Anda di halaman 1dari 15

HUKUM FARADAY

1. SEJARAH PENEMUAN

Michael Faraday dilahirkan pada Tanggal 22 September 1791, di desa Newington


dekat kota London. Beliau merupakan putra ketiga dari keluarga Faraday, seorang pandai
besi yang miskin. Beberapa tahun kemudian keluarganya pindah ke London untuk mengadu
nasib. Di kota besar ini keluarga Faraday tinggal di perkampungan yang sangat sederhana dan
hanya mampu menyewa dua buah kamar dalam deretan rumah-rumah petak yang digunakan
untuk seluruh keperluan keluarganya. Di kota itu pulalah Michael kecil menyelesaikan
sekolah dasarnya di sekolah untuk orang miskin. Ketika usianya 12 tahun, setamatnya dari
sekolah dasar, sebenarnya Michael sangat ingin melanjutkan sekolah, namun apa daya, orang
tuanya tidak sanggup lagi untuk membiayainya. Jadilah pada usia semuda itu Michael sudah
harus mulai bekerja. Mula-mula ia menjdi pelayan di sebuah toko buku. Di sini ia mulai
belajar menjilid buku. Namun dari pekerjaan yang tampaknya “rendah” itulah, yang
membawa Michael pada jalan menuju karirnya yang cemerlang. Sejak kecil Michael memang
selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar, segala sesuatu ingin dibaca dan dikeyahuinya.
Sehingga hampir seluruh waktu senggangya ia gunakan untuk membaca. Lama-kelamaan
perhatiannya terpusat pada buku-buku mengenai penemuan maupun analisa ilmiah yang
banyak terdapat dalam buku-buku yang dijilidnya. Suatu hari ia membaca sebuah artikel
berjudul “Conversation on Chemistry” karangan Jane Marcet dalam sebuah ensiklopedi.
Artikel ini ternyata sangat menarik hatinya dan sejak saat itu keingintahuannya tentang fisika
dan kimia, terutama yang menyangkut pengetahuan baru tentang listrik, semakin menggebu
dalam hatinya. Untuk memenuhi rasa ingin tahunya, Michael muda menghemat serta
menabung sebagian uangnya untuk dapat menghadiri kursus-kursus tentang “filsafat alam”
(natural philosphy), yakni istilah untuk menyebut kata sains pada saat itu. Ternyata sifat
Michael ini menarik perhatian seorang pelanggan penjilidan bernama Dance. Orang ini juga
seorang ilmuwan yang menjadi anggota Royal Institution. Suatu hari Dance mengajak
Michael untuk mendengarkan kuliah dari Direktur Royal Institution, yang juga seorang ahli
kimia terkemuka di zaman itu, bernama Sir Humphry Davy. Michael Faraday, yang ketika itu
berusia 21 tahun, sangat terkesan pada kuliah-kuliah Davy. Sejak saat itu pula ia bertekad
dalam hatinya untuk menjadi seorang ilmuwan. Michael sangat rajin mendengarkan kuliah
Davy dan senantiasa membuat catatan rapi tentang semua yang didengar dalam kuliahnya.
Beberapa waktu kemudian ia menuliskan semua itu, menjilidnya menjadi sebuah buku dan
menyerahkannya kepada Humphry Davy, dengan disertai sepucuk surat. Dalam surat itu
Michael mengajukan lamaran untuk menjadi pelayan di laboratorium Humphry dan
menyatakan buku tadi sebagai bukti dan kesungguhan tekadnya untuk belajar. Beberpa hari
kemudian seorang utusan Humphry mendatangi rumah Faraday dan menyerahkan surat yang
memintanya datang ke Royal Institution. Setelah melalui beberapa wawancara, akhirnya
Humphry menawarkan pekerjaan sebagia asisten laboratorium. Hanya dalam tempo beberapa
tahun, Faraday sudah bisa membuat penemuan-penemuan baru atas hasil kreasinya sendiri.

Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi tahun 1821. Dua
tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnit kompas biasa dapat
beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak berjauhan. Ini membikin Faraday
berkesimpulan, jika magnit diketatkan, yang bergerak justru kawatnya. Bekerja atas dasar
dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan terus-menerus
berputar berdekatan dengan magnit sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat. Sesungguhnya
dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama, suatu skema pertama
penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda bergerak. Betapapun primitifnya,
penemuan Faraday ini merupakan “nenek moyang” dari semua motor listrik yang digunakan
dunia sekarang ini.
Ini merupakan pembuka jalan yang luar biasa. Tetapi, faedah kegunaan praktisnya
terbatas, sepanjang tidak ada metode untuk menggerakkan arus listrik selain dari baterei
kimiawi sederhana pada saat itu. Faraday yakin, mesti ada suatu cara penggunaan magnit
untuk menggerakkan listrik, dan dia terus-menerus mencari jalan bagaimana menemukan
metode itu. Kini, magnit yang tak berpindah-pindah tidak mempengaruhi arus listrik yang
berdekatan dengan kawat. Tetapi di tahun 1831, Faraday menemukan bahwa bilamana
magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnit
bergerak. Keadaan ini disebut “pengaruh elektro magnetik,” dan penemuan ini disebut
“Hukum Faraday” dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan
terbesar.

