jenis_pekerjaan varchar 25 Nama jenis pekerjaan

9. Entity Jenis Usaha

Nama Tabel : cat_usaha

Type file : Master

Primary Key : Id_usaha

Tabel 4.29 Tabel Jenis Usaha pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_usaha integer 10 Kode jenis usaha
nama_usaha varchar 25 Nama jenis usaha

10. Entity Rekening Amil

Nama Tabel : amil_rekening

Type file : Master

Primary Key : akun_id

Tabel 4.30 Tabel Rekening Amil pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


akun_id integer 11 Kode rekening amil
nama_bank varchar 40 Nama jenis usaha
nomor_rekening varchar 40 Nomor rekening amil
id_organisasi_amil varchar 15 Nama organisasi

157
11. Entity Program penyaluran utama

Nama Tabel : zakat_program

Type file : Master

Primary Key : Id_program

Tabel 4.31 Tabel Program Penyaluran Utama pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_program integer 10 Kode program penyaluran
utama
nama_program varchar 40 Nama program penyaluran

12. Entity Subprogram penyaluran

Nama Tabel : zakat_sub_program

Type file : Master

Primary Key : id_sub_program

Foreign Key : Id_program

Tabel 4.32 Tabel Subprogram Penyaluran pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_subprogram integer 10 Kode subprogram penyaluran
Nama_subprogram varchar 40 Nama subprogram
penyaluran
Tanggal date Tanggal pembuatan
Deskripsi varchar 150
Id_program integer 10 Id program penyaluran utama

13. Entity Penerimaan donasi zakat maal

Nama Tabel : zakat_maal_reception

Type file : Transaksi

Primary Key : zmaal_id

158
Foreign Key : Id_cat_zakatmaal, id_muzakki

Tabel 4.33 Tabel Penerimaan Zakat Maal pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Zmaal_id integer 11 Kode penerimaan zakat maal
Id_cat_zakatmaal integer 11 Kode kategori zakat maal
Zmaal_muzakimetadata integer 150 Kode muzakki
Zmaal_totalpay decimal 19,2 Jumlah penerimaan donasi
Zmaal_totalamount decimal 19,2 Total penerimaan donasi
Zmaal_entry datetime Tanggal dan waktu penerimaan
Zmaal_status varchar 20 Status penerimaan zakat maal

14. Entity Kategori Organisasi

Nama Tabel : cat_organisasi

Type file : Master

Primary Key : id_organisasi

Tabel 4.34 Tabel Kategori Organisasi pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_organisasi integer 10 Kode organisasi
Jenis_organisasi varchar 50 Nama organisasi

15. Entity Distribusi Dana

Nama Tabel : distribusi_dana

Type file : Transaksi

Primary Key : funddistribusiid

Foreign Key : id_sub_program, id_cat_mustahik

Tabel 4.35 Tabel Distribusi Dana pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


FundDistributionID integer 60 Kode prioritas distribusi dana

159
id_sub_program integer 15 Kode subprogram penyaluran
AmountofMoney decimal 19,2 Jumlah pembayaran uang
TransactionDate date Tanggal transaksi
AsnafType varchar 20 Tipe asnaf yang menerima
dana
proofnumber varchar 40 Tgl dan status penyaluran
FundSourceType varchar 15 Status sumber dana
FundDistribusiType varchar 25 Tipe penyaluran
Description varchar 255 keterangan
SubmisionStatustype varchar 15 Status penyaluran

16. Entity Dana Penyaluran Mustahik

Nama Tabel : mustahik_fund_distribution

Type file : Transaksi

Primary Key : MustahikFundDistributionID

Foreign Key : FundDistributionID, id_mustahiq

Tabel 4.36 Tabel Dana Penyaluran Mustahik pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


MustahikFundDistributionID integer 10 Kode dana penyaluran
mustahik
FundDistributionID integer 60 Kode distribusi
Id_mustahik integer 10 Kode mustahik
Status varchar 15 Status penerimaan
penyaluran

17. Entity Organisasi amil

Nama Tabel : organisasi_amil

Type file : Master

Primary Key : id_amil

Tabel 4.37 Tabel Organisasi Amil pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

160
amil_id varchar 10 Kode Prioritas organisasi
amil
opz_aktivasikode varchar 30 Kode aktivasi
opz_nama varchar 25 Nama organisasi
opz_npwz varchar 25 Nomor Pokok Wajib Zakat
Organisasi
opz_npwp varchar 25 Nomor Pokok Wajib Pajak
organisasi
opz_citizen varchar 30 Negara organisasi
opz_namadirektur date 30 Nama direktur organisasi
opz_jenisorganisasi varchar 30 Jenis organisasi
opz_orgjumkaryawan integer 11 Jumlah karyawan yang ada
opz_jenisLAZIS varchar 15 Jenis lembaga
opz_alamat varchar 75 Alamat organisasi
opz_provinsi varchar 30
opz_kota varchar 30
opz_kelurahan varchar 30
opz_kodepos varchar 5
opz_telepon varchar 15
opz_fax varchar 15
opz_email varchar 40
opz_website varchar 40
opz_legalityNumber varchar 35 Nomor pengesahan
opz_legalitypublisher varchar 30 Nama notaries
opz_legalitypublisherdate date Tanggal pengesahan

18. Entity Penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah

Nama Tabel : penerimaan_ziswaf

Type File : Transaksi

Primary Key : id_FundDistribution

Foreign Key : id_rekening

Tabel 4.38 Tabel Penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


Id_FundDistribution integer 5 Kode Prioritas penerimaan

161
donasi
Id_rekening integer 11 Kode prioritas rekening
muzakki
Tanggal datetime Tanggal transaksi
Jumlahuang decimal 19,2 Jumlah uang
tipe_pembayaran varchar 20 Nomor Pokok Wajib Pajak
organisasi
proofnumber varchar 50 Tgl dan status penerimaan
tipe_penerimaan varchar 20 Jenis badan organisasi
deskripsi varchar 150 Nama direktur organisasi
tipe_status varchar 20 Jenis organisasi
Isprinted varchar 5 Status cetak
Useraprovedby varchar 50 Disetujui oleh pengguna
Metadata_user varchar 150

19. Entity Mustahik Tanggungan

Nama Tabel : mustahiq_tanggungan

Type File : Master

Primary Key : id_tanggungan

Foreign Key : id_mustahiq

Tabel 4.39 Tabel Mustahik Tanggungan pada Database

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan


id_tanggungan integer 10 Kode prioritas tanggungan
id_mustahiq integer 10 Kode prioritas mustahik
jumlah integer 15 Jumlah tanggungan
nama_tanggungan varchar 30 Nama Tanggungan
deskripsi varchar 255 Deskripsi

4.2.7 Perancangan Form

Perancangan form yaitu perancangan bentuk input pada sistem yang akan

dibangun dibagi menjadi dua bagian yaitu form untuk Bagian Penghimpunan dan

Bagian Pendayagunaan. Dibawah ini adalah daftar perancangan form tersebut.

162
1. Perancangan Form Login

Gambar 4.57 Form Login

2. Bagian Penghimpunan

a. Form Daftar Muzakki

Gambar 4.58 Form Daftar Muzakki

163
b. Form Bayar Zakat Maal

Sistem Informasi Manajemen


Logo Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Tambah Pembayaran Zakat Maal

Nama XXXXXXXx

NPWZ XXXXXXXx

Jenis Muzakki XXXXXXXx

Cara Penerimaan
Jenis Zakat
Nomor Rekening

Tanggal Bayar

Jenis Zakat

Total Penerimaan

Tambah Batal

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambar 4.59 Form Bayar Zakat Maal

164
c. Form Bayar Infak

Gambar 4.60 Form Bayar Infak

165
d. Form Bayar Zakat Fitrah

Gambar 4.61 Form Bayar Zakat Fitrah

166
3. Bagian Pendayagunaan

a. Form Daftar Mustahik

Gambar 4.62 Form Daftar Mustahik

167
b. Form Penyaluran Langsung

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Penyaluran Langsung

Nama

Tgl Transaksi

Jumlah Bayar

Jenis Dana

Deskripsi

Tambah Mustahik

Nama Mustahik Tipe Mustahik Alamat Aksi

Simpan Batal

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambar 4.63 Form Penyaluran Langsung

168
c. Form Penyaluran Program

Gambar 4.64 Form Penyaluran Program

169
4.2.8 Perancangan Laporan

Perancangan laporan yaitu perancangan bentuk output yang akan dicetak

pada sistem yang akan dibangun dibagi menjadi dua bagian yaitu laporan untuk

Bagian Penghimpunan dan Bagian Pendayagunaan. Dibawah ini adalah daftar

perancangan laporan tersebut

1. Bagian Penghimpunan

a. Bukti Setor

Badan Amil Zakat Nasional


Jl. Kebon Sirih
Bukti Setor Zakat Maal
No. xxx/xxx/xxxx

Telah diterima dari :

Nama Muzaki : ..........................


