Anda di halaman 1dari 7

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN

BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola)

TERHADAP Propionibacterium acnes

Nama : Anisa Ashfahany

Npm : 10060316129

KBK : Farmakologi

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

1441 H / 2019 M
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN

BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola)

TERHADAP Propionibacterium acnes

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Jerawat (acne vulgaris) adalah kelainan pada kulit yang biasa terjadi pada

usia remaja. Pembentukan jerawat terjadi karena adanya penyumbatan folikel oleh

sel-sel kulit mati yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adalah

aktivitas hormon, faktor genetis (keturunan) dan infeksi oleh bakteri

Propionibacterium acnes (West et al., 2005). Propionibacterium acnes adalah

mikrobiota kulit yang biasanya sering ditemukan pada kulit yang kaya akan

kelenjar sebasea seperti di kulit kepala dan muka (Jawetz et al., 2005).

Pengobatan jerawat sampai saat ini masih terus dikembangkan. Salah satu solusi

mengatasi jerawat adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab

jerawat dengan antibiotik, seperti eritromisin, klindamisin, tetrasiklin dan benzoil

peroksida (Loveckova dan Havlikova, 2002). Menurut Utami (2012), penggunaan

antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan bakteri yang semula sensitif menjadi

resisten. Oleh karena itu, diperlukan pencarian senyawa antibakteri alami yang tidak

menimbulkan dampak negatif terhadap manusia, yaitu dengan memanfaatkan zat aktif

pembunuh bakteri yang terkandung dalam tanaman (Khunaifi, 2010). Salah satu tanaman

yang berpotensi sebagai anti jerawat adalah daun belimbing manis (Averrhoa carambola).

Tanaman belimbing manis (Averrhoa carambola) memiliki potensi farmakologis,

antara lain sebagai senyaw anti mikroba. Daun tanaman belimbing manis memiliki
kandungan anti inflamasi (anti radang) (Carbini, 2011), dan digunakan sebagai teh herbal

(Vicentini et al. 2001) yang juga memiliki potensi menurunkan tekanan darah (Soncini et

al. 2011). Kandungan kalium tinggi pada belimbing manis (Crane 1994) dapat

menurunkan tekanan darah tinggi karena dapat menyeimbangkan kadar Na+ berlebih

dalam darah (Zahroh dan Khasanah 2016) dan mengeluarkannya melalui urin sehingga

urin menjadi lebih pekat (Panjaitan dan Bintang 2014).

Bagi sebagian besar orang terutama pada wanita, jerawat selain menjadi

parameter kesehatan kulit namun juga sudah dianggap sebagai hal yang

menganggu penampilan. Sehingga semakin banyak pula orang mencari obat yang

cocok untuk mengobati jerawat tersebut. Dewasa ini banyak penelitian tentang

antimikroba khususnya bakteri penyebab jerawat yaitu Averrhoa carambola

seperti yang telah dilakukan oleh Seli dkk tahun 2015 tentang aktivitas antibakteri

ekstrak daun soma (Ploiarium alternifolium Melch) terhadap Propionibacterium

acnes, sedangkan pada penelitian ini penulis akan menguji aktivitas antimikroba

pada daun belimbing manis terhadap Propionibacterium acnes sehingga

diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis.

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, metode yang

digunakan untuk penelitian ini adalah metode difusi agar dengan cara membuat

sumuran. Metode sumuran yaitu membuat lubang pada agar padat yang telah

diinokulasikan dengan bakteri. Jumlah dan letak lubang disesuaikan dengan

tujuan penelitian, kemudian lubang diinjeksikan dengan ekstrak yang akan diuji.

Setelah dilakukan inkubasi, pertumbuhan bakteri diamati untuk melihat ada

tidaknya daerah hambatan di sekeliling lubang (Dewi, 2010).