Ini merupakan penemuan yang monumental, dengan dua alasan. Pertama, “Hukum
Faraday” mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan dengan pengertian teoritis
kita tentang elektro magnetik. Kedua, elektro magnetik dapat digunakan untuk menggerakkan
secara terus-menerus arus aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat
pembuatan dinamo listrik pertama. Meski generator tenaga pembangkit listrik kita untuk
mensuplai kota dan pabrik dewasa ini jauh lebih sempurna ketimbang apa yang diperbuat
Faraday, tetapi kesemuanya berdasar pada prinsip serupa dengan pengaruh elektro magnetik.

Faraday juga memberi sumbangan di bidang kimia. Dia membuat rencana mengubah
gas jadi cairan, dia menemukan pelbagai jenis kimiawi termasuk benzene. Karya lebih
penting lagi adalah usahanya di bidang elektro kimia (penyelidikan tentang akibat kimia
terhadap arus listrik). Penyelidikan Faraday dengan ketelitian tinggi menghasilkan dua
hukum “elektrolysis” yang penyebutannya dirangkaikan dengan namanya yang merupakan
dasar dari elektro kimia. Dia juga mempopulerkan banyak sekali istilah yang digunakan
dalam bidang itu seperti: anode, cathode, electrode dan ion.

Dan adalah Faraday juga yang memperkenalkan ke dunia fisika gagasan penting
tentang garis magnetik dan garis kekuatan listrik. Dengan penekanan bahwa bukan magnit
sendiri melainkan medan diantaranya, dia menolong mempersiapkan jalan untuk pelbagai
macam kemajuan di bidang fisika modern, termasuk pernyataan Maxwell tentang persamaan
antara dua ekspresi lewat tanda (=) seperti 2x + 5 = 10. Faraday juga menemukan, jika
perpaduan dua cahaya dilewatkan melalui bidang magnit, perpaduannya akan mengalami
perubahan. Penemuan ini punya makna penting khusus, karena ini merupakan petunjuk
pertama bahwa ada hubungan antara cahaya dengan magnit.
Faraday bukan cuma cerdas tetapi juga tampan dan punya gaya sebagai penceramah.
Tetapi, dia sederhana, tak ambil peduli dalam hal kemasyhuran, duit dan sanjungan. Dia
menolak diberi gelar kebangsawanan dan juga menolak jadi ketua British Royal Society.
Hidup perkawinannya panjang dan berbahagia, cuma tak punya anak. Dia tutup usia tahun
1867 di dekat kota London.

Faraday mengamati peristiwa elektrolisis melalui berbagai percobaan yang dia


lakukan. Dalam pengamatannya jika arus listrik searah dialirkan ke dalam suatu larutan
elektrolit, mengakibatkan perubahan kimia dalam larutan tersebut. Sehingga Faraday
menemukan hubungan antara massa yang dibebaskan atau diendapkan dengan arus listrik.
Hubungan ini dikenal dengan Hukum Faraday.

BUNYI HUKUM FARADAY

1. Hukum Faraday I

“Jumlah berat (massa) zat yang dihasilkan (diendapkan) pada elektroda sebanding
dengan jumlah muatan listrik (Coulumb) yang dialirkan melalui larutan elektrolit
tersebut.”

Dari dua pernyataan diatas, disederhanakan menjadi persamaan :


M = e .i .t
96500
Q = i x t
dimana,
M = massa zat dalam gram
e = berat ekivalen dalam gram = berat atom: valensi
i = kuat arus dalam Ampere
t = waktu dalam detik
F = Faraday = 96.500

Dalam peristiwa elektrolisis terjadi reduksi pada katoda untuk mengambil elektron
yang mengalir dan oksidasi pada anoda yang memberikan aliran elektron. Dalam hal ini
elektron yang dilepas dan yang diambil dalam jumlah yang sama.
Bobot zat yang dipindahkan atau yang tereduksi setara dengan elektron, sehingga
masa yang dipindahkan merupakan gram ekivalen dan sama dengan mol elektron. Faraday
menyimpulkan bahwa Satu faraday adalah jumlah listrik yang diperlukan untuk
menghasilkan satu ekivalen zat pada elektroda.
Muatan 1 elektron = 1,6 x 10-19 Coulomb
1 mol elektron = 6,023 x 1023 elektron
Muatan untuk 1 mol elektron = 6,023 . 1023 x 1,6 . 10-19 = 96.500 Coulomb
= 1 Faraday

2. Hukum Faraday II

“Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda


(terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya
akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut.”

