Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI

DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL


PADA SUB BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM DI
INSPEKTORAT
PEMERINTAH KOTA BANDUNG

DISUSUN OLEH:
Nama : HANDIKA PRASDITIA
NIP : 19890304 201503 1 003
No. Absen : 17

DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL BANDUNG
TAHUN 2015
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI


PADA SUB BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM DI
INSPEKTORAT KOTA BANDUNG
NAMA : HANDIKA PRASDITIA
NIP : 19890304 201503 1 003
UNIT KERJA : INSPEKTORAT KOTA BANDUNG

Bandung, November 2015


Menyetujui,
Coach / Pembimbing Mentor,

Yusuf Wibisana, SE., MMA. Drs. Dudi Sumardi


19631221 199202 1 001 19661220 1993121 002

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa, karena atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Pegawai
Negeri Sipil Golongan III Angkatan 1 dapat tersusun dengan baik.

Tujuan dari pembuatan Rancangan Aktualisasi ini adalah untuk memberikan


gambaran mengenai tahap pelaksanaan aktualisasi yang akan penulis lakukan di unit kerja
selama off campus. Rancangan aktualisasi ini juga merupakan bentuk komitmen dan
pertanggung jawaban dari peserta diklat sebagai Aparatur Sipil Negara.

Penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan dan
bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi ini. Proses
penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan yang
diharapkan.

Bandung, November 2015

HANDIKA PRASDITIA, SE.,Ak.


19890304 201503 1 003

2
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................................................... 3


BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ........................................................................................................................ 4
B. Tujuan dan Sasaran ............................................................................................................... 4
C. Ruang Lingkup Kegiatan ...................................................................................................... 5
D. Gambaran Umum Instansi Aktualisasi ............................................................................. 6
1. Umum .................................................................................................................................... 6
2. Kedudukan dan Struktur .................................................................................................. 6
3. Visi dan Misi ........................................................................................................................ 6
4. Tugas, Fungsi, dan Nilai Strategis ................................................................................ 7
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR PROFESI PSN...................................... 9
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI DASAR PROFESI PNS .............................. 17
A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi.............................................................................................. 17
B. Analisis Hasil Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS............................................ 19
1. Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS ............................................... 19
2. Menginput Data Barang Milik daerah Hasil Pengadaan ke dalam SIMDA BMD ..
.............................................................................................................................................. 19
3. Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang .................................................... 20
4. Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A,B,C,D,E,F ................. 21
5. Membuat Kartu Inventaris Ruangan ........................................................................... 21
6. Memberi Kodefikasi pada Barang Hasil Pengadaan Tahun Berjalan ................. 22
7. Melakukan Pemeliharaan atau Perbaikan Barang Milik Daerah .......................... 23
8. Mengurus surat perizinan kendaraan ......................................................................... 23
C. Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN ............................................. 24
BAB IV ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI ....................................................................... 42
BAB V PENUTUP .............................................................................................................................. 45
A. Kesimpulan ............................................................................................................................ 46
B. Saran ........................................................................................................................................ 46
RENCANA AKSI ................................................................................................................................ 47
LAMPIRAN

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang mempunyai
kekayaan alam yang melimpah, keragaman budaya dan cita rasa, potensi sumber
daya manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Dalam
Mengelola keanekaragaman yang melimpah tersebut dibutuhkan Pegawai Negeri
Sipil yang memiliki karakter integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme agar tetap terjaga.
Pegawai Negeri Sipil yang memiliki karakter tersebut dibentuk oleh nilai-nilai dasar
Pegawai Negeri Sipil, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya
sebagai pelayan publik. Untuk dapat membentuk sosok Pegawai Negeri Sipil
seperti tersebut di atas perlu dilaksan akan pembinaan melalui jalur Pendidikan
dan Pelatihan (Diklat), yang berorientasi kepada penyelenggaraan Diklat
Prajabatan yang lebih inovatif.

Dalam sistem pembelajaran Diklat Prajabatan pola baru, setiap peserta dituntut
untuk memahami nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Melalui proses
aktualisasi ini, diharapkan peserta diklat mampu mengimplementasikan nilai-nilai
dasar tersebut dalam menjalankan kegiatan kerja sehari-hari. Oleh karenanya
pada saat diklat, peserta diklat dituntut mampu membuat rancangan aktualisasi,
mengimplementasikannya pada saat off campus dan membuat laporan atas hasil
pengimplementasiannya.

Dengan adanya Diklat Prajabatan pola baru ini diharapkan dapat menghasilkan
Pegawai Negeri Sipil yang memiliki karakter unggulan yang dibentuk oleh nilai-nilai
dasar Pegawai Negeri Sipil, dan yang diimplementasikan dalam pelaksanaan
tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik, yang dewasa ini sangat dibutuhkan
untuk mengelola segala prakondisi dan sumber daya pembangunan yang ada,
sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa

B. Tujuan dan Sasaran


a) Tujuan Umum
Tujuan dari adanya kegiatan aktualisasi ini adalah mewujudkan Pegawai Negeri
Sipil yang bias menerapkan nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil yaitu:

1. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas


jabatannya;
2. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;
3. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika public dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;
4. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas
jabatannya;

4
5. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan
korupsi di lingkungan instansinya; dan
6. Kemampuan menganalisa dampak apabila kelima nilai dasar tersebut diatas
tidak dapat diaplikasikan.
b) Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari kegiatan aktualisasi ini adalah:
1. Dalam menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS menjadi lebih teliti
dan hati-hati, serta sesuai dengan perintah atau aturan yang diberikan
sehingga data yang dihasilkan dapat diandalkan.
2. Dapat meminimalisir kesalahan dalam menginput Data Barang Milik Daerah
Hasil Pengadaan ke dalam SIMDA BMD sehingga data yang dihasilkan
berkualitas.
3. Dalam membuat Kartu Inventaris Ruangan di setiap ruangan dapat dilakukan
dengan efektif dan efisien.
4. Dalam meng-update Data pada Buku Inventaris Barang dilakukan secara
cermat sehingga setiap barang yang ada terdaftar dalam Buku Inventaris
Barang.
5. Dalam meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A, B, C, D, E, F
dilakukan secara teliti dan hati-hati sehingga barang terdaftar sesuai dengan
klasifikasinya.
6. Dapat meningkatkan kerja sama dengan sesama rekan kerja dalam memberi
kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun berjalan sehingga tidak akan
ada barang yang tidak memiliki kodefikasi.
7. Dapat menanamkan rasa peduli dalam melakukan pemeliharaan atau
perbaikan barang milik daerah.
8. Dalam mengurus surat perizinan kendaraan dilakukan dengan penuh
tanggungjawab.

c) Sasaran
Sasaran dari kegiatan aktualisasi ini adalah terorganisirnya pengelolaan dan
pencatatan barang milik daerah di Inspektorat Kota Bandung.

C. Ruang Lingkup Kegiatan


Ruang lingkup dalam pencapaian tujuan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yakni
ANEKA di lingkungan kerja, yakni pada Sub bagian Administrasi dan Umum di
Inspektorat Kota Bandung, akan penulis lakukan antara tanggal 17 Oktober - 4
November 2015. Adapun kegiatan tersebut adalah:

1. Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS.


