Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KEGIATAN PPD KE-77

DESA BAYUNG CERIK, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI


21 JULI 2018 – 27 AGUSTUS 2018

Disusun oleh :

1. Ida Bagus Ari Sudewa 1302006059


2. Huthayan Varmma Rajamanickam 1302006293
3. Mahen Isaac Pannir Chelvam 1302006296
4. I Putu Gede Nova Indra Maya 1302006065
5. I Dewa Ayu Putu Mas Narisuari 1302006020
6. Ni Kadek Ariesta Dwijayanthi 1302006060
7. Gusti Ayu Teja Devi Megapuspita 1302006027
8. Ni Made Evitasari Dwitarini 1302006145
9. Putu Prithinia Aryani Yasa 1302006147
10. Desak Putu Gayatri Saraswati Seputra 1302006061

DALAM RANGKA PELATIHAN PRA DOKTER KE-77


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIIIERSITAS UDAYANA
2018
LAPORAN KEGIATAN PPD KE-77
DESA BAYUNG CERIK, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI
21 JULI 2018 – 27 AGUSTUS 2018

1. Penyuluhan Penggunaan APD dan Penerapan PHBS


1.1 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dilakukannya penyuluhan tentang “Pentingnya Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
pada Petani” adalah:
1. Meningkatkan pengetahuan para petani akan pentingnya pengunaan APD
dalam bekerja.
2. Menumbuhkan kebiasaan para petani untuk menjaga kesehatan dan kesela-
matan saat bekerja.
3. Mengupayakan agar berkurangnya beban penyakit terkait pekerjaan pada
petani.
1.2 Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat dilakukannya penyuluhan tentang “Pentingnya Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
pada Petani” adalah:
1. Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya peng-
gunaan APD saat bekerja.
2. Terciptanya kebiasaan para petani untuk selalu mengunakan APD dalam
bekerja.
3. Diharapkan para petani dapat menjelaskan kepada orang lain pentingnya untuk
mengunakan APD dalam bekerja.
4. Membentuk para petani yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan
keselamatan saat bekerja.
1.3 Sasaran Kegiatan
Sasaran yang dituju dalam pengadaan program kerja ini adalah petani di Desa
Bayung Cerik. Hal ini dikarenakan mayoritas warga Desa Bayung Cerik bermata
pencaharian sebagai petani, terutama jeruk. Petani merupakan kelompok populasi
yang berisiko terhadap paparan bahaya di tempat kerja dan penyebaran penyakit
terkait kontak dengan bahan kimiawi, biologis, fisik dan lainnya. Para petani
kerap kali mengalami kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja, baik yang
bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya. Perilaku
perlindungan diri merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat dimodifikasi
untuk mencapai terjadinya keselamatan kerja. Selain itu, praktik Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit terkait
pekerjaan.
1.4 Waktu Kegiatan
Waktu persiapan hingga pelaksanaan program Penyuluhan APD dan PHBS ini
dilaksanakan pada hari Selasa 24 Juli 2018 hingga Sabtu 18 Agustus 2018 dengan
rangkaian persiapan acara sebagai berikut.
No. Tanggal Rincian Kegiatan Waktu
1. Selasa, 24 Juli 2018 Melakukan koordinasi dengan
kepala desa dan juga kelompok tani,
5 jam
serta melakukan survei lokasi
pertanian jeruk.
2. Jumat, 27 Juli 2018 Kunjungan ke ladang petani di
Bayung Cerik dan di Sekunjeng
untuk mengetahui praktik 7 jam
penggunaan APD dan PHBS di
kalangan petani
3. Kamis, 16 Agustus Persiapan materi mengenai
2018 penggunaan APD dan PHBS di 4 jam
kalangan petani
4. Jumat, 17 Agustus Penyuluhan kepada petani yang
5 jam
2018 kebunnya terletak di Sekunjeng.
5. Sabtu, 18 Agustus Penyuluhan kepada petani yang
4 jam
2018 kebunnya terletak di Bayung Cerik.

