Anda di halaman 1dari 4

Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner

_____________________________________________________________________________________________

STUDI PERANAN KUTU DAMALINIA OVIS TERHADAP


KEGUNDULAN BULU DOMBA (STUDI KASUS)
J. M ANURUNG dan ADIN PRIADI

Balai Penelitian Veteriner, PO Box 151, Bogor 16114

ABSTRACT

The Study on the Role of Lice (Damalinia Ovis) on the Boldness of Sheep Wool (Case Study)

The objective of this research was to determine what causes alopecia in 8 female sheep, 8 month old, on 8 August 24, 1995
at Balai Penelitian Veteriner pen. Method used in this research by observing clinic symptom and parasite checking on surface
skin. The result showed that alopecia on sheep tends to be happened because lice infection Damalinia ovis, in addition with
factor of concentrate given without giving adequate grass.
Key words: Role, lice, Damalinia ovis, alopecia, sheep, pen, RIAP

PENDAHULUAN Pada tahun 1995 dimana suhu udara bervariasi dari 27-
300 C dan kelembaban udara bervariasi dari 70-80%.
Pada tanggal 24 Agustus 1995 ada 8 ekor domba Domba ini dibeli dari masyarakat dan telah 1 bulan di
umur 8 bulan di kandang Balai Penelitian Veteriner kandang Balitvet. Untuk mengetahui peranan kutu
Bogor menderita kegundulan bulu (alopecia) khususnya terhadap kejadian kebotakan domba maka dilakukanlah
pada 7 ekor, bulu hanya ditemukan di antara kedua penelitian dengan tinjauan pustaka tentang penyebab
daun telinga, di sekitar atas scapulae, tulang coxae, di- kegundulan bulu (alopecia) kemudian dihubungkan
linea alba dan di carpus/tarsus hingga kuku (Gambar 1). dengan hasil pengamatan kegundulan bulu pada
Alopecia di atas didapatkan pada waktu mencari kutu permukaan kulit domba dan pengambilan sampel dari
untuk percobaan uji biji sirsak terhadap kutu Damalinia permukaan kulit atau bulu.
ovis.
Domba di atas ditempatkan dalam kandang Balai MATERI DAN METODE
Penelitian Veteriner, bentuk panggung dimana
ventilasinya adalah dikategorikan baik. Alas kandang Untuk menentukan penyebab kebotakan maka
terbuat dari kayu yang baik dan atapnya terbuat dari ditempuh cara dibawah ini:
asbes. Waktu pengamatan pada bulan Agustus 1995- 1. Memperhatikan gejala klinik pada domba yang
1996. botak/rontok bulu. Luas kebotakan, apakah
kebotakan disertai ada kerusakan pada kulit seperti
ada jaringan parut. Botak disertai menggigit-gigit
bulu temannya dan sering menggaruk-garuk.
2. Mengambil sampel dari kulit/bulu yang gundul
untuk diperiksa di laboratorium. Secara mengerok
kulit hingga berdarah di 3 lokasi (masing–masing
luas kulit yang dikerok 4 cm2) atau memungut
kutu atau telur dari bulu, kemudian diperiksa di
laboratorium untuk menentukan jamur, skabies atau
kutu (secara M ARGARET dan RUSSEL, 1978;
KRANTZ, 1978).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 1. Domba yang gundul (alopecia) dimana bulu 1. Memperhatikan gejala klinik pada permukaan
hanya ditemukan di antara kedua daun kulit
telinga, ujung ekor dan ujung kaki.
1.a.Luas kegundulan bulu pada 7 ekor dari 8 ekor
domba adalah hampir >95% permukaan kulit tidak