Secara matematis dirumuskan :

m1 : m2 = e1 : e2
Dimana:
m = massa zat (gram)
e = berat ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi

1.1 Aplikasi hukum farady’s (electromagnetic) dalam kehidupan sehari-hari


1. Radio
Radio energi adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan kisaran panjang
gelombang dari ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter. Penggunaan paling
banyak adalah komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan sistem radar. Radar berguna
untuk mempelajari pola cuaca, badai, membuat peta 3D permukaan bumi, mengukur curah
hujan, pergerakan es di daerah kutub dan memonitor lingkungan. Panjang gelombang
radar berkisar antara 0.8 – 100 cm.
2. Microwave
Panjang gelombang radiasi microwave berkisar antara 0.3 – 300 cm. Penggunaannya
terutama dalam bidang komunikasi dan pengiriman informasi melalui ruang terbuka,
memasak, dan sistem PJ aktif. Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave ditembakkan kepada
sebuah target dan refleksinya diukur untuk mempelajari karakteristik target. Sebagai
contoh aplikasi adalah Tropical Rainfall Measuring Mission’s (TRMM) Microwave
Imager (TMI), yang mengukur radiasi microwave yang dipancarkan dari Spektrum
elektromagnetik Energi elektromagnetik atmosfer bumi untuk mengukur penguapan,
kandungan air di awan dan intensitas hujan.
1.2 Aplikasi hukum farady’s (electromagnetic) dalam fisika
Induksi Elektromagnetik dan Arus Bolak-balik
A. GGL INDUKSI
Kemagnetan dan kelistrikan merupakan dua gejala alam yang prosesnya dapat
dibolak-balik. Ketika H.C. Oersted membuktikan bahwa di sekitar kawat berarus listrik
terdapat medan magnet (artinya listrik menimbulkan magnet), para ilmuwan mulai berpikir
keterkaitan antara kelistrikan dan kemagnetan. Tahun 1821 Michael Faraday membuktikan
bahwa perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik (artinya magnet
menimbulkan listrik) melalui eksperimen yang sangat sederhana. Sebuah magnet yang
digerakkan masuk dan keluar pada kumparan dapat menghasilkan arus listrik pada kumparan
itu. Galvanometer merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya arus
listrik yang mengalir. Ketika sebuah magnet yang digerakkan masuk dan keluar pada
kumparan (seperti kegiatan di atas), jarum galvanometer menyimpang ke kanan dan ke kiri.
Bergeraknya jarum galvanometer menunjukkan bahwa magnet yang digerakkan keluar dan
masuk pada kumparan menimbulkan arus listrik. Arus listrik bisa terjadi jika pada ujung-
ujung kumparan terdapat GGL (gaya gerak listrik). GGL yang terjadi di ujung-ujung
kumparan dinamakan GGL induksi. Arus listrik hanya timbul pada saat magnet bergerak.
Jika magnet diam di dalam kumparan, di ujung kumparan tidak terjadi arus listrik.
1. Penyebab Terjadinya GGL Induksi
Ketika kutub utara magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan, jumlah garis
gaya-gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan bertambah banyak. Bertambahnya
jumlah garis- garis gaya ini menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan.
GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir menggerakkan jarum
galvanometer. Arah arus induksi dapat ditentukan dengan cara memerhatikan arah medan
magnet yang ditimbulkannya. Pada saat magnet masuk, garis gaya dalam kumparan
bertambah. Akibatnya medan magnet hasil arus induksi bersifat mengurangi garis gaya
itu. Dengan demikian, ujung kumparan itu merupakan kutub utara sehingga arah arus
induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.a (ingat kembali cara menentukan kutub-
kutub solenoida).gb121
Ketika kutub utara magnet batang digerakkan keluar dari dalam kumparan, jumlah garis-
garis gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan berkurang. Berkurangnya jumlah
