Anda di halaman 1dari 482

Scanned by CamScanner

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan, bahwasannya karena penyertaaan-Nya


Kurikulum 2013 Kelompok Mata Pelajaran Keagamaan Kristen pada Sekolah Menengah
Teologi Kristen (SMTK) telah dapat disusun sebagai pedoman pelajaran pada Sekolah
Menengah Teologi Kristen.

Sekolah Menengah Teologi Kristen adalah Pendidikan Keagamaan Kristen Formal yang
setara dengan Sekolah Menengah Atas dan/atau Sekolah Menengah Kejuruan, yang
mengintegrasikan mata pelajaran pendidikan umum dengan mata pelajaran
pendidikan keagamaan Kristen.

Penyusunan dan Penetapan Kurikulum 2013 ini untuk menggantikan Kurikulum


Tingkat Satuan Pendidikan pada Sekolah Menengah Teologi Kristen yang perlu
disesuaikan dan/atau di perbaharui sesuai kebijakan baru tentang Kurikulum sekolah
pada satuan pendidikan menengah. Kurikulum ini masih memuat kelompok mata
pelajaran keagamaan Kristen bersama IPA terpadu dan IPS Terpadu. Kurikulum untuk
mata pelajaran umum seperti : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan
lainnya mengacu pada Kurikulum yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Kurikulum 2013 ini masih terbuka untuk disempurnakan diwaktu mendatang, sebagai
bentuk evaluasi dan/atau penyempurnaan Kurikulum. Bahwa Kurikulum 2013 ini
sudah dapat digunakan sebagai pedoman pembelajaran pada Sekolah Menengah
Teologi Kristen, sambil melakukan evaluasi bagi penyempurnaan sebagaimana
mestinya.

Kurikulum 2013 ini terdiri dari : Kerangka Kurikulum 2013 dan penyelenggaraan
pendidikan keagamaan Kristen, standar kompetensi lulusan, standar isi, kompetensi
inti dan kompetensi dasar, standar proses, standar penilaian, serta silabus mata
pelajaran. Adapun kelengkapan perangkat Kurikulum mengenai standar pengelolaan,
standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, serta
standar biaya, mengacu pada peraturan yang sudah ada pada Kemendikbud, dan/atau
akan ditentukan atau disesuaikan kemudian dengan Keputusan Direktur Jenderal
Bimbingan Masyarakat Kristen.

Kami sampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama semua pihak, baik dari unsur
pendidikan tinggi teologi, guru SMTK, pusat Kurikulum kemendikbud serta praktisi
pendidikan lainnya dan aparatur Ditjen Bimas Kristen yang telah bekerja sama
sehingga terwujudnya Kurikulum 2013 Kelompok Mata Pelajaran Keagamaan Kristen
pada Sekolah Menengah Teologi Kristen

an. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen


Kementerian Agama RI,
Direktur Pendidikan Kristen

Dr. Pontus Sitorus, M.Si

I
DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen tentang


Kurikulum 2013 sekolah Menengah Teologi Kristen

Lampiran I : Kerangka Kurikulum 2013 dan Penyelenggaraan


Pendidikan Keagamaan Kristen.........................................5
Lampiran II : Standar Kompetensi Lulusan...........................................17
Lampiran III : Standar Isi.......................................................................22
Lampiran IV : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar............................74
Lampiran V : Standar Proses Sekolah Menengah Teologi Kristen..........205
Lampiran VI : Standar Penilaian Sekolah Menengah Teologi Kristen......214
Lampiran VII : Silabus Mata Pelajaran Keagamaan, IPA Terpadu, IPS
Terpadu :
- Pengetahuan Alkitab.................................................224
- Etika Kristen.............................................................270
- Sejarah Gereja..........................................................297
- Dogmatika................................................................331
- Hermeneutika...........................................................379
- Misiologi...................................................................403
- IPA Terpadu..............................................................426
- IPS Terpadu..............................................................471

II
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan perkembangan dan kebutuhan pendidikan


saat ini diperlukan pembaruan kurikulum yang
mengakomodasikan prinsip-prinsip untuk memperkuat proses
pembelajaran khususnya pada Sekolah Menengah Agama
Kristen untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam
interaksi belajarnya guna meningkatkan keimanan dan
ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa untuk mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab;

b. bahwa Kurikulum Pendidikan 2006 Tingkat Satuan Sekolah


Menengah Teologi Kristen perlu disesuaikan dan/atau
diperbarui sesuai kebijakan baru menyangkut kurikulum
sekolah pada satuan pendidikan menengah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian
Agama tentang Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan
Masyarakat Kristen tentang Kurikulum 2013 Sekolah
Menengah Teologi Kristen;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem


Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa
kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun
2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

1
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 141);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang
Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun
2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17
Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5157);
6. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 8);
7. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian
Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 168);
8. Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan Pendidikan Agama di Sekolah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 596);
9. Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Keagamaan Kristen sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 27 Tahun 2016
tentang perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 7
Tahun 2012 tentang Pendidikan Keagamaan Kristen (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 886);
10. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian
Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor
851);
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69
Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 A
Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 972) ;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103
Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 1506);

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20


Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan
Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2016 Nomor 953);

2
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21
Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 954);
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22
Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 955);
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23
Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24
Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37
Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada
Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah (Berita Negara Republik Tahun 2016 Nomor 971);
19. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1495);

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT


KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA TENTANG KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN.

KESATU : Menetapkan Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen


sebagaimana tercantum dalam Lampiran keputusan yang
merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

KEDUA : Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen sebagaimana


dimaksud pada Diktum KESATU terdiri atas Perangkat
Kurikulum, Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen,
Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar
Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pendidik
dan Tenaga Kependidikan, dan Standar Pembiayaan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, Lampiran II,
Lampiran III, Lampiran IV, Lampiran V, Lampiran VI dan
Lampiran VII yang merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan
dari keputusan ini.

KETIGA : Kelengkapan Perangkat Kurikulum mengenai Standar


Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pendidik
dan Tenaga Kependidikan serta Standar Biaya, mengacu pada
peraturan yang sudah ada, dan/atau akan ditentukan atau
disesuaikan dikemudian dengan keputusan Direktur Jenderal
tersendiri.

3
KEEMPAT : Penetapan Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen
sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dinyatakan
berlaku sejak Tahun Pelajaran 2017/2018

KELIMA : Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat


Kristen ini mulai berlaku, Kepututusan Direktur Jenderal
Bimbingan Masyarakat Kristen Nomor DJ.III/KEP/HK.00.5/
389/2010 Tentang Penyempurnaan Kurikulum/Standar Isi
Sekolah Menengah Teologi Kristen dinyatakan tetap berlaku
hingga Tahun Ajaran 2019/2020.

KEENAM : Dengan penetapan ini maka setiap penyelenggara sekolah,


tenaga pendidik dan kependidikan serta peserta didik wajib
memenuhi ketentuan penyelenggaraan proses pembelajaran
berdasarkan perangkat kurikulum sesuai ketentuan.

KETUJUH : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 3 Januari 2019

DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN,

THOMAS PENTURY

4
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

KERANGKA KURIKULUM 2013


DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN KRISTEN
PADA SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

BAB I
KERANGKA UMUM KURIKULUM 2013

A. Kerangka Umum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab dalam segala urusan yang menjadi
tanggung jawabnya. Sekolah Menengah Teologi Kristen adalah salah satu
bagian penting dari sistem pendidikan nasional di Indonesia.

Kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Teologi Kristen merupakan


landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis dan yuridis yang berfungsi
sebagai acuan pengembangan struktur kurikulum. Sedang struktur
kurikulum Sekolah Mennegah Teologi Kristen merupakan pengorganisasian
kompetensi inti, mata pelajaran, beban belajar dan Kompetensi Dasar pada
setiap Sekolah Menegah Teologi Kristen.

B. Latar Belakang Pengembangan


1. Pengertian Kurikulum
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian
tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. Sedangkan yang
kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

2. Rasional Pengembangan
a. Tantangan Pengembangan
Pendidikan keagamaan Kristen sangat dibutuhkan bagi masyarakat
Kristen, agar dapat memahami secara benar ajaran Kristen yang
diharapkan dapat meningkatkan kualitas masyarakat Kristen dalam
aspek kehidupanya. Agar ajaran agama Kristen dapat dipelajari

5
secara baik dan benar, maka perlu dikembangkan kurikulum
pendidikan keagamaan Kristen sesuai dengan perkembangan dan
tuntutan zaman. Selain adanya ketentuan legal-formal yang
mengharuskan adanya perubahan dan penyempurnaan kurikulum
pendidikan keagamaan Kristen, bahwa masyarakat Indonesia dan
masyarakat dunia mengalami perubahan yang cepat dalam banyak
dimensi yang beragam, terkait dengan kehidupan individual,
masyarakat, bangsa, dan masyarakat dunia. Bahwa fenomena
globalisasi yang membuka batas-batas fisik (teritorial) negara dan
bangsa dipertajam dan dipercepat oleh kemajuan teknologi, informasi
dan komunikasi. Bahwa kemajuan ilmu pengetahuan mendorong dan
memperkuat dampak globalisasi dan kemajuan teknologi, informasi
dan komunikasi tersebut. Perubahan yang terjadi dalam dua
dasawarsa terakhir mengalahkan kecepatan dan dimensi perubahan
yang terjadi dalam kehidupan manusia di abad-abad sebelumnya.
Perubahan tersebut telah menjangkau kehidupan manusia dari
tingkat global, regional, dan nasional, yang berpengaruh pada
kehidupan umat manusia, warga negara, anggota masyarakat dan
pribadi.

Bahwa perubahan dan penyempurnaan tersebut menjadi penting


seiring dengan kontinuitas segala kemungkinan yang terjadi
berkaitan dengan perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni budaya, baik pada tataran lokal, nasional, regional,
dan global di masa depan. Bahwa masa depan akan berbeda secara
dramatis dari masa sekarang, dan akan menuntut untuk
dipersiapkannya dan mengantisipasi terjadinya perubahan penting
pada kehidupan. Dengan terjadinya perubahan tersebut diperlukan
usaha untuk mentransformasi pola pikir dalam menatap tentang
dunia yang begitu cepat berubah, hingga saat ini dan yang akan
datang.

Kurikulum Pendidikan Keagamaan Kristen dalam hal ini Sekolah


Menengah Teologi Kristen harus mempersiapkan generasi bangsa
yang mampu hidup dan berperan aktif dalam kehidupan lokal,
nasional, dan regional, yang mengalami perubahan dengan cepat
tersebut. Bahwa kurikulum perlu memperhatikan perubahan yang
terjadi di masyarakat, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan
kemajuan IPTEK serta komunikasi dan informasi global. Perubahan
yang dikemukakan di atas memberikan landasan kuat bagi
perubahan suatu kurikulum di lingkungan Sekolah Menengah
Keagamaan Kristen. Kenyataan bahwa adanya kehidupan manusia
yang berubah cepat yang menyebabkan perubahan dan memaksa
untuk melakukan penyempurnaan kurikulum Sekolah Menengah
Teologi Kristen, adalah merupakan suatu keniscayaan yang tak dapat
dihindari. Oleh sebab itu, rancangan konseptual dan kontekstual
penyempurnaan kurikulum menjadi suatu keniscayaan yang harus
disiapkan secara matang. Dengan adanya perangkat dokumen
kurikulum Pendidikan Keagamaan Kristen untuk Sekolah Menengah
Teologi Kristen, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen
Kementerian Agama telah berupaya untuk mentransformasikan
pemikiran yang menjembatani segala sesuatu yang seharusnya ada
di masa kini dan yang akan datang dalam suatu rancangan
kurikulum yang fungsional dan aktual dalam kehidupan.

6
Bahwa sesuai dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Kristen menjabarkan aspek yang berkenaan dengan
pengembangan kurikulum dan penguatan pelaksanaan kurikulum
satuan pendidikan dengan melakukan rekonseptualisasi tentang
kurikulum, desain kurikulum, implementasi kurikulum, dan evaluasi
kurikulum.

Rekonseptualisasi kurikulum merupakan penataan ulang pemikiran


teoritik kurikulum berbasis kompetensi. Teori mengenai kompetensi
dan kurikulum berbasis kompetensi diarahkan kepada pikiran pokok
bahwa konten kurikulum adalah kompetensi, dan kompetensi
diartikan sebagai kemampuan melakukan sesuatu berdasarkan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hal tersebut terumuskan
dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Bahwa
kurikulum yang dikembangkan harus memperlihatkan arah yang
jelas bahwa kurikulum yang dikembangkan perlu mempedulikan
aspek-aspek potensi manusia yang terkait dengan domain sikap
untuk pengembangan soft-skills yang seimbang dengan hard-skills,
seiring dengan inti Pendidikan Keagamaan Kristen itu sendiri, yaitu
iman dan perbuatan untuk menjadi nyata.

Desain baru pengembangan kurikulum harus didasarkan pada


pengertian bahwa kurikulum adalah suatu pola pendidikan yang
utuh untuk jenjang pendidikan tertentu. Desain ini menempatkan
mata pelajaran sebagai organisasi konten kurikulum yang terbuka
dan saling mempengaruhi. Desain kurikulum yang akan digunakan
untuk mengembangkan kurikulum baru harus mampu mengaitkan
antar konten kurikulum baik yang bersifat horizontal maupun
vertikal.

Selanjutnya dalam pengembangan kurikulum keseluruhan dimensi


kurikulum, yaitu ide, desain, implementasi dan evaluasi kurikulum,
direncanakan dalam satu kesatuan. Hal inilah sebenarnya yang
menjadi inti dari pengembangan kurikulum (curriculum development).
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai
tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan
eksternal. Di samping itu, dalam menghadapi tuntutan
perkembangan zaman, perlu adanya penyempurnaan pola pikir dan
penguatan tata kelola kurikulum serta pendalaman dan perluasan
materi. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya
penguatan proses pembelajaran dan penyesuaian beban belajar agar
dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa
yang dihasilkan.

b. Penyempurnaan Pola Pikir


Untuk memenuhi pengembangan kerangka berpikir yang sesuai
dengan kebutuhan, maka kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi
Kristen dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai
berikut:
1) pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran
berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-
pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi
yang sama;

7
2) pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi
pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-
lingkungan alam, sumber/media lainnya);
3) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring
(peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana
saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
4) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari
(pembelajaran peserta didik aktif mencari semakin diperkuat
dengan model pembelajaran pendekatan sains);
5) pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
6) pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis
alat multimedia;
7) pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan
(users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang
dimiliki setiap peserta didik;
8) pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline)
menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines);
dan
9) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.

c. Penguatan Tata Kelola


Pelaksanaan kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum
sebagai daftar mata pelajaran. Pendekatan Kurikulum 2013 diubah
sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam
Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:
1) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja
yang bersifat kolaboratif;
2) penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan
manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan; dan
3) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen
dan proses pembelajaran.

d. Penguatan Materi
Penguatan materi sebagai proses tersistem dalam pembelajaran
untuk memberikan bobot penguasaan materi esensial ataupun non
esensial. Penguatan materi dimaksudkan untuk memperdalam dan
memperluas tingkat penguasaan sesuai Kompetensi Dasar. Secara
operasional penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman
dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.

C. Karakteristik Kurikulum
Kurikulum 2013 ini dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual
dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan
intelektual dan psikomotorik;
2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar terencana di mana peserta didik menerapkan apa
yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat
sebagai sumber belajar;
3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta
menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai
sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti yang dirinci lebih
lanjut dalam Kompetensi Dasar mata pelajaran;

8
6. Kompetensi Inti menjadi unsur pengorganisasian (organizing elements)
Kompetensi Dasar, di mana semua Kompetensi Dasar dan proses
pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dinyatakan dalam kompetensi inti;
7. Kompetensi Dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif,
saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata
pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

D. Tujuan Kurikulum
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar
memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang
beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi
pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban
dunia.

BAB II
KERANGKA DASAR KURIKULUM 2013

9
A. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum,
proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan
peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
Kurikulum 2013 Pendidikan Keagamaan Kristen di Sekolah Menengah
Teologi Kristen dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan
dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia
Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan
secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan
manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013
dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:

1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan


bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia
yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan
selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa
kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan
kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas
mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu
kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan
peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar
yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai
kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa
depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan
mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap
permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.

2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut


pandangan filosofi ini, prestasi anak bangsa di berbagai bidang
kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi
kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah
suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional
dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa
yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya
berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai
dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta
didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan
cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan
budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga,
diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam
interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan
berbangsa masa kini.

3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual


dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi
ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan
pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi

10
ini mewajibkan kurikulum memiliki nama mata pelajaran yang sama
dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.

4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan


yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual,
kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi
untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik
(experimentalism and social reconstructivism).

5. Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan


potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi
penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun
kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.

6. Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di


atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam
beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi
inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan
masyarakat, bangsa dan umat manusia.

B. Landasan Teoritis Kurikulum


Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan
standar”, dan teori kurikulum berbasis kompetensi. Pendidikan
berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas
minimal warga negara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses,
standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan,
dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi
peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap,
berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru dalam


bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di
sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung
peserta didik sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan
awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik
menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta
didik menjadi hasil kurikulum.

C. Landasan Yuridis
Landasan Yuridis Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen
adalah:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

11
3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan
Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 141);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan
Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4769);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5157);
6. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2015 Nomor 8);
7. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168);
8. Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan
Pendidikan Agama di Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2010 Nomor 596);
9. Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pendidikan
Keagamaan Kristen sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Agama Nomor 27 Tahun 2016 tentang perubahan atas
Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pendidikan
Keagamaan Kristen (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 886);
10. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851);
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013
tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah
Atas/ Madrasah Aliyah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 A Tahun
2013 tentang Implementasi Kurikulum (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2013 Nomor 972) ;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun
2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
1506);
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016
tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016
tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);

12
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016
Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada
Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013
Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara
Republik Tahun 2016 Nomor 971);
19. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 1495);

BAB III
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN KRISTEN
PADA SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

13
A. Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen pada Sekolah Menengah
Teologi Kristen

Pemerintah berupaya terus untuk mewujutkan amanat mencerdaskan


kehidupan bangsa melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang
berkualitas. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional sebagai pelaksanaan Pasal 31, Undang-undang Dasar
1945 menegaskan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi siswa peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggungjawab.

Berdasarkan pernyataan tersebut, sesungguhnya secara khusus telah


menempatkan agama sebagai pilar utama dan mendasar dalam
penyelenggaraan pendidikan di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan.
Maka pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Penyelenggaraan pendidikan memanfaatkan jenis pendidikan yang
disediakan, yaitu:
1. Pendidikan umum,
2. Pendidikan Kejuruan,
3. Pendidikan Akademik,
4. Pendidikan Profesi,
5. Pendidikan Vokasi,
6. Pendidikan Keagamaan, dan
7. Pendidikan Khusus.
Diakui bahwa jalur pendidikan keagamaan memiliki fungsi mendasar, yaitu
mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami
dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu
agama.

Sebagai implementasi Pasal 30 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa: Pendidikan keagamaan
diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari
pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berfungsi
mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami
dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu
agama. Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan
formal, non formal, dan informal. Dalam penjelasan Pasal 15, Pendidikan
Keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Melalui
Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007, Pasal 29 ayat (2) ditegaskan
bahwa Pendidikan Keagamaan Kristen jenjang pendidikan menengah adalah
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) dan Sekolah Menengah Agama
Kristen (SMAK) atau yang sederajat.

B. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen pada Sekolah


Menengah Teologi Kristen

14
Sekolah Menengah Teologi Kristen berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 55
tahun 2007, Pasal 8 ayat (2) Pendidikan keagamaan bertujuan untuk
terbentuknya peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai
ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas,
kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Selanjutnya dalam
Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 27
tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri agama Nomor 7
Tahun 2012 tentang Pendidikan Keagamaan Kristen, menyatakan bahwa
Pendidikan Keagamaan Kristen adalah pendidikan yang mempersiapkan
peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan
pengetahuan tentang ajaran agama Kristen dan/atau menjadi ahli ilmu
agama Kristen dan mengamalkan ajaran agama Kristen.

Sekolah Menengah Teologi Kristen yang kemudian disingkat dengan SMTK


adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat
menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang
ajaran agama Kristen dan/atau menjadi ahli ilmu agama Kristen dan
mengamalkan ajaran agama Kristen. Sekolah Menengah Teologi Kristen
adalah pendidikan keagamaan Kristen formal yang penyelenggaraannya
diselenggarakan di lembaga pendidikan secara terstruktur dan berjenjang.
Sekolah Menengah Teologi Kristen adalah satuan pendidikan formal
keagamaan Kristen yang setara dengan Sekolah Menengah Atas
(SMA)/Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK)/Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dan/atau yang sederajat, yang mengintegrasikan mata
pelajaran pendidikan umum dengan mata pelajaran pendidikan keagamaan
Kristen.

Pelaksanaan ketentuan ayat (5) Pasal 30 Undang-undang Nomor 20 tahun


2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kemudian ditindaklanjuti dengan
terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan
Agama dan Pendidikan Keagamaan. Pasal 29 ayat (3) Peraturan Pemerintah
Nomor 55 tahun 2007, tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan
Keagamaan, menyatakan bahwa Pendidikan Keagamaan Kristen jalur
pendidikan formal dibina oleh Menteri Agama. Dalam praktek
penyelenggaraan pendidikannya Sekolah Menengah Teologi Kristen
mengintegrasikan mata pelajaran pendidikan keagamaan Kristen dengan
mata pelajaran umum, adalah suatu program pendidikan yang sangat
dibutuhkan oleh masyarakat Kristen.

C. Mata Pelajaran pada Sekolah Menengah Teologi Kristen


Untuk mengimplementasikan tujuan Pendidikan Keagamaan Kristen pada
Sekolah Menengah Teologi Kristen, maka disajikan Mata Pelajaran
Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen seperti tersebut di bawah
ini. Muatan materi pada mata pelajaran umum (Wajib) sama dengan muatan
materi pada mata pelajaran Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK).
Sedang muatan materi pada mata pelajaran keagamaan Kristen adalah
tersendiri atau khusus, dan merupakan peminatan tunggal, yaitu
Keagamaan Kristen yang terdiri dari Mata Pelajaran : Pengetahuan Alkitab,
Etika Kristen, Sejarah Gereja/Suci, Dogmatika, Hermeneutika dan Misiologi.
Secara keseluruhan Mata Pelajaran pada Sekolah Menengah Teologi Kristen
Adalah Sebagai Berikut :
1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti;

15
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan;
3. Bahasa Indonesia;
4. Matematika;
5. Bahasa Inggris;
6. Ilmu Pengetahuan Alam;
7. Ilmu Pengetahuan Sosial;
8. Seni dan Budaya;
9. Pendidikan Jasmani dan Olah Raga;
10. Prakarya dan Kewirausahaan;
11. Pengetahuan Alkitab;
12. Etika Kristen;
13. Sejarah Gereja/Suci;
14. Dogmatika;
15. Hermeneutika; dan
16. Misiologi.

16
LAMPIRAN II
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

BAB I
PENDAHULUAN

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31


ayat (3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanat
tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.

Sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila
dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sedangkan
Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut diperlukan profil


kualifikasi kemampuan lulusan yang dituangkan dalam Standar Kompetensi
Lulusan. Dalam penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
disebutkan bahwa Standar Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dalam suatu Negara, ciri pemerintah yang baik dan kuat, senantiasa
memberikan perhatian yang besar pada sektor pendidikan. Hal ini penting,
karena pendidikan merupakan tumpuan bagi maju mundurnya pembangunan
suatu Negara. Pertumbuhan intelektual, pemahaman, dan keterampilan dari
hasil pendidikan dapat menolong setiap individu untuk meningkatkan,
mengembangkan, dan menumbuhkan berbagai bakat, minat, kemampuan
dalam mengembangkan pengetahuan yang perlu bagi hidupnya, sesamanya,
bangsa dan negaranya, karena manusia yang menjadi sentral dari pendidikan.
Sesungguhnya keberadaan pendidikan merupakan khas yang hanya ada pada
dunia manusia, dan sepenuhnya ditentukan oleh manusia. Tanpa manusia
pendidikan tidak pernah ada. Karena itu, paradigma pembangunan pendidikan

17
menempatkan peserta didik sebagai subjek pendidikan serta mampu
memanusiakan secara holistik.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang


harus dimaknai secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam
proses pembangunan di era kemajuan IPTEK, dan komunikasi. Pendidikan
memegang peranan penting dalam proses peningkatan sumber daya manusia
sebagai pemberi arah dan pendorong terwujudnya pembangunan nasional.
Menyadari pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah
telah dan terus berupaya mewujudkan amanat nasional “mencerdaskan
kehidupan bangsa” melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang
berkualitas. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, sebagai pelaksanaan Pasal 31, Undang-Undang Dasar 1945
menegaskan bahwa “Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri
dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 31


ayat (3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. Atas dasar amanat
tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa pendidikan nasional
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945. Sedangkan Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggungjawab.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional diperlukan profil


kualifikasi kemampuan kelulusan yang dituangkan dalam standar kompetensi
lulusan. Dalam penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
disebutkan bahwa Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik
yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah.

A. Pengertian Standar Kompetensi Lulusan (SKL)


Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

1. Tujuan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)


Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama
pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

18
2. Ruang Lingkup Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan
peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa
belajarnya di satuan pendidikan (dalam hal ini) pada jenjang Sekolah
Menengah Teologi Kristen.

3. Monitoring dan Evaluasi


Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara Standar
Kompetensi Lulusan dan lulusan dari masing-masing satuan pendidikan
dan kurikulum yang digunakan pada satuan pendidikan tertentu perlu
dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan
dalam setiap periode. Hasil yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi
digunakan sebagai bahan masukan bagi penyempurnaan Standar
Kompetensi Lulusan di masa yang akan datang.

4. Penggunaan Standar Kompetensi Lulusan


Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuaan utama
pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

19
BAB II
TIGA DIMENSI KOMPETENSI LULUSAN
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

Kompetensi Lulusan Pada Sekolah Menengah Teologi Kristen memiliki


kompetensi pada tiga dimensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Setelah menjalani proses pembelajaran secara integral, lulusan Sekolah
Menengah Teologi Kristen diharapkan memiliki sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sebagai berikut :

SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

DIMENSI SIKAP KOMPETENSI PADA DIMENSI SIKAP


Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap :
1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME;
2. berkarakter, jujur, dan peduli;
3. bertanggungjawab;
4. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan
5. sehat jasmani dan rohani, sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan internasional.
DIMENSI KOMPETENSI PADA DIMENSI PENGETAHUAN
PENGETAHUAN
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan :
1. ilmu pengetahuan;
2. teknologi;
3. seni;
4. budaya, dan
5. humaniora.
Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks
diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan
alam sekitar, bangsa, Negara, serta kawasan regional dan
international.

Penjelasan :
Istilah pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural, dan
Metakognitif dalam hal ini dijelaskan sebagai berikut :
FAKTUAL.
Pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam
sekitar, bangsa, Negara, kawasan regional, dan
internasional.

KONSEPTUAL.
Terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip,
generalisasi, teori, model, dan struktur yang digunakan
terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan
kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan

20
lingkungan alam sekitar, bangsa, Negara, kawasan
regional, dan internasional.

PROSEDURAL.
Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau
kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik,
algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan
prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, Negara, kawasan
regional, dan internasional.

METAKOGNITIF.
Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri
dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan
teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan
kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknogi,
seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan internasional.

DIMENSI KOMPETENSI PADA DIMENSI KETERAMPILAN


KETERAMPILAN

Memiliki kemampuan berpikir dan bertindak :


1. kreatif;
2. produktif;
3. kritis;
4. mandiri;
5. kolaboratif, dan
6. komunikatif.
Melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari
yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain
secara mandiri.

Gradasi untuk dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan di jenjang


pendidikan menengah ini memperhatikan :
a. perkembangan psikologis anak;
b. lingkup dan kedalaman;
c. kesinambungan;
d. fungsi satuan pendidikan; dan
e. lingkungan.

21
LAMPIRAN III
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

STANDAR ISI SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

BAB I
PENDAHULUAN

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31


ayat (3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanah
tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang


Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pasal 2), berfungsi mengembangan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab (Pasal 3).

Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan, diantaranya
adalah Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah tersebut memberikan arahan tentang perlunya disusun
dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut telah


ditetapkan Standar Kompetensi Lulusan yang merupakan kriteria mengenai
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Untuk mencapai kompetensi lulusan tersebut perlu ditetapkan
Standar Isi yang merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat
kompetensi peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan
jenis pendidikan tertentu.

22
Bahwa untuk memenuhi kebutuhan masa depan menyongsong Generasi
Emas Indonesia Tahun 2045, telah ditetapkan Standar Kompetensi Lulusan
yang berbasis pada Kompetensi Abad XXI, Bonus Demografi Indonesia, dan
potensi Indonesia menjadi Kelompok 7 Negara Ekonomi Terbesar Dunia, dan
sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia terhadap pembangunan peradaban
dunia. Ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi peserta didik yang harus
dipenuhi atau dicapai pada suatu satuan pendidikan dalam jenjang dan jenis
pendidikan tertentu dirumuskan dalam Standar Isi untuk setiap mata pelajaran.

Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional


dalam domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Oleh karena itu, Standar Isi dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang
lingkup dan tingkat kompetensi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yang
dirumuskan pada Standar Kompetensi Lulusan, yakni sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Karakteristik, kesesuaian, kecukupan, keluasan, dan kedalaman
materi ditentukan sesuai dengan karakteristik kompetensi beserta proses
pemerolehan kompetensi tersebut. Ketiga kompetensi tersebut memiliki proses
pemerolehan yang berbeda. Sikap dibentuk melalui aktifitas-aktifitas:
menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan.
Pengetahuan dimiliki melalui aktifitas-aktifitas: mengetahui, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan
diperoleh melalui aktifitas-aktifitas: mengamati, menanya, mencoba, menalar,
menyaji, dan mencipta. Karakteristik kompetensi beserta perbedaan proses
pemerolehannya mempengaruhi Standar Isi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang


Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturqan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua atas Peratguran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan ditetapkan bahwa Standar Isi adalah kriteria mengenai
ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi
lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Ruang lingkup materi
dirumuskan berdasarkan kriteria muatan wajib yang ditetapkan sesuai
ketentuan peraturan perundang-perundangan, konsep keilmuan, dan
karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan. Selanjutnya, tingkat
kompetensi dirumuskan berdasarkan kriteria tingkat perkembangan peserta
didik, kualifikasi kompetensi Indonesia, dan penguasaan kompetensi yang
berjenjang.

D. Kompetensi
Dalam usaha mencapai Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana
telah ditetapkan untuk setiap satuan dan jenjang pendidikan, penguasaan
kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi Tingkat Kompetensi Pendidikan
Dasar dan Tingkat Kompetensi Pendidikan Menengah. Tingkat Kompetensi
menunjukkan tahapan yang harus dilalui untuk mencapai kompetensi
lulusan yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan. Tingkat
Kompetensi merupakan kriteria capaian Kompetensi yang bersifat generik
yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap jenjang pendidikan dalam
rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.

Tingkat Kompetensi dikembangkan berdasarkan kriteria:


1. Tingkat perkembangan peserta didik,
2. Kualifikasi kompetensi Indonesia,
3. Penguasaan kompetensi yang berjenjang.

23
Selain itu Tingkat Kompetensi juga memperhatikan tingkat
kerumitan/kompleksitas kompetensi, fungsi satuan pendidikan, dan
keterpaduan antar jenjang yang relevan. Untuk menjamin keberlanjutan
antar jenjang, Tingkat Kompetensi dimulai dari Tingkat Kompetensi
Pendidikan Anak Usia Dini, dan seterusnya. Untuk Tingkat Kompetensi pada
Jenjang Pendidikan Menengah, akan dideskripsikan di kemudian.

Bloom Taxonomy yang pertama kali dikenalkan oleh sekelompok


peneliti yang dipimpin oleh Benyamin Bloom pada tahun 1956 dan
dikembangkan lebih lanjut oleh Anderson and Krathwol pada tahun 2001
digunakan sebagai rujukan pada Standar Kompetensi Lulusan. Bloom
Taxonomy mengkategorikan capaian pembelajaran menjadi tiga domain,
yaitu dimensi pengetahuan yang terkait dengan penguasaan pengetahuan,
dimensi sikap yang terkait dengan penguasaan sikap dan perilaku, serta
dimensi keterampilan yang terkait dengan penguasaan keterampilan.
Dimensi pengetahuan diklasifikasikan menjadi faktual, konseptual,
prosedural, serta metakognitif yang penguasaannya dimulai sejak Tingkat
Pendidikan Dasar hingga Tingkat Pendidikan Menengah.

Structure of Observed Learning Outcome (SOLO) Taxonomy yang


pertama kali dikembangkan oleh Biggs dan Collin (1982) dan telah diperbarui
tahun 2003 digunakan sebagai dasar untuk mengelompokkan Tingkat
Kompetensi untuk aspek pengetahuan. Menurut SOLO Taxonomy ada lima
tahap yang dilalui oleh peserta didik untuk menguasai suatu pengetahuan,
yaitu tahap pre-struktural, uni-struktural, multi-struktural, relasional dan
abstrak yang diperluas. Kelima tahap ini dapat disederhanakan menjadi tiga
tahap, yaitu surface knowledge, deep knowledge, dan conceptual atau
constructed knowledge.

Tahap surface knowledge diperoleh pada Tingkat Pendidikan Dasar


untuk Sekolah Dasar, tahap deep knowledge diperoleh pada Tingkat
Pendidikan Dasar untuk Sekolah Menengah Pertama dan tahap
conceptual/constructed knowledge diperoleh pada Tingkat Pendidikan
Menengah yaitu ada di Sekolah Menengah atas. Walaupun demikian, untuk
jenis pengetahuan tertentu, ketiga tahap ini dapat dicapai dalam satu jenjang
pendidikan atau dalam satu tingkat kelas. Berdasarkan Tingkat Kompetensi
tersebut ditetapkan Kompetensi yang bersifat generik yang selanjutnya
digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi dan ruang
lingkup materi yang bersifat spesifik untuk setiap mata pelajaran. Secara
hirarkhis, Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan untuk
menetapkan Kompetensi yang bersifat generik pada tiap Tingkat Kompetensi.
Kompetensi yang bersifat generik ini kemudian digunakan untuk
menentukan Kompetensi yang bersifat spesifik untuk tiap mata pelajaran.
Selanjutnya, Kompetensi dan ruang lingkup materi digunakan untuk
menentukan Kompetensi Dasar pada pengembangan kurikulum tingkaat
satuan dan jenjang pendidikan.

Kompetensi yang bersifat generik mencakup 3 (tiga) ranah yakni sikap,


pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap dipilah menjadi sikap spiritual
dan sikap sosial. Pemilhan ini diperlukan untuk menekankan pentingnya
keseimbangan fungsi sebagai manusia seutuhnya yang mencakup aspek
spiritual dan aspek sosial sebagaimana diamanatkan dalam tujuan
pendidikan nasional. Dengan demikian, Kompetensi yang bersifat generik
terdiri atas 4 (empat) dimensi yang mempresentasikan sikap spiritual, sikap
sosial, pengetahuan dan keterampilan, yang selanjutnya disebut Kompetensi

24
Inti (KI).
Setiap Tingkat Kompetensi berimplikasi terhadap tuntutan proses
pembelajaran dan penilaian. Penjabaran Tingkat Kompetensi lebih lanjut
pada setiap jenjang pendidikan sesuai pencapaiannya pada tiap kelas akan
dilakukan oleh Pihak Pengembang Kurikulum. Tingkat Kompetensi yang
berbeda menuntut pembelajaran dan penilaian dengan fokus dan penekanan
yang berbeda pula. Semakin tinggi Tingkat Kompetensi, semakain kompleks
intensitas pengalamaan belajar peserta didik dan proses pembelajaran serta
penilaian.

BAB II

25
KOMPETENSI INTI SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

Uraian revisi Kompetensi Inti untuk Tingkat Kompetensi pada Tingkat


Pendidikan Menengah pada Pendidikan Keagamaan Kristen pada Sekolah
Menengah Teologi Kristen pada Kelas X, XI dan XII Sekolah Menengah Teologi
Kristen.

KOMPETENSI
DESKRIPSI KOMPETENSI
INTI
Sikap Spritual 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Sikap Sosial 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku


a. jujur,
b. disiplin,
c. santun,
d. peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
e. bertanggung jawab,
f. responsif, dan
g. pro-aktif,
Dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah,
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan kawasan internasional.
Pengetahuan 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang :
a. ilmu pengetahuan,
b. teknologi,
c. seni,
d. budaya, dan
e. humaniora
Dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
Keterampilan 4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara:
a. efektif,
b. kreatif,
c. produktif,
d. kritis,
e. mandiri,
f. kolaboratif,
g. komunikatif, dan
h. solutif,
Dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.

BAB III

26
STRUKTUR KURIKULUM
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

1. Struktur Kurikulum
Berdasarkan pada tujuan pendidikan nasional, tujuan penyelenggaraan
pendidikan keagamaan Kristen serta berdasarkan pada standar kompetensi
lulusan serta kompetensi inti, maka disusunlah mata pelajaran ke dalam
struktur kurikulum pendidikan keagamaan Kristen pada Sekolah Menengah
Teologi Kristen sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan Sekolah
Menengah Teologi Kristen.

Untuk mewujudkan Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Teologi


Kristen maka dirumuskan Standar Isi dari Kurikulum Sekolah Menengah
Teologi Kristen. Sekolah Menengah Teologi Kristen adalah Sekolah Menengah
Keagamaan Kristen. Untuk itu maka disusunlah Struktur Kurikulum Mata
Pelajaran Sekolah Menengah Teologi Kristen yang hanya memiliki 1 (satu)
Peminatan yaitu Peminatan Keagamaan Kristen. Struktur Kurikulum dalam
Pendidikan Keagamaan Kristen, memiliki Kelompok Mata Pelajaran, yaitu:
Kelompok A (Wajib); Kelompok B (Wajib); dan Kelompok C
(Peminatan/Keagamaan). Mata Pelajaran Umum/Wajib dan Mata Pelajaran
Peminatan/Keagamaan, adalah sebagai berikut:

Struktur Mata Pelajaran Umum dan Mata Pelajaran Pendidikan Keagamaan


Kristen pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen:

ALOKASI WAKTU
MATA PELAJARAN PER MINGGU
X XI XII
Kelompok A (Umum)
1 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 2 2 2
2 Pedidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 4 4 4
7 Ilmu Pengetahuan Alam (terpadu) 2 2 2
8 Ilmu Pengetahuan Sosial (terpadu) 2 2 2
Kelompok B (Umum)
1 Seni dan Budaya 2 2 2
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2
3 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
Jumlah Jam Kelompok A dan B Per Minggu 28 28 28
Kelompok C (Keagamaan)
1 Pengetahuan Alkitab 4 4 4
2 Etika Kristen 4 4 4
3 Sejarah Gereja 4 4 4
4 Dogmatika 2 2 2
5 Hermeneutika 2 2 2
6 Misiologi 2 2 2
Jumlah Alokasi Waktu Per-Minggu 18 18 18
Jumlah Seluruh Alokasi Waktu Per-Minggu 46 46 46
Kompetensi Dasar dibutuhkan untuk mendukung pencapaian kompetensi

27
lulusan melalui Kompetensi Inti. Selain itu, Kompetensi Dasar diorganisir ke
dalam berbagai mata pelajaran yang pada gilirannya berfungsi sebagai
sumber kompetensi. Mata pelajaran yang dipergunakan sebagai sumber
kompetensi tersebut harus mengacu pada ketentuan yang tercantum pada
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003,
khususnya ketentuan pada Pasal 37.

Selain jenis mata pelajaran yang diperlukan untuk membentuk kompetensi,


juga diperlukan beban belajar per minggu dan per semester atau per tahun.
Beban belajar ini kemudian didistribusikan ke berbagai mata pelajaran
sesuai dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan dapat dihasilkan oleh
tiap mata pelajaran.

Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya


dikembangkan oleh pusat.

Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan serta Prakarya dan
Kewirausahaan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya
dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan muatan lokal yang
dikembangkan oleh Pemerintah Daerah.

Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Selain kegiatan
intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas,
terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Menengah Teologi Kristen
antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Palang
Merah Remaja (PMR) dan lain sebagainya.

Kegiatan ekstra kurikuler, yaitu: Pramuka (wajib), Usaha Kesehatan Sekolah


(UKS), Palang Merah Remaja (PMR), Kegiatan Rohani Kristen dan yang
lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan sikap kepribadian,
kepemimpinan dan sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap
peduli dan integritas rohani. Di samping itu juga dapat dipergunakan sebagai
wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam
usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit.
Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai
pendukung kegiatan kurikuler.

Muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya dan kewirauhaan atau diajarkan secara terpisah
apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan
dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan
pendidikan tersebut.

Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per


minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat
menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian
kompetensi yang diharapkan.

Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah


minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Muatan pembelajaran di Sekolah Menengah Teologi Kristen yang berbasis


pada konsep-konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu untuk tujuan

28
pendidikan adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu
Pengetahuan Sosial.

Pada hakikatnya IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran dalam
bentuk penggabungan atau pengintegrasian keilmuan. Muatan IPA berasal
dari disiplin Biologi, Fisika, dan Kimia, sedangkan muatan IPS berasal dari
Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan
program pendidikan yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan
berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap
peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.

Tujuan Mata Pelajaran IPA (terpadu) menekankan pada pemahaman tentang


lingkungan dan alam sekitar beserta kekayaan yang dimilikinya yang perlu
dilestarikan dan dijaga dalam perspektif biologi, fisika, dan kimia. Integrasi
berbagai konsep dalam mata pelajaran IPA dan IPS menggunakan
pendekatan trans-disciplinarity di mana batas-batas disiplin ilmu tidak lagi
tampak secara tegas dan jelas, karena konsep konsep disiplin ilmu berbaur
dan/atau terkait dengan permasalahan-permasalahan yang dijumpai di
sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPA dan IPS menjadi
pembelajaran yang kontekstual.

Pembelajaran IPA diintegrasikan melalui konten biologi, fisika, dan kimia.


Pengintegrasian dapat dilakukan dengan cara keterhubungan, yakni
pembelajaran dilakukan pada konten bidang tertentu (misalnya fisika),
kemudian konten bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya saat
mempelajari suhu (konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya
makhluk hidup berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten
biologi), serta senyawa yang digunakan di dalam sistem Air Condition (konten
kimia).

Tujuan Mata Pelajaran IPS (terpadu) menekankan pada pemahaman aktivitas


masyarakat di bidang ekonomi, geografi dan sosiologi dalam ruang atau space
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang,


dan waktu. Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi
antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ke
tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia
itu terjadi.

Beban Belajar Mata Pelajaran Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK)

Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta


didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.

Beban belajar dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu selama satu
semester. Beban belajar di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) untuk
kelas X, XI, dan XII sekurang-kurangnya masing-masing 46 jam per minggu.
Durasi satu jam pelajaran untuk Sekolah Menengah Teologi Kristen adalah
45 menit.

Satu semester terdiri atas 18 minggu, beban belajar ini terdiri atas Kelompok
Mata Pelajaran Umum A dan B dengan durasi 28 jam pelajaran untuk kelas
X dan untuk kelas XI dan XII. Jumlah jam pelajaran di atas adalah beban
minimal, sehingga melalui pendekatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,

29
pengelola dengan persetujuan komite dan orang tua peserta didik dapat
menambah jam pelajaran sesuai kebutuhan.

Mata Pelajaran Kelompok Keagamaan satu semester terdiri atas 18 minggu,


beban belajar ini terdiri atas Kelompok Mata Pelajaran Umum A dan B dengan
durasi 28 jam pelajaran untuk kelas X dan kelas XI dan XII, adalah
merupakan beban minimal. Pengelola dengan persetujuan komite dan orang
tua peserta didik dapat menambah jam pelajaran sesuai kebutuhan.

Penambahan jam ini sejalan dengan perubahan proses pembelajaran peserta


didik aktif, yaitu proses pembelajaran yang mengedepankan pentingnya
peserta didik mencari tahu melalui proses mengamati, menanya, mencoba,
menalar, dan mengomunikasikan. Proses pembelajaran semacam ini
menghendaki kesabaran guru dalam mengarahkan peserta didik sehingga
mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang
sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya.

Tambahan jam pelajaran ini juga diperlukan supaya guru dapat mengamati
lebih jelas kemajuan peserta didiknya mengingat kompetensi yang
diharapkan dari proses pembelajaran ini adalah kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Pengukuran kompetensi sikap dan
keterampilan membutuhkan pengamatan yang lebih lama dibandingkan
dengan pengukuran kompetensi pengetahuan. Penilaian untuk ketiga macam
kompetensi ini harus berdasarkan penilaian proses dan hasil, antara lain
melalui sistem penilaian autentik yang tentunya membutuhkan waktu
penilaian yang lebih lama.

Selanjutnya mata pelajaran sebagai unit organisasi Kompetensi Dasar yang


terkecil, karena itu untuk mencapai kebutuhan kompetensi lulusan
diperlukan beberapa mata pelajaran. Mata pelajaran yang dipergunakan
sebagai sumber kompetensi dalam pencapaian kompetensi lulusan, posisi
mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi mata pelajaran dalam semester
atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per
minggu untuk setiap peserta didik dirumuskan sebagai Struktur Kurikulum.

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum


dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten mata pelajaran dalam
kurikulum, distribusi konten mata pelajaran dalam semester atau tahun,
beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk
setiap peserta didik. Struktur kurikulum merupakan aplikasi konsep
pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban
belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem
belajar yang digunakan adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian
beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per
semester.

Struktur kurikulum sebagai gambaran mengenai penerapan prinsip


kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan
pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Lebih lanjut, struktur
kurikulum menggambarkan posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah
mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam
struktur, ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik
untuk menentukan berbagai pilihan sesuai minat dan kemampuanya.
Struktur kurikulum Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) terdiri atas:
Kelompok mata pelajaran umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik.

30
Kelompok mata pelajaran Keagamaan (yang adalah merupakan peminatan)
harus diikuti oleh peserta didik sesuai pilihannya pada pendidikan
keagamaan di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) dengan minat, bakat
dan keputusannya memilih jenjang Pendidikan Keagamaan Kristen di
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) serta kemampuannya. Adapun
struktur kurikulum Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) adalah
sebagai berikut:

1. Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur


kurikulum di atas, harus pula diberikan kegiatan ekstrakurikuler antara
lain Pramuka (Wajib), Palang Merah Remaja (PMR), Rohani Kristen, Olah
Raga, Karya Ilmiah Remaja (KIR), dan lain sebagainya.
2. Kegiatan ekstra kurikuler dilaksanakan dalam rangka mendukung
pembentukan karakter Kristiani dan sikap sosial peserta didik,
terutamanya adalah sikap peduli terhadap orang lain dan lingkungan. Di
samping itu, juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan
pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat
kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian,
kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan
kurikuler.
3. Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran ektrakurikuler setiap kelas
merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan
kebutuhan peserta didik.
4. Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti
peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun
pembelajaran.
a) Beban belajar di Sekolah Menengah Teologi Kristen dinyatakan dalam
jam pembelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas X
adalah 46 jam pembelajaran. Beban belajar satu minggu Kelas XI dan
XII adalah 46 jam pembelajaran.
b) Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 45 menit.
c) Beban belajar di Kelas X, XI, dan XII dalam satu semester paling sedikit
18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
d) Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu
dan paling banyak 20 minggu.
e) Beban belajar di kelas XII pada semester genap paling sedikit 14
minggu dan paling banyak 16 minggu.
f) Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit …. minggu
dan paling banyak …... minggu.
g) Setiap satuan pendidikan boleh menambah jam belajar per minggu
berdasarkan pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau
kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap
penting.

BAB IV
TINGKAT KOMPETENSI DAN RUANG LINGKUP MATERI

31
Tingkat Kompetensi dan Ruang Lingkup Materi diterapkan untuk setiap
muatan sebagaimana diatur dalam Pasal 77I ayat (1), Pasal 77 C ayat (1), dan
Pasal 77K ayat (2), ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Di bawah ini Tingkat Kompetensi dan Ruang Lingkup Materi pada Standar Isi
Mata Pelajaran Umum dan Keagamaan Kristen pada Sekolah Menengah Teologi
Kristen adalah sebagai berikut:

A. Kelompok Umum

1) Muatan Pendidikan Agama Kristen


Tingkat
Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
Tingkat - Menjelaskan Allah Allah Tritunggal dan karya-
Pendidikan sebagai pembaharu Nya
Menengah melalui Roh Kudus. - Allah sebagai
(Kelas X-XII) - Menerapkan nilai-nilai pembaharu kehidupan
kristiani dalam melalui Roh Kudus.
kehidupan modern. - Kebudayaan dan IPTEK
- Menganalisis nilai sebagai anugerah
demokrasi, Tuhan.
multikulturalisme dan
HAM sebagai anugerah Nilai-nilai Kristiani
Allah. - Menjadi manusia
- Mewujudkan dewasa dalam iman.
demokrasi, keadilan - Makna kesetiaan.
dan HAM serta - Keadilan dan kasih.
perdamaian. - Pertemanan,
persahabatan, dan
berpacaran.
- Nilai kristiani dalam
keluarga dan
masyarakat.
- Keluarga dan
modernisasi.
- Keluarga dan sekolah
sebagai lembaga
pendidikan utama.

Allah Tritunggal dan


karya-Nya
- Demokrasi sebagai
anugerah Allah.
- Hak asasi manusia
(HAM) dalam perspektif
iman Kristen.
- Multikulturalisme.

Nilai-nilai kristiani
- Keadilan gender.
- Proaktif dalam
mewujudkan demokrasi
dan HAM.

32
Tingkat
Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Turut memperjuangkan
keadilan.
- Menjadi pembawa damai
sejahtera.

2) Muatan Pendidikan Kewarganegaraan


Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
Tingkat - Menganalisis, dan - Dinamika kasus-kasus
Pendidikan menyajikan kasus- pelanggaran HAM beserta
Menengah kasus pelanggaran HAM penanganannya secara
(Kelas X-XII) yang tidak sesuai adil.
dengan nilai- nilai - Nilai dan moral yang
Pancasila. terkandung dalam pasal-
- Menyajikan bentuk dan pasal Undang- Undang
kedaulatan negara Dasar Negara Republik
berdasarkan Undang- Indonesia Tahun 1945.
Undang Dasar Negara - Semangat mengatasi
Republik Indonesia ancaman untuk
Tahun 1945. membangun integrasi
- Menunjukkan sikap nasional dalam bingkai
positif terhadap NKRI Bhinneka Tunggal Ika.
dilihat dari konteks - Dinamika kehidupan
geopolitik. berbangsa dan bernegara
- Berinteraksi dengan sesuai konsep NKRI dan
teman dan orang lain geopolitik Indonesia.
berdasarkan prinsip - Nilai ideal, instrumental,
saling menghormati, dan praksis sila-sila
dan menghargai dalam Pancasila.
keberagaman suku, - Dinamika pelaksanaan
agama, ras, budaya dan pasal- pasal yang
gender. mengatur tentang
- Mengamalkan dengan keuangan negara dan
dasar: kesadaran nilai, kekuasaan kehakiman.
moral, norma, prinsip, - Dinamika pengelolaan
spirit dan tanggung dan penyalahgunaan
jawab keseluruhan wewenang oleh pejabat
entitas kehidupan yang negara serta
berkeadaban. penanganannya (Kolusi,
- Menunjukkan sikap Korupsi, dan Nepotisme).
positif terhadap nilai - Strategi yang diterapkan
fundamental, dalam memperkokoh
instrumental, dan persatuan dengan
praksis sila-sila bingkai Bhinneka
Pancasila. Tunggal Ika.
- Menganalisis - Dinamika
pengelolaan kekuasaan penyelenggaraan negara
Negara sesuai dengan dalam konsep NKRI dan
Undang-Undang Dasar konsep Negara federal.

33
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
- Menganalisis strategi
yang diterapkan
Indonesia dalam
menyelesaikan
ancaman dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika.
- Menganalisis
penyelenggaraan Negara
dalam konsep NKRI dan
konsep Negara federal
- Mengamalkan (dengan
dasar: kesadaran nilai,
moral, norma, prinsip,
spirit dan tanggung
jawab) makna
kehidupan berbangsa
dan bernegara
Indonesia yang
berkeadaban.

3) Muatan Bahasa Indonesia

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Memiliki perilaku jujur, - Bentuk teks genre cerita
Pendidikan tanggung jawab, peduli, (teks anekdot, pantun,
Menengah responsif dan santun cerita ulang), faktual
(Kelas X-XII) dalam menggunakan (laporan hasil observasi,
bahasa Indonesia untuk eksposisi, prosedur
menanggapi fenomena kompleks, eksplanasi
alam dan sosial. kompleks), dan
- Mengenal konteks tanggapan (teks negosiasi
budaya dan konteks dan reviu film/drama).
sosial, satuan - Struktur teks bergenre
kebahasaan, serta cerita (teks anekdot,
unsur paralinguistik pantun, cerita ulang),
dalam penyajian teks. faktual (laporan hasil
- Memahami bentuk, observasi, prosedur
struktur, dan kaidah kompleks, eksplanasi
teks dalam genre cerita, kompleks), dan
faktual, dan tanggapan. tanggapan (teks negosiasi
- Membandingkan dan dan reviu film/drama).
menganalisis teks - Konteks budaya dan
dalam genre cerita, situasi yang
faktual, dan tanggapan. melatarbelakangi
- Mengklasifikasi teks lahirnya sebuah teks.
dalam genre cerita, - Satuan bahasa
faktual, dan tanggapan. pembentuk teks: bunyi
- Memilih teks sesuai bahasa, fonem, suku

34
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
dengan genre untuk kata, morf, kata, kelas
mengungkapkan kata, diksi, frasa.
gagasan. - Penanda kebahasaan
- Menemukan makna dalam teks.
teks dalam genre - Paralinguistik (lafal,
faktual, tanggapan, dan kelantangan, intonasi,
cerita. tempo, gestur, dan
- Menyajikan teks dalam mimik).
genre faktual,
tanggapan, dan cerita
secara lisan dan tulis
dan menyuntingnya
- Mengabstraksi teks
dalam genre faktual,
tanggapan, dan cerita
secara lisan dan tulis.
- Mengalihkan teks
dalam genre faktual,
tanggapan, dan cerita
secara lisan dan tulis ke
dalam bentuk lain.
- Memiliki sikap jujur, - Bentuk teks genre cerita
disiplin, dan peduli (teks cerita sejarah,
dalam menanggapi novel), faktual (berita),
fenomena alam dan dan tanggapan (teks
sosial. iklan, editorial/opini).
- Memiliki sikap jujur, - Struktur dan fitur bahasa
disiplin, dan peduli teks genre cerita (teks
dalam menanggapi anekdot, pantun, cerita
fenomena alam dan ulang ), faktual ( laporan
sosial. hasil observasi, prosedur
- Mengenal konteks kompleks, eksplanasi
budaya dan konteks kompleks), dan
sosial, satuan tanggapan (teks
kebahasaan, serta negosiasi).
unsur paralinguistik - Konteks budaya dan
dalam penyajian teks. situasi yang
- Memahami bentuk, melatarbelakangi
struktur, dan kaidah lahirnya sebuah teks.
teks dalam genre cerita, - Satuan bahasa
faktual, dan tanggapan. pembentuk teks: klausa,
- Membandingkan dan kalimat inti, kalimat
menganalisis teks tunggal, kalimat
dalam genre cerita, majemuk.
faktual, dan tanggapan. - Penanda kebahasaan
- Menemukan makna dalam teks.
teks dalam genre
faktual, tanggapan, dan
cerita.

35
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Mengklasifikasi teks - Paralinguistik (lafal,
dalam genre cerita, kelantangan, intonasi,
faktual, dan tanggapan. tempo, gestur, dan
- Memilih teks dalam mimik).
genre faktual,
tanggapan, dan cerita
untuk mengungkapkan
gagasan.
- Menyajikan teks dalam
genre faktual,
tanggapan, dan cerita
secara lisan dan tulis
dan menyuntingnya.
- Mengabstraksi teks
dalam genre faktual,
tanggapan, dan cerita
secara lisan dan tulis.
- Mengalihkan teks
dalam genre faktual,
tanggapan, dan cerita
secara lisan dan tulis ke
dalam bentuk lain.

4) Muatan Matematika

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Menunjukkan sikap - Dinamika kasus
Pendidikan logis, kritis, analitis, - kasus Bilangan Real.
Menengah kreatif, cermat dan - Aljabar.
(Kelas X-XII) teliti, bertanggung - Geometri dan
jawab, responsif, dan Transformasi.
tidak mudah menyerah - Dasar-dasar Trigonometri.
dalam memecahkan - Limit fungsi Aljabar.
masalah. - Matriks.
- Memiliki rasa ingin - Kombinatorika.
tahu, percaya diri, - Statistika dan Peluang.
semangat belajar yang - Turunan Fungsi Aljabar.
kontinu, pemikiran - Program Linear.
reflektif, dan
ketertarikan pada
matematika.
- Memiliki rasa percaya
pada daya dan
kegunaan matematika,
serta sikap kritis yang
terbentuk melalui
pengalaman belajar.
- Memiliki sikap terbuka,
objektif, dan
menghargai karya
teman dalam interaksi
kelompok maupun

36
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
aktivitas sehari-hari.
- Memiliki kemampuan
mengkomunikasikan
gagasan matematika
dengan jelas dan
efektif.
- Menjelaskan pola dan
menggunakannya
untuk melakukan
prediksi dan
kecenderungan jangka
panjang;
menggunakannya
untuk memprediksi
kecenderungan (trend)
atau memeriksa
kesahihan argumen.
- Mengutarakan dan
menggali sifat-sifat
fungsi pangkat dan
logaritma, dengan
memanfaatkan
hubungan saling
inverse keduanya.
- Mengenal dan
menggunakan sifatsifat
aljabar dalam
menyelesaikan
masalah sistem
persamaan dan
pertidaksamaan,
dibantu dengan teknik
geometri, dan
memberikan tafsiran
geometrinya.
- Memahami dan
menggunakan konsep
operasi aljabar fungsi
termasuk komposisi.
- Menggunakan sifatsifat
transformasi untuk
menyelidiki
kesebangunan dan
kekongruenan dan
menggunakannya
untuk memahami
perbandingan
trigonometri.
- Memanfaatkan
pendekatan koordinat
dalam menyelesaikan
masalah geometri (dan
juga aljabar pada

37
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
umumnya).
- Menggunakan konsep
limit untuk memahami
kecenderungan fungsi
dan menghampiri
fungsi.
- Menggunakan konsep
turunan untuk
memahami
kecenderungan dalam
laju perubahan serta
menggunakannya
dalam pemodelan.
- Memberi estimasi
dengan menggunakan
perhitungan mental
dan sifat-sifat aljabar
dan data statistik.
- Pemanfaatan rasio dan
proporsi dalam
menyederhanakan
(scaling) masalah,
mengestimasi dan
menghitung perubahan
rasio (turunan).
- Membandingkan dan
menilai keefektifan
berbagai metoda
penyajian data.
- Memahami dan
menggunakan berbagai
teknik menghitung,
dengan prinsip
perkalian sebagai
prinsip perkalian
sentral.
- Memahami konsep
peluang yang
didasarkan frekuensi
relatif; memanfaatkan
teknik kombinatorika
dalam menentukan
peluang.
- Menentukan strategi
penyelesaian masalah
yang efektif,
mengevaluasi hasil,
dan melakukan
perumuman.