_____________________________________________________________________________________________
Puslitbang Peternakan, Bogor 29 – 30 September 2003 223
____________________________________________________________________________________________________________________

ditumbuhi bulu atau bulu hanya ada di sekitar ujung Demikian pula kegundulan pada kulit domba akibat
ekor, carpus/tarsus ke ujung kaki, sedikit di linea alba skabies, khususnya akibat Chorioptes ovis ataupun
dan sedikit di antara daun telinga (Gambar 1). Psoroptes sp. dapat diabaikan karena tidak ditemukan
Sedangkan pada satu ekor (dari 8 ekor), permukaan kegatalan, kerusakan kulit berupa penebalan kulit dan
kulit >50% tidak berbulu atau bulu masih ditemukan di tidak ditemukan adanya cairan serous-pernanahan di
–sekitar rusuk (Gambar 2). permukaan kulit (SARGISON, 1995).
1.c. Menggigit-gigit bulu domba yang sekandang.
Menggigit bulu yang sekandang dapat diakibatkan
antara lain defisiensi mineral misalnya kurang klorida
atau Cl (HARYANTO dan DJAJANEGARA, 1993), kurang
rumput dan kandang yang sempit. Menggigit-gigit bulu
karena defisiensi mineral, juga dapat diabaikan karena
makanannya disamping diberi rumput juga diberikan
konsetrat khusus domba yang dibeli dari KPS Bogor
dimana kadar mineralnya dianggap cukup untuk
kebutuhan domba.
l.c.l. Rumput yang diberikan adalah rumput gajah
yang dipotong-potong, dimana domba pada pengamatan
ini, kemungkinan belum biasa memakannya dan pada
waktu pengamatan yakni pukul 9.30 WIB potongan
rumput dalam tempat makanan telah kosong atau
Gambar 2. Delapan ekor domba alpecia dimana ada dengan pengertian lain telah habis termakan oleh
diantaranya memakan bulu temannya yang domba.
sekandang. Tentang rumput gajah yang habis pada pukul 9.30
pagi, walaupun kemungkinan kurang disukai domba
1.b. Kebotakan bulu tersebut mulus atau tanpa karena di tempat asal domba jarang diberi rumput
disertai kerusakan kulit. Kulit yang botak adalah mulus, gajah. Dapat disebabkan oleh domba yang rakus karena
sehingga kemungkinan alopecia disebabkan oleh faktor akibat diberikan konsetrat atau dapat pula disebabkan
genetis, umur, gangguan penyakit seperti sypilis, oleh takaran rumput yang diberikan adalah kurang
kanker dan kelebihan vitamin A. Karena kegundulan memadai. Sehingga karena rumput yang kurang
bulu tanpa disertai oleh peradangan dan kerusakan pada tersebut maka domba lapar mengigit-gigit bulu
jaringan kulit maka penyebabnya seperti akibat temannya yang sekandang.
terbakar, luka, bakteri dan lain-lain (THE M ERCK, 1982) l.c.2. Menggigit bulu akibat kandang yang sempit.
dapat diabaikan. Tentang kandang yang sempit dapat diabaikan karena
Menurut KENNETH BAKER (1986) alopecia juga ukuran kandang tempat domba adalah 4 x 4 meter
dapat disebabkan oleh ektoparasit dan pada umur untuk 8 ekor domba umur 8 bulan, sehingga ukuran
menjelang tua dapat pula akibat hormo nal seperti kandang/1 ekor domba umur 8 bulan adalah 1 x 2
hypothyroidism, hyperadrenocortisims, progestoron dan meter, ini berarti telah sesuai dengan anjuran
hypooestro -genism. KENNETH BAKER (1986) juga SUBANDRIYO (1992). Hanya suhu dalam kandang
menjelaskan bahwa apabila disebabkan oleh ektoparasit (karena atapnya dari asbes) kemungkinan lebih tinggi
disamping permukaan kulit rusak juga selalu disertai bila dibandingkan dengan suhu kandang (atap yang
kegatalan, sedangkan apabila disebabkan oleh hormon terbuat dari daun rumbia/kayu atau ijuk dari pohon
jarang mengakibatkan kulit rusak maupun kegatalan aren) khususnya pada siang hari.
pada kulit.
Permukaan kulit yang gundul yang nampak mulus
dengan pengertian lain menjadi tidak ada infeksi oleh 3. Mengambil sampel dari permukaan kulit / bulu
jamur, karena bila terinfeksi jamur, umumnya disertai yang gundul
gejala kemerahan, eksudasi, pembentukan kerak yang
keras dan tebal dan jika kerak diangkat akan Karena tidak ada kerusakan kulit akibat jamur
meninggalkan luka seperti kawah berwarna merah (kerak yang keras, kawah atau eksudasi kekuningan)
dengan eksudasi kekuningan (A BU dan W ALTON, 1981; atau infeksi bakteri (pernanahan/jaringan parut) seperti
FRAZER dan STAMP , 1989). diatas maka kulit tidak dikerok atau diambil sampel dari
Juga kegundulan yang mulus pada kulit, tidak kulit untuk menentukan jamur atau bakteri. Kulit hanya
disebabkan oleh infeksi bakteri karena bila terinfeksi dikerok dengan pisau, hingga berdarah untuk
oleh bakteri maka permukaan kulit domba akan menentukan apakah terinfeksi skabies. Dengan cara
ditemukan pernanahan atau jaringan parut. kerokan kulit ditambah KOH 10%, kerokan kulit
dihaluskan dengan pinset, kemudian diperiksa di bawah

