Anda di halaman 1dari 11

NETWORK MODEL

MAKALAH MODEL STOKASTIK

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Akademik Mata Kuliah Model


Stokastik Pada Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas
Widyatama

Oleh:

Kelompok 1

Agus Hermawan 0517104042

Febi Fitria Shani 0517104021

Puji Utami 0517104006

M. Marsyeika R 0517104023

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS


TEKNIK UNIVERSITAS WIDYATAMA BANDUNG

SK Ketua Badan Akreditasi Nasional PerguruanTinggi (BAN-PT)


Nomor: 112/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015
2019
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 3
2.1 Jaringan........................................................................................................... 3
BAB III KESIMPULAN........................................................................................8
3.1 Kesimpulan........................................................................................................ 8
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dikatakan bahwa tujuan umum perusahaan adalah membuat suatu produk atau
jasa dengan biaya serendah – rendahnya, menjual dengan harga yang wajar guna
mendapatkan keuntungan yang besar. Dari pernyataan tersebut dapat kita analisa
bahwa ada dua fungsi yang utama dalam perusahaan yaitu fungsi produksi dan
pemasaran. Fungsi produksi berkenaan dengan penawaran sedangkan fungsi
pemasaran berkenaan dengan permintaan.
Dalam memasarkan produk guna memenuhi permintaan konsumen, perusahaan
ataupun para manajer dihadapkan pada beberapa persoalan yang salah satunya
adalah bagaimana merancang sistem transportasi guna meminimalkan biaya.
Persoalan – persoalan transportasi atau distribusi yang berkaitan dengan masalah
pengiriman dari suatu sumber ke suatu tujuan dengan ongkos transportasi
minimum. Maka model transportasi tersebut dapat diselesaikan sebagai suatu
jaringan.
Jaringan muncul di berbagai tempat dan dalam banyak bentuk transportasi, listrik,
dan jaringan komunikasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Seiring
dengan perkembangan era globalisasi yang semakin pesat, sebagian besar di
berbagai bidang seperti produksi, distribusi, perencanaan proyek, perencanaan
tata letak, manajemen sumber daya, dan perencanaan keuangan merasakan
jaringan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok
Salah satu perkembangan yang paling menggairahkan di bidang penelitian
operasional pada beberapa tahun terkhir ini berlangsung pada bidang metodologi
dan aplikasi model optimalisasi jaringan. Banyak model optimalisasi jaringan
yang dapat digunakan bagi perusahan untuk mengoptimalkan penggunaan biaya
salah satunya dalam hal transportasi. Pada makalah ini, penulis mencoba untuk
membahas model – model jaringan yang dapat digunakan untuk menjawab
persoalan transportasi dan persoalan yang berkenaan dengan masalah jaringan
antara lain persoalan rute terpendek, persoalan rentang pohon minimum, dan
persoalan aliran maksimum.

1
Pada makalah ini, penulis mencoba untuk membahas mengenai model jaringan
yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan transportasi dan persoalan
yang berkenaan dengan masalah jaringan antara lain persoalan minimal
spanning tree, shortest route, maximal-flow, dan critical path methode (CPM).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dibuat beberapa rumusan masalah yang akan
dibahas sebagai berikut:
1. Apa itu model network?

2. Bagaimana algortima dari model network?

3. Bagaimana contoh soal dan pembahasan penyelesaian dari aplikasi model


network?

1.3 Tujuan

Dari rumusan masalah yang dikemukakan diatas, penulisan makalah ini


bertujuan untuk:
1. Menjelaskan apa itu model network.
2. Mendeskripsikan bagaimana algoritma dari model network.
3. Menjelaskan contoh soal dan pembahasan penyelesaian dari aplikasi model
network.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jaringan

2.1.1 Jaringan

Jaringan adalah suatu susunan garis edar (path) yang terhubung pada berbagai
titik, dimana satu atau beberapa barang bergerak dari satu titik ke titik lain
(Taylor, 2005) .Jaringan digambarkan sebagai diagram yang terdiri atas dua
komponen utama, yaitu noda dan cabang. Noda (nodes) mewakili titiik
persimpanngan, sebagia contoh, perpotongan dari beberapa jalan. Cabang
(branches) menghunbungkan noda-noda dan mencermikan arus dari satu titik
dalam jaringan ke titik yang lain.Noda ditunjukkan dalam diagram jaringan
dengan lingkaran , dan cabang diwakili oleh garis yang menghubungkan
noda-noda tersebut.Noda biasanya diwakili lokalitas, seperti kota, perpotongan,
atau terminal udara atau kereta api, cabang adalah jalur yang menghubungkan
noda-noda tersebut seperti jalan yang menghubungkan kota-kota dan
perpotongan rel kereta api atau rute udara yang menghubungkan
terminal-terminal

2.1.2 Network Model

Network banyak dipakai dalam banyak hal untuk kegunaan yang berbedabeda.
Jaringan transportasi, jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi adalah
contoh-contoh dimana network ditemukan dalam kehidupan seharihari.
Representasi Network juga dipakai dalam produksi, distribusi, project planning,
penempatan fasilitas, manajemen resource dan financial planning.

2.1.3 Algoritma Network Model

1. Shortest-route algorithm
Masalah shorthest-route ini menentukan jarak terpendek antara sumber dan
tujuannya dalam jaringan transportasi.Apa yang kita selesaikan dalam shortest
route adalah mencari jarak total terpendek dari suatu node asal O dan node
tujuan T melewati beberapa node yang lain. Pemelihan rute terpendek ini
merupakan inti permasalahan yang kita coba pecahkan dalam shortest route.