1.5 Lokasi Penyuluhan


Program Penyuluhan APD dan PHBS pada petani ini dilakukan dengan
mengunjungi ladang-ladang masyarakat di Desa Bayung Cerik, Kecamatan
Kintamani, Kabupaten Bangli untuk memberikan sosialisasi secara langsung.
1.6 Pihak Terkait
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam program kerja ini adalah:
- Mahasiswa PPD Periode Ke-77
- Petani di Desa Bayung Cerik
1.7 Pelaksanaan Kegiatan
Setelah terjadi kesepakatan mengenai waktu dan tempat penyuluhan dengan
Kepala Desa beserta Kelompok Tani, maka Penyuluhan APD dan PHBS pada
Petani Jeruk di Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
dapat dilaksanakan. Dalam penerapan kegiatan ini, penyuluh datang ke ladang-
ladang masyarakat untuk memberikan sosialisasi secara langsung. Pelaksana
mengunjungi 10 ladang yang dipilih secara acak disesuaikan dengan ada tidaknya
petani sasaran di ladang saat jadwal dilakukannya penyuluhan. Pelaksana
mengunjungi lima kebun yang terletak di wilayah Banjar Bayung Cerik dan lima
kebun lainnya di wilayah Banjar Sekunjeng. Kegiatan penyuluhan dilakukan
selama 2 hari yaitu pada tanggal 17 dan 18 Agustus 2018 yang dilaksanakan pada
sore hari.
Dalam kegiatan sudah dipersiapkan materi penyuluhan mengenai
penggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). Penggunaan alat pelindung diri yang dijelaskan berupa penggunaan topi,
kacamata pelindung atau pelindung muka, pelindung pernapasan, pakaian kerja,
sepatu lars tinggi serta sarung tangan. Penyuluhan mengenai Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) lebih ditekankan pada penerapan cuci tangan yang
benar dengan sabun. Pada saat penyuluhan ini kami juga mengevaluasi kebiasaan
penggunaan APD dan penerapan cuci tangan yang benar selama para petani
tersebut bekerja.
1.8 Evaluasi dan Hasil Kegiatan
Pada saat dilakukan evaluasi mengenai praktek penggunaan APD pada para
petani, ternyata para petani sebagian besar sudah mengetahui secara umum
mengenai penggunaan APD yang benar meskipun dalam beberapa hal informasi
masih perlu diluruskan. Para petani sudah mengetahui bahwa saat bekerja di
ladang mereka seharusnya menggunakan topi, kaca mata, masker, sarung tangan,
baju dan celana panjang serta sepatu lars tinggi namun umumnya para petani
hanya menggunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan sepatu lars tinggi
saja. Pelindung kepala yang digunakan tidak jarang hanya berupa topi, yang tidak
berpinggiran lebar sehingga tidak melindungi hingga bagian leher dan tengkuk.
Baju lengan panjang dan celana panjang yang digunakan umumnya memiliki
banyak lekukan dan kantung-kantung yang dapat menjadi tempat berkumpulnya
bahan-bahan pertanian. Para petani umumnya menggunakan sarung tangan dari
kain yang tidak sesuai standar bahkan beberapa tidak menggunakan sarung
tangan. Saat melakukan penyemprotan pestisida, tidak semua mengaku
menggunakan masker.
Selain itu para petani secara umum mengetauhi bahwa mencuci tangan
