Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PEMERIKSAAN CAIRAN TUBUH

“SEKRET VAGINA”

DISUSUN OLEH:

NAMA : WILDAYANTI

NIM : P00341017099

TINGKAT : II. B

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur diucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “pemeriksaan
cairan tubuh (secret vagina)” ini dengan seksama dan tepat pada waktu yang telah
ditentukan. Makalah ini disusun dengan maksud untuk menyelesaikan tugas semester
pendek KIMIA KLINIK I.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Theosobia Grace Orno, M.Kes
sebagai dosen mata kuliah kimia klinik I yang telah membimbing penulis, dan ucapan
terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
kelancaran penyusunan makalah ini.
Penulis menyusun makalah ini menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan
kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu kami meminta maaf atas segala
keterbatasan waktu dan kemampuan kami dalam menyelesaikan makalah ini. Segala
kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan, dan dosen senantiasa kami
harapkan demi peningkatan kualitas makalah ke depan.

Kendari, 15 Agustus 2019

Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i


BAB I ........................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................................. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ......................................................................................... 1
1.3 TUJUAN .................................................................................................................. 1
2.1 DEFINISI SEKRET VAGINA .............................................................................. 3
2.2 KOMPONEN SEKRET VAGINA YANG NORMAL ........................................ 3
2.3 MIKROORGANISME YANG TERDAPAT DALAM SEKRET VAGINA
YANG NORMAL.................................................................................................. 3
2.4 WARNA SEKRET VAGINA ................................................................................. 4
2.5 PEMERIKSAAN SEKRET VAGINA .................................................................. 5
5
5
2.6 DAMPAK DARI SEKRET VAGINA ................................................................. 10
BAB III ................................................................................................................................... 11
PENUTUP .............................................................................................................................. 11
3.1 KESIMPULAN ..................................................................................................... 11
3.2 SARAN ................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini banyak kita temukan berbagai macam penyakit yang
menyerang organ genetali pada wanita yaitu vagina,baik itu merupakan penyakit
yang ringan maupun penyakit yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Seperti diantaranya sekret vagina, adanya bacteri atau virus tertentu yang
menyerang organ genetalia pada wanita yang tentunya itu akan sangat
membahayakan kesehatan khususnya organ vital pada wanita. Sekret vagina juga
disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal, pada
perempuan, sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk
membersihkan diri, sebagai pelicin dan pertahanan dari berbagai infeksi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa definisi dari sekret vagina?
2. Apa saja komponen - komponen yang ada pada sekret vagina?
3. Apa saja mikroorganisme yang terdapat pada secret vagina yang normal ?
4. Apa saja warna sekret vagina ?
5. Bagaimana pemeriksaan laboratorium dari sekret vagina?
6. Apa saja dampak dari sekret vagina?

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui definisi dari sekret vagina
2. Untuk mengetahui komponen - komponen yang ada pada sekret vagina
3. Untuk mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada secret vagina yang
normal
4. Untuk mengetahui warna sekret vagina

1
5. Untuk mengetahui pemeriksaan laboratorium dari sekret vagina
6. Untuk mengetahui dampak dari sekret vagina

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI SEKRET VAGINA


Dalam kondisi normal, kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan
yang jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel sel vagina yang terlepas
dan sekresi dari kelenjar Bartolin. Selain itu sekret vagina juga disebabkan
karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal, pada perempuan,
sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk
memnbersihkan diri, sebagai pelicin dan pertahanan dari berbagai infeksi. Dalam
kondisi normal, sekret vagina tersebut lebih jernih, putih keruh atau berwarna
kekuningan ketika mengering pada pakaian.
2.2 KOMPONEN SEKRET VAGINA YANG NORMAL
Sekret vagina terdiri dari beberapa komponen yang meliputi air, elektrolit,
mikroorganisme, sel-sel epitel dan senyawa organik seperti asam lemak, protein
dan karbohidrat. Komponen-komponen ini bergabung untuk menghasilkan sekret
vagina dengan pH kurang dari 4,5. Sel epitel berasal dari epitel toraks serviks dan
epitel gepeng vagina. Flora vagina yang normal terdiri dari mikroorganisme yang
mengkolonisasi cairan vagina dan sel epitel. Leukosit, meskipun normalnya
terdapat pada fase sekresi siklus menstruasi, biasanya hanya ditemukan dalam
jumlah kecil.
2.3 MIKROORGANISME YANG TERDAPAT DALAM SEKRET VAGINA
YANG NORMAL
Organisme yang ditemukan pada sekret vagina dalam konsentrasi setinggi
10 satuan pembentuk-koloni/mm3 cairan. Konsentrasi organisme anaerob
biasanya kira-kira 5 kali konsentrasi organisme aerob. Rata-rata 5-10 organisme
ditemukan dari vagina, meskipun pengambilan bahan contoh ulangan dapat