NPWZ : ..........................
Alamat : ..........................
Jenis Infak : ..........................
Cara Bayar : ..........................
Jumlah : ..........................

Jazakumullahu Khairan Katsiran


Jakarta Pusat, tanggal

Penyetor Penerima

( ............................. ) ( ............................. )

Gambar 4.65 Bukti Setor

170
b. Laporan Penerimaan Donasi

Badan Amil Zakat Nasional


Jl. Kebon Sirih

Laporan Penerimaan Donasi

Total Penerimaan Rp.

Jakarta, 00 xxxx 0000

(…………………...)

Gambar 4.66 Laporan Penerimaan Donasi

2. Bagian Pendayagunaan

a. Bukti Salur

Gambar 4.67 Bukti Salur

171
b. Laporan Penyaluran Donasi

Gambar 4.68 Laporan Penyaluran Donasi

4.2.9 Perancangan Antarmuka (Interface)

Antarmuka adalah suatu sistem bagi kebanyakan pengguna.

Bagaimanapun bagus atau buruknya rancangannya, antar-muka tersebut menjadi

gambaran dari sistem dan sebagai bayangan dari kompetensi seorang analisis

sistem. Tujuan perancangan antar-muka yang membantu pengguna dan bisnis

mendapatkan informasi yang mereka butuhkan keluar dan masuk sistem dengan

mengacu pada tujuan-tujuan berikut:

1. Menyesuaikan antar-muka pengguna dengan tugas


2. Mengefisienkan antar-muka pengguna
3. Memberikan arus balik yang tepat kepada pengguna
4. Membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimanfaatkan
5. Memperbaiki produktifitas dari pengetahuan pegawai

172
Menggambarkan rancangan antarmuka sistem yang akan dikembangkan

1. Perancangan Antarmuka Muka

Gambar 4.69 Perancangan Antarmuka Muka

173
2. Perancangan Antarmuka Lihat Data Muzakki

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Kriteria Pencarian Muzakki

Jenis Muzakki

Nama

Cara Penerimaan

NPWZ

Alamat

Cari Data Muzakki Kosongkan isian

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambat 4.70 Perancangan Antarmuka Lihat Data Muzakki

174
3. Perancangan Antarmuka Cetak Laporan Penerimaan

Gambar 4.71 Perancangan Antarmuka Cetak Laporan Penerimaan

175
4. Perancangan Antarmuka Cetak Bukti Setor

Gambar 4.72 Perancangan Antarmuka Cetak Bukti Setor

176
5. Perancangan Antarmuka Cetak Laporan Penyaluran

Gambar 4.73 Perancangan Antarmuka Cetak Laporan Penyaluran

177
6. Perancangan Antarmuka Cetak Bukti Salur

Gambar 4.74 Perancangan Antarmuka Cetak Bukti Salur

178
7. Perancangan Antarmuka Daftar Program Penyaluran

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Daftar Program Penyaluran

No Program Utama Aksi

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Tabel 4.75 Perancangan Antarmuka Daftar Program Penyaluran

179
8. Perancangan Antarmuka Tambah Program Penyaluran

Sistem Informasi Manajemen


Logo Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Tambah Program Penyaluran

Program Utama

Simpan Batal

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambar 4.76 Perancangan Antarmuka Tambah Program Penyaluran

180
9. Perancangan Antarmuka Daftar Subprogram Penyaluran

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Daftar Program Penyaluran

No Program Utama Subprogram Deskripsi Tanggal Aksi

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Tabel 4.77 Perancangan Antarmuka Daftar Subprogram Penyaluran

181
10. Perancangan Antarmuka Tambah Subprogram Penyaluran

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Tambah Subprogram Penyaluran

Program Utama

Subprogram Utama

Simpan Batal

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambar 4.78 Perancangan Antarmuka Tambah Subprogram Penyaluran

182
11. Perancangan Antarmuka Tambah Kategori Zakat Maal

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Tambah Kategori Zakat Maal

Nama

Kadar

Simpan Batal

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambar 4.79 Perancangan Antarmuka Tambah Kategori Zakat Maal

183
12. Perancangan Antarmuka Tambah Kategori Mustahik

Sistem Informasi Manajemen Logo


Logo
Zakat, Infak, dan Sedekah

Home Administrasi Transaksi Laporan Setting

Tambah Kategori Mustahik

Kategori Mustahik

Simpan Batal

Copyright © Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah SIMZIS

Gambar 4.80 Perancangan Antarmuka Tambah Kategori Mustahik

184
13. Perancangan Antarmuka Tambah User

Gambar 4.81 Perancangan Antarmuka Tambah User

185
4.3 Implementation System

Pada tahap implementasi ini terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan.

Aktivitas-aktivitas yang dimaksud yaitu :

1. Pemrograman, dan

2. Pengujian

4.3.1 Pemrograman (Coding)

Dalam tahap pembuatan sistem ini ada beberapa software pendukung yang

digunakan seperti XAMPP versi 1.6.2 yang mencakup : Apache versi 2.2.4 untuk

web server, PHP versi 5.2.2 untuk bahasa pemrograman dan MySQL versi 5.0.14

untuk database. Selain itu, peneliti juga menggunakan notepad sebagai software

editor dan Adobe Photoshop CS 2 untuk mengolah gambar.

4.3.2 Pengujian (Testing)

Setiap program menjalani pengujian secara pribadi untuk memastikan

bahwa program yang telah kita buat bisa bebas dari kesalahan (bug), walaupun

tidak menutup kemungkinan masih terjadi sedikit kesalahan atau tidak sempurna.

Namun dengan demikian, dengan melakukan pengujian perangkat lunak dapat

meminimalisasi bugs pada sistem.

Pada pengujian ini, peneliti menggunakan metode pengujian unit dengan

pendekatan black-box testing.

186
Pengujian secara black-box, yaitu suatu pendekatan untuk menguji apakah

setiap fungsi di dalam program dapat berjalan dengan benar. Berikut beberapa

proses yang dilakukan peneliti dalam pengujian ini, yaitu :

1. Fungsi-fungsi yang tidak benar, baik input atau output

2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database

Dibawah ini merupakan tabel hasil pengujian dari aplikasi SIMZIS yang

peneliti lakukan :

Tabel 4.40 Pengujian Black-Box

No Rancangan Proses Hasil yang diharapkan Hasil Keterangan

Menjalankan
1. Akan tampil halaman Home Sesuai
SIMZIS

Akan menampilkan data


2. Klik link Login isian Username dan Sesuai
Password.

Akan menampilkan menu


Administrator jika login
sebagai admin, menu
Pilih tombol Submit penerimaan jika login
3. Sesuai Data valid
pada menu Login sebagai bagian penghim-
punan, dan menu penya-
luran jika login sebagai
pendayagunaan.

Akan menampilkan pesan


Pilih tombol Submit kesalahan pengisian user- Data tidak
4. Sesuai
pada menu Login name atau password dan valid
meminta untuk diisi kembali

187
dengan benar.

Klik link Registrasi Akan menampilkan form


5. Sesuai
Muzakki Perorangan isian data muzakki.

Pilih tombol Simpan


data pada menu Akan menampilkan rincian
6. Sesuai Data valid
Form Muzakki data muzakki.
Perorangan

Pilih tombol Simpan Akan menampilkan pesan


data pada menu kesalahan dan meminta Data tidak
7. Sesuai
Form Muzakki untuk diisi kembali dengan valid
Perorangan benar.

Akan menampilkan daftar


Klik link Data
8. para muzakki yang sudah Sesuai
Muzakki
terdaftar pada sistem.

Klik link Registrasi Akan menampilkan form


9. Sesuai
Mustahik isian data mustahik .

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan rincian
10. data pada menu Sesuai Data valid
data mustahik.
Form Mustahik

Akan menampilkan pesan


Pilih tombol Simpan
kesalahan dan meminta un- Data tidak
11. data pada menu Sesuai
tuk diisi kembali dengan valid
Form Mustahik
benar.

