Anda di halaman 1dari 3

4.

2 Teknik Operasi Tail Docking

4.2.1 Tail Docking pada Anak Anjing

Kosmetik caudectomy (tail docking) pada anak anjing dilakukan pada umur 3-
5 hari dan tidak memerlukan anastesi.Prosedur teknik operasi tail docking pada anak
anjing dimulai dengan anak anjing tersebut terlebih dahulu direstrain, dibersihkan dan
diberikan antiseptik daerah yang akan dioperasi. Kulit pada ekor didorong ke depan
menuju pangkal ekor. Ekor anjing dipegang diantara ibu jari dan jari telunjuk serta
dilakukan penekanan untuk mencegah perdarahan. Dipalpasi daerah yang akan
dipotong, selanjutnya dilakukan pemotongan dengan gunting, scalpel, nail trimming,
atau tail docker. Biasanya digunakan gunting untuk memotong sambil melakukan
pendorongan pada kulitnya.

Setelah ekor terpotong dimati terjadinya perdarahan dan dapat dicegah dengan
penekanan. Kembalikan kulit di atas ekor yang terpotong dan sesuaikan dengan
panjang ekor, bila diperlukang dilakukan pemotongan kulit untuk menyesuaikan
dengan sisa ekor yang terpotong. Kulit disatukan dengan dua atau tiga jahitan dengan
benang nylon atau polypropylene (Sudisma et al, 2006).

Gambar 1. Tail Docking pada anak anjing (Sudisma et al, 2006).


4.2.2 Tail Docking pada Anjing Dewasa

Tail docking atau kosmetik caudectomy pada anjing umur di atas satu minggu
perlu menggunakan anastesi umum atau anastesi epidural (Sudisma et al, 2006).

Setelah dilakukan prosedur pre operasi, ekor pasien disiapkan untuk operasi
dalam keadaan aseptik yang diikuti dengan pemasangan tourniquet (karet untuk
membendung aliran darah) pada pangkal ekor untuk mengurangi perdarahan.
Kemudian ekor disiapkan dengan cara sebuah tourniquet (karet untuk membendung
aliran darah) dipasang pada pangkal ekor untuk mengurangi perdarahan (Eyarefe et al,
2015). Kulit ekor ditarik ke arah tubuh atau pangkal ekor kemudian dibuat irisan
setengah lingkatan pada bagian dorsal dan ventral ekor. Arteri caudalis lateralis kiri
dan kanan dan caudalis mediana diligasi menggunakan catgut. Gunakan benang
absorbable ukuran 2/0 atau 3/0 (chromic catgut, polyglactin 910, polydioxyconate)
untuk mengikat keduanya. Setelah masing-masing pembuluh darah diligasi, ekor
dipotong di belakang ikatan pembuluh dara tersebut lebih ke arah cranial sedikit agar
ujung kulit yang diinsisi tadi dapat menutup. Potong ekor diantara ruas ruas os caudalis
(pemotongan tulang ekor diusahakan tepat di intercoccygeal). Kemudian tourniquet
dapat dilonggarkan dan setelah dipastikan tidak terjadi pendarahan, kulit dijahit dengan
benang non absorbable suture dengan pola jahitan simple interrupted. Kemudian ekor
dibalut untuk mencegah kontaminasi dan jahitan dapat dibuka setelah 7 hari (Sudisma
et al, 2006).

Gambar 2. Tail Docking pada anjing dewasa (Sudisma et al, 2006).


Daftar Pustaka

Eyarefe, O. D., C. O. Oguntoye, T. A. Olusa, dan O. A. Morenikeji. 2015. Case Report:


Life Saving Tail Amputation in an African Lioness (Panthera leo L) in
Captivity. Sokto Journal of Veterinary Sciences. Vol. 13 (3): 61-64

Sudisma, I. G. N., I.G.A.G.P. Pemayun., A.A.G.J. Wardhita., I.W. Gorda. 2006. Ilmu
Bedah Veteriner dan Teknik Operasi. Denpasar: Pelawa Sari.