garis-garis gaya ini juga menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL
induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir dan menggerakkan jarum
galvanometer. Sama halnya ketika magnet batang masuk ke kumparan. pada saat magnet
keluar garis gaya dalam kumparan berkurang. Akibatnya medan magnet hasil arus induksi
bersifat menambah garis gaya itu. Dengan demikian, ujung, kumparan itu merupakan
kutub selatan, sehingga arah arus induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.b. Ketika
kutub utara magnet batang diam di dalam kumparan, jumlah garis-garis gaya magnet di
dalam kumparan tidak terjadi perubahan (tetap). Karena jumlah garis-garis gaya tetap,
maka pada ujung-ujung kumparan tidak terjadi GGL induksi. Akibatnya, tidak terjadi
arus listrik dan jarum galvanometer tidak bergerak. Jadi, GGL induksi dapat terjadi pada
kedua ujung kumparan jika di dalam kumparan terjadi perubahan jumlah garis-garis gaya
magnet (fluks magnetik). GGL yang timbul akibat adanya perubahan jumlah garis-garis
gaya magnet dalam kumparan disebut GGL induksi. Arus listrik yang ditimbulkan GGL
induksi disebut arus induksi. Peristiwa timbulnya GGL induksi dan arus induksi akibat
adanya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet disebut induksi elektromagnetik. Coba
sebutkan bagaimana cara memperlakukan magnet dan kumparan agar timbul GGL
induksi?
2. Faktor yang Memengaruhi Besar GGL Induksi Sebenarnya besar kecil GGL induksi
dapat dilihat pada besar kecilnya penyimpangan sudut jarum galvanometer. Jika sudut
penyimpangan jarum galvanometer besar, GGL induksi dan arus induksi yang dihasilkan
besar. Bagaimanakah cara memperbesar GGL induksi? Ada tiga faktor yang
memengaruhi GGL induksi, yaitu : a. kecepatan gerakan magnet atau kecepatan
perubahan jumlah garis-garis gaya magnet (fluks magnetik), b. jumlah lilitan, c. medan
magnet
B. PENERAPAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
Pada induksi elektromagnetik terjadi perubahan bentuk energi gerak menjadi energi
listrik. Induksi elektromagnetik digunakan pada pembangkit energi listrik. Pembangkit energi
listrik yang menerapkan induksi elektromagnetik adalah generator dan dinamo. Di dalam
generator dan dinamo terdapat kumparan dan magnet. Kumparan atau magnet yang berputar
menyebabkan terjadinya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet dalam kumparan.
Perubahan tersebut menyebabkan terjadinya GGL induksi pada kumparan. Energi mekanik
yang diberikan generator dan dinamo diubah ke dalam bentuk energi gerak rotasi. Hal itu
menyebabkan GGL induksi dihasilkan secara terus-menerus dengan pola yang berulang
secara periodik
1. Generator
Generator dibedakan menjadi dua, yaitu generator arus searah (DC) dan generator arus
bolak-balik (AC). Baik generator AC dan generator DC memutar kumparan di dalam
medan magnet tetap. Generator AC sering disebut alternator. Arus listrik yang dihasilkan
berupa arus bolak-balik. Ciri generator AC menggunakan cincin ganda. Generator arus
DC, arus yang dihasilkan berupa arus searah. Ciri generator DC menggunakan cincin
belah (komutator). Jadi, generator AC dapat diubah menjadi generator DC dengan cara
mengganti cincin ganda dengan sebuah komutator. Sebuah generator AC kumparan
berputar di antara kutub- kutub yang tak sejenis dari dua magnet yang saling berhadapan.
Kedua kutub magnet akan menimbulkan medan magnet. Kedua ujung kumparan
dihubungkan dengan sikat karbon yang terdapat pada setiap cincin. Kumparan merupakan
bagian generator yang berputar (bergerak) disebut rotor. Magnet tetap merupakan bagian
generator yang tidak bergerak disebut stator. Bagaimanakah generator bekerja? Ketika
kumparan sejajar dengan arah medan magnet (membentuk sudut 0 derajat), belum terjadi