Klik link Registrasi Akan menampilkan form


12. Sesuai
Muzakki Lembaga isian data muzakki lembaga.

Pilih tombol Simpan


data pada menu Akan menampilkan rincian
13. Sesuai Data valid
Form Muzakki data muzakki lembaga.
Lembaga

Pilih tombol Simpan Akan menampilkan pesan


Data tidak
14. data pada menu kesalahan dan meminta un- Sesuai
valid
Form Muzakki tuk diisi ulang dengan

188
Lembaga benar.

Akan menampilkan daftar


Klik link Data
15. para mustahik yang sudah Sesuai
Mustahik
terdaftar pada sistem.

Akan menampilkan daftar


Klik link Transaksi
16. muzakki yang akan mem- Sesuai
Penerimaan ZIS
bayar ZIS.

Akan menampilkan form


Pilih Penerimaan
17. isian zakat fitrah bagi Sesuai
Zakat Fitrah
muzakki yang dipilih.

Akan menampilkan form


Pilih Penerimaan
18. isian zakat maal bagi mu- Sesuai
Zakat Maal
zakki yang dipilih.

Akan menampilkan form


Pilih Penerimaan
19. isian infak dan sedekah bagi Sesuai
Infak dan Sedekah
muzakki yang dipilih.

Akan menampilkan validasi


20. Pilih tombol Simpan Sesuai Data Valid
penerimaan zakat.

Akan menampilkan pesan


kesalahan dan meminta un- Data tidak
21. Pilih tombol Simpan Sesuai
tuk diisi kembali dengan valid
benar.

Klik link Data Akan menampilkan daftar


22. Transaksi Penerima- transaksi yang telah Sesuai
an diterima.

Akan menampilkan rincian


Pilih tombol Rincian
23. pertransaksi dan dapat di- Sesuai
Data Transaksi
cetak sebagai bukti setor.

Klik link Penyaluran Akan menampilkan form


24. Sesuai
Langsung isian penyaluran langsung.

25. Pilih tombol Akan menampilkan daftar Sesuai

189
Tambah mustahik mustahik yang dapat dipilih
pada menu Penya- yang mendapatkan dana
luran Langsung penyaluran langsung.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan laporan
26. pada menu Penya- Sesuai Data valid
penyaluran langsung.
luran Langsung

Akan menampilkan pesan


Pilih tombol Simpan
kesalahan dan meminta Data tidak
27. pada menu Penya- Sesuai
untuk diisi kembali dengan valid
luran Langsung
benar.

Klik link Penyaluran Akan menampilkan form


28. Sesuai
Program isian penyaluran program.

Pilih tombol Akan menampilkan daftar


Tambah mustahik mustahik yang dapat dipilih
29. Sesuai
pada menu Penya- yang mendapatkan dana pe-
Luran Program nyaluran program.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan laporan
30. pada menu Penya- Sesuai Data valid
penyaluran program.
luran Program

Akan menampilkan pesan


Pilih tombol Simpan
kesalahan dan meminta Data tidak
31. pada menu Penya- Sesuai
untuk diisi kembali dengan valid
luran Program
benar.

Menampilkan laporan
penerimaan dari muzakki
Klik link Laporan
32. sesuai dengan periode yang Sesuai
Penerimaaan
dicari atau dalam kriteria
lain.

Pilih tombol Cetak


Akan menampilkan laporan
data transaksi pada
33. transaksi penerimaan yang Sesuai
menu Laporan Pene-
akan dicetak.
rimaan

34. Klik link Laporan Akan menampilkan laporan Sesuai

190
Penyaluran penyaluran kepada mustahik
sesuai dengan periode yang
dicari atau dalam kriteria
lain.

Pilih tombol Cetak


Akan menampilkan laporan
data transaksi pada
35. transaksi penyaluran yang Sesuai
menu Laporan
akan dicetak.
Penyaluran

Akan menampilkan data


Klik Identitas
36. lembaga sebagai pemilik Sesuai
Lembaga
sistem.

Pilh tombol Edit


data identitas pada Akan menampilkan form
37. Sesuai
menu Identitas edit data identitas lembaga
Lembaga

Pilih tombol Simpan


perubahan pada Akan menampilkan data
38. Sesuai Data valid
menu Edit Data lembaga yang telah di edit.
Lembaga

Pilih tombol Simpan Akan menampilkan pesan


perubahan pada kesalahan pada form isian Data tidak
39. Sesuai
menu Edit Data dan meminta untuk diisi valid
Lembaga ulang dengan benar.

Akan menampilkan daftar


Klik link Program
40. program-program utama pe- Sesuai
Utama
nyaluran dari lembaga

Pilih tombol Edit


Akan menampilkan form
41. pada menu Program Sesuai
edit program utama.
Utama

Pilih tombol Simpan Akan menampilkan daftar


42. pada menu Edit program-program utama pe- Sesuai
Program Utama nyaluran

43. Pilih tombol Akan menampilkan form Sesuai

191
Tambah Program isian penambahan Program
Utama Utama.

Pilih tombol Simpan Akan menampilkan daftar


44. pada menu Tambah program-program utama pe- Sesuai
Program Utama nyaluran

Akan menampilkan daftar


Klik link Sub Pro- sub program penyaluran
45. Sesuai
gram Penyaluran dari dari Program Utama
lembaga

Pilih tombol Edit Akan menampilkan form


46. pada menu Sub Pro- edit Sub program Penya- Sesuai
gram Penyaluran luran.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
47. pada menu Edit Sub Sesuai
Sub Program Penyaluran
Program Penyaluran

Pilih tombol Akan menampilkan form


48. Tambah Sub pro- isian penambahan Sub Sesuai
gram Penyaluran Program Penyaluran.

Pilih tombol Simpan


pada menu Tambah Akan menampilkan daftar
49. Sesuai
Subprogram Penya- Sub Program Penyaluran
luran

Klik link Jenis Akan menampilkan daftar


50. Sesuai
Usaha Jenis Usaha

Pilih tombol Edit


Akan menampilkan form
51. pada menu Jenis Sesuai
edit Jenis Usaha.
Usaha

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
52. pada menu Edit Sesuai
Jenis Usaha.
Jenis Usaha

Pilih tombol Tam- Akan menampilkan form


53. Sesuai
bah Jenis Usaha isian penambahan Jenis

192
Usaha.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
54. pada menu Tambah Sesuai
Jenis Usaha
Jenis Usaha

Akan menampilkan daftar


55. Klik link Pekerjaan Sesuai
Pekerjaan

Pilih tombol Edit


Akan menampilkan form
56. pada menu Peker- Sesuai
edit Pekerjaan.
jaan

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
57. pada menu Edit Sesuai
Pekerjaan.
Pekerjaan

Akan menampilkan form


Pilih tombol
58. isian penambahan Peker- Sesuai
Tambah Pekerjaan
jaan.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
59. pada menu Tambah Sesuai
Pekerjaan
Pekerjaan

Klik link Kategori Akan menampilkan daftar


60. Sesuai
Zakat Maal kategori zakat maal

Pilih tombol Edit


Akan menampilkan form
61. pada menu Kategori Sesuai
edit kategori zakat maal.
Zakat Maal

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
62. pada menu Edit Sesuai
kategori zakat maal.
Kategori Zakat Maal

Pilih tombol Akan menampilkan form


63. Tambah Kategori isian penambahan kategori Sesuai
Zakat Maal zakat maal.

Pilih tombol Simpan Akan menampilkan daftar


64. Sesuai
pada menu Tambah kategori zakat maal

193
Kategori Zakat Maal

Klik link Kategori Akan menampilkan daftar


65. Sesuai
Mustahik kategori mustahik

Pilih tombol Edit


Akan menampilkan form
66. pada menu Kategori Sesuai
edit kategori mustahik.
Zakat Maal

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
67. pada menu Edit Sesuai
kategori mustahik.
Kategori Mustahik

Pilih tombol Akan menampilkan form


68. Tambah Kategori isian penambahan kategori Sesuai
Mustahik mustahik.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
69. pada menu Tambah Sesuai
kategori mustahik
Kategori Mustahik

Klik link Data Akan menampilkan daftar


70. Sesuai
Pengguna Sistem pengguna sistem

Pilih tombol Edit


Akan menampilkan form
71. pada menu Data Sesuai
edit pengguna sistem.
Pengguna Sistem

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
72. pada menu Edit Data Sesuai
pengguna sistem.
Pengguna Sistem

Pilih tombol Akan menampilkan form


73. Tambah Pengguna isian penambahan peng- Sesuai
Sistem guna sistem.

Pilih tombol Simpan


Akan menampilkan daftar
74. pada menu Tambah Sesuai
pengguna sistem
Pengguna Sistem

Klik link Rubah Akan menampilkan form


75. Sesuai
Password isian rubah password

194
Pilih tombol Simpan Akan menampilkan
76. pada menu Rubah konformasi perubahan Sesuai
Password password sukses

Akan menampilkan pesan


konfimasi keluar dari
77. Klik link Logout sistem, apabila setuju akan Sesuai
menampilkan halaman
Muka.