_____________________________________________________________________________________________
224 Puslitbang Peternakan, Bogor 29 – 30 September 2003
Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner
_____________________________________________________________________________________________

mikroskop seksi (pembesaran 10-40 x) maka tidak rumput yang disediakan (padahal diberi konsetrat) maka
ditemukan penyebab kudis seperti Sarcoptes scabiei, domba menggigit-gigit bulu domba yang sekandang.
Psoroptes sp atau Chorioptes ovis. Kemudian setelah
diamati pada bulu ada kutu dan telur khususnya pada
KESIMPULAN
bulu yang warna hitam, yang ada di sekitar leher dan
mulut domba. Setelah dipungut kemudian diperiksa di
laboratorium (GERAL COLES, 1994) maka ditemukan Domba yang 8 ekor nampak gundul (alopecia)
banyak telur kutu juga ditemukan Damalinia ovis. cenderung disebabkan oleh kutu Damalinia ovis dan
Gejala klinik dari domba yang terinfestasi oleh kutu kemungkinan ditambah dengan diberikannya makanan
adalah kegatalan, bulu gampang rontok/botak dan berupa konsentrat sehingga nafsu makan domba
apabila jumlah kutu di bulu banyak maka akan menjadi meningkat sedangkan takaran rumput yang
menimbulkan dermatitis, anemia dan domba menjadi diberikan kurang memadai sehingga bulu domba yang
kurus (M ANURUNG, 1992). sekandang digigit-gigit oleh temannya kemudian
Karena kutu menimbulkan gatal pada kulit maka timbullah kegundulan (alopecia).
domba sewaktu menggigit bulu domba yang terinfeksi
oleh kutu menjadi mau digigit-gigit oleh domba yang SARAN
lapar (Gambar 2) yang kemungkinan juga dipicu oleh
persediaan rumput yang kurang. Bulu yang gundul Bila ada domba yang baru datang kiranya
(alopecia) juga disertai oleh gampangnya bulu tercabut, diperhatikan apakah domba terinfeksi oleh kutu
hal ini diketahui oleh penulis sewaktu dicoba dicabut khususnya Damalinia ovis, bila terinfeksi sebaiknya
bulu untuk mengambil kutu dari bulu yang sisa dan pula dihilangkan dengan menggunakan obat anti kutu. Juga
sewaktu bulu digigit-gigit oleh domba yang sekandang. agar disediakan rumput yang cukup (khususnya apabila
Adapun hal ini maupun kutu dapat mengakibatkan bulu diberi konsentrat) agar domba tidak menggigit-gigit
gampang rontok penulis belum mengetahui bulu temannya yang sekandang. Ternyata setelah
penyebabnya. dilaksanakannya saran ini pada 2 kali pengulangan
Alopecia akibat kekurangan hormon dapat yakni pada tahun 1996 domba yang botak pada seluruh
diabaikan karena apabila botak disebabkan oleh tubuh menjadi tidak ditemukan, yang ada hanya dalam
kurangnya hormon misalnya thyroid umumnya terjadi jumlah 1-2 ekor yang bulunya rontok (luasnya
pada hewan yang tua (hewan di sini umur 8 bulan) juga berdiameter uang logam seribu rupiah) di beberapa
setelah 3 bulan, bulu yang botak telah bertumbuh lokasi di permukaan kulit domba.
(KENNET BAKER, 1986). Setelah ditunggu dalam 3-4
bulan dimana domba yang 8 ekor dibagi 2 (masing-
masing 4 ekor) dimana yang 4 ekor tetap berada dalam DAFTAR PUSTAKA
kandang lama, yang empat ekor lagi diletakkan dalam
ABU SAMRA , M.T dan G.S. WALTON. 1981. The Inoculation
kandang yang berbeda (atapnya agak tinggi dan terbuat
of rabbits with D. congolensis and the simultaneous
dari genteng dimana suhu lebih sejuk dari kandang yang infection of sheep with D.congolensis and orf virus. J.
atapnya dari asbes). Ternyata pertumbuhan bulu ke arah Comp. Pathol. 91:317-329.
normal kurang nampak atau pertumbuhan bulu adalah
kurang sempurna. Adapun bulu menjadi gundul FRAZER, A. and J.T. STAMP . 1989. Sheep husbandry and
diseases. BSP Proffesional Books. Melbourne Australia.
disamping serangan dari kutu dan domba yang
mengigit-gigit bulu, juga akibat bulu gampang tercabut GERALD COLES. 1994. Parasite control in sheep. In Practice
sehingga rupanya sewaktu domba menggigit-gigit bulu November.
temannya yang sekandang maka lambat laun bulu HARYANTO , B. dan A. DJAJANEGARA . 1993. Pemenuhan
domba menjadi habis. kebutuhan zat-zat makanan dan ternak ruminansia kecil.
Setelah memperhatikan situasi kandang yang baik, In Produksi kambing dan domba di Indonesia. Sebelas
tidak adanya kerusakan pada kulit berupa kemerahan, Maret University Press. pp 167-169.
keropeng, luka atau eksudasi. Juga setelah domba
KENNETH BAKER 1986. Small animal practice. Hormonal
dibagi 2 dan diletakkan dalam kandang yang berlainan alopecia in dogs and cats. In Practice March :71-78.
yakni 4 ekor tetap di kandang berpanggung dan 4 ekor
lagi di kandang yang tidak berpanggung. Setelah KRANTZ, G.M. 1978. A manual of acarologi ed.2. Corvallis,
ditunggu dalam 3 bulan ternyata pertumbuhan bulu Oregon, State University Book Store.
masih belum sempurna. Juga domba yang mengandung M ANURUNG , J. 1992. Derajat infestasi kutu pada kambing di
banyak telur dan kutu D.ovis dimana bulunya gampang kecamatan Cijeruk, Caringin Kabupaten Bogor Jawa
tercabut (dibandingkan dengan domba yang kurang Barat. Prosiding sarasehan usaha ternak domba dan
kutunya). Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya kambing menyongsong era PJPT II. ISPI-HPDKI
Cabang Bogor 13-14 Desember.