arus listrik dan tidak terjadi GGL induksi (perhatikan Gambar 12.2). Pada saat kumparan
berputar perlahan-lahan, arus dan GGL beranjak naik sampai kumparan membentuk sudut
90 derajat. Saat itu posisi kumparan tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada
kedudukan ini kuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai maksimum. Selanjutnya,
putaran kumparan terus berputar, arus dan GGL makin berkurang. Ketika kumparan mem
bentuk sudut 180 derajat kedudukan kumparan sejajar dengan arah medan magnet, maka
GGL induksi dan arus induksi menjadi nol.gb122
Putaran kumparan berikutnya arus dan tegangan mulai naik lagi dengan arah yang
berlawanan. Pada saat membentuk sudut 270 derajat, terjadi lagi kumparan berarus tegak
lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukan kuat arus dan GGL induksi
menunjukkan nilai maksimum lagi, namun arahnya berbeda. Putaran kumparan
selanjutnya, arus dan tegangan turun perlahanlahan hingga mencapai nol dan kumparan
kembali ke posisi semula hingga memb entuk sudut 360 derajat.
2. Dinamo
Dinamo dibedakan menjadi dua yaitu, dinamo arus searah (DC) dan dinamo arus bolak-
balik (AC). Prinsip kerja dinamo sama dengan generator yaitu memutar kumparan di
dalam medan magnet atau memutar magnet di dalam kumparan. Bagian dinamo yang
berputar disebut rotor. Bagian dinamo yang tidak bergerak disebut stator.
gb1231Perbedaan antara dinamo DC dengan dinamo AC terletak pada cincin yang
digunakan. Pada dinamo arus searah menggunakan satu cincin yang dibelah menjadi dua
yang disebut cincin belah (komutator). Cincin ini memungkinkan arus listrik yang
dihasilkan pada rangkaian luar Dinamo berupa arus searah walaupun di dalam dinamo
sendiri menghasilkan arus bolak-balik. Adapun, pada dinamo arus bolak-balik
menggunakan cincin ganda (dua cincin). Alat pembangkit listrik arus bolak balik yang
paling sederhana adalah dinamo sepeda. Tenaga yang digunakan untuk memutar rotor
adalah roda sepeda. Jika roda berputar, gb124kumparan atau magnet ikut berputar.
Akibatnya, timbul GGL induksi pada ujung-ujung kumparan dan arus listrik mengalir.
Makin cepat gerakan roda sepeda, makin cepat magnet atau kumparan berputar. Makin
besar pula GGL induksi dan arus listrik yang dihasilkan. Jika dihubungkan dengan lampu,
nyala lampu makin terang. GGL induksi pada dinamo dapat diperbesar dengan cara
putaran roda dipercepat, menggunakan magnet yang kuat (besar), jumlah lilitan
diperbanyak, dan menggunakan inti besi lunak di dalam kumparan.
C. TRANSFORMATOR
Di rumah mungkin kamu pernah dihadapkan persoalan tegangan listrik, ketika kamu
akan menghidupkan radio yang memerlukan tegangan 6 V atau 12 V. Padahal tegangan
listrik yang disediakan PLN 220 V. Bahkan generator pembangkit listrik menghasilkan
tegangan listrik yang sangat tinggi mencapai hingga puluhan ribu volt. Kenyataannya sampai
di rumah tegangan listrik tinggal 220 V. Bagaimanakah cara mengubah tegangan listrik? Alat
yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC disebut transformator
(trafo). Trafo memiliki dua terminal, yaitu terminal input dan terminal output. Terminal input
terdapat pada kumparan primer. Terminal output terdapat pada kumparan sekunder.
Tegangan listrik yang akan diubah dihubungkan dengan terminal input. Adapun, hasil
pengubahan tegangan diperoleh pada terminal output. Prinsip kerja transformator
menerapkan peristiwa induksi elektromagnetik. Jika pada kumparan primer dialiri arus AC,
inti besi yang dililiti kumparan akan menjadi magnet (elektromagnet). Karena arus AC, pada
elektromagnet selalu terjadi perubahan garis gaya magnet. Perubahan garis gaya tersebut
akan bergeser ke kumparan sekunder. Dengan demikian, pada kumparan sekunder juga
terjadi perubahan garis gaya magnet. Hal itulah yang menimbulkan GGL induksi pada