Setelah melakukan semua tahap pengembangan maka langkah terakhir

yaitu melakukan persiapan penerapan sistem untuk dipakai di lembaga sosial

BAZNAS. Sistem ini akan berjalan dengan persyaratan minimum perangkat keras

(hardware) dan perangkat lunak (software) yang peneliti sarankan yaitu:

1. Spesifikasi Perangkat Keras (client)

a. Processor Intel Pentium IV 500 MHz

b. Memori RAM 256 MB

c. Sisa kapasitas hard disk 100 MB

d. VGA Card 32 MB

e. Keyboard

f. Mouse

g. LAN Card

2. Spesifikasi Perangkat Lunak (client)

a. Sistem Operasi Windows versi 98, 2000, 2003, XP, 7

b. Browser Mozila Firefox, Google Chrome, Opera

195
3. Spesifikasi Perangkat Keras (server)

a. Intel(R) core (TM)2 Quad CPU Q9300 @ 2.50GHz

b. Speed : 2500.028 MHz

c. RAM : 8 Giga

d. Hard Drive : 1000Gb SATA

4. Spesifikasi Perangkat Lunak (server)

a. Apache version : 2.2.14

b. PHP version : 5.2.11

c. cPanel version : 11/24.5-STABLE

d. MySQL version : 5.0.81

Konfigurasi jaringan yang diusulkan dalam penerapan sistem informasi

manajemen ZIS adalah sebagai berikut.

Gambar 4.82 Konfigurasi jaringan yang diusulkan

196
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka

dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Sistem informasi manajemen zakat, infak dan sedekah (SIMZIS) yang

dibuat terdiri dari penerimaan donasi ZIS dari muzakki BAZNAS dan

penyaluran donasi melalui penyaluran langsung atau program penyaluran

kepada mustahik.

2. Sistem informasi manajemen ZIS membantu kerja dari amil dalam

menghimpun donasi baik berupa zakat maupun infak dari muzakki dan

meyalurkan donasi kepada mustahik melalui penyaluran langsung atau

program-program penyaluran.

3. Sistem informasi manajemen ZIS yang dibuat telah terkomputerisasi dan

menjadi solusi alternatif untuk membantu dalam proses manajemen ZIS.

4. Dengan sistem ini pengguna mengecek dan mencetak informasi

penerimaan dan penyaluran ZIS perhari, perminggu, atau perbulan dari

hasil laporannya.

5.2 Saran

Sistem yang dibangun masih memiliki beberapa kekurangan dan

keterbatasan, oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu dikembangkan oleh

peneliti selanjutnya agar menjadi lebih baik, antara lain:

197
1. Adanya pengembangan modul sistem akuntansi zakat dalam mencatat

transaksi akuntansinya.

2. Sistem informasi ini dapat diintegrasikan dengan website resmi BAZNAS

agar laporan penerimaan dan pendayagunaan penyaluran donasi di

publikasi kepada masyarakat agar lebih transparan.

3. Penambahan fitur-fitur keamanan agar data keuangan tidak dapat

dimanipulasi oleh pihak yang tidak berhak.

4. Menambahkan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam

menilai kelayakan calon mustahik pada saat mendaftar menjadi calon

mustahik BAZNAS dan menilai mustahik mana yang mendapatkan

penyaluran.

198
DAFTAR PUSTAKA

Buku

Al-Qur’anul karim

Amsyah, Zulkifli. 2005. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Fahruddin. 2008. Fiqh dan Manajemen Zakat di Indonesia. Malang: UIN-Malang

Press.

Fatansyah. 1999. Basis Data. Bandung: Informatika.

Fowler, Martin. 2005. UML Distelled, Edisi 3. Yogyakarta: Andi.

Handoko, Hani. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Hariyanto, Bambang. 2004. Rekayasa Sistem Berorientasi Objek. Bandung:

Informatika.

Hariyanto, Bambang. 2004. Sistem Manajemen Basis Data Pemodelan,

Perancangan dan Penerapannya. Bandung: Informatika.

Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur

Teori Dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi.

Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.

Kendall, Kenneth E. dan Kendall Julie E. 2010. Analisis dan Perancangan

Sistem. Edisi 5. Jilid 1. Jakarta: Gramedia.

199
Kendall, Kenneth E. dan Kendall, Julie E.. 2003. Analisis dan Perancangan

Sistem. Edisi 5. Jilid 2. Jakarta: Gramedia.

Kristianto, Andri. 2003. Jaringan Komputer. Yogyakarta: Graha Ilmu.

McLeod, Raymond dan Schell, George. 2008. Sistem Informasi Manajemen. Edisi

10. Jakarta: Salemba Empat.

Munawar. 2005. Pemodelan Visual Dengan UML. Jakarta: Graha Ilmu.

Nazir, Moh. 2005. Metodologi Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Noerlina; Idris, Guatama; Henricus, Bambang. 2007. Perancangan Sistem

Informasi Berbasis Object Oriented : Studi Kasus. Jakarta: Mitra Wacana

Media.

Nugroho, Adi. 2005. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Dengan

Metodologi Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.

Peranginangin, Kasiman. 2005. Aplikasi Web Dengan PHP dan MySQL.

Yogyakarta: Andi.

Pressman, Roger. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak. Pendekatan Praktis. Buku 1.

Yogyakarta: Andi.

Robbins, Stephen P dan Coulter, Mary. 2007. Manajemen. Edisi 8. Jakarta:

Indeks.

Sevilla G Consuelo, et.al. 2006. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UIP.

200
Sholiq. 2006. Pemodelan Sistem Informasi Berorientasi Objek Dengan UML.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sidik, Betha. 2006. Pemrograman WEB dengan PHP. Bandung: Informatika.

Subianto, Achmad; Kodradi; Kusman, Kuswadi. 2007. Berharta tidak Berzakat

adalah Korupsi. Jakarta: Yayasan Bermula dari Kanan.

Suja, Iman. 2005. Pemrograman SQL dan Database server MySQL. Yogyakarta :

Andi.

Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi.

Skripsi

Dzaky, Alfian Surory. 2010. Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen

Berbasis Web Pada Penerimaan dan Pengeluaran ZIS.

Hutomo, Tommy. 2010. Pengembangan Sistem Pengelola Data Penerimaan

Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf Menggunakan Metode Disconnected

Architecture.

Nurhasanah, Siti. 2010. Pengembangan Sistem Informasi Muzakki Menggunakan

Pendekatan Berorientasi Objek.

Artikel

Hafidhuddin, Didin. 2008. Berdayakan Lembaga Amil Zakat.

Giyanti, Sri. 2007. Zakat. Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam FEB UGM.

201
LAMPIRAN - LAMPIRAN
WAWANCARA

Tanggal : 29/10/2010

Kepada : Ricky Rachmat (Staf Pendayagunaan)

Lembaga : Badan Amil Zakat Nasional

1. Bagaimana kriteria / syarat-syarat dalam penerimaan menjadi mustahik ?

Kriteria yang pertama, mustahik harus dari kedelapan asnaf yang telah
disebutkan dalam al Qur’an surat at Taubah ayat 60. Setelah itu
diwawancarai dengan menggunakan lembaran survey mustahik. Apabila
mustahik sudah mengisi lembaran survey mustahik, data tersebut dianalisis
oleh staf bagian pendayagunaan apakah orang tersebut pantas untuk diberi
bantuan.

2. Apakah sebaran penyaluran dana zakat dan dana infak sama? Apabila
berbeda, kemana saja dana zakat disalurkan dan dana infak disalurkan?

Sebaran penyaluran dana zakat dengan dana infak berbeda, penyaluran


dana zakat khusus untuk 8 asnaf yang membutuhkan, sedangkan
penyaluran dana infak lebih fleksibel.

3. Apa program-program penyaluran zakat dan infak?

BAZNAS memiliki 5 program utama penyaluran yaitu


1. Indonesia Peduli adalah program bantuan kepada mustahik untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang mendesak seperti bantuan berobat,
tunggakan biaya sekolah, ibnu sabil, dan kebutuhan mendesak lainnya.
Termasuk dalam program Indonesia Peduli adalah program bantuan
penanganan bencana seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, dan
bencana kemanusiaan lainnya.

