Anda di halaman 1dari 6

Contoh Langkah-Langkah Pembuatan Konstruksi Miniatur Jembatan

A. Alat dan Bahan


1. Stik es krim
2. Gunting
3. Cutter
4. Penggaris
5. Cat Warna
6. Lem/Perekat dan Kuas
7. Kertas Karton
8. Selotip

B. Langkah-Langkah Kerja Pembuatan Miniatur Jembatan


1. Buatlah sketsa atau gambar pola tiang dan jalan dengan ukuran tertentu di atas kertas karton.
Lalu potong pola tersebut dengan menggunakan cutter agar hasilnya lebih rapi.

2. Sambungkan pola-pola tersebut dengan menggunakan selotip.


3. Pasangkanlah stik es krim sebagai tiang dan pondasi pada pola yang telah disambungkan
dengan menggunakan perekat lem.

4. Berilah warna dengan mengecat seluruh bagian sesuai dengan warna yang telah direncakan
sebelumnya. Gunakanlah cat air karena bahan terbuat dari kertas. Jika bahan utamanya dari kayu
atau tripleks maka pengecetan dapat menggunakan cat tembok.

5. Konstruksi miniatur jembatan selesai dan siap diberi hiasan.


6. Tahap fnishing, pasanglah konstruksi miniatur jembatan di atas alas karton dan berilah hiasan
tambahan seperti pohon, lampu jalan, mobil, dll agar menjadi lebih menarik.

Baca juga tahapan sebelumnya disini:


 Cara Membuat Miniatur Jembatan (Bagian-Bagian, Alat dan Bahan, Teknik dan Cara
Membuat Miniatur Jembatan)
Limbah keras
adalah limbah yang sifatnya keras dan tidak mudah hancur.

Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras


By Author 10:53:00 PM 1 Comment

Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras - Limbah keras yang digunakan
sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua jenis sebagai
berikut.

1. Limbah Keras Organik Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang
pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber
daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan
keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing),
tempurung kelapa, dan potongan kayu. Hampir semua limbah keras organik
dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, tetapi diperlukan
peralatan yang cu kup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.
2. Limbah Keras Anorganik Limbah yang terdiri atas kandungan bahan
yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus
menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan
penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik,
pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng. Meskipun begitu, tidak
semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena
keterbatasan alat dan teknologi.

Limbah keras dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Proses recycle


yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu
menyelesaikan masalah lingkungan tersebut. Mulailah dari sekarang, untuk
hidup yang lebih baik! Lakukanlah pengamatan terhadap gambar beberapa
produk kerajinan dari limbah keras yang ada di ling ku nganmu.
Dalam penciptaan produk kerajinan dari limbah keras lebih pada
memunculkan ciri khas pengrajin dalam mengembangkan desain
kerajinannya. Sejak dahulu masyarakat Indonesia telah menggunakan
produk kerajinan sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dari
mulai kebutuhan pribadi, rumah tangga hingga hanya sekadar kebutuhan
penghias rumah/kantor. Berdasarkan pengamatan tersebut kerajinan dari
bahan dasar limbah keras dapat dibuat dengan berbagai bentuk dan
fungsinya.

Kerajinan Dari Bahan Limbah Keras "Tempurung Kelapa"

bahan dari limbah organik atau anorganik sebagai bahan dasarnya. Bahan
limbah keras yang akan kita pelajari bersama adalah kerajinan dari bahan
limbah aneka cangkang kerang, sisik ikan dan tulang ikan, dan tempurung
kelapa. Sedangkan bahan kerajinan dari limbah keras anorganik adalah
botol plastik, pecahan keramik dan pecahan kaca. Perhatikanlah jenis
produk apa yang bisa dihasilkan dari bahan limbah keras tersebut. Amati
dan teliti lebih jauh jenis-jenis bahan limbah keras yang dapat ditemui di
lingkungan sekitar yang dapat digunakan sebagai produk kerajinan.