terutama setelah kontak dengan bahan-bahan pertanian sangat diperlukan namun
dalam penerapan di lapangan tidak semua petani menerapkan hal tersebut. Disini
kami menekankan konsekuensi apabila tidak menggunakan APD dan menerapkan
PHBS sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan para petani.
Keseluruhan rangkaian kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan lancar dan
didukung oleh masyarakat. Diharapkan pasca kegiatan penyuluhan ini seluruh
lini masyarakat Desa Bayung Cerik dapat meningkatkan dan menerapkan
pengetahuannya mengenai cara menjaga kesehatan kerja yang sudah dijelaskan
dan dapat menyebarkan informasi yang sudah mereka dapatkan ke warga
sekitarnya.
1.9 Hambatan dan Saran
Hambatan yang dihadapi pada kegiatan ini yakni penentuan waktu pelaksanaan
kegiatan, karena bertepatan dengan kegiatan ngayah upacara ngaben missal yang
dilaksanakan sepanjang bulan Agustus 2018. Solusi dari permasalahan tersebut
adalah dengan mendiskusikan terlebih dahulu jadwal dengan Kepala Desa dan
perangkat desa serta menyesuaikan dengan jadwal kegiatan adat desa. Dilakukan
koordinasi yang intensif dengan kepala desa dan masyarakat sehingga
mendapatkan waktu yang tidak menganggu kegiatan sehari-hari para petani.
2. Skrining Kelainan Penglihatan pada Siswa SD
2.1 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dilakukannya “Skrining Kelainan Penglihatan pada Siswa SD”
adalah:
1. Untuk mendeteksi kelainan penglihatan pada siswa SD di desa Bayung Cerik.
2.2 Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat dilakukannya “Skrining Kelainan Penglihatan pada Siswa SD”
adalah:
1. Untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih buruk pada siswa SD di
desa Bayung Cerik.
2. Untuk memaksimalkan potensi akademis dan sosial siswa SD di desa Bayung
Cerik.
2.3 Sasaran Kegiatan
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah siswa SD di SDN Bayung Cerik.
Program deteksi dini gangguan penglihatan pada siswa sekolah perlu dilakukan
mengingat belum adanya program skrining rutin dan perhatian terhadap
permasalahan kesehatan penglihatan. Kelainan penglihatan, khususnya gangguan
ketajaman penglihatan merupakan masalah pada masyarakat yang akan selalu
dijumpai selama tidak didapati adanya tindakan preventif sejak dini.
2.4 Waktu Penyuluhan
Waktu persiapan hingga pelaksanaan program skrining penglihatan pada siswa
SD ini dilaksanakan dari hari Rabu, 9 Agustus 2018 hingga Senin, 13 Agustus
2018 dengan rangkaian persiapan acara sebagai berikut :
No. Tanggal Rincian Kegiatan Waktu
1. Rabu, 9 Agustus Melakukan koordinasi dan kerja 4 jam
2018 sama dengan kepala desa, bidan
desa dan pihak SDN Bayung
Cerik terkait skrining penglihatan
2. Minggu, 12 Perencanaan dan persiapan 6 jam
Agustus 2018 skrining kelainan penglihatan
3. Senin, 13 Agustus Pelaksanaan kegiatan skrining 3 jam
2018 kelainan penglihatan
2.5 Lokasi Kegiatan
Program Skrining Penglihatan pada Siswa SD dilaksanakan di SDN Bayung