38
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Menunjukkan sikap - Bilangan Real
logis, kritis, analitis, - Aljabar.
kreatif, cermat dan - Geometri Ruang
teliti, bertanggung - Bunga majemuk,
jawab, responsif, dan Angsuran, Anuitas.
tidak mudah menyerah - Pertumbuhan, dan
dalam memecahkan Peluruhan.
masalah. - Matriks dan Vektor.
- Memiliki rasa ingin - Induksi matematika
tahu, percaya diri, - Integral. - Logika.
semangat belajar yang
kontinu, pemikiran
reflektif dan
ketertarikan pada
matematika.
- Memiliki rasa percaya
pada daya dan
kegunaan matematika,
serta sikap kritis yang
terbentuk melalui
pengalaman belajar.
- Memiliki sikap terbuka,
objektif, dan
menghargai karya
teman dalam interaksi
kelompok maupun
aktivitas sehari-hari.
- Memiliki kemampuan
mengkomunikasikan
gagasan matematika
dengan jelas dan
efektif.
- Menggunakan pola
untuk menjelaskan
kecenderungan jangka
panjang dan
menggunakannya
dalam konteks dunia
nyata, dan
memanfaatkannya
dalam pemecahan
masalah atau
berargumentasi.
- Memahami konsep
matriks dan operasinya
dan menggunakannya
dalam pemecahan
masalah.
- Menganalisis sifatsifat
sederhana dari bangun
ruang seperti diagonal
ruang, diagonal bidang,
dan bidang diagonal.

39
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Menggunakan konsep
integral untuk
memahami masalah
akumulasi dan
menghampirinya,
dengan penerapan
misalnya pada masalah
luas dan volume.
- Menggunakan
hubungan turunan dan
integral.
- Memberi estimasi
dengan menggunakan
perhitungan mental
dan sifat-sifat aljabar,
visualisasi geometris
dan data statistik.
- Pemanfaatan rasio dan
proporsi untuk
menyederhanakan
kompleksitas
perhitungan, dan
mengestimasi.
- Mengevaluasi
penyajian data dengan
cara membandingkan
penyajian data,
statistik, dan data
aktual.
- Menentukan strategi
penyelesaian masalah
yang efektif,
mengevaluasi hasil,
dan melakukan
perumuman.

5) Muatan Sejarah Indonesia

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Memahami nilai-nilai yang - Prinsip dasar ilmu
Pendidikan terkandung dalam suatu sejarah.
Menengah peristiwa sejarah. - Zaman Kuno.
(Kelas X-XII) - Meneladani - Zaman Pertengahan.
kepemimpinan tokoh - Zaman Pergerakan
sejarah dalam kehidupan Daerah.
masa kini. - Zaman Modern.
- Membangun semangat - Tokoh sejarah
kebangsaan, persatuan,
dan kesatuan.
- Menganalisis peristiwa
sejarah berdasarkan
hubungan sebab- akibat.

40
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Menulis cerita sejarah.

- Mengamalkan - Demokrasi Liberal.


keteladanan dari tokoh - Demokrasi Terpimpin.
sejarah dalam kehidupan - Orde Baru.
masa kini. - Reformasi.
- Menunjukkan sikap - Indonesia dalam
peduli terhadap benda- Konteks pergaulan
benda peninggalan dunia.
sejarah.
- Mengevaluasi suatu
peristiwa sejarah
berdasarkan kesahihan
sumber dan penafsiran
penulisnya.
- Melakukan penelitian
sederhana tentang suatu
peristiwa sejarah.
- Menulis cerita sejarah.

6) Muatan Bahasa Inggris

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Mengidentifikasi fungsi - Teks-teks: iklan,
Pendidikan sosial, struktur teks dan recount, naratif,
Menengah unsur kebahasaan dari eksplanasi, report,
(Kelas X-XII) teks agak panjang dalam deskriptif, proverb,
kehidupan dan kegiatan riddle, lagu, brosur,
siswa sehari-hari. leaflet, banner,
- Komunikasi interpersonal, pamphlet, factual
transaksional, dan report, biografi,
fungsional tentang diri eksposisi hortatory,
sendiri, keluarga, orang puisi, dalam wacana
lain, dan objek kongkrit interpersonal,
dan imajinatif, yang transaksional, dan
terdekat dengan fungsional pada tataran
kehidupan dan kegiatan literasi informasional.
siswa sehari-hari di - Struktur teks
rumah, sekolah, dan interpersonal,
masyarakat, serta terkait transaksional, dan
dengan mata pelajaran fungsional.
lain. - Keterampilan
- Menyusun teks lisan dan mendengarkan,
tulis, agak panjang berbicara, membaca,
dengan menggunakan dan menulis teks
struktur teks dan unsur interpersonal,
kebahasaan secara akurat transaksional, dan
dan berterima. fungsional yang

41
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Menyunting teks tulis, tercakup.
agak panjang dengan - Unsur-unsur
menggunakan struktur kebahasaan.
teks dan unsur - Frasa kompleks.
kebahasaan. - Modalitas: alternatif
- Menggunakan unsur pembeda lebih samar
kebahasaan secara satu dengan yang
akurat, berterima, dan lainnya.
lancar secara spontan.
- Mengidentifikasi fungsi
sosial, struktur teks dan
unsur kebahasaan dari
teks, agak panjang dalam
kehidupan dan kegiatan
siswa sehari-hari.
- Komunikasi interpersonal,
transaksional, dan
fungsional tentang diri
sendiri, keluarga, orang
lain, dan objek kongkrit
dan imajinatif, yang
terdekat dengan
kehidupan dan kegiatan
siswa sehari-hari di
rumah, sekolah, dan
masyarakat, serta terkait
dengan mata pelajaran
lain dan dunia kerja.
- Menyusun teks lisan dan
tulis, agak panjang
dengan menggunakan
struktur teks dan unsur
kebahasaan secara akurat
dan berterima.
- Menyunting teks tulis,
agak panjang dengan
menggunakan struktur
teks dan unsur
kebahasaan.
- Menggunakan unsur
kebahasaan secara
akurat, berterima, dan
lancar secara spontan

42
7) Muatan Ilmu Pengetahuan Alam (TERPADU)

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup


Kompetensi
Tingkat - Menjalani Kehidupan Kerja ilmilah dan
Pendidikan dengan sikap positif keselamatan kerja.
Menengah dengan daya pikir kritis, - Merumuskan masalah,
(Kelas X-XII) kreatif, inovativ, dan memprediksi,
kolaboratif, disertai melakukan percobaan,
dengan keterbukaan mengumpulkan data
berdasakan potensi secara akurat,
proses dan produk sains mengumpulkan dan
mengo lah data secara
sistematis, menarik
kesimpulan,
mengkomunikasikan
hasil percobaan dalam
berbagai cara baik lisan
maupun tertulis
termasik mene rapkan
keselamatan kerja.
- Memahami fenomena
alam, disekitarnya Mahkluk Hidup dan Sistem
berdasarkan hasil Kehidupan
pembelajaran sains - Lingkungan hidup dan
melalui bidang Ilmu perubahannya,
Alam tumbuhan, hewan dan
kesehatan manusia
- Memahami produk
atau cara yang masuk Energi dan Perubahannya
akal dengan produk - Gerak, gaya, sumber
atau cara yang tidak energi dan perubahan
bersesuaian dengan bentuk energi,
prinsip-prinsip sains; gelombang elektro
- Mengambil keputusan magnetik dan gejala
diantara berbagai radio aktif, serta
pilihan berdasarkan penerapannya dalam
pertimbangan ilmiah; kehidupan sehari-hari
- Menyelesaikan masalah
yang dihadapi dalam Materi dan Perubahannya
kehidupannya, - Penggolongan dan
terutama memilih peruba han materi,
diantara cara-cara yang Napza, dan dampak
telah dikenal manusia pencemaran bagi
berdasarkan kehidupan, serta upaya
pertimbangan ilmiah; menjaga lingkungan dari
pencemaran Bumi dan
- Mengenali dan Antariksa
menghargai peran sains - Meliputi struktur bumi,
dalam memecahkan tata surya, gerak edar
permasalahan bumi dan bulan dalam

43
lingkungan hidup sistem tata surya
memahami dampak
dari perkembangan
sains terhadap
perkembangan
teknologi, kehidupan, Sains, lingkungan,
dan lingkungan; teknologi, dan masyarakat
- Memahami dampak - Lingkungan, pemanasan
dari perkembangan global dan teknologi
sains terhadap ramah lingkungan
perkembangan
teknologi dan
kehidupan manusia di
masa lalu, maupun
potensi dampaknya di
masa depan bagi
dirinya, orang lain dan
lingkungannya

8) Muatan Ilmu Pengetahuan Sosial (TERPADU)

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup


Kompetensi
Tingkat - Mengembangkan - Tempat dan lingkungan
Pendidikan pengetahuan dan
Menengah konsep-konsep yang
(Kelas X-XII) berkaitan dengan
kehidupan masyarakat
dan lingkungannya,
serta berorientasi pada
pemecahan masalah
sosial berlandaskan
religiotas dan etika sosil;

- Memiliki komitmen dan


kesadaran terhadap - Organisasi dan sistem
nilai-nilai sosial dan sosial
kemanusiaan yang
diarahkan pada
semangat kebangsaan;

- Memiliki kemampuan
berkomunikasi, - Kehidupan dan sistem
bekerjasama. Kristis, ekonomi.
mengedepankan
harmonisasi, peka, dan
bertanggung jawab
terhadap pemecahan
masalah sosial dalam
masyarakat majemuk.

44
9) Muatan Seni dan Budaya

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup


Kompetensi
Tingkat - Menunjukkan perilaku rasa - Apresiasi dan kreasi
Pendidikan ingin tahu, peduli karya seni rupa (seni
Menengah lingkungan, kerjasama, rupa dua dan tiga
(Kelas X-XII) jujur, percaya diri, dan dimensi, kritik seni
mandiri dalam berkarya rupa, dan pameran
seni budaya. seni rupa).
- Memahami keberagaman - Apresiasi dan kreasi
dan nilai estetis karya seni karya seni musik
budaya. (gubahan lagu dan
- Membandingkan masing - musik, kritik musik,
masing karya seni dan nilai dan pertunjukan
seni budaya untuk musik).
menemukenali/merasakan - Apresiasi dan kreasi
keunikan/keindahan serta karya seni tari
nilai estetis. (penciptaan tari,
- Menerapkan dan kritik tari, dan
memodifikasi konsep, pertunjukan tari).
teknik, prosedur, bahan, - Apresiasi dan kreasi
media dalam proses seni teater
berkarya seni budaya. (rancangan karya
- Menganalisis konsep, teater, kritik teater,
teknik, prosedur, bahan, dan pertunjukan
media dalam proses teater).
berkarya seni budaya. - Apresiasi dan kreasi
- Menganalisis keberagaman karya seni rupa dua
dan keunikan karya seni dan tiga dimensi,
budaya. kritik seni rupa dan
- Menyajikan hasil analisis pameran seni rupa.
dalam bentuk karya dan - Apresiasi dan kreasi
telaah seni budaya yang karya seni musik
bernilai estetis. (musik kreasi, kritik
- Menunjukkan perilaku rasa musik, dan
ingin tahu, peduli pertunjukan musik).
lingkungan, kerjasama, - Apresiasi dan kreasi
jujur, percaya diri, dan karya seni tari (Kreasi
mandiri dalam berkarya tari sesuai iringan,
seni budaya. kritik tari dan
- Menunjukkan pertunjukan tari).
keberagaman dan nilai - Apresiasi dan kreasi
estetis karya seni budaya. karya seni teater
- Membandingkan masing- (naskah teater, kritik
masing karya dan nilai seni seni teater, dan
budaya untuk pertunjukan seni
menemukenali/ merasakan teater).
keunikan/ nilai estetis.
- Mencipta karya seni budaya
yang orisinal.
- Mengevaluasi keberagaman
dan keunikan kreasi karya

45
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup
Kompetensi
seni.

- Menyajikan hasil evaluasi


dalam bentuk karya dan
telaah seni budaya original
yang bernilai estetis.

10) Muatan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup


Kompetensi
Tingkat - Menganalisis dan Aktivitas fisik olahraga
Pendidikan memperbaiki kesalahan permainan dan atletik
Menengah variasi dan kombinasi - Pemainan bola besar,
(Kelas X-XII) keterampilan gerak salah sepak bola, bola voli,

46
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup
Kompetensi
satu permainan dan bola basket.
olahraga. Permainan bola kecil,
- Menganalisis variasi, dan atletik: softball,
kombinasi dan memperbaiki bulutangkis, tenis
kesalahan keterampilan meja.
olahraga beladiri. - Aktivitas fisik gerakan
- Menganalisis konsep dan jalan cepat, lari,
mempraktikkan latihan, lompat, dan lempar
pengukuran komponen atau permainan
kebugaran jasmani. tradisional sejenis.
- Menganalisis dan - Menguasai aktivitas
mempraktikkan rangkaian fisik beladiri: pencak
keterampilan senam lantai. silat, karate,
- Menganalisis dan taekwondo atau
mempraktikkan variasi dan beladiri tradisional
kombinasi keterampilan sejenis.
rangkaian gerak ritmik. - Menguasai rangkaian
- Menganalisis dan Aktivitas fisik melalui:
memperbaiki kesalahan latihan pengembangan
keterampilan tiga gaya kekuatan, daya tahan,
renang yang berbeda dan kelentukan,
penyelamatan aktivitas di kecepatan, dan
air. koordinasi.
- Memiliki perilaku hidup - Menguasai aktivitas
sehat dalam memilih fisik rangkaian: senam
makanan dan minuman dan lantai dan senam alat.
menghindari diri dari - Menguasai rangkaian
tindakan merugikan diri gerakan aktivitas fisik
sendiri. ritmik: senam aerobik
- Mengamalkan perilaku dan SKJ secara
sportif, bertanggung jawab, harmonis.
menghargai perbedaan, - Menguasai gerakan
toleransi, bekerja sama, aktivitas fisik di air:
disiplin, dan menerima renang gaya bebas,
kekalahan dengan sikap gaya punggung, gaya
positif dan mengekspresikan dada dan
kemenangan dengan wajar. penyelamatan dalam
aktivitas air.

11) Muatan Prakarya

47
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup
Kompetensi
Tingkat - Menunjukkan perilaku Apresiasi dan kreasi
Pendidikan rasa ingin tahu, peduli prakarya (Kerajinan)
Menengah lingkungan, kerjasama, - Kerajinan tekstil dan
(Kelas X-XII) jujur, percaya diri, dan limbah tekstil.
mandiri dalam berkarya - Kerajinan dari bahan
prakarya. lunak dan bahan keras.
- Menganalisis desain Apresiasi dan kreasi
produk, sumber daya, prakarya (Rekayasa)
dan proses pembuatan - Rekayasa alat
karya. komunikasi sederhana
- Mendesain produk dan dan alat pengatur gerak
proses pembuatan karya. sederhana.
- Membuat dan mengolah - Rekayasa pembangkit
karya. listrik sederhana dan
- Menyajikan pengalaman inovatif menggunakan
wirausaha. teknologi tepat guna.
Apresiasi dan kreasi
prakarya (Budidaya)
- Budidaya tanaman hias
dan tanaman pangan.
- Usaha budidaya
pembenihan ikan
konsumsi dan ikan
hias.
Apresiasi dan kreasi
prakarya (Pengolahan)
- Pengawetan bahan
pangan nabati dan
hewani menjadi produk
pangan khas daerah
dan nusantara.
- Pengolahan bahan
nabati dan hewani
menjadi produk non
pangan pembersih dan
kosmetik.
Apresiasi dan kreasi
prakarya
(kewirausahaan)
- Nilai dan peluang
wirausaha, serta aspek-
aspek perencanaan
usaha.

48
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup
Kompetensi
- Menunjukkan perilaku Apresiasi dan kreasi
rasa ingin tahu, peduli prakarya (Kerajinan) –
lingkungan, kerjasama, - Kerajinan fungsi hias
jujur, percaya diri, dan dan pakai dari limbah.
mandiri dalam berkarya
prakarya. Apresiasi dan kreasi
- Menganalisis dan prakarya (Rekayasa)
mengevaluasi desain - Rekayasa elektronika
produk, sumber daya, praktis dan dengan
dan proses pembuatan kendali elektronika
karya. Apresiasi dan kreasi
- Mendesain produk dan prakarya (Budidaya)
proses pembuatan karya - Budidaya ternak
- Mencipta, mengolah, dan unggas petelur dan
mempraktekkan karya. pedaging.
- Menyajikan dan
mengevaluasi usaha Apresiasi dan kreasi
prakarya (Pengolahan)
- Pengolahan bahan

B. Kelompok Keagamaan Kristen

12) Muatan Pengetahuan Alkitab

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Menghayati kasih Allah Kanonisasi Alkitab
Pendidikan kepada Umat-Nya - Tradisi Lisan dan
Menengah melalui campur tangan tertulis
(Kelas X – Allah dalam penulisan
XII) teks-teks Alkitab - Pengertian Kanonisasi
Perjanjiam Lama dan
Perjanjian Baru - Campurtangan Allah
dalam proses
- Memuliakan kebesaran Kanonisasi
Allah dengan meyakini
dan menghormati Alkitab - Kriteria Kanonisasi PL
sebagai Firman Allah
yang tercermin dalam - Tahapan Kanonisasi PL
kehidupan pribadi,
sosial, dan lingkungan - Kriteria Kanonisasi PB
hidup yang lebih luas
- Tahapan Kanonisasi PB
- Memahami campur
tangan Allah dalam Kitab Pentateukh
proses kanonisasi - Pengertian Pentateukh
Alkitab, baik PL maupun - Kitab-kitab Pentateukh
PB
- Menganalisis secara
kritis proses kanonisasi Kitab Kejadian
Alkitab, baik PL maupun - Pengantar Kitab

49
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
PB Kejadian
- Kisah penciptaan dan
- Menghayati dan inti pesannya
mengamalkan kebesaran - Kisah kejatuhan
Allah dalam mempelajari manusia ke dalam dosa
pokok-pokok isi dan inti pesannya
kesaksian kitab- kitab - Peristiwa Nuh dan
Pentateukh pembaruan perjanjian
(Torah/Taurat) - Abraham dan janji Allah
kepadanya
- Mengamalkan hukum- - Ishak dan Ismael
hukum (kebenaran, - Esau dan Yakub
keadilan, kasih, dan - Kisah Yusuf
kesetiaan) Allah, yang
Kitab Keluaran
- Memahami pokok-pokok - Pengantar kitab
isi pengajaran yang Keluaran
terkandung dalam kitab- - Musa dan
kitab Pentateukh pengutusannya
(Torah/Taurat) - Keluaran dari Mesir
dan perayaan Paska
- Menganalisis secara - Perjalanan di padang
kritis dengan kaidah- gurun
kaidah keilmuan pokok- - Sepuluh Perintah Allah
pokok isi pengajaran - Kemah suci: simbol
yang terrkandung dalam kehadiran Allah dan
kitab-kitab pentateukh pusat peribadatan Israel
(Torah/Taurat) di padang gurun

Kitab Imamat
- Pengantar kitab Imamat
- Bermacam-macam
Korban dan maknanya
(Im. 1-7)
- Jabatan imam dan
fungsinya (Im. 8-9)
- Peraturan tentang
binatang-binatang halal
dan haram serta
maknanya (Im. 11)
- Hukum-hukum
Kekudusan (Im. 18-22)
- Hari-hari raya Israel
Purba (Im. 23, 25)

Kitab Bilangan
- Pengantar kitab
Bilangan
- Suku-suku Israel (Bil.1-
2)
- Keturunan Harun (Bil.3-

50
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
4)
- Peraturan tentang orang
najis dan maknanya
(Bil.5)
- Pemberontakan Korah,
Datan dan Abiram
(Bil.16)
- Simbol ular tembaga
(Bil. 21)
- Balak dan Bileam (Bil.
22-24)

Kitab Ulangan
- Pengantar Kitab
Ulangan
- Riwayat perjalanan di
padang gurun hingga
masuk Kanaan (Ul. 2-3)
- Perintah utama: kasih
kepada Allah (Ul. 6)
- Kutuk dan berkat (Ul. 7)
- Persembahan bagi
Tuhan (Ul. 26)
- Yosua menggan-tikan
Musa (Ul. 31)

- Menghayati dan Kitab-kitab Ketuvim


mengamalkan kebesaran (Kitab-kitab Sejarah,
Allah dalam mempelajari Hikmat, dan Syair)
pokok-pokok isi kitab
Ketuvim (Kitab-kitab Kitab-kitab Sejarah
Sejarah, Kitab-kitab - Pengantar Kitab-kitab
Hikmat dan Kitab-kitab Sejarah
Syair) - Kitab Yosua
- Kitab Hakim-hakim
- Mewujudnyatakan - Kitab Rut
hikmat Allah - Kitab 1 dan 2 Samuel
(kebijaksanaan dan - Kitab 1 dan 2 Raja-raja
kebenaran Allah, - Kitab 1 dan 2 Tawarikh
tanggung jawab dalam - Kitab Ezra
tugas dan panggilan, - Kitab Nehemia
serta kepedulian - Kitab Ester
terhadap sesama)
sebagaimana diajarkan Kitab-kitab Hikmat dan
dalam Ketuvim (Kitab- Syair
kitab Sejarah, Kitab- - Kitab Ayub
kitab Hikmat dan Kitab- - Kitab Mazmur
kitab Syair), dalam - Kitab Amsal Salomo
kehidupan pribadi, - Kitab Ratapan
sosial, dan lingkungan - Kitab Pengkhotbah
hidup yang lebih luas. - Kitab Kidung Agung

- Memahami pokok-pokok

51
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
isi pengajaran yang
terkandung dalam Kitab-
kitab Ketuvim (Kitab-
kitab Sejarah, Hikmat,
dan Syair)

- Menganalisis secara
kritis dengan kaidah
keilmuan pokok-pokok
isi pengajaran yang
terkandung dalam Kitab-
kitab Ketuvim (Kitab-
kitab Sejarah, Hikmat,
dan Syair)

- Menghayati dan Kitab Nabi-nabi (Neviim)


mengamalkan kebesaran
Allah dalam mempelajari Pengantar
pokok-pokok isi Kitab- - Kitab Nabi-nabi Besar
kitab Para Nabi (Neviim) dalam kekristenan
- Kitab Nabi-nabi Besar
- Mewujudnyatakan dalam Kitab Suci Ibrani
firman Allah (ketaatan - Kitab Nabi-nabi Besar
kepada Allah, larangan, dalam Gereja Katolik
dan perintah Allah), yang Kitab Yesaya
diajarkan dalam Kitab- - Pengantar kepada Kitab
kitab Para Nabi (Neviim) Yesaya
dalam kehidupan - Garis besar isi Proto
pribadi, sosial, dan Yesaya (pasal 1-39)
lingkungan hidup yang - Garis besar isi Deutero
lebih luas Yesaya (pasal 40-55)
- Garis besar isi Trito
- Memahami pokok-pokok Yesaya (pasal 56-66)
isi pengajaran yang Kitab Yeremia
terkandung dalam kitab - Pengantar Kitab
Nabi-nabi (Neviim) Yeremia
- Panggilan Yeremia
- Menganalisis secara sebagai nabi (pasal 1)
kritis dengan kaidah- - Nubuat Yeremia untuk
kaidah keilmuan pokok- kerajaan Yehuda pada
pokok isi pengajaran za-man pemerintahan
yang terkandung dalam Yosia, Yoahas, Yoyakim,
Kitab-kitab Para Nabi Yoya-khin, dan Zedekia
(Neviim) - Nubuat bagi bangsa-
bangsa
- Nubuat kejatuhan
Yerusalem dan
pembuangan ke Babel

Kitab Yehezkiel
- Pengantar ke dalam
kitab Yehezkiel
- Panggilan Yehezkiel

52
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
sebagai nabi (psl. 2-3)
- Nubuat keruntuhan
Yerusalem (psl. 4-7)
- Penyembahan berhala
sampai pembuangan
(psl. 8-15)
- Ketidaksetiaan
Yerusalem (psl.16-24)
- Nubuat melawan
bangsa-bangsa (psl. 25-
32)
- Nubuat pemulihan
umat Allah (psl. 33-39)
- Nubuat tentang zaman
baru (psl. 40-48)

Kitab Daniel
- Pengantar ke dalam
kitab Daniel
- Daniel di istana Babel
(psl. 1)
- Nebukadnezar dan
perapian yang menyala-
nyala (psl. 2-4)
- Nubuat Daniel (ps. 7-8)
- Doa Daniel (psl.9)
- Tentang akhir zaman
(ps. 12)

Kitab Nabi-nabi Kecil


- Menghayati kasih Allah - Pengantar kitab Nabi-
kepada umat-Nya dalam nabi Kecil
masa antara Perjanjian - Kitab-kitab yang
Lama dan Perjanjian termasuk dalam
Baru kelompok kitab Nabi-
nabi Kecil (Kitab Hosea,
- Mengamalkan kasih Kitab Yoel, Kitab Amos,
Allah bagi sesama yang Kitab Obaja, Kitab
kehilangan orientasi Yunus, Kitab Mikha,
keagamaan dan Kitab Nahum, Kitab
kehilangan Habakuk, Kitab
pengharapan, baik Zefanya, Kitab Hagai,
dalam kehidupan Kitab Zakaria, Kitab
pribadi, sosial, maupun Maleakhi
lingkungan hidup yang
lebih luas Masa Antara PL dan PB
- Akhir kekuasaan Persia
- Memahami orientasi di Asia Barat (“Darius
kehidupan keagamaan orang Persia”, Ezr.5:1 –
umat Allah dalam masa 6:12)
antara Perjanjian Lama - Awal zaman dominasi
dan Perjanjian Baru Yunani (penaklukan
Persia oleh Aleksander

53
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Menganalisis orientasi Agung pada 331 sZB)
kehidupan keagamaan - The Silent Ages (Masa
umat Allah dalam masa Keheningan, 340 sZB –
antara Perjanjian Lama awal ZB)
dan Perjanjian Baru - Hubungan antara PL
dan PB

Masa Antara PL dan PB


- Menghayati kasih Allah - Akhir kekuasaan Persia
kepada umat-Nya dalam di Asia Barat (“Darius
masa antara Perjanjian orang Persia”, Ezr.5:1 –
Lama dan Perjanjian 6:12)
Baru - Awal zaman dominasi
Yunani (penaklukan
- Mengamalkan kasih Persia oleh Aleksander
Allah bagi sesama yang Agung pada 331 sZB)
kehilangan orientasi - The Silent Ages (Masa
keagamaan dan Keheningan, 340 Szb
kehilangan awal ZB)
pengharapan, baik - Hubungan antara PL
dalam kehidupan dan PB
pribadi, sosial, maupun
lingkungan hidup yang
lebih luas Injil-injil Sinoptik
- Alasan disebut Injil-injil
- Memahami orientasi Sinoptik
kehidupan keagamaan - Sifat Injil-injil Sinoptik
umat Allah dalam masa - Sumber penulisan Injil-
antara Perjanjian Lama injil Sinoptik
dan Perjanjian Baru
Injil Matius
- Menganalisis orientasi - Penulis, penerima, dan
kehidupan keagamaan tujuannya
umat Allah dalam masa - Kisah kelahiran Tuhan
antara Perjanjian Lama Yesus (psl.1-2)
dan Perjanjian Baru - Persiapan pelayanan-
Nya (psl. 3-4)
- Menghayati kasih Allah - Khotbah di Bukit (psl.
yang dinyatakan dalam 5-7)
Kristus sebagaimana - Perumpamaan-
disaksikan dalam Injil- perumpamaan Yesus
injil Sinoptik tentang Kerajaan Surga
(psl. 13)
- Mengamalkan kasih: - Hukum kasih (22:34-40)
kepada Allah, sesama, - Akhir Zaman (psl. 24-
dan seluruh ciptaan, 25)
baik dalam kehidupan - Penderitaan Tuhan
pribadi, sosial, maupun Yesus hingga
lingkungan hidup yang penyaliban-Nya (psl. 26-
lebih luas 27)
- Amanat Agung Tuhan
- Memahami penyataan Yesus (psl. 28)
kasih Allah dalam

54
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
Kristus yang disaksikan Injil Markus
dalam Injil-injil Sinoptik - Penulis, penerima, dan
tujuannya
- Menyimpulkan pesan-
pesan inti Injil-injil - Proklamasi Tuhan
Sinoptik tentang kasih Yesus tentang
Allah dalam Kristus kehadiran Kerajaan
Allah (1:14-15)
- Menghayati kasih Allah - Mukjizat-mukjizat
untuk seluruh isi dunia Tuhan Yesus
sebagaimana diajarkan - Pengajaran Tuhan
dalam Injil Yohanes dan Yesus
surat-surat Yohanes - Kisah sengsara Tuhan
Yesus
- Mewujudnyatakan kasih - Injil Lukas
Allah bagi seluruh - Penulis, penerima, dan
ciptaan-Nya tujuannya
sebagaimana diberitakan - Kisah kelahiran Tuhan
dalam Injil Yohanes dan Yesus (psl. 2)
surat-surat Yohanes, - Mukjizat-mukjizat yang
diberitakan dalam dilakukan Tuhan Yesus
dengan menghadirkan - Pokok-pokok
damai sejahtera bagi pengajaran-Nya
sesama, baik dalam (terutama pasal 6)
kehidupan pribadi, - Kisah sengsara Tuhan
sosial, maupun Yesus (psl. 22-23)
lingkungan hidup yang - Kebangkitan dan
lebih luas kenaikan Tuhan Yesus
ke surga (psl. 24-25)
- Memahami tujuan kasih
Allah bagi seluruh Injil Yohanes dan Surat-
ciptaan sebagaimana surat Yohanes
disaksikan dalam Injil Injil Yohanes
Yohanes dan surat-surat - Kepenulisan Injil
Yohanes Yohanes
- Ciri khas Injil Yohanes
- Mendemonstrasikan - Ajaran tentang
kasih Allah bagi seluruh keselamatan
ciptaan sesuai - Ajaran tentang hidup
pemberitaan Injil kekal
Yohanes dan kitab-kitab - Pengertian “mengenal
dalam rumpun tulisan Allah”
Yohanes. - Peranan Tuhan Yesus
sebagai utusan Bapa
(12:40-50; psl. 17)
- Tujuh ucapan Yesus
“Aku adalah…” (ego
- Menghayati karya Roh eimi)
Kudus dalam rangka - Peranan Roh Kudus
perluasan Kabar (14:15-31)
Keselamatan kepada Surat-surat Yohanes
semua bangsa, Kepenulisnya
sebagaimana disaksikan - Surat 1 Yohanes

55
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
dalam kitab Kisah Para - Kristologinya
Rasul - Kehidupan umat Allah
- Gagasan eskatologis
- Mempersaksikan Kabar - Iman dan kasih
Keselamatan kepada - Surat 2 Yohanes
semua bangsa, - Kristologinya
sebagaimana diberitakan - Kebenaran, kasih dan
dalam kitab Kisah Para ketaatan
Rasul, melalui sikap - Surat 3 Yohanes
hidup, perkataan, dan - Kasih dan kebenaran
perbuatan, baik dalam - Keramahtamahan
kehidupan pribadi, - Kesombongan
sosial, maupun - Kesetiaan
lingkungan hidup yang
lebih luas
Kisah Para Rasul
- Memahami karya Roh - Penulis, penerima, dan
Kudus dalam tujuannya
penyebarluasan Kabar - Peristiwa di hari
Keselamatan, Pentakosta
sebagaimana disaksikan - Khotbah Petrus (psl. 2)
dalam kitab Kisah Para - Keselamatan bagi
Rasul semua bangsa
- Cara hidup jemaat
- Mengidentifikasi karya perdana (psl. 2)
Roh Kudus dalam - Perkembangan jemaat
penyebarluasan kabar dan berkembangnya
keselamatan yang jabatan gerejawi (psl. 6)
diberitakan oleh kitab - Pertobatan Paulus (psl.
Kisah Para Rasul 9, 22, 26)
- Perjalanan pekabaran
- Menghayati ajaran Injil Paulus
mengenai pokok-pokok
iman dan kebenaran
(antara lain: Kristologi,
pembenaran,
keselamatan,
pengucapan syukur, Surat-surat Proto
etika, moralitas Kristen) Paulus
sebagaimana dijabarkan Surat Roma
dalam surat-surat Proto - Tujuan penulisannya
Paulus - Keselamatan bukan
karena hukum Taurat
- Menerapkan pengajaran (2:1-29), makna Taurat
Paulus dalam surat- (psl. 7)
surat Proto (antara lain: - Pembenaran karena
Kristologi, pembenaran, iman (psl.3-5)
keselamatan, - Mati dan bangkit
pengucapan syukur, bersama Kristus (psl. 6)
etika, moralitas Kristen), - Hidup menurut Roh
baik dalam kehidupan (psl. 8)
pribadi, sosial, maupun - Pemilihan Israel (psl. 9-
lingkungan hidup yang 11)

56
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
lebih luas - Nasihat-nasihat lain
(psl. 13-16)
- Memahami pokok-pokok
iman Kristen (antara Surat 1 Korintus
lain: keselamatan, - Gambaran masyarakat
Kristologi, pembenaran, Korintus
pengucapan syukur, - Hikmat Allah dan
etika, moralitas Kristen), hikmat manusia (psl. 1-
yang diberitakan dalam 2)
surat-surat Proto Paulus - Perselisihan dan dosa
dalam jemaat (psl.3-5)
- Menganalisis pokok- - Perkawinan dan
pokok iman Kristen percabulan (ps. 6-7)
(antara lain: - Persembahan kepada
keselamatan, Kristologi, berhala (psl. 8)
pembenaran, - Rupa-rupa karunia
pengucapan syukur, tetapi satu Roh (psl.12,
etika, moralitas Kristen), 14)
yang diberitakan dalam - Ajaran kasih (psl. 13)
surat-surat Proto Paulus - Kebangkitan Kristus
dan kebangkitan kita
(psl. 15)

Surat 2 Korintus
- Pelayan Injil (psl. 3-4)
- Pelayanan untuk
perdamaian (psl. 5-6)
- Pelayanan kasih dan
persembahan (psl. 8-9)
- Tidak mementingkan
diri sendiri (psl. 11)
Surat Galatia
- Masalah yang dihadapi
Paulus
- Hanya satu Injil (psl. 1)
- Kerasulan Paulus (psl.
1-2)
- Kemerdekaan Kristen
(psl. 5)
- Hidup menurut daging
- Menghayati ajaran dan hidup menurut Roh
mengenai pokok-pokok (5:16-26)
iman dan kebenaran - Nasihat untuk saling
(antara lain: Kristologi, membantu (psl. 6).
pembenaran, - Surat Filipi
keselamatan, - Hidup berpadanan
pengucapan syukur, dengan Injil Kristus
etika, moralitas Kristen) (1:27-30)
sebagaimana dijabarkan - Hymne Kristus, nasihat
dalam surat-surat untuk meneladani
Deutero Paulus kecuali Kristus (2:1-11)
surat-surat Pastoral - Mengerjakan
keselamatan (2:12-18)

57
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
- Menerapkan pengajaran - Kebenaran sejati (psl. 3)
Paulus dalam surat –
surat Deutero Paulus
kecuali surat-surat Surat 1 Tesalonika
Pastoral (antara lain: - Hubungan Paulus
Kristologi, pembenaran, dengan jemaat (psl. 1-2)
keselamatan, - Nasihat untuk hidup
pengucapan syukur, kudus (4:1-12)
etika, moralitas Kristen), - Kedatangan Kristus
baik dalam kehidupan yang kedua (4:13-18)
pribadi, sosial, maupun - Nasihat untuk berjaga-
lingkungan hidup yang jaga (5:1-11)
lebih luas - Beberapa nasihat etis
(5:12-22)

Surat Filemon
- Nasihat untuk
menerima budak
sebagai saudara dalam
iman
- Memahami pokok-pokok
iman Kristen (antara
lain: keselamatan,
Kristologi, pembenaran, Surat-surat Deutero
pengucapan syukur, Paulus
etika, moralitas Kristen), Surat Efesus
yang diberitakan dalam
surat-surat Deutero - Penerima dan tujuan
Paulus kecuali Surat- penulisan surat Efesus
surat Pastoral - Keselamatan adalah
karunia Allah bagi
- Menalar pokok-pokok semua (psl. 2-3)
iman Kristen (antara - Kesatuan jemaat
lain: keselamatan, dengan berbeda-beda
Kristologi, pembenaran, karunia (4:1-16)
pengucapan syukur, - Hidup sebagai manusia
etika, moralitas Kristen), baru (4:1-5:21)
yang diberitakan dalam - Kasih Kristus dasar
surat-surat Deutero hidup berkeluarga
Paulus kecuali Surat- (5:22-33)
surat Pastoral - Taat dan kasih, serta
perlengkapan rohani
(psl. 6)
- Menghayati pengajaran
tentang tugas panggilan Kolose
dan karakter Kristen, - Keutamaan Kristus
terutama untuk pejabat- (1:15-23)
pejabat gerejawi - Hidup dalam Kristus
sebagaimana diajarkan (2:6-3:17)
dalam Surat-surat - Hubungan dalam
Pastoral rumah tangga Kristen
(3:18-4:5)
- Mewujudnyatakan tugas

58
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
panggilan dan karakter Tesalonika
Kristen, terutama untuk - Tanda-tanda
pejabat-pejabat gerejawi, kedatangan Tuhan (psl.
baik dalam kehidupan 2)
pribadi, sosial, maupun - Nasihat untuk berdoa
lingkungan hidup yang dan bekerja (psl. 3)
lebih luas
- Memahami pengajaran
tentang tugas panggilan Surat-surat Pastoral
dan karakter Kristen, 1 Timotius
terutama untuk pejabat- - Tentang doa jemaat
pejabat gerejawi (2:17)
sebagaimana diajarkan - Syarat-syarat bagi
dalam Surat-surat pejabat gerejawi (psl. 3)
Pastoral - Melawan ajaran sesat
(4:1-16).
- Menalar tugas panggilan - Perhatian kepada para
dan karakter Kristen, janda (5:1-16)
terutama untuk pejabat- - Nasihat agar tidak
pejabat gerejawi bersilat kata dan cinta
sebagaimana diajarkan uang (6:2b-10)
dalam Surat-surat - 2 Timotius
Pastoral - Nasihat untuk bertekun
(1:13-18)
- Menghayati pengajaran - Panggilan untuk ikut
tentang karakter menderita (2:1-13)
kehidupan Kristen - Waspada terhadap
sebagaimana diajarkan ajaran sesat (2:14-26)
dalam Surat-surat Am - Iman bertumbuh dalam
dan surat Ibrani penganiayaan dan
karena rajin membaca
- Mewujudnyatakan Kitab Suci (3:10-17)
karakter kehidupan - Panggilan untuk
Kristen, baik dalam melayani (4:1-8)
kehidupan pribadi, - Titus
sosial, maupun - Syarat-syarat pejabat
lingkungan hidup yang gerejawi (1:5-16)
lebih luas - Kewajiban orang tua,
pemuda dan hamba
- Memahami prinsip- (2:1-10)
prinsip kehidupan - Keselamatan bagi
Kristen yang diajarkan semua manusia (2:11-
dalam Surat-surat Am 15)
dan Surat Ibrani - Keselamatan bukan
karena perbuatan baik
- Menalar prinsip-prinsip (3:1-11)
kehidupan Kristen yang
diajarkan dalam Surat- Surat-surat Am
surat Am dan Surat Yakobus
Ibrani - Kepenulisannya
- Iman dan hikmat (1:2-8)
- Menghayati pesan-pesan - Ujian dan pencobaan
Kitab Wahyu yang (1:12-18)

59
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
diungkapkan melalui - Pendengar dan pelaku
simbol-simbol yang firman (1:19-27)
apokaliptik - Jangan memandang
muka (2:1-13)
- Menerapkan pesan- - Iman tanpa perbuatan
pesan Kitab Wahyu yang itu mati (2:14-26)
diungkapkan melalui - Nasihat-nasihat lain
simbol-simbol (psl. 3-5)
apokaliptik, baik dalam
kehidupan pribadi, 1 Petrus
sosial, maupun dalam - Pengharapan, iman dan
lingkungan hidup yang kasih (1:3-12)
lebih luas - Kekudusan dan kasih
persaudaraan (1:13-25)
- Yesus Kristus batu
- Memahami pesan-pesan penjuru (2:1-10)
Kitab Wahyu yang - Penderitaan Kristen
diungkapkan melalui (2:16-25; 3:13-4:6;
simbol-simbol 4:12-19)
apokaliptik - Hidup bersama suami-
istri (3:1-7)
- Menalar pesan-pesan - Hidup sebagai orang
Kitab Wahyu yang Kristen (4:7-11)
diungkapkan melalui
simbol-simbol 2 Petrus
apokaliptik lebih luas - Panggilan dan pilihan
Allah (1:3-15)
- Nabi-nabi dan guru-
guru palsu (2:1-22)
- Tentang hari Tuhan
(psl. 3)
- Yudas
- Hukuman untuk guru-
guru palsu (ay. 3-16)
- Nasihat-nasihat untuk
meneguhkan iman (ay.
17-23)

Ibrani
- Kepenulisannya
- Kemuliaan Yesus (1:5-
3:6)
- Hukuman atas
kemurtadan (3:7-19;
5:11-6:8)
- Keimaman Kristus (4-
14-5:10; 7:11-28; 8:1-
13)
- Berpegang pada
pengharapan (6:9-20)
- Kristus dan Melkisedek
(7:1-10)
- Tempat kudus di bumi

60
Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi
dan di surga (9:1-10)
- Kristus sebagai
pengantara perjanjian
baru (9:11-28)
- Persembahan yang
sempurna (10:1-18)
- Nasihat untuk bertekun
(10:19-39; 12:1-13:22)

Kitab Wahyu
- Wahyu sebagai sastra
apokaliptik
- Kepenulisannya
- Situasi dan kondisi
sosio-politik yang
dihadapi oleh ketujuh
jemaat di Asia Kecil
- Berbagai pendekatan
dalam memahami kitab
Wahyu
- Hakikat kitab Wahyu
- Memahami simbolisme
kitab Wahyu
- Inti ajaran kitab Wahyu
- nabati dan hewani
menjadi makanan khas
daerah dan produk non
pangan kesehatan

13) Muatan Etika Kristen

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Menghayati prinsip Allah - Perbedaan Etika, Moral,
Pendidikan yang mengasihi manusia etiket
Menengah sebagai landasan utama
(Kelas X– XII) Etika Kristen

- Menerapkan prinsip-
prinsip dalam kehidupan
sehari-hari berdasar
pada keputusan dalam
etis

- Mampu mematuhi hati - Hati Nurani dan


nurani dalam mengambil Hukum
keputusan - Perbedaan dan
kesamaan Etika Kristen
dan Etika Umum
- Menganalisa

61
perkembangan Etika dari - Etika dalam Perjanjian
PL dan PB Lama
- Etika dalam Perjanjian
Baru (Prinsip
deontologis, Teologis,
Situasional
- Menerapkan nilai-nilai
Etika Kristen dalam - Prinsip-prinsip dalam
pergaulan, sekolah dan Etika Kristen
keluarga - Prinsip Etika
Tanggungjawab,
Keadilan, dan kebajikan
- Menghayati perbedaan (virtue)
metode pengambilan - Prinsip Kasih dalam
keputusan etis pengambilan keputusan
Etis
- Menghayati perbedaan
metode pengambilan etis, - Etika Kristen menurut
moral dan etiket, Tokoh Gereja Abad IV-
menganalisis dan XIX
mengklasifikasi
perbedaan prinsip
deontologis, teologis dan - Etika Abad XX
situasional dalam
pengambilan keputusan
etis yang ada

- Menghayati peran hati


nurani dan hukum
dalam kehidupan orang
percaya

- Menghayati perbedaan
dan kesamaan etika Isu-isu etis
umum dan etika Kristen kontemporer:
- IPTEK,

- Mengamalkan Alkitab - penggunaan medsos,


sebagai sumber
pengambilan keputusan
- pacaran,
- Menghayati berkat Allah
dalam menghargai - pornografi,
perbedaan prinsip yang
ada - penggunaan narkoba,

- Mengenali prinsip Allah - lingkungan hidup


yang mengasihi manusia
sebagai landasan utama
etika Kristen

- Mengamalkan alkitab
sebagai sumber

62
pengambilan keputusan

- Menghayati berkat Allah


dalam menghargai
perbedaan prinsip yang
ada

- Mengenali prinsip Allah


yang mengasihi manusia
sebagai landasan utama
etika Kristen

- Mampu mematuhi hati


nurani dan hukum
dalam pergaulan

- Memiliki sikap saling


toleran karena
perbedaan maupun
kesamaan sebagai
bangsa Indonesia

- Menganalisis dan
mengklasifikasi
perbedaan prinsip
pengambilan keputusan
etis yang ada

- Memiliki nilai-nilai etika


Kristen dalam
berpacaran dan
bermedsos

- Berani bersikap berbeda


dalam menerapkan
prinsip Alkitab dalam
pengambilan keputusan
etis

14) Muatan Sejarah Gereja

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi
Tingkat - Meyakini bahwa Allah Perkembangan agama
Pendidikan dalam Yesus Kristus Kristen pada zaman
Menengah adalah pelaku utama gereja mula-mula
(Kelas X-XII) sejarah yang setia - Sejarah Gereja sebagai
memelihara umat-Nya bidang ilmu teologi dan
dalam perjalanan di sejarah
dunia ini - Pendekatan-
pendekatan dalam
- Memahami dan mempelajari sejarah
meneladani misi Yesus gereja dan periodesasi
Kristus datang ke dunia sejarah gereja

63
ini sebagai wujud kasih - Konteks kehidupan
Tuhan kepada manusia gereja mula-mula
dan seluruh ciptaan-Nya (konteks sosial-politik,
yang mana berita itu budaya, dan agama)
diteruskan oleh para - Latar belakang gereja
rasul, dan oleh umat dalam PL dan ciri-ciri
Kristen di segala tempat jemaat Kristen perdana
dan zaman hingga saat - Kehidupan, pelayanan,
ini, serta melibatkan diri dan pengajaran Yesus
dalam misi pekabaran Kristus dan rasul-
itu rasul-Nya
- Memupuk sikap peduli - Kehidupan, karya, dan
terha dap orang lain teologi rasul Paulus
(baik kepada saudara - Zaman bapa-bapa
seiman maupun kepada gereja
orang lain) dan kepada - Tantangan internal dan
seluruh ciptaan Tuhan eksternal yang
sebagai bentuk dihadapi gereja mula-
perwujudan kepedulian mula
sosial dan ekologis - Mazhab-mazhab telogi
dan pelaksanaan
- Mengikuti teladan konsili-konsili
Kristus dan para rasul- oikumenis dalam gereja
Nya tentang sikap taat mula-mula
pada kehendak Tuhan, - Organisasi dan
rela berkorban, peduli, peribadahan dalam
dan berani menyatakan gereja mula-mula
kasih Tuhan dalam - Gereja pada masa
Yesus Kristus untuk Agustinus
menghadirkan damai Gereja pada masa Abad
sejahtera bagi seluruh Pertengahan
bumi - Perkembangan gereja di
Eropa pada permulaan
Abad Pertengahan
- Memiliki sikap taat - Teologi gereja yang
kepada perintah Tuhan berkembang pada Abad
sebagaimana dinyatakan Pertengahan dan
dalam Alkitab untuk tokoh-tokoh utamanya
memuliakan Tuhan - Kelahiran dan
melalui relasi dengan perkembangan Gereja
sesama umat manusia Ortodoks pada Abad
dan seluruh ciptaan Pertengahan
Tuhan Pembaruan Gereja
(Gerakan Reformasi)
- Mencintai gereja Tuhan - Latar belakang
sebagai anggota “tubuh munculnya gerakan
Kristus” yang dihimpun mereformasi gereja
Tuhan dalam wadah pada abad ke-16
persekutuan dengan - Kehidupan, karya, dan
sikap saling mengasihi teologi tokoh-tokoh
dan saling reformator (Luther,
memperlengkapi, serta Zwingli, dan Calvin)
berse dia mendukung - Semboyan Reformasi:
kelan caran pelayanan Lima Sola
gerejawi bagi yang

64
dilakukan dalam lingkup - Perkembangan lebih
orang percaya maupun lanjut aliran gereja
dalam aksi-aksi sosial Lutheran, Calvinis, dan
yang ditujukan kepada Anabaptis
masyarakat luas Gereja pada zaman
Pencerahan dan Pietisme
- Bertekat memelihara dan abad 19-20
persatuan gereja Tuhan - Munculnya pietisme
di segala tempat untuk dan pencerahan
sebagai refleksi - Pengaruh pietisme dan
persekutuan Allah pencerahan bagi
Tritunggal untuk perkembangan gereja
menjadi contoh yang - Misi gereja Protestan
dapat diteladani oleh pada abad ke-19
masya rakat luas dalam - Perkembangan dan
mewujudkan tantangan yang
keharmonisan di tengah- dihadapi gereja pada
tengah umat manusia abad ke-20
Sejarah Gereja di
- Menjunjung tinggi Indonesia
keragaman (pluralitas) - Budaya dan topografi
dalam berbagai bidang, negara Indonesia yang
melihatnya sebagai bersifat plural
keindahan yang - Kehadiran gereja
menimbulkan harmoni Nestorian di Indonesia
yang indah dan signifikansinya
bagi kekristenan zaman
- Bersikap kritis, kreatif, ini
dan inovatif dalam - Dinamika
mengembang kan perkembangan gereja
pelayanan gerejawi yang Katolik pada masa
setia pada ajaran kekuasaan Portugis di
Alkitab, tetapi relevan Indonesia
secara kontekstual - Pendekatan-
pendekatan dan
- Memahami dan bentuk-bentuk
memberikan penilaian pelayanan gerejawi
konstruktif terhadap yang dipraktekkan oleh
fenomena kemunculan tenaga misi gereja
berbagai ajaran dalam Katolik pada zaman
gereja di sepanjang kekuasaan Portugis di
zaman Indonesia
- Kedatangan Gereja
- Terbuka terhadap Protestan di Indonesia
perkembangan dan pada masa VOC dan
perubahan demi pemerintah Hindia-
kemajuan gereja hingga Belanda
menjadi serupa dengan - Pendekatan-
Kristus pendekatan dan
bentuk-bentuk
- Meneladani kehidupan pelayanan gerejawi
tokoh-tokoh dalam yang dipraktekkan oleh
sejarah gereja dalam tenaga misi gereja
ketaatan, disiplin, dan Protestan pada zaman
meninggalkan bentuk- kekuasaan VOC dan

65
bentuk pelayanan Hindia-Belanda di
mereka yang tidak Indonesia
relevan pada zaman - Perkembangan gereja
sekarang Protestan di Indonesia
melalui pelayanan
- Memahami dan badan-badan zending
melaksanakan tugas yang dipengaruhi oleh
panggilan gereja dalam gerakan Pietisme di
dunia ini Eropa
- Dinamika
perkembangan gereja
dan keterlibatan orang
Kristen dalam
pergerakan
kemerdekaan
Indonesia
- Pergumulan gereja
mempertahankan
eksistensinya sebagai
bagian dari negara
Pancasila pada masa-
masa orde lama, orde
baru, dan reformasi di
Indonesia
Gerakan Oikumene
- Latar belakang historis-
teologis dan hakekat
gerakan oikumene
- Kepelbagaian
denominasi gereja di
dunia dan di Indonesia
- Faktor-faktor
pendukung gerakan
oikumene di dunia dan
di Indonesia
- Dinamika
perkembangan gerakan
oikumene di dunia dan
di Indonesia melalui
wadah organisasi, DGD
dan PGI
- Berbagai pemikiran
yang berkembang
dalam gerakan
oikumene, baik secara
oikumene secara
internasional mapun
oikumene dalam
lingkup nasional di
Indonesia

15) Muatan Dogmatika


Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi
Kompetensi

66
Tingkat - Menghayati peran - Apa itu Dogma?
Pendidikan Dogma dalam ajaran - Kesamaan dan
Menengah gereja sebagai Perbedaan Dogma
(Kelas X-XII) pembentuk kehidupan dalam Ajaran Gereja;
orang percaya - Alkitab sebagai
Kesaksian dan Firman
- Kemampuan yang bijak Allah;
untuk melihat - Karya Penciptaan
perbedaan dan Allah;
kesamaan dalam dogmat - Penciptaan dan Teori
beberapa gereja dengan Big Bang
bijaksana - Penciptaan Manusia;
- Kejatuhan Manusia
dalam Dosa;

- Dengan sadar dan teguh - Karya Penyelamatan


menyatakan Alkitab Allah melalui Kisah
sebagai Firman Allah Perjanjian Lama.
dan dasar ajaran gereja

- Bertumbuh dalam iman


karena pengetahuan
kebenaran Allah dalam
Alkitab dan menjadi
pribadi yang suka
membaca Alkitab

- Menerima dan - Allah Tritunggal;


menghayati Ketiga - Nubuat Kelahiran
pribadi dalam Allah Kristus;
Tritunggal - Peristiwa Kelahiran
Kristus;
- Menyadari dampak dosa - Pelayanan Kristus;
yang membelenggu - Kematian Kristus;
manusia - Kebangkitan Kristus;
- Kenaikan Kristus ke
- Menghayati dengan Surga;
alkitabiah bagaimana - Keselamatan dalam
cara Allah berkaya Kristus.
sebagai pencipta bagi - Roh Kudus dalam
ciptaan Nya buah-buah Roh;
- Gereja sebagai
- Mengetahui dan Persekutuan orang
memahami dengan percaya;
benar berbagai - Ouikumene Gereja;
perbedaan dogmatika - Sakramen;
dari setiap latar - Ibadah;
belakang - Tubuh Kristus dan
keragamannya.
- Menunjukkan sikap
percaya dan memiliki
kemampuan untuk
menjelaskan bahwa
Allah sebagai pencipta
alam semesta dan

67
pemeliharanya

- Menyadari bahwa
manusia adalah berdosa
dan Anugerah Allah
adalah Kasih-Nya yang
paling mulia

- Hidup adalah sebuah


anugerah

- Menemukan anugerah
yang sejati dalam Gereja
dan Sakramen

- Memiliki sikap toleran


terhadap perbedaan dan
mampu menilai dengan
kristis perbedaan yang
ada sebagai tubuh
Kristus

- Percaya Kristus akan


datang untuk kedua kali

16) Muatan Hermeneutika


Tingkat Kompetensi RuangLingkup Materi
Kompetensi

68
Tingkat - Menghayati pewahyuan - Alkitab sebagai firman
Pendidik Alkitab Allah
an - Proses Pewahyuan
Menenga Alkitab
h (Kelas - Pentingnya penafsiran
X-XII) Alkitab
- Memahami pengertian - Arti, tugas dan tujuan
Hermeneutika hermeneutika.
- Hubungan
Hermeneutika dan
Eksegesis.

- Memahami sejarah - Hermeneutika dalam


perkembangan Midrash, PL dan PB.
Hermeneutika - Mashab Hermeneutika
- Hermeneutika
Augustinus Uskup
Hippo (354-430).

- Memahami model-model - Model-model


Hermeneutika dari Hermeneutika zaman
zaman Skolastikisme Thomas Aquinas,
hingga masa pencerahan Meister Echart,
(abad 13-16), Zaman Desiderius Erasmus,
Romantisisme (abad ke Martin Luther dan
18), Abad ke 19, Abad ke Johanes Calvin.
20 - Model-model
Hermeneutika
Immanuel Kant,
Friedrich
Schleiermacher.
- Model-model
Hermeneutika Friedrich
Straus, Wilhelm Dilthey
- Model-model
Hermeneutika Karl
Bart, Rudolf Bultman,
- Memahami Martin Heidegger, Hans
Hermeneutika George Gadamer, Paul
Posmodern Ricoer, Jacques
Derrida.
- Pandangan Alkitab
- Menafsirkan teks-teks sebagai karya sastra,
Alkitab berdasar prinsip- sebagai pengajaran
prinsip Hermeneutika tentang kemerdekaan,
melihat dari sudut
pandang politik
poskolonial, dan lintas
teks.

- Memahami berbagai - Memahami prinsip-


pendekatan prinsip dasar
Hermeneutika bagi gereja Hermeneutika: teks dan
dan umat manusia konteks Alkitab,
subyektivitas penafsir,

69
analisis teks, pesan
teks dalam Alkitab dan
- Menghayati teks-teks kondisi saat ini.
Alkitab sebagai firman
Allah melalui konteks - Memahami pendekatan
analisis kultural-
- Menghayati posisi historis dan
penafsir Alkitab dalam kontekstual, sintaksis
konteks masa kini leksikal, teologis,
sastra.