_____________________________________________________________________________________________
Puslitbang Peternakan, Bogor 29 – 30 September 2003 225
____________________________________________________________________________________________________________________

M ARGARET, W. SLOSS and RUSSEL L. KEMP . 1978. Vet. SARGISON. 1995. Differential diagnosis and treatment of sheep
Clin.Par. scab. In Practice January :3-9.
M ERCK SHARP and DOHME RESEARCH LABORATORIES. 1982. SUBANDRYO . 1992. Strategi pemuliaan domba di pusat
Alopecia. The Merck Manuael 14th. ed.:2051-2052. pembibitan dan peternak. Sarasehan “usaha ternak
domba dan kambing menyongsong Era PJPT II”, ISPI-
HPDKI Cabang Bogor 13-14 Desember.

DISKUSI

Pertanyaan:

Kegundulan bulu dapat juga disebabkan oleh pakan yang kurang mineral khususnya Zn. Karena pakan diberi
konsentrat maka defisiensi Zn dapat terjadi karena konsentrasi Zn yang kurang dan ini merupakan tanggung jawab
penjual .

Jawaban:

Penulis juga mengatakan alopecia disebabkan oleh infeksi kutu ditambah pemberian konsentrat dan pemberian
pakan rumput yang kurang memadai. Jadi penyebabnya kombinasi ke 3 di atas.

_____________________________________________________________________________________________
226 Puslitbang Peternakan, Bogor 29 – 30 September 2003