2. Menginput Data Barang Milik daerah Hasil Pengadaan ke dalam SIMDA
BMD.
3. Membuat Kartu Inventaris Ruangan di setiap ruangan.
4. Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang.
5. Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A, B, C, D, E, F.
6. Memberi kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun berjalan.
7. Melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang milik daerah.
8. Mengurus surat perizinan kendaraan.

5
D. Gambaran Umum Instansi Aktualisasi
1. Umum
Aktualisasi akan dilaksanakan pada Sub Bagian Administrasi dan Umum di
Inspektorat Kota Bandung, yang beralamat di Jalan Tera Nomor 20 Kota
Bandung Provinsi Jawa Barat. Sub Bagian Administrasi dan Umum mempunyai
fungsi sebagai berikut:
a. Penyiapan rencana dan program kerja administrasi dan umum;
b. Pengelolaan urusan tata usaha surat menyurat dan kearsipan;
c. Pengelolaan administrasi, inventarisasi, pengkajian, analisis pelaporan;
d. Pengelolaan urusan kepegawaian;
e. Pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga;
f. Pengelolaan urusan keuangan lingkup administrasi dan umum;
g. Pelaksanaan konsultasi, koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait;
h. Pelaporan pelaksanaan tugas administrasi dan umum;dan
i. Pelaksanaan tugas lain dari atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

2. Kedudukan dan Struktur


Kedudukan dan struktur Inspektorat Kota Bandung telah diatur dalam
Peraturan Daerah Kota Bandung No. 11 Tahun 2007 Tentang Pembentukan
dan Susunan Organisasi Inspektorat Kota Bandung. Inspektorat Kota Bandung
mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

3. Visi dan Misi


Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota
Bandung tahun 2013-2018 yang mengacu kepada Peraturan Daerah Kota
Bandung Nomor 03 Tahun 2014, Visi Kota Bandung adalah :

“Mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Nyaman dan Sejahtera”.

Visi tersebut dijabarkan dalam 4 (empat) misi yaitu :


Misi Pertama: Mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang,
pembangunan infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang yang
berkualitas dan berwawasan lingkungan. Bermakna untuk menciptakan
kenyamanan bagi seluruh warga Kota Bandung melalui pembangunan
infrastruktur yang berkualitas dengan memperhatikan daya tampung dan daya
dukung lingkungan.
Misi Kedua: Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan
melayani. Dimaksudkan untuk mewujudkan pelayanan birokrasi pemerintah
Kota Bandung yang prima, menjalankan fungsi birokrasi sebagai pelayan
masyarakat yang didukung oleh kompetensi aparat yang professional dan
sistem modern berbasis IPTEK menuju tata kelola pemerintahan yang baik
(Good Governance) dan pemerintahan yang bersih (Clean Government).

6
Misi Ketiga: Membangun masyarakat yang mandiri, berkualitas dan berdaya
saing. Dimaksudkan untuk mewujudkan warga Kota Bandung yang sehat,
cerdas, dan berbudaya yang bercirikan meningkatnya ketahanan keluarga,
menurunnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),
tingginya peran pemuda dalam pembangunan, meningkatnya prestasi olah
raga tingkat nasional dan internasional, serta terpeliharanya seni dan warisan
budaya.
Misi Keempat: Membangun perekonomian yang kokoh, maju, dan
berkeadilan. Dimaksudkan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan
perlindungan tenaga kerja, menciptakan iklim usaha yang kondusif,
mengembangkan koperasi dan UMKM, yang berdaya saing dan berkelanjutan,
meningkatkan ketahanan pangan serta mengembangkan system pembiayaan
kota terpadu.

Dalam mengimplementasikan Visi dan Misi Wali Kota Bandung sebagaimana


tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kota Bandung Tahun 2013-2018, maka visi Inspektorat Kota Bandung adalah

“Terwujudnya pengawasan internal yang berkualitas dan profesional


menuju tata kelola pemerintahan yang baik”

Untuk dapat mewujudkan Visi Organisasi tersebut di atas, maka ditetapkan


Misi Inspektorat Kota Bandung sebagai berikut :
1. Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal
2. Meningkatkan Profesionalisme Aparat Pengawas Intern Pemerintah

4. Tugas, Fungsi, dan Nilai Strategis


Inspektorat Kota Bandung sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang
berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 25 Tahun 2012 tentang
perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2007
tentang pembentukan dan susunan organisasi Inspektorat Kota Bandung serta
Peraturan Walikota Bandung Nomor 542 tahun 2013 tentang rincian tugas
pokok, fungsi dan wilayah kerja Inspektorat Kota Bandung. Dalam hal ini
Inspektorat Kota Bandung mempunyai tugas pokok :

“Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan dan


penyelenggaraan pemerintahan di daerah.”

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Inspektorat Kota Bandung selaku unsur


pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah mempunyai fungsi:

1. Perencanaan program pengawasan;


2. Perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan;
3. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian, penilaian tugas pengawasan; dan
4. Pelaksanaan pelayanan teknis ketatausahaan Inspektorat.

Nilai-nilai strategis organisasi :

7
I = Integritas
N = Normatif
S = Solusi
P = Profesional
E = Efektif Efisien
K = Konsisten
T = Tuntas
O = Objektif
R = Responsif
A = Antisipatif
T = Terpercaya

8
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR PROFESI PSN

N KEGIATAN TAHAPAN KETERKAITAN KETERKAITA TEKNIK MANFAAT BAGI ANALISIS DAMPAK


O KEGIATAN NILAI-NILAI N DENGAN AKTUALISASI ORGANISASI APABILA ND PNS
DASAR NILAI-NILAI TIDAK
INSTANSI DIAKTUALISASIKAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Menginput 1. Meminta daftar Akuntabilitas : Dapat 1. Berkomunikasi Kegiatan ini 1. Bila saya tidak
Data data pengadaan Teliti mendukung dengan mendukung Misi berkomunikasi
Pengadaan barang dari Hati-hati nilai instansi menggunakan Pemerintah dengan sopan
Barang Pejabat yaitu tutur kata yang Kota Bandung mungkin data akan
Melalui Pengadaan Etika Publik : profesional sopan yang ke dua sulit di dapat
BIRMS Barang Jasa Sopan 2. Memeriksa yaitu 2. Bila saya tidak
2. Memeriksa Taat perintah dengan cermat Menghadirkan mengikuti aturan
kelengkapan data dan teliti tata kelola maka hasil
pengadaan barang Komitmen 3. Penginputan pemerintahan pekerjaan tidak
3. Menginput data ke Mutu: dengan hati-hati yang efektif, akan sesuai dengan
dalam BIRMS Cermat sesuai dengan bersih dan standar yang telah
perintah PPBJ melayani. Misi dtetapkan
Anti Korupsi : dalam data pertama 3. Bila saya tidak hati-
Transparan pengadaan Inspektorat hati, sesuai
Berani barang, yaitu perintah, berani, dan
transparan Meningkatkan transparan maka
tidak melebihkan Efektivitas output data menjadi
atau Pengawasan tidak dapat
mengurangkan Internal diandalkan dan
harga barang kemungkinan akan
4. Berani ada unsur
mengungkap kecurangan
jika ada
kesalahan/kekur
angan di dalam