- Alkitab sebagai kajian


- Menghayati kesusteraan hermeneutika
Alkitab, gaya, bentuk - Teks Alkitab dan
dan makna dalam teks- penafsir masa kini
teks Alkitab - Teks Alkitab dan
Konteks masa kini
- Karakter teks-teks
- Menghayati teks-teks Alkitab
Alkitab melalui metode
Hermeneutika
- Kedudukan penafsir
- Menghayati Alkitab
Hermeneutika atas - Tugas penafsir Alkitab
berbagai bentuk teks - Subyektifitas dan
Alkitab syarat penafsir Alkitab

- Bentuk-bentuk
- Menghayati pemberitaan teks-teks
Hermeneutika teks-teks Alkitab : Sejarah,
Naratif, Hymne dan Narasi, Hymne dan
Syair, teks paraenesis, Syair, Paraenesis,
teks perumpamaan, teks Perumpamaan, Sastra
Sastra Hikmat, teks Hikmat, Apokalypsis
Apokalypsis
- Memahami prinsip-
- Metode Historis kritis,
prinsip penafsiran teks-
metode kritik sumber,
teks naratif, Hymne dan
kritik bentuk, kritik
Syair, peraenesis,
redaksi
perumpamaan, sastra
Hikmat, Apoklaysis
- Teks-teks sejarah
dalam Alkitab
- Konteks sejarah Teks
- Pesan teks dalam
ceritera sejarah
- Implementasi pesan
teks sejarah pada
kehidupan masa kini
- Contoh penafsiran teks
sejarah di dalam
Alkitab

70
- Menghayati kebenaran - Memahami konteks
Allah melalui model narasi
pendekatan - Pemahaman
Hermeneutika atas teks- Hermeneutika naratif
teks Alkitab - Prinsip-prinsip
Hermeneutika naratif
- Contoh sederhana
penafsiran naratif

- Memahami konteks
hymne dan syair
- Prinsip-prinsip
Hermeneutika untuk
hymne dan syair
- Contoh sederhana
penafsiran hymne dan
syair

- Memahami konteks
teks paraenesis
- Penafsiran paraenesis
- Implementasi pesan-
pesan paraenesis
- Contoh sederhana
penafsiran teks
paraenesis

- Objek hermeneutika
perumpaan
- Macam-macam
perumpamaan (alegori,
similitude, parable,
example)
- Prinsip-prinsip
hermeneutika
perumpaan sesuai
macamnya
- Contoh sederhana
penafsiran atas macam-
macam perumpamaan

- Pengertian penafsiran
sastra hikmat
- Subyek penafsiran
sastra hikmat
- Prinsip-prinsip
penafsisran sastra
hikmat
- Contoh sederhana
penafsiran sastra
hikmat

- Sastra Apokalyptik
- Pendekatan terhadap
Sastra Apokalyptik

71
- Hermeneutika Sastra
Apokalyptik
- Prinsip-prinsip
Hermeneutika sastra
Apokalytik
- Contoh Hermeneutika
Sastra Apokalyptik

- Model pendekatan
Hermeneutika yang
berpusat pada teks
centered, penulis teks
(author centered,
pembaca/penafsir
(reader centered)

- Model pendekatan
Hermeneutika
Komprehensip, prinsip-
prinsip pendekatan
Hermeneutika
komprehensif

- Contoh penafsiran atas


teks Alkitab dengan
pendekatan
Hermeneutika
komprehensif

- Prinsip-prinsip
- Menghayati kehendak penafsiran analitis-
Allah melalui teks-teks eksegetis-kontekstual
Alkitab yang ditafsirkan - Menarik inti pesan teks
secara analitis-eksegetis- atau perikop Alkitab
kontekstual - Implementasi inti pesan
teks Alkitab pada masa
kini
- Contoh penafsiran
analitis-eksegetis-
kontekstual

17) Muatan Misiologi

Tingkat Kompetensi Ruang Lingkup Materi


Kompetensi

72
Tingkat - Menjelaskan Hakekat - Menjelaskan Hakekat
Pendidikan Misi Allah Misi Allah:
Menengah - Menerapkan Misi secara 1. Pengertian Misi
(Kelas X-XII) Konstektual 2. Misi berdasarkan
- Menganalisis rencana Alkitab
pelaksanaan misi di 3. Sejarah perjalanan
Indonesia Misi
4. Tugas misi perutusan
5. Misi penciptaan

- Penerapan misi secara


konstektual:
1. Kebutuhan dunia
2. Misi kontekstual
3. Misi Ekumenis
4. Misi holistic

- Menganalisis rencana
pelaksanaan misi di
Indonesia:
1. Orientasi misi
Indonesia
2. Misi kingdom
3. Pasca colonial
imperialisme
4. Gereja dan negara

73
LAMPIRAN IV
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR …. TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH
TEOLOGI KRISTEN

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Kurikulum 2013 Pendidikan Keagamaan Kristen Sekolah Menengah Teologi


Kristen terdiri atas: (1) Kerangka Dasar Kurikulum; dan (2) Struktur
Kurikulum. Pelaksanaan pembelajaran pada Sekolah Menengah Teologi Kristen
dilakukan dengan pendekatan pembelajaran sebagai mata pelajaraan yang
berdiri sendiri.
Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Teologi Kristen
merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas.
Kompetensi Dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal
yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-
masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.

Kompetensi Inti pada Mata Pelajaran Keagamaan Kristen terdiri atas:


1) Kompetensi inti sikap spiritual;
2) Kompetensi inti sikap sosial;
3) Kompetensi inti pengetahuan;
4) Kompetensi inti keterampilan.

Kompetensi Inti pada Mata Pelajaran Umum terdiri dari :


1) Kompetensi Inti Pengetahuan;
2) Kompetensi Inti Keterampilan.

1. Kompetensi Inti Kurikulum


Sejalan dengan filosofi progresivisme dalam pendidikan, Kompetensi Inti
ibaratnya adalah anak tangga yang harus ditapaki peserta didik untuk
sampai pada kompetensi lulusan jenjang pendidikan dasar sampai pada
jenjang pendidikan menengah. Kompetensi Inti (KI) meningkat seiring
dengan meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan
meningkatnya kelas. Melalui Kompetensi Inti, integrasi vertikal berbagai
Kompetensi Dasar (KD) pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi,
Kompetensi Inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan
operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua.
Pertama, sikap spiritual yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional
membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa. Kedua, sikap sosial
yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik
yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Kompetensi Inti bukan untuk diajarkan melainkan untuk dibentuk melalui
pembelajaran berbagai Kompetensi Dasar dari sejumlah mata pelajaran yang
relevan. Dalam hal ini mata pelajaran diposisikan sebagai sumber
kompetensi. Apapun yang diajarkan pada mata pelajaran tertentu pada
suatu jenjang kelas tertentu hasil akhirnya adalah Kompetensi Inti yang

74
harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang kelas tersebut. Tiap mata
pelajaran harus mengacu pada Kompetensi Inti yang telah dirumuskan.
Karena itu, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada kelas
tersebut harus berkontribusi terhadap pembentukan Kompetensi Inti.
Kompetensi Inti akan menagih kepada tiap mata pelajaran apa yang dapat
dikontribusikannya dalam membentuk kompetensi yang diharapkan dimiliki
oleh peserta didik. Ibaratnya, Kompetensi Inti adalah pengikat berbagai
Kompetensi Dasar yang harus dihasilkan dengan mempelajari tiap mata
pelajaran serta berfungsi sebagai integrator horizontal antar mata pelajaran.
Dalam konteks ini, kompetensi inti adalah bebas dari mata pelajaran karena
tidak mewakili mata pelajaran tertentu. Kompetensi Inti menyatakan
kebutuhan kompetensi peserta didik, sedangkan mata pelajaran adalah
pasokan kompetensi. Dengan demikian, kompetensi inti berfungsi sebagai
unsur pengorganisasi (organizing element) Kompetensi Dasar. Sebagai unsur
pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi
vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar.
Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan Kompetensi Dasar
satu kelas dengan kelas di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu
terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antar kompetensi yang
dipelajari peserta didik. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara
Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan Kompetensi Dasar dari mata
pelajaran yang berbeda dalam satu kelas yang sama sehingga terjadi proses
saling memperkuat.
Rumusan Kompetensi Inti dalam buku ini menggunakan notasi: 1) KI-1
untuk Kompetensi Inti sikap spiritual, 2) KI-2 untuk Kompetensi Inti sikap
sosial, 3) KI-3 untuk Kompetensi Inti pengetahuan (pemahaman konsep), 4)
KI-4 untuk kompetensi inti keterampilan. Urutan tersebut mengacu pada
urutan yang disebutkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional
No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa kompetensi terdiri dari
kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Selanjutnya Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah dirumuskan


untuk jenjang satuan pendidikan keagamaan Kristen di Sekolah Menengah
Teologi Kristen (SMTK) dipergunakan untuk merumuskan Kompetensi Dasar
(KD) yang diperlukan untuk mencapainya. Mengingat bahwa standar
kompetensi lulusan harus dicapai pada akhir jenjang. Sebagai usaha untuk
memudahkan operasional perumusan Kompetensi Dasar, diperlukan tujuan
antara yang menyatakan capaian kompetensi pada tiap akhir jenjang kelas
pada Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK). Capaian kompetensi pada
tiap akhir jenjang kelas dari Kelas X sampai XII, disebut dengan Kompetensi
Inti.
Kompetensi dasar berisi kemampuan dan materi pembelajaran untuk suatu
mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada
kompetensi inti.

2.
3. Tujuan Kurikulum

75
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap
spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi
tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan


ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial,
yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang


proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Rumusan kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan
dirumukan sebagai berikut.

KELOMPOK A (UMUM)
3 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Kelas: X
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, bertanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
1.1. Mensyukuri karunia Allah bagi 2.1. Mengembangkan perilaku sebagai
dirinya yang terus bertumbuh pribadi yang terus bertumbuh
sebagai pribadi dewasa menjadi dewasa
1.2. Menghayati nilai-nilai Kristiani: 2.2. meneladani Yesus dalam
kesetiaan, kasih dan keadilan mewujudkan nilai-nilai Kristiani:
dalam kehidupan social kesetiaan, kasih dan keadilan
dalam kehidupan sosial
1.3. Mengakui peran Roh Kudus 2.3. bersedia hidup baru sebagai
dalam membaharui kehidupan wujud percaya pada peran Roh
orang beriman Kudus sebagai pembaharu
1.4. mensyukuri karunia Allah 2.4. bersedia hidup bersama dengan
melalui kebersamaan dengan orang lain tanpa kehilangan
orang lain tanpa kehilangan identitas
identitas
1.5. Mengevaluasi teks anekdot dari 2.5. Merespons keberadaan Allah
mensyukuri keberadaan Allah sebagai pembaharu dalam relasi

76
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
sebagai pembaharu kehidupan dengan sesama manusia dan
manusia dan alam alam

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingintahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu menggunakan
humaniora dengan wawasan metoda sesuai kaidah keilmuan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1. Menganalisis ciri-ciri pribadi 4.1. Membuat karya yang berkaitan
yang terus bertumbuh menjadi dengan ciri-ciri pribadi yang terus
dewasa bertumbuh menjadi dewasa
3.2. Memahami makna nilai-nilai 4.2. Menenerapkan nilai-nilai Kristiani:
Kristiani: memerhatikan isi dan aspek
kesetiaan, kasih, dan keadilan kesetiaan, kasih dan keadilan
dalam kehidupan melalui berbagai aktivitas
3.3. Memahami peran Roh Kudus 4.3. Menyajikan presentasi berkaitan
dalam membaharui kehidupan dengan peran Roh Kudus sebagai
orang beriman pembaharu dengan mengacu pada
Alkitab
3.4. Menganalisis makna 4.4. Membuat proyek mengenai
kebersamaan dengan orang kebersamaan dengan orang lain
lain tanpa kehilangan identitas tanpa kehilangan identitas
3.5. Memahami keberadaan Allah 4.5. Membuat karya yang berkaitan
sebagai pembaharu kehidupan dengan peran Allah sebagai
manusia dan alam pembaharu kehidupan manusia
dan alam

Kelas XI
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, bertanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta

77
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3.3 Mengakui peran Allah dalam 2.1. mengembangkan perilaku
kehidupan keluarga tanggung jawab sebagai wujud
pengakuan terhadap peran Allah
dalam kehidupan keluarga
3.4 Menghayati nilai-nilai Kristiani 2.2. mewujudkan nilai-nilai Kristiani
dalam kehidupan keluarga dan dalam kehidupan keluarga dan
pernikahan pernikahan
3.5 Menghayati nilai-nilai iman 2.3. Menjadikan nilai-nilai Kristiani
Kristen dalam menghadapi sebagai filter dalam menghadapi
gaya hidup masa kini gaya hidup masa kini
3.6 Mengakui peran keluarga dan 2.4. Bersikap kritis dalam menyikapi
sekolah sebagai lembaga peran keluarga dan sekolah sebagai
pendidikan utama dalam lembaga pendidikan utama dalam
kehidupan masa kini kehidupan masa kini
3.7 Mengakui bahwa 2.5. Bersikap kritis dalam menyikapi
perkembangan kebudayaan, perkembangan kebudayaan, ilmu
ilmu pengetahuan, seni, dan pengetahuan, seni, dan tekonologi
teknologi adalah anugerah dengan mengacu pada Alkitab
Allah

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan rasa pengembangan dari yang
ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1 Memahami peran Allah dalam 4.1. Bersaksi tentang peran Allah
kehidupan keluarga dalam keluarganya
3.2 Menganalisis pentingnya nilai- 4.2. Membuat karya yang berkaitan
nilai Kristiani dalam kehidupan dengan nilai-nilai Kristiani
keluarga dan pernikahan dalam kehidupan keluarga dan
pernikahan
3.3 Menganalisis nilai-nilai Kristiani 4.3. Mempresentasikan berbagai
dalam menghadapi gaya hidup aktivitas yang menggambarkan
masa kini nilai-nilai kristiani menghadapi
gaya hidup masa kini
3.4 Memahami peran keluarga dan 4.4. Membuat proyek yang berkaitan
sekolah sebagai lembaga dengan peran keluarga dan

78
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
pendidikan utama dalam sekolah sebagai lembaga
kehidupan masa kini pendidikan utama dalam proyek
yang berkaitan kehidupan masa
kini
3.5 Menilai perkembangan 4.5. membuat karya yang
kebudayaan, ilmu pengetahuan, mengkritisi perkembangan
seni, dan tekonologi dengan kebudayaan, ilmu pengetahuan,
mengacu pada Alkitab seni, dan tekonologi dengan
mengacu pada Alkitab

Kelas XII
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, bertanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), santun, responsif,
dan proaktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam
serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
1.1. Menerima demokrasi dan HAM 2.1. Mengembangkan perilaku yang
sebagai anugerah Allah mencerminkan nilai-nilai
demokrasi dan HAM
1.2. Mensyukuri pemberian Allah 2.2. Mengembangkan sikap dan
dalam kehidupan multikultur perilaku yang menghargai dan
menerima multikultur
1.3. Menghayati pentingnya 2.3. Mengembangkan rasa keadilan
keadilan sebagai dasar sebagai dasar mewujudkan
mewujudkan demokrasi dan demokrasi dan HAM mengacu
HAM mengacu pada Alkitab pada Alkitab
1.4. Menghayati dan menjalankan 2.4. Bersikap proaktif sebagai
perannya sebagai pembawa pembawa damai sejahtera dalam
damai sejahtera dalam kehidupan sehari-hari
kehidupan sehari-hari

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta

79
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Memahami arti demokrasi dan 4.1. Membuat karya yang berkaitan
HAM serta mengenali berbagai dengan menerapkan sikap dan
bentuk pelanggaran demokrasi perilaku yang menghargai
dan HAM yang merusak demokrasi dan HAM
kehidupan dan kesejahteraan
manusia
3.2. Menganalisis nilai-nilai 4.2. Menerapkan nilai-nilai Kristiani:
multikultur memerhatikan isi dan aspek
kesetiaan, kasih dan keadilan
melalui berbagai aktivitas
3.3. Menilai pentingnya keadilan 4.3. Mempresentasikan karya yang
sebagai dasar mewujudkan berkaitan dengan pentingnya
demokrasi dan HAM pada keadilan sebagai dasar
konteks global dan lokal mewujudkan demokrasi dan HAM
mengacu pada Alkitab mengacu pada teks Alkitab
3.4. Menganalisis peran remaja 4.4. Membuat proyek yang berkaitan
sebagai pembawa damai dengan peran remaja sebagai
sejahtera dalam kehidupan pembawa damai sejahtera
sehari-hari selaku murid
Kristus mengenai kebersamaan
dengan orang lain tanpa
kehilangan identitas

2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Kelas: X

80
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, bertanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan
proaktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
1.1. Mensyukuri nilai-nilai 2.1. Menunjukkan sikap gotong
Pancasia dalam praktik royong sebagai bentuk penerapan
penyelenggaraan nilainilai Pancasila dalam
pemerintahan Negara sebagai kehidupan berbangsa dan
salah satu bentuk pengabdian bernegara
kepada Tuhan Yang Maha Esa
1.2. Menerima ketentuan Undang- 2.2. Bersikap peduli terhadap
Undang Dasar Negara Republik penerapan ketentuan Undang-
Indonesia Tahun 1945 yang Undang Dasar Negara Republik
mengatur tentang wilayah Indonesia Tahun 1945 yang
negara, warga negara dan mengatur tentang wilayah
penduduk, agama dan negara, warga negara dan
kepercayaan, pertahanan dan penduduk, agama dan
keamanan sebagai wujud rasa kepercayaan, pertahanan dan
syukur pada Tuhan Yang Maha keamanan
Esa
1.3. Menghargai nilai-nilai terkait 2.3. Bersikap peduli terhadap
fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga di sekolah
lembaga-lembaga negara sebagai cerminan dari lembaga-
menurut Undang-Undang lembaga negara
Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 sebagai
bentuk sikap beriman dan
bertaqwa
1.4. Menghormati hubungan 2.4. Bersikap peduli terhadap
pemerintah pusat dan daerah hubungan pemerintah pusat dan
menurut Undang- Undang daerah yang harmonis di daerah
Dasar Negara Republik setempat
Indonesia Tahun 1945 sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha
Esa
1.5. Mensyukuri nilai-nilai yang 2.5. Menunjukkan sikap kerjasama
membentuk komitmen dalam rangka mewujudkan
integrasi nasional dalam komitmen integrasi nasional
bingkai Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Bhinneka Tunggal
sebagai wujud syukur kepada Ika
Tuhan yang Maha Esa
1.6. Bersyukur kepada Tuhan Yang 2.6. Bersikap responsif dan proaktif
Maha Esa atas nilai-nilai yang atas ancaman terhadap negara
membentuk kesadaran atas dan upaya penyelesaiannya
ancaman terhadap negara dan dibidang Ideologi, politik,

81
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
upaya penyelesaiannya dalam ekonomi, sosial, budaya,
bingkai Bhinneka Tunggal Ika pertahanan, dan keamanan
dalam bingkai Bhinneka Tunggal
Ika
1.7. Menghargai wawasan 2.7. Bertanggungjawab
nusantara dalam konteks mengembangkan kesadaran akan
Negara Kesatuan Republik pentingnya wawasan nusantara
Indonesia sebagai anugerah dalam konteks Negara Kesatuan
Tuhan Yang Maha Esa Republik Indonesia

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Menganalisis nilai-nilai 4.1. Menyaji hasil analisis nilai-nilai
Pancasila dalam kerangka Pancasila dalam kerangka praktik
praktik penyelenggaraan penyelenggaraan pemerintahan
pemerintahan Negara Negara Negara
3.2. Menelaah ketentuan Undang- 4.2. Menyaji hasil telaah tentang
Undang Dasar Negara Republik ketentuan Undang-Undang Dasar
Indonesia Tahun 1945 yang Negara Republik Indonesia Tahun
mengatur tentang wilayah 1945 yang mengatur wilayah
negara, warga negara dan negara, warga negara dan
penduduk, agama dan penduduk, agama dan
kepercayaan, serta pertahanan kepercayaan, serta pertahanan
dan keamanan dan keamanan
3.3. Menganalisis fungsi dan 4.3. Mendemonstrasikan hasil analisis
kewenangan lembaga-lembaga tentang fungsi dan kewenangan
Negara menurut Undang- lembaga-lembaga Negara
Undang Dasar Negara Republik menurut Undang- Undang Dasar
Indonesia Tahun 1945 Negara Republik Indonesia Tahun
1945
3.4. Merumuskan hubungan 4.4. Merancang dan melakukan
pemerintah pusat dan daerah penelitian sederhana tentang
menurut Undang-Undang hubungan pemerintah pusat dan
Dasar Negara Republik Tahun pemerintah daerah setempat
1945 menurut Undang-Undang Dasar

82
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
Negara Republik Indonesia Tahun
1945

3.5. Mengidentifikasi faktor-faktor 4.5. Mendemonstrasikan faktor-faktor


pembentuk integrasi nasional pembentuk integrasi nasional
dalam bingkai Bhinneka dalam bingkai Bhinneka Tunggal
Tunggal Ika Ika
3.6. Menganalisis ancaman 4.6. Menyaji hasil analisis tentang
terhadap negara dan upaya ancaman terhadap negara dan
penyelesaiannya di bidang upaya penyelesaiannya di bidang
ideologi, politik, ekonomi, Ideologi, politik, ekonomi, sosial,
sosial, budaya, pertahanan, budaya, pertahanan, dan
dan keamanan dalam bingkai keamanan
Bhinneka Tunggal Ika
3.7. Menginterpretasi pentingnya 4.7. Mempresentasikan hasil
Wawasan Nusantara dalam interpretasi terkait pentingnya
konteks Negara Kesatuan Wawasan Nusantara dalam
Republik Indonesia konteks Negara Kesatuan
Republik Indonesia

Kelas: XI

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2


SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, bertanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan
proaktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
1.1. Menghargai hak asasi manusia 2.1. Bersikap peduli terhadap hak
berdasarkan perspektif asasi manusia berdasarkan
pancasila sebagai anugerah perspektif pancasila dalam
Tuhan yang Maha Esa kehidupan berbangsa dan
bernegara
1.2. Menghargai nilai-nilai ke- 2.2. Berperilaku santun dalam ber-
Tuhanan dalam berdemokrasi demokrasi Pancasila sesuai
Pancasila sesuai Undang- Undang-Undang Dasar Negara
Undang Dasar Negara Republik Republik Indonesia Tahun 1945
Indonesia Tahun 1945
1.3. Mensyukuri nilai-nilai dalam 2.3. Menunjukkan sikap disiplin
sistem hukum dan peradilan di terhadap aturan sebagai cerminan
Indonesia sesuai dengan sistem hukum dan peradilan di
Undang-Undang Dasar Negara Indonesia
Republik Indonesia Tahun 1945
sebagai bentuk pengabdian
kepada Tuhan Yang Maha Esa

83
1.4. Mensyukuri peran Indonesia 2.4. Bersikap toleran dan cinta damai
dalam mewujudkan sebagai refleksi peran Indonesia
perdamaian dunia sebagai dalam perdamaian dunia dalam
anugerah Tuhan Yang Maha hidup bermasyarakat, berbangsa
Esa dan bernegara
1.5. Bersyukur pada Tuhan Yang 2.5. Bersikap responsif dan proaktif
Maha Esa atas nilai-nilai yang atas ancaman terhadap negara
membentuk kesadaran akan strategi mengatasinya
ancaman terhadap negara berdasarkan asas Bhinneka
strategi mengatasinya Tunggal Ika
berdasarkan asas Bhinneka
Tunggal Ika
1.6. Bersyukur pada Tuhan Yang 2.6. Bersikap proaktif dalam
Maha Esa atas nilai-nilai menerapkan nilai-nilai persatuan
persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan bangsa dalam
dalam Negara Kesatuan Negara Kesatuan Republik
Republik Indonesia Indonesia

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingintahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Menganalisis pelanggaran hak 4.1. Menyaji hasil analisis pelanggaran
asasi manusia dalam perspektif hak asasi manusia dalam
pancasila dalam kehidupan perspektif pancasila dalam
berbangsa dan bernegara kehidupan berbangsa dan
bernegara
3.2. Mengkaji sistem dan dinamika 4.2. Menyajikan hasil kajian tentang
demokrasi Pancasila sesuai sistem dan dinamika demokrasi
dengan Undang-Undang Dasar Pancasila sesuai dengan Undang-
Negara Republik Indonesia Undang Dasar Negara Republik
Tahun 1945 Indonesia Tahun 1945
3.3. Mendeskripsikan sistem hukum 4.3. Menyaji hasil penalaran tentang
dan peradilan di Indonesia sistem hukum dan peradilan di
sesuai dengan Undang-Undang Indonesia sesuai dengan Undang-
Dasar Negara Republik Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 Indonesia Tahun 1945
3.4. Menganalisis dinamika peran 4.4. Mendemonstrasikan hasil analisis
Indonesia dalam perdamaian tentang peran Indonesia dalam
dunia sesuai Undang-Undang perdamaian dunia sesuai Undang-

84
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
Dasar Negara Republik Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 Indonesia Tahun 1945

3.5. Mengkaji kasus-kasus ancaman 4.5. Merancang dan melakukan


terhadap Ideologi, politik, penelitian sederhana tentang
ekonomi, sosial, budaya, potensi ancaman terhadap
pertahanan, dan keamanan dan Ideologi, politik, ekonomi, sosial,
strategi mengatasinya dalam budaya, pertahanan, dan
bingkai Bhinneka Tunggal Ika keamanan dan strategi
mengatasinya dalam bingkai
BhinnekaTunggal Ika
3.6. Mengidentifikasikan faktor 4.6. Menyaji hasil identifikasi tentang
pendorong dan penghambat faktor pedorong dan penghambat
persatuan dan kesatuan bangsa persatuan dan kesatuan bangsa
dalam Negara Kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik
Republik Indonesia Indonesia

Kelas: XII
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. disiplin, tanggung jawab, peduli
ajaran agama yang dianutnya (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), santun, responsif
dan pro¬aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam
serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
1.1. Menghargai perbedaan sebagai 2.1. Bersikap responsif dan proaktif
anugerah Tuhan yang Maha terhadap pelanggaran hak dan
Esa dalam rangka pengingkaran kewajiban warga
penghormatan hak asasi negara dalam kehidupan
manusia berbangsa dan bernegara
1.2. Menjalankan perilaku orang 2.2. Berperilaku jujur dalam praktik
beriman dalam praktik perlindungan dan penegakan
pelindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat
hukum untuk menjamin
keadilan dan kedamaian
1.3. Menyikapi pengaruh kemajuan 2.3. Bertanggungjawab dalam
Ilmu pengetahuan dan teknologi menyikapi pengaruh kemajuan
dengan tetap memegang nilai- Ilmu pengetahuan dan teknologi
nilai ke- Tuhanan Yang Maha dalam bingkai Bhinneka Tunggal
Esa Ika
1.4. Mensyukuri persatuan dan 2.4. Bersikap proaktif dalam
kesatuan bangsa sebagai upaya mengembangkan persatuan dan
dalam menjaga dan kesatuan bangsa sebagai upaya
mempertahankan Negara dalam menjaga dan
Kesatuan Republik Indonesia mempertahanakan Negara
sebagai bentuk pengabdian Kesatuan Republik Indonesia

85
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingintahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Menganalisis nilai-nilai 4.1.
Menyaji hasil analisis nilai-nilai
Pancasila terkait dengan kasus- Pancasila terkait dengan kasus-
kasus pelanggaran hak dan kasus pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban warga pengingkaran kewajiban warga
negara dalam kehidupan negara dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara berbangsa dan bernegara
3.2. Mengevaluasi praktik 4.2.
Mendemonstrasikan hasil evaluasi
perlindungan dan penegakan praktik perlindungan dan
hukum untuk menjamin penegakan hukum untuk
keadilan dan kedamaian menjamin keadilan dan
kedamaian
3.3. Mengidentifikasi pengaruh 4.3. Mempresentasikan hasil
kemajuan ilmu pengetahuan identifikasi pengaruh kemajuan
dan teknologi terhadap negara ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam bingkai Bhinneka terhadap negara dalam bingkai
Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika
3.4. Mengevaluasi dinamika 4.4. Merancang dan
persatuan dan kesatuan bangsa mengkampanyekan persatuan dan
sebagai upaya menjaga dan kesatuan bangsa sebagai upaya
mempertahankan Negara menjaga dan mempertahankan
Kesatuan Republik Indonesia Negara Kesatuan Republik
Indonesia

3. Bahasa Indonesia
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

86
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Rumusan kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan
dirumuskan sebagai berikut.

Kelas X

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingintahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu menggunakan
humaniora dengan wawasan metoda sesuai kaidah keilmuan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1. Mengidentifikasi laporan hasil 4.1. Menginterpretasi isi teks laporan
observasi yang dipresentasikan hasil observasi berdasarkan
dengan lisan dan tulis interpretasi baik secara lisan
maupun tulis
3.2. Menganalisis isi dan aspek 4.2. Mengkonstruksikan teks laporan
kebahasaan dari minimal dua dengan memerhatikan isi dan
teks laporan hasil observasi aspek kebahasaan baik lisan
maupun tulis
3.3. Mengidentifikasi 4.3. Mengembangkan isi
(permasalahan, argumentasi, (permasalahan, argumen,
pengetahuan, dan pengetahuan, dan rekomendasi)
rekomendasi) teks eksposisi teks eksposisi secara lisan
yang didengar dan atau dibaca dan/tulis
3.4. Menganalisis struktur dan 4.4. Mengonstruksikan teks eksposisi
kebahasaan teks eksposisi dengan memerhatikan isi
(permasalahan, argumen,
pengetahuan, dan rekomendasi),
struktur dan kebahasaan

87
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.5. Mengevaluasi teks anekdot 4.5. Mengonstruksi makna tersirat
dari aspek makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik
lisan maupun tulis
3.6. Menganalisis struktur dan 4.6. Menciptakan kembali teks anekdot
kebahasaan teks anekdot. dengan memerhatikan struktur,
dan kebahasaan baik lisan
maupun tulis
3.7. Mengidentifikasi nilai-nilai 4.7. Menceritakan kembali isi cerita
dan isi yang terkandung rakyat (hikayat) yang didengar dan
dalam cerita rakyat (hikayat) dibaca
baik lisan maupun tulis
3.8. Membandingkan nilai-nilai 4.8. Mengembangkan cerita rakyat
dan kebahasaan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen
dan cerpen dengan memerhatikan isi dan
nilai-nilai.
3.9. Mengidentifikasi butir-butir 4.9. Menyusun ikhtisar dari dua buku
penting dari dua buku nonfiksi (buku pengayaan) dan
nonfiksi (buku pengayaan) ringkasan dari satu novel yang
dan satu novel yang dibaca
dibacakan nilai-nilai dan
kebahasaan cerita rakyat dan
cerpen
3.10. Mengevaluasi pengajuan, 4.10. Menyampaikan pengajuan,
penawaran dan persetujuan penawaran, persetujuan dan
dalam teks negosiasi lisan penutup dalam teks negosiasi
maupun tertulis. secara lisan atau tulis
3.11. Menganalisis isi, struktur 4.11. Mengkonstruksikan teks
(orientasi, pengajuan, negosiasi dengan memerhatikan
penawaran, persetujuan, isi, struktur (orientasi,
penutup) dan kebahasaan pengajuan, penawaran,
teks negosiasi persetujuan, penutup) dan
kebahasaan
3.12. Menghubungkan 4.12. Mengongostruksi permasalahan/
permasalahan/ isu, sudut isu, sudut pandang dan argumen
pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan
beberapa pihak dan simpulan dari debat untuk menemukan
dari debat untuk menemukan esensi dari debat
esensi dari debat
3.13. Menganalisis isi debat 4.13. Mengembangkan
(permasalahan/isu, sudut permasalahan/isu dari berbagai
pandang dan argumen sudut pandang yang dilengkapi
beberapa pihak, dan argumen dalam berdebat
simpulan)
3.14. Menilai hal yang dapat 4.14. Mengungkapkan kembali halhal
diteladani dari teks biografi yang dapat diteladani dari tokoh
yang terdapat dalam teks biografi
yang dibaca secara tertulis
3.15. Menganalisis aspek makna 4.15. Menceritakan kembali isi teks
dan kebahasaan dalam teks biografi baik lisan maupun tulis.
biografi
3.16. Mengidentifikasi suasana, 4.16. Mendemonstrasikan
tema, dan makna beberapa (membacakan atau

88
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
puisi yang terkandung dalam memusikalisasikan) satu puisi
antologi puisi yang dari antologi puisi atau kumpulan
diperdengarkan atau dibaca puisi dengan memerhatikan
vokal, ekspresi, dan intonasi
(tekanan dinamik dan tekanan
tempo)
3.17. Menganalisis unsur 4.17. Menulis puisi dengan
pembangun puisi memerhatikan unsur
pembangunnya (tema, diksi, gaya
bahasa, imaji, struktur,
perwajahan)
3.18. Menganalisis isi dari minimal 4.18.Mempresentasikan replikasi isi
satu buku fiksi dan satu buku buku ilmiah yang dibaca dalam
nonfiksi yang sudah dibaca bentuk resensi

Kelas XI

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmua
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Mengonstruksi informasi 4.1.Merancang pernyataan umum dan
berupa pernyataan-pernyataan tahapan-tahapan dalam teks
umum dan tahapan-tahapan prosedur dengan organisasi yang
dalam teks prosedur tepat secara lisan dan tulis
3.2. Menganalisis struktur dan 4.2.Mengembangkan teks prosedur
kebahasaan teks prosedur dengan memerhatikan hasil
analisis terhadap isi, struktur, dan
kebahasaan
3.3. Mengidentifikasi informasi 4.3. Mengkonstruksi informasi
(pengetahuan dan urutan (pengetahuan dan urutan
kejadian) dalam teks ekplanasi kejadian) dalam teks eksplanasi
lisan dan tulis secara lisan dan tulis
3.4. Menganalisis struktur dan 4.4. Memproduksi teks eksplanasi
kebahasaan teks eksplanasi secara lisan atautulis dengan
memerhatikan struktur dan
kebahasaan

89
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.5. Mengidentifikasi informasi 4.5. Menyusun bagian-bagian penting
berupa permasalahan aktual dari permasalahan aktual sebagai
yang disajikan dalam ceramah bahan untuk disajikan dalam
ceramah
3.6. Menganalisis isi, struktur, dan 4.6. Mengkonstruksi ceramah tentang
kebahasaan dalam ceramah permasalahan aktual dengan
memerhatikan aspek kebahasaan
dan menggunakan struktur yang
tepat
3.7. Mengidentifikasi butir-butir 4.7. Menyusun laporan butir-butir
penting dari satu buku penting dari satu buku pengayaan
pengayaan (nonfiksi) yang (nonfiksi)
dibaca
3.8. Mengidentifikasi nilai-nilai 4.8. Mengkonstruksi sebuah cerita
kehidupan yang terkandung pendek dengan memerhatikan
dalam kumpulan cerita pendek unsur-unsur pembangun cerpen.
yang dibaca
3.9. Mendemonstrasikan salah satu 4.9. Menemukan butir-butir penting
nilai kehidupan yang dipelajari dari dua buku pengayaan
dalam cerita pendek (nonfiksi) yang dibaca
3.10. Menganalisis unsur-unsur 4.10. Mempertunjukkan kesan pribadi
pembangun cerita pendek terhadap salah satu buku ilmiah
dalam buku kumpulan cerita yang dibaca dalam bentuk teks
pendek eksplanasi singkat
3.11. Menganalisis pesan dari satu 4.11. Menyusun ulasan terhadap
buku fiksi yang dibaca pesan dari satu buku fiksi yang
dibaca
3.12. Mengidentifikasi formasi 4.12. Melengkapi informasi dalam
penting yang ada dalam proposal secara lisan supaya
proposal kegiatan atau lebih efektif
penelitian yang dibaca
3.13. Menganalisis isi, sistematika, 4.13. Merancang sebuah proposal
dan kebahasaan suatu karya ilmiah dengan
proposal memerhatikan informasi, tujuan,
dan esensi karya ilmiah yang
diperlukan
3.14. Mengidentifikasi informasi, 4.14. Merancang informasi, tujuan,
tujuan dan esensi sebuah dan esensi yang harus disajikan
karya ilmiah yang dibaca dalam karya ilmiah
3.15. Menganalisis sistematika dan 4.15. Mengonstruksi sebuah karya
kebahasaan karya ilmiah ilmiah dengan memerhatikan isi,
sistematika, dan kebahasaan.
3.16. Membandingkan isi berbagai 4.16. Menyusun sebuah resensi
resensi untuk menemukan dengan memerhatikan hasil
sistematika sebuah resensi perbandingan beberapa teks
resensi
3.17. Menganalisis kebahasaan 4.17. Mengkonstruksi sebuah resensi
resensi setidaknya dua karya dari buku kumpulan cerita
yang berbeda pendek atau novel yang sudah
dibaca

90
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.18. engidentifikasi alur cerita, 4.18. Mempertunjukkan salah satu
babak demi babak, dan konflik tokoh dalam drama yang dibaca
dalam drama yang dibaca atau atau ditonton secara lisan
ditonton
3.19. Menganalisis isi dan 4.19. Mendemonstrasikan sebuah
kebahasaan drama yang naskah drama dengan
dibaca atau ditonton memerhatikan isi dan
kebahasaan
3.20. Menganalisis pesan dari dua 4.20. Menyusun ulasan terhadap
buku fiksi (novel dan buku pesan dari dua buku kumpulan
kumpulan puisi) yang dibaca puisi yang dikaitkan dengan
situasi kekinian

Kelas XII

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mengevaluasi mencipta dalam ranah konkret
pengetahuan faktual, konseptual, dan ranah abstrak terkait dengan
prosedural, dan metakognitif pengembangan dari yang
berdasarkan rasa ingin tahunya dipelajarinya di sekolah secara
tentang ilmu pengetahuan, mandiri serta bertindak secara
teknologi, seni, budaya, dan efektif dan kreatif, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
3.1. Mengidentifikasi laporan hasil 4.1. Menyajikan simpulan
Mengidentifikasi isi dan sistematika dan unsur-unsur isi
sistematika surat lamaran surat lamaran baik secara lisan
pekerjaan yang dibaca maupun tulis
3.2. Mengidentifikasi unsur 4.2. Menyusun surat lamaran
kebahasaan surat lamaran pekerjaan dengan
pekerjaan memerhatikan isi, sistematika
dan kebahasaan
3.3. Mengidentifikasi informasi, 4.3. Mengonstruksi nilai-nilai dari
yang mencakup orientasi, informasi cerita sejarah dalam
rangkaian kejadian yang saling sebuah teks eksplanasi
berkaitan, komplikasi dan
resolusi, dalam cerita sejarah
lisan atau tulis
3.4. Menganalisis kebahasaan 4.4. Menulis cerita sejarah pribadi
cerita atau novel sejarah dengan memerhatikan
kebahasaan

91
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.5. Mengidentifikasi informasi 4.5. Menyeleksi ragam informasi
(pendapat, alternatif solusi dan sebagai bahan teks editorial
simpulan terhadap suatu isu) baik secara lisan maupun tulis
dalam teks editorial
3.6. Menganalisis struktur dan 4.6. Merancang teks editorial dengan
kebahasaan teks editorial memerhatikan struktur dan
kebahasaan baik secara lisan
maupun tulis
3.7. Menilai isi dua buku fiksi 4.7. Menyusun laporan hasil diskusi
(kumpulan cerita pendek atau buku tentang satu topik baik
kumpulan puisi) dan satu secara lisan maupun tulis
buku pengayaan (nonfiksi)
yang dibaca
3.8. Menafsir pandangan 4.8. Menyajikan hasil interpretasi
pengarang terhadap terhadap pandangan pengarang
kehidupan dalam novel yang baik secara lisan maupun tulis
dibaca
3.9. Menganalisis isi dan 4.9. Merancang novel atau novelet
kebahasaan novel dengan memerhatikan isi dan
kebahasaan baik secara lisan
maupun tulis
3.10. Mengevaluasi informasi, baik 4.10. Menyusun opini dalam bentuk
fakta maupun opini, dalam artikel
sebuah artikel yang dibaca
3.11. Menganalisis kebahasaan 4.11. Mengonstruksi sebuah artikel
artikel dan/atau buku ilmiah dengan memerhatikan fakta dan
kebahasaan
3.12. Membandingkan kritik sastra 4.12. Menyusun kritik dan esai
dan esai dari aspek dengan memerhatikan aspek
pengetahuan dan pandangan pengetahuan dan pandangan
penulis penulis baik secara lisan
maupun tulis
3.13. Menganalisis sistematika dan 4.13. Mengonstruksi sebuah kritik
kebahasaan kritik dan esai atau esai dengan memerhatikan
sistematika dan kebahasaan
baik secara lisan maupun tulis
3.14. Mengidentifikasi nilai-nilai 4.14. Menulis refleksi tentang
yang terdapat dalam sebuah nilainilai yang terkandung
buku pengayaan (nonfiksi) dan dalam sebuah buku pengayaan
satu buku drama (fiksi) (nonfiksi) dan satu buku drama
(fiksi)

4. Matematika
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA
SMA/MA/SMK/MAK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi

92
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan


mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut ini.

Kelas X

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingintahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1. Mengintepretasi persamaan dan 4.1. Menyelesaikan masalah yang
pertidaksamaan nilai mutlak berkaitan dengan persamaan
dari bentuk linear satu variabel dan pertidaksamaan nilai mutlak
dengan persamaan dan dari bentuk linear satu variable
pertidaksamaan linear Aljabar
lainnya.
3.2. Menjelaskan dan menentukan 4.2. Menyelesaikan masalah yang
penyelesaian pertidaksamaan berkaitan dengan
rasional dan irasional satu pertidaksamaan rasional dan
variabel irasional satu variabel
3.3. Menyusun sistem persamaan 4.3. Menyelesaikan masalah
linear tiga variabel dari masalah kontekstual yang berkaitan
kontekstual

93
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
dengan sistem persamaan linear
tiga variable
3.4. Menjelaskan dan menentukan 4.4. Menyajikan dan menyelesaikan
penyelesaian sistem masalah yang berkaitan dengan
pertidaksamaan dua variabel sistem pertidaksamaan dua
(linear-kuadrat dan kuadrat- variabel (linear-kuadrat dan
kuadrat) kuadrat-kuadrat)
3.5. Menjelaskan dan menentukan 4.5. menjelaskan dan menentukan
fungsi (terutama fungsi linear, fungsi (terutama fungsi linear,
fungsi kuadrat, dan fungsi fungsi kuadrat, dan fungsi
rasional) secara formal yang rasional) secara formal yang
meliputi notasi, daerah asal, meliputi notasi, daerah asal,
daerah hasil, dan ekspresi daerah hasil, dan ekspresi
simbolik, serta sketsa grafiknya simbolik,
3.6. Menjelaskan operasi komposisi 4.6. Menyelesaikan masalah yang
pada fungsi dan operasi invers berkaitan dengan operasi
pada fungsi invers serta sifat- komposisi dan operasi invers
sifatnya serta menentukan suatu fungsi
eksistensinya
3.7. Menjelaskan rasio trigonometri 4.7. Menyelesaikan masalah
(sinus, cosinus, tangen, kontekstual yang berkaitan
cosecan, secan, dan cotangen) dengan rasio trigonometri (sinus,
pada segitiga siku-siku cosinus, tangen, cosecan, secan,
dan cotangen) pada segitiga siku-
siku
3.8. Menggeneralisasi rasio 4.8. Menyelesaikan masalah
trigonometri untuk sudut-sudut kontekstual yang berkaitan
diberbagai kuadran dan sudut- dengan rasio trigonometri sudut-
sudut berelasi sudut di berbagai kuadran dan
sudut-sudut berelasi
3.9. Menjelaskan aturan sinus dan 4.9. Menyelesaikan masalah yang
cosinus berkaitan dengan aturan sinus
dan cosinus
3.10. Menjelaskan fungsi trigonometri 4.10. Menganalisa perubahan grafik
dengan menggunakan lingkaran fungsi trigonometri akibat
satuan perubahan pada konstanta pada
fungsi y = a sin b(x + c) + d.

Kelas XI

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami ,menerapkan, dan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingintahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab

94
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Menjelaskan metode 4.1. Menggunakan metode
pembuktian Pernyataan pembuktian induksi matematika
matematis berupa barisan, untuk menguji pernyataan
ketidaksamaan, keterbagiaan matematis berupa barisan,
dengan induksi matematika ketidaksamaan, keterbagiaan
3.2. Menjelaskan program linear dua 4.2. Menyelesaikan masalah
variabel dan metode kontekstual yang berkaitan
penyelesaiannya dengan dengan program linear dua
menggunakan masalah variabel
kontekstual
3.3. Menjelaskan matriks dan 4.3. Menyelesaikan masalah
kesamaan matriks dengan kontekstual yang berkaitan
menggunakan masalah dengan matriks dan operasinya
kontekstual dan melakukan
operasi pada matriks yang
meliputi penjumlahan,
pengurangan, perkalian skalar,
dan perkalian, serta transpose
3.4. Menganalisis sifat-sifat 4.4. Menyelesaikan masalah yang
determinan dan invers matriks berkaitan dengan determinan
berordo 2×2 dan 3×3 dan invers matriks berordo 2×2
dan 3×3
3.5. Menganalisis dan 4.5. Menyelesaikan masalah yang
membandingkan transformasi berkaitan dengan matriks
dan komposisi transformasi transformasi geometri (translasi,
dengan menggunakan matriks refleksi, dilatasi dan rotasi)
3.6. Menggeneralisasi pola bilangan 4.6. Menggunakan pola barisan
dan jumlah pada barisan aritmetika atau geometri untuk
Aritmetika dan Geometri menyajikan dan menyelesaikan
masalah kontekstual (termasuk
pertumbuhan, peluruhan, bunga
majemuk, dan anuitas)
3.7. Menjelaskan limit fungsi aljabar 4.7. Menyelesaikan masalah yang
(fungsi polinom dan fungsi berkaitan dengan limit fungsi
rasional) secara intuitif dan sifat- aljabar
sifatnya, serta menentukan
eksistensinya
3.8. Menjelaskan sifat-sifat turunan 4.8. Menyelesaikan masalah yang
fungsi aljabar dan menentukan berkaitan dengan turunan fungsi
turunan fungsi aljabar aljabar
menggunakan definisi atau sifat-
sifat turunan fungsi
3.9. Menganalisis keberkaitanan 4.9. Menggunakan turunan pertama
turunan pertama fungsi dengan fungsi untuk menentukan titik
nilai maksimum, nilai minimum, maksimum, titik minimum, dan
dan selang kemonotonan fungsi, selang kemonotonan fungsi, serta

95
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
serta kemiringan garis singgung kemiringan garis singgung kurva,
kurva persamaan garis singgung, dan
garis normal kurva berkaitan
dengan masalah kontekstual
3.10. Mendeskripsikan integral tak 4.10. Menyelesaikan masalah yang
tentu (anti turunan) fungsi berkaitan dengan integral tak
aljabar dan menganalisis sifat- tentu (anti turunan) fungsi
sifatnya berdasarkan sifat-sifat aljabar
turunan fungsi

Kelas XII

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mengevaluasi mencipta dalam ranah konkret
pengetahuan faktual, dan ranah abstrak terkait dengan
konseptual, prosedural, dan pengembangan dari yang
metakognitif berdasarkan rasa dipelajarinya di sekolah secara
ingintahunya tentang ilmu mandiri serta bertindak secara
pengetahuan, teknologi, seni, efektif dan kreatif, dan mampu
budaya, dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. Mendeskripsikan jarak dalam 4.1. Menentukan jarak dalam ruang
ruang (antar titik, titik ke garis, (antar titik, titik ke garis, dan
dan titik ke bidang) titik ke bidang)
3.2. Menentukan dan menganalisi 4.2. Menyelesaikan masalah yang
ukuran pemusatan dan berkaitan dengan penyajian data
penyebaran data yang disajikan hasil pengukuran dan
dalam bentuk tabel distribusi pencacahan dalam tabel
frekuensi dan histogram distribusi frekuensi dan
histogram
3.3. Menganalisis aturan 4.3. Menyelesaikan masalah
pencacahan (aturan kontekstual yang berkaitan
penjumlahan, aturan perkalian, dengan kaidah pencacahan
permutasi, dan kombinasi) (aturan penjumlahan, aturan
melalui masalah kontekstual perkalian, permutasi, dan
kombinasi)
3.4. Mendeskripsikan dan 4.4. Menyelesaikan masalah yang
menentukan peluang kejadian berkaitan dengan peluang
majemuk (peluang kejadian- kejadian majemuk (peluang,
kejadian saling bebas, saling kejadian-kejadian saling bebas,
lepas, dan kejadian bersyarat) saling lepas, dan kejadian
dari suatu percobaan acak bersyarat)

96
5. Sejarah Indonesia
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEJARAH INDONESIA
SMA/MA/SMK/MAK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghayati dan

97
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut yaitu siswa mampu:
Kelas X

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1. memahami konsep berpikir 4.1. menyajikan hasil penerapan
kronologis, diakronik, sinkronik, konsep berpikir kronologis,
ruang, dan waktu dalam sejarah diakronik, sinkronik, ruang, dan
waktu dalam peristiwa sejarah
dalam bentuk tulisan atau
bentuk lain
3.2. memahami konsep perubahan 4.2. menerapkan konsep perubahan
dan keberlanjutan dalam dan keberlanjutan dalam
sejarah mengkaji peristiwa sejarah
3.3. menganalisis kehidupan 4.3. menyajikan informasi mengenai
manusia purba dan asal-usul kehidupan manusia purba dan
nenek moyang bangsa Indonesia asal-usul nenek moyang bangsa
(melanesoid, proto, dan deutero indonesia (melanesoid, proto,
melayu) dan deutero melayu) dalam
bentuk tulisan
3.4. memahami hasil-hasil dan nilai- 4.4. menyajikan hasil-hasil dan nilai-
nilai budaya masyarakat nilai budaya masyarakat
praaksara Indonesia dan praaksara Indonesia dan
pengaruhnya dalam kehidupan pengaruhnya dalam kehidupan
lingkungan terdekat

98
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
lingkungan terdekat dalam
bentuk tulisan
3.5. menganalisis berbagai teori 4.5. mengolah informasi tentang
tentang proses masuknya agama proses masuknya agama dan
dan kebudayaan Hindu dan kebudayaan Hindu dan Buddha
Buddha ke Indonesia ke Indonesia serta pengaruhnya
pada kehidupan masyarakat
Indonesia masa kini serta
mengemukakan-nya dalam
bentuk tulisan
3.6. menganalisis perkembangan 4.6. menyajikan hasil penalaran
kehidupan masyarakat, dalam bentuk tulisan tentang
pemerintahan, dan budaya pada nilai-nilai dan unsur budaya
masa kerajaan-kerajaan Hindu yang berkembang pada masa
dan Buddha di Indonesia serta kerajaan Hindu dan Buddha
menunjukkan contoh bukti- yang masih berkelanjutan dalam
bukti yang masih berlaku pada kehidupan bangsa Indonesia
kehidupan masyarakat pada masa kini
Indonesia masa kini
3.7. menganalisis berbagai teori 4.7. mengolah informasi teori tentang
tentang proses masuknya agama proses masuknya agama dan
dan kebudayaan Islam ke kebudayaan Islam ke Indonesia
Indonesia dengan menerapkan cara
berpikir sejarah, serta
mengemukakannya dalam
bentuk tulisan
3.8. menganalisis perkembangan 4.8. menyajikan hasil penalaran
kehidupan masyarakat, dalam bentuk tulisan tentang
pemerintahan, dan budaya pada nilai-nilai dan unsur budaya
masa kerajaan-kerajaan Islam di yang berkembang pada masa
Indonesia serta menunjukkan kerajaan Islam dan masih
contoh bukti-bukti yang masih berkelanjutan dalam kehidupan
berlaku pada kehidupan bangsa Indonesia pada masa
masyarakat Indonesia masa kini kini

Kelas XI

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif

99
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. menganalisis proses masuk 4.1. mengolah informasi tentang
dan perkembangan proses masuk dan
penjajahan bangsa Eropa perkembangan penjajahan
(Portugis, Spanyol, Belanda, bangsa Eropa (Portugis,
Inggris) ke Indonesia Spanyol, Belanda, Inggris) ke
Indonesia dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah
3.2. menganalisis strategi 4.2. mengolah informasi tentang
perlawanan bangsa Indonesia strategi perlawanan bangsa
terhadap penjajahan bangsa indonesia terhadap penjajahan
Eropa (Portugis, Spanyol, bangsa Eropa (Portugis,
Belanda, Inggris) sampai Spanyol, Belanda, Inggris)
dengan abad ke-20 sampai dengan abad ke-20 dan
menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah
3.3. menganalisis dampak politik, 4.3. menalar dampak politik,
budaya, sosial, ekonomi, dan budaya, sosial, ekonomi, dan
pendidikan pada masa pendidikan pada masa
penjajahan bangsa Eropa penjajahan bangsa Eropa
(Portugis, Spanyol, Belanda, (Portugis, Spanyol, Belanda,
Inggris) dalam kehidupan Inggris) dalam kehidupan
bangsa Indonesia masa kini bangsa Indonesia masa kini dan
menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah
3.4. menghargai nilai-nilai sumpah 4.4. menyajikan langkah-langkah
pemuda dan maknanya bagi dalam penerapan nilai-nilai
kehidupan kebangsaan di sumpah pemuda dan maknanya
Indonesia pada masa kini bagi kehidupan kebangsaan di
Indonesia pada masa kini dalam
bentuk tulisan dan/atau media
lain
3.5. menganalisis sifat 4.5. menalar sifat pendudukan
pendudukan Jepang dan Jepang dan respon bangsa
respon bangsa Indonesia Indonesia dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah
3.6. menganalisis peran tokoh- 4.6. menulis sejarah tentang satu
tokoh nasional dan daerah tokoh nasional dan tokoh dari
dalam memperjuangkan daerahnya yang berjuang
kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan
3.7. menganalisis peristiwa 4.7. menalar peristiwa proklamasi
proklamasi kemerdekaan dan kemerdekaan dan maknanya
maknanya bagi kehidupan bagi kehidupan sosial, budaya,
sosial, budaya, ekonomi, ekonomi, politik, dan pendidikan

100
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
politik, dan pendidikan bangsa Indonesia dan
bangsa Indonesia menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah
3.8. menganalisis peristiwa 4.8. menalar peristiwa pembentukan
pembentukan pemerintahan pemerintahan Republik
pertama Republik Indonesia Indonesia pada awal
pada awal kemerdekaan dan kemerdekaan dan maknanya
maknanya bagi kehidupan bagi kehidupan kebangsaan
kebangsaan Indonesia masa Indonesia masa kini dan
kini menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah
3.9. menganalisis peran dan nilai- 4.9. menuliskan peran dan nilai-nilai
nilai perjuangan Bung Karno perjuangan Bung Karno dan
dan Bung Hatta sebagai Bung Hatta serta tokoh-tokoh
proklamator serta tokoh-tokoh lainnya sekitar proklamasi
lainnya sekitar proklamasi
3.10. menganalisis strategi dan 4.10. mengolah informasi tentang
bentuk perjuangan bangsa strategi dan bentuk perjuangan
Indonesia dalam upaya bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan mempertahankan kemerdekaan
kemerdekaan dari ancaman dari ancaman Sekutu dan
Sekutu dan Belanda Belanda dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah

Kelas XII

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1. menganalisis upaya bangsa 4.1. merekonstruksi upaya bangsa
indonesia dalam menghadapi indonesia dalam menghadapi
ancaman disintegrasi bangsa ancaman disintegrasi bangsa
antara lain PKI Madiun 1948, antara lain PKI Madiun 1948,
DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS,
PRRI, Permesta, G-30-S/PKI PRRI, Permesta, G-30-S/PKI dan
menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah

101
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.2. mengevaluasi peran dan nilai- 4.2. menuliskan peran dan nilai-nilai
nilai perjuangan tokoh nasional perjuangan tokoh nasional dan
dan daerah dalam daerah yang berjuang
mempertahankan keutuhan mempertahankan keutuhan
negara dan bangsa Indonesia negara dan bangsa Indonesia
pada masa 1945–1965 pada masa 1945–1965
3.3. menganalisis perkembangan 4.3. merekonstruksi perkembangan
kehidupan politik dan ekonomi kehidupan politik dan ekonomi
Bangsa Indonesia pada masa Bangsa Indonesia pada masa
awal kemerdekaan sampai masa awal kemerdekaan sampai masa
Demokrasi Liberal Demokrasi Liberal dan
menyajikannya dalam bentuk
laporan tertulis
3.4. menganalisis perkembangan 4.4. melakukan penelitian sederhana
kehidupan politik dan ekonomi tentang kehidupan politik dan
Bangsa Indonesia pada masa ekonomi Bangsa Indonesia pada
Demokrasi Terpimpin masa Demokrasi Terpimpin dan
menyajikannya dalam bentuk
laporan tertulis
3.5. menganalisis perkembangan 4.5. melakukan penelitian sederhana
kehidupan politik dan ekonomi tentang pekembangan
Bangsa Indonesia pada masa kehidupan politik dan ekonomi
Orde Baru Bangsa Indonesia pada masa
Orde Baru dan menyajikannya
dalam bentuk laporan tertulis
3.6. menganalisis perkembangan 4.6. melakukan penelitian sederhana
kehidupan politik dan ekonomi tentang pekembangan
Bangsa Indonesia pada masa kehidupan politik dan ekonomi
awal Reformasi Bangsa Indonesia pada masa
awal Reformasi dan
menyajikannya dalam bentuk
laporan tertulis
3.7. mengevaluasi peran pelajar, 4.7. menulis sejarah tentang peran
mahasiswa, dan pemuda dalam pelajar, mahasiswa, dan pemuda
perubahan politik dan dalam perubahan politik dan
ketatanegaraan Indonesia ketatanegaraan Indonesia
3.8. mengevaluasi peran bangsa 4.8. menyajikan hasil telaah tentang
indonesia dalam perdamaian peran bangsa indonesia dalam
dunia antara lain KAA, Misi perdamaian dunia antara lain
Garuda, Deklarasi Djuanda, KAA, Misi Garuda, Deklarasi
Gerakan Non Blok, ASEAN, OKI, Djuanda, Gerakan Non Blok,
dan Jakarta Informal Meeting ASEAN, OKI, dan Jakarta
Informal Meeting serta
menyajikannya dalam bentuk
laporan tertulis

102
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.9. mengevaluasi kehidupan 4.9. membuat studi evaluasi tentang
Bangsa Indonesia dalam kehidupan Bangsa Indonesia
mengembangkan ilmu dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi pada pengetahuan dan teknologi di era
era kemerdekaan (sejak kemerdekaan (sejak proklamasi
proklamasi sampai dengan sampai dengan Reformasi) dalam
Reformasi) bentuk tulisan dan/atau media
lain

6. Bahasa Inggris
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INGGRIS UMUM
SMA/MA/SMK/MAK
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

103
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut, yaitu siswa mampu:

Kelas X

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, abstrak terkait dengan
prosedural berdasarkan rasa pengembangan dari yang
ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, dan mampu
budaya, dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1. menerapkan fungsi sosial, 4.1. merekonstruksi upaya menyusun
struktur teks, dan unsur teks interaksi transaksional lisan
kebahasaan teks interaksi dan tulis pendek dan sederhana
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi
yang melibatkan tindakan dan meminta informasi terkait jati
memberi dan meminta diri, dengan memperhatikan fungsi
informasi terkait jati diri dan sosial, struktur teks, dan unsur
hubungan keluarga, sesuai kebahasaan yang benar dan sesuai
dengan konteks konteks
penggunaannya. (Perhatikan
unsur kebahasaan pronoun:
subjective, objective,
possessive)

104
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.2. menerapkan fungsi sosial, 4.2. menerapkan fungsi sosial, struktur
struktur teks, dan unsur teks, dan unsur kebahasaan teks
kebahasaan teks interaksi interaksi interpersonal lisan dan
interpersonal lisan dan tulis tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberikan ucapan selamat dan
memberikan ucapan selamat memuji bersayap (extended), serta
dan memuji bersayap menanggapinya, sesuai dengan
(extended), serta konteks penggunaannya
menanggapinya, sesuai
dengan konteks
penggunaannya
3.3. menerapkan fungsi sosial, 4.3. menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis pendek
kebahasaan teks interaksi dan sederhana yang melibatkan
transaksional lisan dan tulis tindakan memberi dan meminta
yang melibatkan tindakan informasi terkait niat melakukan
memberi dan meminta suatu tindakan/kegiatan, dengan
informasi terkait niat memperhatikan fungsi sosial,
melakukan suatu struktur teks, dan unsur
tindakan/kegiatan, sesuai kebahasaan yang benar dan sesuai
dengan konteks konteks
penggunaannya. (Perhatikan
unsur kebahasaan be going to,
would like to)
3.4. membedakan fungsi sosial, 4.4. teks deskriptif menangkap makna
struktur teks, dan unsur secara kontekstual terkait fungsi
kebahasaan beberapa teks sosial, struktur teks, dan unsur
deskriptif lisan dan tulis kebahasaan teks deskriptif, lisan
dengan memberi dan meminta dan tulis, pendek dan sederhana
informasi terkait tempat terkait tempat wisata dan bangunan
wisata dan bangunan bersejarah terkenal menyusun teks
bersejarah terkenal, pendek deskriptif lisan dan tulis, pendek
dan sederhana, sesuai dengan dan sederhana, terkait tempat
konteks penggunaannya wisata dan bangunan bersejarah
terkenal, dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan, secara benar
dan sesuai konteks

105
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.5. membedakan fungsi sosial, 4.5. teks pemberitahuan
struktur teks, dan unsur (announcement) menangkap makna
kebahasaan beberapa teks secara kontekstual terkait fungsi
khusus dalam bentuk sosial, struktur teks, dan unsur
pemberitahuan kebahasaan teks khusus dalam
(announcement), dengan bentuk pemberitahuan
memberi dan meminta (announcement) menyusun teks
informasi terkait kegiatan khusus dalam bentuk
sekolah, sesuai dengan pemberitahuan (announcement),
konteks penggunaannya lisan dan tulis, pendek dan
sederhana, dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan, secara benar
dan sesuai konteks
3.6. menerapkan fungsi sosial, 4.6. menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional, lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana, yang
transaksional lisan dan tulis melibatkan tindakan memberi dan
yang melibatkan tindakan meminta informasi terkait keadaan
memberi dan meminta /tindakan/kegiatan/kejadian yang
informasi terkait keadaan/ dilakukan/terjadi di waktu lampau
tindakan/ kegiatan/ kejadian yang merujuk waktu terjadinya dan
yang dilakukan/terjadi di kesudahannya, dengan
waktu lampau yang merujuk memperhatikan fungsi sosial,
waktu terjadinya dan struktur teks, dan unsur
kesudahannya, sesuai dengan kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks penggunaannya. konteks
(Perhatikan unsur
kebahasaan simple past tense
vs present perfect tense)
3.7. membedakan fungsi sosial, 4.7. teks recount – peristiwa bersejarah
struktur teks, dan unsur menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
recount lisan dan tulis dengan struktur teks, dan unsur
memberi dan meminta kebahasaan teks recount lisan dan
informasi terkait peristiwa tulis terkait peristiwa bersejarah
bersejarah sesuai dengan menyusun teks recount lisan dan
konteks penggunaannya tulis, pendek dan sederhana, terkait
peristiwa bersejarah, dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar dan
sesuai konteks
3.8. membedakan fungsi sosial, 4.8. menangkap makna secara
struktur teks, dan unsur kontekstual terkait fungsi sosial,
kebahasaan beberapa teks struktur teks, dan unsur
naratif lisan dan tulis dengan kebahasaan teks naratif, lisan dan
memberi dan meminta tulis sederhana terkait legenda
informasi terkait legenda rakyat
rakyat, sederhana, sesuai
dengan konteks
penggunaannya

106
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.9. menafsirkan fungsi sosial dan 4.9. menangkap makna terkait fungsi
unsur kebahasaan lirik lagu sosial dan unsur kebahasaan secara
terkait kehidupan remaja kontekstual lirik lagu terkait
SMA/MA/SMK/MAK kehidupan remaja SMA/MA/SMK/
MAK

Kelas XI
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif dan
budaya, dan humaniora dengan kreatif, serta mampu menggunakan
wawasan kemanusiaan, metoda sesuai kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4


3.1 menerapkan fungsi sosial, 4.1 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional, lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana, yang
transaksional lisan dan tulis melibatkan tindakan memberi dan
yang melibatkan tindakan meminta informasi terkait saran dan
memberi dan meminta tawaran, dengan memperhatikan
informasi terkait saran dan fungsi sosial, struktur teks, dan
tawaran, sesuai dengan konteks unsur kebahasaan yang benar dan
penggunaannya. (Perhatikan sesuai konteks
unsur kebahasaan should, can)

3.2 menerapkan fungsi sosial, 4.2 menyusun teks interaksi


struktur teks, dan unsur transaksional, lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana, yang
transaksional lisan dan tulis melibatkan tindakan memberi dan
yang melibatkan tindakan meminta informasi terkait pendapat
memberi dan meminta dan pikiran, dengan memperhatikan
informasi terkait pendapat dan fungsi sosial, struktur teks, dan
pikiran, sesuai dengan konteks unsur kebahasaan yang benar dan
penggunaannya. (Perhatikan sesuai konteks
unsur kebahasaan I think, I
suppose, in my opinion)

107
KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4
3.3 membedakan fungsi sosial, 4.3 teks undangan resmi
struktur teks, dan unsur 4.3.1 menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
khusus dalam bentuk struktur teks, dan unsur
undangan resmi dengan kebahasaan teks khusus dalam
memberi dan meminta bentuk undangan resmi lisan dan
informasi terkait kegiatan tulis, terkait kegiatan
sekolah/tempat kerja sesuai sekolah/tempat kerja
dengan konteks 4.3.2 menyusun teks khusus dalam
penggunaannya bentuk undangan resmi lisan dan
tulis, terkait kegiatan
sekolah/tempat kerja, dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar dan
sesuai konteks
3.4 membedakan fungsi sosial, 4.4 teks eksposisi analitis
struktur teks, dan unsur 4.4.1 menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
eksposisi analitis lisan dan struktur teks, dan unsur
tulis dengan memberi dan kebahasaan teks eksposisi analitis
meminta informasi terkait isu lisan dan tulis, terkait isu actual
aktual, sesuai dengan 4.4.2 menyusun teks eksposisi analitis
konteks penggunaannya tulis, terkait isu aktual, dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar dan
sesuai konteks
3.5 menerapkan fungsi sosial, 4.5 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan memberi dan
transaksional lisan dan tulis meminta informasi terkait
yang melibatkan tindakan keadaan/tindakan/kegiatan/
memberi dan meminta kejadian tanpa perlu menyebutkan
informasi terkait keadaan/ pelakunya dalam teks ilmiah,
tindakan/kegiatan/kejadian dengan memperhatikan fungsi
tanpa perlu menyebutkan sosial, struktur teks, dan unsur
pelakunya dalam teks ilmiah, kebahasaan yang benar dan sesuai
sesuai dengan konteks konteks
penggunaannya. (Perhatikan
unsur kebahasaan passive
voice)

108
KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4
3.6 membedakan fungsi sosial, 4.6 teks surat pribadi
struktur teks, dan unsur 4.6.1 menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
khusus dalam bentuk surat struktur teks, dan unsur
pribadi dengan memberi dan kebahasaan teks khusus dalam
menerima informasi terkait bentuk surat pribadi terkait
kegiatan diri sendiri dan kegiatan diri sendiri dan orang
orang sekitarnya, sesuai sekitarnya
dengan konteks 4.6.2 menyusun teks khusus dalam
penggunaannya bentuk surat pribadi terkait
kegiatan diri sendiri dan orang
sekitarnya, lisan dan tulis,
dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar dan
sesuai konteks
3.7 menerapkan fungsi sosial, 4.7 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan memberi dan
transaksional lisan dan tulis meminta informasi terkait
yang melibatkan tindakan hubungan sebab akibat, dengan
memberi dan meminta memperhatikan fungsi sosial,
informasi terkait hubungan struktur teks, dan unsur
sebab akibat, sesuai dengan kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks penggunaannya. konteks
(Perhatikan unsur
kebahasaan because of ..., due
to ..., thanks to ...)

