Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KIMIA PERMUKAAN

PENENTUAN TEGANGAN PERMUKAAN DENGAN METODE KACA


TIPIS WILHELMY

OLEH:

Ni Made Diyah Darma Yanti 1708511005


Danty Putri Puspita Sari 1708511015
Ni Putu Arsita Diantari 1708511060
Toro Riyadi 1708511067

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
PENENTUAN TEGANGAN PERMUKAAN DENGAN METODE KACA
TIPIS WILHELMY

Tegangan permukaan adalah gaya atau tarikan kebawah yang


menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan benda dalam keadaaan tegang.
Hal ini disebabkan oleh gaya-gaya tarik yang tidak seimbang pada antar muka
cairan. Gaya ini biasa segera diketahui pada kenaikan cairan biasa dalam pipa
kapiler dan bentuk suatu tetesan kecil cairan. Tegangan permukaan merupakan
fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada dalam keadaan
diam (statis). Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung
untuk menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Tegangan
permukaan ini dipengaruhi oleh gaya-gaya kimia antara molekul air, seperti gaya
tarik antar-molekul.
Tegangan permukaan didefiniskan sebagai gaya tiap satuan panjang yang
bekerja pada permukaan zat atau sebagai energi persatuan luas yang diperlukan
untuk meningkatkan area permukaan suatu cairan yang diakibatkan oleh gaya
antarmolekul. Dalam sudut termodinamika, tegangan permukaan juga dapat
dideskripsikan sebagai suatu peristiwa dimana cairan memiliki tendensi
mengurangi permukaan hingga titik rendah dari potensial energi permukaan yang
diperlukan untuk mencapai kesetimbangan permukaan.
Tegangan permukaan (γ) adalah intensitas gaya tarik modulus persatuan panjang
sepanjang suatu garis dipermukaan.

γ = tegangan permukaan (dyne/cm)


F = gaya yang dibutuhkan untuk memecah lapisan film (N/dyne)

= Panjang benda (m atau cm)

Salah satu metode untuk mengukur tegangan permukaan yaitu metode


kaca tipis wilhelmy. Metode ini menggunakan lempeng wilhelmy sebagai alat
untuk mengukurnya. Lempeng wilhelmy adalah lempeng tipis yang digunakan
untuk mengukur tegangan permukaan atau antarpermukaan antara udara dengan
larutan atau antar senyawa dalam larutan. Metode wilhelmy termasuk metode
statis. Metode ini didasarkan pada gaya yang diperlukan untuk menarik plat tipis
dari permukaan cairan.
Metode lempeng wilhelmy relatif sederhana dan memberikan hasil yang
teliti. Metode ini baik untuk mempelajari unsur permukaan dan biasanya
digunakan untuk mengukur tegangan permukaan selama eksperimen
keseimbangan lapisan, tetapi metode ini tidak dapat digunakan untuk mengukur
tegangan antarmuka. Pada metode ini, lempeng harus diletakkan tegak lurus
dengan tegangan antar permukaan, dan tekanan yang digunakan yang diukur.
Metode Ludwig Wilhelmy ini berkembang dan digunakan untuk persiapan dan
monitoring dari Langmuir - Blodgett film.

Gambar 1. Metode Lempeng Wilhelmy


Lempeng wilhelmy biasanya menggunakan lempeng yang berukuran
beberapa cm2.. Lempeng ini sering terbuat dari kaca atau platina yang agak berat
untuk dapat terbasahi sempurna. Tekanan pada lempeng yang terendam diukur
dengan menggunakan tensiometer atau microbalance dan untuk menghitung
tegangan permukaan digunakan rumus :

Namun pada prakteknya sudut antara larutan dengan lempeng sulit untuk
diukur sehingga metode ini jarang digunakan.

Penetapan tegangan muka metode wilhelmy pada saat plat terlepas berlaku
hubungan :

F=W+2
Sehingga tegangan permukaan dapat ditulis sebagai:

dimana diasumsikan sudut kontak θ = 0 dan pengaruh dari ujung-ujung


lempengan diabaikan.
γ = Tegangan permukaan
F = Gaya tarik pada neraca untuk melepas plat dari permukaan cairan

= Panjang lempeng wilhelmy

θ = sudut antara larutan dengan lempeng


W = berat lempeng (plat)
2 = faktor karena ada 2 permukaan pada lempeng