202
2. Indonesia Sehat adalah Program bantuan kepada mustahik untuk
memenuhi kebutuhan kesehatan.
3. Program Indonesia Taqwa adalah program untuk menjaga,
meningkatkan dan memperkuat akhlak, etika, dan karakter umat, serta
kesalehan sosialnya.

4. Program Indonesia Makmur adalah program pemberdayaan ekonomi


untuk fakir miskin agar mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya.
Selain pemberian dana modal usaha, para peserta program yang
dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya juga mendapatkan
pendampingan dari aspek produksi sampai pemasaran.
5. Program Indonesia Cerdas adalah program pemberian bantuan
pendidikan kepada mustahik.

4. Darimana asal dana penyaluran dari program-program penyaluran


tersebut? Apakah menggunakan dana zakat, infak, atau lainnya?

Seperti yang telah dijelaskan pada pertanyaan sebelumnya, penyaluran


dana zakat dikhususkan untuk 8 asnaf. Jadi apabila dalam pembantuan
program penyalurannya ditujukan untuk mustahik yang termasuk 8 asnaf
tersebut, maka sumber dana penyalurannya melalui dana zakat.

5. Sistem seperti apa yang diinginkan?

Sistem manajemen zakar, infak dan sedekah yang terintegrasi antara


bagian lembaga, agar dapat data-data hasil transaksi tidak terpisah-pisah.

203
LAMPIRAN CODING PROGRAM

Daftar Muzakki <tr><th colspan="2" scope="row"><div


align="center">Data Mustahiq</div></th>
<?php </tr>
// rubah password <tr><th scope="row"><div align="left">Nama
include ('aturan.php'); Mustahiq</div></th>
include ('vdaemon/sanitize.php'); <td><?php echo $data_mustahiq['nama_mustahiq'];
include('vdaemon/vdaemon.php'); ?></td></tr>
session_start(); <tr><th scope="row"><div
align="left">Alamat</div></th>
// mengecek ada tidaknya session untuk <td><?php echo $data_mustahiq['alamat']; ?></td>
username </tr><tr><th colspan="2" scope="row"><div
if (!isset($_SESSION['username'])) align="center">
{include ('login.php'); <p>&nbsp;</p>
exit; <p>Entry Data Tanggungan Mustahiq</p>
} else { </div></th>
include ('header.php');} </tr><tr><th width="250" scope="row"><div
align="left">
// first thing, query data muzaki,, badass <vllabel errclass="error"
$meta_mustahiq = validators="jumlahTertanggung"
sanitizeOne($_GET['meta'], array( 'text' => 'plain')); for="txtJmlhTanggungan" cerrclass="controlerror">
$query_datam = "SELECT * FROM Jumlah Tanggungan <span
`mustahiq` WHERE metadata = '$meta_mustahiq'"; class="style1">* </span></vllabel>
$exec_query_datam = </div></th>
mysql_query($query_datam) or die("can not loading <td width="590">:
data from sql asshole"); <input name="txtJmlhTanggungan" type="text"
$data_mustahiq = id="txtJmlhTanggungan" size="40" maxlength="40" />
mysql_fetch_array($exec_query_datam); <vlvalidator name="jumlahTertanggung"
type="required" control="txtJmlhTanggungan"
if ($_POST['aksi'] == 'simpan') { errmsg="Jumlah tertanggung mustahiq dibutuhkan">
$sql_saving = "INSERT INTO </td></tr><tr> <th width="250" scope="row"><div
`mustahiq_tanggungan` ( align="left"> <vllabel errclass="error"
validators="namaTertanggung"
`id_tanggunan` , for="txtNamaTanggungan" cerrclass="controlerror">
`jumlah` , Nama Tanggungan <span class="style1">*
`nama_tanggungan` , </span></vllabel></div></th><td width="590">:
`deskripsi` , <input name="txtNamaTanggungan" type="text"
`id_mustahiq`) id="txtNamaTanggungan" size="40" maxlength="50">
<vlvalidator name="namaTertanggung"
VALUES (NULL, type="required" control="txtNamaTanggungan"
'$_POST[txtJmlhTanggungan]', errmsg="Nama tertanggung mustahiq dibutuhkan">
'$_POST[txtNamaTanggungan]', </td></tr><tr> <th scope="row"><div align="left">
'$_POST[txtDeskripsi]', '$_POST[idmustahiq]');"; Deskripsi</div></th>
$exec_sql = <td>: <textarea name="txtDeskripsi" cols="37"
mysql_query($sql_saving) or die("can not saving data rows="5" id="txtDeskripsi"></textarea>
to sql asshole"); </td></tr><tr><th scope="row">&nbsp;</th><td>
if ($exec_sql) {echo "<meta http-equiv='Refresh' <input type="hidden" name="idmustahiq"
content='0; value="<?php echo $data_mustahiq[id_mustahiq]; ?>"
url=adm_mustahiqPersonal.php?status=sukses&meta=$ /><input type="hidden" name="metadatamustahiq"
_POST[metadatamustahiq]'>\n "; value="<?php echo $meta_mustahiq; ?>" />
} else {echo "<meta http-equiv='Refresh' content='0; <input type="submit" name="btnSimpan"
url=adm_mustahiqPersonal.php?status=gagal&meta=$_ id="btnSimpan" value="Simpan" />
POST[metadatamustahiq]'>\n "; <input type="reset" name="Reset" id="button"
}}?> value="Reset">
<div id="main"><div id="text"><div <input type="button" name="btnBatal" id="btnBatal"
id="judulForm">Tambah Data Rekening Muzaki</div> value="Batal" onclick="window.location.href='<?php
<div id="panelWelcome"> echo $_SERVER['HTTP_REFERER']; ?>'"/>
<form action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF']; <input type="hidden" name="aksi" value="simpan" />
?>" name="adm-addacctmuzaki" method="post" </td>
id="adm-addacctmuzaki" runat="vdaemon"> </tr></table></form> <p class="style1">* tidak boleh
kosong</p></div></div><div class="clear"></div>
<div><vlsummary form="adm- </div>
addacctmuzaki" class="error" displaymode="list" <?php include('footer.php'); ?>
headertext="Tolong perbaiki ini:" ></div> <?php VDEnd(); ?>
<table width="850" border="0">
Daftar Mustahik