3.8 membedakan fungsi sosial, 4.8 menangkap makna secara


struktur teks, dan unsur kontekstual terkait fungsi sosial,
kebahasaan beberapa teks struktur teks, dan unsur
explanation lisan dan tulis kebahasaan teks explanation lisan
dengan memberi dan meminta dan tulis, terkait gejala alam atau
informasi terkait gejala alam sosial yang tercakup dalam mata
atau sosial yang tercakup pelajaran lain di kelas XI
dalam mata pelajaran lain di
kelas XI, sesuai dengan
konteks penggunaannya

3.9 menafsirkan fungsi sosial dan 4.9 menangkap makna secara


unsur kebahasaan lirik lagu kontekstual terkait fungsi sosial
terkait kehidupan remaja dan unsur kebahasaan lirik lagu
SMA/MA/SMK/MAK terkait kehidupan remaja
SMA/MA/SMK/MAK

109
Kelas XII
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
4 memahami, menerapkan, 5 mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mencipta dalam ranah konkret dan
mengevaluasi pengetahuan ranah abstrak terkait dengan
faktual, konseptual, pengembangan dari yang
prosedural, dan metakognitif dipelajarinya di sekolah secara
berdasarkan rasa ingin mandiri serta bertindak secara
tahunya tentang ilmu efektif dan kreatif, dan mampu
pengetahuan, teknologi, seni, menggunakan metoda sesuai kaidah
budaya, dan humaniora keilmuan
dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 menerapkan fungsi sosial, 4.1 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur interpersonal lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi sederhana yang melibatkan
interpersonal lisan dan tulis tindakan menawarkan jasa, dan
yang melibatkan tindakan menanggapinya dengan
menawarkan jasa, serta memperhatikan fungsi sosial,
menanggapinya, sesuai struktur teks, dan unsur
dengan konteks kebahasaan yang benar dan sesuai
penggunaannya. (Perhatikan konteks
unsur kebahasaan May I help
you?, What can I do for you?
What if ...?)

110
3.2 membedakan fungsi sosial, 4.2 surat lamaran kerja
struktur teks, dan unsur 4.2.1 menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
khusus dalam bentuk surat struktur teks, dan unsur
lamaran kerja, dengan kebahasaan teks khusus dalam
memberi dan meminta bentuk surat lamaran kerja, yang
informasi terkait jati diri, latar memberikan informasi antara lain
belakang pendidikan/ jati diri, latar belakang
pengalaman kerja, sesuai pendidikan/pengalaman kerja
dengan konteks 4.2.2 menyusun teks khusus surat
penggunaannya lamaran kerja, yang memberikan
informasi antara lain jati diri, latar
belakang pendidikan/pengalaman
kerja, dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan, secara benar
dan sesuai konteks
3.3 membedakan fungsi sosial, 4.3 teks penyerta gambar (caption)
struktur teks, dan unsur 4.3.1 menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
khusus dalam bentuk teks struktur teks, dan unsur
caption, dengan memberi dan kebahasaan teks khusus dalam
meminta informasi terkait bentuk caption terkait
gambar /foto /tabel/grafik/ gambar/foto/ tabel/grafik/bagan
bagan, sesuai dengan konteks 4.3.2 menyusun teks khusus dalam
penggunaannya bentuk teks caption terkait
gambar/foto/tabel/ grafik/bagan,
dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar dan
sesuai konteks
3.4 membedakan fungsi sosial, 4.4 menangkap makna secara
struktur teks, dan unsur kontekstual terkait fungsi sosial,
kebahasaan beberapa teks struktur teks, dan unsur
news item lisan dan tulis kebahasaan teks news items lisan
dengan memberi dan meminta dan tulis, dalam bentuk berita
informasi terkait berita sederhana koran/radio/ TV
sederhana dari
koran/radio/TV, sesuai
dengan konteks
penggunaannya
3.5 menerapkan fungsi sosial, 4.5 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan memberi dan
transaksional lisan dan tulis meminta informasi terkait
yang melibatkan tindakan pengandaian diikuti oleh
memberi dan meminta perintah/saran, dengan
informasi terkait pengandaian memperhatikan fungsi sosial,
diikuti oleh perintah/saran, struktur teks, dan unsur
sesuai dengan konteks kebahasaan yang benar dan sesuai
penggunaannya. (Perhatikan konteks
unsur kebahasaan if dengan
imperative, can, should)

111
3.6 membedakan fungsi sosial, 4.6 teks prosedur
struktur teks, dan unsur 4.6.1 menangkap makna secara
kebahasaan beberapa teks kontekstual terkait fungsi sosial,
prosedur lisan dan tulis dengan struktur teks, dan unsur
memberi dan meminta kebahasaan teks prosedur lisan
informasi terkait manual dan tulis, dalam bentuk manual
penggunaan teknologi dan kiat- terkait penggunaan teknologi dan
kiat (tips), pendek dan kiat-kiat (tips)
sederhana, sesuai dengan 4.6.2 menyusun teks prosedur, lisan
konteks penggunaannya dan tulis, dalam bentuk manual
terkait penggunaan teknologi dan
kiat-kiat (tips), dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar dan
sesuai konteks
3.7 menafsirkan fungsi sosial dan 4.7 menangkap makna secara
unsur kebahasaan lirik lagu kontekstual terkait fungsi sosial dan
terkait kehidupan remaja unsur kebahasaan lirik lagu terkait
SMA/MA/SMK/MAK kehidupan remaja SMA/MA/
SMK/MAK

112
7. IPA Terpadu
Kelas: X

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu siswa mampu “Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial, yaitu siswa mampu “Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya satuan pendidikan dengan
memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan
kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan tutor dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut, yaitu peserta didik mampu:

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural berdasarkan abstrak terkait dengan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengembangan dari yang
pengetahuan, teknologi, seni, dipelajarinya di sekolah secara
budaya, dan humaniora dengan mandiri, dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1 menerapkan metode ilmiah dan 4.1 menyajikan data hasil
keselamatan kerja dalam pengamatan dan pengukuran
pengukuran berbagai besaran serta membuat prosedur kerja
fisis, atau permasalahan pada ilmiah tentang permasalahan
berbagai objek biologi, dan/atau pada berbagai objek sains yang
kimiawi pada berbagai objek dapat diamati baik pada ruang
sains dan fenomena pada lingkup fisika, kimia, dan biologi
kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

113
3.2 menganalisis berbagai tingkat 4.2 menyajikan hasil pengamatan
keanekaragaman dan klasifikasi berbagai tingkat
hayati Indonesia beserta ancaman keanekaragaman hayati di
dan pelestariannya Indonesia dan usulan upaya
pelestariannya
3.3 menganalisis keterkaitan antara 4.3 melakukan percobaan yang
gerak, gaya , dan tekanan pada menunjukkan keterkaitan
suatu benda dan penerapannya antara gerak dan gaya, serta
dalam peristiwa sehari-hari gaya dan tekanan
3.4 menganalisis terjadinya 4.4 melakukan kajian dan
pencemaran lingkungan akibat memberikan agasan
penggunaan zat-zat kimiawi dan penyelesaian masalah
dampaknya bagi ekosistem pencemaran di lingkungannya
berdasarkan hasil pengamatan
3.5 menganalisis sistem tata surya, 4.5 melakukan kajian tentang
rotasi dan revolusi bumi, rotasi dan dampak rotasi dan revolusi bumi
revolusi bulan, serta dampaknya dan bulan bagi kehidupan di
bagi kehidupan di bumi bumi,berdasarkan hasil
pengamatan atau penelusuran
berbagai sumber informasi

Kelas: XI
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa pengembangan dari yang
ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1 menganalisis sistem pencernaan, 4.1 membuat kajian tentang cara
peredaran darah, pernafasan, dan yang dilakukan untuk menjaga
sistem ekskresi pada manusia serta kesehatan sistem pencernaan,
upaya menjaga kesehatan sistem peredaran darah, pernafasan,
tersebut dan sistem ekskresi
3.2 menganalisis berbagai bahaya 4.2 melakukan kajian terhadap
pemakaian Napza (narkotika, dampak pemakaian Napza bagi
psikotropika, dan zat adiktif) dirinya dan lingkunyannya serta
dampaknya terhadap kesehatan upaya yang dilakukan untuk
diri, lingkungan, dan masyarakat mencegah

114
3.3 memahami konsep energi, bentuk- 4.3 menerapkan metode ilmiah
bentuk energi, hukum kekekalan untuk mengajukan gagasan
energi, serta penerapannya dalam penyelesaian masalah
kehidupan sehari-hari penggunaan dan perubahan
bentuk energi
3.4 menganalisis pengaruh kalor dan 4.4 melakukan kajian terhadap
perpindahan kalor pada proses pengaruh berbagai warna
kenaikan suhu suatu materidan terhadap penyerapan kalor
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
3.5 memahami fenomena radiasi 4.5 mempresentasikan dampak
elektromagnetik, dari berbagai radiasi elektromagnetik pada
teknologi, dan dampaknya pada kehidupan manusia
kehidupan

Kelas: XII
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mengevaluasi mencipta dalam ranah konkret
pengetahuan faktual, konseptual, dan ranah abstrak terkait dengan
prosedural, dan metakognitif pengembangan dari yang
berdasarkan rasa ingin tahunya dipelajarinya di sekolah secara
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, mandiri serta bertindak secara
seni, budaya, dan humaniora dengan efektif dan kreatif, dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1 memahami sistem reproduksi pada 4.1 menyajikan hasil penelusuran
manusia dan gangguan pada sistem informasi dari berbagai sumber
reproduksi dengan penerapan pola terkait kesehatan dan upaya
hidup yang menunjang kesehatan pencegahan gangguan pada
reproduksi organ reproduksi

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.2 menganalisis proses dan produk 4.2 menyajikan karya tentang
teknologi ramah lingkungan untuk proses dan produk teknologi
keberlanjutan kehidupan sederhana yang ramah
lingkungan
3.3 menganalisis sistem perkembang 4.3 menyajikan karya hasil
biakan pada tumbuhan dan hewan perkembangbiakan pada
serta penerapan teknologi pada tumbuhan dan hewan serta
sistem reproduksi tumbuhan dan penerapan teknologi pada sistem
hewan reproduksi tumbuhan dan
hewan

115
3.4 memahami prinsip-prinsip 4.4 melakukan kajian penerapan
Bioteknologi dan penerapannya prinsip-prinsip Bioteknologi
sebagai upaya peningkatan konvensional berdasarkan
kesejahteraan manusia scientific method
3.5 menganalisis karakteristik inti 4.5 menyajikan laporan tentang
atom, radioaktivitas, pemanfaatan, sumber radioaktif,
dampak, dan proteksinya dalam radioaktivitas, pemanfaatan,
kehidupan sehari-hari dampak, dan proteksinya bagi
kehidupan
3.6 Memahami konsep listrik searah 4.6 menyajikan ide/gagasan tentang
dan bolak-balik, energi dan daya cara menghemat energi dan
listrik dalam kehidupan, serta dampak keterbatasan sumber
keterbatasan sumber energi dan energi bagi kehidupan serta
uapaya mengembangkan energi upaya penyelesaian masalah
alternatif dengan energi alternatif

8. IPS Terpadu
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu siswa mampu “Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan

116
Kompetensi Sikap Sosial, yaitu siswa mampu “Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya satuan pendidikan dengan
memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan
kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan tutor dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut, yaitu peserta didik mampu:

Kelas: X
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
3.1 Memahami pengetahuan dasar 4.1 Menyajikan contoh penerapan
geografi dan terapannya dalam pengetahuan dasar geografi pada
kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari dalam
bentuk tulisan
3.2 Memahami pengetahuan dasar 4.2 Menalar suatu gejala sosial di
Sosiologi sebagai ilmu lingkungan sekitar dengan
pengetahuan yang berfungsi menggunakan pengetahuan
untuk mengkaji gejala sosial di sosiologis.
masyarakat.

3.3 Mendeskripsikan konsep ilmu 4.3 Mengidentifikasi kelangkaan dan


ekonomi. biaya peluang dalam memenuhi
kebutuhan.
3.4 Memahami dasar-dasar 4.4 Membuat peta tematik wilayah
pemetaan, pengindraan jauh, provinsi dan/atau salah satu
dan Sistem Informasi Geografis pulau di Indonesia
(SIG) berdasarkan peta rupa bumi

117
3.5 Mengenali dan mengidentifikasi 4.5 Mengolah realitas individu,
realitas individu, kelompok, dan kelompok, dan hubungan
hubungan sosial di masyarakat. sosial sehingga mandiri dalam
memposisikan diri dalam
pergaulan sosial di masyarakat.

3.6 Menganalisis masalah ekonomi 4.6 Menyajikan hasil analisis


dalam sistem ekonomi. masalah ekonomi dalam sistem
ekonomi.

Kelas: XI

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa ingin pengembangan dari yang
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, bertindak secara efektif
humaniora dengan wawasan dan kreatif, serta mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1. Menganalisis sebaran dan 4.1 Membuat peta persebaran
pengelolaan sumber daya sumber daya kehutanan,
kehutanan, pertambangan, pertambangan, kelautan, dan
kelautan, dan pariwisata sesuai pariwisata di Indonesia
prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan
3.2. Menganalisis permasalahan sosial 4.2 Memberikan respons dalam
dalam kaitannya dengan mengatasi permasalahan sosial
pengelompokan sosial dan yang terjadi di masyarakat
kecenderungan eksklusi sosial di dengan cara memahami kaitan
masyarakat dari sudut pandang pengelompokan sosial dengan
dan pendekatan Sosiologis. kecenderungan eksklusi dan
timbulnya permasalahan sosial.
3.3. Menganalisis konsep pertumbuhan 4.3 Menyajikan hasil temuan
ekonomi dan pembangunan permasalahan pertumbuhan
ekonomi serta permasalahan dan ekonomi dan pembangunan
cara mengatasinya. ekonomi serta cara
mengatasinya.
3.4. Menganalisis dinamika 4.4 Menyajikan data kependudukan
kependudukan di Indonesia untuk dalam bentuk peta, tabel, grafik,
perencanaan pembangunan dan/atau gambar

118
3.5. Memahami konflik sosial dan cara 4.5 Memetakan konflik untuk dapat
memberikan respons untuk melakukan resolusi konflik dan
melakukan resolusi konflik demi menumbuhkembangkan
terciptanya kehidupan yang damai perdamaian di masyarakat.
di masyarakat.
3.6. Menganalisis permasalahan 4.6 Menyajikan hasil analisis
ketenagakerjaan dalam masalah ketenagakerjaan dalam
pembangunan ekonomi. pembangunan ekonomi dan cara
mengatasinya.

Kelas: XII
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mengevaluasi mencipta dalam ranah konkret
pengetahuan faktual, konseptual, dan ranah abstrak terkait dengan
prosedural, dan metakognitif pengembangan dari yang
berdasarkan rasa ingin tahunya dipelajarinya di sekolah secara
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, mandiri serta bertindak secara
seni, budaya, dan humaniora dengan efektif dan kreatif, dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1 Menganalisis struktur keruangan 4.1 Membuat makalah tentang
desa dan kota, interaksi desa dan usaha pemerataan
kota, serta kaitannya dengan usaha pembangunan di desa dan kota
pemerataan pembangunan yang dilengkapi dengan peta,
bagan, tabel, grafik, dan/atau
diagram
3.2 Memahami berbagai jenis dan 4.2 Menalar berdasarkan
faktor-faktor perubahan sosial pemahaman dari pengamatan
serta akibat yang ditimbulkannya dan diskusi tentang perubahan
dalam kehidupan masyarakat. sosial dan akibat yang
ditimbulkannya.
3.3 Mendeskripsikan kerjasama 4.3 Menyajikan bentuk dan
ekonomi internasional manfaat kerjasama ekonomi
internasional
3.4 Menganalisis karakteristik negara 4.4 Membuat makalah tentang
maju dan negara berkembang interaksi Indonesia dengan
dalam konteks pasar negara maju dan negara
berkembang dalam konteks
pasar bebas yang dilengkapi
dengan peta, tabel, grafik,
dan/atau diagram

119
3.5 Memahami faktor penyebab 4.5 Mengolah hasil kajian dan
ketimpangan sosial dan pengamatan tentang
pertautannya dengan perubahan ketimpangan sosial sebagai
sosial di tengah-tengah globalisasi. akibat dari perubahan sosial di
tengah-tengah globalisasi

3.6 Mendeskripsikan akuntansi 4.6 Menyajikan akuntansi sebagai


sebagai sistem informasi. sistem informasi.

Kelompok B (umum)

1. Seni dan Budaya

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA


SMA/MA/SMK/MAK

120
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut, yaitu siswa mampu:

Kelas: X

A. Seni Rupa

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami konsep, unsur, prinsip, 4.1 membuat karya seni rupa dua
bahan, dan teknik dalam berkarya dimensi menggunakan berbagai
seni rupa media dan teknik dengan melihat
model

121
3.2 memahami karya seni rupa 4.2 membuat karya seni rupa tiga
berdasarkan, jenis, tema, dan nilai dimensi dengan melihat model
estetisnya

3.3 memahami konsep dan 4.3 menyelenggarakan pameran hasil


prosedur pameran karya seni karya seni rupa dua dan tiga
rupa dimensi yang dibuat berdasarkan
melihat model

3.4 memahami konsep, prosedur, 4.4 membuat deskripsi karya seni


dan fungsi kritik dalam karya rupa berdasarkan pengamatan
seni rupa dalam bentuk lisan atau tulisan

B. Seni Musik
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual, prosedural berdasarkan dan ranah abstrak terkait
rasa ingin tahunya tentang ilmu dengan pengembangan dari
pengetahuan, teknologi, seni, yang dipelajarinya di sekolah
budaya, dan humaniora dengan secara mandiri, dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan
KOMPETENSI DASARbakat dan KOMPETENSI DASAR
minatnya untuk memecahkan
3.1 memahami
masalah jenis dan fungsi alat 4.1 memainkan alat musik
musik tradisional tradisional
3.2 menganalisis alat musik tradisional 4.2 mempresentasikan hasil
berdasarkan jenis dan fungsinya analisis alat musik tradisional
pada masyarakat pendukungnya berdasarkan jenis dan
fungsinya pada masyarakat
pendukungnya
3.3 memahami dan mengapresiasi 4.3 menampilkan pertunjukan
pertunjukan musik tradisional musik tradisional
3.4 memahami konsep, bentuk dan 4.4 membuat tulisan hasil analisis
jenis pertunjukan musik tradisional pertunjukan musik tradisional

C. Seni Tari
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

122
3. .memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual, prosedural berdasarkan dan ranah abstrak terkait
rasa ingin tahunya tentang ilmu dengan pengembangan dari
pengetahuan, teknologi, seni, yang dipelajarinya di sekolah
budaya, dan humaniora dengan secara mandiri, dan mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami konsep, teknik dan 4.1 meragakan gerak tari
prosedur dalam ragam gerak tari tradisional berdasarkan
tradisi konsep, teknik, dan prosedur
sesuai dengan
hitungan/ketukan
3.2 memahami bentuk, jenis, dan nilai 4.2 meragakan gerak tari
estetis dalam ragam gerak dasar tari tradisional berdasarkan
tradisi bentuk, jenis dan nilai estetis
sesuai iringan ragam
3.3 menganalisis konsep, teknik dan 4.3 meragakan gerak
prosedur dalam ragam gerak tari tradisional berdasarkan
tradisi konsep, teknik dan prosedur
3.4 menganalisis bentuk, jenis, nilai 4.4 tari sesuai dengan
membuat tulisan iringan
mengenai
estetis dan fungsi ragam gerak tari jenis, fungsi, bentuk, dan nilai
tradisi estetis sebuah karya tari

D. Seni Teater
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami, menerapkan, 4 mengolah, menalar, dan
. menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkret
faktual, konseptual, prosedural dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingin tahunya dengan pengembangan dari
tentang ilmu pengetahuan, yang dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

123
3.1 memahami konsep, teknik dan 4.1 meragakan adegan sesuai
prosedur seni peran bersumber konsep, teknik dan prosedur
seni teater tradisional seni peran bersumber seni
teater tradisional
3.2 memahami teknik menyusun 4.2 menyusun naskah lakon
naskah lakon bersumber dari sesuai kaidah seni teater
cerita tradisional tradisional
3.3 memahami perancangan 4.3 merancang pementasan seni
pementasan seni teater sesuai teater sesuai konsep, teknik
konsep, teknik dan prosedur seni dan prosedur bersumber
teater tradisional seni teater tradisional
3.4 menganalisis pementasan seni 4.4 mementaskan seni teater
teater sesuai konsep, teknik dan berdasarkan konsep, teknik
prosedur seni teater tradisional dan prosedur seni teater
tradisional

Kelas: XI

A. Seni Rupa

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa pengembangan dari yang
ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 menganalisis konsep, unsur, 4.1 membuat karya seni rupa dua
prinsip, bahan, dan teknik dalam dimensi dengan memodifikasi
berkarya seni rupa objek
3.2 menganalisis karya seni rupa 4.2 membuat karya seni rupa tiga
berdasarkan jenis, tema, fungsi, dimensi dengan memodifikasi
dan nilai estetisnya objek
3.3 menganalisis perencanaan, 4.3 menyelenggarakan pameran
pelaksanaan, dan pelaporan karya seni rupa dua dan tiga
pameran karya seni rupa dimensi hasil modifikasi

124
3.4 menganalisis konsep, prosedur, 4.4 membuat analisis karya seni
fungsi, tokoh, dan nilai estetis rupa berdasarkan konsep,
dalam karya seni rupa prosedur, fungsi, tokoh, dan
nilai estetis dalam bentuk lisan
atau tulisan

B. Seni Musik

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkret
faktual, konseptual, prosedural, dan ranah abstrak terkait
dan metakognitif berdasarkan dengan pengembangan dari
rasa ingin tahunya tentang ilmu yang dipelajarinya di sekolah
pengetahuan, teknologi, seni, secara mandiri, bertindak
budaya, dan humaniora dengan secara efektif dan kreatif, serta
wawasan kemanusiaan, kebang- mampu menggunakan metoda
saan, kenegaraan, dan sesuai kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 memahami konsep musik Barat 4.1 memainkan alat musik Barat
3.2 menganalisis musik Barat 4.2 mempresentasikan hasil
analisis musik Barat
3.3 menganalisis hasil pertunjukan 4.3 membuat tulisan tentang musik
musik Barat Barat
3.4 memahami perkembangan musik 4.4 menampilkan beberapa lagu
Barat dan pertunjukan musik Barat

C. Seni Tari
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

125
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual, prosedural, dan dan ranah abstrak terkait
metakognitif berdasarkan rasa dengan pengembangan dari
ingin tahunya tentang ilmu yang dipelajarinya di sekolah
pengetahuan, teknologi, seni, secara mandiri, bertindak
budaya, dan humaniora dengan secara efektif dan kreatif, serta
wawasan kemanusiaan, mampu menggunakan metoda
kebangsaan, kenegaraan, dan sesuai kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 menerapkan konsep, teknik dan 4.1 berkarya seni tari melalui
prosedur dalam berkarya tari pengembangan gerak
kreasi berdasarkan konsep, teknik
dan prosedur sesuai dengan
hitungan
3.2 menerapkan gerak tari kreasi 4.2 berkarya seni tari melalui
berdasarkan fungsi, teknik, pengembangan gerak
bentuk, jenis dan nilai estetis berdasarkan fungsi, teknik,
sesuai iringan simbol, jenis dan nilai estetis
sesuai dengan iringan
3.3 mengevaluasi gerak tari kreasi 4.3 menyajikan hasil
berdasarkan teknik tata pentas pengembangan gerak tari
berdasarkan tata teknik
pentas
3.4 mengevaluasi bentuk, jenis, nilai 4.4 membuat tulisan mengenai
estetis, fungsi dan tata pentas bentuk, jenis, nilai estetis,
dalam karya tari fungsi dan tata pentas

D. Seni Teater

126
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual, prosedural, abstrak terkait dengan
dan metakognitif berdasarkan pengembangan dari yang
rasa ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami konsep, teknik dan 4.1 meragakan adegan sesuai
prosedur seni peran sesuai konsep, teknik dan prosedur
kaidah seni teater modern dasar seni peran sesuai kaidah
seni teater modern
3.2 menginterpretasi naskah lakon 4.2 membuat interpretasi naskah
berdasarkan jenis, bentuk, dan lakon berdasarkan jenis, bentuk,
makna sesuai kaidah seni teater dan makna sesuai kaidah seni
modern teater modern
3.3 memahami perancangan 4.3 merancang pementasan seni
pementasan seni teater sesuai teater sesuai konsep, teknik dan
konsep, teknik dan prosedur prosedur bersumber seni teater
sesuai kaidah seni teater modern
modern
3.4 menganalisis pementasan seni 4.4 mementaskan seni teater sesuai
teater sesuai konsep, teknik dan konsep, teknik dan prosedur
prosedur sesuai kaidah seni sesuai kaidah seni teater modern
teater modern

Kelas: XII

127
A. Seni Rupa

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami, menerapkan, 4 mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan pengembangan
berdasarkan rasa ingin tahunya dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, sekolah secara mandiri serta
teknologi, seni, budaya, dan bertindak secara efektif dan
humaniora dengan wawasan kreatif, dan mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban kaidah keilmuan
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 mengevaluasi konsep, unsur, 4.1 berkreasi karya seni rupa dua
prinsip, bahan, dan teknik dalam dimensi berdasarkan imajinasi
berkarya seni rupa dengan berbagai media dan
teknik
3.2 mengevaluasi karya seni rupa 4.2 berkreasi karya seni rupa tiga
berdasarkan jenis, tema, fungsi dimensi berdasarkan imajinasi
dan nilai estetisnya dengan berbagai madia dan
teknik
3.3 mengevaluasi hasil 4.3 menyelenggarakan pameran
penyelenggaraan pameran karya karya seni rupa dua dan tiga
seni rupa dimensi hasil kreasi sendiri
3.4 mengevaluasi karya seni rupa 4.4 membuat evaluasi dalam bentuk
berdasarkan tema, jenis, fungsi kritik karya seni rupa
tokoh, dan nilai estetisnya. berdasarkan tema, jenis, fungsi
tokoh, dan nilai estetisnya dalam
bentuk lisan atau tulisan

B. Seni Musik

128
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan pengembangan
berdasarkan rasa ingin tahunya dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, sekolah secara mandiri serta
teknologi, seni, budaya, dan bertindak secara efektif dan
humaniora dengan wawasan kreatif, dan mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban kaidah keilmuan
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami konsep dan teknik 4.1 mempresentasikan konsep dan
berkreasi musik kontemporer teknik berkreasi musik
kontemporer
3.2 menganalisis karya musik 4.2 mempresentasikan hasil
kontemporer analisis musik kontemporer

3.3 mengevaluasi pertunjukan 4.3 menerapkan konsep dan


musik kontemporer teknik berkreasi musik
kontemporer
3.4 merancang konsep dan teknik 4.4 menampilkan karya musik
berkreasi musik kontemporer kontemporer kreasi sendiri
secara mandiri

C. Seni Tari

129
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri serta
humaniora dengan wawasan bertindak secara efektif dan
kemanusiaan, kebangsaan, kreatif, dan mampu
kenegaraan, dan peradaban terkait menggunakan metoda sesuai
penyebab fenomena dan kejadian, kaidah keilmuan
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 merancang manajemen pergelaran 4.1 menerapkan manajemen
tari dalam pergelaran
3.2 merancang karya tari 4.2 membuat karya tari
berdasarkan bentuk, jenis,
fungsi, nilai estetis dan teknik
tata pentas
3.3 mengevaluasi rancangan karya tari 4.3 mempergelarkan karya tari

3.4 mengevaluasi pergelaran tari 4.4 membuat tulisan hasil


evaluasi dari karya tari

D. Seni Teater
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan pengembangan
berdasarkan rasa ingin tahunya dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, sekolah secara mandiri serta
teknologi, seni, budaya, dan bertindak secara efektif dan
humaniora dengan wawasan kreatif, dan mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

130
3.1 memahami konsep, teknik dan 4.1 meragakan adegan sesuai
prosedur seni peran teater konsep, teknik dan prosedur
kontemporer teater kontemporer
3.2 memahami teknik menyusun 4.2 menyusun naskah lakon sesuai
naskah teater kontemporer kaidah teater kontemporer

3.3 memahami perancangan 4.3 merancang pementasan teater


pementasan teater kontemporer kontemporer sesuai konsep,
teknik dan prosedur
3.4 menganalisis pementasan teater 4.4 mementaskan teater
kontemporer sesuai konsep, kontemporer sesuai konsep,
teknik dan prosedur teknik dan prosedur

2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

131
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN JASMANI,
OLAHRAGA, DAN KESEHATAN SMA/MA/SMK/MAK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan


sebagai berikut ini.

Kelas: X

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami,menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkret
faktual, konseptual, prosedural dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingintahunya dengan pengembangan dari
tentang ilmu pengetahuan, yang dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
kejadian, serta menerapkan
3.1 Menganalisis
pengetahuan keterampilan gerak 4.1 Mempraktikkan hasil analisis
prosedural pada
salah
bidangsatu permainan
kajian bola
yang spesifik besar
sesuai keterampilan gerak salah satu
untuk
dengan menghasilkan koordinasi
bakat dan minatnya permainan bola besar untuk
gerak
untukyang baik*
memecahkan masalah menghasilkan koordinasi
gerak yang baik*
3.2 Menganalisis keterampilan gerak 4.2 Mempraktikkan hasil analisis
salah satu permainan bola kecil keterampilan gerak salah satu
untuk menghasilkan koordinasi permainan bola kecil untuk
gerak yang baik* menghasilkan koordinasi
gerak yang baik*

132
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.3 Menganalisis keterampilan jalan 4.3 Mempraktikkan hasil analisis
cepat, lari, lompat dan lempar untuk keterampilan jalan cepat, lari,
menghasilkan gerak yang efektif* lompat dan lempar untuk
menghasilkan gerak yang efektif*
3.4 Menganalisis keterampilan gerak seni 4.4 Mempraktikkan hasil analisis
dan olahraga beladiri untuk keterampilan gerak seni dan
menghasilkan gerak yang efektif** olahraga beladiri untuk
menghasilkan gerak yang efektif
**
3.5 Menganalisis konsep latihan dan 4.5 Mempraktikkan hasil analisis
pengukuran komponen kebugaran konsep latihan dan pengukuran
jasmani terkait kesehatan (daya komponen kebugaran jasmani
tahan, kekuatan, komposisi tubuh, terkait kesehatan (daya tahan,
dan kelenturan) menggunakan kekuatan, komposisi tubuh, dan
instrumen terstandar kelenturan) menggunakan
instrumen terstandar
3.6 Menganalisis keterampilan rangkaian 4.6 Mempraktikkan hasil analisis
gerak sederhana dalam aktivitas keterampilan rangkaian gerak
spesifik senam lantai sederhana dalam aktivitas
spesifik senam lantai
3.7 Menganalisis gerak rangkaian 4.7 Mempratikkan hasil analisis
langkah dan ayunan lengan gerak rangkaian langkah dan
mengikuti irama (ketukan) dalam ayunan lengan mengikuti irama
aktivitas gerak berirama (ketukan) dalam aktivitas gerak
berirama
3.8 Menganalisis keterampilan 4.8 Mempraktikkan hasil analisis
satu gaya renang*** keterampilan satu gaya renang
***
3.9 Memahami konsep dan prinsip 4.9 Mempresentasikan konsep dan
pergaulan yang sehat antar remaja prinsip pergaulan yang sehat
dan menjaga diri dari kehamilan pada antar remaja dan menjaga diri
usia sekolah dari kehamilan pada usia
sekolah
3.10 Menganalisis berbagai peraturan 4.10 Mempresentasikan berbagai
perundangan serta konsekuensi peraturan perundangan serta
hukum bagi para pengguna dan konsekuensi hukum bagi para
pengedar narkotika, psikotropika, zat- pengguna dan pengedar
zat aditif (NAPZA) dan obat berbahaya narkotika, psikotropika, zat-zat
lainnya aditif (NAPZA) dan obat
berbahaya lainnya

133
Kelas: XI
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, dan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa ingin pengembangan dari yang
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, bertindak secara efektif
humaniora dengan wawasan dan kreatif, serta mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis keterampilan gerak 4.1 Mempraktikkan hasil analisis
salah satu permainan bola besar keterampilan gerak salah satu
serta menyusun rencana perbaikan* permainan bola besar serta
menyusun rencana perbaikan*
3.2 Menganalisis keterampilan gerak 4.2 Mempraktikkan hasil analisis
salah satu permainan bola kecil keterampilan gerak salah satu
serta menyusun rencana perbaikan* permainan bola kecil serta
menyusun rencana perbaikan*
3.3 Menganalisis keterampilan jalan, 4.3 Mempraktikkan hasil analisis
lari, lompat, dan lempar untuk keterampilan jalan, lari, lompat,
menghasilkan gerak yang efektif dan lempar untuk menghasilkan
serta menyusun rencana perbaikan* gerak yang efektif serta menyusun
rencana perbaikan *
3.4 Menganalisis strategi dalam 4.4 Mempraktikkan hasil analisis
pertarungan bayangan (shadow strategi dalam pertarungan
fighting) olahraga beladiri untuk bayangan (shadow fighting)
menghasilkan gerak yang efektif** olahraga beladiri untuk
menghasilkan gerak yang efektif **

3.5 Menganalisis konsep latihan dan 4.5 Mempraktikkan hasil analisis


pengukuran komponen kebugaran konsep latihan dan pengukuran
jasmani terkait keterampilan komponen kebugaran jasmani
(kecepatan, kelincahan, terkait keterampilan (kecepatan,
keseimbangan, dan koordinasi) kelincahan, keseimbangan, dan
menggunakan instrumen terstandar koordinasi) menggunakan
instrumen terstandar
3.6 Menganalisis berbagai 4.6 Mempraktikkan hasil analisis
keterampilan rangkaian gerak yang berbagai keterampilan rangkaian
lebih kompleks dalam aktivitas gerak yang lebih kompleks dalam
spesifik senam lantai aktivitas spesifik senam lantai

134
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.7 Menganalisis sistematika latihan 4.7 Mempraktikkan hasil sistematika
(gerak pemanasan, inti latihan, dan latihan (gerak pemanasan, inti
pendinginan) dalam aktivitas gerak latihan, dan pendinginan) dalam
berirama aktivitas gerak berirama
3.8 Menganalisis keterampilan dua 4.8 Mempraktikkan hasil analisis
gaya renang *** keterampilan dua gaya renang***
3.9 Menganalisis manfaat jangka 4.9 Mempresentasikan manfaat
panjang dari partisipasi dalam jangka panjang dari partisipasi
aktivitas fisik secara teratur dalam aktivitas fisik secara teratur

3.10 Menganalisis bahaya, cara 4.10 Mempresentasikan hasil analisis


penularan, dan cara mencegah bahaya, cara penularan, dan cara
HIV/AIDS mencegah HIV/AIDS

Kelas: XII
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 Memahami, menerapkan, 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mengevaluasi mencipta dalam ranah konkret dan
pengetahuan faktual, konseptual, ranah abstrak terkait dengan
prosedural, dan metakognitif pengembangan dari yang
berdasarkan rasa ingin tahunya dipelajarinya di sekolah secara
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, mandiri serta bertindak secara
seni, budaya, dan humaniora dengan efektif dan kreatif, dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Merancang pola penyerangan dan 4.1 Mempraktikkan hasil
pertahanan salah satu permainan rancangan pola penyerangan
bola besar* dan pertahanan salah satu
3.2 Merancang pola penyerangan dan 4.2 permainan bola besar*
Mempraktikkan hasil
pertahanan salah satu permainan rancangan pola penyerangan
bola kecil * dan pertahanan salah satu
3.3 Merancang simulasi perlombaan 4.3 permainan bola kecil*
Mempraktikkan hasil
jalan cepat, lari, lompat dan lempar rancangan simulasi
yang disusun sesuai peraturan* perlombaan jalan cepat, lari,
lompat dan lempar yang
disusun sesuai peraturan*
3.4 Merancang pola penyerangan dan 4.4 Mempraktikkan hasil
pertahanan dalam olahraga beladiri rancangan pola penyerangan
yang disusun sesuai peraturan dan pertahanan dalam olahraga
permainan** beladiri yang disusun sesuai
peraturan permainan**

135
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.5 Merancang program latihan untuk 4.5 Mempraktikkan hasil
meningkatkan derajat kebugaran rancangan program latihan
jasmani terkait kesehatan dan untuk meningkatkan derajat
keterampilan secara pribadi kebugaran jasmani terkait
kesehatan dan keterampilan
secara pribadi hasil rancang
3.6 Merancang beberapa pola rangkaian 4.6 Mempraktikkan
keterampilan senam lantai beberapa pola rangkaian
keterampilan senam lantai
3.7 Merancang sistematika latihan 4.7 Merancang sistematika latihan
(gerak pemanasan, inti latihan, dan (gerak pemanasan, inti latihan,
pendinginan) dalam aktivitas gerak dan pendinginan) dalam
berirama aktivitas gerak berirama
3.8 Menganalisis keterampilan dua gaya 4.8 Mempraktikkan hasil analisis
renang untuk keterampilan keterampilan dua gaya renang
penyelamatan diri, dan tindakan untuk keterampilan
pertolongan kegawatdaruratan di air penyelamatan diri, dan
dengan menggunakan alat bantu*** tindakan pertolongan
kegawatdaruratan di air dengan
3.9 Menganalisis langkah-langkah 4.9 menggunakan alat bantu***hasil
Mempresentasikan
melindungi diri dan orang lain dari analisis langkah-langkah
Penyakit Menular Seksual (PMS) melindungi diri dan orang lain
dari Penyakit Menular Seksual
(PMS)

136
3. Prakarya dan Kewirausahaan
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PRAKARYA DAN
KEWIRAUSAHAAN SMA/MA/SMK/MAK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi


sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menerima dan
menjalankan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut, yaitu siswa mampu:

Kelas: X

A. Kerajinan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami , menerapkan, 4 mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta KOMPETENSI
menerapkan DASAR
pengetahuan KOMPETENSI DASAR
prosedural pada bidang kajian yang
3.1spesifik
memahami
sesuai dengan karakteristik
bakat dan 4.1 mengidentifikasi karakteristik
kewirausahaan
minatnya untuk (misalnya
memecahkan wirausahawan berdasarkan
berorientasi ke masa depan dan
masalah keberhasilan dan kegagalan
berani mengambil risiko) dalam usaha
menjalankan kegiatan usaha

137
3.2 memahami perencanaan usaha 4.2 menyusun perencanaan usaha
kerajinan dengan inspirasi budaya kerajinan dengan inspirasi
lokal non benda (misalnya cerita budaya lokal non benda
rakyat, mitos, simbol, tarian, (misalnya cerita rakyat, mitos,
pantun dan upacara adat) yang simbol, tarian, pantun dan
meliputi ide dan peluang usaha, upacara adat ) yang meliputi
sumber daya, administrasi dan ide dan peluang usaha, sumber
pemasaran daya, administrasi dan
pemasaran
3.3 menganalisis sistem produksi 4.3 memproduksi kerajinan
kerajinan dengan inspirasi budaya dengan inspirasi budaya lokal
lokal non benda dan material non benda dan material dari
daerah sekitar berdasarkan daya daerah sekitar berdasarkan
dukung yang dimiliki oleh daerah daya dukung yang dimiliki oleh
setempat daerah setempat
3.4 memahami perhitungan biaya 4.4 menghitung biaya produksi
produksi (Harga Pokok Produksi) (Harga Pokok Produksi)
produk kerajinan dengan inspirasi kerajinan dengan inspirasi
budaya non benda budaya non benda
3.5 memahami pemasaran produk 4.5 memasarkan produk kerajinan
kerajinan dengan inspirasi budaya dengan inspirasi budaya non
non benda secara langsung benda secara langsung

3.6 menganalisis proses evaluasi hasil 4.6 mengevaluasi hasil kegiatan


kegiatan usaha kerajinan dengan usaha kerajinan dengan
inspirasi budaya non benda inspirasi budaya non benda
3.7 memahami perencanaan usaha 4.7 menyusun perencanaan usaha
kerajinan dengan inspirasi kerajinan dengan inspirasi
artefak/objek budaya lokal artefak/objek budaya lokal
(misalnya pakaian daerah, wadah (misalnya pakaian daerah,
tradisional, dan senjata wadah tradisional, dan senjata
tradisional) yang meliputi ide dan tradisional) yang meliputi ide
peluang usaha, sumber daya, dan peluang usaha, sumber
administrasi, dan pemasaran daya, administrasi, dan
pemasaran
3.8 menganalisis sistem produksi 4.8 memproduksi kerajinan
berdasarkan daya dukung yang dengan inspirasi artefak/objek
dimiliki oleh daerah setempat budaya lokal dan material dari
untuk kerajinan dengan inspirasi daerah sekitar berdasarkan
artefak/objek budaya lokal dan daya dukung yang dimiliki oleh
material dari daerah sekitar daerah setempat
3.9 memahami perhitungan biaya 4.9 menghitung biaya produksi
produksi (Harga Pokok Produksi) (Harga Pokok Produksi)
produk kerajinan dengan inspirasi kerajinan dengan inspirasi
artefak/objek budaya lokal artefak/objek budaya lokal
3.10 memahami strategi pemasaran 4.10 memasarkan produk kerajinan
produk kerajinan dengan inspirasi dengan inspirasi artefak/objek
artefak/objek budaya lokal secara budaya lokal secara langsung
langsung

138
3.11 memahami proses evaluasi hasil 4.11 mengevaluasi hasil kegiatan
kegiatan usaha kerajinan dengan usaha kerajinan dengan
inspirasi artefak/objek budaya inspirasi artefak/objek budaya
lokal lokal

B. Rekayasa

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural berdasarkan abstrak terkait dengan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengembangan dari yang
pengetahuan, teknologi, seni, dipelajarinya di sekolah secara
budaya, dan humaniora dengan mandiri, dan mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami karakteristik 4.1 mengidentifikasi karakteristik
kewirausahaan (misalnya wirausahawan berdasarkan
berorientasi ke masa depan dan keberhasilan dan kegagalan
berani mengambil risiko) dalam usaha
menjalankan kegiatan usaha
3.2 memahami perencanaan usaha 4.2 menyusun perencanaan
produk teknologi transportasi usaha produk teknologi
dan logistik meliputi ide dan transportasi dan logistik
peluang usaha, sumber daya, meliputi ide dan peluang
administrasi, dan pemasaran usaha, sumber daya,
administrasi, dan pemasaran
3.3 menganalisis sistem produksi 4.3 memproduksi produk
produk transportasi dan logistik transportasi dan logistik
berdasarkan daya dukung yang berdasarkan daya dukung
dimiliki oleh daerah setempat yang dimiliki oleh daerah
setempat
3.4 memahami perhitungan harga 4.4 menghitung biaya produksi
pokok produksi produk transportasi produk transportasi dan logistik
dan logistik
3.5 memahami cara menentukan 4.5 memasarkan produk
pemasaran produk transportasi dan transportasidan logistik secara
logistik secara langsung langsung
3.6 menganalisis teknik dan proses 4.6 mengevaluasi hasil kegiatan
evaluasi hasil kegiatan usaha usaha produk transportasi dan
produk transportasi dan logistik logistik

139
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.7 Memahami perencanaan usaha 4.7 Menyusun perencanaan usaha
kerajinan dengan inspirasi kerajinan dengan inspirasi
artefak/objek budaya lokal artefak/objek budaya lokal
(misalnya pakaian daerah, wadah (misalnya pakaian daerah,
tradisional dan senjata ) yang wadah tradisional dan senjata)
meliputi ide dan peluang usaha, yang meliputi ide dan peluang
sumber daya, administrasi dan usaha, sumber daya,
pemasaran administrasi dan pemasaran
3.8 menganalisis sistem produksi 4.8 memproduksi kerajinan dengan
kerajinan dengan inspirasi inspirasi artefak/ objek budaya
artefak/objek budaya lokal dan lokal dan material daerah sekitar
material daerah sekitar berdasarkan dengan inspirasi budaya
daya dukung yang dimiliki oleh berdasarkan daya dukung yang
daerah setempat dimiliki oleh daerah setempat
3.9 memahami cara perhitungan biaya 4.9 menghitung biaya produksi
produksi (Harga Pokok Produksi) (Harga Pokok Produksi) produk
produk grafika grafika
3.10 memahami strategi pemasaran 4.10 memasarkan produk grafika
produk grafika secara langsung secara langsung
3.11 memahami proses evaluasi hasil 4.11 merumuskan hasil kegiatan
kegiatan usaha produk grafika usaha produk grafika

C. Budidaya

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual, prosedural dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingin tahunya dengan pengembangan dari
tentang ilmu pengetahuan, yang dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami karakteristik 4.1 mengidentifikasi karakteristik
kewirausahaan (misalnya wirausahawan berdasarkan
berorientasi ke masa depan dan keberhasilan dan kegagalan
berani menjalankan resiko) dalam usaha
menjalankan kegiatan usaha

140
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.2 memahami perencanaan usaha 4.2 menyusun perencanaan usaha
budidaya tanaman pangan budidaya tanaman pangan
meliputi ide dan peluang usaha, meliputi ide dan peluang
sumber daya, administrasi, dan usaha, sumber daya,
pemasaran administrasi, dan pemasaran
3.3 memahami perencanaan usaha 4.3 memproduksi tanaman
budidaya tanaman pangan pangan berdasarkan daya
meliputi ide dan peluang usaha, dukung yang dimiliki oleh
sumber daya, administrasi, dan daerah setempat
pemasaran
3.4 memahami perhitungan harga 4.4 menghitung biaya produksi
pokok produksi usaha budidaya (Harga Pokok Produksi)
tanaman pangan budidaya tanaman pangan
3.5 memahami pemasaran produk 4.5 memasarkan produk usaha
usaha budidaya tanaman pangan budidaya anaman pangan
secara langsung secara langsung
3.6 menganalisis proses evaluasi hasil 4.6 mengevaluasi hasil kegiatan
kegiatan usaha budidaya tanaman usaha budidaya tanaman
pangan secara langsung pangan secara langsung
3.7 memahami perencanaan usaha 4.7 menyusun perencanaan usaha
yang meliputi ide dan peluang yang meliputi ide dan peluang
usaha, sumber daya, administrasi, usaha, sumber daya,
dan pemasaran untuk produksi administrasi, dan pemasaran
tanaman hias berdasarkan daya untuk tanaman hias
dukung yang dimiliki oleh daerah berdasarkan daya dukung yang
setempat dimiliki oleh daerah setempat

3.8 menganalisis sistem produksi 4.8 memproduksi tanaman hias


tanaman hias berdasarkan daya berdasarkan daya dukung yang
dukung yang dimiliki oleh daerah dimiliki oleh daerah setempat
setempat
3.9 memahami perhitungan biaya 4.9 menghitung biaya produksi
produksi (Harga Pokok Produksi) (Harga Pokok Produksi)
produk tanaman hias tanaman hias
3.10 memahami strategi pemasaran 4.10 memasarkan produk usaha
produk usaha budidaya tanaman budidaya tanaman hias secara
hias secara langsung langsung
3.11 memahami proses evaluasi hasil 4.11 mengevaluasi hasil kegiatan
kegiatan usaha budidaya tanaman usaha budidaya tanaman hias
hias

141
D. Pengolahan
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami ,menerapkan, 4. mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkret
faktual, konseptual, prosedural dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingin tahunya dengan pengembangan dari
tentang ilmu pengetahuan, yang dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami karakteristik 4.1 mengidentifikasi karakteristik
kewirausahaan (m kewirausahaan berdasarkan
kewirausahaan (misalnya keberhasilan dan kegagalan
berorientasi ke masa depan dan usaha pengolahan makanan
berani mengambil risiko) dalam awetan dari bahan pangan
menjalankan kegiatan usaha nabati dan hewani
pengolahan makanan awetan
dari bahan pangan nabati dan
hewani
3.2 Memahami perencanaan usaha 4.2 Menyusun perencanaan usaha
pengolahan makanan awetan pengolahan makanan awetan
dari bahan pangan nabati dari bahan pangan nabati
meliputi ide dan peluang usaha, meliputi ide dan peluang usaha,
sumber daya, administrasi, dan sumber daya, administrasi, dan
pemasaran pemasaran
3.3 menganalisis sistem pengolahan 4.3 mengolah makanan awetan dari
makanan awetan dari bahan bahan pangan nabati
pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang
berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
dimiliki oleh daerah setempat

3.4 memahami perhitungan biaya 4.4 menghitung biaya produksi


pengolahan (Harga Pokok (Harga Pokok Produksi) budidaya
Pengolahan) makanan awetan tanaman pangan
dari bahan pangan nabati
3.5 memahami pemasaran produk 4.5 memasarkan produk usaha
pengolahan makanan awetan pengolahan makanan awetan
dari bahan pangan nabati secara dari bahan pangan nabati secara
langsung langsung

142
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.6 menganalisis proses evaluasi 4.6 mengevaluasi hasil kegiatan
hasil usaha pengolahan usaha pengolahan makanan
makanan awetan dari bahan awetan dari bahan nabati
pangan nabati
3.7 memahami perencanaan usaha 4.7 menyusun perencanaan usaha
pengolahan makanan awetan pengolahan makanan awetan
dari bahan pangan hewani dari bahan pangan hewani
meliputi ide dan peluang usaha, meliputi ide dan peluang usaha,
sumber daya, administrasi, dan sumber daya, administrasi, dan
pemasaran pemasaran
3.8 menganalisis sistem pengolahan 4.8 mengolah makanan awetan dari
makanan awetan dari bahan bahan pangan hewani
pangan hewani dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang
berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
dimiliki oleh daerah setempat
3.9 memahami perhitungan biaya 4.9 menghitung biaya pengolahan
pengolahan (harga pokok (harga pokok pengolahan)
pengolahan) makanan awetan makanan awetan dari bahan
dari bahan pangan hewani pangan hewani
3.10 memahami strategi pemasaran 4.10 memasarkan produk usaha
produk usaha pengolahan pengolahan makanan awetan
makanan awetan dari bahan dari bahan pangan hewani
pangan hewani secara langsung secara langsung
3.11 memahami proses evaluasi hasil 4.11 mengevaluasi hasil kegiatan
kegiatan usaha pengolahan usaha pengolahan makanan
makanan awetan dari bahan awetan dari bahan pangan
pangan hewani hewani