kumparan sekunder. Adapun, arus induksi yang dihasilkan adalah arus AC yang besarnya
sesuai dengan jumlah lilitan sekunder. gb125Bagian utama transformator ada tiga, yaitu inti
besi yang berlapis-lapis, kumparan primer, dan kumparan sekunder. Kumparan primer yang
dihubungkan dengan PLN sebagai tegangan masukan (input) yang akan dinaikkan atau
diturunkan. Kumparan sekunder dihubungkan dengan beban sebagai tegangan keluaran
(output).
1. Macam-Macam Transformator
Apabila tegangan terminal output lebih besar daripada tegangan yang diubah, trafo yang
digunakan berfungsi sebagai penaik tegangan. Sebaliknya apabila tegangan terminal
output lebih kecil daripada tegangan yang diubah, trafo yang digunakan berfungsi sebagai
penurun tegangan. Dengan demikian, transformator (trafo) dibedakan menjadi dua, yaitu
trafostepupdantrafostepdown.
Trafo step up adalah transformator yang berfungsi untuk menaikkan tegangan gb1271AC.
Trafo ini memiliki ciri-ciri
a. jumlah lilitan primer lebih sedikit daripada jumlah lilitan sekunder,
b. tegangan primer lebih kecil daripada tegangan sekunder,
c. kuat arus primer lebih besar daripada kuat arus sekunder.
Trafo step down adalah transformator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan
AC. Trafo ini memiliki ciri-ciri:
 jumlah lilitan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder,
 tegangan primer lebih besar daripada tegangan sekunder,
 kuat arus primer lebih kecil daripada kuat arus sekunder.
2. Transformator Ideal
Besar tegangan dan kuat arus pada trafo bergantung banyaknya lilitan. Besar tegangan
sebanding dengan jumlah lilitan. Makin banyak jumlah lilitan tegangan yang dihasilkan
makin besar. Hal ini berlaku untuk lilitan primer dan sekunder. Hubungan antara jumlah
lilitan primer dan sekunder dengan tegangan primer dan tegangan sekunder dirumuskan
rms12Trafo dikatakan ideal jika tidak ada energi yang hilang menjadi kalor, yaitu ketika
jumlah energi yang masuk pada kumparan primer sama dengan jumlah energi yang keluar
pada kumparan sekunder. Hubungan antara tegangan dengan kuat arus pada kumparan
primer dan sekunder dirumuskan rms2Jika kedua ruas dibagi dengan t, diperoleh rumus
rms3Dalam hal ini faktor (V × I) adalah daya (P) transformator.
Berdasarkan rumus-rumus di atas, hubungan antara jumlah lilitan primer dan sekunder
dengan kuat arus primer dan sekunder dapat dirumuskan sebagai rms4Dengan demikian
untuk transformator ideal akan berlaku persamaan berikut. rms5Dengan:
Vp = tegangan primer (tegangan input = Vi ) dengan satuan volt (V)
Vs = tegangan sekunder (tegangan output = Vo) dengan satuan volt (V)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Ip = kuat arus primer (kuat arus input = Ii) dengan satuan ampere (A)
Is = kuat arus sekunder (kuat arus output = Io) dengan satuan ampere (A)
3. Efisiensi Transformator
Di bagian sebelumnya kamu sudah mempelajari transformator atau trafo yang ideal.
Namun, pada kenyataannya trafo tidak pernah ideal. Jika trafo digunakan, selalu timbul
energi kalor. Dengan demikian, energi listrik yang masuk pada kumparan primer selalu
lebih besar daripada energi yang keluar pada kumparan sekunder. Akibatnya, daya primer
lebih besar daripada daya sekunder. Berkurangnya daya dan energi listrik pada sebuah
trafo ditentukan oleh besarnya efisiensi trafo. Perbandingan antara daya sekunder dengan
daya primer atau hasil bagi antara energi sekunder dengan energi primer yang dinyatakan
dengan persen disebut efisiensi trafo. Efisiensi trafo dinyatakan dengan η . Besar efisiensi
trafo dapat dirumuskan sebagai berikut. rumus
RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK
telah diketahui bahwa generator arus bolak-balik sebagai sumber tenaga listrik yang
mempunyai GGL :