204
<input type="button" name="btnSelesai"
<?php id="btnSelesai" value="Selesai"
// rubah password onClick="window.location='adm_datamustahiq.php'"/>
session_start(); </div></td>
include ('aturan.php'); </tr></table><p>&nbsp;</p>
include ('vdaemon/sanitize.php'); </div><h2>&nbsp;</h2>
</div><div class="clear"></div>
// mengecek ada tidaknya session untuk </div><?phpinclude('footer.php');?>
username
if (!isset($_SESSION['username']))
{ Penerimaan zakat maal
include ('login.php');
exit; <?php
} else { // include all of this stuff :D
include ('header.php'); session_start();
} include ('aturan.php');
include ('vdaemon/sanitize.php');
$meta_mustahiq = require_once('calendar/classes/tc_calendar.p
sanitizeOne($_GET['meta'], array( 'text' => 'plain')); hp');
include('vdaemon/vdaemon.php');
$query = "SELECT * FROM `mustahiq`
WHERE `metadata` = // mengecek ada tidaknya session untuk
'$meta_mustahiq' username
LIMIT 0 , 30 "; if (!isset($_SESSION['username']))
{
$hasil = mysql_query($query) or include ('login.php');
die("Error"); exit;
$data = mysql_fetch_array($hasil); } else {
?> <div id="main"> include ('header.php');}
<div id="text"> if ($_POST['aksi'] == 'simpan') {
<div id="judulForm">Rincian Mustahiq $sql_GetFactor = "select rate from cat_zakatmaal where
Perorangan</div> Id = $_POST[tipe_zakat];";
<br/> $sql_execGetFactor = mysql_query($sql_GetFactor);
<div id="panelWelcome"> $sql_dataGetFactorRate =
<?php if($_GET['status'] == "sukses") { ?> mysql_fetch_array($sql_execGetFactor);
<div class="informasi">Sukses menambah data $zmaal_totalPay =
mustahik</div> sanitizeOne($_POST['txtPenerimaan'], array(
<?php } else if($_GET['status'] != "") { ?> 'txtPenerimaan' => 'int') );
<div class="notice">Gagal menambah data $factor_rate = $sql_dataGetFactorRate['rate'];
mustahik</div> $z_TotalAmount =
<?php } ?> ($zmaal_totalPay / $factor_rate) * 100;
<table width="700" border="0"> $zMetaID = sha1("$_POST[metadata]" . time());
<tr><th width="325" scope="row"><div $profNumber =
align="left">Kategori Mustahik</div></th> "$_POST[txtTanggalPenerimaan]/ZMAAL/00000" .
<td width="375"> rand(1, rand(4, 40) * 12) ; // sample match like this:
<?php 25/10/2010/Langsung/000003
$sql_string = "select * from cat_mustahiq where Id = $sql_saving = "INSERT INTO `zakat_mal_reception`
$data[mustahiq_type] limit 1"; (`zmaal_id` ,`zmaal_entryIn` ,`zmaal_totalAmount`
$sql_hasil = mysql_query($sql_string); ,`zmaal_totalPay` ,
while ($sql_data = mysql_fetch_array($sql_hasil)) { `zmaal_MetaID`, `zmaal_catID` ,
echo "$sql_data[nama_mustahik]"; `zmaal_muzakiMetaData`, `zmaal_status`)
} VALUES (NULL , '$_POST[txtTanggalPenerimaan]',
?> </td> </tr><tr><th scope="row"><div '$z_TotalAmount', '$zmaal_totalPay',
align="left">Nama Mustahik</div></th><td><?php '$zMetaID', '$_POST[tipe_zakat]', '$_POST[metadata]',
echo $data['nama_mustahiq']; ?></td></tr> 'UNAPPROVED');";
<tr><th scope="row"><div align="left">Pendapatan $hasil_saving = mysql_query($sql_saving) or
<?php echo $data['fax']; ?><br/> die("Error on saving data.");
<a href="<?php echo $data['website']; ?>" $sql_saving = "INSERT INTO `penerimaan_ziswaf`
target="_blank"><?php echo $data['website']; (`id_FundDistribution` ,`tanggal` ,`proofNumber`
?></a><br/> ,`jumlahUang` ,`tipe_pembayaran`, `tipe_penerimaan`,
</div></td> `IsPrinted`, `IdAkunBank`, `deskripsi` ,`tipe_status` ,
</tr><tr><th scope="row"> `metadata_user`, `UserAprovedBy`, `zMetaID`)
<input type="button" name="button2" id="button2" VALUES
value="Tambah Tanggungan" (NULL , '$_POST[txtTanggalPenerimaan]',
onclick="window.location='adm_addBurdenMustahiq.p '$profNumber', '$_POST[txtPenerimaan]',
hp?meta=<?php echo $meta_mustahiq; ?>';"/></th> '$_POST[cboCaraPenerimaan]', 'ZAKAT_MAAL',
<td><div align="right"> 'NO', '$_POST[cboNoRekening]', 'Pembayaran Zakat
Maal untuk $_POST[namamuzaki] ', 'UNAPPROVED',

205
'$_POST[metadata]', '$_SESSION[username]', <div><vlsummary form="form1" class="error"
'$zMetaID');"; displaymode="list" headertext="Tolong perbaiki ini:"
$hasil_saving = mysql_query($sql_saving) or ></div>
die("Error on saving data."); <?php
if ($hasil_saving) { if ($_GET['aksi'] != 'new') {
echo "<meta http-equiv='Refresh' content='0; if ($_POST['aksi'] == ''){
url=trans_zmaal.php?status=sukses&metadata=$_POST echo "<div class=\"informasi\">Entry data / perubahan
[metadata]'>\n "; sukses, silakan simpan atau entry data yang
}} lainnya.</div>";
if ($_GET['aksi'] == 'hapus') { } elseif (($_POST['aksi'] == 'simpan') &&
$sql_delZMaalTrans = "DELETE FROM !($hasil_saving)) {
`zakat_mal_reception` WHERE echo "<div class=\"notice\">Entry data transaksi
`zakat_mal_reception`.`zmaal_MetaID` = gagal.</div>";
'$_GET[metazmaal]' LIMIT 1"; }}
$hasil_delZMaalTrans = ?>
mysql_query($sql_delZMaalTrans) or die("Error on <table width="850" border="0">
saving data."); <tr><th width="201" scope="row"><div
$sql_delZMaalTrans = "DELETE FROM align="left">Nama</div></th>
`penerimaan_ziswaf` WHERE <td width="639"><?php echo $data['nama_muzaki'];
`penerimaan_ziswaf`.`zMetaID` = '$_GET[metazmaal]' ?></td>
LIMIT 1"; </tr><tr><th scope="row"><div
$hasil_delZMaalTrans = align="left"><strong>NPWZ</strong></div></th>
mysql_query($sql_delZMaalTrans) or die("Error on <td><?php echo $data['npwz']; ?></td>
saving data."); </tr><tr><th scope="row"><div align="left">Jenis
if ($hasil_delZMaalTrans) { Muzaki</div></th>
echo "<meta http-equiv='Refresh' content='0; <td><?php echo strtoupper($data['muzaki_type']);
url=trans_zmaal.php?status=sukses&metadata=$_GET[ ?></td>
metadata]'>\n "; </tr><tr><th scope="row"><div align="left">Cara
} } elseif ($_GET['aksi'] == 'update') { Penerimaan</div></th> <td><select
$sql_updateZMaalTrans = "UPDATE name="cboCaraPenerimaan"
`zakat_mal_reception` SET `zmaal_status` = id="cboCaraPenerimaan">
'APPROVED' WHERE <option value="CASH">Tunai</option>
`zakat_mal_reception`.`zmaal_muzakiMetaData` = <?php if(mysql_num_rows($sql_HasilNoRek) > 0) { ?>
'$_GET[metadata]';"; <option value="TRANSFER">Transfer</option>
$hasil_updateZMaalTrans = <?php } ?>
mysql_query($sql_updateZMaalTrans) or die("Error on </select></td></tr><tr><th scope="row"><div
updating data."); align="left">Nomor Rekening</div></th><td>
$sql_updateZMaalTrans = "UPDATE <select name="cboNoRekening"
`penerimaan_ziswaf` SET `tipe_status` = 'APPROVED' id="cboNoRekening">
WHERE `penerimaan_ziswaf`.`tipe_penerimaan` = <option value="">--- pilih nomor rekening ---</option>
'ZAKAT_MAAL' AND <option value="0">CASH</option>
`penerimaan_ziswaf`.`metadata_user` = <?php
'$_GET[metadata]';"; while ($sql_dataNoRek =
$hasil_updateZMaalTrans = mysql_fetch_array($sql_HasilNoRek)) {
mysql_query($sql_updateZMaalTrans) or die("Error on echo "<option
updating data."); value='$sql_dataNoRek[id_rekening]'>$sql_dataNoRek
if ($hasil_updateZMaalTrans) { [rekening_namabank]
echo "<meta http-equiv='Refresh' content='0; $sql_dataNoRek[rekening_nomor]</option>";}
url=trans_ZiswafAndProgramReceiption.php?status=su ?>
kses'>\n "; </select></td></tr><tr><th scope="row"><div
}} align="left">Tanggal Pembayaran <span
$m_data = sanitizeOne($_GET['metadata'], array( class="style1">*</span></div></th><td>
'metadata' => 'plain') ); <?php
$query = "SELECT * FROM `muzaki` where metadata $myCalendar = new
= '$m_data' LIMIT 1;"; tc_calendar("txtTanggalPenerimaan", true, false);
$hasil = mysql_query($query) or die("Error"); $myCalendar-
$data = mysql_fetch_array($hasil); >setIcon("calendar/images/iconCalendar.gif");
$sql_NoRek = "select * from muzaki_account where $myCalendar->setPath("calendar/");
id_muzaki = '$data[id_muzaki]'"; $myCalendar->setDate(date('d'), date('m'), date('Y'));
$sql_HasilNoRek = mysql_query($sql_NoRek); $myCalendar->setYearInterval(1950, 2020);
?> $myCalendar->dateAllow('1950-01-01', '2020-12-31');
<div id="main"> $myCalendar->setDateFormat('j F Y');
<div id="text"> $myCalendar->writeScript();
<div id="judulForm">Tambah Pembayaran Zakat ?> </td></tr> <tr><th scope="row"><div
Maal</div> align="left">Jenis Zakat</div></th><td><select
<div id="panelWelcome"> name="tipe_zakat" id="tipe_zakat">
<form action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF']; <?php
?>" name="form1" method="post" runat="vdaemon" $sql_string = "select * from cat_zakatmaal";
disablebuttons="all"> $sql_hasil = mysql_query($sql_string);