3
Algoritma shortest route:
1)Tujuan dari iterasi ke n:
Temukan node terdekat ke n terhadap node asal (ulangi untuk n = 1,
2, . . . sampai node terdekat ke n adalah node tujuan akhir).
2)Input untuk iterasi ke n: n - 1 node terdekat ke asal (yang sudah
terselesaikan pada iterasi sebelumnya), termasuk lintasan
terpendeknya dan jarak dari dari titik asal. (Node-node ini , ditambah
denga node asal, akan disebut node yang sudah diselesaikan; node
yang lain disebut node yang belum terselesaikan).
3)Kandidat untuk node terdekat ke n: setiap node yang sudah
terselesaikan yang terhubung langsung ke satu atau lebih ke node yang
belum terselesaikan memberikan satu kandidate-node yang belum
diselesaikan yang mempunyai sambungan terpendek.
4)Penghitungan node terdekat ke n: Untuk setiap node yang sudah
terselesaikan dan kandidatnya, tambahkan jarak antara mereka dan
jarak lintasan terpendek dengan node sudah terselesaikan. Kandidat
dengan dengan jarak total terpendek tersebut adalah node ke n
terdekat.
2. Minimal Spanning Tree
Ringkasan, langkah-langkah dari metode solusi pohon rentang minimal:

a. Pilih noda awal mana pun(secara konvensional dipilih noda 1)


b. Pilih noda yang terdekat pada noda awal untuk bergabung dengan pohon
rentang.
c. Pilih noda yang terdekat yang belum berada dalam pohon rentang.
d. Ulangi langkah 3 hingga semua noda telah bergabung dengan pohon
rentang.

3. Maximum Flow
Tujuan dari jaringan ini adalah untuk memaksimal total jumlah arus dari asal ke
tujuan. Permasalahan ini dirujuk sebagai permasalahan arus maksimal.
Algoritma Augmenting Path untuk Maximum flow

a. Identifikasikan suatu lintasan augmenting dengan menemukan lintasan dari


sumber ke tujuan dari jaringan yang tersisa sedemikian rupa sehingga setiap

4
sambungan dalam lintasan ini mempunyai kapasitas residual positif. (jika
tidak ada lagi lintasan augmenting, aliran net sudah menunjukkan aliran
yang optimal)
b. Identifikasikan kapasitas tersisa c* dari lintasan augmenting ini dengan
menemukan kapasitas residual minimum dari cabang-cabang yang ada pada
lintasan ini. Tambahkan aliran pada lintasan ini sebesar c*.
c. Kurangi sejumlah c* kapasitas sisa setiap cabang dalam lintasan.
Tambahkan sejumlah c* kapasitas sisa setiap cabang dalam lintasan dalam
arah yang berlawanan, kembali ke langkah 1.

2.1.4 Contoh Soal Network Model dengan MST

Sebuah gedung Istec Corporation yang baru memiliki beberapa ruangan dan tiap
ruangan membutuhkan 1 lubang aliran listrik (atau biasa disebut sebagai steker).
Teknisi listrik akan menyalurkan listrik dari ruang bagian depan sampai keseluruh
ruangan dengan total panjang kabel yang seefisien mungkin. Adapun jarak antar
ruangan dapat digambarkan dalam gambar jaringan berikut ini, sedangkan ruang
bagian depan digambarkan sebagai node-1

Karena node-1 adalah ruangan terdepan yang menjadi sumber aliran listrik
utama, maka node-1 akan dijadikan sebagai patokan dalam jaringan. Node yang
paling dekat dengan node-1 adalah node dengan jarak 2 meter, sehingga kita
hubungkan node 1 dengan node-3.

5
Kemudian kita lihat node-node terdekat yang belum terhubung dengan node 1 dan
3, yaitu node 7, 6 dan 2. Yang terdekat dengan node 3 adalah node 7 dengan jarak
3 meter. Kemudian node 3 dan node 7 dapat dihubungkan.

Node yang belum terhubung terdekat dengan node 1, 3 dan 7 adalah node 6
dengan panjang 2 meter.

Node yang belum terhubung dan dekat dengan node 1,3,7 dan 6 adalah 5 dan 2.
Node 5 dapat terhubung dengan node 6 dengan jarak 3 meter, sedangkan node 3
dapat dihubungkan dengan node-1 dengan jarak 3 meter.

6
Node yang belum terhubung dan dekat dengan node 1,3,7 dan 6 adalah 5 dan 2.
Node 5 dapat terhubung dengan node 6 dengan jarak 3 meter, sedangkan node 3
dapat dihubungkan dengan node-1 dengan jarak 3 meter.

Karena seluruh node telah terhubung atau telah terkait dalam satu jaringan, maka
solusi di atas telah optimum. Jadi teknisi listrik dapat memulai merentangkan
kabelnya dengan menghubungkan node 1 – 2, 1 – 3, 3 – 7, 6 – 7, 5 – 6, 4 – 5, 6 –
8, 8 – 9
Panjang kabel yang dibutuhkan adalah : 21 meter.

7
BAB III
KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN

1. Network Model adalah sebuah jaringan yang banyak dipakai dalam banyak
hal untuk kegunaan yang berbeda-beda. Contohnya adalah jaringan transportasi.
2. Algoritma Network Model ada Minimal Spanning Tree, Shortest Route dan
Maximal-Flow.
3. Penyelesain Contoh Soal pada BAB II menggunakan Minimum Spanning
Tree, diperoleh panjang kabel yang dibutuhkan yaitu 21 meter.