E = Emax sint
Persamaan di atas jelas-jelas menunjukkan bahwa GGL arus bolak-balik berubah secara
sinusoidal. Suatu sifat yang menjadi ciri khas arus bolak-balik.
Dalam menyatakan harga tegangan AC ada beberapa besaran yang digunakan, yaitu
1. Tegangan sesaat : Yaitu tegangan pada suatu saat t yang dapat dihitung dari
persamaan E = Emax sin 2ft jika kita tahu Emax, f dan t.
2. Amplitudo tegangan Emax : Yaitu harga maksimum tegangan. Dalam persamaan : E
= Emax sin 2ft, amplitudo tegangan adalah Emax.
3. Tegangan puncak-kepuncak (Peak-to-peak) yang dinyatakan dengan Epp ialah beda
antara tegangan minimum dan tegangan maksimum. Jadi Epp = 2 Emax.
4. Tegangan rata-rata (Average Value).
5. Tegangan efektif atau tegangan rms (root-mean-square) yaitu harga tegangan yang
dapat diamati langsung dalam skala alat ukurnya.

KEGUNAAN DARI GELOMBANG ELETROMAGNETIK LAINNYA:


1. Infrared
Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai 1014 Hz atau
daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. jika kita memeriksa spektrum yang
dihasilkan oleh sebuah lampu pijar dengan detektor yang dihubungkan pada miliampermeter,
maka jarum ampermeter sedikit diatas ujung spektrum merah. Sinar yang tidak dilihat tetapi
dapat dideteksi di atas spektrum merah itu disebut radiasi inframerah. Sinar infamerah
dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena benda diipanaskan.
Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar inframerah. Jumlah sinar inframerah yang
dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda.
Kondisi-kondisi kesehatan dapat didiagnosis dengan menyelidiki pancaran
inframerah dari tubuh. Foto inframerah khusus disebut termogram digunakan untuk
mendeteksi masalah sirkulasi darah, radang sendi dan kanker. Radiasi inframerah dapat juga
digunakan dalam alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa sepengetahuannya akan menghalangi
sinar dan menyembunyikan alarm. Remote control berkomunikasi dengan TV melalui radiasi
sinar inframerah yang dihasilkan oleh LED ( Light Emiting Diode ) yang terdapat dalam unit,
sehingga kita dapat menyalakan TV dari jarak jauh dengan menggunakan remote control.
2. Ultraviolet
Sinar UV diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat membunuh kuman-
kuman penyakit kulit. Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz sampai
1016 Hz atau dalam daerah panjang gelombagn 10-8 m 10-7 m. gelombang ini dihasilkan
oleh atom dan molekul dalam nyala listrik. Matahari adalah sumber utama yang
memancarkan sinar ultraviolet dipermukaan bumi,lapisan ozon yang ada dalam lapisan atas
atmosferlah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan meneruskan sinar ultraviolet yang
tidak membahayakan kehidupan makluk hidup di bumi.
3. Sinar X
Sinar X mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz . panjang
gelombangnya sangat pendek yaitu 10 cm sampai 10 cm. meskipun seperti itu tapi sinar X
mempunyai daya tembus kuat, dapat menembus buku tebal, kayu tebal beberapa sentimeter
dan pelat aluminium setebal 1 cm.
Sinar X ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran untuk memotret
kedudukan tulang dalam badan terutama untuk menentukan tulang yang patah. Patah tulang,
penyakit dalam dapat dideteksi dan didiagnosa oleh dokter dengan akurat dengan bantuan
sinar X atau sinar Rontgen. Sejak ditemukan sinar X pada tahun 1895 oleh Wilhelm Conrad
Rontgen, dunia medis mendapatkan kemajuan pesat untuk mengobati penyakit dalam atau
sakit patahtulang. Dengan hasil images film sinar X tim dokter mendapat informasi jelas
bagianmana yang harus mendapatkan penanganan. Akan tetapi penggunaan sinar X harus
hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat penggunaan sinar X yang terlalu
lama.
5. Teleskop Satelit Inframerah
Sebuah teleskop inframerah Space Infrared Telescope Facility (SIRTF) atau 272
Fasilitas Teleskop Infra Merah Ruang Angkasa. SIRTF adalah sistem peneroponganbintang
keempat yang diluncurkan NASA. Sebelumnya badan angkasa luar AmerikaSserikat itu telah
meluncurkan Teleskop Angkasa Hubble, diorbitkan pesawat ulang alik tahun 1990;Gamma
Ray Observatory, diluncurkan tahun 199; dan Chandra XRayObservatory diluncurkan tahun
1999. Masing-masing sistem peneropongan itu digunakan untuk mengamati cahaya-cahaya
dengan warna yang berbeda, yang tidak dapat dilihat dari permukaan bumi. Masing-masing
sistem juga memiliki fungsi berbeda satu dengan lainnya.
Dengan Teleskop Hubble, para peneliti mencari obyek "paling merah" yang berarti jaraknya
sangat jauh. Dengan SIRTF akan bisa melihat populasi bintang di dalam objek sangat jauh
tersebut karena SIRTF akan bekerja dalam gelombang cahaya inframerah. Sebelum itu pada
tahun 1983 kerja sama antara Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris telah meluncurkan IRAS
(The Infrared Astronomical Satellite) atau Satelit Astronomi inframerah, yang juga masih