1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah penelitian di atas, rumusan masalah

yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Apakah ekstrak daun belimbing manis memiliki aktivitas antibakteri terhadap

Propionibacterium acnes

2. Pada konsentrasi berapa ekstrak daun belimbing manis dapat efektif untuk

menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini yaitu:

1. Untuk menentukan aktivitas ekstrak daun belimbing manis dalam

menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes

2. Untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak daun belimbing manis

dapat efektif untuk menghabat pertumbuhan Propionibacterium acnes

1.4. Metodologi

Penelitian dilakukan untuk menguji aktivitas daun belimbing manis dalam

menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Tahap awal dari

penelitian ini adalah pengumpulan sampel yaitu daun belimbing manis. Tahap

berikutnya daun belimbing manis dibuat menjadi simplisia untuk selanjutnya

diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol selama 3 hari.

Hasil dari maserasi yaitu ekstrak cair dibuat menjadi ekstrak kental menggunakan

rotary evaporator untuk selanjutnya dilakukan skrining fitokimia. Kemudian dari


ekstra kental tersebut dibuat menjadi beberapa konsentrasi. Selanjutnya dilakukan

uji aktivitas anti bakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan metode difusi

agar, yaitu menginokulasikan bakteri ke dalam media agar, kemudian setelah agar

padat dibuat sumuran. Masing masing sumuran diberi ekstrak daun belimbing

manis, kemudian diinkubasi lalu dilakukan pengamatan dengan melihat adanya

zona hambat yang terbentuk pada media.


DAFTAR PUSTAKA

Carbini DA, Moresco HH, Imazu P, Da Silva CD, Pietrovski EF, Mendes DAGB,

Prudente AD, Pizzolatti MG, Brighente IMC, Otuki MF. 2010.

Analysis of the potential topical anti-inflammatory activity of

Averrhoa carambola L. in mice. eCAM. (2011):1-

7.doi:10.1093/ecam/neq026.

Crane JH. 1994. The carambola (star fruit). Florida (US): University of Florida.

Dewi F. K. (2010). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu

(Morinda Citrifolia, Linnaeus) terhadap Bakteri Pembusuk

Daging Segar. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Jawetz, E, J. melnick, et al. (2005). Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: EGCJawetz,

melnick & Adelberg.

Khunaifi, M., 2010, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Binahong

(Anredera cordifolia (Ten) Steenis) Terhadap Bakteri

Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, Skripsi,

Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana

Malik Ibrahim, Malang.

Loveckova, Y. dan Havlikova, I. (2002). A Microbiological Appoach to Acne

Vulgaris, Papers, 146 (2) : 29-32.

Panjaitan RGP, Bintang M. 2014. Peningkatan kandungan kalium urin setelah

pemberian ekstrak sari buah belimbing manis (Averrhoa

carambola). J Veteriner 15(1):108-113.


Seli Marselia, dkk. (2015). Aktivitas antibakteri ekstrak daun soma (Ploiarium

alternifolium Melch) terhadap Propionibacterium acnes. Tersedia

dalam:http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jkkmipa/article/view/116

05. Diakses pada: 16 September 2019.

Soncini R, Santiago MB, Orlandi L, Moraes GOI, Peloso ALM, Dos Santos MH,

Alves-da-Silva G, Paffaro VA Jr, Bento AC, Giusti-Paiva A.

2011. Hypotensive effect of aqueous extract of Averrhoa

carambola L. (Oxalidaceae) in rats: An invivo and in vitro

approach. J Ethnopharmacology 133(2011):353-357.

Utami, R.E., 2012, Antibiotika, Resistensi dan Rasionalitas Terapi, Saintis

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang, Malang.

Vicentini VEP, Camparoto ML, Teixeira RD, Mantovani MS. (2001). Averrhoa

carambola L., Syzygium cumini (L.) Skeel and Cissus sicyoides L.:

medicinal herbal tea effect on vegetal and animal test systems.

Maringá 23(2):593-598.

West, D. P., West, L. E., Musumeci, M. L., dan Micali, G. (2005). Acne Vulgaris,

in Pharmacoterapy : a Pathophysiologic Approach, DiPiro, J. T.,

Talbert, R. L., Yee, G. C., Matzke, G. R., Well, B. G., Posey, L.

M., (Editor), 1756, McGraw-Hill, New York.

Zahroh R, Khasanah N. 2016. Jus belimbing manis (Averrhoa carambola)

kombinasi wortel (Daucus carota) menurunkan tekanan darah. J

Ners Comm. 7(1):15-20.