Kelas: XI

A. Kerajinan
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, dan 4. mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa ingin pengembangan dari yang
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, bertindak secara efektif
humaniora dengan wawasan dan kreatif, serta mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

143
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami perencanaan usaha 4.1 menyusun perencanaan usaha
kerajinan dari bahan limbah kerajinan dari bahan limbah
berbentuk bangun datar berbentuk bangun datar
(sebagai solusi dari masalah (sebagai solusi dari masalah
lingkungan hidup) meliputi ide, lingkungan hidup) meliputi
peluang usaha, sumber daya, ide, peluang usaha, sumber
administrasi dan pemasaran daya, administrasi dan
pemasaran
3.2 menganalisis sistem produksi 4.2 memproduksi kerajinan dari
kerajinan dari bahan limbah bahan limbah berbentuk
berbentuk bangun datar bangun datar berdasarkan
berdasarkan daya dukung yang daya dukung yang dimiliki oleh
dimiliki oleh daerah setempat daerah setempat
3.3 memahami perhitungan titik 4.3 menghitung titik impas (Break
impas(Break Even Point) usaha Even Point) usaha kerajinan
kerajinan dari bahan limbah dari bahan limbah berbentuk
berbentuk bangun datar bangun datar
3.4 menganalisis strategi promosi 4.4 melakukan promosi produk
produk usaha kerajinan dari usaha kerajinan dari bahan
bahan limbah berbentuk limbah berbentuk bangun
bangun datar. datar.
3.5 menganalisis laporan kegiatan 4.5 menyusun laporan kegiatan
usaha kerajinan dari bahan usaha kerajinan dari bahan
limbah berbentuk bangun datar limbah berbentuk bangun
datar.
3.6 memahami perencanaan usaha 4.6 membuat perencanaan usaha
kerajinan dari bahan limbah kerajinan dari bahan limbah
berbentuk bangun ruang berbentuk bangun ruang
(sebagai solusi dari masalah (sebagai solusi dari masalah
lingkungan hidup) meliputi ide, lingkungan hidup) meliputi ide,
peluang usaha, sumber daya, peluang usaha, sumber daya,
administrasi dan pemasaran. administrasi dan pemasaran.
3.7 menganalisis system produksi 4.7 memproduksi kerajinan dari
kerajinan dari bahan limbah bahan limbah berbentuk
berbentuk bangun ruang bangun ruang berdasarkan
berdasarkan daya dukung yang daya dukung yang dimiliki oleh
dimiliki oleh daerah setempat daerah setempat.
3.8 memahami perhitungan titik 4.8 menghitung titik impas (Break
impas (Break Even Point) usaha Even Point) usaha kerajinan
kerajinan dari bahan limbah dari bahan limbah berbentuk
berbentuk bangun ruang bangun ruang
3.9 menganalisis strategi promosi 4.9 melakukan promosi produk
produk usaha kerajinan dari usaha kerajinan dari bahan
bahan limbah limbah berbentuk bangun
ruang
3.10 menganalisis laporan kegiatan 4.10 menyusun laporan kegiatan
usaha kerajinan dari bahan usaha kerajinan dari bahan
limbah berbentuk bangun limbah berbentuk bangun
ruang ruang

144
B. Rekayasa

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami, menerapkan, dan 4 mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa ingin pengembangan dari yang
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, bertindak secara efektif
humaniora dengan wawasan dan kreatif, serta mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami proses perencanaan 4.1 menyusun perencanaan usaha
usaha bidang sistem teknik bidang sistem teknik meliputi
meliputi ide dan peluang usaha, ide dan peluang usaha, sumber
sumber daya, administrasi, dan daya, administrasi, dan
pemasaran pemasaran
3.2 menganalisis sistem produksi 4.2 memproduksi peralatan sistem
peralatan sistem teknik teknik berdasarkan daya
berdasarkan daya dukung yang dukung yang dimiliki oleh
dimiliki oleh daerah setempat daerah setempat
3.3 memahami cara menghitung 4.3 menghitung titik impas (Break
titik impas (Break Even Point) Even Point) usaha peralatan
usaha peralatan sistem teknik sistem teknik
3.4 menganalisis strategi promosi 4.4 melakukan promosi produk
peralatan sistem teknik usaha peralatan sistem teknik

3.5 menganalisis laporan kegiatan 4.5 menyusun laporan kegiatan


usaha peralatan sistem teknik usaha peralatan sistem teknik
3.6 memahami proses perencanaan 4.6 menyusun perencanaan usaha
usaha bidang konversi energi bidang konversi energi meliputi
meliputi ide dan peluang usaha, ide dan peluang usaha, sumber
sumber daya, administrasi, dan daya, administrasi, dan
pemasaran pemasaran
3.7 menganalisis sistem produksi 4.7 memproduksi peralatan
peralatan konversi energi konversi energi berdasarkan
berdasarkan daya dukung yang daya dukung yang dimiliki oleh
dimiliki oleh daerah setempat daerah setempat
3.8 memahami cara menghitung 4.8 menghitung titik impas (Break
titik impas (Break Even Point) Even Point) usaha peralatan
usaha peralatan konversi energi konversi energy

145
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.9 menganalisis strategi promosi 4.9 melakukan promosi produk
produk usaha bidang konversi usaha bidang konversi energi
energi
3.10 menganalisis laporan kegiatan 4.10 menyusun laporan kegiatan
usaha bidang konversi energi usaha bidang konversi energi

C. Budidaya

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami, menerapkan, dan 4 mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa pengembangan dari yang
ingin tahunya tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, bertindak secara efektif
budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, serta mampu
wawasan kemanusiaan, menggunakan metoda sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 memahami perencanaan usaha 4.1 menyusun


4 perencanaan usaha
budidaya pembenihan ikan budidaya
. pembenihan ikan
konsumsi meliputi ide dan konsumsi
1 meliputi ide dan
peluang usaha, sumber daya, peluang usaha, sumber daya,
administrasi, dan
3.2 menganalsisi pemasaran
sistem produksi administrasi, dan pemasaran
4.2 memproduksi benih ikan
pembenihan ikan konsumsi konsumsi berdasarkan daya
berdasarkan daya dukung yang dukung yang dimiliki oleh daerah
dimiliki oleh daerah setempat setempat
3.3 memahami perhitungan titik 4.3 menghitung titik impas (break
impas (break even point) usaha even point) usaha budidaya
budidaya pembenihan ikan pembenihan ikan konsumsi
konsumi
3.4 menganalisis strategi promosi 4.4 melakukan promosi produk
usaha budidaya pembenihan usaha budidaya pembenihan
ikan konsumsi ikan konsumsi
3.5 menganalisis laporan kegiatan 4.5 menyusun laporan kegiatan
usaha budidaya pembenihan ikan usaha budidaya pembenihan
konsumsi ikan konsumsi
3.6 menganalisis perencanaan usaha 4.6 menyusun perencanaan usaha
budidaya pembenihan ikan hias budidaya pembenihan ikan hias
meliputi ide dan peluang usaha, meliputi ide dan peluang usaha,
sumber daya, administrasi, dan sumber daya, administrasi, dan
pemasaran pemasaran

146
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.7 menganalisis sistem produksi 4.7 memproduksi benih ikan


pembenihan ikan hias hiasberdasarkan daya dukung
berdasarkandaya dukung yang yang dimiliki oleh daerah
dimiliki oleh daerah setempat. setempat.
3.8 memahami perhitungan titik impas 4.8 menghitung titik impas (Break
(Break Even Point) usaha budidaya Even Point) usaha budidaya
pembenihan ikan hias pembenihan ikan hias
3.9 menganalisis strategi promosi 4.9 melakukan promosi produk
usaha budidaya pembenihan ikan usaha budidaya pembenihan
hias ikan hias

D. Pengolahan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami, menerapkan, dan 4 mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa ingin pengembangan dari yang
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, bertindak secara efektif
humaniora dengan wawasan dan kreatif, serta mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami perencanaan usaha 4.1. membuat perencanaan usaha
pengolahan makanan khas asli pengolahan makanan khas asli
daerah (orisinil) dari bahan pangan daerah (orisinil) dari bahan
nabati dan hewani meliputi ide dan pangan nabati dan hewani
peluang usaha, sumber daya, meliputi ide dan peluang usaha,
administrasi, dan pemasaran sumber daya, administrasi, dan
pemasaran

3.2 menganalsis sistem pengolahan 4.2. pengolahan, pengemasan, dan


makanan khas asli daerah (orisinil) pengawetan makanan khas asli
dari bahan pangan nabati dan daerah (orisinil) dari bahan
hewani berdasarkan daya dukung pangan nabati dan hewani
yang dimiliki oleh daerah setempat berdasarkan konsep berkarya
dengan pendekatan budaya
setempat dan lainnya

147
3.3 memahami perhitungan titik 4.3. menghitung titik impas (Break
impas (Break Even Point) usaha Even Point) usaha pengolahan
pengolahan makanan khas asli makanan khas asli daerah
daerah (orisinil) dari bahan pangan (orisinil) dari bahan pangan
nabati dan hewani nabati dan hewani
3.4 menganalsisi strategi promosi 4.4. melakukan promosi produk
usaha pengolahan makanan khas usaha pengolahan makanan
asli daerah (orisinil) dari bahan khas asli daerah (orisinil) dari
pangan nabati dan hewani bahan bahan pangan nabati dan
hewani
3.5 menganalisis laporan kegiatan 4.5. menyusun laporan kegiatan
usaha pengolahan makanan khas usaha pengolahan makanan
asli daerah (orisinil) dari bahan khas asli daerah (orisinil) dari
pangan nabati dan hewani bahan pangan nabati dan
hewani
3.6 memahami perencanaan usaha 4.6. menyusun perencanaan usaha
pengolahan makanan pengolahan makanan
internasional dari bahan pangan internasional dari bahan pangan
nabati dan hewani meliputi ide dan nabati dan hewani meliputi ide
peluang usaha, sumber daya, dan peluang usaha, sumber
administrasi, dan pemasaran daya, administrasi, dan
pemasaran
3.7 menganalisis sistem pengolahan 4.7. mengolah/membuat makanan
makanan internasional dari bahan internasional dari bahan pangan
pangan nabati dan hewani nabati dan hewani berdasarkan
berdasarkan daya dukung yang daya dukung yang dimiliki oleh
dimiliki oleh daerah setempat daerah setempat
3.8 memahami perhitungan titik 4.8. menghitung titik impas (Break
impas (Break Even Point) usaha Even Point) usaha pengolahan
pengolahan makanan makanan internasional dari
internasional dari bahan pangan bahan pangan nabati dan
nabati dan hewani hewani
3.9 menganalisis strategi promosi 4.9. melakukan promosi produk
produk usaha pengolahan usaha pengolahan makanan
makanan internasional dari bahan internasional dari bahan pangan
pangan nabati dan hewani nabati dan hewani
3.10 menganalisis laporan kegiatan 4.10 menyusun laporan kegiatan
usaha pengolahan makanan usaha pengolahan makanan
internasional dari bahan pangan internasional dari bahan pangan
nabati dan hewani nabati dan hewani

148
Kelas: XII

A. Kerajinan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3 memahami, menerapkan, 4 mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan pengembangan
berdasarkan rasa ingin tahunya dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, sekolah secara mandiri serta
seni, budaya, dan humaniora dengan bertindak secara efektif dan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kreatif, dan mampu
kenegaraan, dan peradaban terkait menggunakan metoda sesuai
penyebab fenomena dan kejadian, kaidah keilmuan
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami perencanaan usaha 4.1 menyusun perencanaan
pengolahan makanan khas usaha pengolahan makanan
daerah yang dimodifikasi dari khas daerah yang dimodifikasi
bahan pangan nabati dan hewani dari bahan pangan nabati dan
meliputi ide dan peluang usaha, hewani meliputi ide dan
sumber daya, administrasi, dan peluang usaha, sumber daya,
pemasaran administrasi, dan pemasaran
3.2 menganalisis sistem pengolahan 4.2 mengolah makanan khas
makanan khas daerah yang daerah yang dimodifikasi dari
dimodifikasi dari bahan pangan bahan pangan nabati dan
nabati dan hewani berdasarkan hewani berdasarkan daya
daya dukung yang dimiliki oleh dukung yang dimiliki oleh
daerah setempat daerah setempat
3.3 memahami perhitungan titik 4.3 menyusun rencana
impas (Break Even Point) usaha pengembangan usaha
kerajinan yang berdasarkan pada kerajinan yang berdasarkan
kebutuhan dan keinginan pada kebutuhan dan
lingkungan sekitar/ pasar lokal keinginan lingkungan
3.4 menganalisis media promosi 4.4 sekitar/pasar lokal
merancang media promosi
untuk produk hasil usaha untuk produk hasil usaha
kerajinan yang berdasarkan pada kerajinan yang berdasarkan
kebutuhan dan keinginan pada kebutuhan dan
lingkungan sekitar/pasar lokal keinginan lingkungan
3.5 menganalisis sistem konsinyasi 4.5 sekitar/pasar lokal
memasarkan kerajinan yang
untuk kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan
berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan lingkungan
dan keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal dengan
sekitar/pasar lokal sistem konsinyasi

149
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.6 memahami perencanaan usaha 4.6 menyusun perencanaan
kerajinan berdasarkan pada usaha kerajinan berdasarkan
kebutuhan dan keinginan pasar pada kebutuhan dan
global yang meliputi ide dan keinginan pasar global yang
peluang usaha, sumber daya, meliputi ide dan peluang
administrasi, dan pemasaran usaha, sumber daya,
3.7 menganalisis sistem produksi 4.7 administrasi, dan pemasaran
memproduksi kerajinan yang
kerajinan yang berdasarkan pada berdasarkan pada kebutuhan
kebutuhan dan keinginan pasar dan keinginan pasar global
global dengan daya dukung yang berdasarkan daya dukung
dimiliki oleh daerah setempat yang dimiliki oleh daerah
setempat
3.8 mengevaluasi kegiatan usaha 4.8 menyusun rencana
kerajinan yang berdasarkan pada pengembangan usaha
kebutuhan dan keinginan pasar kerajinan yang berdasarkan
global pada kebutuhan dan
keinginan pasar global
3.9 menganalisis media promosi 4.9 merancang media promosi
untuk produk hasil usaha untuk produk hasil usaha
kerajinan yang berdasarkan pada kerajinan yang berdasarkan
kebutuhan dan keinginan pasar pada kebutuhan dan
global keinginan pasar global
3.10 menganalisis sistem konsinyasi 4.10 memasarkan kerajinan yang
kerajinan yang berdasarkan pada berdasar pada kebutuhan dan
kebutuhan dan keinginan pasar keinginan pasar global dengan
global sistem konsinyasi

B. Rekayasa
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan pengembangan
berdasarkan rasa ingin tahunya dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, sekolah secara mandiri serta
teknologi, seni, budaya, dan bertindak secara efektif dan
humaniora dengan wawasan kreatif, dan mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban kaidah keilmuan
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

150
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami proses perencanaan 4.1 menyusun perencanaan
usaha jasa profesi dan usaha jasa profesi dan
profesionalisme meliputi ide dan profesionalisme meliputi ide
peluang usaha, sumber daya, dan peluang usaha, sumber
administrasi, dan pemasaran daya, administrasi, dan
pemasaran
3.2 menganalisis sistem produksi 4.2 memproduksi usaha jasa
usaha jasa profesi dan profesi dan profesionalisme
profesionalisme berdasarkan berdasarkan daya dukung
daya dukung yang dimiliki oleh yang dimiliki oleh daerah
3.3 daerah setempatkegiatan usaha 4.3
mengevaluasi setempat
menyusun rencana
jasa profesi dan profesionalisme pengembangan usaha jasa
profesi dan profesionalisme
3.4 menganalisis media promosi 4.4 merancang media promosi
usaha jasa profesi dan untuk usaha jasa profesi dan
profesionalisme profesionalisme
3.5 menganalisis sistem konsinyasi 4.5 memasarkan produk usaha
produk usaha jasa profesi dan jasa profesi dan
profesionalisme profesionalisme dengan
sistem konsinyasi
3.6 memahami proses perencanaan 4.6 menyusun perencanaan
usaha produk teknologi terapan usaha produk teknologi
meliputi ide dan peluang usaha, terapan meliputi ide dan
sumber daya, administrasi, dan peluang usaha, sumber
pemasaran daya, administrasi, dan
3.7 menganalisis sistem produksi 4.7 pemasaran
memproduksi peralatan
usaha peralatan teknologi terapan teknologi terapan
berdasarkan daya dukung yang berdasarkan daya dukung
dimiliki oleh daerah setempat yang dimiliki oleh daerah
setempat
3.8 mengevaluasi kegiatan usaha 4.8 menyusun rencana
peralatan teknologi terapan pengembangan usaha
peralatan teknologi terapan
3.9 menganalisis media promosi 4.9 merancang media promosi
produk usaha peralatan teknologi produk usaha peralatan
terapan teknologi terapan
3.10 menganalisis sistem konsinyasi 4.10 memasarkan produk usaha
produk usaha peralatan teknologi peralatan teknologi terapan
terapan dengan sistem konsinyasi

151
B. Budidaya

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri serta
humaniora dengan wawasan bertindak secara efektif dan
kemanusiaan, kebangsaan, kreatif, dan mampu
kenegaraan, dan peradaban terkait menggunakan metoda sesuai
penyebab fenomena dan kejadian, kaidah keilmuan
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 memahami perencanaan usaha 4.1 menyusun perencanaan usaha


budidaya unggas petelur meliputi budidaya unggas petelur
ide dan peluang usaha, sumber meliputi ide dan peluang usaha,
daya, administrasi, dan pemasaran sumber daya, administrasi, dan
pemasaran
3.2 menganalisis sistem produksi 4.2 memproduksi unggas petelur
usaha budidaya unggas petelur berdasarkan daya dukung yang
berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
dimiliki oleh daerah setempat
3.3 mengevaluasi kegiatan usaha 4.3 menyusun rencana
budidaya unggas petelur pengembangan usaha budidaya
unggas petelur
3.4 menganalisis media promosi 4.4 merancang media promosi
produk usaha budidaya unggas produk usaha budidaya unggas
petelur petelur
3.5 menganalisis sistem konsinyasi 4.5 memasarkan produk usaha
usaha budidaya unggas petelur budidaya unggas petelur dengan
sistem konsinyasi
3.6 memahami perencanaan usaha 4.6 menyusun perencanaan usaha
budidaya unggas pedaging meliputi budidaya unggas pedaging
ide dan peluang usaha, sumber meliputi ide dan peluang usaha,
daya, administrasi, dan pemasaran sumber daya, administrasi, dan
pemasaran
3.7 menganalisis sistem produksi 4.7 memproduksi unggas pedaging
usaha budidaya unggas pedaging berdasarkan daya dukung yang
berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
dimiliki oleh daerah setempat
3.8 mengevaluasi kegiatan usaha 4.8 menyusun rencana
budidaya unggas pedaging pengembangan usaha budidaya
unggas pedaging

152
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.9 menganalisis media promosi 4.9 merancang media promosi


produk usaha budidaya unggas produk usaha budidaya unggas
pedaging pedaging
3.10 menganalisis sistem konsinyasi 4.10 memasarkan produk usaha
usaha budidaya unggas pedaging budidaya unggas pedaging
dengan sistem konsinyasi

D. Pengolahan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami, menerapkan, 4. mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis dan mengevaluasi dan mencipta dalam ranah
pengetahuan faktual, konseptual, konkret dan ranah abstrak
prosedural, dan metakognitif terkait dengan pengembangan
berdasarkan rasa ingin tahunya dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, sekolah secara mandiri serta
teknologi, seni, budaya, dan bertindak secara efektif dan
humaniora dengan wawasan kreatif, dan mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai
kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah ilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami perencanaan usaha 4.1 menyusun perencanaan usaha
pengolahan makanan khas pengolahan makanan khas
daerah yang dimodifikasi dari daerah yang dimodifikasi dari
bahan pangan nabati dan hewani bahan pangan nabati dan
meliputi ide dan peluang usaha, hewani meliputi ide dan peluang
sumber daya, administrasi, dan usaha, sumber daya,
pemasaran administrasi, dan pemasaran

3.2 menganalisis sistem pengolahan 4.2 mengolah makanan khas


makanan khas daerah yang daerah yang dimodifikasi dari
dimodifikasi dari bahan pangan bahan pangan nabati dan
nabati dan hewani berdasarkan hewani berdasarkan daya
daya dukung yang dimiliki oleh dukung yang dimiliki oleh
daerah setempat daerah setempat
3.3 mengevaluasi kegiatan 4.3 menyusun rencana
usahapengolahan makanan khas pengembangan usaha
daerah yang dimodifikasi dari pengolahan makanan khas
bahan pangan nabati dan hewani daerah yang dimodifikasi dari
bahan pangan nabati dan
hewani

153
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.4 menganalisis media promosi 4.4 merancang media promosi
produk usaha pengolahan produk usaha pengolahan
makanan khas daerah yang makanan khas daerah yang
dimodifikasi dari bahan pangan dimodifikasi dari bahan pangan
nabati dan hewani nabati dan hewani
3.5 menganalisis sistem konsinyasi 4.5 memasarkan produk usaha
produk usaha pengolahan pengolahan makanan khas
makanan khas daerah yang daerah yang dimodifikasi dari
dimodifikasi dari bahan pangan bahan pangan nabati dan
nabati dan hewani hewani dengan sistem
konsinyasi
3.6 memahami perencanaan usaha 4.6 menyusun perencanaan usaha
pengolahan makanan fungsional pengolahan makanan
meliputi ide dan peluang usaha, fungsional meliputi ide dan
sumber daya, administrasi, dan peluang usaha, sumber daya,
pemasaran administrasi, dan pemasaran
3.7 menganalisis sistem pengolahan 4.7 mengolah/membuat makanan
makanan fungsional berdasarkan fungsional berdasarkan daya
daya dukung yang dimiliki oleh dukung yang dimiliki oleh
daerah setempat daerah setempat
3.8 mengevaluasi kegiatan usaha 4.8 menyusun rencana
pengolahan makanan fungsional pengembangan usaha
pengolahan makanan
fungsional
3.9 menganalisis media promosi 4.9 merancang media promosi
produk usaha pengolahan produk usaha pengolahan
makanan fungsional makanan fungsional
3.10 menganalisis sistem konsinyasi 4.10 memasarkan produk usaha
produk usaha pengolahan pengolahan makanan fungsional
makanan fungsional dengan sistem konsinyasi

154
2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada mata Pelajaran Pengetahuan
Alkitab Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).

Kelas X:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai}, santun, responsif,
dan pro-aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam, serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati kebesaran Allah 2.1. Memuliakan kebesaran Allah
dalam proses kanonisasi dengan meyakini dan
kesaksian iman para penulis menghormati Alkitab sebagai
Perjanjian Lama dan Perjanjian Firman Allah yang tercermin
Baru sehingga menjadi Alkitab dalam kehidupan pribadi, sosial,
dan lingkungan hidup yang lebih
luas
1.2. Menghayati dan mengamalkan 2.2. Mengamalkan hukum-hukum
kebesaran Allah dalam (kebenaran, keadilan, kasih, dan
mempelajari pokok-pokok isi kesetiaan) Allah, yang
kesaksian kitab- kitab disampaikan dalam Kitab-kitab
Pentateukh (Torah/Taurat) Pentateukh (Torah/Taurat),
dalam kehidupan pribadi, sosial,
dan lingkungan hidup yang lebih
luas
1.3. Menghayati dan mengamalkan 2.3. Mewujudnyatakan hikmat Allah
kebesaran Allah dalam (kebijaksanaan dan kebenaran
mempelajari pokok-pokok isi Allah, tanggung jawab dalam
kitab Ketuvim (Kitab-kitab tugas dan panggilan, serta
Sejarah, Kitab-kitab Hikmat dan kepedulian terhadap sesama)
Kitab-kitab Syair) sebagaimana diajarkan dalam
Ketuvim (Kitab-kitab Sejarah,
Kitab-kitab Hikmat dan Kitab-
kitab Syair), dalam kehidupan
pribadi, sosial, dan lingkungan
hidup yang lebih luas
1.4. Menghayati dan mengamalkan 2.4. Mewujudnyatakan firman Allah
kebesaran Allah dalam (ketaatan kepada Allah,
mempelajari pokok-pokok isi larangan, dan perintah Allah),
kitab Neviim (Nabi-nabi Besar yang diajarkan dalam Neviim
dan Nabi-nabi Kecil) (Nabi-nabi Besar dan Nabi-nabi
Kecil), dalam kehidupan pribadi,
sosial, dan lingkungan hidup
yang lebih luas

155
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami campur tangan Allah 4.1 Menganalisis secara kritis
dalam proses kanonisasi Alkitab, proses kanonisasi Alkitab, baik
baik PL maupun PB PL maupun PB
3.2 Memahami pokok-pokok isi 4.2 Menganalisis secara kritis
pengajaran yang terkandung dengan kaidah-kaidah
dalam kitab-kitab Pentateukh keilmuan pokok-pokok isi
(Torah/Taurat) pengajaran yang terkandung
dalam kitab-kitab Pentateukh
(Torah/Taurat)
3.3 Memahami pokok-pokok isi 4.3 Menganalisis secara kritis
pengajaran yang terkandung dengan kaidah-kaidah
dalam Kitab-kitab Ketuvim keilmuan pokok-pokok isi
(Sejarah, Hikmat, dan Syair) pengajaran yang terkandung
dalam Kitab-kitab Ketuvim
(Kitab-kitab Sejarah, Hikmat,
dan Syair)
3.4 Memahami pokok-pokok isi 4.4 Menganalisis secara kritis
pengajaran yang terkandung dengan kaidah-kaidah
dalam Kitab-kitab Neviim (Kitab- keilmuan pokok-pokok isi
kitab Para Nabi) pengajaran yang terkandung
dalam Kitab-kitab Neviim
(Kitab-kitab Para Nabi)

Kelas XI:

156
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai}, santun, responsif,
dan pro-aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam, serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati kasih Allah kepada 2.1. Mengamalkan kasih Allah,
umat-Nya dalam masa antara sebagaimana dinyatakan kepada
Perjanjian Lama dan Perjanjian umat-Nya dalam masa antara
Baru PerjanjianLama dan Baru, bagi
sesama yang kehilangan orientasi
keagamaan dan kehilangan
pengharapan, baik dalam
kehidupan pribadi, sosial,
maupun lingkungan hidup yang
lebih luas
1.2 Menghayati kasih Allah yang 2.2. Mengamalkan kasih, yang
dinyatakan dalam Kristus diajarkan dalam Injil-injil
sebagaimana disaksikan dalam Sinoptik, kepada Allah, sesama,
Injil-injil Sinoptik dan seluruh ciptaan, baik dalam
kehidupan pribadi, sosial,
maupun lingkungan hidup yang
lebih luas
1.3 Menghayati kasih Allah untuk 2.3. Mewujudnyatakan kasih Allah
seluruh isi dunia sebagaimana bagi seluruh ciptaan-Nya,
diajarkan dalam Injil Yohanes sebagaimana diberitakan dalam
dan surat-surat Yohanes Injil Yohanes dan surat-surat
Yohanes, dengan menghadirkan
damai sejahtera bagi sesama, baik
dalam kehidupan pribadi, sosial,
maupun lingkungan hidup yang
lebih luas
1.4 Menghayati karya Roh Kudus 2.4. 2.4 Mempersaksikan Kabar
dalam rangka perluasan Kabar Keselamatan, yang diberitakan
Keselamatan kepada semua dalam kitab Kisah Para Rasul,
bangsa, sebagaimana kepada semua makhluk melalui
disaksikan dalam kitab Kisah sikap hidup, perkataan, dan
Para Rasul perbuatan, baik dalam kehidupan
pribadi, sosial, maupun
lingkungan hidup yang lebih luas
1.5 Menghayati ajaran mengenai 2.5. Menerapkan pengajaran Paulus
pokok-pokok iman dan dalam surat –surat Proto Paulus
kebenaran (antara lain: (antara lain: Kristologi,

157
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
Kristologi, pembenaran, pembenaran, keselamatan,
keselamatan, pengucapan pengucapan syukur, etika,
syukur, etika, moralitas moralitas Kristen), baik dalam
Kristen) sebagaimana kehidupan pribadi, sosial,
dijabarkan dalam surat-surat maupun lingkungan hidup yang
Proto Paulus. lebih luas

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi, seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami orientasi kehidupan 4.1 Menganalisis orientasi
keagamaan umat Allah dalam kehidupan keagamaan umat
masa antara Perjanjian Lama Allah dalam masa antara
dan Perjanjian Baru Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru
3.2 Memahami penyataan kasih 4.2 Menyimpulkan pesan-pesan inti
Allah dalam Kristus yang Injil-injil Sinoptik tentang kasih
disaksikan dalam Injil-injil Allah dalam Kristus
Sinoptik
3.3 Memahami tujuan kasih Allah 4.3 Mendemonstrasikan kasih Allah
bagi seluruh ciptaan bagi seluruh ciptaan sesuai
sebagaimana disaksikan dalam pemberitaan Injil Yohanes dan
Injil Yohanes dan surat-surat surat-surat Yohanes
Yohanes
3.4 Memahami karya Roh Kudus 4.4 Mengidentifikasi karya Roh
dalam penyebarluasan Kabar Kudus dalam penyebarluasan
Keselamatan, sebagaimana kabar keselamatan yang
disaksikan dalam kitab Kisah diberitakan oleh kitab Kisah Para
Para Rasul Rasul

158
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.5 Memahami pokok-pokok iman 4.5 Menganalisis pokok-pokok iman
Kristen (antara lain: Kristen (antara lain:
keselamatan, Kristologi, keselamatan, Kristologi,
pembenaran, pengucapan pembenaran, pengucapan
syukur, etika, moralitas Kristen), syukur, etika, moralitas Kristen),
yang diberitakan dalam surat- yang diberitakan dalam surat-
surat Proto Paulus surat Proto Paulus

Kelas XII:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai, santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati ajaran mengenai 2.1. Menerapkan pengajaran Paulus
pokok-pokok iman dan dalam surat –surat Deutero
kebenaran (antara lain: Paulus kecuali surat-surat
Kristologi, pembenaran, Pastoral (antara lain: Kristologi,
keselamatan, pengucapan pembenaran, keselamatan,
syukur, etika, moralitas pengucapan syukur, etika,
Kristen) sebagaimana moralitas Kristen), baik dalam
dijabarkan dalam surat-surat kehidupan pribadi, sosial,
Deutero Paulus kecuali surat- maupun lingkungan hidup yang
surat Pastoral lebih luas
1.2. Menghayati pengajaran 2.2. Mewujudnyatakan tugas
tentang tugas panggilan dan panggilan dan karakter Kristen,
karakter Kristen, terutama terutama untuk pejabat-pejabat
untuk pejabat-pejabat gerejawi gerejawi, baik dalam kehidupan
sebagaimana diajarkan dalam pribadi, sosial, maupun
Surat-surat Pastoral lingkungan hidup yang lebih luas
1.3. Menghayati pengajaran 2.3. Mewujudnyatakan karakter
tentang karakter kehidupan kehidupan Kristen, baik dalam
Kristen sebagaimana diajarkan kehidupan pribadi, sosial,
dalam Surat-surat Am dan maupun lingkungan hidup yang
surat Ibrani lebih luas
1.4. Menghayati pesan-pesan Kitab 2.4. Menerapkan pesan-pesan Kitab
Wahyu yang diungkapkan Wahyu yang diungkapkan melalui
melalui simbol-simbol yang simbol-simbol apokaliptik, baik
apokaliptik dalam kehidupan pribadi, sosial,

159
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
maupun dalam lingkungan hidup
yang lebih luas

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyajikan dalam ranah konkret
faktual, konseptual prosedural dan ranah abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari (materi) yang
keingintahuannya, tentang dipelajarinya di sekolah secara
ilmu pengetahuan, teknolog,i mandiri, dan mampu
seni, budaya dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan
kemanusiaan, a, kenegaraan,
dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami pokok-pokok iman 4.1 Menalar pokok-pokok iman Kristen
Kristen (antara lain: (antara lain: keselamatan,
keselamatan, Kristologi, Kristologi, pembenaran,
pembenaran, pengucapan pengucapan syukur, etika,
syukur, etika, moralitas moralitas Kristen), yang diberitakan
Kristen), yang diberitakan dalam surat-surat Deutero Paulus
dalam surat-surat Deutero kecuali Surat-surat Pastoral
Paulus kecuali Surat-surat
Pastoral
3.2 Memahami pengajaran tentang 4.2 Menalar tugas panggilan dan
tugas panggilan dan karakter karakter Kristen, terutama untuk
Kristen, terutama untuk pejabat-pejabat gerejawi
pejabat-pejabat gerejawi sebagaimana diajarkan dalam
sebagaimana diajarkan dalam Surat-surat Pastoral
Surat-surat Pastoral
3.3 Memahami prinsip-prinsip 4.3 Menalar prinsip-prinsip kehidupan
kehidupan Kristen yang Kristen yang diajarkan dalam
diajarkan dalam Surat-surat Surat-surat Am dan Surat Ibrani
Am dan Surat Ibrani
3.4 Memahami pesan-pesan Kitab 4.4 Menalar pesan-pesan Kitab Wahyu
Wahyu yang diungkapkan yang diungkapkan melalui symbol-
melalui simbol-simbol simbol apokaliptik lebih luas
apokaliptik

160
9. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada mata Pelajaran Etika Kristen
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).

Kelas X:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia berdasarkan Alkitab dalam
kehidupan sehari-hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati perbedaan metode 2.1 Mengembangkan perilaku
pengambilan keputusan etis mengasihi sesama

1.2. Menghayati peran etika Kristen 2.2 Menunjukkan perilaku


dalam kehidupan orang menghargai perbedaan prinsip
percaya

1.3. Menghayati perbedaan dan 2.3 Menunjukkan perilaku berani


kesamaan etika umum dan dalam menuruti etika Kristen
etika Kristen

1.4. Mengamalkan Alkitab sebagai 2.4 Menunjukkan perilaku suka


sumber pengambilan membaca Alkitab
keputusan etis

1.5. Menghayati berkat Allah dalam 2.5 Menunjukkan perilaku


menghargai perbedaan prinsip bertanggung jawab dalam
yang ada pengambilan keputusan kasus
kontemporer

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang dipejarinya di sekolah secara
ilmu pengetahuan, teknologi mandiri, dan mampu
seni, budaya dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan Mengolah,
kemanusiaan, kebengsaan, menalar, dan menyaji dalam
kenegaraan, dan peradaban ranah konkret dan ranah abstrak,
terkait penyebab fenomena terkait dengan pengembangan
dan kejadian, serta dari yang dipejarinya di sekolah

161
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
menerapkan pengetahuan secara mandiri, dan mampu
prosedural pada bidang kajian menggunakan metoda sesuai
yang spesifik sesuai dengan kaidah keilmuan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Mengenali prinsip Allah yang 4.1 Membuat karya yang
mengasihi manusia sebagai menunjukkan contoh perilaku
landasan utama etika Kristen pribadi yang mengenal apa itu
kasih Allah
3.2 Memahami peran etika Kristen 4.2 4.2 Mengolah berbagai model
dalam kehidupan orang etika Kristen dalam contoh
percaya pengambilan keputusan orang
Kristen
3.3 Memahami perbedaan dan 4.3 Menalar kesamaan dan perbedaan
kesamaan etika umum dan etika umum dan etika Kristen
etika Kristen dalam pengambilan keputusan
kehidupan sehari-hari
3.4 Menerapkan Alkitab sebagai 4.4 Menalar kebenaran Allah dalam
sumber pengambilan contoh kasus-kasus etika agar
keputusan etis menjadi pribadi yang suka
membaca Alkitab
3.5 Menganalisis dan 4.5 Menyajikan skema prinsip
mengklasifikasi perbedaan pengambilan keputusan etis:
prinsip pengambilan teleologis, deontologis, dan
keputusan etis yang ada situasional dalam kasus
kontemporer

Kelas XII:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia berdasarkan Alkitab dalam
kehidupan sehari-hari

162
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1. Menghayati perbedaan 2.1 Menghargai berbagai metode
metode pengambilan dalam pengambilan keputusan
keputusan etis etis dalam contoh kasus

1.2. Mengamalkan prinsip Alkitab 2.2 Bersikap toleran terhadap


dalam metode pengambilan perbedaan prinsip pengambilan
keputusan etis keputusan-keputusan etis yang
ada dalam Alkitab
1.3. Menghayati prinsip Alkitab 2.3 Bersikap konsisten dan
dalam pengambilan bertanggung jawab dalam
keputusan tokoh Gereja Abad pengambilan keputusan
IV-XIX
1.4. Menghayati prinsip Alkitab 2.4 Bersikap kritis dalam
dalam pengambilan pengambilan keputusan
keputusan ahli etika berdasarkan teori etika abad XX
1.5. Mengamalkan etika Kristen 2.5 Menunjukkan perilaku proaktif
dalam isu aktual: integritas, dalam mencari dasar keputusan
kejujuran, menghormati etis dalam isu-isu aktual:
tubuh, seksualitas dan integritas, kejujuran,
disabilitas, menjaga ucapan, menghormati tubuh, seksualitas
kesetiaan terhadap Tuhan dan disabilitas, menjaga ucapan,
dan teman, perundungan kesetiaan terhadap Tuhan dan
teman, perundungan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan Mengolah,
kebengsaan, kenegaraan, dan menalar, dan menyaji dalam
peradaban terkait penyebab ranah konkret dan ranah abstrak,
fenomena dan kejadian, serta terkait dengan pengembangan
menerapkan pengetahuan dari yang dipejarinya di sekolah
prosedural pada bidang kajian secara mandiri, dan mampu
yang spesifik sesuai dengan menggunakan metoda sesuai
bakat dan minatnya untuk kaidah keilmuan
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis dan 4.1 Menyajikan skema prinsip
mengklasifikasi perbedaan pengambilan keputusan etis:
prinsip pengambilan tanggung jawab, keadilan, dan
keputusan etis yang ada kebajikan (virtue) dalam kasus
kontemporer

163
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.2 Memahami penerapan prinsip 4.2 Membuat proyek perbandingan
Alkitab dalam metode antara pengambilan keputusan-
pengambilan keputusan etis keputusan etis yang ada dalam
Alkitab
3.3 Menganalisis pengembangan 4.3 Mempresentasikan prinsip
prinsip Alkitab dalam pengambilan keputusan etis oleh
pengambilan keputusan etis para Tokoh Gereja abad IV-XIX
Tokoh Gereja abad IV-XIX
3.4 Menganalisis pengembangan 4.4 Mempresentasikan prinsip
prinsip pengambilan pengambilan keputusan etis oleh
keputusan etis ahli etika abad para ahli etika abad XX
XX
3.5 Menganalisis peran etika 4.5 Menyajikan debat terbuka melalui
Kristen dalam isu aktual: studi kasus isu aktual: integritas,
integritas, kejujuran, kejujuran, menghormati tubuh,
menghormati tubuh, seksualitas dan disabilitas,
seksualitas dan disabilitas, menjaga ucapan, kesetiaan
menjaga ucapan, kesetiaan terhadap Tuhan dan teman,
terhadap Tuhan dan teman, perundungan
perundungan

Kelas XII:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia berdasarkan Alkitab dalam
kehidupan sehari-hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Mengamalkan etika Kristen 2.1. Menunjukkan perilaku proaktif
dalam isu aktual: IPTEK, dalam mencari dasar keputusan
penggunaan medsos, pacaran, etis dalam isu-isu aktual: IPTEK,
pornografi, penggunaan penggunaan medsos, pacaran,
narkoba, lingkungan hidup, pornografi, penggunaan narkoba,
perbedaan budaya, lingkungan hidup, perbedaan
penggunaan tato, gossip, budaya, penggunaan tato, gossip,
kekerasan terhadap teman, kekerasan terhadap teman,
games online games online

164
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis peran etika Kristen 4.1 Menyajikan debat terbuka
dalam isu aktual: IPTEK, melalui studi kasus isu aktual:
penggunaan medsos, pacaran, IPTEK, penggunaan medsos,
pornografi, penggunaan pacaran, pornografi,
narkoba, lingkungan hidup, penggunaan narkoba,
perbedaan budaya, penggunaan lingkungan hidup, perbedaan
tato, gossip, kekerasan terhadap budaya, penggunaan tato,
teman, games online gossip, kekerasan terhadap
teman, games online

165
10. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada mata Pelajaran Sejarah
Gereja Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).

Kelas X:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati kebesaran Allah 2.1. Mengembangkan solidaritas,
dalam sejarah lahirnya gereja kepedulian, kerelaan melalui
mula-mula. keteladanan jemaat mula-mula.
1.2. Menghayati rencana Allah 2.2. Berperilaku setia, berani dan
memanggil para tokoh gereja bertanggung-jawab sebagaimana
mula-mula teladan para tokoh gereja mula-
mula
1.3. Menghayati penyertaan Allah 2.3. Mengembangkan perilaku kritis,
bagi gereja sesuai konteks terbuka dan toleran
zamannya
1.4. Menghayati penyertaan Allah 2.4. Berperilaku teguh pada ajaran
bagi gereja dalam memahami yang benar, toleran terhadap
Pribadi-Nya perbedaan serta memelihara
keutuhan
1.5. Menghayati pemeliharaan 2.5. Mengembangkan sikap rukun dan
Allah atas upaya gereja memelihara keutuhan
mewujudkan keesaan
1.6. Menghayati anugerah dan 2.6. Berperilaku rendah hati dalam
kedaulatan Allah kehidupan kristiani sehari-hari

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan

166
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis kehidupan gereja 4.1 Melakukan kajian tentang
mula-mula dalam kehidupan gereja mula-mula
perjumpaannya dengan dari kitab Kisah Para Rasul
konteks.
3.2 Memahami panggilan Allah 4.2 Melakukan kajian terhadap
atas para tokoh dalam gereja biografi para tokoh gereja mula-
mula-mula mula, misalnya: Para rasul,
Ignatius, dan Origenes
3.3 Menganalisis hubungan timbal 4.3 Mengkritisi kebijakan
balik antara gereja dan pemerintah terhadap
pemerintah pertumbuhan gereja atau
sebaliknya
3.4 Memahami konsep Trinitas 4.4 Menyajikan pokok-pokok
dan Tabiat Kristus dalam perdebatan tentang Trinitas dan
konsili gereja mula-mula Tabiat Kristus dalam konsili
gereja mula-mula
3.5 Menganalisis dampak 4.5 Menyajikan gereja-gereja sebagai
perpecahan dalam gereja mula- dampak dari perpecahan dalam
mula gereja mula-mula, misalnya
munculnya gereja Yakobit dan
Nestorian
3.6 Menganalisis teologi 4.6 Menyajikan pemikiran
Augustinus Augustinus beserta dampaknya

Kelas XI:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

167
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 Menghayati panggilan Allah 2.1 Mengembangkan sikap berani dan
untuk mewartakan Injil kreatif
1.2 Menghayati penyertaan Allah 2.2 Mengembangkan sikap kritis
dalam Gereja Abad berdasarkan kehidupan Gereja
Pertengahan pada Abad Pertengahan
1.3 Menghayati Reformasi Gereja 2.3 Mengembangkan sikap terbuka
sebagai bagian dari rencana terhadap perubahan
Allah
1.4 Menghayati karya Martin
2.4 Mengembangkan sikap berani
Luther sebagai bagian dari mengungkapkan dan
rencana Allah mempertanggung-jawabkan
pendapat
1.5 Menghayati karya Yohanes 2.5 Mengembangkan sikap disiplin
Calvin sebagai bagian dari dalam kehidupan kristiani
rencana Allah
1.6 Menghayati Pekabaran Injil 2.6 Mengembangkan sikap sedia dan
sebagai wujud pelaksanaan rela berkorban dalam
amanat agung Kristus mengabarkan Injil
1.7 Menghayati penyertaan Allah 2.7 Mengembangkan sikap peduli dan
dalam Pekabaran Injil tanggung-jawab dalam
mengabarkan Injil secara holistik

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang dipejarinya
keingintahuannya, tentang ilmu di sekolah secara mandiri, dan
pengetahuan, teknologi seni, mampu menggunakan metoda
budaya dan humaniora dengan sesuai kaidah keilmuan
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis Pekabaran Injil di 4.1 Menyajikan berbagai metode
Eropa pada permulaan Abad Pekabaran Injil dan dampaknya
Pertengahan bagi perkembangan kekristenan
3.2 Memahami perkembangan 4.2 Menyajikan grafik pertumbuhan
Gereja pada Abad Pertengahan gereja Abad Pertengahan
3.3 Menganalisis latar-belakang 4.3 Menyajikan faktor-faktor
Reformasi Gereja pada Abad pendukung, dampak dan manfaat
XVI Reformasi Gereja.

168
3.4 Menganalisis karya dan 4.4 Menyajikan prinsip-prinsip dasar
kontribusi Martin Luther teologi Martin Luther
dalam Reformasi Gereja
3.5 Menganalisis karya dan 4.5 Menyajikan prinsip-prinsip dasar
kontribusi Yohanes Calvin teologi Yohanes Calvin, khususnya
dalam perkembangan pembaruan moral
Reformasi Gereja
3.6 Menganalisis perkembangan 4.6 Menyajikan ciri-ciri gereja pada
gereja pada masa Pencerahan masa Pencerahan dan Pietisme
dan Pietisme
3.7 Menganalisis motivasi dan 4.7 Menyajikan faktor pendorong dan
semangat Pekabaran Injil di metode Pekabaran Injil di Indonesia
Indonesia oleh Portugis, Belanda dan badan
Zending

Kelas XII:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati keesaan gereja 2.1 Mengembangkan sikap menghargai
sebagai tubuh Kristus kepelbagaian dalam lingkup gereja
dan masyarakat
1.2. Menghayati Gerakan 2.2 Mengembangkan semangat
Oikumene sebagai kehendak Gerakan Oikumene
Allah
1.3. Menghayati panggilan Allah 2.3 Mengembangkan kepedulian sosial
bagi gereja di tengah dunia sebagai wujud keesaan Gereja

1.4. Menghayati pembentukan 2.4 Mengembangkan kebersamaan


DGD sebagai wujud ketaatan dalam menghadapi tantangan
pada perintah Allah gereja di dunia
1.5. Menghayati kemitraan Allah 2.5 Mengembangkan sikap peduli dan
dan manusia dalam responsif terhadap persoalan yang
memelihara gereja Tuhan dihadapi gereja
1.6. Menghayati kemitraan Allah 2.6 Mengembangkan sikap peduli dan
dan manusia dalam responsif terhadap persoalan yang
memelihara keutuhan ciptaan dihadapi gereja
1.7. Menghayati kemitraan Allah 2.7 Mengembangkan sikap peduli,
dan manusia dalam terbuka dan responsif terhadap
memelihara keberagaman persoalan yang dihadapi gereja

169
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang dipejarinya di sekolah secara
ilmu pengetahuan, teknogi mandiri, dan mampu
seni, budaya dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan
kemanusiaan, kebengsaan,
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis hakikat Gerakan 4.1 Menyajikan prinsip-prinsip
Oikumene Oikumene sesuai doa Tuhan
Yesus dalam Injil Yohanes
3.2 Menganalisis latar belakang 4.2 Menyajikan faktor-faktor yang
Gerakan Oikumene mendorong Gerakan Oikumene
3.3 Menganalisis gerakan-gerakan 4.3 Menyajikan tiga gerakan utama
Oikumene pasca Edinburgh dalam membentuk keesaan gereja
3.4 Menganalisis pembentukan 4.4 Menyajikan gagasan tentang
dan pergumulan Dewan Gereja upaya yang harus dilakukan
Dunia (DGD) gereja dalam menciptakan
keesaan
3.5 Menganalisis tantangan- 4.5 Menyajikan beragam tantangan
tantangan internal gereja di internal yang dihadapi gereja
Indonesia masa kini
3.6 Menganalisis tantangan- 4.6 Menyajikan beragam tantangan
tantangan eksternal gereja di eksternal yang dihadapi gereja
Indonesia: kemiskinan dan masa kini
korupsi
3.7 Menganalisis peran gereja 4.7 Menyajikan fakta-fakta
dalam masyarakat yang kemajemukan masyarakat
majemuk Indonesia

170
11. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada mata Pelajaran Dogmatika
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).
Kelas X:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia berdasarkan Alkitab dalam
kehidupan sehari-hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Mengenali peran dogma 2.1 mengembangkan perilaku
dalam ajaran gereja sebagai sebagai pribadi yang mengenal
pembentuk kehidupan orang dan menghargai pentingnya
percaya belajar dogma sebagai wujud
kedewasaan
1.2. Mengakui perbedaan dan 2.2 bersedia menerima perbedaan
kesamaan dalam dogma ajaran sambil mencari inti dari
beberapa gereja dogma sebagai pegangan dalam
hidupnya
1.3. Mengakui Alkitab sebagai 2.3 merespons kebenaran Allah
Firman Allah dan dasar dalam Alkitab dan menjadi
ajaran gereja pribadi yang suka membaca
Alkitab
1.4. Menghayati kebesaran Allah 2.4 merespons keberadaan Allah
dalam karya penciptaan-Nya sebagai pencipta dan relasi
manusia dengan alam
1.5. Mensyukuri berkat Allah 2.5 merespons makna penciptaan
dalam memberi kehidupan manusia oleh Allah dalam
kepada manusia penerimaannya terhadap relasi
manusia dengan sesama.
1.6. Menyadari bahwa manusia 2.6 bersedia mengakui bahwa
adalah makhluk yang manusia adalah makhluk yang
berdosa berdosa
1.7. Menghayati karya-karya 2.7 meneladani tindakan kepatuhan
penyelamatan Allah dalam kepada Allah dalam hidup
Perjanjian Lama sehari-hari berdasarkan kisah-
kisah Perjanjian Lama

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang

171
keingintahuannya, tentang dipelajarinya di sekolah secara
ilmu pengetahuan, teknologi mandiri, dan mampu
seni, budaya dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan Mengolah,
kemanusiaan, kebangsaan, menalar, dan menyaji dalam ranah
kenegaraan, dan peradaban konkret dan ranah abstrak, terkait
terkait penyebab fenomena dan dengan pengembangan dari yang
kejadian, serta menerapkan dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan prosedural pada mandiri, dan mampu
bidang kajian yang spesifik menggunakan metoda sesuai
sesuai dengan bakat dan kaidah keilmuan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 mengenali peran dogma dalam 4.1 membuat karya yang
ajaran gereja sebagai menunjukkan perilaku sebagai
pembentuk kehidupan orang pribadi yang mengenal dan
percaya menghargai pentingnya belajar
dogma sebagai wujud kedewasaan
3.2 memahami perbedaan dan 4.2 mengolah perbedaan ajaran
kesamaan dalam dogma sambil mencari inti dari dogma
beberapa gereja sebagai pegangan dalam hidupnya
3.3 menerapkan Alkitab sebagai 4.3 menerapkan kebenaran Allah
kesaksian dan Firman Allah dalam Alkitab dan menjadi pribadi
dalam ajaran gereja yang suka membaca Alkitab
3.4 memahami kebesaran Allah 4.4 membuat proyek yang
dalam karya penciptaan-Nya menunjukkan Allah sebagai
pencipta alam semesta
3.5 memahami kuasa Allah yang 4.5 membuat proyek yang
memberi kehidupan kepada menunjukkan Allah sebagai
manusia pencipta keberagaman manusia
3.6 memahami keberadaan 4.6 menyajikan contoh sikap manusia
manusia yang berdosa sebagai makhluk berdosa
3.7 menganalisis karya-karya 4.7 membuat skema waktu dan bagan
penyelamatan Allah dalam mengenai karya-karya
Perjanjian Lama penyelamatan Allah berdasarkan
kisah-kisah Perjanjian Lama

Kelas XI:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif,
dan pro aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia berdasarkan

172
Alkitab dalam kehidupan sehari-
hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. menghayati keberadaan Allah 2.1 mengamalkan keberadaan Allah
Tritunggal terhadap Tritunggal terhadap sesama dan
kehidupan manusia lingkungan dalam kehidupan
manusia
1.2. mengakui doktrin Allah 2.2 merespons doktrin Allah
Tritunggal dalam kehidupan Tritunggal dalam sikap terhadap
orang-orang percaya sesama dan lingkungan dalam
kehidupan orang-orang percaya

1.3. menghayati nubuat dan 2.3 menjadikan peristiwa kelahiran


peristiwa kelahiran Kristus Kristus sebagai pedoman dalam
menghargai berbagai status
sosial
1.4. menghayati peristiwa 2.4 menjadikan nilai-nilai kristiani
pelayanan Kristus dalam pelayanan Kristus sebagai
petunjuk untuk menghadapi
kehidupan masa kini
1.5. menghayati peristiwa 2.5 bersikap kritis dalam menyikapi
kematian Kristus di kayu berbagai pandangan mengenai
salib kematian Kristus di masa kini
1.6. mengakui peristiwa 2.6 mewujudkan nilai-nilai
kebangkitan Kristus sebagai kehidupan sebagai orang yang
tanda kemenangan atas telah diberi kemenangan atas
kuasa maut maut dalam menjalani hidup
sehari-hari
1.7. menghayati peristiwa 2.7 mengembangkan perilaku
kenaikan Kristus sebagai tanggung jawab sebagai wujud
tanda pengutusan para pengutusan para murid di masa
murid kini
1.8. menghayati doktrin 2.8 mengamalkan tanda-tanda
keselamatan dalam Kristus orang yang sudah diselamatkan
dalam kehidupan sekarang

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang dipelajarinya di sekolah secara
ilmu pengetahuan, teknologi mandiri, dan mampu
seni, budaya dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan Mengolah,
kemanusiaan, kebangsaan, menalar, dan menyaji dalam
kenegaraan, dan peradaban ranah konkret dan ranah abstrak,
terkait penyebab fenomena terkait dengan pengembangan
dan kejadian, serta dari yang dipelajarinya di sekolah
menerapkan pengetahuan secara mandiri, dan mampu

173
prosedural pada bidang kajian menggunakan metoda sesuai
yang spesifik sesuai dengan kaidah keilmuan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 memahami keberadaan Allah 4.1 bersaksi mengenai keberadaan
Tritunggal terhadap Allah Tritunggal terhadap sesama
kehidupan manusia dan lingkungan dalam kehidupan
manusia
3.2 menganalisis doktrin Allah 4.2 membuat karya yang berhubungan
Tritunggal dalam kehidupan dengan sikap terhadap sesama dan
orang-orang percaya lingkungan dalam kehidupan orang-
orang percaya
3.3 memahami nubuat dan 4.3 mempresentasikan contoh karya
peritiwa kelahiran Kristus yang menunjukkan sikap
menghargai berbagai status sosial
3.4 menilai peristiwa pelayanan 4.4 membuat proyek yang memperli-
Kristus hatkan nilai-nilai kristiani dalam
pelayanan Kristus sebagai petunjuk
untuk menghadapi kehidupan masa
kini
3.5 memahami peristiwa kematian 4.5 mendramakan/memvisualisasikan
Kristus di kayu salib peristiwa kematian Kristus di masa
kini
3.6 memahami peristiwa 4.6 membuat karya yang menunjukkan
kebangkitan Kristus sebagai nilai-nilai kehidupan sebagai orang
tanda kemenangan atas kuasa yang telah diberi kemenangan atas
maut maut dalam menjalani hidup sehari-
hari
3.7 menganalisis peristiwa 4.7 membuat proyek yang
kenaikan Kristus sebagai menunjukkan perilaku tanggung
tanda pengutusan para murid jawab sebagai wujud pengutusan
para murid di masa kini
3.8 menganalisis doktrin 4.8 bersaksi sebagai tanda-tanda orang
keselamatan dalam Kristus yang sudah diselamatkan dalam
kehidupan sekarang

Kelas XII:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif,
dan pro aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam

174
pergaulan dunia berdasarkan
Alkitab dalam kehidupan sehari-
hari

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang dipelajarinya di sekolah secara
ilmu pengetahuan, teknologi mandiri, dan mampu
seni, budaya dan humaniora menggunakan metoda sesuai
dengan wawasan kaidah keilmuan Mengolah,
kemanusiaan, kebangsaan, menalar, dan menyaji dalam
kenegaraan, dan peradaban ranah konkret dan ranah abstrak,
terkait penyebab fenomena terkait dengan pengembangan
dan kejadian, serta dari yang dipelajarinya di sekolah
menerapkan pengetahuan secara mandiri, dan mampu
prosedural pada bidang kajian menggunakan metoda sesuai
yang spesifik sesuai dengan kaidah keilmuan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

12. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada mata Pelajaran


Hermeneutika Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).