9
daftar data
pengadaan
barang
2 Menginput 1. Melakukan Akuntabilitas : Dapat 1. Melakukan Kegiatan ini 1. Bila saya tidak
Data konfirmasi kepada teliti mendukung komunikasi mendukung berkomunikasi
Barang Milik Pejabat Penerima hati-hati nilai instansi dengan Misi dengan sopan
daerah Hasil Pengadaan yaitu menggunakan Pemerintah mungkin data akan
Hasil apakah barang Etika Publik : profesional tutur kata yang Kota Bandung sulit di dapat
Pengadaan pengadaan telah Sopan sopan yang ke dua 2. Bila tidak cermat
ke dalam diterima atau 2. Melakukan yaitu dan teliti maka
SIMDA belum Komitmen Mutu identifikasi Menghadirkan spesifikasi barang
BMD 2. Melakukan : Cermat dengan cermat tata kelola tidak akan sesuai
Identifikasi Akurat dan teliti pemerintahan dengan dokumen
spesifikasi barang 3. Penginputan yang efektif, pengadaan
sesuai dengan Anti Korupsi : secara akurat bersih dan 3. Bila tidak akurat,
dokumen Transparan dan hati-hati melayani. Misi hati-hati, berani, dan
pengadaan barang Berani sesuai dengan pertama transparan maka
3. Menginput data ke dokumen Inspektorat data yang dihasilkan
dalam SIMDA pengadaan yaitu tidak dapat
BMD barang, Meningkatkan diandalkan dan tidak
transparan Efektivitas sesuai dengan
tidak melebihkan Pengawasan dokumen
atau Internal pengadaan barang
mengurangkan dan kemungkinan
harga barang akan ada unsur
4. Berani kecurangan
mengungkap
jika ada
kesalahan/kekur
angan di dalam
dokumen
pengadaan
3 Meng- 1. Melakukan Akuntabilitas : Dapat 1. Melakukan Kegiatan ini 1. Bila tidak
update Data inventarisasi Teliti mendukung identifikasi mendukung melakukan

10
pada Buku barang hasil Hati-hati nilai instansi barang dengan Misi identifikasi dengan
Inventaris pengadaan pada yaitu Efektif cermat di setiap Pemerintah cermat maka data
Barang tahun berjalan Etika Publik : dan Efisien ruangan Kota Bandung tidak akan sesuai
2. Melakukan Sopan 2. Melakukan yang pertama dengan bukti
Konfirmasi kepada Ramah Konfirmasi yaitu fisiknya
Pejabat dengan bahasa Mewujudkan 2. Bila tidak berkata
Pengadaan Komitmen Mutu yang sopan dan Bandung sopan dan ramah
Barang Jasa dan : Cermat ramah nyaman melalui maka akan merusak
Pejabat Penerima 3. Memasukan perencanaan kerukunan dengan
Hasil Pengadaan data ke dalam tata ruang, sesama rekan kerja
3. Menginput data buku inventaris pembangunan 3. Bila tidak teliti dan
barang hasil secara teliti dan infrastruktur hati-hati maka data
pengadaan ke hati-hati serta yang dihasikan tidak
dalam buku pengendalian akan bisa
inventaris barang pemanfaatan diandalkan
ruang yang
berkualitas dan
berwawasan
lingkungan dan
Misi yang ke
dua yaitu
Menghadirkan
tata kelola
pemerintahan
yang efektif,
bersih dan
melayani. Misi
pertama
Inspektorat
yaitu
Meningkatkan
Efektivitas
Pengawasan
Internal

11
4 Meng- 1. Melakukan Akuntabilitas : Dapat 1. Melakukan Kegiatan ini 1. Bila tidak melakukan
update Data inventarisasi Teliti mendukung inventarisasi mendukung identifikasi dengan
pada Kartu barang hasil Hati-hati nilai instansi barang dengan Misi cermat maka data
Inventaris pengadaan pada yaitu Efektif cermat di setiap Pemerintah tidak akan sesuai
Barang tahun berjalan Komitmen Mutu dan Efisien ruangan Kota Bandung dengan bukti
(KIB) 2. Menginput data : Cermat 2. Memasukan yang pertama fisiknya
A,B,C,D,E,F barang hasil data ke dalam yaitu 2. Bila tidak teliti dan
pengadaan ke kartu inventaris Mewujudkan hati-hati maka data
dalam kartu secara teliti dan Bandung yang dihasikan tidak
inventaris barang hati-hati nyaman melalui akan bisa
perencanaan diandalkan
tata ruang,
pembangunan
infrastruktur
serta
pengendalian
pemanfaatan
ruang yang
berkualitas dan
berwawasan
lingkungan dan
Misi yang ke
dua yaitu
Menghadirkan
tata kelola
pemerintahan
yang efektif,
bersih dan
melayani. Misi
pertama
Inspektorat
yaitu
Meningkatkan
Efektivitas

12
Pengawasan
Internal

5 Membuat 1. Melakukan sensus Akuntabilitas Dapat 1. Saya akan Kegiatan ini 1. Bila tidak meminta
Kartu barang ke setiap Lembur mendukung meminta izin mendukung izin terlebih dahulu
Inventaris ruangan Teliti nilai instansi terlebih dahulu Misi maka kegiatan tidak
Ruangan di 2. Menginput data Hati-hati yaitu Efektif ke setiap Pemerintah akan berjalan
setiap yang didapat ke tanggungjawa dan Efisien ruangan dengan Kota Bandung lancar, bila
ruangan dalam kartu b sopan dan yang pertama dikerjakan dalam
inventaris ramah, lalu yaitu waktu jam kerja
3. Meminta Etika Publik : melakukan Mewujudkan sedikitnya akan
tandatangan Sopan sensus barang Bandung mengganggu
atasan pada kartu Ramah secara efektif nyaman melalui kegiatan rekan kerja
inventaris ruangan dengan perencanaan yang lain
4. Memberikan atau Komitmen Mutu melakukan tata ruang, 2. Bila dalam
menempel : Efektif sensus setelah pembangunan penginputan tidak
kodefikasi pada Cermat jam kerja infrastruktur teliti dan hati-hati
setiap ruangan selesai agar serta maka data tidak
tidak pengendalian akan bisa
mengganggu pemanfaatan diandalkan
rekan kerja yang ruang yang 3. Bila saya tidak
lain. berkualitas dan sopan maka akan
2. Penginputan berwawasan merusak kerukunan
secara teliti dan lingkungan dan antara atasan dan
hati-hati Misi yang ke bawahan
3. Menghadap dua yaitu 4. Bila tidak cermat
kepada atasan Menghadirkan dalam memberikan
dengan sopan tata kelola kodefikasi maka
dan siap pemerintahan akan terjadi
bertanggungja yang efektif, kesalahan dalam
wab atas bersih dan pengkodefikasian
pekerjaan yang melayani. Misi
pertama