Cerik, Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
2.6 Pihak Terkait
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam program kerja ini adalah:
- Mahasiswa PPD Periode Ke-77
- Bidan Desa Bayung Cerik
- Kepala Sekolah SDN Bayung Cerik
- Guru-guru SDN Bayung Cerik
- Siswa Kelas 5 dan 6 SDN Bayung Cerik
2.7 Pelaksanaan Kegiatan
Setelah terjadi kesepakatan dengan Kepala Desa Bayung Cerik, Bidan Desa serta
pihak SDN Bayung Cerik, kegiatan skrining dapat dilaksanakan. Kegiatan ini
diikuti oleh Siswa Kelas 5 dan 6 SDN Bayung Cerik. Kegiatan ini dilaksanakan
selama 1 hari yaitu pada tanggal 13 Agustus 2018 dan dilakukan selama 3 jam.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 11.00 WITA dengan
menggunakan ruang kelas 5 dan 6 SDN Bayung Cerik. Para siswa dikumpulkan
di ruang kelas 6, sedangkan ruang kelas 5 digunakan sebagai tempat pemeriksaan.
Kemudian peserta skrining dipanggil secara bergantian untuk memasuki tempat
pemeriksaan. Kegiatan diawali oleh pendaftaran peserta dimana peserta mengisi
form nama dan jenis kelamin dibantu oleh panitia pelaksana. Skrining kelainan
penglihatan yang dilakukan antara lain pemeriksaan ketajaman penglihatan,
segmen anterior mata, kedudukan bola mata, gerakan bola mata, lapang pandang,
tekanan bola mata dan tes buta warna. Pada tempat pemeriksaan, dibuat 3 pos
yaitu pos pemeriksan tajam penglihatan; pos pemeriksaan buta warna; pos
pemeriksaan segmen anterior mata, kedudukan bola mata, gerakan bola mata,
lapang pandang, tekanan bola mata; dan pos konseling. Anak-anak diberikan
Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait kesehatan mata, dan hasil
pemeriksaan ini kemudian disampaikan pada pihak sekolah dan puskesmas
pembantu untuk ditindaklanjuti.
2.8 Evaluasi dan Hasil Kegiatan
Proses pelaksanaan skrining penglihatan ini berjalan dengan baik karena
mendapat dukungan dari pihak kepala desa, bidan desa dan SDN Bayung Cerik
dalam bentuk penyaluran informasi kepada para siswa dan penyediaan tempat.
Para siswa juga dengan antusias mengikuti skrining. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan kelainan refraksi sebagai gangguan penglihatan yang paling sering
ditemui. Didapatkan sebanyak 6 orang dari 41 orang siswa dicurigai menderita
kelainan refraksi. Didapatkan 2 orang yang dicurigai menderita buta warna
merah-hijau serta 2 orang yang dicurigai mengalami konjungtivitis.
2.9 Hambatan dan Saran
Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah peserta skrining
yang merupakan siswa SD dimana perhatiannya mudah teralihkan dan kadang
tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Untuk mengatasi hambatan tersebut
pelaksana menggunakan metode skrining penglihatan yang dibuat
semenyenangkan mungkin dan tidak terlalu serius. Anak-anak yang belum
mendapat giliran untuk pemeriksaan, dihibur dengan permainan-permainan serta
beberapa lagu agar anak-anak tidak cepat bosan.

3. Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus dan Obesitas


3.1 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dilakukannya “Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes
Mellitus dan Obesitas” adalah:
1. Untuk mendeteksi secara dini risiko penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan
obesitas pada masyarakat di desa Bayung Cerik.
3.2 Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat dilakukannya “Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes
Mellitus dan Obesitas” adalah:
1. Mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti tekanan darah
tinggi, obesitas dan gula darah tinggi pada warga desa Bayung Cerik untuk
mengendalikan faktor risiko penyakit menular maupun mengurangi
komplikasi
2. Mengetahui masyarakat yang memerlukan rujukan ke puskesmas untuk
mendapat pengobatan
3. Mencegah morbiditas akibat penyakit tidak menular pada masyarakat di desa
Bayung Cerik.
4. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa Bayung Cerik.
3.3 Sasaran Kegiatan
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh masyarakat usia lebih dari 35
tahun di desa Bayung Cerik. Kelompok usia ini dipilih sesuai dengan usia risiko
untuk terjadinya hipertensi, diabetes mellitus, dan obesitas.
3.4 Waktu Kegiatan
Waktu persiapan hingga pelaksanaan program Skrining terhadap Penyakit
Hipertensi, Diabetes Mellitus dan Obesitas ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31
Juli 2018 hingga Selasa, 7 Agustus 2018 dengan rangkaian persiapan acara
sebagai berikut.
No. Tanggal Rincian Kegiatan Waktu
1. Selasa , 31 Juli 2018 Melakukan koordinasi 3 jam
dan kerja sama dengan
kepala desa, bidan desa
Bayung Cerik terkait
skrining PTM.
2. Rabu, 1 Agustus 2018 Mempersiapkan alat-alat 6 jam
yang akan dipergunakan
saat pelaksanaan
program
3. Minggu, 5 Agustus 2018 Mempersiapkan tempat 3 jam
yang akan dipergunakan
saat pelaksanaan
program
4. Senin, 6 Agustus 2018 Pelaksanaan program 8 jam
dan Selasa, 7 Agustus skrining PTM.
2018
3.5 Lokasi Kegiatan
Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus dan Obesitas dilakukan
di Banjar Bayung Cerik dan Banjar Sekunjeng, Desa Bayung Cerik, Kecamatan
Kintamani, Kabupaten Bangli.
3.6 Pihak Terkait
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam program kerja ini adalah:
- Mahasiswa PPD Periode Ke-77
- Bidan Desa Bayung Cerik
- Warga Desa Bayung Cerik usia diatas 35 tahun.
3.7 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan skrining penyakit tidak menular ini dilakukan selama 2 hari yaitu pada
tanggal 6 dan 7 Agustus 2018 bertempat di Banjar Bayung Cerik dan Banjar
Sekunjeng. Kegiatan berlangsung selama 4 jam per harinya dimulai dari pk 07.00
WITA hingga pk. 11.00 WITA. Pada pelaksanaannya terdapat 4 pos yaitu pos
pengecekan tekanan darah, pos pengecekan gula darah, pos pengukuran tinggi
badan dan berat badan serta pos Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).
Kegiatan diawali oleh pendaftaran peserta dimana peserta mengisi form nama,
jenis kelamin dan umur. Selanjutnya dilaksanakan pengecekan tensi, gula darah,
tinggi dan berat badan. Setelah itu dilaksanakan diskusi dan konsultasi antara
peserta dengan anggota kami yang bertugas sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Peserta juga diberikan obat atau vitamin sesuai indikasi medis. Apabila terdapat
kelainan dari hasil pemeriksaan, maka peserta tersebut disarankan untuk berobat
ke puskesmas atau pustu terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Hasil
pemeriksaan kemudian dilaporkan kepada puskesmas pembantu Desa Bayung
Cerik.
Diagnosis hipertensi ditegakkan sesuai dengan klasifikasi tekanan darah
menurut JNC 7. Penegakan klasifikasi tekanan darah ini harus dilakukan dalam
dua kali pengukuran pada waktu yang berbeda sehingga hasil pemeriksaan pada
saat kegiatan hanya berupa kecurigaan. Diagnosis Diabetes Mellitus pada saat
kegiatan menggunakan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS). Diagnosis
Diabetes Mellitus tegak apabila seseorang memiliki GDS >200. Prosedur
diagnosis obesitas hanya berdasarkan IMT hasil dari pemeriksaan berat badan dan
tinggi badan. Menurut kriteria Asia Pasifik, seseorang dengan IMT <18,5
termasuk underweight, IMT 18,5-22,9 termasuk normal, IMT 23,0-24,9 termasuk
Berisiko berat badan lebih, IMT 25,0-29,9 termasuk Obesitas I, dan IMT >30,0
termasuk Obesitas II.
3.8 Evaluasi dan Hasil Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus
dan Obesitas ini berlangsung dengan lancar karena mendapat dukungan dari
pihak kepala desa, bidan desa dan warga desa dalam bentuk penyaluran
informasi terkait kegiatan dan partisipasinya sebagai peserta skrining. Dari total
103 orang peserta skrining, didapatkan 19 orang dengan suspek pra hipertensi,
24 orang dengan suspek hipertensi grade I, 19 orang dengan suspek hipertensi
grade II, 2 orang dengan suspek Diabetes Mellitus Tipe II, 15 orang termasuk
dalam kategori berisiko berat badan lebih, 13 orang termasuk dalam kategori
Obese I, dan 1 orang termasuk dalam kategori Obese II.
3.9 Hambatan dan Saran
Kendala yang dihadapi saat melaksanakan kegiatan adalah tidak adanya kursi
untuk melaksanakan kegiatan skrining di Balai Banjar Bayung Cerik dan
Sekunjeng. Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, kami berinisiatif untuk
meminjam kursi kelas di SD Bayung Cerik. Hal tersebut kami awali dengan
berkoordinasi dengan kepala sekolah SDN Bayung Cerik. Setelah diberikan izin
maka kami meminjam kursi di ruang kelas untuk digunakan pada kegiatan
skrining.

4. Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa PAUD
4.1 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dilakukannya penyuluhan tentang “Penyuluhan Cara Cuci Tangan
yang Baik dan Benar pada Siswa PAUD” adalah:
1. Memberikan pengetahuan mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar.
4.2 Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat dilakukannya penyuluhan tentang “Penyuluhan Cara Cuci
Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa PAUD” adalah:
1. Membangun gaya hidup bersih dan sehat khususnya dalam perilaku cuci
tangan yang baik dan benar.
4.3 Sasaran Kegiatan
Kegiatan ini mensasar siswa PAUD Desa Bayung Cerik. Pelaksana mensasar usia
anak-anak agar sejak kecil sudah terbiasa untuk menerapkan perilaku cuci tangan
yang baik benar.
4.4 Waktu Kegiatan
Waktu persiapan hingga pelaksanaan program Penyuluhan Cara Cuci Tangan
yang Baik dan Benar pada Siswa PAUD ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Juli
2018 hingga Senin, 30 Juli 2018 dengan rangkaian persiapan acara sebagai
berikut.

No. Tanggal Rincian Kegiatan Waktu


1. Selasa, 24 Juli 2018 Melakukan koordinasi 3 jam
dan kerja sama dengan
kepala desa, bidan desa
dan pihak PAUD
Bayung Cerik terkait
penyuluhan cara cuci
tangan yang benar.
2. Jumat, 27 Juli 2018 Mempersiapkan materi 10 jam
dan alat-alat yang akan
dipergunakan saat
pelaksanaan program
3. Minggu, 29 Juli 2018 Mempersiapkan tempat 4 jam
yang akan dipergunakan
saat pelaksanaan
program
4. Senin, 30 Juli 2018 Pelaksanaan program 3 jam
penyuluhan cara cuci
tangan yang benar.
4.5 Lokasi Kegiatan
Kegiatan penyuluhan cara cuci tangan yang benar ini bertempat di PAUD Desa
Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
4.6 Pihak Terkait
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam program kerja ini adalah:
- Mahasiswa PPD Periode Ke-77
- Guru-guru PAUD Desa Bayung Cerik.
- Siswa PAUD Desa Bayung Cerik.
4.7 Pelaksanaan Kegiatan
Setelah terjadi kesepakatan dengan Kepala Desa, Bidan Desa serta pihak PAUD
Desa Bayung Cerik maka kegiatan ‘Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada
Siswa PAUD’ dapat terselenggara.Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30
Juli 2018 bertempat di PAUD Desa Bayung Cerik dimulai pk. 08.00 hingga pk.
11.00. Pemberian penyuluhan dilakukan dengan media lagu. Para siswa
dikumpulkan di depan ruang kelas dan diajarkan cara cuci tangan yang benar
dengan bernyanyi bersama, petugas secara bersamaan memeragakan langkah-
langkah cuci tangan. Setelah diberikan contoh yang benar, para siswa diarahkan
untuk menerapkan cara cuci tangan tersebut di wastafel dengan sabun yang
sudah disiapkan.
4.8 Evaluasi dan Hasil Kegiatan
Kegiatan penyuluhan cara cuci tangan yang benar berlangsung dengan lancar.
Para siswa PAUD dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir.
Setelah dilakukan penyuluhan cara cuci tangan yang benar, pengetahuan para
siswa PAUD mengenai cuci tangan mengalami peningkatan dilihat dari sudah
mampunya mereka untuk secara mandiri mempraktekkan cara cuci tangan yang
benar.
4.9 Hambatan dan Saran
Peserta penyuluhan cuci tangan yang benar merupakan siswa PAUD dimana
perhatiannya mudah teralihkan dan kadang tidak kooperatif serta tidak
sepenuhnya dapat menyerap edukasi yang diberikan. Untuk mengatasi hambatan
tersebut, dalam pelaksanaan kegiatan ini metode penyuluhannya dibuat
semenyenangkan mungkin dan tidak terlalu serius yaitu berupa bernyanyi dan
praktik bersama. Pengaturan anak-anak peserta penyuluhan selama kegiatan juga
memperbantukan guru-guru PAUD.
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN DANA PPD