206
while ($sql_data = mysql_fetch_array($sql_hasil)) { <td><div align="center"><?php echo
echo "<option $data_catZMaal[Name]; ?></div></td>
value='$sql_data[Id]'>$sql_data[Name]</option>";} <td><div align="center"><?php echo
?> $data_zMaal2[zmaal_totalAmount]; ?></div></td>
</select></td></tr><tr><th scope="row"><div <td><div align="center"><?php echo
align="left"><vllabel errclass="error" $data_catZMaal[rate]; ?></div></td>
validators="TotalIncomeReq" for="txtPenerimaan" <td><div align="center"><?php echo
cerrclass="controlerror">Total Penerimaan <span $data_zMaal2[zmaal_totalPay]; ?></div></td>
class="style1">*</span></vllabel></div></th> <td><div align="center">UNAPPROVED</div></td>
<td> <td><div align="center"><a href="#"><img
<input name="txtPenerimaan" type="text" src="images/delete.png" width="16" height="16"
id="txtPenerimaan" size="40" /> border="0" title="Hapus Data Pembayaran Zakat Maal"
<vlvalidator name="TotalIncomeReq" onclick="var r=confirm('Yakin akan menghapus data
type="checktype" validtype="integer" required="true" pembayaran zakat maal ini.'); if (r==true)
setfocus="true" control="txtPenerimaan" {window.location = '<?php echo
errmsg="Total zakat harus diisi dengan benar."> $_SERVER[PHP_SELF];
</td></tr><tr><th scope="row">&nbsp;</th><td> ?>?aksi=hapus&metazmaal=<?php echo
<input type="hidden" name="namamuzaki" $data_zMaal2['zmaal_MetaID']; ?>&metadata=<?php
value="<?php echo $data['nama_muzaki']; ?>" /> echo $data['metadata'];
<input type="hidden" name="metadata" value="<?php ?>&status=sukses';}"/></a></div></td>
echo $data['metadata']; ?>" /> </tr>
<input type="hidden" name="aksi" value="simpan" /> <?php } ?>
<input type="submit" name="btnSimpan" <tr><td colspan="6"><br/><div align="center" ><input
id="btnSimpan" value="Simpan" /> type="button" value="Simpan Traksaksi dan Selesai"
<input type="button" name="btnBatal" id="btnBatal" onClick="window.location='<?php echo
value="Batal" $_SERVER[PHP_SELF];
onClick="window.location='trans_ZiswafAndProgram ?>?aksi=update&metadata=<?php echo
Receiption.php'"/> $data['metadata']; ?>&limit=<?php echo $jumlah_data;
</td></tr></table></form> ?>'"/></div></td> </tr></table>
<p class="style1">* tidak boleh kosong</p> <?php } ?>
<?php </p></div></div><div class="clear"></div></div>
$sql_zMaal2 = "select * from zakat_mal_reception <?php include('footer.php'); ?> <?php VDEnd(); ?>
where zmaal_muzakiMetaData = '$data[metadata]' and
zmaal_status = 'UNAPPROVED'"; Penyaluran Langsung
$hasil_zMaal2 = mysql_query($sql_zMaal2) or
die("Error"); <?php
$jumlah_data = mysql_num_rows($hasil_zMaal2); // rubah password
if ($jumlah_data > 0) { session_start();
?> include ('aturan.php');
<hr/> include ('vdaemon/sanitize.php');
<table width="850" id="tabelData" border="thin"> require_once('calendar/classes/tc_calendar.php');
<tr><th colspan="6" scope="row"
bgcolor="#99CC99"><div align="center">Detail // mengecek ada tidaknya session untuk
Pembayaran Zakat Maal</div></th> username
</tr><tr><td width="200"><div if (!isset($_SESSION['username']))
align="center"><strong>Jenis {
Zakat</strong></div></td> include ('login.php');
<td width="200"><div align="center"><strong>Dasar exit;
Pengenaan Zakat</strong></div></td> } else {
<td width="100"><div align="center"><strong>Kadar include ('header.php');
(%)</strong></div></td> }
<td width="200"><div align="center"><strong>Jumlah
Zakat</strong></div></td> <td width="75"><div if ($_GET['aksi'] == "hapus") {
align="center"><strong>Status</strong></div></td> $sql_update = "DELETE FROM
<td width="40"><div `distribusi_dana` WHERE
align="center"><strong>Aksi</strong></div></td> `distribusi_dana`.`FundDistributionID` =
</tr> '$_GET[id_dana]' LIMIT 1";
<?php while ($data_zMaal2 = $exec_update = mysql_query($sql_update);
mysql_fetch_array($hasil_zMaal2)) { $no = $no + 1; ?> $sql_update2 = "DELETE FROM
<tr class="row"> `mustahiq_fund_distribution` WHERE
<?php `mustahiq_fund_distribution`.`FundDistributionID` =
$sql_catZMaal = "select * from cat_zakatmaal where Id '$_GET[id_dana]' LIMIT 1";
= '$data_zMaal2[zmaal_catID]'"; $exec_update2 = mysql_query($sql_update2);
$hasil_catZMaal = mysql_query($sql_catZMaal) or } elseif ($_GET['aksi'] == "proses") {
die("Error dial catZakatMaal"); $sql_update = "UPDATE `distribusi_dana` SET
$data_catZMaal = `MetaDataModifiedDate` = NOW( ) ,
mysql_fetch_array($hasil_catZMaal); `SubmissionStatusType` = 'PROCESSED' WHERE
?> `distribusi_dana`.`FundDistributionID`=
'$_GET[id_dana]' LIMIT 1";

207
$exec_update = mysql_query($sql_update); }
} elseif ($_GET['aksi'] == "terima") { $hasil = mysql_query($query) or die("Error");
$sql_update = "UPDATE `distribusi_dana` SET ?><div id="main">
`MetaDataModifiedDate` = NOW( ) , <div id="text">
`SubmissionStatusType` = 'APPROVED' <div id="judulForm">Kriteria Pencarian Transaksi
WHERE `distribusi_dana`.`FundDistributionID`= Penyaluran </div>
'$_GET[id_dana]' LIMIT 1"; <div id="panelWelcome">
$exec_update = mysql_query($sql_update); <form id="dataDistribusi" name="dataDistribusi"
} elseif ($_GET['aksi'] == "tolak") { method="post" action="<?php echo
$sql_update = "UPDATE `distribusi_dana` SET $_SERVER['PHP_SELF']; ?>">
`MetaDataModifiedDate` = NOW( ) , <?php if($_GET['aksi'] != '') {
`SubmissionStatusType` = 'UNAPPROVE' WHERE if (exec_update) {?>
`distribusi_dana`.`FundDistributionID`= <div class="informasi">Sukses mengupdate
'$_GET[id_dana]' LIMIT 1"; data!</div>
$exec_update = mysql_query($sql_update); <?php } else { ?>
} <div class="notice">Gagal update data! <?php echo
if ($_POST['aksi'] == 'cari') { $exec_update; ?></div>
if ($_POST['cboTipeAsnaf'] != 'all') { $p_tAsnaf = " <?php } } ?>
AND distribusi_dana.AsnafType = <table width="850" border="0" id="tabelData">
'$_POST[cboTipeAsnaf]' "; } else { $p_tAsnaf = "";} <tr><th colspan="2" scope="row"
if ($_POST['cboPenerimaan'] != 'all') { $p_tPenerimaan bgcolor="#99CC99">Pencarian Data Penerimaan
= " AND distribusi_dana.FundDistributionType = ZIS</th></tr><tr> <th scope="row"><div
'$_POST[cboPenerimaan]' "; } else { $p_tPenerimaan = align="right">Tipe Penyaluran </div></th>
"";} <td>:
if ($_POST['cboStatus'] != 'all') { $p_tStatus = " AND <select name="cboPenerimaan" id="cboPenerimaan">
distribusi_dana.SubmissionStatusType = <option value="all"
'$_POST[cboStatus]' "; } else { $p_tStatus = "";} selected="selected">Semua</option>
if ($_POST['cboJenisDana'] != 'all') { $p_tJenisDana = <option value="PROGRAM">Penyaluran
" AND distribusi_dana.SubProgramID = Program</option>
'$_POST[cboJenisDana]'"; } else { $p_tJenisDana = <option value="SOCIETY_SERVICE">Penyaluran
"";} Langsung</option>
$query = "Select </select> </td>
zakat_sub_program.nama_subprogram, </tr><tr><th width="300" scope="row"><div
distribusi_dana.ProofNumber, align="right">Status </div></th><td width="540">:
distribusi_dana.FundSourceType, <select name="cboStatus" id="cboStatus">
distribusi_dana.AsnafType, <option value="all"
distribusi_dana.AmountOfMoney, selected="selected">Semua</option>
distribusi_dana.Description, <option
distribusi_dana.SubmissionStatusType, value="PROCESSED">PROCESSED</option>
distribusi_dana.TransactionDate, <option value="APPROVED">APPROVED</option>
<option
distribusi_dana.FundDistributionID, value="UNAPPROVE">UNAPPROVE</option>
distribusi_dana.FundDistributionType, </select></td>
distribusi_dana.SubProgramID </tr><tr<th scope="row"><div align="right">Tipe
From Asnaf</div></th><td>:
zakat_sub_program Inner Join <select name="cboTipeAsnaf" id="cboTipeAsnaf">
distribusi_dana On zakat_sub_program.Id = <option value="all"
distribusi_dana.SubProgramID selected="selected">Semua</option>
Where <option value="FAKIR">Fakir</option>
distribusi_dana.TransactionDate Between <option value="MISKIN">Miskin</option>
'$_POST[txtDari]' And '$_POST[txtSampai]'"; <option value="AMIL">Amil</option>
$query = $query . $p_tAsnaf . $p_tPenerimaan . <option value="MUALAF">Mualaf</option>
$p_tStatus . $p_tJenisDana; <option value="GHARIMIN">Gharimin</option>
} else { <option value="FISABILILLAH">Sabilillah</option>
$query = "Select <option value="IBNU_SABIL">Ibnu Sabil</option>
zakat_sub_program.nama_subprogram, <?php if(mysql_num_rows($sql_HasilNoRek) > 0) { ?>
distribusi_dana.ProofNumber, <?php } ?>
distribusi_dana.FundSourceType, </select></td> </tr>\ <tr> <th scope="row"><div
distribusi_dana.AsnafType, align="right">Jenis Dana </div></th>
distribusi_dana.AmountOfMoney, <td>:
distribusi_dana.Description, € <select name="cboJenisDana" id="cboJenisDana">
distribusi_dana.SubmissionStatusType, <option value="all"
distribusi_dana.TransactionDate, selected="selected">Semua</option>
distribusi_dana.FundDistributionID, <option
distribusi_dana.FundDistributionType, value="KONSOLIDASI">Konsolidasi</option>
distribusi_dana.SubProgramID From <option value="ZAKAT">Zakat</option>
zakat_sub_program Inner Join <option value="INFAQ">Infaq &amp;&amp;
distribusi_dana On zakat_sub_program.Id = Shodaqoh</option>
distribusi_dana.SubProgramID";