3
menemukan lebih banyak bakteri. Organisme fakultatif yang paling menonjol
adalah spesies laktobasilus, korinebakteria, streptokokus, stafilokokus epidermis
dan Gardnerella vaginalis. Sebenarnya semua wanita paling sedikit mempunyai
satu organisme fakultatif dan salah satu organisme fakultatif ini dapat ditemukan
pada 40-80% wanita. E. coli, merupakan organisme koliformis virulen yang
tersering ditemukan, dapat ditemukan dari hanya kira-kira 20% wanita dan pada
wanita inipun hanya terdapat secara sepintas. Organisme anaerob yang paling
menonjol adalah peptostreptokokus, peptokokus, laktobasilus anaerob,
eubakteria; Bacteroides sp., yang ditemukan secara keseluruhan atau sendiri-
sendiri pada 20-60% wanita. Candida albicans, organisme jamur tersering
ditemukan, terdapat 5-10% wanita. Mycoplasma hominis terdapat pada 20-50%
dan Ureaplasma urealyticum terdapat pada 50-70% wanita asimtomatik yang
aktif berhubungan seksual. Jadi sulit sekali menentukan kapan keadaan disebut
patologis bila hanya berdasarkan ditemukannya suatu jenis kuman tertentu.
2.4 WARNA SEKRET VAGINA
1. Jernih dan elastis
Keputihan seperti ini biasanya muncul setelah berakhirnya masa
menstruasi yang kemunculan awalnya berwarna agak pekat
2. Cairan vagina putih keruh
Bila cairan vagina berwarna lebih keruh dari biasanya dan disertai dengan
bau yang amis atau menyengat, bisa jadi terkena infeksi bakteri vagina.
Selain infeksi bakteri, cairan keruh yang teksturnya sangat kental hingga
tampak seperti gumpalan mungkin menandakan infeksi rai vagina
3. Cairan vagina keruh kekuningan
Jika cairan yang keluar berwarna keruh kekuningan, di ikuti dengan rasa
nyeri di area vagina dan sulit menahan urine dimungkinkan mengidap
penyakit gonoroe. Biasanya penyakit ini juga di tandai dengan pendarahan
vagina disaat tidak sedang haid
4. Cairan vagina kuning kehijauan

4
Cairan berbusa yang warnanya kuning kehijauan dan baunya tidak sedap
menandakan penyakit trikomonalis. Selain trikomonalis, cairan vagina
kekuningan disertai dengan bau tidak sedap bisa jadi gejala herpes genital
5. Cairan vagina kemerahan atau kecoklatan
Vagina yang mengeluarkan cairan berwarna kemerahan atau kecoklatan
biasanya disebabkan oleh luruhnya dinding Rahim. Hal ini bisa terjadi dimasa
nifas pada ibu yang baru saja melahirkan
6. Cairan vagina berwarna abu-abu
Keputihan yang keluar dengan warna abu-abu disertai gatal, bau tidak
sedap dan bengkak kemerahan pada sekitar mulut vagina perlu dapat perhatian
serius dari dokter. Sebab bisa jadi disebabkan oleh bakteri berbahaya

2.5 PEMERIKSAAN SEKRET VAGINA

5
1. Pengambilan spesimen cairan vagina (pap smear) mendeteksi adanya kanker
serviks
Pap smear adalah pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk
mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji efek
pemberian hormon seks, serta respon terhadap kemoterapi dan radiasi.
A. Persiapan Pengambilan Spesimen Cairan Vagina
 Alat dan Bahan :
1. Kapas lidi steril atau ose
2. Gelas obyek
3. Bengkok
4. Sarung tangan
5. Spekulum
6. Kain kassa, kapas sublimat
7. Perlak
B. Prosedur Pelaksanaan
1. Memberitahu dan menjelas kan kepada pasien tindakan yang akan
dilakukan
2. Menyiapkan alat dan bahan membawa ke dekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Membuka atau menganjurkan pasien menanggalkan pakaian bawah
(tetap jaga privacy pasien)
5. Memasang pengalas dibawah bokong pasien
6. Mengatur posisi pasien dengan kaki ditekuk (dorsalrecumbent)
7. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir mengeringkan dengan
handuk bersih
8. Memakai sarung tangan
9. Buka labia mayora dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan yang tidak
dominan

6
10. Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi dan tangan yang dominan
sesuai kebutuhan
11. Menghapuskan sekret vagina pada gelas obyek yang disediakan
12. Membuang kapas lidi dalam bengkok
13. Memasukkan gelas obyek dalam piring petri atau ke dalam tabung
kimia dan ditutup
14. Memberi label dan mengisi formulir pengiriman spesimen untuk
dikirim ke laboratorium
15. Membereskan alat
16. Melepas sarung tangan
17. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta mengeringkannya
dengan handuk bersih
18. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan

2. Sediaan Basah ( Wet Mount )


Selama pemeriksaan spekulum di vagina, sediaan basah dari sekret
vagina dapat disiapkan dengan menempatkan sedikitnya disebuah preparat,
yang ditetesi Salin Normal kemudian tutup dengan lembaran penutup. Sel
petunjuk, bakteri, sel darah merah, trikomonas, dan sperma dapat terlihat.
Preparat lain dibuat dengan larutan Kalium Hidroksida(KOH) 10%. Bau
amina setelah menempatkan KOH mengesankan vaginosis bakteri (“uji
whiff”). Jamur atau Psedohyfae Candidae lebih mudah terlihat pada
penggunakan KOH.
3. Pemeriksaan Sekret Vagina ( mencari kuman neisseria gonorrhea dalam
secret vagina )
Dengan pewarnaan gram, kuman neisseria gonorrhea akan menyerap
cat carbol fuchsin sehingga kuman akan bewarna merah
A. Persiapan pasien :

7
 Pasien dalam pengobatan, obat perlu dihentikan sehari sebelum
pengambilan specimen
 Sebaiknya pengambilan specimen pada pagi hari sebelum buang air
kecil
 Pada wanita gonorrhea kronis, specimen sebaiknya diambil sebelum
atau sesudah haid
B. Pengambilan specimen
 Alat
1. loop/lidi
2. kapas steril
3. kaca objek yang kering dan bersih
4. lampu spiritus
5. kursi obstetric
6. speculum vagina steril
7. sarung tangan
8. pinsil kaca
9. larutan salin steril
 Pengambilan specimen
1. Pasien terbaring terlentang kedua lutut ditekuk pada kursi
obstetric (posisi litotomi)
2. Masukan speculum steril dengan hati-hati dan speculum dibuka
3. Masukan ujung kapas lidi dan oleskan pada daerah endoservik.
Gerakan lidi melingkar ke kanan diamkan beberapa saat untuk
penyerapan
4. Secret yang didapat dioleskan pada kaca objek yang telah di beri
nomor untuk dibuat sediaan
C. Pembuatan sediaan
 Alat

8
1. Forcep
2. rak pewarna
3. rak pengering
 Reagen
1. larutan carbol gentian violet
2. lugol/iodin
3. larutan carbol fuchsin
 Cara
1. Pasca pengolesan di objek glas biarkan di udara beberapa saaat
mongering, fiksasi dengan melakukan diatas nyala api lampu
spiritus
2. Tuangi larutan carbol gentian violet selama 2-3 menit
3. Cuci dengan air kran atau air mengalir
4. Tuangi dengan alcohol 95% selama 20-30 detik cuci kembali
5. Tuangi carbol fuchsin selama 1-2 menit kembali
6. Keringkan
D. Pengiriman sediaan
Bila perlu uji silang (cross cek) dila fasilitas lab kurang sediaan perlu di
kirim ke laboratorium.
Cara pengiriman :
1. Setelah sediaan difiksasi bungkus dengan kertas tik tipis di bagi 2
menurut pjnya, tiap potong untuk 15-20 sediaan.
2. Bungkus lagi dengan kertas karton bergelombang menurut lebarnya
dan ikat 2 kali.
3. Bungkus lagi dengan kertas karton bergelombang menurut
panjangnya dan ikat satu kali.
4. Bungkus kagi dengan kertas karton bergelombang menurut
panjangnya dan ikat dua kali
5. Bungkus lagi dengan kertas sampul dan ikat 3 kali.

9
2.6 DAMPAK DARI SEKRET VAGINA
1. Menjaga kebersihan vagina
2. Mengganggu kehidupan janin,
3. Kondisi gawat janin.
4. Janin berkemungkinan memiliki cacat bawaan pada saluran kemih,
5. Pertumbuhannya terhambat.
6. Meninggal sebelum dilahirkan.
7. Bayi berisiko tak segera bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir.
8. Terjadinya infeksi oleh kuman yang berasal dari bawah.
9. Pada kehamilan lewat bulan : terjadi karena ukuran tubuh janin semakin
besar.
10. Menjalani pola hidup sehat, terutama makan dengan asupan gizi berimbang.

10
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dalam kondisi normal, kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan
yang jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel sel vagina yang terlepas
dan sekresi dari kelenjar Bartolin. Selain itu sekret vagina juga disebabkan
karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal, pada perempuan,
sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk
memnbersihkan diri, sebagai pelicin dan pertahanan dari berbagai infeksi. Dalam
kondisi normal, sekret vagina tersebut lebih jernih, putih keruh atau berwarna
kekuningan ketika mengering pada pakaian.
Salah satu pemeriksaan secret vagina yaitu pap smear.Pap smear adalah
pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks
atau sel prakanker, mengkaji efek pemberian hormon seks, serta respon terhadap
kemoterapi dan radiasi.
3.2 SARAN
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini jauh dari kata
sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pihak pembaca agar pembuatan makalah selanjutnya dapat
lebih baik lagi.

11
DAFTAR PUSTAKA

 Abuduchoy. 2015. Pemeriksaan secret vagina.


https://www.abuduchoy.blogspot.com Diakses pada tanggal 15 agustustus
2019
 Mioridiv. 2013. Makalah pemeriksaan secret vagina.
https://www.mioridiv.blogspot.com Diakses pada tanggal 15 agustustus 2019

12