Pemasukan
No Keterangan Jumlah
1. Dana PPD Rp. 750.000
2. Iuran Mahasiswa Rp. 290.600
Total Rp. 1.040.600

Pengeluaran
1 Penyuluhan cara cuci tangan yang baik dan benar pada Siswa PAUD
Harga
No Nama barang Rincian satuan(Rp) Jumlah(Rp)
1 sabun cuci tangan botol 1 buah 15300 15300
2 sabun cuci tangan refill 1 buah 7700 7700
Subtotal 23000
2 Skrining terhadap penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus dan Obesitas
Hargasatuan
No Nama barang Rincian (Rp) Jumlah(Rp)
1 Strip glucose nesco 3 kotak 120000 360000
2 Strip glucose easy touch 2 kotak 120000 240000
3 Blood Lancet 2 Kotak 25000 50000
4 Kue Lapis Srikaya 1 bungkus 24800 24800
5 Kue Lapis Durian 4 bungkus 21700 86800
6 Kacang kupas 2 bungkus 20000 40000
7 Kacang 3 Bungkus 19000 57000
8 Plastik Mika uk 4x6 1 bungkus 3000 3000
9 Plastik Mika uk 7x7 2 bungkus 4000 8000
10 Air mineral 2 dus 14000 28000
10 Sewa Glucometer 1 buah 20000 20000
Subtotal 917600
3 Skrining kelainan penglihatan pada siswa SD
Harga
No Nama barang Rincian satuan(Rp) Jumlah(Rp)
1 Snellen chart 2 buah 25000 50000
Subtotal 50000
4 Penyuluhan penggunaan APD dan penerapan PHBS
Harga
No Nama barang Rincian satuan(Rp) Jumlah(Rp)
1 Masker 2 kotak 25000 50000
Subtotal 50000
Total Pengeluaran Rp 1.040.600,00
Total Kekurangan Dana Rp 290.600,00
Lampiran
DAFTAR NAMA KELOMPOK

DESA BAYUNG CERIK


Dosen Pembimbing: Dr. dr. Ni Putu Sriwidyani, Sp.PA
Mahasiswa:
Ida Bagus Ari Sudewa 1302006059
Huthayan Varmma Rajamanickam 1302006293
Mahen Isaac Pannir Chelvam 1302006296
I Putu Gede Nova Indra Maya 1302006065
I Dewa Ayu Putu Mas Narisuari 1302006020
Ni Kadek Ariesta Dwijayanthi 1302006060
Gusti Ayu Teja Devi Megapuspita 1302006027
Ni Made Evitasari Dwitarini 1302006145
Putu Prithinia Aryani Yasa 1302006147
Desak Putu Gayatri Saraswati Seputra 1302006061
Lampiran
1. Penyuluhan Penggunaan APD dan Penerapan PHBS

Gambar 1. Penyuluhan secara Langsung ke Ladang Petani Desa Bayung Cerik

Gambar 2. Foto Bersama Petani Desa Bayung Cerik


2. Skrining Kelainan Penglihatan pada Siswa SD

Gambar 3.Pemeriksaan Visus Gambar 4. Pemeriksaan Kesehatan Mata

Gambar 5. Antusiasme Peserta Skrining Penglihatan


3. Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus dan Obesitas

Gambar 7. Skrining Penyakit Tidak Menular

Gambar 6. Pengukuran Tinggi Badan

Gambar 8. Pengukuran Tekanan Darah


4. Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa PAUD

Gambar 9. Demonstrasi Cara Cuci Tangan

Gambar 11. Praktek Cara Cuci Tangan


Gambar 10. Praktek Cuci Tangan di Wastafel