208
<option value="NON_SYARIAH">Non <br/><?php while ($data = mysql_fetch_array($hasil))
Syariah</option> { $no = $no + 1; ?><tr class="row">
<option <td><div align="center"><?php echo $no;
value="OPERASIONAL">Operasional</option> ?></div></td><td><?php echo
<?php if(mysql_num_rows($sql_HasilNoRek) > 0) { ?> $data['FundDistributionType']; ?><br/> <?php echo
<?php } ?> $data['nama_subprogram']; ?> </td> <td><?php echo
</select></td></tr><tr> <th scope="row"><div $data['FundSourceType']; ?></td>
align="right">Periode</div></th><td> <td><?php echo $data['AsnafType']; ?></td>
<table border="0"><tr> <td><?php <td><?php echo $data['AmountOfMoney'];?></td>
$myCalendar = new tc_calendar("txtDari", true, false); <td><?php if (strlen($data['Description']) > 35) {
$myCalendar- echo substr($data['Description'],0,34) . '...';
>setIcon("calendar/images/iconCalendar.gif"); } else {
$myCalendar->setPath("calendar/"); echo $data['Description'];
$myCalendar->setDate(date('d'), date('m'), date('Y')); }?>
$myCalendar->setYearInterval(1950, 2020); </td>
$myCalendar->dateAllow('1950-01-01', '2020-12-31'); <td><?php echo $data['SubmissionStatusType'];
$myCalendar->setDateFormat('j F Y'); ?></td>
$myCalendar->writeScript(); <td><?php echo $data['TransactionDate']; ?></td>
?></td><td><?php <td>
$myCalendar = new tc_calendar("txtSampai", true, <div align="center">
false); <select name="select" id="select">
$myCalendar- <option selected="selected">Silakan Pilih</option>
>setIcon("calendar/images/iconCalendar.gif"); <option onclick="window.location='<?php echo
$myCalendar->setPath("calendar/"); $_SERVER['PHP_SELF'];
$myCalendar->setDate(date('d'), date('m'), date('Y')); ?>?aksi=terima&id_dana=<?php echo
$myCalendar->setYearInterval(1950, 2020); $data['FundDistributionID']; ?>'">Setujui
$myCalendar->dateAllow('1950-01-01', '2020-12-31'); Transaksi</option>
$myCalendar->setDateFormat('j F Y'); <option onclick="window.location='<?php echo
$myCalendar->writeScript(); $_SERVER['PHP_SELF'];
?></td></tr></table></td> ?>?aksi=tolak&id_dana=<?php echo
</tr><tr><th scope="row">&nbsp;</th> $data['FundDistributionID']; ?>'">Tolak
<td> Transaksi</option>
<input type="hidden" name="aksi" value="cari" /> <option onclick="var r=confirm('Yakin hendak hapus
<input type="submit" name="btnCari" id="btnCari" item ini?\n\nDengan menghapus data penyaluran ini,
value="Cari Data Transaksi" /> data yang dihapus tidak dapat dikembalikan.'); if
<input type="reset" name="btnReset" id="btnReset" (r==true) {window.location='<?php echo
value="Kosongkan Isian" /></td> $_SERVER['PHP_SELF'];
</tr> ?>?aksi=hapus&id_dana=<?php echo
</table></form> $data['FundDistributionID']; ?>'}">Hapus
<?php Transaksi</option>
$jumlah_data = mysql_num_rows($hasil); <?php if($data['FundDistributionType'] ==
if ($jumlah_data > 0) { 'PROGRAM') { ?>
?> <option
<table width="850" id="tabelData" border="thin"> onClick="window.location='trans_ProgramDistribution
<tr> Edit.php?idSub=<?php echo $data['SubProgramID'];
<th colspan="9" scope="row" ?>&id_dana=<?php echo $data['FundDistributionID'];
bgcolor="#99CC99"><div align="center">Hasil ?>&aksi=view'">View Details</option>
Pencarian Laporan Penyaluran (<?php echo <?php } else { ?>
$jumlah_data; ?>)</div></th> <option
</tr><tr><td width="75"><div onClick="window.location='trans_SocietyServiceDistri
align="center"><strong>Nomor</strong></div></td> bution.php?id_dana=<?php echo
<td width="200"><div align="center"><strong>Tipe $data['FundDistributionID']; ?>&aksi=view'">View
&amp; <br/>Subprogram </strong></div></td> Details</option>
<td width="250"><div align="center"><strong>Jenis <?php } ?>
Dana </strong></div></td> </select>
<td width="450"><div align="center"><strong>Asnaf </div>
</strong></div></td> </td>
<td width="550"><div align="center"><strong>Jumlah </tr>
Dana </strong></div></td> <?php } ?>
<td width="550"><div </table>
align="center"><strong>Deskripsi <?php } else { ?>
</strong></div></td> <div class="notice">Data transaksi tidak ada.</div>
<td width="250"><div align="center"><strong>Status <?php } ?>
</strong></div></td> <br/>
<td width="350"><div <p>&nbsp;</p>
align="center"><strong>Tanggal </strong></div></td> </div></div><div class="clear"></div>
<td width="50"><div align="center"><strong>Aksi </div><?php include('footer.php'); ?>
</strong></div></td>
</tr>

209
LAMPIRAN TAMPILAN APLIKASI

Muka

Login

210
Form Pendaftaran Muzakki

Daftar Muzakki

211
Data Detail Muzakki

Input Nomor Rekening Muzakki

212
Data Rekening Muzakki

Form Pembayaran Zakat Fitrah

213
Form Pembayaran Zakat Maal

Form Pembayaran Infak

214
Data Transaksi Penerimaan

Data Rincian Penerimaan Zakat Maal

215
Bukti Setor Zakat Maal

Laporan Penerimaan

216
Rekening Koran

Form Pendaftaran Mustahik

217
Data Detail Mustahik

Daftar Mustahik

218
Penyaluran Langsung

Penyaluran Program

219
Data Transaksi Penyaluran

Data Detail Penyaluran

220
Bukti Salur

Laporan Penyaluran

221
Daftar Program Penyaluran Utama

Daftar Sub Program Penyaluran

222
Daftar Kategori Zakat Maal

Daftar Kategori Mustahik

223