Kelas X:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan
proaktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati pewahyuan 2.1 Terbuka terhadap perbedaan
organik firman Allah sudut pandang dalam memahami
firman Allah yang diwahyukan
secara organik
1.2 Mencermati sejarah 2.2 Melakukan evaluasi terhadap
(perkembangan dinamis) model-model penafsiran teks-teks
model-model penafsiran teks- Alkitab
teks Alkitab
1.3 Mengamalkan hasil penafsiran 2.3 Disiplin menggunakan prinsip-
teks-teks Alkitab berdasarkan prinsip hermeneutika dalam
prinsip-prinsip hermeneutika menafsirkan teks-teks Alkitab

175
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.4 Menghayati firman Allah 2.4 Proaktif menjawab berbagai
melalui penafsiran untuk persoalan yang dihadapi oleh
menjawab persoalan-persoalan gereja dan umat manusia
gereja dan umat manusia

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyajikan dalam ranah konkret
faktual, konseptual prosedural dan ranah abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari materi yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu menggunakan
budaya dan humaniora dengan metoda sesuai kaidah keilmuan
wawasan kemanusiaan,
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami Alkitab sebagai 4.1 Menyebutkan arti “pewahyuan
pewahyuan organik firman organik”
Allah
3.2 Memahami sejarah 4.2 Menyajikan sejarah
perkembangan hermeneutika perkembangan hermeneutika
dalam menafsirkan teks-teks dalam menafsirkan teks-teks
Alkitab Alkitabiah
3.3 Memahami prinsip-prinsip 4.3 Mengolah berbagai metode
dasar hermeneutika dalam hermeneutika Alkitabiah untuk
menafsirkan teks-teks Alkitab menjawab persoalan-persoalan
yang dihadapi gereja dan umat
manusia
3.4 Memahami berbagai metode 4.4 Menggunakan prinsip-prinsip
hermeneutika Alkitabiah dasar hermeneutika dalam
untuk menjawab persoalan- menafsirkan teks-teks Alkitab
persoalan yang dihadapi gereja
dan umat manusia

Kelas XI:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)

176
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawb, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati teks-teks Alkitab 2.1 Bersikap responsif terhadap
sebagai tenunan firman Allah kajian hermeneutis atas teks-teks
dalam konteksnya Alkitab sebagai firman Allah
dalam konteksnya
1.2 Menghayati posisi penafsir 2.2 Mencermati posisi penafsir Alkitab
Alkitab (meliputi: kedudukan, (meli-puti: kedudukan, tugas, dan
tugas dan syarat-syarat syarat-syarat penafsir) dalam
penafsir) dalam konteks masa konteks masa kininya (kondisi
kininya (kondisi dan situasi dan situasi yang melingkupi, alam
yang melingkupi, alam berpikir, serta cara pandang
berpikir, serta cara pandang tentang dunia)
tentang dunia)
1.3 Menghayati kesusastraan 2.3 Mencermati kesusastraan (gaya,
(gaya, bentuk, dan makna) bentuk, dan makna) yang
yang dipergunakan dalam dipergunakan dalam teks-teks
teks-teks Alkitab dan beberapa Alkitab dan beberapa
metode/pendekatan metode/pendekatan hermeneutik
hermeneutik atasnya atasnya
1.4 Menghayati hermeneutika atas 2.4 Mencermati hermeneutika atas
berbagai bentuk teks Alkitab berbagai bentuk teks Alkitab
(sejarah, narasi, hymne dan (sejarah, narasi, hymne dan syair,
syair, serta paraenesis) serta paraenesis)

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan

177
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis konteks teks-teks 4.1 Memaparkan jalinan kontekstual
Alkitab sebagai penyataan teks-teks Alkitab sebagai
firman Allah penyataan firman Allah
3.2 Menganalisis posisi penafsir 4.2 Memaparkan posisi penafsir
Alkitab (meliputi: kedudukan, Alkitab (meliputi: kedudukan,
tugas dan syarat-syarat tugas dan syarat-syarat penafsir)
penafsir) dalam konteks masa dalam berbagai konteks masa
kininya (kondisi dan situasi kininya (kondisi dan situasi yang
yang melingkupi, alam melingkupi, alam berpikir, serta
berpikir, serta cara pandang cara pandang tentang dunia)
tentang dunia)
3.3 Menganalisis kesusastraan 4.3 Memaparkan gaya, bentuk, dan
untuk menemukan gaya, makna kesusastraan teks-teks
bentuk, dan makna teks-teks Alkitab dan beberapa
Alkitab dan beberapa metode/pendekatan hermeneutik
metode/pendekatan atasnya
hermeneutis atasnya
3.4 Menguasai prinsip-prinsip 4.4 Menyajikan penafsiran atas
hermeneutika atas berbagai berbagai bentuk teks Alkitab
bentuk teks Alkitab (sejarah, (sejarah, narasi, hymne dan syair,
narasi, hymne dan syair, serta serta paraenesis)
paraenesis)

Kelas XII:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan
proaktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati hermeneutika atas 2.1 Mencermati prinsip-prinsip
beberapa bentuk khusus teks hermeneutik atas beberapa
Alkitab (perumpamaan, sastra bentuk khusus teks Alkitab
hikmat, dan apokalypsis) (perumpamaan, sastra hikmat,
dan apokalypsis)
1.2 Menghayati kebenaran Allah 2.2 Mencermati kebenaran Allah
melalui model-model melalui model-model pendekatan
pendekatan hermeneutis atas hermeneutis atas teks-teks
teks-teks Alkitab, baik yang Alkitab, baik yang berpusat pada

178
berpusat pada teks (text teks (text centered), pada penulis
centered), pada penulis (author (author centered), maupun pada
centered), maupun pada pembaca/penafsir (reader
pembaca/penafsir (reader centered)
centered)
1.3 Menghayati firman Allah dalam 2.3 Merespons firman Allah sesuai
teks-teks Alkitab melalui teks-teks Alkitab melalui
pendekatan hermeneutis pendekatan hermeneutis
komprehensif komprehensif, dalam sikap hidup
dan perilaku sehari-hari, baik
dalam kehidupan pribadi, sosial,
maupun lingkungan hidup yang
lebih luas
1.4 Menghayati kehendak Allah 2.4 Melaksanakan kehendak Allah
yang terkandung dalam teks- yang terkandung dalam teks-teks
teks Alkitab yang ditafsirkan Alkitab yang ditafsirkan secara
secara analitis-eksegetis- analitis-eksegetis-kontekstual,
kontekstual baik dalam kehidupan pribadi,
sosial, maupun lingkungan hidup
yang lebih luas

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami prinsip-prinsip 4.1 Menerapkan prinsip-prinsip
hermeneutik atas beberapa hermeneutik atas beberapa
bentuk khusus teks Alkitab bentuk khusus teks Alkitab
(perumpamaan, sastra hikmat, (perumpamaan, sastra hikmat,
dan apokalypsis) dan apokalypsis)
3.2 Memahami perbedaan penafsiran 4.2 Menyajikan kelebihan dan
atas teks-teks Alkitab, yang kelemahan ketiga model
berpusat pada teks (text penafsiran (text centered, author
centered), berpusat pada penulis centered, dan reader centered)
(author centered), dan berpusat atas teks-teks Alkitab
pada pembaca/penafsir (reader
centered)

179
3.3 Memahami secara benar firman 4.3 Menyajikan hasil kajian atas teks-
Allah dalam teks-teks Alkitab teks Alkitab melalui pendekatan
melalui pendekatan hermeneutis hermeneutis komprehensif
komprehensif
3.4 Memahami prinsip-prinsip 4.4 Menyajikan hasil tafsiran analitis-
penafsiran analitis-eksegetis- eksegetis-kontekstual atas teks-
kontekstual atas teks-teks teks Alkitab
Alkitab

13. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada mata Pelajaran Misiologi
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).
Kelas X:

KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai}, santun, responsif, dan pro-
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati kehendak Allah 2.1 Mengamalkan kehendak Allah
dalam mencermati hakekat dalam mencermati hakekat
konsep misiologi konsep misiologi
1.2. Menghayati kasih Allah 2.2 Mengamalkan kasih Allah dalam
dalam merefleksikan misi merefleksi misi Allah dalam
Allah dari dalam Alkitab Alkitab
1.3. Menghayati kasih Allah 2.3 Mengamalkan kasih Allah dalam
dalam merefleksi misi dalam merefleksi misi dalam
perjalanan gereja perjalanan gereja
1.4. Menghayati misi sebagai 2.4 Mengamalkan misi sebagai
tugas perutusan tugas perutusan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta

180
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami hakekat konsep 4.1 Menalar hakekat konsep
misiologi berdasarkan firman misiologi berdasarkan firman
Allah Allah
3.2 Memahami misi (Allah) 4.2 Menyajikan hasil kajiannya
berdasarkan Alkitab tentang misi (Allah) berdasarkan
Alkitab
3.3 Memahami hal-hal yang berkaitan 4.3 Menyajikan hasil kajiannya
dengan misi dalam perjalanan tentang hal-hal yang berbicara
sejarah gereja tentang misi dalam perjalanan
sejarah gereja
3.4 Memahami misi sebagai tugas 4.4 Menyajikan hasil kajian tentang
perutusan hal-hal yang berkaitan dengan
misi sebagai tugas perutusan

Kelas XI:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai}, santun,
181esponsive, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

1.1 Menghayati kasih Allah dalam 2.1 Mengamalkan kasih Allah dalam
refleksi kebutuhan dunia dalam merefleksi kebutuhan dunia
kaitanya dengan misi atau dalam kaitannya dengan misi atau
pemberitaan injil pemberitaan injil
1.2 Menghayati kemurahan Allah 2.2 Mengamalkan kemurahan Allah
dalam merefleksi pendekatan dalam refleksi pendekatan misi
misi yang kontekstual yang konteksual
1.3 Menghayati pergumulan Misi 2.3 Menunjukan sikap saling
Ekumenis menghormati sebagai wujud
implikasi Misi Ekumenis
1.4 Menghayati paradigma baru misi 2.4 Mengamalkan misi Amanat Agung
Amanat Agung dalam bingkai paradigma baru

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4

181
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
182rocedu, konseptual abstrak, terkait dengan
182rocedural berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisa kebutuhan dunia 4.1 Menyajikan hasil kajian
dalam kaitanya misi atau kebutuhan dunia dalam kaitanya
pemberitaan injil dengan misi atau pemberitaan
injil
3.2 Mengaplikasikan pendekatan misi 4.2 Menyajikan pendekatan misi yang
secara kontekstual kontekstual
3.3 Memahami sejarah Misi 4.3 Menceritakan kembali sejarah
Ekumenis Misi Ekumenis
3.4 Menganlisis paradigma baru 4.4 Menyajikan paradigma baru
makna dan orientasi misi Amanat makna dan orientasi misi Amanat
Agung Agung

Kelas XII:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai}, santun
responsive, dan pro aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

182
1.1. Menghayati kehendak Allah 2.1. Mengamalkan kehendak Allah
dalam merefleksi orientasi misi dalam merefleksi orientasi misi di
di Indonesia Indonesia
1.2. Menghayati hikmat tuhan dalam 2.2. Mengamalkan hikmat Tuhan
merefleksi perencanaan strategis dalam merefleksi perencanaan
pelaksanaan misi di Indonesia strategis pelaksaan misi di
Indonesia
1.3. Menghayati perjuangan misi 2.3. Mengamalkan perjuangan misi
kingdom dalam dunia market kingdom dalam dunia market
place place
1.4. Menghayati model-model 2.4. Mengamalkan model-model
modernism misi pasca kolonial modernism misi pasca kolonial
imperialisme imperialsme
1.5. Menghayati misi penyelamatan 2.5. Mengamalkan misi penyelamatan
Allah lewat injil Allah lewat injil
1.6. Menghayati peran gereja bagi 2.6. Mengamalkan peran gereja bagi
negara dan masyarakat negara dan masyarakat

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
183rocedu, konseptual abstrak, terkait dengan
183rocedural berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
183rocedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1. Menganalisis hal-hal yang 4.1. Menyajikan hasil kajian tentang
berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan
pelaksanaan misi di pelaksanaan misi di Indonesia
Indonesia
3.2. Menganilisis rencana 4.2. Menyajikan hasil-hasil kajian
pelaksanaan misi di tentang rencana pelaksanaan
Indonesia misi di Indonesia
3.3. Menganlisis konsep misi 4.3. menyajikan konsep misi
kingdom dalam market place kingdom dalam dunia market
place
3.4. Menganalisis model-model 4.4. Menyajikan model-model
modernism misi pasca modernism misi pasca kolonial
kolonial imperialisme imperialisme

183
3.5. Menganalisis misi 4.5. Menyajikan misi penyelamatan
penyelamatan Allah lewat injil Allah lewat injil
3.6. Menganalisis peran gereja 4.6. Menyajikan peran gereja bagi
bagi negara dan masyarakat negara dan masyarakat

14. Kompetensi Inti (KI) Dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Etika
Kristen Pada SMTK
Kelas: X
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)

1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,


ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia berdasarkan Alkitab dalam
kehidupan sehari-hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati perbedaan metode 2.1 Mengembangkan perilaku
pengambilan keputusan etis mengasihi sesama
1.2. Menghayati peran etika Kristen 2.2 Menunjukkan perilaku
dalam kehidupan orang percaya menghargai perbedaan prinsip
1.3. Menghayati perbedaan dan 2.3 Menunjukkan perilaku berani
kesamaan etika umum dan etika dalam menuruti etika Kristen
Kristen
1.4. Mengamalkan Alkitab sebagai 2.4 Menunjukkan perilaku suka
sumber pengambilan keputusan membaca Alkitab
etis
1.5. Menghayati berkat Allah dalam 2.5 Menunjukkan perilaku
menghargai perbedaan prinsip bertanggung jawab dalam
yang ada pengambilan keputusan kasus
kontemporer

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan Mengolah,
kebengsaan, kenegaraan, dan menalar, dan menyaji dalam

184
peradaban terkait penyebab ranah konkret dan ranah abstrak,
fenomena dan kejadian, serta terkait dengan pengembangan
menerapkan pengetahuan dari yang dipejarinya di sekolah
prosedural pada bidang kajian secara mandiri, dan mampu
yang spesifik sesuai dengan menggunakan metoda sesuai
bakat dan minatnya untuk kaidah keilmuan
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1. Mengenali prinsip Allah yang 4.1. Membuat karya yang
mengasihi manusia sebagai menunjukkan contoh perilaku
landasan utama etika Kristen pribadi yang mengenal apa itu
kasih Allah
3.2. Memahami peran etika Kristen 4.2. Mengolah berbagai model etika
dalam kehidupan orang percaya Kristen dalam contoh
pengambilan keputusan orang
Kristen
3.3. Memahami perbedaan dan 4.3. Menalar kesamaan dan perbedaan
kesamaan etika umum dan etika etika umum dan etika Kristen
Kristen dalam pengambilan keputusan
kehidupan sehari-hari
3.4. Menerapkan Alkitab sebagai 4.4. Menalar kebenaran Allah dalam
sumber pengambilan keputusan contoh kasus-kasus etika agar
etis menjadi pribadi yang suka
membaca Alkitab
3.5. Menganalisis dan 4.5. Menyajikan skema prinsip
mengklasifikasi perbedaan pengambilan keputusan etis:
prinsip pengambilan keputusan teleologis, deontologis, dan
etis yang ada situasional dalam kasus
kontemporer

Kelas : XI
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro
aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia berdasarkan Alkitab dalam
kehidupan sehari-hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati perbedaan metode 2.1 Menghargai berbagai metode
pengambilan keputusan etis dalam pengambilan keputusan
etis dalam contoh kasus

185
1.2 Mengamalkan prinsip Alkitab 2.2 Bersikap toleran terhadap
dalam metode pengambilan perbedaan prinsip pengambilan
keputusan etis keputusan-keputusan etis yang
ada dalam Alkitab
1.3 Menghayati prinsip Alkitab dalam 2.3 Bersikap konsisten dan
pengambilan keputusan tokoh bertanggung jawab dalam
Gereja Abad IV-XIX pengambilan keputusan
1.4 Menghayati prinsip Alkitab dalam 2.4 Bersikap kritis dalam
pengambilan keputusan ahli etika pengambilan keputusan
berdasarkan teori etika abad XX
1.5 Mengamalkan etika Kristen dalam 2.5 Menunjukkan perilaku proaktif
isu aktual: integritas, kejujuran, dalam mencari dasar keputusan
menghormati tubuh, seksualitas etis dalam isu-isu aktual:
dan disabilitas, menjaga ucapan, integritas, kejujuran,
kesetiaan terhadap Tuhan dan menghormati tubuh, seksualitas
teman, perundungan dan disabilitas, menjaga ucapan,
kesetiaan terhadap Tuhan dan
teman, perundungan

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, budaya mandiri, dan mampu
dan humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebengsaan, kaidah keilmuan Mengolah,
kenegaraan, dan peradaban terkait menalar, dan menyaji dalam
penyebab fenomena dan kejadian, ranah konkret dan ranah
serta menerapkan pengetahuan abstrak, terkait dengan
prosedural pada bidang kajian pengembangan dari yang
yang spesifik sesuai dengan bakat dipejarinya di sekolah secara
dan minatnya untuk memecahkan mandiri, dan mampu
masalah menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis dan mengklasifikasi 4.1. Menyajikan skema prinsip
perbedaan prinsip pengambilan pengambilan keputusan etis:
keputusan etis yang ada tanggung jawab, keadilan, dan
kebajikan (virtue) dalam kasus
kontemporer
3.2 Memahami penerapan prinsip 4.2. Membuat proyek perbandingan
Alkitab dalam metode antara pengambilan keputusan-
pengambilan keputusan etis keputusan etis yang ada dalam
Alkitab
3.3 Menganalisis pengembangan 4.3. Mempresentasikan prinsip
prinsip Alkitab dalam pengambilan keputusan etis
pengambilan keputusan etis oleh para Tokoh Gereja abad IV-
Tokoh Gereja abad IV-XIX XIX

186
3.4 Menganalisis pengembangan 4.4. Mempresentasikan prinsip
prinsip pengambilan keputusan pengambilan keputusan etis
etis ahli etika abad XX oleh para ahli etika abad XX
3.5 Menganalisis peran etika Kristen 4.5. Menyajikan debat terbuka
dalam isu aktual: integritas, melalui studi kasus isu aktual:
kejujuran, menghormati tubuh, integritas, kejujuran,
seksualitas dan disabilitas, menghormati tubuh, seksualitas
menjaga ucapan, kesetiaan dan disabilitas, menjaga ucapan,
terhadap Tuhan dan teman, kesetiaan terhadap Tuhan dan
perundungan teman, perundungan

Kelas : XII
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia berdasarkan
Alkitab dalam kehidupan sehari-
hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Mengamalkan etika Kristen 2.1. Menunjukkan perilaku proaktif
dalam isu aktual: IPTEK, dalam mencari dasar
penggunaan medsos, pacaran, keputusan etis dalam isu-isu
pornografi, penggunaan narkoba, aktual: IPTEK, penggunaan
lingkungan hidup, perbedaan medsos, pacaran, pornografi,
budaya, penggunaan tato, penggunaan narkoba,
gossip, kekerasan terhadap lingkungan hidup, perbedaan
teman, games online budaya, penggunaan tato,
gossip, kekerasan terhadap
teman, games online

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual prosedural dan ranah abstrak, terkait
berdasarkan rasa dengan pengembangan dari
keingintahuannya, tentang ilmu yang dipejarinya di sekolah
pengetahuan, teknogi seni, budaya secara mandiri, dan mampu
dan humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebengsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan

187
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis peran etika Kristen 4.1 Menyajikan debat terbuka
dalam isu aktual: IPTEK, melalui studi kasus isu aktual:
penggunaan medsos, pacaran, IPTEK, penggunaan medsos,
pornografi, penggunaan narkoba, pacaran, pornografi,
lingkungan hidup, perbedaan penggunaan narkoba,
budaya, penggunaan tato, gossip, lingkungan hidup, perbedaan
kekerasan terhadap teman, games budaya, penggunaan tato,
online gossip, kekerasan terhadap
teman, games online

15. Kompetensi Inti (Ki) Dan Kompetensi Dasar (Kd) Mata Pelajaran SEJARAH
GEREJA pada SMTK

Kelas: X
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati ilmu Sejarah Gereja 2.1. Mengembangkan sikap jujur,
sebagai sejarah pemeliharaan kritis, santun, melalui kajian
Tuhan atas umat-Nya ilmu sejarah gereja
1.2. Menghayati pemeliharaan Allah 2.2. Mengembangkan solidaritas,
dalam sejarah kelahiran gereja kepedulian, kerelaan melalui
keteladanan jemaat mula-mula
1.3. Menghayati pemeliharaan Allah 2.3. Berperilaku setia, berani dan
kepada umat-Nya pada masa bertanggung-jawab sesuai
bapa-bapa gereja teladan para bapa-bapa gereja
1.4. Menghayati kesetiaan Allah 2.4. Mengembangkan perilaku
memelihara gereja-Nya di tengah setia, taat, dan toleran dalam

188
tantangan internal maupun berbagai kondisi yang dihadapi
eksternal gereja
1.5. Menghayati penyertaan Allah 2.5. Berperilaku teguh pada ajaran
bagi gereja yang belajar yang benar, toleran terhadap
memahami Pribadi-Nya perbedaan serta memelihara
keutuhan
1.6. Menghayati persekutuan dengan 2.6. Mengembangkan sikap rukun,
Allah melalui peribadatan dalam taat, dan harmonis melalui
gereja mula-mula pengenalan peribadatan dalam
gereja mula-mula
1.7. Menghayati anugerah dan 2.7. Mengembangkan perilaku
pemeliharaan Allah dalam gereja kritis dan kreatif melalui
pada zaman Augustinus pengenalan konteks gereja
pada zaman Augustinus

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami bidang kajian ilmu 4.1 Melakukan kajian pemahaman-
Sejarah Gereja pemahaman tentang Sejarah
Gereja
3.2 Menganalisis konteks kehidupan 4.2 Melakukan kajian tentang
gereja pada zaman gereja rasuli kehidupan gereja mula-mula
dari kitab Kisah Para Rasul
3.3 Menganalisis konteks kehidupan 4.3 Melakukan kajian
gereja pada zaman bapa-bapa perkembangan gereja pada
gereja zaman bapa-bapa gereja
3.4 Menganalisis tantangan internal 4.4 Mengkritisi hubungan gereja
dan eksternal yang dihadapi dengan pemerintah pada masa
gereja mula-mula gereja mula-mula
3.5 Memahami perjuangan orang 4.5 Menyajikan pokok-pokok
percaya dalam merumuskan pemikiran untuk merumuskan
imannya melalui konsili-konsili iman gereja melalui konsili-
oikumenis dan dampak- konsili dan dampak-
dampaknya dampaknya

189
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.6 Memahami peribadahan dalam 4.6 Menyajikan tata laksana dan
gereja mula-mula unsur-unsur peribadatan
dalam gereja mula-mula
3.7 Menganalisis konteks kehidupan 4.7 Menyajikan pemikiran dan
gereja pada zaman Augustinus kontribusi berbagai tokoh pada
zaman Augustinus

Kelas: XI
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 Menghayati penyertaan Allah dalam 2.1. Mengembangkan sikap peduli
perkembangan gereja pada dan pro-aktif dalam
permulaan Abad Pertengahan pelaksanaan tugas-tugas gereja
sebagai utusan Tuhan dalam
dunia
1.2 Menghayati penyertaan Allah dalam 2.2.Mengembangkan sikap kritis
perkembangan gereja pada Abad berdasarkan kehidupan Gereja
Pertengahan pada Abad Pertengahan
1.3 Menghayati penyertaan Allah dalam 2.3.Mengembangkan sikap terbuka
perkembangan Gereja Ortodoks terhadap keperbagaian aliran
gereja
1.4 Menghayati karya Allah dalam 2.4.Mengembangkan sikap santun,
pembaruan gereja melalui gerakan responsif, dan pro-aktif dalam
Reformasi kebebasan mengungkapkan
pendapat
1.5 Menghayati kehendak Allah bagi 2.5.Mengembangkan sikap kritis,
gereja melalui karya dan pemikiran teliti, dan santun dalam
Martin Luther, John Calvin, dan mengemukakan suatu
Ulrich Zwingly argumentasi
1.6 Menghayati karya Allah dalam 2.6.Mengembangkan sikap terbuka
pembaruan gereja pada masa terhadap perubahan dan
Pencerahan dan Pietisme pembaruan
1.7 Menghayati penyertaan Allah dalam 2.7.Mengembangkan sikap peduli
misi Gereja Protestan pada akhir dan tanggung jawab dalam
abad ke-18 hingga awal abad ke-20 melaksanakan misi gereja
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah

190
konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis perkembangan 4.1 Menyajikan berbagai metode
gereja di Eropa pada permulaan Pekabaran Injil dan dampaknya
Abad Pertengahan bagi perkembangan kekristenan
3.2 Memahami perkembangan Gereja 4.2 Menyajikan grafik pertumbuhan
pada Abad Pertengahan gereja Abad Pertengahan
3.3 Memahami perkembangan gereja 4.3 Menyajikan ciri-ciri, teologi, dan
Ortodoks (Gereja Timur) sejarah Gereja Ortodoks (Gereja
Timur)
3.4 Menganalisis latar belakang 4.4 Menyajikan usaha-usaha
Reformasi Gereja pada Abad XVI membarui gereja sebelum
Luther, faktor-faktor
pendukung, dan dampak
Reformasi Gereja
3.5 Menganalisis karya dan 4.5 Menyajikan dasar-dasar teologi
kontribusi Martin Luther, John Martin Luther, John Calvin, dan
Calvin, dan Ulrich Zwingly dalam Ulrich Zwingly bagi
mereformasi Gereja perkembangan gereja
3.6 Menganalisis perkembangan 4.6 Menyajikan ciri-ciri dan
gereja pada masa Pencerahan dan pergumulan gereja pada masa
Pietisme Pencerahan dan Pietisme
3.7 Menganalisis gerakan misi Gereja 4.7 Menyajikan dinamika
Protestan pada akhir abad ke-18 perkembangan misi gereja
hingga awal abad ke-20 Protestan pada akhir abad ke-18
hingga awal abad ke-20

Kelas: XII
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)

191
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati penyertaan Tuhan 2.1 Mengembangkan perilaku jujur
bagi gereja di Indonesia pada dan tanggung jawab dalam
masa “pra sejarah gereja interaksi gereja dalam
Indonesia” hingga kedatangan masyarakat
badan-badan zending
1.2 Menghayati penyertaan Tuhan 2.2 Mengembangkan sikap
bagi gereja di Indonesia pada tanggung jawab, peduli, dan pro-
masa pergerakan nasional aktif gereja sebagai warga negara
1.3 Menghayati penyertaan Tuhan 2.3 Mengembangkan kepedulian
bagi gereja di Indonesia pada sosial gereja dalam
masa orde lama hingga reformasi keikutsertaan mengembangkan
persatuan dan kesatuan bangsa
1.4 Menghayati keesaan gereja untuk 2.4 Mengembangkan sikap
mewujudkan kesatuan tubuh menghargai kepelbagaian
Kristus anggota tubuh Kristus
1.5 Menghayati penyertaan Allah dan 2.5 Mengembangkan sikap peduli
keterlibatan umat menjaga dan responsif terhadap
keutuhan gereja di seluruh dunia dinamika hidup bergereja di
dunia
1.6 Menghayati penyertaan Allah dan 2.6 Mengembangkan sikap peduli
keterlibatan umat menjaga dan responsif terhadap
keutuhan gereja di Indonesia dinamika hidup bergereja di
Indonesia
1.7 Menghayati panggilan Allah bagi 2.7 Mengembangkan sikap peduli,
gereja dalam melaksanakan terbuka dan responsif terhadap
perannya di dunia implementasi peran gereja
dalam dunia

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah

192
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis perkembangan 4.1 Melakukan kajian historis
gereja di Indonesia pada masa perkembangan gereja pada
“pra sejarah gereja Indonesia” kekuasaan asing (Portugis dan
hingga kedatangan badan-badan VOC) hingga kedatangan badan-
zending badan zending
3.2 Menganalisis perkembangan 4.2 Melakukan kajian historis
gereja di Indonesia pada masa keterlibatan Kristen dalam
pergerakan nasional Indonesia pergerakan nasional Indonesia
3.3 Menganalisis perkembangan 4.3 Menyajikan perkembangan dan
gereja di Indonesia pada masa tantangan yang dihadapi gereja
orde lama hingga masa reformasi pada masa orde lama hingga masa
reformasi
3.4 Menganalisis hakikat dan latar 4.4 Menyajikan dasar-dasar teologis-
belakang Gerakan Oikumene historis pemikiran Oikumene
3.5 Menganalisis sejarah dan 4.5 Menyajikan organisasi perintis
dinamika gerakan Oikumene keesaan gereja, perkembangan
dunia sidang raya DGD, dan
keterlibatan berbagai aliran gereja
3.6 Menganalisis latar belakang dan 4.6 Menyajikan beragam latar
perkembangan gerakan belakang gerakan keesaan gereja
Oikumene di Indonesia di Indonesia
3.7 Menganalisis pemikiran- 4.7 Menyajikan pemikiran, tema, dan
pemikiran dalam gerakan diskusi oikumenis seperti
Oikumene di dunia dan di ditujukan dalam perkembangan
Indonesia sidang raya dan “Dokumen
Keesaan Gereja (DKG)”

16. Kompetensi Inti (KI) Dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran
DOGMATIKA pada SMTK
Kelas : X
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)

193
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam, serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia berdasarkan
Alkitab dalam kehidupan sehari-
hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 mengenali peran dogma dalam 2.1. mengembangkan perilaku
ajaran gereja sebagai pembentuk sebagai pribadi yang mengenal
kehidupan orang percaya dan menghargai pentingnya
belajar dogma sebagai wujud
kedewasaan
1.2 mengakui perbedaan dan 2.2. bersedia menerima perbedaan
kesamaan dalam dogma beberapa ajaran sambil mencari inti dari
gereja dogma sebagai pegangan dalam
hidupnya
1.3 mengakui Alkitab sebagai Firman 2.3. merespons kebenaran Allah
Allah dan dasar ajaran gereja dalam Alkitab dan menjadi
pribadi yang suka membaca
Alkitab
1.4 menghayati kebesaran Allah 2.4. merespons keberadaan Allah
dalam karya penciptaan-Nya sebagai pencipta dan relasi
manusia dengan alam
1.5 mensyukuri berkat Allah dalam 2.5. merespons makna penciptaan
memberi kehidupan kepada manusia oleh Allah dalam
manusia penerimaannya terhadap relasi
manusia dengan sesama.
1.6 menyadari bahwa manusia 2.6. bersedia mengakui bahwa
adalah makhluk yang berdosa manusia adalah makhluk yang
berdosa
1.7 menghayati karya-karya 2.7. meneladani tindakan
penyelamatan Allah dalam kepatuhan kepada Allah dalam
Perjanjian Lama hidup sehari-hari berdasarkan
kisah-kisah Perjanjian Lama

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkret
faktual, konseptual prosedural dan ranah abstrak, terkait

194
berdasarkan rasa dengan pengembangan dari
keingintahuannya, tentang ilmu yang dipelajarinya di sekolah
pengetahuan, teknologi seni, secara mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan Mengolah,
kebangsaan, kenegaraan, dan menalar, dan menyaji dalam
peradaban terkait penyebab ranah konkret dan ranah
fenomena dan kejadian, serta abstrak, terkait dengan
menerapkan pengetahuan pengembangan dari yang
prosedural pada bidang kajian dipelajarinya di sekolah secara
yang spesifik sesuai dengan bakat mandiri, dan mampu
dan minatnya untuk menggunakan metoda sesuai
memecahkan masalah kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 mengenali peran dogma dalam 4.1 membuat karya yang
ajaran gereja sebagai pembentuk menunjukkan perilaku sebagai
kehidupan orang percaya pribadi yang mengenal dan
menghargai pentingnya belajar
dogma sebagai wujud
kedewasaan
3.2 memahami perbedaan dan 4.2 mengolah perbedaan ajaran
kesamaan dalam dogma beberapa sambil mencari inti dari dogma
gereja sebagai pegangan dalam
hidupnya
3.3 menerapkan Alkitab sebagai 4.3 menerapkan kebenaran Allah
kesaksian dan Firman Allah dalam Alkitab dan menjadi
dalam ajaran gereja pribadi yang suka membaca
Alkitab
3.4 memahami kebesaran Allah 4.4 membuat proyek yang
dalam karya penciptaan-Nya menunjukkan Allah sebagai
pencipta alam semesta
3.5 memahami kuasa Allah yang 4.5 membuat proyek yang
memberi kehidupan kepada menunjukkan Allah sebagai
manusia pencipta keberagaman manusia
3.6 memahami keberadaan manusia 4.6 menyajikan contoh sikap
yang berdosa manusia sebagai makhluk
berdosa
3.7 menganalisis karya-karya 4.7 membuat skema waktu dan
penyelamatan Allah dalam bagan mengenai karya-karya
Perjanjian Lama penyelamatan Allah
berdasarkan kisah-kisah
Perjanjian Lama

Kelas : XI
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli

195
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam, serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia berdasarkan
Alkitab dalam kehidupan sehari-
hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 menghayati keberadaan Allah 2.1. mengamalkan keberadaan Allah
Tritunggal terhadap kehidupan Tritunggal terhadap sesama dan
manusia lingkungan dalam kehidupan
manusia
1.2 mengakui doktrin Allah 2.2. merespons doktrin Allah
Tritunggal dalam kehidupan Tritunggal dalam sikap
orang-orang percaya terhadap sesama dan
lingkungan dalam kehidupan
orang-orang percaya
1.3 menghayati nubuat dan peristiwa 2.3. menjadikan peristiwa kelahiran
kelahiran Kristus Kristus sebagai pedoman dalam
menghargai berbagai status
sosial
1.4 menghayati peristiwa pelayanan 2.4. menjadikan nilai-nilai dalam
Kristus pelayanan Kristus sebagai
petunjuk untuk menghadapi
kehidupan masa kini
1.5 menghayati masa sengsara dan 2.5. bersikap kritis dalam menyikapi
kematian Kristus di kayu salib berbagai pandangan mengenai
kematian Kristus di masa kini
1.6 mengakui peristiwa kebangkitan 2.6. mewujudkan nilai-nilai
Kristus sebagai tanda kehidupan sebagai orang yang
kemenangan atas kuasa maut telah diberi kemenangan atas
maut dalam menjalani hidup
sehari-hari
1.7 menghayati peristiwa kenaikan 2.7. mengembangkan perilaku
Kristus sebagai tanda bertanggung jawab sebagai
pengutusan para murid wujud pengutusan para murid
di masa kini
1.8 menghayati doktrin keselamatan 2.8. mengamalkan tanda-tanda
dalam Kristus orang yang sudah diselamatkan
dalam kehidupan sekarang

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkret
faktual, konseptual prosedural dan ranah abstrak, terkait
berdasarkan rasa dengan pengembangan dari

196
keingintahuannya, tentang ilmu yang dipelajarinya di sekolah
pengetahuan, teknologi seni, secara mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan Mengolah,
kebangsaan, kenegaraan, dan menalar, dan menyaji dalam
peradaban terkait penyebab ranah konkret dan ranah
fenomena dan kejadian, serta abstrak, terkait dengan
menerapkan pengetahuan pengembangan dari yang
prosedural pada bidang kajian dipelajarinya di sekolah secara
yang spesifik sesuai dengan bakat mandiri, dan mampu
dan minatnya untuk menggunakan metoda sesuai
memecahkan masalah kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. memahami keberadaan Allah 4.1 bersaksi mengenai keberadaan
Tritunggal terhadap kehidupan Allah Tritunggal terhadap
manusia sesama dan lingkungan dalam
kehidupan manusia
3.2. menganalisis doktrin Allah 4.2 membuat karya yang
Tritunggal dalam kehidupan berhubungan dengan sikap
orang-orang percaya terhadap sesama dan
lingkungan dalam kehidupan
orang-orang percaya
3.3. memahami nubuat dan peristiwa 4.3 mempresentasikan contoh
kelahiran Kristus karya yang menunjukkan
sikap menghargai berbagai
status sosial
3.4. menilai peristiwa pelayanan 4.4 membuat proyek yang
Kristus memperlihatkan nilai-nilai
kristiani dalam pelayanan
Kristus sebagai petunjuk
untuk menghadapi kehidupan
masa kini
3.5. memahami peristiwa kematian 4.5 menyajikan pemahaman
Kristus di kayu salib kematian Kristus di dalam
konteks masa kini
3.6. memahami peristiwa 4.6 membuat karya yang
kebangkitan Kristus sebagai menunjukkan nilai-nilai
tanda kemenangan atas kuasa kehidupan sebagai orang yang
maut telah diberi kemenangan atas
maut dalam hidup sehari-hari
3.7. menganalisis peristiwa kenaikan 4.7 membuat proyek yang
Kristus sebagai tanda menunjukkan perilaku yang
pengutusan para murid bertanggung jawab sebagai
wujud pengutusan para murid
di masa kini
3.8. menganalisis doktrin keselamatan 4.8 bersaksi sebagai wujud orang
Kristen dan relasinya dengan yang telah diselamatkan
agama-agama lain

Kelas : XII

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP


SPIRITUAL) SOSIAL)

197
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam, serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia berdasarkan
Alkitab dalam kehidupan sehari-
hari

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati Roh Kudus sebagai 2.1. mengamalkan perilaku yang
pribadi ketiga Allah Tritunggal dituntun oleh Roh Kudus dalam
kehidupan bermasyarakat.
1.2 Menghayati karya Roh Kudus 2.2. mengembangkan sikap yang
dalam buah-buah Roh menunjukkan buah-buah Roh
dalam kehidupan
bermasyarakat.
1.3 menghayati arti gereja sebagai 2.3. mengamalkan kehidupan yang
persekutuan orang percaya bertumbuh dalam persekutuan
orang percaya
1.4 mensyukuri perbedaan tradisi 2.4. mengembangkan perilaku yang
teologi dan sifat oikumene gereja mencerminkan sikap
menghargai perbedaan teologi
antargereja
1.5 menghayati sakramen Baptisan 2.5. mengamalkan makna Baptisan
Kudus dan Perjamuan Kudus Kudus dan Perjamuan Kudus
dalam kehidupan
bermasyarakat
1.6 mensyukuri pemberian Allah 2.6. mengembangkan model-model
dalam berbagai model ibadah peribadahan yang mampu
menguatkan kehidupan
spiritual jemaat
1.7 menerima keberagaman sebagai 2.7. merespons keberagaman
karunia Roh di dalam satu tubuh sebagai karunia Roh dalam
Kristus sikap yang saling menghargai
1.8 mengakui pemenuhan janji Allah 2.8. merespons berbagai konsep
di akhir zaman. akhir zaman melalui sikap saling
menghormati
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipelajarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknologi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan Mengolah,

198
kebangsaan, kenegaraan, dan menalar, dan menyaji dalam
peradaban terkait penyebab ranah konkret dan ranah abstrak,
fenomena dan kejadian, serta terkait dengan pengembangan
menerapkan pengetahuan dari yang dipelajarinya di sekolah
prosedural pada bidang kajian secara mandiri, dan mampu
yang spesifik sesuai dengan bakat menggunakan metoda sesuai
dan minatnya untuk kaidah keilmuan
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1. memahami Roh Kudus sebagai 4.1 menunjukkan perilaku yang
pribadi ketiga Allah Tritunggal dituntun oleh Roh Kudus
3.2. menganalisis karya Roh Kudus 4.2 mempraktikkan sikap-sikap yang
dalam buah-buah Roh menunjukkan buah-buah Roh
3.3. memahami arti gereja sebagai 4.3 mempresentasikan kemampuan
persekutuan orang percaya melihat perbedaan gereja dengan
organisasi kristiani
3.4. menganalisis perbedaan- 4.4 memperlihatkan sikap saling
perbedaan dan sifat oikumene menghargai melalui kunjungan ke
dari gereja berbagai gereja
3.5. memahami sakramen Baptisan 4.5 memperlihatkan sikap saling
Kudus dan Perjamuan Kudus menghargai berkaitan dengan
pelaksanaan Baptisan Kudus dan
Perjamuan Kudus
3.6. menganalisis respons terhadap 4.6 menunjukkan partisipasi dalam
karunia Allah dalam berbagai berbagai model ibadah dan
model-model ibadah melakukan perbandingan
3.7. memahami perbedaan sebagai 4.7 membuat proyek yang
karunia Roh yang membawa umat menunjukkan perbedaan sebagai
ke dalam satu tubuh Kristus karunia dalam sikap yang saling
menghargai dalam masa kini
3.8. menganalisis pemahaman akhir 4.8 membuat refleksi atas film yang
zaman dari berbagai teks Alkitab. bertema apokaliptik.

17. Kompetensi Inti (KI) Dan Kompetensi Dasar (Kd) Mata Pelajaran
Hermeneutika Pada SMTK
Kelas: X
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)

199
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan proaktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati pewahyuan organik 2.1. Terbuka terhadap perbedaan
firman Allah sudut pandang dalam
memahami firman Allah yang
diwahyukan secara organik
1.2. Mencermati sejarah 2.2. Melakukan evaluasi terhadap
(perkembangan dinamis) model- model-model penafsiran teks-
model penafsiran teks-teks teks Alkitab
Alkitab
1.3. Mengamalkan hasil penafsiran 2.3. Disiplin menggunakan prinsip-
teks-teks Alkitab berdasarkan prinsip hermeneutika dalam
prinsip-prinsip hermeneutika menafsirkan teks-teks Alkitab
1.4. Menghayati firman Allah melalui 2.4. Proaktif menjawab berbagai
penafsiran untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh
persoalan-persoalan gereja dan gereja dan umat manusia
umat manusia

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
1. Memahami, menerapkan, 2. Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menyajikan dalam ranah konkret
konseptual prosedural berdasarkan dan ranah abstrak, terkait
rasa keingintahuannya, tentang dengan pengembangan dari
ilmu pengetahuan, teknogi seni, materi yang dipelajarinya di
budaya dan humaniora dengan sekolah secara mandiri, dan
wawasan kemanusiaan, mampu menggunakan metoda
kebengsaan, kenegaraan, dan sesuai kaidah keilmuan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1. Memahami Alkitab sebagai 4.1 Menyebutkan arti “pewahyuan
pewahyuan organik firman Allah organik”
3.2. Memahami sejarah 4.2 Menyajikan sejarah
perkembangan hermeneutika perkembangan hermeneutika

200
dalam menafsirkan teks-teks dalam menafsirkan teks-teks
Alkitab Alkitab ab
3.3. Memahami prinsip-prinsip dasar 4.3 Mengolah berbagai metode
hermeneutika dalam menafsirkan hermeneutika Alkitabiah untuk
teks-teks Alkitab menjawab persoalan-persoalan
yang dihadapi gereja dan umat
manusia
3.4. Memahami berbagai metode 4.4 Menggunakan prinsip-prinsip
hermeneutika Alkitabiah untuk dasar hermeneutika dalam
menjawab persoalan-persoalan menafsirkan teks-teks Alkitab
yang dihadapi gereja dan umat
manusia

Kelas: XI
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Menghayati teks-teks Alkitab 2.1. Bersikap responsif terhadap
sebagai tenunan firman Allah kajian hermeneutis atas teks-
dalam konteksnya teks Alkitab sebagai firman Allah
dalam konteksnya
1.2 Menghayati posisi penafsir Alkitab 2.2. Mencermati posisi penafsir
(meliputi: kedudukan, tugas dan Alkitab (meli-puti: kedudukan,
syarat-syarat penafsir) dalam tugas, dan syarat-syarat
konteks masa kininya (kondisi dan penafsir) dalam konteks masa
situasi yang melingkupi, alam kininya (kondisi dan situasi yang
berpikir, serta cara pandang melingkupi, alam berpikir, serta
tentang dunia) cara pandang tentang dunia)
1.3 Menghayati kesusastraan (gaya, 2.3. Mencermati kesusastraan (gaya,
bentuk, dan makna) yang bentuk, dan makna) yang
dipergunakan dalam teks-teks dipergunakan dalam teks-teks
Alkitab dan beberapa Alkitab dan beberapa
metode/pendekatan hermeneutik metode/pendekatan
atasnya hermeneutik atasnya
1.4 Menghayati hermeneutika atas 2.4. Mencermati hermeneutika atas
berbagai bentuk teks Alkitab berbagai bentuk teks Alkitab
(sejarah, narasi, hymne dan syair, (sejarah, narasi, hymne dan
serta paraenesis) syair, serta paraenesis)

201
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, budaya mandiri, dan mampu
dan humaniora dengan wawasan menggunakan metoda sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1. Menganalisis konteks teks-teks 4.1 Memaparkan jalinan
Alkitab sebagai penyataan kontekstual teks-teks Alkitab
firman Allah sebagai penyataan firman Allah
3.2. Menganalisis posisi penafsir 4.2 Memaparkan posisi penafsir
Alkitab (meliputi: kedudukan, Alkitab (meliputi: kedudukan,
tugas dan syarat-syarat penafsir) tugas dan syarat-syarat
dalam konteks masa kininya penafsir) dalam berbagai
(kondisi dan situasi yang konteks masa kininya (kondisi
melingkupi, alam berpikir, serta dan situasi yang melingkupi,
cara pandang tentang dunia) alam berpikir, serta cara
pandang tentang dunia)
3.3. Menganalisis kesusastraan 4.3 Memaparkan gaya, bentuk,
untuk menemukan gaya, dan makna kesusastraan teks-
bentuk, dan makna teks-teks teks Alkitab dan beberapa
Alkitab dan beberapa metode/pendekatan
metode/pendekatan hermeneutik atasnya
hermeneutis atasnya
3.4. Menguasai prinsip-prinsip 4.4 Menyajikan penafsiran atas
hermeneutika atas berbagai berbagai bentuk teks Alkitab
bentuk teks Alkitab (sejarah, (sejarah, narasi, hymne dan
narasi, hymne dan syair, serta syair, serta paraenesis)
paraenesis)

Kelas : XII
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama dianutnya disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif, dan proaktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai

202
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam, serta
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati hermeneutika atas 2.1. Mencermati prinsip-prinsip
beberapa bentuk khusus teks hermeneutik atas beberapa
Alkitab (perumpamaan, sastra bentuk khusus teks Alkitab
hikmat, dan apokalypsis) (perumpamaan, sastra hikmat,
dan apokalypsis)
1.2. Menghayati kebenaran Allah 2.2. Mencermati kebenaran Allah
melalui model-model pendekatan melalui model-model
hermeneutis atas teks-teks pendekatan hermeneutis atas
Alkitab, baik yang berpusat pada teks-teks Alkitab, baik yang
teks (text centered), pada penulis berpusat pada teks (text
(author centered), maupun pada centered), pada penulis (author
pembaca/penafsir (reader centered), maupun pada
centered) pembaca/penafsir (reader
centered)
1.3. Menghayati firman Allah dalam 2.3. Merespons firman Allah sesuai
teks-teks Alkitab melalui teks-teks Alkitab melalui
pendekatan hermeneutis pendekatan hermeneutis
komprehensif komprehensif, dalam sikap
hidup dan perilaku sehari-hari,
baik dalam kehidupan pribadi,
sosial, maupun lingkungan
hidup yang lebih luas
1.4. Menghayati kehendak Allah yang 2.4. Melaksanakan kehendak Allah
terkandung dalam teks-teks yang terkandung dalam teks-
Alkitab yang ditafsirkan secara teks Alkitab yang ditafsirkan
analitis-eksegetis-kontekstual secara analitis-eksegetis-
kontekstual, baik dalam
kehidupan pribadi, sosial,
maupun lingkungan hidup
yang lebih luas

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

203
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan dalam ranah konkret dan ranah
faktual, konseptual prosedural abstrak, terkait dengan
berdasarkan rasa pengembangan dari yang
keingintahuannya, tentang ilmu dipejarinya di sekolah secara
pengetahuan, teknogi seni, mandiri, dan mampu
budaya dan humaniora dengan menggunakan metoda sesuai
wawasan kemanusiaan, kaidah keilmuan
kebengsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami prinsip-prinsip 4.1 Menerapkan prinsip-prinsip
hermeneutik atas beberapa hermeneutik atas beberapa
bentuk khusus teks Alkitab bentuk khusus teks Alkitab
(perumpamaan, sastra hikmat, (perumpamaan, sastra hikmat,
dan apokalypsis) dan apokalypsis)
3.2 Memahami perbedaan 4.2 Menyajikan kelebihan dan
penafsiran atas teks-teks kelemahan ketiga model
Alkitab, yang berpusat pada teks penafsiran (text centered, author
(text centered), berpusat pada centered, dan reader centered)
penulis (author centered), dan atas teks-teks Alkitab
berpusat pada pembaca/penafsir
(reader centered)
3.3 Memahami secara benar firman 4.3 Menyajikan hasil kajian atas
Allah dalam teks-teks Alkitab teks-teks Alkitab melalui
melalui pendekatan hermeneutis pendekatan hermeneutis
komprehensif komprehensif
3.4 Memahami prinsip-prinsip 4.4 Menyajikan hasil tafsiran
penafsiran analitis-eksegetis- analitis-eksegetis-kontekstual
kontekstual atas teks-teks atas teks-teks Alkitab
Alkitab

204
LAMPIRAN V
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

STANDAR PROSES SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

BAB I

PENDAHULUAN

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,


Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara.
Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada
satuan pendidikan untuk mencapai Standar
Kompetensi Lulusan. Standar Proses dikembangkan mengacu pada Standar
Kompetensi Lulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan
ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan
pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembelajaran yang digunakan:
1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis
aneka sumber belajar;
3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;
4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;
5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills)
dan keterampilan mental (softskills);

205
9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan
(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun
karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran (tut wuri handayani);
1. pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di
masyarakat;
2. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
3. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
4. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya
peserta didik.

Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup


perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

BAB II
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada


Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan
memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus
dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan
belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang
lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran
pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah
kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang
berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas “menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui
aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi,
mencipta”. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas “mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”. Karaktersitik kompetensi beserta
perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik
standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik
terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata
pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian
(discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik
untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok
maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang
menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:


SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN

206
Menerima Mengingat Mengamati
Menjalankan Memahami Menanya
Menghargai Menerapkan Mencoba
Menghayati, Menganalisis Menalar
Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji
- Mencipta

Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik


kompetensi di Sekolah Menengah. Karakteristik proses pembelajaran di
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) secara keseluruhan berbasis mata
pelajaran, meskipun pendekatan tematik masih dipertahankan. Secara umum
pendekatan belajar yang dipilih berbasis pada teori tentang taksonomi tujuan
pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang secara umum sudah
dikenal luas. Berdasarkan teori taksonomi tersebut, capaian pembelajaran
dapat dikelompokkan dalam tiga ranah yakni: ranah kognitif, affektif dan
psikomotor. Penerapan teori taksonomi dalam tujuan pendidikan di berbagai
negara dilakukan secara adaptif sesuai dengan kebutuhannya masing-
masing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga
ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu
tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian proses
pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.

BAB III
PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A. Desain Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana


Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi.
Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat
penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus
dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
1. Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk


setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
a. Identitas mata pelajaran pada Sekolah Menengah Teologi Kristen
(SMTK)
b. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
c. Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan
mata pelajaran;

207
d. Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau
mata pelajaran;
e. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator pencapaian kompetensi;
f. pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan
peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
g. penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
h. alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
i. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
j. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan
dan Standar Isi sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun
ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam
pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan


pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap
pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara
lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun
berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau
lebih.

Komponen RPP terdiri atas:


a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam
pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik
dan KD yang akan dicapai;
j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;

208
k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan
pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m. penilaian hasil pembelajaran.

3. Prinsip Penyusunan RPP


Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip
sebagai berikut:
a. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal,
tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,
kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
b. Partisipasi aktif peserta didik.
c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar,
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan
kemandirian.
d. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam
bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan
remedi.
f. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan
pengalaman belajar.
g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas
mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

BAB IV
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran

1. Alokasi Waktu Jam Tatap Muka Pembelajaran, untuk Sekolah Menengah


Teologi Kristen (SMTK) adalah 45 menit/1 kali tatap muka

2. Rombongan belajar
Jumlah rombongan belajar per satuan pendidikan dan jumlah maksimum
peserta didik dalam setiap rombongan belajar dinyatakan dalam tabel
berikut:
No Satuan Jumlah Jumlah
Pendidikan Rombongan Maksimum Peserta Didik
Belajar Per Rombongan Belajar
1. SMA/MA/SMTK 3-36 36

209
3. Buku Teks Pelajaran
Buku teks pelajaran digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektifitas pembelajaran yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan
peserta didik.

4. Pengelolaan Kelas dan Laboratorium


a. Guru wajib menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta
mewujudkan kerukunan dalam kehidupan bersama.
b. Guru wajib menjadi teladan bagi peserta didik dalam menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
c. Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik dan
sumber daya lain sesuai dengan tujuan dan karakteristik proses
pembelajaran.
d. Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus
dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.
e. Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah
dimengerti oleh peserta didik.
f. Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan
kemampuan belajar peserta didik.
g. Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan
keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
h. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan
hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
i. Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat.
j. Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
k. Pada tiap awal semester, guru menjelaskan kepada peserta didik
silabus mata pelajaran; dan
l. Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan
waktu yang dijadwalkan.

B. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi
kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti
proses pembelajaran;
b. memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai
manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan
memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan
internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang
peserta didik;
c. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai; dan
e. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

210
2. Kegiatan Inti

Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran,


media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan
tematik dan /atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri
dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan
dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.
a. a. Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang
dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas
pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong
peserta didik untuk melakuan aktivitas tersebut.

b. Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta.
Karakteritik aktivititas belajar dalam domain pengetahuan ini memiliki
perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar dalam domain
keterampilan. Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik
terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar
berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk
mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual,
baik individual maupun kelompok, disarankan yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

c. Keterampilan
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topik dan
sub topik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus
mendorong peserta didik untuk melakukan proses pengamatan hingga
penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu
melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning) dan pembelajaran
yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based
learning).

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara
individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
a. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang
diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat
langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah
berlangsung;
b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik
tugas individual maupun kelompok; dan
d. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.

211
BAB V
PENILAIAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN

Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik


(authentic assesment) yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan
hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut
akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik
yang mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect)
pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada
aspek sikap.
Hasil penilaian otentik digunakan guru untuk merencanakan program
perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan (enrichment), atau
pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik digunakan sebagai
bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar
Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses
pembelajaran dengan menggunakan alat: lembar pengamatan, angket
sebaya, rekaman, catatan anekdot, dan refleksi. Evaluasi hasil
pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dan di akhir satuan
pelajaran dengan menggunakan metode dan alat: tes lisan/perbuatan, dan
tes tulis. Hasil evaluasi akhir diperoleh dari gabungan evaluasi proses dan
evaluasi hasil pembelajaran

BAB VI
PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN

Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan


pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara
berkala dan berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan
oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas.

1. Prinsip Pengawasan
Pengawasan dilakukan dengan prinsip objektif dan transparan guna
peningkatan mutu secara berkelanjutan.

2. Sistem dan Entitas Pengawasan

Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas,


dan dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.
a. Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.
b. Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan pengawasan dalam bentuk
supervisi akademik dan supervise manajerial.

3. Proses Pengawasan
a. Pemantauan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan
dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan,
pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.

212
b. Supervisi
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui
antara lain, pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi,
konsultasi, atau pelatihan.

c. Pelaporan
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses
pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan
tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara
berkelanjutan.

d. Tindak Lanjut
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:
1) Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan
kinerja yang memenuhi atau melampaui standar; dan
2) pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program
pengembangan keprofesionalan berkelanjutan

213
LAMPIRAN VI
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

STANDAR PENILAIAN SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

BAB I
KETENTUAN UMUM

Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan,


manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar
peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar
peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk


mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian


Kompetensi Peserta Didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran
untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Peserta Didik.

Ujian sekolah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian


kompetensi pesderta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau
penye;esaian dari suatu satuan pendidikan.

Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria


ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada
standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik
peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.

BAB II
LINGKUP PENILAIAN

Penilaian pendidikan pada Pendidikan Keagamaan Kristen pada Sekolah


Menengah Teologi Kristen, terdiri atas :

a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik;


b. Penilaian hasil belaajr oleh satuan pendidikan; daan
c. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah.

214
Penilaian hasil belajar peserta didik pada Pendidikan Keagamaan Kristen pada
Sekolah Menengah Teologi Kristen, meliputi aspek :

a. Sikap;
b. Pengetahuan; dan
c. Keterampilan.

Penilaian sikap, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk


memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik.
Penilaian Pengetahuan, merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur
penguasaan pengetahuan peserta didik.

Penilaian Keterampilan, merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur


kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas
tertentu.

Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan, dilakukan oleh pendidik, satuan


pendidikan, dan/atau Pemerintah.

BAB III
TUJUAN PENILAIAN

1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan


mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta
didik secara berkesinambungan.
2. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai
pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran.
3. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian
kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu.

BAB IV
PRINSIP PENILAIAN

Prinsip Penilaian hasil belajar :


a. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan
kemampuan yang diukur;
b. Obyektif, berarti peni;aian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas,
tidak dipengaruhi subyektivitas penilai;
c. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik
karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;
d. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tidak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
e. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
f. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua
aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang
sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta
didik;
g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah-langkah baku;
h. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan; dan
i. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi
mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.

215
BAB V
BENTUK PENILAIAN

1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam bentuk ulangan,


pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk :
a. Mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi Peserta Didik;
b. Memperbaiki proses pembelajaran; dan
c. Menyusun laporan kemajuan hasil belajar harian, tengah semester, akhir
semester, akhir tahun dan/atau kenaikan kelas.
5. Pemanfaatan hasil penilaian oleh pendidik sebagaimana yang dimaksud pada
nomor 2 (dua) diatur lebih lanjud oleh Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Kristen Kementerian Agama.
6. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk ujian
sekolah.
7. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan digunakan untuk penentuan
kelulusan dari satuan pendidikan.
8. Satuan pendidikan menggunakan hasil penilaian oleh satuan pendidikan dan
hasil penilaian oleh pendidik untuk melakukan perbaikan dan/atau
penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
9. Dalam rangka perbaikan dan/atau penjaminan mutu pendidikan , satuan
pendidikan menetapkan kriteria ketuntasan minimal serta kriteria dan/atau
kenaikan kelas peserta didik.
10. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk Ujian
Nasional dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
11. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional
digunakan sebagai dasar untuk :
a. Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
b. Pertimbangan seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya; dan
c. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam
upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

BAB VI
MEKANISME PENILAIAN

1. Mekanisme penilaian hasil belajar oleh pendidik :


a. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat
penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan
silabus;
b. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan
teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi
tanggungjawab wali kelas atau guru kelas.
c. Penilaian aspek pengetahuanm dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan,
dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
d. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek,
portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
e. Peserta didik yang belum mencapai KKM satuan pendidikan harus
mengikuti pembelajaran remedi; dan
f. Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keteraampilan peserta didik
disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.

2. Ketentuan lebih lanjut tentang mekanisme penilaian oleh pendidik diatur


dalam pedoman yang disusun oleh Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Kristen berkoordinasi dengan Instansi terkait.

216
3. Mekanisme penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan :
a. Penetapan KKM yang harus dicapai oleh peserta didik melalui rapat dewan
pendidik;
b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan pada semua mata pelajaran
mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
c. Penilaian pada akhir jenjang pendidikan dilakukan melalui ujian sekolah;
d. Laporan hasil penilaiaan pendidikan pada akhir semester dan akhir tahun
ditetapkan dalam rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh
Satuan Pendidikan dan hasil penilaian oleh Pendidik; dan
e. Kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
ditetapkan melalui rapat dewan pendidik.

4. Ketentuan lebih lanjut tentang mekanisme penilaian oleh satuan pendidikan


diatur dalam pedoman yang disusun oleh Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Kristen berkoordinasi dengan Instansi terkait.