13
telah Inspektorat
diselesaikan yaitu
4. Memberikan Meningkatkan
kodefikasi Efektivitas
dengan cermat Pengawasan
agar tidak terjadi Internal
kesalahan
6 Memberi 1. Mengecek Akuntabilitas : Dapat 1. Melakukan Kegiatan ini 1. Bila tidak cermat
kodefikasi keberadaan barang Teliti mendukung pengecekan mendukung maka data yang
pada 2. Mencetak label Kerja Sama nilai instansi barang dengan Misi dihasilkan tidak
barang hasil kodefikasi yaitu Efektif cermat di Pemerintah akan sesuai
pengadaan 3. Menempelkan label Komitmen Mutu dan Efisien setiap ruangan Kota Bandung dengan bukti
tahun kodefikasi : Cermat 2. Memeriksa yang pertama fisiknya
berjalan Efisien Konsep label yaitu 2. Bila tidak teliti
kodefikasi Mewujudkan maka akan sering
dengan teliti, Bandung terjadi kesalahan
memastikan nyaman melalui dan pemborosan
agar tidak perencanaan kertas
terjadi salah tata ruang, 3. Kinerja karyawan
cetak sehingga pembangunan akan sulit
penggunaan infrastruktur meningkat apabila
kertas lebih serta tidak ada kerja
efisien pengendalian sama
3. Menempelkan pemanfaatan
label kodefikasi ruang yang
pada setiap berkualitas dan
barang hasil berwawasan
pengadaan lingkungan dan
tahun berjalan Misi yang ke
dilakukan dua yaitu
dengan kerja Menghadirkan
sama dengan tata kelola
rekan kerja pemerintahan
yang efektif,

14
bersih dan
melayani. Misi
pertama
Inspektorat
yaitu
Meningkatkan
Efektivitas
Pengawasan
Internal
7 Melakukan 1. Mengecek kondisi Etika Publik : Dapat 1. Melakukan Kegiatan ini 1. Bila kita tidak
pemeliharaa barang atau Sopan mendukung pengecekan mendukung mengecek dengan
n atau menerima keluhan Ramah nilai instansi dengan akurat, Misi akurat maka akan
perbaikan dari para pengguna yaitu Responsif bila ada keluhan Pemerintah terjadi pemborosan
barang milik barang Komitmen Mutu dan Antisipatif dari pengguna Kota Bandung biaya, karena
daerah 2. Bila ada barang : Akurat barang maka yang pertama barang yang
yang memerlukan Segera menanggapi yaitu seharusnya tidak
perbaikan atau dengan ramah Mewujudkan perlu di service
pemeliharaan, Anti Korupsi : dan sopan Bandung tetapi diberikan
membawa barang Peduli 2. Bersikap peduli nyaman melalui pemeliharaan
tersebut ke tempat Jujur pada barang perencanaan 2. Bila kita tidak
service lalu diambil Transparan yang tata ruang, peduli maka
kembali apabila memerlukan pembangunan barang-barang
telah selesai perbaikan atau infrastruktur tidak akan
dikerjakan pemeliharaan serta terpelihara dengan
3. Meminta uang dengan segera pengendalian baik
untuk biaya membawa pemanfaatan 3. Bila kita tidak jujur
perbaikan kepada barang tersebut ruang yang dan tranparan
bendahara ke tempat berkualitas dan akan menimbulkan
service berwawasan indikasi terjadinya
3. Bersikap jujur lingkungan. korupsi
dengan Misi pertama
transparan Inspektorat
memberikan yaitu
kwitansi biaya Meningkatkan

15
service sesuai Efektivitas
dengan biaya Pengawasan
yang Internal
dikeluarkan tidak
melebihkan atau
mengurangkan
8 Mengurus 1. Membuat tabel Akuntabilitas : Dapat 1. Membuat tabel Kegiatan ini 1. Data tidak akan
surat inventarisasi Teliti mendukung dengan teliti mendukung Misi valid apabila dalam
perizinan kendaraan milik Tanggung nilai instansi dan cermat Pemerintah Kota proses tidak teliti
kendaraan daerah yang jawab yaitu Responsif yang berisi data Bandung yang dan cermat
dipakai karyawan dan Antisipatif kendaraan milik ke dua yaitu 2. Dengan ramah,
2. Bila ada pajak atau Etika Publik : daerah Menghadirkan sopan, dan saling
STNK kendaraan Sopan 2. Meminta izin tata kelola menghormati maka
yang jatuh tempo, Ramah dengan ramah pemerintahan kerukunan dengan
melakukan Taat Aturan dan sopan yang efektif, sesama rekan
koordinasi kepada sehingga terjalin bersih dan kerja akan terjaga
karyawan yang Komitmen Mutu hubungan yang melayani. Misi 3. Bila kita tidak
memegang : Cermat saling pertama bekeja sesuai
kendaraan tersebut menghormati Inspektorat yaitu dengan aturan dan
3. Membuat surat Anti Korupsi : 3. Membuat surat Meningkatkan tanggungjawab
kuasa untuk proses Transparan kuasa sesuai Efektivitas maka kita tidak
perpanjangan dengan aturan Pengawasan akan bisa menjadi
STNK atau Nasionalisme : dan penuh Internal karyawan yang
pembayaran pajak Saling tanggung profesional
4. Meminta uang Menghormati jawab 4. Bila biaya
untuk biaya 4. Berkomunikasi dilebihkan atau
perpanjangan dengan hormat dikurangkan maka
kepada bendahara dan sopan, korupsi bisa terjadi
5. Megurus transparan
perpanjangan dalam meminta
STNK atau uang sesuai
pembayaran pajak dengan biaya
ke SAMSAT yang
terdekat dikeluarkan tidak

16
melebihkan atau
mengurangkan
5. Melakukan
pembayaran
sesuai dengan
aturan yang
berlaku
BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI DASAR PROFESI PNS

A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi

Oktober-November
No Kegiatan
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2
1 Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS

Menginput Data Barang Milik daerah Hasil Pengadaan ke dalam


2
SIMDA BMD

3 Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang

Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB)


4
A,B,C,D,E,F

5 Membuat Kartu Inventaris Ruangan di setiap ruangan

6 Memberi kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun berjalan

17
7 Melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang milik daerah

8 Mengurus surat perizinan kendaraan

18
B. Analisis Hasil Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
1. Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS
Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi tiga tahapan kegiatan yakni :
1. Meminta daftar data pengadaan barang dari Pejabat Pengadaan Barang Jasa.
2. Memeriksa kelengkapan data pengadaan barang.
3. Menginput data ke dalam BIRMS.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: teliti dan hati-hati.
2. Etika Publik
Nilai-nilai etika publik dari kegiatan ini diantaranya: sopan dan taat perintah.
3. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: cermat
4. Anti Korupsi
Nilai-nilai anti korupsi dari kegiatan ini diantaranya: transparan dan berani

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS dapat mendukung
salah satu nilai instansi yaitu profesional karena dalam penginputan ke dalam
SIMDA BMD tidak bisa sembarangan tetapi harus memiliki kemampuan khusus
yang didapat dari pelatihan.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan ini mendukung Misi Pemerintah Kota Bandung yang ke dua yaitu
Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani. Misi
pertama Inspektorat yaitu Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal.