berfungsi sampai dengan sekarang.
6. Radio
Teleskop radio untuk menangkap gelombang radio dan mendeteksi sinyal-
sinyal lain (pulsar) dari angkasa luar. Penemuan gelombang radio yang datang dari angkasa
luar dan berhasil dideteksi di bumi oleh Karl Jansky seorang insinyur listrik dari laboratorium
Telepon Bell pada tahun 1931, telah berhasil mengembangkan astronomi radio. Deretan
teleskop radio sebanyak 27 buah dibangun dekat Socorro di New Meksiko. Radio energi
adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan kisaran panjang gelombang dari
ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter. Penggunaan paling banyak adalah
komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan sistem radar. Radar berguna untuk mempelajari
pola cuaca, badai, membuat peta 3D permukaan bumi, mengukur curah hujan, pergerakan es
di daerah kutub dan memonitor lingkungan. Panjang gelombang radar berkisar antara 0,8 –
100 cm.
7. Pemanfaatan Solar Sel untuk Menangkap Energi Cahaya Matahari
Gelombang elektromagnetik dari matahari dalam bentuk cahaya tampak pada
siang hari dapat ditangkap oleh sel surya yang terbuat dari bahan semikonduktor misalnya
silikon. Sel surya akan mengubah energi panas ini menjadi energi listrik dan dapat
menghasilkan tegangan listrik. Pada siang hari tegangan listrik disimpan dalam baterei atau
accumulator sehingga pada malam hari dapat dimanfaatkan untuk menyalakan peralatan
listrik atau memanaskan air. Solar sel juga dikembangkan untuk menggerakkan mobil tanpa
bahan bakar migas.
8. Oscilator Penghasil Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik telah diketahui keberadaannya. Permasalahannya
dapatkah gelombang elektromagnetik diproduksi terus-menerus. Berdasarkan hukum Ampere
dan hukum Faraday berhasil diketemukan bahwa rangkaian oscilasi listrik dapat
menghasilkan gelombang elektromagnetik terus menerus. Frekuensi yang dihasilkan
gelombang elektromagnetik disebut frekuensi resonansi, untuk rangkaian LC. Prinsip ini
dipakai dalam teknologi penyiaran baik gelombang TV , gelombang radar, gelombang mikro,
maupun gelombang radio.
9. Teknologi Charger Wireless dari Fujitsu
Fujitsu tengah mengembangkan sebuah teknologi charging tanpa kabel.
Dengan teknologi ini, proses charging atau pengisian baterai diklaim bisa 150 kali lebih cepat
dari biasanya. Teknologi charger wireless buatan Fujitsu ini memanfaatkan sebuah metode
yang disebut resonansi magnetik. Tak seperti metode induksi elektromagnetik kebanyakan,
metode ini nantinya tak akan lagi mengharuskan adanya keselarasan antara power transmitter
dan receiver. Keunggulan yang ditawarkan oleh Fujitsu lewat teknologi ini adalah
kemampuan melakukan proses charging ke beberapa perangkat sekaligus lewat sebuah
transmitter tunggal. Selain itu, teknologi wireless charging ini diklaim mampu mengisi ulang
baterai sebuah perangkat dalam jarak beberapa meter. Laboratorium Fujitsu mengembangkan
teknologi yang bisa mempersingkat waktu charging, mengembangkan sistem charging lewat
metode resonansi magnetik. Metode resonansi magnetik yang dipakai Fujitsu pada teknologi
wireless charging ini memanfaatkan koil dan kapasitor sebagai resonator. Resonator inilah
yang nantinya mampu mentransmisikan energi listrik dalam jarak beberapa meter. Teknologi
yang diklaim 85 persen lebih efisien ini rencananya akan dipasarkan mulai tahun 2012.
Perangkat pertama yang menikmati teknologi ini kemungkinan besar adalah ponsel. Selain
itu, nantinya Fujitsu juga berencana memanfaatkan teknologi ini untuk mengisi ulang baterai
perangkat berukuran besar seperti mobil elektrik.

1.3 Aplikasi hukum farady’s (electromagnetic) dalam bidang geologi


Salah satu metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geofisika adalah metode
elektromagnetik. Metode elektromagnetik ini biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-
benda konduktif. Perubahan komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas
dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah permukaan. Medan elektromagnetik yang
digunakan dapat diperoleh dengan sengaja, seperti dengan membangkitkan medan
elektromagnetik di sekitar daerah observasi, pengukuran semacam ini disebut teknik
pengukuran aktif. Contoh metode ini adalah Turam elektromagnetik. Metode ini kurang
praktis dan daerah observasi dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat. Teknik pengukuran
lain adalah teknik pengukuran pasif, yaitu dengan memanfaatkan medan elektromagnetik
yang berasal dari sumber yang tidak secara sengaja dibangkitkan di sekitar daerah
pengamatan. Gelombang elektromagnetik seperti ini berasal dari alam dan dari pemancar
frekuensi rendah (15-30 Khz) yang digunakan untuk kepentingan navigasi kapal selam.
Teknik ini lebih praktis dan mempunyai jangkauan daerah pengamatan yang luas.

1.4 Aplikasi hukum farady’s (electromagnetic) dalam bidang pertambangan