Anda di halaman 1dari 4

APENDISITIS AKUT

Nomor Dokumen : /SOP.UKP/2018


Nomor Revisi : 00

Dinkes
SOP Tanggal Terbit
Halaman
: 06 Januari 2018
: 1 (jika 1 halaman) ”atau” PuskesmasBu
Kab.Siak 1/2 (jika 2 halaman) dst ngaraya

Ditetapkan Kepala dr. Imelda Putri


Puskesmas Bungaraya NIP.197902172006042003

A. Pengertian Apendisitis akut adalah radang yang timbul secara mendadak pada
apendik merupakan salah satu kasus akut abdomen yang paling sering
ditemui,dan jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan perforasi.
B. Tujuan Sebagai pedoman penanganan penyakit appenditis akut
C. Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter
D. Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
tingkat pertama tahun 2017.

E. Langkah- 1. Menyapa pasien dengan 6S


Langkah/ Prosedur 2. Melakukan anamnesa
Hasil anamnesa :

Nyeri perut kanan bawah, mula-mula daerah epigastrium


kemudian menjalar ke Mc Burney.

Gejala Klinis:

a. Muntah
b. Anoreksia, nausea dan vomitus
c. Disuria
d. Obstipasi sebelum datangnya rasa nyeri dan beberapa
penderita mengalami diare,
e. Gejala lain adalah demam yang tidak terlalu tinggi
f. Variasi lokasi anatomi apendiks akan menjelaskan keluhan
nyeri somatik yang beragam.

3. Melakukan pemeriksaan fisik


a. Inspeksi : Penderita berjalan membungkuk sambil
memegangi perutnya yang sakit
b. Palpasi
- Terdapat nyeri tekan Mc.Burney
- Adanya rebound tenderness (nyeri lepas tekan)
- Adanya defens muscular.
- Rovsing sign positif
- Psoas sign positif
- Obturator Sign positif
- Perkusi Nyeri ketok (+)
c. Auskultasi
Peristaltik normal, peristaltik (-) pada illeus paralitik karena
peritonitis generalisata akibat appendisitis perforata.

d. Rectal Toucher / Colok dubur Nyeri tekan pada jam 9-12

4. Pemeriksaan Penunjang:

Laboratorium darah perifer lengkap

Pada pasien dengan apendisitis akut, 70-90% hasil laboratorium nilai


leukosit dan neutrofil akan meningkat, walaupun bukan penanda
utama.
5. Diagnosis

Ditetapkan dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan penunjang

6. Rencana Penatalaksanaan

Pasien yang telah terdiagnosisAppendisitis akut harus segera dirujuk


ke layanan sekunder untuk dilakukan operasi cito

Non-farmakologis

1. Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)


2. Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak diberikan
apapun melalui mulut.
3. Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jika ada
dehidrasi.
4. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung dan
untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi
anestesi.
5. Anak memerlukan perawatan intensif sekurang-kurangnya 4-6
jam sebelum dilakukan pembedahan.
7. Tata Laksana Farmakologi

1 Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat


adalah apendiktomi dan merupakan satu-satunya pilihan yang
terbaik.
2 Penundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik dapat
mengakibatkan abses atau perforasi.
3 Antibiotik spektrum luas
8. Seluruh hasil pemeriksaan dan tindakan didokumentasikan dalam
rekam medis
F. Diagram Alir

Anamnesa

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

Diagnosa

Terapi:
Non-farmakologis :

1. Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)


2. Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak diberikan
apapun melalui mulut.
3. Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jika ada
dehidrasi.
4. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung
dan untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi
anestesi.
5. Anak memerlukan perawatan intensif sekurang-kurangnya
4-6 jam sebelum dilakukan pembedahan.
Farmakologi :

1 Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat


adalah apendiktomi dan merupakan satu-satunya pilihan
yang terbaik.
2 Penundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik
dapat mengakibatkan abses atau perforasi.
3 Antibiotik spektrum luas

Konseling dan edukasi

Semua proses ditulis dalam rekam medis

eng dan Edukasi

G. Unit Terkait 1. Poli umum laki – laki.


2. Poli umum wanita.
3. Poli KIA
H. Dokumen Terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

J. RekamanHistorisPerubahan :

No Halaman Yang dirubah Perubahan DiberlakukanTgl.

(halaman ke 2 dan seterusnya tidak memakai heading)