Analisis Dampak
Dampak apabila kegiatan Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS tidak
terlaksana dengan baik maka tidak bisa melakukan proses pengadaan barang.

2. Menginput Data Barang Milik daerah Hasil Pengadaan ke dalam SIMDA BMD
Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi tiga tahapan kegiatan yakni :
1. Melakukan konfirmasi kepada Pejabat Penerima Hasil Pengadaan apakah
barang pengadaan telah diterima atau belum.
2. Melakukan Identifikasi spesifikasi barang sesuai dengan dokumen pengadaan
barang.
3. Menginput data ke dalam SIMDA BMD.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: teliti dan hati-hati.
2. Etika Publik
Nilai-nilai etika publik dari kegiatan ini diantaranya: sopan.
3. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: cermat dan akurat.
4. Anti Korupsi

19
Nilai-nilai anti korupsi dari kegiatan ini diantaranya: transparan dan berani.

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan menginput data barang milik daerah hasil pengadaan ke dalam SIMDA
BMD dapat mendukung salah satu nilai instansi yaitu profesional karena dalam
penginputan ke dalam SIMDA BMD tidak bisa sembarangan tetapi harus memiliki
kemampuan khusus yang didapat dari pelatihan.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan ini mendukung Misi Pemerintah Kota Bandung yang ke dua yaitu
Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani. Misi
pertama Inspektorat yaitu Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal.

Analisis Dampak
Dampak apabila kegiatan menginput data barang milik daerah hasil pengadaan ke
dalam SIMDA BMD tidak terlaksana dengan baik maka Pemerintah Kota Bandung
tidak akan memiliki informasi tentang barang-barang milik daerah.

3. Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang


Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi tiga tahapan kegiatan yakni :
1. Melakukan inventarisasi barang hasil pengadaan pada tahun berjalan.
2. Melakukan Konfirmasi kepada Pejabat Pengadaan Barang Jasa dan Pejabat
Penerima Hasil Pengadaan.
3. Menginput data barang hasil pengadaan ke dalam buku inventaris barang.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: teliti dan hati-hati.
2. Etika Publik
Nilai-nilai etika publik dari kegiatan ini diantaranya: sopan dan ramah.
3. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: cermat.

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan meng-update Data pada Buku Inventaris Barang dapat mendukung salah
satu nilai instansi yaitu efektif dan efisien karena dalam mengupdate buku
inventaris inventaris harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan meng-update Data pada Buku Inventaris Barang mendukung Misi
Pemerintah Kota Bandung yang pertama yaitu Mewujudkan Bandung nyaman
melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian
pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan lingkungan dan Misi yang
ke dua yaitu Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan
melayani. Misi pertama Inspektorat yaitu Meningkatkan Efektivitas Pengawasan
Internal

Analisis Dampak

20
Dampak apabila meng-update Data pada Buku Inventaris Barang tidak terlaksana
dengan baik maka informasi tentang barang di Inspektorat Kota Bandung tidak
akan bisa diandalkan.

4. Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A,B,C,D,E,F


Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi dua tahapan kegiatan yakni :
1. Melakukan inventarisasi barang hasil pengadaan pada tahun berjalan.
2. Menginput data barang hasil pengadaan ke dalam kartu inventaris barang.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: teliti dan hati-hati.
2. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: cermat.

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A,B,C,D,E,F
dapat mendukung salah satu nilai instansi yaitu efektif dan efisien karena dalam
pembutan kartu inventaris harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A,B,C,D,E,F
mendukung misi Pemerintah Kota Bandung yang pertama yaitu Mewujudkan
Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur
serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan
lingkungan dan Misi yang ke dua yaitu Menghadirkan tata kelola pemerintahan
yang efektif, bersih dan melayani. Misi pertama Inspektorat yaitu Meningkatkan
Efektivitas Pengawasan Internal

Analisis Dampak
Dampak apabila Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB)
A,B,C,D,E,F tidak terlaksana dengan baik maka informasi tentang barang di
Inspektorat Kota Bandung tidak akan bisa diandalkan.

5. Membuat Kartu Inventaris Ruangan


Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi empat tahapan kegiatan yakni :
1. Melakukan sensus barang ke setiap ruangan.
2. Menginput data barang hasil pengadaan ke dalam kartu inventaris barang.
3. Meminta tandatangan atasan pada kartu inventaris ruangan.
4. Memberikan atau menempel kodefikasi pada setiap ruangan.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: Lembur, Teliti, Hati-hati,
dan tanggungjawab.
2. Etika Publik
Nilai-nilai etika publik dari kegiatan ini diantaranya: sopan dan ramah.

3. Komitmen Mutu

21
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: Efektif dan cermat.

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan Membuat Kartu Inventaris Ruangan di setiap ruangan dapat mendukung
salah satu nilai instansi yaitu efektif dan efisien karena dalam pembutan kartu
inventaris harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan Membuat Kartu Inventaris Ruangan mendukung Misi Pemerintah Kota
Bandung yang pertama yaitu Mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan
tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang
yang berkualitas dan berwawasan lingkungan dan Misi yang ke dua yaitu
Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani. Misi
pertama Inspektorat yaitu Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal.

Analisis Dampak
Dampak apabila Membuat Kartu Inventaris Ruangan tidak terlaksana dengan baik
maka informasi tentang barang di Inspektorat Kota Bandung tidak akan bisa
diandalkan.

6. Memberi Kodefikasi pada Barang Hasil Pengadaan Tahun Berjalan


Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi tiga tahapan kegiatan yakni :
1. Mengecek keberadaan barang.
2. Mencetak label kodefikasi.
3. Menempelkan label kodefikasi.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: teliti dan kerjasama.
2. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: cermat dan efisien.

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan Melakukan Memberi kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun
berjalan dapat mendukung salah satu nilai instansi yaitu Efektif dan Efisien karena
dalam pembutan label harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan Melakukan Memberi kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun
berjalan mendukung Misi Pemerintah Kota Bandung yang pertama yaitu
Mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan
infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan
berwawasan lingkungan dan Misi yang ke dua yaitu Menghadirkan tata kelola
pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani. Misi pertama Inspektorat yaitu
Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal.

22
Analisis Dampak
Dampak apabila Memberi kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun berjalan
tidak terlaksana dengan baik maka informasi tentang barang di Inspektorat Kota
Bandung tidak akan bisa diandalkan.

7. Melakukan Pemeliharaan atau Perbaikan Barang Milik Daerah


Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi tiga tahapan kegiatan yakni :
1. Mengecek kondisi barang atau menerima keluhan dari para pengguna
barang.
2. Bila ada barang yang memerlukan perbaikan atau pemeliharaan, membawa
barang tersebut ke tempat service lalu diambil kembali apabila telah selesai
dikerjakan.
3. Meminta uang untuk biaya perbaikan kepada bendahara.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Etika Publik
Nilai-nilai etika publik dari kegiatan ini diantaranya: sopan dan ramah.
2. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: akurat dan segera.
3. Anti Korupsi
Nilai-nilai anti korupsi dari kegiatan ini diantaranya: peduli, jujur, dan
transparan.