5. Mekanisme penilaian hasil belajar oleh pemerintah :


a. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk Ujian
Nasional (UN) dan/atau bentuk lain dalam rangka pengendalian mutu
pendidikan’
b. Penyelenggaraan UN oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengukur pencapaian
kompetensi lulusan;
c. Hasil UN disampaikan kepada peserta didik dalam bentuk sertifikat hasil
UN;
d. Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan
masukan dalam perbaikan proses pembelajaran;
e. Hasil UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai
dasar untuk : pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; serta
pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam
upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan;
f. Bentuk lain penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dapat dilakukan dalam
bentuk survei dan/atau sensus; dan
g. Bentuk lain penilaianan hasil belajar oleh Pemerintah diatur dengan
Peraturan Menteri terkait.

BAB VII
PROSEDUR PENILAIAN

1. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan :


a. Mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran;
b. Mencatat perilaku peserta didik dengan menggunakan lembar
observasi/pengamatan;
c. Menindaklanjuti hasil pengamatan; dan
d. Mendeskripsikan perilaku peserta didik.

2. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan :


a. Menyusun perencanaan penilaian;
b. Mengembangkan instrumen penilaian;
c. Melaksanakan penilaian;
d. Memanfaatkan hasil penilaian; dan
e. Melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan
deskripsi.

217
3. Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan :
a. Menyusun perencanaan penilaian;
b. Mengembangkan instrumen penilaian;
c. Melaksanakan penilaian;
d. Memanfaatkan hasil penilaian; dan
e. Melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan
deskripsi

4. Prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan
dengan urutan :
a. Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah
disusun;
b. Menyusun kisi-kisi penilaian;
c. Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penilaian;
d. Melakukan analisis kualitas instrumen;
e. Melakuan penilaian;
f. Mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
g. Melaporkan hasil penilaian; dan
h. Memanfaatkan laporan hasil penilaian.

5. Prosedur penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dengan


mengkoordinasikan kegiatan dengan urutan :
a. Menetapkan KKM;
b. Menyusun kisi-kisi penialaian mata pelajaran;
c. Menyusun instrumen penilaian dan pedoman penskorannya;
d. Melakukan analisis kualitas instrumen;
e. Melakukan penilaian;
f. Mengolah, menganalisis, dan menginterprestasikan hasil penilaian;
g. Melaporkan hasil penilaian; dan
h. Memanfaatkan laporan hasil penilaian.

6. Prosedur penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dengan urutan :


a. Menyusun kisi-kisi penilaian;
b. Menyusun instrumen penilaian dan pedoman penskorannya;
c. Melakukan analisis kualitas instrumen;
d. Melakukan penilaian;
e. Mengolah, menganalisis, dan menginterprestasikan hasil penilaian;
f. Melaporkan hasil penilaian; dan
g. Memanfaatkan laporan hasil penilaian.

7. Ketentuan lebih lanjut tentang prosedur penilaian oleh pendidik dan


penilaian oleh satuan pendidikan diatur dalam pedoman yang disusun oleh
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dengan Badan Penelitian
dan Pengembangan pada Kementerian terkait.

BAB VIII
INSTRUMEN PENILAIAN

1. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian


berupa tes, pengamatan, penugasan perseorangan atau kelompok, dan
bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat
perkembangan peserta didik.

218
2. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk
penilaian akhir dan/atau ujian sekolah memenuhi persyaratan substansi,
konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik.
3. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN
memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti
validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antar
sekolah, antar daerah, dan antar tahun.

219
LAMPIRAN VII
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR 36 TAHUN 2019
TENTANG
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

SILABUS MATA PELAJARAN


SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

Menindaklanjuti pada Standar Proses menyangkut perencanaan pembelajaran,


maka berikut ini dikemukakan mengenai Silabus Pembelajaran sebagai berikut
:

BAB I
SILABUS

Pengertian Silabus

Silabus Mata Pelajaran adalah merupakan produk pengembangan kurikulum.


Silabus dapat dipahami suatu rencana pembelajaran yang tediri dari kompetensi
inti, kompetensi dasar, materi dan kegiatan pembelajaran, serta penilaian dan
alokasi waktu. Silabus Mata Pelajaran adalah merupakan suatu garis besar dari
konten atau isi dari materi pembelajaran. Silabus adalah merupakan suatu
perencanaan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran serta penilaian untuk
mencapai tujuan dari pembelajaran. Isi silabus adalah seperangkat rencana
pengetahuan mengenai kegiatan belajar mengajar, serta pengelolaan kelas dan
penilaian kompetensi siswa. Silabus merupakan dokumen rencana
pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam suatu sistem pembelajaran untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar,
atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran. Silabus merupakan seperangkat
rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang
disusun secara sistematis yang memuat komponen-komponen yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya.

Pengertian silabus secara menyeluruh adalah perencanaan pembelajaran pada


suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/untuk melaksanakan tema tertentu
yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar
kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegaiatan
pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.

Silabus merupakan kesatuan dari kurikulum yang sangat perlu dimiliki oleh
guru. Silabus untuk memudahkan para guru untuk menyusun Rencana

220
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus merupakan rencan pembelajaran pada
suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup di dalamnya adalah
Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi
(KD), Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Penilaian, Alokasi Waktu,
Sumber Belajar. Silabus dirancang untuk menyiapkan rencana pembelajaran
yang menumbuhkan sikap spiritual, sikap pengetahuan, sikap sosial, dan sikap
keterampilan.

Manfaat Silabus

Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran,


baik rencana pembelajaran untuk satu standar kompetensi maupun untuk satu
kompetensi dasar. Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan
pembejaran seperti pembuatan rencana pembelajaran, sebab pembelajaran di
sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan sebagai
pengelolaan kegiatan pembelajaran karena memberikan gambaran mengenai
pokok-pokok program yang akan dicapai dalam suatu mata pelajaran. Misalnya
pembelajaran secara klasikal, kelompok kecil atau pembelajaran individual dan
pengembangan sistem penilaian yang dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis
kompetensi sistem penilaian selalu mengacu pada standar kompetensi dasar
dan pembelajaran yang terdapat di dalam silabus, dengan demikian sebagai
ukuran dalam melakukan penilaian keberhasilan suatu program pembelajaran
serta manfaat selanjutnya sebagai dokumentasi tertulis sebagai akuntabilitas
suatu program pembelajaran.

Prinsip Umum Pengembangan Silabus

Beberapa hal yang penting diketahui oleh praktisi pendidikan dalam


mengembangkan Silabus, perlu dipertimbangkan beberapa prinsip yang adalah
merupakan kaidah yang akan menjiwai pelaksanaan kurikulum. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan Silabus ini adalah sebagai
berikut :

1. Prinsip ilmiah, keseluruahn materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam
silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan;
2. Prinsip relevan, cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan
penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik,
intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik;
3. Prinsip sistematis, komponen-komponen silabus saling berhubungan secara
fungsional dalam mencapai kompetensi;
4. Prinsip konsisten, adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat azas) antara
kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan belajar, penilaian, alokasi
waktu serta sumber belajar.
5. Prinsip memadai, prinsip ini memberi arahan bahwa cakupan materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu serta sumber
belajar cukup memadai untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6. Prinsip aktual dan kontekstual, prinsip ini memberi arahan bahwa cakupan
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar,
memperhatikan perkembangan ilmu dan teknologi yang berkembang pesat
dalam realitas kehidupan yang dihadapi oleh peserta didik, guru harus
menyajikan dan menggumuli bersama peserta didiknya apa yang perlu
didapatnya agar tidak menjadi usang atau ketinggalan perkembangan atau
kemajuan khususnya menyangkut keilmuan. Kontekstual yang berarti dalam
mengembangkan Silabus hendaknya sesuai dengan konteks zaman dan

221
kehidupan peserta didik. Pengalaman belajar yang dirancang dalam Silabus
hendaknya menggunakan situasi kehidupan yang sedang terjadi ditengah-
tengah kehidupan peserta didik.
7. Prinsip Fleksibelitas, prinsip ini memberikan arahan bahwa keseluruhan
komponen Silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik,
lingkungan belajar, serta dinamika perubahan yang terjadi di lingkungan
masyarakat dan pendidikan disekitarnya itu. Silabus disusun dan
dikembangkan dengan fleksibel sesuai kondisi dan yang dibutuhkan oleh
peserta didik.
8. Prinsip menyeluruh, prinsip ini memberi arahan bahwa pengembangan
Silabus hendaknya mencakup 3 dimensi kelulusan yaitu dimensi sikap,
dimensi pengetahuan dan dimensi keterampilan. Serta standar Isi Mata
Pelajaran Keagamaan Kristen adalah mencakup sikap spiritual, sosial,
pengetahuan, keterampilan.

Pengembangan Silabus pada Kurikulum 2013

Pengembangan Silabus pada Kurikulum 2013 tidak lagi dilakukan oleh guru,
tetapi sudah disiapkan oleh Tim Pengembang Kurikulum, baik di tingkat pusat
maupun wilayah. Dengan demikian guru tinggal mengembangkan RPP
berdasarkan buku panduan guru, buku panduan peserta didik dan buku
sumber yang semuanya telah disiapkan. Dengan demikian dalam kaitannya
dengan rencana pembelajaran dalam Kurikulum 2013, guru tidak repot-repot
mengembangkan perencanaan yang tertulit, karena sudah ada pedoman dan
pendampingan. Dalam hal ini yang paling penting bagi guru adalah memahami
pedoman guru dan pedoman peserta didik, kemudian menguasai dan
memahami materi yang akan diajarkan. Lalu kemudian guru mengembangkan
rencana pembelajaran singkat tertulis tentang apa yang akan dilakukan dalam
pembukaan, pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik penutup
pembelajaran.

Pengembangan Silabus untuk setiap bidang studi dilakukan oleh Tim


pengembang kurikulum yang mencakup berbagai jenis lembaga pendidikan
dengan berbagai kegiatan sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi dan menentukan jenis-jenis kompetensi dan tujuan setiap


bidang studi.
2. Mengembangkan kompetensi dan pokok-pokok bahasan, serta
mengelompokannya sesuai dengan ranah pengetahuan, pemahaman
(keterampilan), nilai dan sikap.
3. Mengelompokannya sesuai dengan skope dan skuensi.
4. Mengembangkan indikator untuk setiap kompetensi serta kriteria
pencapaiannya. Untuk sistem kurikulum nasional, penyusunan Silabus Mata
Pelajaran pada Sekolah Menengah Teologi Kristen mengacu pada Kurikulum
2013 dan perangkat komponen-komponennya yang disusun oleh Pusat
Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, sedang substansi atau esensi dari isi kurikulum 2013
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) terbagi menjadi 2 (dua) yaitu mata
pelajaran yang umum mengikuti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
sedang mata pelajaran keagamaan Kristen adalah disiapkan dan
dikembangkan oleh Kementerian Agama Cq. Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Kristen bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan
Kristen untuk menyiapkan dan mengembangkan Silabus mata pelajaran
keagamaan Kristen.

222
5. Untuk kurikulum umum (wilayah), Silabus dikembangkan oleh Tim
Pengembang Kurikulum Wilayah. Namun jika sekolah mampu dengan baik
dan mandiri dapat menyusun Silabus yang sesuai dengan kondisi dan
kebudayaan setempat (Provinsi/Kab/Kota). Penyusunan Silabus dapat
dilakukana dengan melibatkan para ahli atau instansi pemerintah, instansi
swasta (termasuk perusahaan dan industri) atau Perguruan Tinggi. Adapun
bantuan dan bimbingan teknis untuk penyusunan Silabus dapat diberikan
oleh Pusat Kurikulum.

BAB II
SILABUS MATA PELAJARAN KEAGAMAAN KRISTEN

Mata Pelajaran Keagamaan Kristen Kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah


Teologi Kristen (SMTK) terdiri dari 6 (enam) Mata Pelajaran Keagamaan Kristen,
yaitu :

1. Pengetahuan Alkitab
2. Etika Kristen
3. Sejarah Gereja
4. Dogmatika
5. Hermeneutika
6. Misiologi

Adapun Silabus Mata Pelajaran Keagamaan Kristen akan disampaikan dan akan
dicetak tersendiri dan merupakan bagian yang tak terpisahkan pada lampiran
ini.

BAB III
SILABUS MATA PELAJARAN UMUM

Mata Pelajaran Umum Kurikulum 2013 Pendidikan Keagamaan Kristen pada


Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) terdiri dari 11 (sebelas) Mata
Pelajaran Umum, yaitu :

1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti


2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris
7. Ilmu Pengetahuan Alam (terpadu)
8. Ilmu Pengetahuan Sosial (terpadu)
9. Seni dan Budaya
10. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
11. Prakarya dan Kewirausahaan

Adapun Silabus Mata Pelajaran Umum akan disampaikan dengan model Silabus
hasil pengembangan Silabus tahun 2017, dan akan dicetak tersendiri dan
merupakan bagian yang tak terpisahkan pada lampiran ini.

223
SILABUS MATA PELAJARAN PENGETAHUAN ALKITAB
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

MATA PELAJARAN : PENGETAHUAN ALKITAB


SATUAN PENDIDIKAN : SMTK
KELAS :X
KOMPETENSI INTI :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun,
responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dalam lingkungan sosial dan alam, serta menempatkan diri sebagai cermin bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
keingintahuannya, tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyajikan dalam ranah konkret dan ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

MEDIA / ALOKASI
KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
SARANA WAKTU
1.1 Menghayati kebesaran 1. Kanonisasi Alkitab Mengamati  Alkitab Sikap dan perilaku 3 X 2 JP
Allah dalam proses  Membaca buku paket berkenaan  Buku Paket  Penilaian sikap peserta didik,
1.1 Tradisi lisan dan tertulis
kanonisasi kesaksian dengan kanonisasi Alkitab  Literatur lain meliputi: ketaatan, kesetiaan,
1.2 Pengertian kanonisasi
iman para penulis 1.3 Campur tangan Allah  Mendengar penjelasan mengenai tentang kejujuran, tanggung jawab, dan
Perjanjian Lama dan proses terbentuknya Alkitab dari kanonisasi sikap menghargai sesama, sebagai
dalam proses kanonisasi
Perjanjian Baru tradisi lisan hingga tertulis. Alkitab, Misalnya: wujud penghayatannya terhadap
1.4 Kriteria kanonisasi PL
sehingga menjadi  Menyimak presentasi mengenai Tremper Longman kebesaran Allah dalam proses
1.5 Tahapan kanonisasi PL
proses kanonisasi Alkitab, baik PL and Raymond B. kanonisasi Alkitab PL dan PB,
Alkitab. 1.6 Kriteria kanonisasi PB
maupun PB, meliputi arti kanon, Dillard, An dilakukan dengan menggu-nakan:
1.7 Tahapan kanonisasi PB
2.1 Memuliakan kebesaran kriteria kanonisasi dan tahapan introduction to the - Lembar observasi
Allah dengan meyakini kanonisasi. - Lembar penilaian diri
Old Testament
Menanya - Lembar penilaian antarteman
dan menghormati (Grand Rapids:
Alkitab sebagai Firman  Mengajukan pertanyaan mengenai Zondervan, 2006)
hal-hal yang kurang jelas berkenaan Pengetahuan kognitif
Allah yang tercermin  Untuk mengevaluasi/mengukur
dengan proses kanonisasi Alkitab. D.A. Carson and
dalam kehidupan kemampuan peserta didik dalam
 Mendiskusikan informasi yang Douglas J. Moo, An

224
pribadi, sosial, dan belum diketahui berkenaan dengan introduction to the mengingat, memahami dan
lingkungan hidup yang kanonisasi Alkitab New Testament menerapkan pengetahuannya
lebih luas Mengeksplorasi/Mengumpulkan (Grand Rapids: tentang kanonisasi Alkitab PL dan
Informasi Zondervan, 2005) PB dilakukan:
3.1 Memahami campur  Membaca literatur/sumber-sumber Walter A. Elwell (ed.), - Tes lisan tentang kanonisasi
tangan Allah dalam lain di luar buku paket berkenaan Evangelical Alkitab PL dan PB
proses kanonisasi dengan kanonisasi Alkitab Dictionary of - Tes tertulis (dengan soal pilihan
Alkitab, baik PL  Mendiskusikan campur tangan Theology (Grand ganda atau uraian) berkenaan
maupun PB Allah dalam proses kanonisasi Rapid: Baker dengan kanonisasi Alkitab PL
Alkitab Akademic, 2001) dan PB
4.1 Menganalisis secara Mengasosiasi W.S. Lasor, D.A. - LKS
kritis proses kanonisasi  Manganalisis informasi mengenai Hubbard, F.W. Bush,
Alkitab, baik PL proses kanonisasi Alkitab Pengantar Perjanjian Keterampilan
maupun PB  Mengambil kesimpulan mengenai Lama 1: Taurat dan  Menghafal nama kitab-kitab secara
makna kanonisasi Sejarah (Jakarta: berurutan sesuai kanon Alkitab
 Menghubungkan fenomena adanya BPK Gunung Mulia,  Menyusun laporan/paparan
tulisan-tulisan lain yang sezaman 2005) singkat berupa: essay, display,
dengan Alkitab tetapi tidak Donal Guthrie, atau artikel berkenaan dengan
termasuk dalam Alkitab. Pengantar Perjanjian kriteria kanonisasi Alkitab PL dan
Mengomunikasikan Baru: volume 1 PB
 Menyajikan secara lisan atau (Surabaya,
tertulis pengertian kanonisasi. Momentum, 2012)
 Menyajikan tahapan kanonisasi PL
dan PB Harry Y. Gamble, The
 Mendeskripsikan kriteria kanonisasi New Testament
PL dan PB Canon: Its Making
and Meaning (USA:
Fortress, 1965)

Andrew E. Hill &


John H. Walton,
Survei Perjanjian
Lama (Malang:
Gandum Mas, 2000)

 Laptop
Power-point

 LCD
 Alat tulis
 Lembar kerja
 Lembar observasi
 Lembar penilaian
diri

225
 Lembar penilaian
antar teman
2. Kitab Pentateukh
2.1 Pengantar Mengamati  Alkitab Sikap dan perilaku 1 X 2 JP
1.2 Menghayati dan 2.1.1 Pengertian  Mendengar penjelasan mengenai  Penilaian sikap peserta didik,
 Buku Paket
mengamalkan Pentateukh arti Pentateukh meliputi: ketaatan, kesetiaan,
 Literatur lain
kebesaran Allah dalam 2.1.2 Kitab-kitab  Melihat urutan lima kitab pertama tentang kejujuran, tanggung jawab, dan
mempelajari pokok- Pentateukh dalam Alkitab PL Pentateukh, sikap menghargai sesama, sebagai
pokok isi kesaksian Menanya misalnya: wujud penghayatannya kebesaran
kitab- kitab Pentateukh  Menanyakan informasi lebih lanjut Tremper Longman Allah yang tercermin dalam Kitab
(Torah/Taurat) mengenai kitab-kitab Petateukh and Raymond B. Pentateukh, dilakukan dengan
 Menanyakan hal-hal yang belum Dillard, An menggu-nakan:
2.2 Mengamalkan hukum- jelas berkenaan dengan presentasi - Lembar observasi
introduction to the
hukum (kebenaran, kitab-kitab Pentateukh - Lembar penilaian diri
Old Testament
keadilan, kasih, dan Mengeksplorasi - Lembar penilaian antarteman
(Grand Rapids:
kesetiaan) Allah, yang  Membaca literatur/sumber-sumber Zondervan, 2006)
disampaikan dalam lain di luar buku paket mengenai Pengetahuan kognitif
Kitab-kitab Pentateukh kitab-kitab Pentateukh  Untuk mengevaluasi/mengukur
W.S. Lasor, D.A.
(Torah/Taurat), dalam  Mendalami isi salah satu kitab dari Hubbard, F.W. Bush, kemampuan peserta didik dalam
kitab-kitab Pentateukh mengingat, memahami dan
kehidupan pribadi, Pengantar Perjanjian
Mengasosiasi menerapkan pengetahuannya
sosial, dan lingkungan Lama 1: Taurat dan
 Membuat kategori kitab-kitab yang Sejarah (Jakarta: tentang Kitab Pentateukh
hidup yang lebih luas dilakukan:
termasuk dalam Pentateukh BPK Gunung Mulia,
 Menyimpulkan alasan kelima kitab 2005) - Tes lisan tentang arti
3.2 Memahami pokok-pokok
pertama dalam PL disebut Andrew E. Hill & Pentateukh dan kitab-kitab
isi pengajaran yang
Pentateukh John H. Walton, yang termasuk dalam
terkandung dalam Pentateukh
kitab-kitab Pentateukh Mengomunikasikan Survei Perjanjian
(Torah/Taurat)  Memaparkan tema-tema pokok Lama (Malang:
kitab Pentateukh Gandum Mas, 2000) Keterampilan
 Memaparkan makna kitab-kitab Menyusun paparan singkat
4.2 Menganalisis secara mengenai Kitab Pentateukh
kritis dengan kaidah- Pentateukh bagi kehidupan umat  Laptop
kaidah keilmuan pokok- Israel  Power-point
pokok isi pengajaran  LCD
yang terkandung dalam  Alat tulis
kitab-kitab Pentateukh  Lembar kerja
(Torah/Taurat)  Lembar observasi
 Lembar penilaian
diri
 Lembar penilaian
antarteman
Mengamati
2.2 Kitab Kejadian Sikap dan perilaku 2 X 2 JP
2.2.1 Pengantar Kitab  Menyimak pembahasan atas kitab  Alkitab  Penilaian sikap peserta didik,
Kejadian
Kejadian  Buku Paket meliputi: ketaatan, kesetiaan,

226
2.2.2 Kisah penciptaan dan  Menyimak kisah penciptaan yang  Literatur lain kejujuran, tanggung jawab, dan
inti pesannya dituturkan dalam kitab Kejadian tentang Kitab sikap menghargai sesama, sebagai
2.2.3 Kisah kejatuhan  Membaca kisah kejatuhan ke dalam Kejadian, wujud penghayatannya terhadap
manusia ke dalam dosa dalam kitab Kejadian misalnya: ketaatan bapa-bapa leluhur Irael
dosa dan inti  Mendengar penjelasan mengenai Tremper Longman yang dipaparkan dalam kitab
pesannya kisah bapa-bapa leluhur Israel and Raymond B. Kejadian, dilakukan dengan
2.2.4 Peristiwa Nuh dan  Menyimak paparan mengenai Dillard, An menggu-nakan:
pembaruan terbentuknya cikal-bakal bangsa introduction to the - Lembar observasi
perjanjian Israel Old Testament - Lembar penilaian diri
2.2.5 Abraham dan janji Menanya - Lembar penilaian antarteman
(Grand Rapids:
Allah kepadanya  Mendiskusikan kisah penciptaan Zondervan, 2006)
2.2.6 Ishak dan Ismael yang disaksikan dalam kitab Pengetahuan kognitif
2.2.7 Esau dan Yakub Kejadian W.S. Lasor, D.A.  Untuk mengevaluasi/mengukur
2.2.8 Kisah Yusuf  Mendiskusikan kisah kejatuhan Hubbard, F.W. Bush, kemampuan peserta didik dalam
manusia ke dalam dosa Pengantar Perjanjian mengingat, memahami dan
 Mendiskusikan bapa-bapa leluhur Lama 1: Taurat dan menerapkan pengetahuannya
umat Israel Sejarah (Jakarta: tentang Kitab Kejadian dilakukan:
 Tanya jawab mengenai kisah Yusuf BPK Gunung Mulia, - Tes lisan tentang kisah
 Mengajukan pertanyaan tentang 2005) penciptaan
informasi yang belum dipahami - Tes tertulis (dengan soal pilihan
berkenaan dengan kitab Kejadian Andrew E. Hill & ganda atau uraian) berkenaan
John H. Walton, dengan kejatuhan manusia ke
Mengeksplorasi
Survei Perjanjian dalam dosa
 Menggali lebih dalam informasi
Lama (Malang: - LKS
mengenai penciptaan alam semesta
dan manusia yang dituturkan Gandum Mas, 2000)
Keterampilan
dalam kitab Kejadian
Willem VanGemeren, Menyusun laporan/paparan singkat
 Membaca literatur/sumber-sumber
Progres Penebusan: berupa: essay, display, atau artikel
lain di luar buku paket berkenaan
Kisah Keselamatam berkenaan dengan Abraham sebagai
dengan kesaksian kitab Kejadian,
dan Penciptaan bapa orang beriman
terutama tentang kejatuhan
manusia ke dalam dosa dan kasih sampai Yerusalem
setia Allah kepada umat-Nya Baru (Surabaya:
Mengasosiasi Momentum, 2016)
 Mengolah informasi mengenai kisah Christian Gerzt,
penciptaan dalam kitab Kejadian Angelika Berlejung,
dan mengasosiasikannya dengan Konrad Schmidt,
teori terciptanya alam semesta Markus Witte, Purwa
menurut ilmu pengetahuan modern Pustaka: Eksplorasi
 Membuat kategori mengenai dosa Ke Dalam Kitab-Kitab
manusia berdasar kisah kejatuhan Perjanjian Lama Dan
ke dalam dosa Deuterokanonika
 Menganalisis kelebihan dan (Jakarta: BPK
kekurangan bapa-bapa leluhur Gunung Mulia, 2017)

227
Israel secara imaniah Bill T. Arnold,
Mengomunikasikan Encountering
 Menyajikan kisah penciptaan dalam the Book of Genesis
kitab Kejadian (Grand Rapids:
 Menyajikan kisah kejatuhan Bakerbooks, 1998)
manusia ke dalam dosa.  Laptop
 Menuturkan kisah hidup bapa-bapa  Power-point
leluhur Israel secara ringkas  LCD
 Menyajikan kisah lahirnya cikal-  Alat tulis
bakal bangsa Israel  Lembar kerja
 Lembar observasi
 Lembar penilaian
diri
 Lembar penilaian
antarteman

2.3 Kitab Keluaran Mengamati Sikap dan perilaku 2 X 2 JP


2.3.1 Pengantar kitab  Membaca kitab Keluaran  Alkitab  Penilaian sikap peserta didik,
Keluaran  Mendengar penjelasan kisah-kisah meliputi: ketaatan, kesetiaan,
 Buku Paket
2.3.2 Musa dan yang dituturkan dalam kitab kejujuran, tanggung jawab, dan
pengutusannya  Literatur,
Keluaran sikap menghargai sesama, sebagai
2.3.3 Keluaran dari Mesir misalnya: Philip
Menanya wujud penghayatannya terhadap
dan perayaan Paska Graham Ryken,
 Mengajukan pertanyaan berkenaan hukum-hukum Tuhan yang
2.3.4 Perjalanan di padang Exodus (Illinois:
dengan informasi yang kurang jelas diberikan dalam Kitab Keluaran,
gurun Crossway Book,
 Mengajukan pertanyaan berkenaan dilakukan dengan menggunakan:
2.3.5 Sepuluh Perintah 2005)
dengan informasi tambahan yang - Lembar observasi
Allah  Laptop - Lembar penilaian diri
ingin diketahui  Power-point
2.3.6 Kemah suci: simbol - Lembar penilaian antarteman
Mengeksplorasi  LCD
kehadiran Allah dan
 Membaca buku Pengantar Perjan-  Alat tulis
pusat peribadatan Pengetahuan kognitif
jian Lama, khususnya kitab  Lembar kerja
Israel di padang  Untuk mengevaluasi/mengukur
Keluaran  Lembar observasi
gurun kemampuan peserta didik dalam
 Mendiskusikan hubungan  Lembar penilaian
perayaan Paska umat Israel mengingat, memahami dan
diri menerapkan pengetahuannya
dengan perayaan Paska dalam PB
 Lembar penilaian tentang kitab Keluaran dilakukan:
Mengasosiasi
antarteman - Tes lisan tentang riwayat hidup
 Menganalisis peran Musa dalam
 Atlas perjalanan nabi Musa
memimpin umat Israel keluar dari
Israel di padang - Tes tertulis (dengan soal pilihan
Mesir
gurun ganda atau uraian) berkenaan
 Mengasosiasikan Sepuluh Perintah
kisah keluaran bangsa Israel
Allah dengan perilaku sehari-hari
dari Mesir
 Menghubungkan fungsi Kemah Suci - LKS
dengan rumah ibadah di kemudian

228
hari Keterampilan
Mengomunikasikan Menyusun paparan singkat berupa:
 Menceritakan kisah keluaran Israel essay, display, atau artikel tentang
dari Mesir perjalanan umat Israel di padang
 Menyajikan cerita kehidupan Musa gurun
dan perannya dalam memimpin
Israel
 Menyebutkan Sepuluh Perintah
Allah

Sikap dan perilaku 2 X 2 JP


2.4 Kitab Imamat Mengamati  Penilaian sikap peserta didik,
2.4.1 Pengantar kitab  Memperhatikan presentasi tentang  Alkitab
meliputi: ketaatan, kesetiaan,
Imamat kitab Imamat melalui power-point  Buku Paket
kejujuran, tanggung jawab, dan
2.4.2 Bermacam-macam  Membaca kitab Imamat  Literatur lain sikap menghargai sesama, sebagai
Korban dan Menanya tentang Kitab wujud penghayatannya terhadap
maknanya (Im. 1-7)  Meminta penjelasan mengenai Imamat, misalnya: berbagai peraturan bagi umat Allah
2.4.3 Jabatan imam dan informasi yang belum dipahami Gale A. Yee Israel yang diuraikan dalam Kitab
fungsinya (Im. 8-9)  Mengajukan pertanyaan tentang Hugh R. Page Jr. Imamat, dilakukan dengan
2.4.4 Peraturan tentang informasi tambahan yang ingin Matthew J. M. menggunakan:
binatang-binatang diketahui Coomber - Lembar observasi
halal dan haram Mengeksplorasi (Eds.), Fortress - Lembar penilaian diri
serta maknanya (Im.  Mendiskusikan peran imam yang Commentary - Lembar penilaian antarteman
11) On The Bible
diuraikan dalam kitab Imamat
2.4.5 Hukum-hukum The Old Testament
 Mendiskusikan makna peraturan Pengetahuan kognitif
Kekudusan (Im. 18- And Apocrypha
tentang binatang yang halal dan  Untuk mengevaluasi/mengukur
22) (Minneapolis:
yang haram kemampuan peserta didik dalam
2.4.6 Hari-hari raya Israel Fortress Press, 2014)
 Mendiskusikan hukum-hukum ke- mengingat, memahami dan
Purba (Im. 23, 25)  Laptop
kudusan dalam kitab Imamat menerapkan pengetahuannya
 Membaca literatur/sumber-sumber  Power-point tentang Kitab Kejadian dilakukan:
lain di luar buku paket mengenai  LCD - Tes lisan tentang bermacam-
kitab Imamat  Alat tulis macam korban dalam Imamat
Mengasosiasi  Lembar kerja 1-7
 Mengasosiasikan jabatan imam  Lembar observasi - Tes tertulis (dengan soal pilihan
dengan jabatan di gereja  Lembar penilaian ganda atau uraian) tentang
 Mengasosiasikan korban-korban diri hukum kekudusan (Im. 18-22)
dalam kitab Imamat dengan  Lembar pemilaian dan maknanya
pengorbanan Yesus antarteman - LKS
 Menganalisis implementasi hukum-
hukum kekudusan dalam Keterampilan
kehidupan sehari-hari Menyusun laporan berkenaan
 Menganalisis implementasi pera- dengan hari-hari raya Israel purba

229
turan tentang binatang halal dan
haram dalam kehidupan sehari-hari
Mengomunikasikan
 Menyebutkan contoh-contoh
binatang halal dan haram

Sikap dan perilaku 2 X 2 JP


2.5 Kitab Bilangan Mengamati  Alkitab  Penilaian sikap peserta didik,
2.5.1 Pengantar kitab  Membaca kitab Bilangan  Buku Paket meliputi: ketaatan, kesetiaan,
Bilangan  Memperhatikan penjelasan menge-  Literatur lain kejujuran, tanggung jawab, dan
2.5.2 Suku-suku Israel nai isi kitab Bilangan tentang kitab sikap menghargai sesama, sebagai
(Bil.1-2)  Menyimak cerita-cerita dalam kitab Bilangan, wujud penghayatannya terhadap
2.5.3 Keturunan Harun Bilangan misalnya: peraturan tentang kenajisan yang
(Bil.3-4) Menanya Gale A. Yee diuraikan dalam kitab Bilangan
2.5.4 Peraturan tentang  Tanya jawab mengenai peraturan Hugh R. Page Jr. pasal 5 dilakukan dengan
orang najis dan kenajisan dalam kitab Bilangan Matthew J. M. menggunakan:
maknanya (Bil.5)  Menanyakan informasi yang kurang Coomber - Lembar observasi
2.5.5 Pemberontakan jelas (Eds.), Fortress - Lembar penilaian diri
Korah, Datan dan  Mengajukan pertanyaan tentang Commentary - Lembar penilaian antarteman
Abiram (Bil.16) tambahan informasi yang ingin On The Bible
2.5.6 Simbol ular tembaga diketahui The Old Testament Pengetahuan kognitif
(Bil. 21) Mengeksplorasi And Apocrypha  Untuk mengevaluasi/mengukur
2.5.7 Balak dan Bileam  Membaca literatur/sumber-sumber (Minneapolis: kemampuan peserta didik dalam
(Bil. 22-24) Fortress Press, 2014) mengingat, memahami dan
lain di luar buku paket mengenai
kitab Bilangan Laptop menerapkan pengetahuannya
 Mendiskusikan inti pelajaran dari  Laptop tentang Kitab Bilangan dilakukan:
cerita pemberontakan Korah, Datan  Power-point - Tes lisan tentang peraturan
dan Abiram  LCD kenajisan dalam Bilangan 5
 Mendiskusikan makna simbol ular  Alat tulis - Tes tertulis (dengan soal pilihan
tembaga  Lembar kerja ganda atau uraian) tentang
 Lembar observasi pemberontakan Korah, Datan
 Mendiskusikan inti pelajaran dari
 Lembar penilaian dan Abiram
cerita Balak dan Bileam
diri - LKS
Mengasosiasi
 Mengasosiasikan peraturan tentang  Lembar penilaian
Keterampilan
kenajisan dengan kekudusan hidup antarteman
Menceritakan makna simbol ular
umat beriman
tembaga dalam Bilangan 21
 Mengasosiasikan makna simbol ular dikaitkan dengan penebusan oleh
tembaga dengan penebusan dosa Tuhan Yesus
manusia oleh Yesus
 Menganalisis makna cerita Balak
dan Bileam
Mengomunikasikan

230
 Menuturkan peraturan tentang
kenajisan dalam kitab Bilangan
 Menyajikan makna simbol ular
tembaga
 Memaparkan kuasa Allah yang
dinyatakan dalam cerita Balak dan
Bileam

 Alkitab
2.6 Kitab Ulangan Mengamati  Buku Paket Sikap dan perilaku 2 X 2 JP
2.6.1 Pengantar Kitab  Membaca kitab Ulangan  Literatur lain  Penilaian sikap peserta didik,
Ulangan  Memperhatikan penjelasan menge- tentang kitab meliputi: ketaatan, kesetiaan,
2.6.2 Riwayat perjalanan di nai kitab Ulangan Ulangan, kejujuran, tanggung jawab, dan
padang gurun hingga  Mengamati peta perjalanan Israel di misalnya: sikap menghargai sesama, sebagai
masuk Kanaan (Ul. padang gurun Gale A. Yee wujud penghayatannya terhadap
2-3) Menanya Hugh R. Page Jr. pimpinan Allah terhadap umat
2.6.3 Perintah utama:  Mengajukan pertanyaan mengenai Matthew J. M. Israel dalam perjalanan di padang
kasih kepada Allah informasi yang belum dipahami Coomber gurun yang dipaparkan dalam
(Ul. 6)  Menanyakan informasi tambahan (Eds.), Fortress kitab Ulangan dilakukan dengan
2.6.4 Kutuk dan berkat (Ul. yang ingin diketahui Commentary menggunakan:
7) On The Bible - Lembar observasi
 Meminta klarifikasi atas hal-hal
2.6.5 Persembahan bagi The Old Testament - Lembar penilaian diri
yang belum jelas
Tuhan (Ul. 26) And Apocrypha - Lembar penilaian antarteman
Mengeksplorasi
2.6.6 Yosua menggan-tikan (Minneapolis:
 Membaca literatur/sumber-sumber
Musa (Ul. 31) Fortress Press, 2014) Pengetahuan kognitif
lain di luar buku paket mengenai
 Untuk mengevaluasi/mengukur
kitab Ulangan
 Laptop kemampuan peserta didik dalam
 Mendiskusikan inti pelajaran dari
 Power-point mengingat, memahami dan
kisah perjalanan Israel di padang
 LCD menerapkan pengetahuannya
gurun hingga masuk Kanaan
 Alat tulis tentang kitab Ulangan dilakukan:
 Mendiskusikan implementasi perin-
 Lembar observasi - Tes lisan tentang riwayat
tah untuk mengasihi Allah
 Lembar kerja perjalanan Israel di padang
 Mencari makna tentang kutuk dan gurun hingga masuk Kanaan
berkat  Lembar penilaian
diri - Tes tertulis (dengan soal pilihan
 Mendiskusikan makna persembah- ganda atau uraian) berkenaan
an bagi Tuhan  Lembar penilaian
dengan kasih kepada Allah dan
Mengasosiasi antarteman
sesama (Ul. 5-6) sebagai dasar
 Menghubungkan hukum-hukum kehidupan Kristen
Allah dengan praktik kehidupan - LKS
sehari-hari
 Mengasosiasikan peraturan tentang Keterampilan
persembahan dalam kitab Ulangan Membuat essay, display, atau

231
dengan persembahan jemaat saat artikel berkenaan dengan persem-
ini bahan bagi Tuhan
Mengkomunikasikan
 Menceritakan kisah perjalanan
Israel di padang gurun
 Menyajikan contoh-contoh perilaku
mengasihi Allah dan sesama
1.3 Menghayati dan  Menyajikan makna persembahan
mengamalkan bagi Allah
kebesaran Allah dalam
mempelajari pokok- Mengamati Sikap dan perilaku 2 X 2 JP
pokok isi kitab Ketuvim 3. Kitab-kitab Ketuvim (Kitab-  Membaca kitab-kitab Sejarah dalam  Penilaian sikap peserta didik,
 Alkitab
(Kitab-kitab Sejarah, kitab Sejarah, Hikmat, dan PL meliputi: ketaatan, kesetiaan,
Syair)  Buku Paket
Kitab-kitab Hikmat dan  Mendengarkan penjelasan mengenai kejujuran, tanggung jawab, dan
3.1 Kitab-kitab Sejarah  Literatur lain sikap menghargai sesama, sebagai
Kitab-kitab Syair) kitab-kitab Sejarah tentang Nabi-nabi
3.1.1 Pengantar Kitab- Menanya wujud penghayatannya atas firman
kitab Sejarah Besar, misalnya: Allah yang diberitakan dalam
2.3 Mewujudnyatakan  Mendiskusikan informasi yang belum Gale A. Yee
hikmat Allah 3.1.2 Kitab Yosua dipahami tentang kitab-kitab Sejarah Kitab-kitab Sejarah dilakukan
3.1.3 Kitab Hakim-hakim Hugh R. Page Jr. dengan menggunakan:
(kebijaksanaan dan dalam PL Matthew J. M.
3.1.4 Kitab Rut  Meminta klarifikasi atas informasi - Lembar observasi
kebenaran Allah, Coomber
3.1.5 Kitab 1 dan 2 Samuel yang belum jelas - Lembar penilaian diri
tanggung jawab dalam (Eds.), Fortress
3.1.6 Kitab 1 dan 2 Raja-  Menanyakan informasi tambahan - Lembar penilaian antarteman
tugas dan panggilan, raja Commentary
yang ingin diketahui berkenaan Pengetahuan kognitif
serta kepedulian 3.1.7 Kitab 1 dan 2 On The Bible
dengan kitab-kitab Sejarah dalam PL  Untuk mengevaluasi/mengukur
terhadap sesama) Tawarikh The Old Testament
Mengeksplorasi kemampuan peserta didik dalam
sebagaimana diajarkan 3.1.8 Kitab Ezra And Apocrypha
 Membaca literatur/sumber-sumber mengingat, memahami dan
dalam Ketuvim (Kitab- 3.1.9 Kitab Nehemia (Minneapolis:
lain di luar buku paket mengenai menerapkan pengetahuannya
kitab Sejarah, Kitab- 3.1.10 Kitab Ester Fortress Press, 2014)
kitab-kitab Sejarah dalam PL tentang Kitab-kitab Sejarah
kitab Hikmat dan Kitab-  Menemukan inti masing-masing dilakukan:
 Laptop - Tes lisan tentang nama kitab-
kitab Syair), dalam kitab dalam Kitab-kitab Sejarah  Power-point kitab yang termasuk Kitab-kitab
kehidupan pribadi, Mengasosiasi  LCD Sejarah
sosial, dan lingkungan  Menghubungkan inti kitab-kitab  Alat tulis - Tes tertulis (dengan soal pilihan
hidup yang lebih luas sejarah dengan kehidupan sehari-  Lembar kerja ganda atau uraian) tentang isi
hari  Lembar penilaian
3.3 Memahami pokok-pokok salah satu di antara Kitab-kitab
 Menganalisis relevansi inti Kitab- diri
isi pengajaran yang Sejarah
kitab Sejarah dalam realitas  Lembar observasi
terkandung dalam - LKS
kehidupan masa kini
 Lembar penilaian Keterampilan
Kitab-kitab Ketuvim Mengomunikasikan
antarteman Menyusun paper singkat tentang
(Kitab-kitab Sejarah,  Memaparkan isi masing-masing kitab restorasi (pembangunan kembali)
Hikmat, dan Syair) dalam Kitab-kitab Sejarah Bait Allah yang dilakukan oleh Ezra
4.3 Menganalisis secara dan Nehemia
kritis dengan kaidah- Mengamati

232
kaidah keilmuan 3.2 Kitab-kitab Hikmat dan  Membaca kitab-kitab Hikmat dan Sikap dan perilaku 3 X 2 JP
pokok-pokok isi Syair Syair dalam PL  Alkitab  Penilaian sikap peserta didik,
pengajaran yang 3.2.1 Kitab Ayub  Mendengarkan penjelasan mengenai  Buku Paket meliputi: ketaatan, kesetiaan,
terkandung dalam 3.2.2 Kitab Mazmur kitab-kitab Hikmat dan Syair  Literatur lain kejujuran, tanggung jawab, dan
Kitab-kitab Ketuvim 3.3.3 Kitab Amsal Salomo Menanya tentang kitab sikap menghargai sesama, sebagai
(Kitab-kitab Sejarah, 3.2.4 Kitab Ratapan  Mendiskusikan informasi tentang Hikmat dan Syair, wujud pengamalannya atas
3.2.5 Kitab Pengkhotbah kitab-kitab Hikmat dan Syair dalam misalnya: nasihat-nasihat Kitab-kitab Hikmat
Hikmat, dan Syair)
3.2.6 Kitab Kidung Agung PL yang belum dipahami. Gale A. Yee dan Syair dilakukan dengan
 Meminta klarifikasi atas informasi Hugh R. Page Jr. menggunakan:
yang belum jelas Matthew J. M. - Lembar observasi
 Menanyakan informasi tambahan Coomber - Lembar penilaian diri
yang ingin diketahui berkenaan (Eds.), Fortress - Lembar penilaian antarteman
dengan kitab-kitab Hikmat dan Syair Commentary Pengetahuan kognitif
Mengeksplorasi On The Bible  Untuk mengevaluasi/mengukur
 Membaca literatur/sumber-sumber The Old Testament kemampuan peserta didik dalam
lain di luar buku paket mengenai And Apocrypha mengingat, memahami dan
kitab-kitab Hikmat dan Syair (Minneapolis: menerapkan pengetahuannya
 Menemukan inti masing-masing Fortress Press, 2014) tentang Kitab-kitab Hikmat dan
kitab dalam kitab-kitab Hikmat dan Syair dilakukan:
Syair  Laptop - Tes lisan tentang nama kitab-
Mengasosiasi  Power-point kitab yang termasuk dalam
 Menghubungkan inti kitab-kitab  LCD kelompok Kitab-kitab Hikmat
Hikmat dan Syair dengan kehidupan  Alat tulis dan Syair
sehari-hari  Lembar kerja - Tes tertulis (dengan soal pilihan
 Menganalisis relevansi inti kitab-  Lembar penilaian ganda atau uraian) tentang isi
kitab Hikmat dan Syair dalam diri salah satu kitab dalam Kitab-
realitas kehidupan masa kini  Lembar observasi kitab Hikmat dan Syair
Mengomunikasikan - LKS
 Lembar penilaian
1.4 Menghayati dan  Memaparkan inti salah satu kitab Keterampilan
antarteman
dalam kitab-kitab Hikmat dan Syair Menyusun paper singkat mengenai
mengamalkan
“hikmat” dalam Kitab Amsal Salomo
kebesaran Allah dalam
mempelajari pokok-
pokok isi Kitab-kitab
Para Nabi (Neviim) Mengamati
4. Kitab Nabi-nabi (Neviim) Sikap dan perilaku 1 X 2 JP
 Mendengarkan penjelasan mengenai  Alkitab
4.1 Pengantar  Penilaian sikap peserta didik,
2.4 Mewujudnyatakan kitab-kitab yang termasuk dalam  Buku Paket
4.1.1 Kitab Nabi-nabi kitab Nabi-nabi Besar meliputi: ketaatan, kesetiaan,
firman Allah (ketaatan  Literatur lain kejujuran, tanggung jawab, dan
kepada Allah, larangan, Besar dalam Menanya tentang kitab
kekristenan sikap menghargai sesama, sebagai
dan perintah Allah),  Menanyakan informasi yang kurang Nabi-nabi,
4.1.2 Kitab Nabi-nabi wujud penghayatannya terhadap
yang diajarkan dalam jelas berkenaan dengan Nabi-nabi misalnya:
Besar dalam Kitab peran para nabi besar dalam
Besar Gale A. Yee
Kitab-kitab Para Nabi Suci Ibrani menyampaikan firman Allah,
 Menanyakan tambahan informasi Hugh R. Page Jr.
(Neviim) dalam 4.1.3 Kitab Nabi-nabi dilakukan dengan meng-gunakan:
yang ingin diketahui Matthew J. M. - Lembar observasi

233
kehidupan pribadi, Besar dalam Gereja Mengeksplorasi Coomber - Lembar penilaian diri
sosial, dan lingkungan Katolik  Membaca literatur/sumber-sumber (Eds.), Fortress - Lembar penilaian antarteman
hidup yang lebih luas lain di luar buku paket mengenai Commentary Pengetahuan kognitif
kitab Nabi-nabi Besar On The Bible  Untuk mengevaluasi/mengukur
3.4 Memahami pokok-pokok  Menemukan perbedaan kitab Nabi- The Old Testament kemampuan peserta didik dalam
isi pengajaran yang nabi Besar dalam tradisi kekristenan, And Apocrypha mengingat, memahami dan
terkandung dalam kitab Kitab Suci Ibrani dan gereja Katolik (Minneapolis: menerapkan pengetahuannya
Nabi-nabi (Neviim) Mengasosiasi Fortress Press, 2014) tentang Kitab Nabi-nabi Besar
 Membuat kategori Nabi-nabi Besar dilakukan:
4.4 Menganalisis secara Mengomunikasikan  Laptop - Tes lisan tentang kitab-kitab
kritis dengan kaidah-  Menyajikan kitab-kitab yang  Power-point yang termasuk dalam Kitab
kaidah keilmuan pokok- termasuk kitab Nabi-nabi Besar  LCD Nabi-nabi Besar dalam tradisi
pokok isi pengajaran  Menyajikan kriteria/kategori Nabi-  Alat tulis Kristen
yang terkandung dalam nabi Besar  Lembar kerja - Tes tertulis berkenaan dengan
Kitab-kitab Para Nabi  Lembar penilaian kitab-kitab yang termasuk
diri dalam Kitab Nabi-nabi Besar
(Neviim)
 Lembar observasi dalam tradisi Ibrani
 Lembar penilaian - LKS
antarteman Keterampilan
Membuat tabel perbandingan antara
tradisi Ibrani, tradisi Kristen dan
tradisi Katolik mengenai kitab-kitab
yang termasuk dalam Kitab Nabi-
nabi Besar

4.2 Kitab Yesaya Sikap dan perilaku 3 X 2 JP


Mengamati  Alkitab
4.2.1 Pengantar kepada  Penilaian sikap peserta didik,
 Membaca kitab Yesaya  Buku Paket
Kitab Yesaya meliputi: ketaatan, kesetiaan,
 Menyimak pembahasan mengenai  Literatur lain
4.2.2 Garis besar isi Proto kejujuran, tanggung jawab, dan
Yesaya (pasal 1-39) kitab Yesaya tentang kitab
sikap menghargai sesama, sebagai
4.2.3 Garis besar isi Menanya Yesaya, misalnya:
wujud pengamalannya atas pesan-
Deutero Yesaya  Mendiskusikan informasi mengenai Gale A. Yee
pesan nabi Yesaya dilakukan
(pasal 40-55) kitab Yesaya yang belum dipahami Hugh R. Page Jr.
dengan menggu-nakan:
4.2.4 Garis besar isi Trito  Menanyakan hal-hal yang belum Matthew J. M.
- Lembar observasi
Yesaya (pasal 56-66) jelas Coomber
- Lembar penilaian diri
(Eds.), Fortress
 Meminta tambahan informasi - Lembar penilaian antarteman

234
berkenaan dengan kitab Yesaya Commentary
Mengeksplorasi On The Bible Pengetahuan kognitif
 Membaca literatur/sumber-sumber The Old Testament  Untuk mengevaluasi/mengukur
lain di luar buku paket mengenai And Apocrypha kemampuan peserta didik dalam
kitab Yesaya (Minneapolis: mengingat, memahami dan
 Mendiskusikan isi pemberitaan Fortress Press, 2014) menerapkan pengetahuannya
masing-masing bagian (proto, tentang Kitab Yesaya dilakukan:
deutero, dan trito) kitab Yesaya  Laptop - Tes lisan mengenai pokok-pokok
Mengasosiasi  Power-point pemberitaan Proto Yesaya
 Menghubungkan kehidupan Israel  LCD - Tes tertulis (dengan soal pilihan
sebelum pembuangan dengan  Alat tulis ganda atau uraian) berkenaan
kecenderungan manusia untuk  Lembar kerja dengan pokok-pokok
melawan Allah  Lembar penilaian pemberitaan Deutero Yesaya
 Menghubungkan kehidupan Israel diri - LKS
dalam pembuangan dengan  Lembar observasi
panggilan bagi semua manusia  Lembar penilaian Keterampilan
untuk bertobat dan kembali kepada antarteman Membuat sajian mengenai janji
Allah keselamatan Allah yang diberitakan
 Menghubungkan kehidupan Israel dalam Kitab Yesaya dalam bentuk
setelah pembuangan dengan paper atau karya kreatif
pengampunan Allah dan panggilan
untuk hidup kudus
Mengomunikasikan
 Menyajikan pembagian kitab Yesaya
 Menyajikan pokok-pokok pegajaran
masing-masing bagian kitab Yesaya

4.3 Kitab Yeremia  Akitab


Mengamati Sikap dan perilaku 2 X 2 JP
4.3.1 Pengantar Kitab  Buku Paket
Yeremia  Membaca kitab Yeremia  Penilaian sikap peserta didik,
 Literatur lain
4.3.2 Panggilan Yeremia  Mendengarkan penjelasan mengenai meliputi: ketaatan, kesetiaan,
tentang Kitab
sebagai nabi (pasal kitab Yeremia kejujuran, tanggung jawab, dan
Yeremia,
1) Menanya sikap menghargai sesama, sebagai
misalnya:
4.3.3 Nubuat Yeremia  Meminta penjelasan hal-hal yang wujud penamalannya atas firman
Gale A. Yee
untuk kerajaan belum dipahami Allah melalui nabi Yeremia
Hugh R. Page Jr.
Yehuda pada za- dilakukan dengan menggunakan:
 Menanyakan tambahan informasi Matthew J. M.
man pemerintahan - Lembar observasi
yang ingin diketahui berkenaan Coomber
Yosia, Yoahas, - Lembar penilaian diri
dengan kitab Yeremia (Eds.), Fortress
Yoyakim, Yoya-khin, - Lembar penilaian antarteman
Mengeksplorasi Commentary

235
dan Zedekia  Membaca literatur/sumber-sumber On The Bible Pengetahuan kognitif
4.3.4 Nubuat bagi bangsa- lain di luar buku paket mengenai The Old Testament  Untuk mengevaluasi/mengukur
bangsa kitab Yeremia And Apocrypha kemampuan peserta didik dalam
4.3.5 Nubuat kejatuhan  Mendiskusikan proses pemanggilan (Minneapolis: mengingat, memahami dan
Yerusalem dan Yeremia sebagai nabi Fortress Press, 2014) menerapkan pengetahuannya
pembuangan ke  Mendiskusikan nubuat Yeremia tentang kitab nabi Yeremia
Babel untuk Yehuda dan bangsa-bangsa  Laptop dilakukan:
lainnya  Power-point - Tes lisan mengenai pemang-
 Menggali makna pembuangan  LCD gilan Yeremia sebagai nabi Allah
bangsa Israel ke Babel  Alat tulis - Tes tertulis (dengan soal pilihan
Mengasosiasi  Lembar kerja ganda atau uraian) mengenai
 Mengasosiasikan nubuat Yeremia  Lembar observasi nubuat Yeremia bagi kejatuhan
atas Yehuda dengan realitas  Lembar penilaian Yehuda pada zaman
kehidupan umat Allah masa kini diri pemerintahan Yosia, Yoahas,
 Menghubungkan pembuangan Israel  Lembar penilaian Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia
ke Babel dengan buah ketidaktaatan antarteman - LKS
orang beriman masa kini Keterampilan
Mengomunikasikan Menyusun laporan/paparan singkat
 Menceritakan tugas-tugas Yeremia berupa essay, display, atau artikel
sebagai nabi berkenaan dengan Nubuat kejatuhan
 Menuturkan nubuat Yeremia bagi Yerusalem dan pembuangan ke
Yehuda dan bangsa-bangsa lain Babel
 Menuturkan inti pelajaran dari
pembuangan Israel di Babel

4.5 Kitab Yehezkiel


Sikap dan perilaku 2 X 2 JP
4.5.1 Pengantar ke dalam Mengamati  Alkitab
 Penilaian sikap peserta didik,
kitab Yehezkiel  Membaca kitab Yehezkiel  Buku Paket
4.5.2 Panggilan Yehezkiel meliputi: ketaatan, kesetiaan,
 Menyimak paparan mengenai kitab  Literatur lain
sebagai nabi (psl. 2- kejujuran, tanggung jawab, dan
Yehezkiel tentang Kitab
3) sikap menghargai sesama, sebagai
Menanya Yehezkiel,
4.5.3 Nubuat keruntuhan wujud penghayatannya terhadap
 Meminta penjelasan atas hal-hal misalnya:
Yerusalem (psl. 4-7) firman Allah melalui kitab
yang belum dipahami Gale A. Yee
4.5.4 Penyembahan Yehezkiel dilakukan dengan
 Menanyakan tambahan informasi Hugh R. Page Jr.
berhala sampai menggunakan:
mengenai kitab Yehezkiel Matthew J. M.
pembuangan (psl. 8- - Lembar observasi
 Mendiskusikan hal-hal yang belum Coomber
15) - Lembar penilaian diri
jelas berkenaan dengan kitab (Eds.), Fortress
4.5.5 Ketidaksetiaan - Lembar penilaian antarteman
Yehezkiel Commentary

236
Yerusalem (psl.16- Mengeksplorasi On The Bible Pengetahuan kognitif
24)  Membaca literatur/sumber-sumber The Old Testament  Untuk mengevaluasi/mengukur
4.5.6 Nubuat melawan lain di luar buku paket mengenai And Apocrypha kemampuan peserta didik dalam
bangsa-bangsa (psl. kitab Yehezkiel (Minneapolis: mengingat, memahami dan
25-32)  Mendiskusikan makna nubuat nabi Fortress Press, 2014) menerapkan pengetahuannya
4.5.7 Nubuat pemulihan Yehezkiel melawan bangsa-bangsa tentang Kitab Yehezkiel dilakukan:
umat Allah (psl. 33-  Mendiskusikan makna nubuat nabi  Laptop - Tes lisan tentang panggilan
39) Yehezkiel mengenai pemulihan umat  Power-point Yehezkiel sebagai nabi
4.5.8 Nubuat tentang Allah  LCD - Tes tertulis (dengan soal pilihan
zaman baru (psl. 40- Mengasosiasi  Alat tulis ganda atau uraian) berkenaan
48)  Menghubungkan nubuat nabi  Lembar kerja dengan nubuat tentang
Yehezkiel melawan bangsa-bangsa  Lembar observasi keruntuhan Yerusalem
dengan realitas kehidupan umat  Lembar penilaian - LKS
beriman. diri
 Menghubungkan nubuat pemulihan  Lembar penilaian Keterampilan
umat Allah dengan janji keselamatan antarteman Menceritakan nubuat tentang
Allah bagi umat yang setia pemulihan umat Allah
Mengomunikasikan
 Memaparkan isi nubuat nabi
Yehezkiel bagi bangsa-bangsa dan
pemulihan umat Allah

4.6 Kitab Daniel Mengamati Sikap dan perilaku 1 X 2 JP


 Alkitab
4.6.1 Pengantar ke dalam  Membaca kitab Daniel  Penilaian sikap peserta didik,
 Buku Paket
kitab Daniel  Mencermati penjelasan mengenai meliputi: ketaatan, kesetiaan,
4.6.2 Daniel di istana  Literatur lain
kitab Daniel kejujuran, tanggung jawab, dan
Babel (psl. 1) tentang kitab
Menanya sikap menghargai sesama, sebagai
4.6.3 Nebukadnezar dan Daniel, misalnya:
 Mengajukan pertanyaan tentang wujud pengamalannya atas
perapian yang Gale A. Yee
informasi yang belum dipahami nasihat-nasihat kitab Daniel
menyala-nyala (psl. Hugh R. Page Jr.
 Meminta penjelasan/klarifikasi atas dilakukan dengan menggu-nakan:
2-4) Matthew J. M.
informasi di seputar kitab Daniel - Lembar observasi
4.6.4 Nubuat Daniel (ps. 7- Coomber
yang belum jelas - Lembar penilaian diri
8) (Eds.), Fortress
- Lembar penilaian antarteman
4.6.5 Doa Daniel (psl.9)  Menanyakan informasi tambahan Commentary
4.6.6 Tentang akhir zaman berkenaan dengan kitab Daniel yang On The Bible
Pengetahuan kognitif
(ps. 12) ingin diketahui The Old Testament
 Untuk mengevaluasi/mengukur

