Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk

lainnya yang dihasilkan oleh tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan

spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau

tanpa bahan tambahan Kebiasaan merokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup

masyarakat. Merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang sedang

dihadapi oleh dunia kesehatan karena telah menyebabkan hampir sebanyak 6 juta

orang meninggal dalam kurun waktu satu tahun.

Menurut data WHO, Indonesia merupakan Negara ketiga dengan jumlah

perokok terbesar di dunia setelah China dan India. Jumlah perokok di Negara

berkembang khususnya Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Perilaku

merokok penduduk 15 tahun keatas masih belum terjadi penurunan dari 2007 ke

2013, cenderung meningkat dari 34,2 persen pada tahun 2007 menjadi 36,3 persen

pada tahun 2013. Dengan presentase 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen

perempuan masih menghisap rokok tahun 2013. (Riskesdas, 2013)

Rokok Elektrik adalah salah satu NRT (Nicotine Replacement Therapy)

yang menggunakan listrik yang dihasilkan oleh baterai untuk memberikan nikotin

dalam bentuk uap (Kemenkes, 2016). Menurut World Health Organization

(WHO) alat tersebut dapat disebut sebagai Electronic Nicotine Delivery System.

Rokok elektrik dirancang untuk memberikan nikotin tanpa pembakaran tembakau


dengan tetap memberikan sensasi merokok pada penggunanya (Tanuwihardja &

Susanto, 2012).

Sebuah studi tentang pengguna rokok elektrik yang dipublikasikan dalam

pertemuan tahunan Asosiasi Jantung Amerika Serikat, pengguna rokok elektrik

terbanyak berasal dari mantan perokok tembakau dan peminum beralkohol.

(Made, 2017). 0

Di Indonesia sendiri pengguna rokok elektrik ini semakin lama semakin

banyak ditemukan. Sampai saat ini peneliti belum menemukan data yang pasti

mengenai jumlah pengguna rokok elektrik di Indonesia.

VO2Max adalah konsumsi oksigen maksimal pada seseorang atau disebut

dengan volume oksigen maksimal, VO2Max ini berguna untuk menunjukan

kapasitas tubuh dalam menggunakan oksigen secara maksimal. VO2Max

merupakan tingkatan nilai kebugaran seseorang, semakin tinggi VO2Max maka

sesorang dapat melakukan aktivitas lebih lama dibanding yang tidak dalam

kondisi baik (Bramasko, 2016).

Dalam penelitian dari Indrawati (2016) yang berjudul Perbedaan kapasitas

paru antara perokok tembakau dengan perokok vaporizer di wilayah RVC (Riau

Vapor Cloud) Pekanbaru, menunjukkan bahwa perokok tembakau maupun

perokok elektrik sama-sama berbahaya bagi kesehatan karena mengandung zat

beracun yang dapat menyebabkan masalah di paru-paru. Perokok tembakau dan

perokok elektrik sama-sama dapat menurunkan kapasitas paru, tetapi perokok

tembakau lebih besar menunjukkan penurunan pada kapasitas paru-paru. 0


Berdasarkan hal di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan

judul “Pengaruh Kebiasaan Merokok elektrik (e-cigarettes) terhadap Konsumsi

Oksigen Maksimal (vo2max) pada Komunitas Vaporizer Kota Malang”.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah pengaruh kebiasaan merokok elektrik (E-Cigarettes) terhadap

konsumsi oksigen maksimal (VO2Max) pada komunitas Vaporizer Malang ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui adanya pengaruh kebiasaan merokok elektrik (E-

Cigarettes) terhadap konsumsi oksigen maksimal (VO2Max).

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui nilai konsumsi oksigen maksimal (VO2Max) perokok

elektrik.

2. Mengetahui lama merokok elektrik terhadap nilai konsumsi oksigen

maksimal (VO2Max).

3. Mengetahui tingkat aktivitas terhadap nilai konsumsi oksigen

maksimal (VO2Max).

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan

pemahaman yang dapat digunakan sebagai masukan pada ilmu

kedokteran terutama bahaya merokok elektrik serta paparan asap

rokok.
1.4.2 Manfaat Klinis

Penelitian ini memberikan gambaran ilmiah tentang kemungkinan

adanya korelasi antara tingkat kebugaran jasmani seseorang yang

diukur dengan menilai tingkat oksigen maksimal (VO2Max) dengan

kebiasaan merokok elektrik

1.4.3 Manfaat bagi Masyarakat

Dapat memberikan informasi ke masyarakat, tidak hanya perokok

aktif saja, namun juga perokok pasif mengenai dampak buruk

merokok terutama rokok elektrik.


1