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan Melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang milik daerah dapat
mendukung salah satu nilai instansi yaitu Responsif dan Antisipatif karena dalam
melakukan pemeliharaan atau perbaikan kita harus peduli dan sigap terhadap
barang yang memerlukan perawatan.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan Melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang milik daerah
mendukung Misi Pemerintah Kota Bandung yang pertama yaitu Mewujudkan
Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur
serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan
lingkungan dan Misi yang ke dua yaitu Menghadirkan tata kelola pemerintahan
yang efektif, bersih dan melayani. Misi pertama Inspektorat yaitu Meningkatkan
Efektivitas Pengawasan Internal

Analisis Dampak
Dampak apabila Melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang milik daerah
tidak terlaksana dengan baik maka barang-barang milik daerah akan tidak terawat
dan rusak.

8. Mengurus surat perizinan kendaraan


Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan tsb,
diklasifikasikan menjadi lima tahapan kegiatan yakni :
1. Membuat tabel inventarisasi kendaraan milik daerah yang dipakai karyawan.
2. Bila ada pajak atau STNK kendaraan yang jatuh tempo, melakukan
koordinasi kepada karyawan yang memegang kendaraan tersebut.

23
3. Membuat surat kuasa untuk proses perpanjangan STNK atau pembayaran
pajak.
4. Meminta uang untuk biaya perpanjangan kepada bendahara.
5. Megurus perpanjangan STNK atau pembayaran pajak ke SAMSAT terdekat.

Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS


1. Akuntabilitas
Nilai-nilai akuntabilitas dari kegiatan ini diantaranya: teliti dan tanggungjawab.
2. Etika Publik
Nilai-nilai etika publik dari kegiatan ini diantaranya: sopan ramah dan taat
aturan.
3. Komitmen Mutu
Nilai-nilai komitmen mutu dari kegitan ini diantaranya: cermat.
4. Anti Korupsi
Nilai-nilai anti korupsi dari kegiatan ini diantaranya: transparan.
5. Nasionalisme
Nilai-nilai nasionalisme dari kegiatan ini diantaranya: saling menghormati

Keterkaitan Nilai-Nilai Instansi


Kegiatan Mengurus surat perizinan kendaraan dapat mendukung salah satu nilai
instansi yaitu Responsif dan Antisipatif karena dalam mengurus surai ijin
kendaraan kita harus peduli dan sigap agar tidak terlambat dalam pembayaran.

Manfaat Bagi Organisasi


Kegiatan Mengurus surat perizinan kendaraan mendukung mendukung Misi
Pemerintah Kota Bandung yang ke dua yaitu Menghadirkan tata kelola
pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani. Misi pertama Inspektorat yaitu
Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal.

Analisis Dampak
Dampak apabila Mengurus surat perizinan kendaraan tidak terlaksana dengan baik
maka suratt ijin kendaraan milik daerah akan selalu jatuh tempo atau telat
membayar.

C. Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN

24
Kegiatan Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS
Capaian Kegiatan Menginput Data Pengadaan Barang Melalui BIRMS mulai dilaksanan tanggal 28 -
Kegiatan 29 Oktober 2015, hambatan dalam kegiatan ini adalah data pihak ke tiga yang terkadang
belum tersedia dalam daftar pengadaan barang dan adanya tugas-tugas lain diluar tupoksi.
Namun hambatan tersebut dapat diantisipasi dengan cara mengkonfirmasi via telepon
terlebih dahulu kepada pihak ke tiga, dan menerapkan skala prioritas pekerjaan mana yang
lebih penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu.

Output Berkas Pengadaan Barang


Evidence

Penyerahan data barang untuk pengadaan dari Pejabat Pengadaan Barang Jasa

Data pengadaan barang

25
Spesifikasi Barang pengadaan

Pengiputan ke dalam BIRMS

26
Kegiatan Menginput Data Barang Milik daerah Hasil Pengadaan ke dalam SIMDA BMD
Capaian Kegiatan Menginput Data Barang Milik daerah hasil Pengadaan ke dalam SIMDA
Kegiatan BMD mulai dilaksanan tanggal 19 - 20 Oktober 2015, hambatan dalam kegiatan ini
adalah koodinasi dengan Pejabat Penerima Hasil Pengadaan bila yang
bersangkutan sedang tidak ada di tempat, pemeriksaan spesifikasi barang apakah
telah sesuai dengan berkas pengadaan barang dan adanya tugas-tugas lain diluar
tupoksi. Namun hambatan tersebut dapat diantisipasi dengan cara mengkonfirmasi
via telepon terlebih dahulu sampai Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan kembali ke
tempat, meningkatan koordinasi dengan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan
Penyimpan Barang apakah barang telah sesuai dengan spesifikasi dalam berkas
pengadaan barang, menerapkan skala prioritas pekerjaan mana yang lebih penting
dan harus diselesaikan terlebih dahulu.
Output Data didalam SIMDA BMD
Evidence

Konfirmasi Kepada Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan

Dokumen Pengadaan Barang

27
Spesifikasi Barang

Barang Pengadaan

Penginputan ke dalam SIMDA BMD

28
Kegiatan Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang
Capaian Kegiatan Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang mulai dilaksanakan pada
Kegiatan tanggal 22-26 Oktober 2015, hambatan dalam kegiatan adalah pada saat melakukan
inventarisasi barang dari berkas-berkas pengadaan barang selama tahun berjalan
karena banyaknya berkas kita harus dituntut untuk teliti dan ulet agar informasi yang
didapat tidak ada yang salah, selain itu juga dalam hal konfirmasi terkadang
terhambat bila yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat.
Output Data Buku Inventaris Barang
Evidence

Dokumen Pengadaan Barang Selama Tahun Berjalan

29
Inventarisasi Barang Hasil Pengadaan Barang Tahun Berjalan dan Konfirmasi

Buku Inventaris Barang

30
Kegiatan Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A,B,C,D,E,F
Capaian Kegiatan Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang (KIB) A,B,C,D,E,F
Kegiatan mulai dilaksanakan pada tanggal 22-26 Oktober 2015, hambatan dalam kegiatan
adalah pada saat melakukan inventarisasi barang dari berkas-berkas pengadaan
barang selama tahun berjalan karena banyaknya berkas kita harus dituntut untuk
teliti dan ulet agar informasi yang didapat tidak ada yang salah.
Output Data Kartu Inventaris Barang
Evidence

Dokumen Pengadaan Barang Selama Tahun Berjalan

31
Inventarisasi Barang Hasil Pengadaan Barang Tahun Berjalan

Kartu Inventaris Barang

32
Kegiatan Membuat Kartu Inventaris Ruangan di setiap ruangan
Capaian Kegiatan Membuat Kartu Inventaris Ruangan mulai dilaksanakan pada tanggal 26-
Kegiatan 30 Oktober 2015, hambatan dalam kegiatan adalah pada saat melakukan sensus
barang di ruangan karena terkadang barang ada yang berpindah atau dipinjam ke
ruangan lain, namun dapat diatasi dengan berkonfirmasi dengan penyimpan
barang dan penanggungjawab di setiap ruangan.
Output Kartu Inventaris Ruangan
Evidence