237
Mengeksplorasi And Apocrypha kemampuan peserta didik dalam
 Membaca literatur/sumber-sumber (Minneapolis: mengingat, memahami dan
lain di luar buku paket mengenai Fortress Press, 2014) menerapkan pengetahuannya
kitab Daniel tentang kitab Daniel dilakukan:
 Mendiskusikan kekhasan kritik/  Laptop - Tes lisan tentang nubuat kitab
nubuat kitab Daniel  Power-point Daniel
Mengasosiasi  LCD - Tes tertulis (dengan soal pilihan
 Menghubungkan kritik/nubuat  Alat tulis ganda atau uraian) tentang inti
kitab Daniel dengan realitas  Lembar kerja kitab Daniel
kehidupan sehari-hari  Lembar observasi - LKS
Mengomunikasikan  Lembar penilaian
 Memaparkan kekhasan diri Keterampilan
kritik/nubuat kitab Daniel  Lembar penilaian Menyusun laporan/paparan singkat
antarteman berupa essay, display, atau artikel
berkenaan dengan pemberitaan kitab
Daniel

 Alkitab
4.7 Kitab Nabi-nabi Kecil Mengamati Sikap dan perilaku 3 X 2 JP
 Buku Paket
4.7.1 Pengantar kitab Nabi-  Membaca kitab Nabi-nabi Kecil  Penilaian sikap peserta didik,
nabi Kecil  Literatur lain
 Mencermati penjelasan mengenai meliputi: ketaatan, kesetiaan,
4.7.2 Kitab-kitab yang tentang Kitab
kitab Nabi-nabi Kecil kejujuran, tanggung jawab, dan
termasuk dalam Nabi-nabi Kecil,
Menanya sikap menghargai sesama, sebagai
kelompok kitab Nabi- misalnya:
 Mengajukan pertanyaan tentang wujud pengamalannya atas
nabi Kecil Gale A. Yee
informasi yang belum dipahami nasihat-nasihat para Nabi Kecil
4.7.3 Kitab Hosea Hugh R. Page Jr.
 Meminta penjelasan/klarifikasi atas dilakukan dengan menggu-nakan:
4.7.4 Kitab Yoel Matthew J. M.
informasi di seputar kitab Nabi-nabi - Lembar observasi
4.7.5 Kitab Amos Coomber
Kecil yang belum jelas - Lembar penilaian diri
4.7.6 Kitab Obaja (Eds.), Fortress
 Menanyakan informasi tambahan - Lembar penilaian antarteman
4.7.7 Kitab Yunus Commentary
berkenaan dengan kitab Nabi-nabi Pengetahuan kognitif
4.7.8 Kitab Mikha On The Bible
Kecil yang ingin diketahui  Untuk mengevaluasi/mengukur
4.7.9 Kitab Nahum The Old Testament
Mengeksplorasi kemampuan peserta didik dalam
4.7.10 Kitab Habakuk And Apocrypha
mengingat, memahami dan

238
4.7.11 Kitab Zefanya  Membaca literatur/sumber-sumber (Minneapolis: menerapkan pengetahuannya
4.7.12 Kitab Hagai lain di luar buku paket mengenai Fortress Press, 2014) tentang Kitab Nabi-nabi Kecil
4.7.13 Kitab Zakaria kitab Nai-nabi Kecil dilakukan:
4.7.14 Kitab Maleakhi  Mendiskusikan kekhasan kritik/  Laptop - Tes lisan tentang nama nabi-
nubuat masing-masing nabi dari  Power-point nabi yang tergolong Nabi-nabi
keduabelas kitab Nabi-nabi Kecil  LCD Kecil
Mengasosiasi  Alat tulis - Tes tertulis (dengan soal pilihan
 Menghubungkan kritik/nubuat  Lembar kerja ganda atau uraian) tentang isi
masing-masing nabi dalam kitab  Lembar observasi salah satu Kitab Nabi-nabi Kecil
Nabi-nabi kecil dengan realitas  Lembar penilaian - LKS
kehidupan sehari-hari diri Keterampilan
Mengomunikasikan  Lembar penilaian Menyusun laporan/paparan singkat
 Memaparkan kekhasan antarteman berupa essay, display, atau artikel
kritik/nubuat masing-masing nabi berkenaan dengan pemberitaan
dalam kitab Nabi-nabi Kecil salah satu kitab dalam kitab Nabi-
nabi Kecil

239
SILABUS PENGETAHUAN MATA PELAJARAN ALKITAB
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

MATA PELAJARAN : PENGETAHUAN ALKITAB


SATUAN PENDIDIKAN : SMTK
KELAS : XI
KOMPETENSI INTI :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 :Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun,
responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dalam lingkungan sosial dan alam, serta menempatkan diri sebagai cermin bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa
keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya disekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI MEDIA / ALOKASI


MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
DASAR SARANA WAKTU
1.1 Menghayati kasih 1. Masa Antara PL dan PB Mengamati  Alkitab Sikap dan perilaku 2 X 2 JP
Allah kepada umat- 1.1 Akhir kekuasaan Persia di Asia  Membaca buku paket berkenaan dengan  Buku Paket  Penilaian sikap peserta didik,
Nya dalam masa Barat (“Darius orang Persia”, Masa Antara PL dan PB  Literatur lain meliputi: ketaatan,
antara Perjanjian Ezr.5:1 – 6:12)  Mendengar penjelasan mengenai Masa tentang Masa kesetiaan, kejujuran,
Lama dan Perjanjian 1.2 Awal zaman dominasi Yunani Antara PL dan PB Antara PL dan PB: tanggung jawab, dan sikap
Baru (penaklukan Persia oleh Menanya Everett Ferguson, menghargai sesama, sebagai
2.1 Mengamalkan kasih Aleksander Agung pada 331  Mengajukan pertanyaan berkenaan Backgrounds of wujud penghayatannya
Allah bagi sesama sZB) dengan informasi tentang Masa Antara Early terhadap pimpinan Allah
yang kehilangan 1.3 The Silent Ages (Masa PL dan PB yang belum dipahami Christianity:Sejarah dalam Masa Antara PL dan
orientasi keagamaan Keheningan, 340 sZB – awal  Mendiskusikan informasi yang kurang Teologi (Jawa PB dilakukan dengan
dan kehilangan ZB) jelas tentang Masa Antara PL dan PB Timur: Gandum menggunakan:
pengharapan, baik 1.4 Hubungan antara PL dan PB  Menanyakan informasi tambahan Mas, 2017) - Lembar observasi
dalam kehidupan mengenai Masa Antara PL dan PB yang D.A. Carson and - Lembar penilaian diri
pribadi, sosial, ingin diketahui Douglas J. Moo, An - Lembar penilaian
maupun lingkungan introduction to the antarteman
hidup yang lebih luas Mengeksplorasi New Testament

240
3.1 Memahami orientasi  Membaca literatur/sumber-sumber lain (Grand Rapids: Pengetahuan kognitif
kehidupan keagamaan di luar buku paket berkenaan dengan Zondervan, 2005)  Untuk mengevaluasi/
umat Allah dalam Masa Antara PL dan PB  Laptop mengukur kemampuan
masa antara  Mendiskusikan campur tangan Allah  Power-point peserta didik dalam
Perjanjian Lama dan bagi umat-Nya dalam Masa Antara PL  LCD mengingat, memahami dan
Perjanjian Baru dan PB  Alat tulis menerapkan
4.1 Menganalisis orientasi Mengasosiasi  Lembar kerja pengetahuannya tentang
kehidupan keagamaan  Manganalisis informasi mengenai Masa  Lembar observasi Masa Antara PL dan PB
umat Allah dalam Antara PL dan PB  Lembar penilaian dilakukan:
masa antara  Menghubungkan terbentuknya faksi- diri - Tes lisan tentang
Perjanjian Lama dan faksi Yahudi pada Masa Antara PL dan  Lembar penilaian berakhirnya kekuasaan
Perjanjian Baru PB dengan lawan-lawan Yesus antarteman Persia
 Menganalisis hidup keagamaan dalam - Tes tertulis (dengan soal
Masa Antara PL dan PB pilihan ganda atau
Mengomunikasikan uraian) berkenaan dengan
 Menyajikan secara lisan kondisi dan Penaklukan Persia oleh
situasi sosio-politik yang disebut Masa Aleksander Agung
Antara PL dan PB - LKS
 Menyajikan tahapan timbulnya faksi-
faksi Yahudi dalam Masa Antara PL dan Keterampilan
PB  Menyusun laporan/paparan
 Mendeskripsikan hubungan antara PL  Alkitab singkat berupa: essay,
dan PB  Buku Paket display, atau artikel
mengenai hubungan antara
 Literatur lain
PL dan PB
tentang Pengantar
ke dalam Injil-injil 1 X 2 JP
Sinoptik, misalnya:
2. Injil-injil Sinoptik D.A. Carson and
Sikap dan perilaku
2.1 Pengantar Douglas J. Moo, An
Mengamati  Penilaian sikap peserta didik,
1.2 Menghayati kasih 2.1.1 Alasan disebut Injil-injil introduction to the
 Membaca buku paket bagian Pengantar meliputi: ketaatan,
Allah yang dinyatakan Sinoptik New Testament
Injil-injil Sinoptik (Grand Rapids: kesetiaan, kejujuran,
dalam Kristus 2.1.2 Sifat Injil-injil Sinoptik tanggung jawab, dan sikap
 Mendengar penjelasan mengenai Zondervan, 2005)
sebagaimana 2.1.3 Sumber penulisan Injil- menghargai sesama, sebagai
Pengantar Injil-injil Sinoptik Donal Guthrie,
disaksikan dalam Injil- injil Sinoptik wujud penghayatannya
Menanya Pengantar Perjanjian
injil Sinoptik terhadap kesaksian akan
 Menanyakan informasi yang kurang jelas Baru: volume 1
2.2 Mengamalkan kasih: kebesaran Allah dalam Injil-
kepada Allah, sesama,  Menanyakan informasi tambahan yang (Surabaya,
Momentum, 2012) injil Sinoptik dilakukan
dan seluruh ciptaan, ingin diketahui
dengan menggunakan:
baik dalam kehidupan  Tanya jawab mengenai sifat-sifat Injil-  Laptop
- Lembar observasi
pribadi, sosial, injil Sinoptik  Power-point
- Lembar penilaian diri
maupun lingkungan  Tanya jawab mengenai sumber-sumber  LCD - Lembar penilaian
hidup yang lebih luas penulisan Injil-injil sinoptik  Alat tulis antarteman
3.2 Memahami penyataan  Lembar kerja

241
kasih Allah dalam Mengeksplorasi  Lembar observasi
Kristus yang  Membaca literatur/sumber-sumber lain  Lembar penilaian Pengetahuan kognitif
disaksikan dalam Injil- di luar buku paket tentang Pengantar diri  Untuk mengevaluasi/
injil Sinoptik Injil-injil sinoptik  Lembar penilaian mengukur kemampuan
4.2 Menyimpulkan pesan- Mengasosiasi antarteman peserta didik dalam
pesan inti Injil-injil  Menghubungkan beberapa teori sumber mengingat, memahami dan
Sinoptik tentang kasih penulisan Injil-injil Sinoptik dengan menerapkan
Allah dalam Kristus paralelilisme di antara ketiganya pengetahuannya tentang Ijil-
Mengomunikasikan injil Sinoptik dilakukan:
 Menuturkan arti kata ”Sinoptik” - Tes lisan tentang arti
 Memaparkan sifat-sifat Injil-injil Sinoptik istilah “sinoptik”
 Menjelaskan teori sumber-sumber - Tes tertulis (dengan soal
penulisan Injil-injil Sinoptik pilihan ganda atau
 Alkitab
uraian) berkenaan dengan
 Buku Paket sifat-sifat Injil Sinoptik
 Literatur lain - LKS
tentang Injil
Matius, misalnya: Keterampilan
D.A. Carson and  Menyusun laporan/paparan
Douglas J. Moo, An singkat berupa: essay,
introduction to the display, atau artikel tentang
New Testament kesejajaran (persamaan) dan
(Grand Rapids: perbedaan di antara Injil-injil
Zondervan, 2005) Sinoptik
2.2 Injil Matius Donal Guthrie,
Pengantar Perjanjian 2 X 2 JP
2.2.1 Penulis, penerima, dan
tujuannya Baru: volume 1
2.2.2 Kisah kelahiran Tuhan Mengamati (Surabaya, Sikap dan perilaku
Yesus (psl.1-2)  Membaca buku paket tentang Injil Momentum, 2012)  Penilaian sikap peserta didik,
2.2.3 Persiapan pelayanan-Nya Matius Tafsiran Alkitab meliputi: ketaatan,
(psl. 3-4)  Mendengar penjelasan mengenai Matthew Henry Injil kesetiaan, kejujuran,
2.2.4 Khotbah di Bukit (psl. 5- kepenulisan Injil Matius Matius 1-14 tanggung jawab, dan sikap
7)  Menyimak penjelasan mengenai ajaran- menghargai sesama, sebagai
2.2.5 Perumpamaan- ajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius Tafsiran Alkitab wujud pengamalannya atas
perumpamaan Yesus Menanya Matthew Henry Injil pengajaran Yesus dalam Injil
tentang Kerajaan Surga  Mengajukan pertanyaan berkenaan Matius 15-28 Matius dilakukan dengan
(psl. 13) dengan informasi yang kurang jelas menggunakan:
2.2.6 Hukum kasih (22:34-40) mengenai Injil Matius  Laptop - Lembar observasi
2.2.7 Akhir Zaman (psl. 24-25)  Menanyakan informasi tambahan yang  Power-point - Lembar penilaian diri
2.2.8 Penderitaan Tuhan Yesus ingin diketahui berkenaan dengan Injil  LCD - Lembar penilaian
hingga penyaliban-Nya Matius  Alat tulis antarteman
(psl. 26-27)  Tanya jawab mengenai ajaran-ajaran  Lembar kerja Pengetahuan kognitif
2.2.9 Amanat Agung Tuhan Tuhan Yesus  Lembar observasi  Untuk mengevaluasi/
Yesus (psl. 28)  Lembar penilaian mengukur kemampuan

242
Mengeksplorasi/Mengumpulkan diri peserta didik dalam
Informasi  Lembar penilaian mengingat, memahami dan
 Membaca literatur/sumber-sumber lain antar teman menerapkan
di luar buku paket berkenaan dengan pengetahuannya tentang Injil
Injil Matius Matius dilakukan:
 Mendiskusikan pengajaran-pengajaran - Tes lisan tentang
Tuhan Yesus dalam Khotbah di Bukit persiapan pelayanan
 Menggali inti pengajaran-pengajaran Yesus di Galilea
Tuhan Yesus yang lain (seperti kasih, - Tes tertulis (dengan soal
kepedulian terhadap orang lain, dll), pilihan ganda atau
yang disaksikan dalam Injil Matius uraian) berkenaan dengan
 Alkitab hukum kasih
Mengasosiasi
 Buku Paket - LKS
 Mencari hubungan antara pengertian
 Literatur lain Keterampilan
Kerajaan Surga yang diberitakan Injil
tentang Injil  Menyusun paper singkat
Matius dengan gereja saat ini
Markus, misalnya: tentang Amanat Agung
 Menghubungkan inti ajaran-ajaran
D.A. Carson and Tuhan Yesus
Tuhan Yesus dengan implementasinya
Douglas J. Moo, An
dalam kehidupan sehari-hari
introduction to the
Mengomunikasikan
New Testament
 Menyajikan (secara lisan atau tertulis) (Grand Rapids:
masalah kepenulisan Injil Matius Zondervan, 2005)
 Memaparkan etika perilaku yang Donal Guthrie,
diajarkan dalam Khotbah di Bukit Pengantar Perjanjian
 Menyajikan pengajaran-pengajaran Baru: volume 1
Tuhan Yesus yang lain (seperti kasih, (Surabaya,
kepedulian kepada orang lain, dll), yang Momentum, 2012)
disaksikan dalam Injil Matius Jacob van Bruggen:
2.3 Injil Markus Markus: Injil Menurut
Petrus 2 X 2 JP
2.3.1 Penulis, penerima, dan
Mengamati
tujuannya
 Membaca buku paket berkenaan  Laptop Sikap dan perilaku
2.3.2 Proklamasi Tuhan Yesus
dengan Injil Markus  Power-point  Penilaian sikap peserta didik,
tentang kehadiran
 Mendengar penjelasan mengenai  LCD meliputi: ketaatan,
Kerajaan Allah (1:14-15)
kepenulisan Injil Markus  Alat tulis kesetiaan, kejujuran,
2.3.3 Mukjizat-mukjizat Tuhan
Yesus  Menyimak penjelasan mengenai  Lembar kerja tanggung jawab, dan sikap
mukjizat-mukjizat yang dilakukan menghargai sesama, sebagai
2.3.4 Pengajaran Tuhan Yesus  Lembar observasi
2.3.5 Kisah sengsara Tuhan Tuhan Yesus wujud penghayatannya
 Lembar penilaian
Yesus  Menyimak penjelasan pengenai terhadap ajaran Tuhan
diri
pengajaran-pengajaran Tuhan Yesus Yesus dalam Injil Markus
 Lembar penilaian
Menanya dilakukan dengan
antarteman
 Meminta penjelasan atas informasi yang menggunakan:
kurang jelas mengenai Injil Markus - Lembar observasi
 Menanyakan informasi tambahan yang - Lembar penilaian diri

243
ingin diketahui berkenaan dengan Injil - Lembar penilaian
Markus antarteman
 Tanya jawab mengenai mukjizat- Pengetahuan kognitif
mukjizat yang dilakukan Tuhan Yesus  Untuk mengevaluasi/
 Tanya jawab mengenai ajaran-ajaran mengukur kemampuan
Tuhan Yesus  Alkitab peserta didik dalam
Mengeksplorasi  Buku Paket mengingat, memahami dan
 Membaca literatur/sumber-sumber lain menerapkan
 Literatur lain
di luar buku paket berkenaan dengan pengetahuannya tentang Injil
tentang Injil Lukas,
Injil Markus Markus dilakukan:
misalnya:
 Mendiskusikan inti berbagai mukjizat - Tes lisan tentang maksud
D.A. Carson and
yang dilakukan Tuhan Yesus proklamasi Tuhan Yesus
Douglas J. Moo, An
 Menggali inti berbagai pengajaran dalam Markus 1:15
introduction to the
Tuhan Yesus yang lain (psl. 12) - Tes tertulis (dengan soal
New Testament
Mengasosiasi pilihan ganda atau
(Grand Rapids:
 Mencari hubungan antara Kerajaan uraian) berkenaan dengan
Zondervan, 2005)
Allah yang diproklamasikan Tuhan mukjizat-mukjizat yang
Donal Guthrie,
Yesus dengan realitas hidup manusia dilakukan Tuhan Yesus
Pengantar Perjanjian
saat ini - LKS
Baru: volume 1
 Menghubungkan inti ajaran-ajaran Keterampilan
(Surabaya,
Tuhan Yesus dengan implementasinya  Menyusun laporan/paparan
Momentum, 2012)
dalam kehidupan sehari-hari singkat berupa: essay,
B.J. Boland, P.S. display, atau artikel
Mengomunikasikan
 Memaparkan kepenulisan Injil Markus
Naipospos, Tafsiran berkenaan dengan kisah
Injil Lukas sengsara Tuhan Yesus
 Menuturkan berbagai mukjizat yang
Joel B. Green:The
dilakukan Tuhan Yesus
Gospel of Luke
 Menyajikan pengajaran-pengajaran
 Laptop
Tuhan Yesus dalam Injil Markus
 Power-point
 LCD 3 X 2 JP
2.4 Injil Lukas  Alat tulis
2.4.1 Penulis, penerima, dan Mengamati  Lembar kerja
tujuannya  Membaca buku paket berkenaan  Lembar observasi
2.4.2 Kisah kelahiran Tuhan Sikap dan perilaku
dengan Injil Lukas  Lembar penilaian
Yesus (psl. 2)  Penilaian sikap peserta didik,
 Mendengar penjelasan mengenai diri
2.4.3 Mukjizat-mukjizat yang meliputi: ketaatan,
kepenulisan Injil Lukas  Lembar penilaian
dilakukan Tuhan Yesus kesetiaan, kejujuran,
 Mendengar penjelasan mengenai kisah antarteman
2.4.4 Pokok-pokok pengajaran- tanggung jawab, dan sikap
kelahiran Tuhan Yesus
Nya (terutama pasal 6) menghargai sesama, sebagai
 Menyimak penjelasan mengenai
2.4.6 Kisah sengsara Tuhan wujud penghayatannya atas
mukjizat-mukjizat yang dilakukan firman Tuhan dalam Injil
Yesus (psl. 22-23) Tuhan Yesus
2.4.7 Kebangkitan dan Lukas dilakukan dengan
 Menyimak penjelasan pengenai menggunakan:
kenaikan Tuhan Yesus pengajaran-pengajaran Tuhan Yesus
ke surga (psl. 24-25) - Lembar observasi

244
 Menyimak penjelasan mengenai kisah - Lembar penilaian diri
sengsara Tuhan Yesus - Lembar penilaian
 Mendengar penjelasan tentang antarteman
kebangkitan Tuhan Yesus dan Pengetahuan kognitif
kenaikan-Nya ke surga  Untuk mengevaluasi/
mengukur kemampuan
Menanya peserta didik dalam
 Meminta penjelasan atas informasi yang mengingat, memahami dan
kurang jelas mengenai Injil Lukas menerapkan
 Menanyakan informasi tambahan yang pengetahuannya tentang Injil
ingin diketahui berkenaan dengan Injil Lukas dilakukan:
Lukas - Tes lisan tentang
 Tanya jawab mengenai mukjizat- mukjizat-mukjizat yang
mukjizat yang dilakukan Tuhan Yesus dilakukan oleh Tuhan
 Tanya jawab mengenai ajaran-ajaran Yesus
Tuhan Yesus - Tes tertulis (dengan soal
Mengeksplorasi pilihan ganda atau
 Membaca literatur/sumber-sumber lain uraian) berkenaan dengan
di luar buku paket berkenaan dengan pengajaran Tuhan Yesus
Injil Lukas dalam pasal 6
 Mendiskusikan inti berbagai mukjizat - LKS
yang dilakukan Tuhan Yesus  Alkitab Keterampilan
 Menggali inti berbagai pengajaran  Buku Paket  Menyusun paper singkat
Tuhan Yesus (terutama) di pasal 6  Literatur lain tentang makna kebangkitan
 Mendiskusikan makna kematian dan tentang Injil dan kenaikan Tuhan Yesus
Yohanes, misalnya: ke surga
kebangkitan Tuhan Yesus
Mengasosiasi D.A. Carson and
 Menghubungkan kisah kelahiran Tuhan Douglas J. Moo, An
Yesus dalam Lukas pasal 2 dengan introduction to the
perayaan Natal dewasa ini New Testament
 Menghubungkan mukjizat-mukjizat (Grand Rapids:
Tuhan Yesus dengan mukjizat-mukjizat Zondervan, 2005)
Allah dalam kehidupan kita di masa Donal Guthrie,
kini Pengantar Perjanjian
 Menghubungkan pengajaran- Baru: volume 1 &3
pengajaran Tuhan Yesus (terutama Leon Morris:The
dalam pasl 6) dengan kehidupan sehari- Gospel according to
hari John
D. A. Carson:The
 Menghubungkan kisah kesengsaraan
Gospel according to
Tuhan Yesus hingga penyaliban-Nya
John
dengan perayaan Paska umat Kristen
dewasa ini
 Laptop

245
Mengomunikasikan  Power-point
 Memaparkan kisah kelahiran Tuhan  Infocus
Yesus  Alat tulis
 Menuturkan berbagai mukjizat yang  Lembar kerja
dilakukan Tuhan Yesus  Lembar observasi
 Menyajikan pengajaran-pengajaran  Lembar penilaian
Tuhan Yesus dalam Injil Lukas diri 3 X 2 JP
 Lembar penilaian
3. Injil Yohanes dan Surat-surat antarteman
Yohanes Mengamati
 Membaca buku paket berkenaan
3.1 Injil Yohanes dengan Injil Yohanes
1.3 Menghayati kasih 3.1.1 Kepenulisan Injil Yohanes  Mendengar penjelasan mengenai
Allah untuk seluruh 3.1.2 Ciri khas Injil Yohanes kepenulisan Injil Yohanes Sikap dan perilaku
isi dunia sebagaimana 3.1.3 Ajaran tentang keselamatan  Mendengar penjelasan mengenai ciri  Penilaian sikap peserta didik,
diajarkan dalam Injil 3.1.4 Ajaran tentang hidup kekal khas Injil Yohanes meliputi: ketaatan,
Yohanes dan surat- 3.1.5 Pengertian “mengenal Allah”  Menyimak penjelasan mengenai pokok- kesetiaan, kejujuran,
surat Yohanes 3.1.6 Peranan Tuhan Yesus pokok ajaran Injil Yohanes tanggung jawab, dan sikap
2.3 Mewujudnyatakan sebagai utusan Bapa  Menyimak penjelasan mengenai istilah- menghargai sesama, sebagai
kasih Allah bagi (12:40-50; psl. 17) istilah khas Injil Yohanes wujud penghayatannya
seluruh ciptaan-Nya 3.1.7 Tujuh ucapan Yesus “Aku terhadap kasih Allah
 Mendengar penjelasan tentang peranan
sebagaimana adalah…” (ego eimi) sebagaimana diberitakan
Tuhan Yesus sebagai utusan Bapa
diberitakan dalam Injil 3.1.8 Peranan Roh Kudus (14:15- Injil Yohanes dilakukan
 Memperhatikan penjelasan tentang
Yohanes dan surat- 31) dengan menggunakan:
tujuh ucapan Yesus “Aku adalah ...”
surat Yohanes, - Lembar observasi
diberitakan dalam  Memperhatikan penjelasan mengenai
- Lembar penilaian diri
dengan menghadirkan peranan Roh Kudus
- Lembar penilaian
damai sejahtera bagi Menanya
antarteman
sesama, baik dalam  Meminta penjelasan atas informasi yang
kehidupan pribadi, kurang jelas mengenai Injil Yohanes
Pengetahuan kognitif
sosial, maupun  Menanyakan informasi tambahan yang  Untuk mengevaluasi/
ingin diketahui berkenaan dengan Injil  Alkitab
lingkungan hidup yang  Buku Paket mengukur kemampuan
lebih luas Yohanes peserta didik dalam
 Tanya jawab mengenai peranan Tuhan  Literatur lain
3.3 Memahami tujuan tentang surat- mengingat, memahami dan
kasih Allah bagi Yesus sebagai utusan Bapa menerapkan
 Tanya jawab mengenai makna tujuh suarat Yohanes,
seluruh ciptaan misalnya: pengetahuannya tentang Injil
sebagaimana ucapan Tuhan Yesus “Aku adalah ...” Yohanes dilakukan:
Mengeksplorasi D.A. Carson and
disaksikan dalam Injil Douglas J. Moo, An - Tes lisan tentang cirri
Yohanes dan surat-  Membaca literatur/sumber-sumber lain khas Injil Yohanes
introduction to the
surat Yohanes di luar buku paket berkenaan dengan - Tes tertulis (dengan soal
New Testament
4.3 Mendemonstrasikan Injil Yohanes pilihan ganda atau
Donal Guthrie,
kasih Allah bagi  Mendiskusikan lebih lanjut relasi uraian) berkenaan dengan
Pengantar Perjanjian
seluruh ciptaan sesuai antara keselamatan, hidup kekal, ajaran Yohanes tentang
Baru: volume 3
pemberitaan Injil mengenal Allah, kebangkitan dari maut keselamatan

246
Yohanes dan kitab-  Mendiskusikan lebih lanjut mengenai Colin Kruse:The - Lembar tugas: menyusun
kitab dalam rumpun peran Tuhan Yesus yang dinyatakan Letters of John tujuh ucapan Yesus “Aku
tulisan Yohanes dalam ketujuh ucapan-Nya “Aku  Laptop adalah… “ dan maknanya
adalah...”, seperti ”Aku adalah pokok  Power-point
anggur yang benar” dan lain-lainnya  LCD Keterampilan
 Mendalami peran Roh Kudus dalam  Alat tulis  Membuat paper singkat
kehidupan umat beriman  Lembar kerja berkenaan dengan arti
Mengasosiasi  Lembar observasi “mengenal Allah” dalam
 Menghubungkan gagasan tentang  Lembar penilaian hubungannya dengan “hidup
keselamatan dalam Injil Yohanes diri kekal”
dengan gagasan keselamatan pada  Lembar penilaian
umumnya antarteman
 Menghubungkan pengertian tentang
“mengenal Allah” dengan realitas
kehidupan manusia dewasa ini
 Menghubungkan peranan Roh Kudus
dengan sikap/tanggapan manusia
terhadap-Nya di masa kini
Mengomunikasikan
 Menjelaskan kekhasan Injil Yohanes
 Menuturkan makna keselamatan  Alkitab
menurut Injil Yohanes 2 X 2 JP
 Buku Paket
3.2 Surat-surat Yohanes  Literatur lain
3.2.1 Kepenulisnya tentang Kisah Para
3.2.2 Surat 1 Yohanes Rasul, misalnya:
Mengamati D.A. Carson and
 Kristologinya  Membaca buku paket berkenaan
 Kehidupan umat Allah Douglas J. Moo, An
dengan surat-surat Yohanes introduction to the
 Gagasan eskatologis  Mendengar penjelasan mengenai Sikap dan perilaku
New Testament
 Iman dan kasih kepenulisan surat-surat Yohanes  Penilaian sikap peserta didik,
3.2.3 Surat 2 Yohanes  Menyimak penjelasan mengenai pokok- meliputi: ketaatan,
Donal Guthrie,
 Kristologinya pokok ajaran masing-masing surat kesetiaan, kejujuran,
Pengantar Perjanjian
 Kebenaran, kasih dan Yohanes Baru: volume 1 tanggung jawab, dan sikap
ketaatan Menanyakan (Surabaya, menghargai sesama, sebagai
3.2.4 Surat 3 Yohanes  Meminta penjelasan atas informasi yang Momentum, 2012) pengamalan atas
 Kasih dan kebenaran kurang jelas mengenai surat-surat B.F. Drewes, Kisah pemahamannya terhadap
 Keramahtamahan Yohanes Para Rasul pengajaran dalam surat-
 Kesombongan  Menanyakan informasi tambahan yang surat Yohanes dilakukan
 Kesetiaan ingin diketahui berkenaan dengan  Laptop dengan menggunakan:
surat-surat Yohanes  Power-point - Lembar observasi
 Tanya jawab mengenai inti ajaran  LCD - Lembar penilaian diri
masing-masing surat Yohanes  Alat tulis - Lembar penilaian
Mengeksplorasi  Lembar kerja antarteman

247
 Membaca literatur/sumber-sumber lain  Lembar observasi Pengetahuan kognitif
di luar buku paket berkenaan dengan  Lembar penilaian  Untuk mengevaluasi/
surat-surat Yohanes diri mengukur kemampuan
 Mendiskusikan hubungan antara surat-  Lembar penilaian peserta didik dalam
surat Yohanes dengan Injil Yohanes antarteman mengingat, memahami dan
Mengasosiasi  Atlas perjalanan menerapkan
 Menghubungkan pengajaran surat- misioner Paulus pengetahuannya tentang
surat Yohanes dengan praktik hidup surat-surat Yohanes
sehari-hari dilakukan:
 Menghubungkan pengajaran surat- - Tes lisan tentang isi surat
surat Yohanes dengan praktik hidup 2 Yohanes
jemaat - Tes tertulis (dengan soal
Mengomunikasikan pilihan ganda atau
 Memaparkan hubungan antara surat- uraian) tentang isi surat 1
surat Yohanes dengan Injil Yohanes Yohanes
 Memaparkan inti ajaran masing-masing - LKS 3 X 2 JP
surat Yohanes Keterampilan
4. Kisah Para Rasul  Menyusun laporan/paparan
4.1 Penulis, penerima, dan singkat berupa: essay,
tujuannya Mengamati display, atau artikel
4.2 Peristiwa di hari Pentakosta  Membaca buku paket berkenaan berkenaan dengan
4.3 Khotbah Petrus (psl. 2) dengan Kisah Para Rasul pengertian “mengenal Allah”
4.4 Keselamatan bagi semua  Mendengar penjelasan mengenai dalam surat-surat Yohanes
bangsa
kepenulisan Kisah Para Rasul
1.4 Menghayati karya Roh 4.5 Cara hidup jemaat perdana
 Mendengar penjelasan mengenai  Alkitab
Kudus dalam rangka (psl. 2) Sikap dan perilaku
peristiwa di hari Pentakosta  Buku Paket
perluasan Kabar 4.6 Perkembangan jemaat dan  Penilaian sikap peserta didik,
 Menyimak penjelasan mengenai  Literatur lain
Keselamatan kepada berkembangnya jabatan meliputi: ketaatan,
khotbah Petrus tentang Surat
semua bangsa, gerejawi (psl. 6) kesetiaan, kejujuran,
sebagaimana 4.7 Pertobatan Paulus (psl. 9, 22,  Menyimak penjelasan mengenai cara Roma, misalnya:
tanggung jawab, dan sikap
disaksikan dalam 26) hidup jemaat perdana D.A. Carson and
menghargai sesama, sebagai
kitab Kisah Para Rasul 4.8 Perjalanan pekabaran Injil  Mendengar penjelasan tentang Douglas J. Moo, An
wujud penghayatannya
2.4 Mempersaksikan Paulus pekembangan jemaat dan introduction to the
terhadap pengajaran Kitab
Kabar Keselamatan berkembangnya jabatan gerejawi New Testament
Kisah Para Rasul dilakukan
kepada semua bangsa,  Memperhatikan penjelasan tentang
dengan menggunakan:
sebagaimana kisah pertobatan Paulus Donal Guthrie,
- Lembar observasi
diberitakan dalam  Memperhatikan penjelasan mengenai Pengantar Perjanjian
- Lembar penilaian diri
kitab Kisah Para perjalanan Pekabaran Injil Paulus Baru: volume 2
- Lembar penilaian
Rasul, melalui sikap Menanya Tafsiran Alkitab
antarteman
hidup, perkataan, dan  Meminta penjelasan atas informasi yang Matthew Henry Surat
Pengetahuan kognitif
perbuatan, baik dalam kurang jelas mengenai kitab Kisah Para Roma, 1 & 2 Korintus
 Untuk mengevaluasi/
kehidupan pribadi, Rasul mengukur kemampuan
sosial, maupun  Menanyakan informasi tambahan yang peserta didik dalam
lingkungan hidup yang ingin diketahui berkenaan dengan kitab  Laptop

248
lebih luas Kisah Para Rasul  Power-point mengingat, memahami dan
3.4 Memahami karya Roh  LCD menerapkan
Kudus dalam Mengeksplorasi  Alat tulis pengetahuannya tentang
penyebarluasan Kabar  Membaca literatur/sumber-sumber lain  Lembar kerja Kitab Kisah Para Rasul
Keselamatan, di luar buku paket berkenaan dengan  Lembar observasi dilakukan:
sebagaimana kitab Kisah Para Rasul  Lembar penilaian - Tes lisan tentang penulis,
disaksikan dalam  Mendiskusikan lebih lanjut tentang diri penerima, dan tujuan
kitab Kisah Para Rasul peristiwa yang terjadi pada hari  Lembar penilaian penulisan Kitab Kisah
4.4 Mengidentifikasi karya Pentakosta dengan pertumbuhan antarteman Para Rasul
Roh Kudus dalam jemaat/gereja. - Tes tertulis (dengan soal
penyebarluasan kabar  Mendiskusikan masalah universalitas pilihan ganda atau
keselamatan yang keselamatan yang dikisahkan dalam uraian) berkenaan dengan
diberitakan oleh kitab kitab Kisah Para Rasul peristiwa yang terjadi
Kisah Para Rasul Mengasosiasi pada hari raya Pentakosta
 Menghubungkan peristiwa yang terjadi - LKS
pada hari Pentakosta dengan karunia- Keterampilan
karunia Roh dewasa ini  Menyusun laporan/paparan
 Menghubungkan khotbah Petrus berupa: essay, display, atau
dengan pengakuan iman gereja dewasa artikel berkenaan dengan
ini tiga tahap perjalanan
 Menghubungkan kisah pelayanan  Alkitab Pekabaran Injil Paulus
Paulus dengan panggilan untuk  Buku Paket
memberitakan Injil  Literatur lain
Mengomunikasikan tentang surat 1
 Memaparkan penulis, penerima, dan Korintus, misalnya:
tujuan penulisan Kisah Para Rasul D.A. Carson and
 Menyajikan kisah yang terjadi pada hari Douglas J. Moo, An
Pentakosta introduction to the
New Testament 3 X 2 JP
 Memaparkan kisah pertobatan Paulus
5. Surat-surat Proto Paulus
 Memaparkan perjalanan pekabaran Injil
Paulus Donal Guthrie,
5.1 Surat Roma Pengantar Perjanjian
5.1.1 Tujuan penulisannya Baru: volume 2
5.1.2 Keselamatan bukan Tafsiran Alkitab
Mengamati
karena hukum Taurat Matthew Henry Surat
1.5 Menghayati ajaran (2:1-29), makna Taurat  Membaca buku paket berkenaan
dengan surat Roma Roma, 1 & 2 Korintus
mengenai pokok-pokok (psl. 7)
iman dan kebenaran 5.1.3 Pembenaran karena  Mendengar penjelasan mengenai
kepenulisan surat Roma Pfitzner, V.C.,
(antara lain: Kristologi, iman (psl.3-5) Kesatuan Dalam
pembenaran, 5.1.4 Mati dan bangkit  Mendengar penjelasan mengenai
beberapa inti ajaran surat Roma Kepelbagian: Ulasan
keselamatan, bersama Kristus (psl. 6) Sikap dan perilaku
Menanya atas 1 Korintus
pengucapan syukur, 5.1.5 Hidup menurut Roh (psl.  Penilaian sikap peserta didik,
etika, moralitas 8)  Meminta penjelasan atas informasi yang meliputi: ketaatan,
Kristen) sebagaimana 5.1.6 Pemilihan Israel (psl. 9- kurang jelas mengenai surat Roma kesetiaan, kejujuran,

249
dijabarkan dalam 11)  Menanyakan informasi tambahan yang  Laptop tanggung jawab, dan sikap
surat-surat Proto 5.1.7 Nasihat-nasihat lain (psl. ingin diketahui berkenaan dengan surat  Power-point menghargai sesama, sebagai
Paulus 13-16) Roma  LCD wujud penghayatannya
2.5 Menerapkan Mengeksplorasi  Alat tulis terhadap ajaran Paulus
pengajaran Paulus  Membaca literatur/sumber-sumber lain  Lembar kerja dalam surat Roma dilakukan
dalam surat-surat di luar buku paket berkenaan dengan  Lembar observasi dengan menggunakan:
Proto (antara lain: surat Roma  Lembar penilaian - Lembar observasi
Kristologi,  Mendiskusikan masalah pembenaran diri - Lembar penilaian diri
pembenaran, karena iman  Lembar penilaian - Lembar penilaian
keselamatan,  Mendiskusikan kedudukan hukum antar teman antarteman
pengucapan syukur, Taurat Pengetahuan kognitif
etika, moralitas Mengasosiasi  Untuk mengevaluasi/
Kristen), baik dalam  Menghubungkan hukum Taurat dengan mengukur kemampuan
kehidupan pribadi, dosa-dosa manusia peserta didik dalam
sosial, maupun  Membandingkan ajaran tentang mengingat, memahami dan
lingkungan hidup yang  Alkitab menerapkan
pembenaran oleh iman dengan
lebih luas  Buku Paket pengetahuannya tentang
kelemahan-kelemahan manusia
3.5 Memahami pokok-  Literatur lain surat Roma dilakukan:
 Menguhubungkan nasihat untuk mati
pokok iman Kristen tentang surat 2 - Tes lisan tentang makna
dan bangkit bersama Kristus dengan
(antara lain: Korintus, misalnya: Taurat bagi manusia
sikap hidup sehari-hari
keselamatan, D.A. Carson and - Tes tertulis (dengan soal
 Menghubungkan nasihat untuk hidup Douglas J. Moo, An
Kristologi, menurut Roh dengan realitas pilihan ganda atau
pembenaran, introduction to the uraian) berkenaan dengan
kehidupan sehari-hari
pengucapan syukur, New Testament ajaran tentang
Mengomunikasikan
etika, moralitas pembenaran oleh iman
 Menyajikan gagasan Paulus mengenai Donal Guthrie,
Kristen), yang - LKS
pembenaran oleh iman Pengantar Perjanjian
diberitakan dalam Keterampilan
 Menyajikan makna mati dan bangkit Baru: volume 2
surat-surat Proto  Menyusun essay mengenai
bersama Kristus Tafsiran Alkitab
Paulus hidup menurut Roh
4.5 Menganalisis pokok-  Menyajikan makna hidup menurut Roh Matthew Henry Surat
pokok iman Kristen Roma, 1 & 2 Korintus
2 X 2 JP
(antara lain:
keselamatan, Pfitzner, V.C.,
Kristologi, 5.2 Surat 1 Korintus Kekuatan Dalam
pembenaran, 5.2.1 Gambaran masyarakat Kelemahan: Ulasan
pengucapan syukur, Korintus atas Surat 2 Korintus
Mengamati
etika, moralitas 5.2.2 Hikmat Allah dan  Membaca buku paket berkenaan
Kristen), yang hikmat manusia (psl. 1-  Laptop
dengan surat 1 Korintus
diberitakan dalam 2)  Power-point
 Mendengar penjelasan mengenai
surat-surat Proto 5.2.3 Perselisihan dan dosa  LCD
gambaran masyarakat Korintus
Paulus dalam jemaat (psl.3-5)  Alat tulis
 Mendengar penjelasan mengenai pokok-
5.2.4 Perkawinan dan  Lembar kerja
pokok ajaran surat 1 Korintus
percabulan (ps. 6-7)  Lembar observasi
Menanya Sikap dan perilaku
5.2.5 Persembahan kepada  Lembar penilaian

250
berhala (psl. 8)  Menanyakan informasi tentang surat 1 diri  Penilaian sikap peserta didik,
5.2.6 Rupa-rupa karunia Korintus yang belum dipahami  Lembar penilaian meliputi: ketaatan,
tetapi satu Roh (psl.12,  Menanyakan informasi tambahan yang antarteman kesetiaan, kejujuran,
14) ingin diketahui berkenaan dengan surat tanggung jawab, dan sikap
5.2.7 Ajaran kasih (psl. 13) 1 Korintus menghargai sesama, sebagai
5.2.8 Kebangkitan Kristus dan Mengeksplorasi  Alkitab wujud penghayatannya
kebangkitan kita (psl.  Membaca literatur/sumber-sumber lain  Buku Paket terhadap pengajaran Paulus
15) di luar buku paket berkenaan dengan  Literatur lain dalam surat 1 Korintus
surat 1 Korintus tentang surat dilakukan dengan
 Mendiskusikan masalah hikmat Allah Galatia, misalnya: menggunakan:
dan hikmat manusia D.A. Carson and - Lembar observasi
 Mendiskusikan lebih lanjut pokok- Douglas J. Moo, An - Lembar penilaian diri
pokok ajaran surat 1 Konrintus introduction to the - Lembar penilaian
New Testament antarteman
Mengasosiasi
Donal Guthrie, Pengetahuan kognitif
 Menghubungkan ajaran tentang
Pengantar Perjanjian  Untuk mengevaluasi/
kesatuan jemaat dengan kenyataan
Baru: volume 2 mengukur kemampuan
hidup gereja-gereja di masa kini
Douglas Moo, peserta didik dalam
 Menghubungkan pembahasan Paulus
Galatians mengingat, memahami dan
mengenai rupa-rupa karunia dengan
 Laptop menerapkan
pemahaman gereja-gereja mengenai
 Power-point pengetahuannya tentang
karunia Roh
 LCD surat 1 Korintus dilakukan:
 Menguhubungkan nasihat tentang
kasih (psl. 13) dengan kehidupan  Alat tulis - Tes lisan tentang
sehari-hari  Lembar kerja gambaran masyarakat
 Menghubungkan kebangkitan Kristus  Lembar observasi Korintus pada waktu itu
dengan harapan akan kebangkitan  Lembar penilaian - Tes tertulis (dengan soal
manusia diri pilihan ganda atau
Mengomunikasikan  Lembar penilaian uraian) berkenaan dengan
 Memaparkan ajaran Paulus mengenai antarteman perselisihan dan dosa
kesatuan jemaat dalam jemaat Korintus
- LKS
 Memaparkan karya Roh Kudus dan
Keterampilan 1X 2 JP
karunia-karunia-Nya bagi umat-Nya
 Menyusun laporan/paparan
 Memaparkan pokok-pokok ajaran
berupa: essay, display, atau
Paulus yang lain dalam surat 1
artikel berkenaan dengan
Korintus
rupa-rupa karunia namun
satu Roh
5.3 Surat 2 Korintus
5.3.1 Pelayan Injil (psl. 3-4)
5.3.2 Pelayanan untuk Mengamati
perdamaian (psl. 5-6)  Membaca buku paket berkenaan
5.3.3 Pelayanan kasih dan dengan surat 2 Korintus
persembahan (psl. 8-9)  Mendengar penjelasan mengenai
5.3.4 Tidak mementingkan diri kepenulisan maksud Paulus menulis

251
sendiri (psl. 11) surat 2 Korintus  Alkitab
 Mendengar penjelasan mengenai inti  Buku Paket Sikap dan perilaku
ajaran surat 2 Korintus  Literatur lain  Penilaian sikap peserta didik,
Menanya tentang surat meliputi: ketaatan,
 Meminta penjelasan atas informasi yang Filipi, misalnya: kesetiaan, kejujuran,
kurang jelas mengenai surat 2 Korintus D.A. Carson and tanggung jawab, dan sikap
 Menanyakan informasi tambahan yang Douglas J. Moo, An menghargai sesama, sebagai
ingin diketahui berkenaan dengan surat introduction to the wujud penghayatannya
2 Korintus New Testament terhadap pengajaran surat 2
Mengeksplorasi Donal Guthrie, Korintus dilakukan dengan
 Membaca literatur/sumber-sumber lain Pengantar Perjanjian menggunakan:
di luar buku paket berkenaan dengan Baru: volume 2 - Lembar observasi
surat 2 Korintus J.L. CH. Abineno, - Lembar penilaian diri
 Mendiskusikan inti ajaran Paulus Surat Filipi - Lembar penilaian
dalam surat 2 Korintus John Paul antarteman
Mengasosiasi Heil:Philippians:Let Pengetahuan kognitif
 Menghubungkan inti ajaran Paulus Us Rejoice in Being  Untuk mengevaluasi/
dalam surat 2 Korintus dengan Conformed to Christ mengukur kemampuan
kehidupan sehari-hari  Laptop peserta didik dalam
Mengomunikasikan  Power-point mengingat, memahami dan
 Menuturkan alasan Paulus menulis  LCD menerapkan
surat 2 Korintus  Alat tulis pengetahuannya tentang
 Menyajikan inti ajaran Paulus dalam  Lembar kerja surat 2 Korintus dilakukan:
surat 2 Korintus  Lembar observasi - Tes lisan tentang alasan
 Lembar penilaian penulisan dan motif satu-
satunya pelayanan Paulus
diri
- Tes tertulis (dengan soal
 Lembar penilaian
pilihan ganda atau
antarteman
uraian) berkenaan dengan 2 X 2 JP
pelayanan untuk
perdamaian
- LKS
Keterampilan
 Menyusun laporan/paparan
5.4 Surat Galatia berupa: essay, display, atau
5.4.1 Masalah yang dihadapi artikel berkenaan pelayanan
Paulus Mengamati kasih dan persembahan
5.4.2 Hanya satu Injil (psl. 1)  Membaca buku paket berkenaan
5.4.3 Kerasulan Paulus (psl. dengan surat Galatia  Alkitab
1-2)  Mendengar penjelasan tentang masalah  Buku Paket
5.4.4 Kemerdekaan Kristen yang dihadapi Paulus  Literatur lain
(psl. 5)  Mendengar penjelasan tentang landasan tentang surat 1 Sikap dan perilaku
5.4.5 Hidup menurut daging pelayanan Paulus Tesalonika,  Penilaian sikap peserta didik,
dan hidup menurut  Mendengar penjelasan mengenai misalnya: meliputi: ketaatan,

252
Roh (5:16-26) kerasulan Paulus D.A. Carson and kesetiaan, kejujuran,
5.4.6 Nasihat untuk saling  Menyimak inti ajaran Paulus dalam Douglas J. Moo, An tanggung jawab, dan sikap
membantu (psl. 6). surat Galatia introduction to the menghargai sesama, sebagai
New Testament wujud penghayatannya
Donal Guthrie, terhadap pengajaran Paulus
Menanya Pengantar Perjanjian dalam surat Galatia
 Meminta penjelasan atas informasi Baru: volume 2 dilakukan dengan
mengenai surat Galatia yang belum menggunakan:
dipahami - Lembar observasi
 Menanyakan informasi tambahan yang Charles A. - Lembar penilaian diri
ingin diketahui berkenaan dengan surat Wanamaker, - Lembar penilaian
Galatia antarteman
The Epistle to the Pengetahuan kognitif
Mengeksplorasi
 Membaca literatur/sumber-sumber lain Thessalonians: A  Untuk mengevaluasi/
di luar buku paket berkenaan dengan Commentary on mengukur kemampuan
surat Galatia the Greek Text peserta didik dalam
 Mendiskusikan lebih lanjut inti ajaran mengingat, memahami dan
Paulus dalam surat Galatia  Laptop menerapkan
Mengasosiasi  Power-point pengetahuannya tentang
 Menghubungkan dasar pelayanan surat Galatia dilakukan:
 LCD
Paulus dengan motivasi pelayanan kita - Tes lisan mengenai tiga
 Alat tulis
di masa kini masalah utama jemaat
 Lembar kerja Galatia yang dihadapi
 Menghubungkan inti ajaran Paulus  Lembar observasi
dalam surat Galatia dengan kehidupan Paulus (masalah
 Lembar penilaian kerasulan Paulus, hidup
sehari-hari diri
Mengomunikasikan antinomistis-libertinistis,
 Lembar penilaian hidup terikat pada
 Memaparkan masalah yang dihadapi antarteman
Paulus dengan jemaat Galatia hukum-hukum Taurat)
 Memaparkan inti ajaran Paulus dalam - Tes tertulis (dengan soal
pilihan ganda atau 2 X 2 JP
surat Galatia
uraian) berkenaan dengan
 Alkitab kemerdekaan Kristen
- LKS
 Buku Paket
Keterampilan
 Literatur lain
5.5 Surat Filipi  Menyusun laporan/paparan
5.5.1 Hidup berpadanan tentang surat
berupa: essay, display, atau
dengan Injil Kristus Filemon, misalnya:
artikel berkenaan dengan
(1:27-30) D.A. Carson and
Mengamati nasihat tentang hidup
5.5.2 Hymne Kristus, nasihat Douglas J. Moo, An
 Membaca buku paket berkenaan menurut daging dan hidup
untuk meneladani introduction to the
dengan surat Filipi menurut Roh
Kristus (2:1-11) New Testament
5.5.3 Mengerjakan  Mendengar penjelasan tentang hidup Donal Guthrie,
keselamatan (2:12-18) berpadanan dengan Injil Kristus Pengantar Perjanjian
Sikap dan perilaku
5.5.4 Kebenaran sejati (psl.  Mendengar penjelasan tentang hymne Baru: volume 2
 Penilaian sikap peserta didik,

253
3) Kristus, nasihat untuk meneladan James D. G. meliputi: ketaatan,
Kristus Dunn, The Epistles kesetiaan, kejujuran,
 Mendengar penjelasan mengenai to the Colossians and
tanggung jawab, dan sikap
kebenaran sejati menghargai sesama, sebagai
to Philemon
wujud penghayatannya
Menanya terhadap pengajaran Paulus
 Laptop
 Meminta penjelasan atas informasi dalam surat Filipi dilakukan
 Power-point
mengenai surat Filipi yang belum dengan menggunakan:
 LCD - Lembar observasi
dipahami
 Alat tulis - Lembar penilaian diri
 Menanyakan informasi tambahan yang
 Lembar kerja - Lembar penilaian
ingin diketahui berkenaan dengan surat
Filipi  Lembar observasi antarteman
Mengeksplorasi  Lembar penilaian Pengetahuan kognitif
 Membaca literatur/sumber-sumber lain diri  Untuk mengevaluasi/
di luar buku paket berkenaan dengan  Lembar penilaian mengukur kemampuan
surat Filipi antarteman peserta didik dalam
 Mendiskusikan lebih lanjut pokok- mengingat, memahami dan
pokok ajaran Paulus dalam surat Filipi menerapkan
Mengasosiasi pengetahuannya tentang
 Menghubungkan nasihat untuk hidup surat Filipi dilakukan:
berpadanan dengan Injil Kristus dengan - Tes lisan tentang hdup
realitas perilaku umat beriman berpadanan dengan Injil
 Menghubungkan nasihat untuk Kristus
meneladan Kristus dengan praktik - Tes tertulis (dengan soal
kehidupan umat beriman saat ini pilihan ganda atau
 Membandingkan kebenaran sejati uraian) tentang
dengan kebenaran manusia mengerjakan keselamatan
Mengomunikasikan (Flp. 2:12-18)
 Memaparkan nasihat Paulus untuk - LKS
Keterampilan 2 X 2 JP
hidup berpadanan dengan Injil Kristus
 Memaparkan sikap hidup meneladan  Menyusun laporan/paparan
Kristus berupa: essay, display, atau
artikel berkenaan dengan
 Menjelaskan arti ”kebenaran sejati”
makna hymne Kristus (Flp.
2:5-11)
5.6 Surat 1 Tesalonika
5.6.1 Hubungan Paulus
dengan jemaat (psl. 1-2) Mengamati
5.6.2 Nasihat untuk hidup  Membaca buku paket berkenaan
kudus (4:1-12) dengan surat 1 Tesalonika
5.6.3 Kedatangan Kristus yang  Memperhatikan penjelasan tentang
kedua (4:13-18) nasihat Paulus untuk hidup kudus
5.6.4 Nasihat untuk berjaga-  Memperhatikan penjelasan mengenai
jaga (5:1-11) kedatangan Kristus yang kedua dan

254
5.6.5 Beberapa nasihat etis nasihat untuk berjaga-jaga Sikap dan perilaku
(5:12-22) Menanya  Penilaian sikap peserta didik,
 Meminta penjelasan atas informasi yang meliputi: ketaatan,
kurang jelas mengenai surat 1 kesetiaan, kejujuran,
Tesalonika tanggung jawab, dan sikap
 Menanyakan informasi tambahan yang menghargai sesama, sebagai
ingin diketahui berkenaan dengan surat wujud penghayatannya
1 Tesalonika terhadap pengajaran Paulus
Mengeksplorasi dalam surat 1 Tesalonika
 Membaca literatur/sumber-sumber lain dilakukan dengan
di luar buku paket berkenaan dengan menggunakan:
surat 1 Tesalonika - Lembar observasi
 Mendiskusikan pokok-pokok ajaran - Lembar penilaian diri
Paulus dalam surat 1 Tesalonika - Lembar penilaian
Mengasosiasi antarteman
 Menghubungkan nasihat Paulus untuk Pengetahuan kognitif
hidup kudus dengan realitas kehidupan  Untuk mengevaluasi/
umat beriman sehari-hari mengukur kemampuan
 Menghubungkan nasihat mengenai peserta didik dalam
kedatangan Kristus yang kedua dengan mengingat, memahami dan
berbagai ramalan tentang akhir zaman menerapkan
Mengomunikasikan pengetahuannya tentang
 Memaparkan nasihat Paulus mengenai surat 1 Tesalonika
hidup kudus dilakukan:
 Memaparkan ajaran Paulus mengenai - Tes lisan tentang
kedatangan Kristus yang kedua hubungan Paulus dengan 1 X 2 JP
jemaat Tesalonika
- Tes tertulis (dengan soal
pilihan ganda atau
uraian) berkenaan dengan
beberapa nasihat etis
5.7 Surat Filemon dalam 1Tes. 5:12-22
5.7.1 Nasihat untuk menerima - LKS
budak sebagai saudara Keterampilan
Mengamati
dalam iman  Menyusun laporan/paparan
 Membaca buku paket berkenaan
dengan surat Filemon berupa: essay, display, atau
 Mendengar penjelasan tentang artikel mengenai nasihat
permintaan Paulus kepada Filemon untuk berjaga-jaga
untuk menerima Onesimus, hambanya
yang melarikan diri, sebagai saudara
dalam iman
Menanya
 Meminta penjelasan atas informasi yang
Sikap dan perilaku

255
kurang jelas mengenai surat Filemon  Penilaian sikap peserta didik,
 Menanyakan informasi tambahan yang meliputi: ketaatan,
ingin diketahui berkenaan dengan surat kesetiaan, kejujuran,
Filemon tanggung jawab, dan sikap
menghargai sesama, sebagai
wujud penghayatannya
Mengeksplorasi terhadap pengajaran Paulus
 Membaca literatur/sumber-sumber lain dalam surat Filemon
di luar buku paket berkenaan dengan dilakukan dengan
surat Filemon menggunakan:
 Mendiskusikan sikap Paulus terhadap - Lembar observasi
perbudakan - Lembar penilaian diri
Mengasosiasi - Lembar penilaian
 Membandingkan permintaan Paulus antarteman
kepada Filemon dengan hubungan
antara majikan dengan asisten rumah
tangga dewasa ini
 Membandingkan permintaan Paulus Pengetahuan kognitif
kepada Filemon dengan sikap umat  Untuk mengevaluasi/
beriman terhadap asisten rumah tangga mengukur kemampuan
Mengomunikasikan peserta didik dalam
 Menuturkan permintaan Paulus kepada mengingat, memahami dan
Filemon berkenaan dengan Onesimus, menerapkan
pembantu Filemon yang melarikan diri pengetahuannya tentang
surat Filemon dilakukan:
- Tes lisan tentang siapa
Filemon dan Onesimus
- Tes tertulis (dengan soal
pilihan ganda atau
uraian) berkenaan isi
surat Filemon
Keterampilan
 Menyusun paper terstruktur
mengenai sikap Paulus
terhadap perbudakan yang
tercermin dalam surat
Filemon

256
SILABUS MATA PELAJARAN PENGETAHUAN ALKITAB
SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN

MATA PELAJARAN : PENGETAHUAN ALKITAB


SATUAN PENDIDIKAN : SMTK
KELAS : XII
KOMPETENSI INTI :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilakujujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dalam lingkungan sosial dan alam, serta menempatkan diri sebagai cermin bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
keingintahuannya, tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya disekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan meto