Melakukan Sensus Barang

Penginputan data ke dalam Kartu Inventaris Ruangan

33
Meminta tanda tangan

Menempelkan Kartu Inventaris Ruangan

34
Kegiatan Memberi kodefikasi pada barang hasil pengadaan tahun berjalan
Capaian Kegiatan Membuat Kartu Inventaris Ruangan mulai dilaksanakan pada tanggal 26-
Kegiatan 30 Oktober 2015, tidak ada hambatan yang berarti dalam kegiatan ini.
Output Kodefikasi untuk ditempel
Evidence

Pengecekan Keberadaan Barang

Mencetak Label Kodefikasi

35
Menempelkan Label Kodefikasi

36
Kegiatan Melakukan pemeliharaan atau perbaikan printer
Capaian Kegiatan melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang milik daerah mulai
Kegiatan dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2015 dengan adanya keluhan dari pengguna
barang kepada pengurus barang bahwa printer yang digunakan tidak dapat
berfungsi dengan baik sehingga perlu dilakukan perbaikan atau service.
Hambatan dalam kegiatan ini terjadi apabila pengurus barang sedang bekerja lalu
ada keluhan kerusakan dari pengguna barang dan ingin segera diperbaiki
secepatnya. Untuk mengantisipasi hambatan tersebut maka pengurus barang
menjelaskan dengan sopan bahwa sedang ada pekerjaan yang harus
diselesaikan terlebih dahulu, bila sudah selesai maka akan segera membawa
barang yang rusak tadi ke tempat service.
Output Printer yang telah diperbaiki
Evidence

Laporan Kerusakan Dari Pengguna

Tempat Service

Membawa Barang ke tempat service

37
Kwitansi Pembayaran

38
Kegiatan Mengurus surat perizinan kendaraan
Capaian Proses kegiatan mengurus surat perizinan kendaraan mulai dilaksanakan pada
Kegiatan tanggal 20 - 21 Oktober 2015 namun belum dapat sepenuhnya dilakukan karena
adanya hambatan dalam hal dana yang masih dalam proses pencairan di DPKAD
(Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), agar proses kegiatan
mengurus surat perizinan kendaraan dapat terus berjalan maka proses kegiatan
yang lain tetap dilakukan seperti membuat tabel inventarisasi kendaraan,
melakukan koordinasi kepada pemegang kendaraan, dan membuat surat kuasa,
sehingga pada saat dana telah ada perizinan kendaraan dapat langsung
diselesaikan
Output STNK yang sudah dibayar pajaknya
Evidence

Tabel Inventarisasi Kendaraan

STNK yang perlu diperpanjang

39
Bukti Fisik Kendaraan

Konfirmasi Kepada Pemakai Kendaraan

Surat Kuasa

40
Meminta biaya perpanjangan kepada bendahara pengeluaran

Pembayaran perpanjangan di samsat Pajajaran

41
BAB IV
ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI

Pencapaian visi dan misi Inspektorat Kota Bandung didasarkan pada analisis terhadap
lingkungan internal dan eksternal yaitu peluang dan ancaman serta memperhatikan
kekuatan dan kelemahan pada Inspektorat Kota Bandung dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya, berdasarkan kondisi umum pelayanan penyelenggaraan
pemerintahan pada Inspektorat yang merupakan kondisi lingkungan strategis
Inspektorat, diperlukan analisis lingkungan internal dan eksternal (SWOT Analisis).
Lingkungan internal meliputi Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses).
Lingkungan eksternal meliputi Peluang (Oppurtunity) dan Ancaman (Threaths).

Analisis lingkungan strategis pada Inspektorat Kota Bandung melalui tahapan-tahapan


sebagai berikut (1) Analisis Lingkungan Internal, (2) Analisis Lingkungan Eksternal,
dan (3) Perumusan Strategi.
1. Analisis Lingkungan Internal
1) Kekuatan (stenghts)
a. Peraturan Daerah Kota Bandung No. 11 Tahun 2007 Tentang Pembentukan
dan Susunan Organisasi Inspektorat Kota Bandung serta Peraturan Daerah
Kota Bandung Nomor 25 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan
Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Dan
Susunan Organisasi Inspektorat Kota Bandung; Peraturan Pemerintah Nomor
20 Tahun 2001 Tentang Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah; Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008
tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik
Pejabat Pengawas Pemerintah; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya;
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:
PER/220/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka
Kreditya; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang
Pedoman Pelaksanaan Reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk
Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; Peraturan Menteri Dalam

42
Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata
Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota; Peraturan Daerah Kota
Bandung Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018; Peraturan
Walikota Kota Bandung Nomor 542 Tahun 2013 tentang Rincian Tugas Pokok,
Fungsi, dan Wilayah Kerja Satuan Organisasi Inspektorat Kota Bandung;
b. Adanya komitmen pimpinan dan staf untuk melakukan pengawasan;
c. Adanya dukungan penuh dari atasan langsung.
2) Kelemahan (Weekness)
a. Masih Kurangnya bidang kompetensi pendidikan sesuai dengan Daftar Materi
Pemeriksaan (DMP);
b. Belum seimbangnya rasio antara tenaga pengawasan dengan obyek
pemeriksaan;
c. Belum terpenuhinya Anggaran penunjang pengawasan sebesar 1 % dari APBD
Kota Bandung sesuai kebijakan penagawasan penyelenggaraan Pemerintah
Daerah Departemen Dalam Negeri;
d. Masih belum memadainya perangkat pendukung teknologi informasi
penunjang pelaksanaan pengawasan;
e. Masih belum memadainya fasilitas dan sarana prasarana gedung dan kantor
yang representatif.

2. Analisis Lingkungan Eksternal


1) Peluang (opportunities)
a. Adanya tuntutan masyarakat terhadap wujud pemerintahan yang baik dan
bersih (good governance & clean governance);
b. Adanya kerjasama dengan Aparat Pengawasan fungsional lainnya dalam
rangka peningkatan kualitas Aparat Pengawasan dan join audit;
c. Adanya kerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya dalam rangka
penegakan hukum;
d. Adanya tuntutan terhadap perangkat daerah untuk menerapkan Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan melakukan pencegahan
terhadap praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

2) Ancaman (threats)

43
a. Kurangnya kepercayaan masyarakat/legislatif/ Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) terhadap kinerja Inspektorat Kota Bandung;
b. Banyaknya perangkat daerah dan desa yang harus diawasi serta luas wilayah
Kota Bandung;
c. Belum optimalnya pengembangan infrastruktur yang mendukung penerapan
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan SKPD;
d. Masih berkurangnya kesadaran SKPD dalam menindaklanjuti temuan hasil
pemeriksaan oleh pihak internal dan eksternal;
e. Belum tertibnya pengelolaan Barang Milik Daerah di lingkungan SKPD.

3. Perumusan Strategi
Berdasarkan identifikasi dan analisis faktor-faktor internal dan eksternal tersebut di
atas, maka perumusan strategi umum Inspektorat Kota Bandung sebagai berikut:
1) Startegi Kekuatan - Peluang
a. Mengoptimalkan audit berkala, audit kasus (pengaduan masyarakat), Kaji uji
kegiatan fisik organisasi perangkat daerah pemeriksaan terpadu & audit
khusus.
b. Meningkatkan kerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya dalam
penegakan hukum;
c. Meningkatkan evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
2) Strategi Kekuatan – Ancaman
a. Meningkatkan sosialisasi peran dan fungsi Inspektorat kepada masyarakat;
b. Meningkatkan kualitas pengawas teknis internal pada perangkat daerah;
c. Penerapan dengan pengembangan SPIP oleh SKPD.
3) Startegi Kelemahan – Peluang
a. Mengoptimalkan kuantitas dan kualitas SDM yang ada melalui kerjasama
dengan BPKP Perwakilan Jawa Barat dan BPK-RI;
b. Mengoptimalkan koordinasi dengan BPKP dan Badan Kepegawaian Daerah
Kota Bandung untuk fasilitasi pendidikan dan latihan bagi Pejabat Pengawas
Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD) dan Jabatan Fungsional Auditor (JFA);
c. Meningkatkan sarana, prasarana kerja dan sistem informasi manajemen
pengawasan (SIMWASDA);
d. Mengoptimalkan anggaran yang tersedia dan peningkatan kinerja tenaga
pengawas dan penunjang pengawasan di lingkungan Inspektorat Kota
Bandung.
4) Strategi Kelemahan – Ancaman

44
a. Meningkatkan kualitas pengawasan melalui kerjasama dengan lembaga
pengawasan lainnya;
b. Meningkatkan sarana mobilitas dan sarana kerja lapangan guna
mengantisipasi luas wilayah dan beban kerja.

BAB V
PENUTUP

45
A. Kesimpulan

Pendidikan dan pelatihan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk
meningkatkan kualitas dan dan profesionalisme PNS dengan cara membentuk nilai-
nilai dasar profesi PNS dalam diri setiap PNS yang terdiri dari akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi. Pendidikan dan pelatihan
tersebut dilakukan melalui proses internalisasi dan implementasi nilai-nilai dasar
profesi PNS dalam diri masing-masing peserta diklat. Peserta juga dapat merasakan
secara langsung manfaat dari tugas dan fungsi yang didasari dengan nilai-nilai dasar
profesi PNS sehingga dapat membentuk karakter PNS yang kuat yaitu; jujur, adil,
disiplin, berintegritas, berinovasi dan bertindak professional sebagai pelayan
masyarakat.

B. Saran

1. Pendidikan dan pelatihan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS
sebaiknya menggunakan sistematika yang lebih baik lagi, baik dalam proses
internalisasi maupun implementasi di lapangan.
2. Pendidikan dan pelatihan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS
perlu dilakukan evaluasi dan upaya perbaikan terutama dalam penjadwalan
kegiatan dan keefektifan waktu belajar.
3. Proses aktualisasi di lapangan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi
PNS sebaiknya dilakukan pengawasan yang lebih baik lagi.
4. Proses aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS sebaiknya tidak hanya dilakukan
oleh peserta diklat saja, tetapi perlu pengawasan juga terhadap PNS yang sudah
ada sebelumnya dalam pelaksanaan nilai-nilai PNS

46
RENCANA AKSI
No Kegiatan Rencana Aksi

1 Menginput Data Pengadaan Barang Melalui 1. Berkomunikasi dengan


BIRMS menggunakan tutur kata
yang sopan
2. Memeriksa dengan cermat
dan teliti
3. Penginputan dengan hati-
hati sesuai dengan
perintah PPBJ dalam data
pengadaan barang,
transparan tidak
melebihkan atau
mengurangkan harga
barang.
4. Berani mengungkap jika
ada kesalahan/kekurangan
di dalam daftar data
pengadaan barang
2 Menginput Data Barang Milik daerah Hasil 1. Melakukan komunikasi
Pengadaan ke dalam SIMDA BMD dengan menggunakan
tutur kata yang sopan
2. Melakukan identifikasi
dengan cermat dan teliti
3. Penginputan secara akurat
dan hati-hati sesuai
dengan dokumen
pengadaan barang,
transparan tidak
melebihkan atau
mengurangkan harga
barang
4. Berani mengungkap jika
ada kesalahan/kekurangan
di dalam dokumen
pengadaan
3 Meng-update Data pada Buku Inventaris Barang 1. Saya akan meminta izin
terlebih dahulu ke setiap
ruangan dengan sopan
dan ramah, lalu melakukan
sensus barang secara
efektif dengan melakukan
sensus setelah jam kerja
selesai agar tidak
mengganggu rekan kerja
yang lain.
2. Penginputan secara teliti
dan hati-hati
3. Menghadap kepada atasan
dengan sopan dan siap
bertanggungjawab atas

47
pekerjaan yang telah
diselesaikan
4. Memberikan kodefikasi
dengan cermat agar tidak
terjadi kesalahan
4 Meng-update Data pada Kartu Inventaris Barang 1. Melakukan identifikasi
(KIB) A,B,C,D,E,F barang dengan cermat di
setiap ruangan
2. Melakukan Konfirmasi
dengan bahasa yang
sopan dan ramah
3. Memasukan data ke dalam
buku inventaris secara
teliti dan hati-hati
5 Membuat Kartu Inventaris Ruangan di setiap 1. Melakukan inventarisasi
ruangan barang dengan cermat di
setiap ruangan
2. Memasukan data ke dalam
kartu inventaris secara
teliti dan hati-hati
6 Memberi kodefikasi pada barang hasil 1. Melakukan pengecekan
pengadaan tahun berjalan barang dengan cermat di
setiap ruangan
2. Memeriksa Konsep label
kodefikasi dengan teliti,
memastikan agar tidak
terjadi salah cetak
sehingga penggunaan
kertas lebih efisien
3. Menempelkan label
kodefikasi pada setiap
barang hasil pengadaan
tahun berjalan dilakukan
dengan kerja sama dengan
rekan kerja
7 Melakukan pemeliharaan atau perbaikan barang 1. Melakukan pengecekan
milik daerah dengan akurat, bila ada
keluhan dari pengguna
barang maka menanggapi
dengan ramah dan sopan
2. Bersikap peduli pada
barang yang memerlukan
perbaikan atau
pemeliharaan dengan
segera membawa barang
tersebut ke tempat service
3. Bersikap jujur dengan
transparan memberikan
kwitansi biaya service
sesuai dengan biaya yang
dikeluarkan tidak
melebihkan atau
mengurangkan

48
8 Mengurus surat perizinan kendaraan 1. Membuat tabel dengan
teliti dan cermat yang berisi
data kendaraan milik
daerah
2. Meminta izin dengan
ramah dan sopan
sehingga terjalin hubungan
yang saling menghormati
3. Membuat surat kuasa
sesuai dengan aturan dan
penuh tanggung jawab
4. Berkomunikasi dengan
hormat dan sopan,
transparan dalam
meminta uang sesuai
dengan biaya yang
dikeluarkan tidak
melebihkan atau
mengurangkan
5. Melakukan pembayaran
sesuai dengan aturan
yang berlaku

49
LAMPIRAN

50